Anda di halaman 1dari 1

GUNUNG KRAKATAU

Peringatan meletusnya Gunung Krakatau di perairan Selat Sunda bagian utara Banten akan ditandai bunyi sirene selama satu menit pada 27 Agustus. "Peringatan meletusnya Gunung Krakatau dengan korban sebanyak 36.417 warga Banten dan Lampung akan ditandai bunyi sirene dari PT Krakatau Steel (KS)," kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rumah Hijau Kota Cilegon Supriyadi di Cilegon, Minggu (25/8). Ia mengatakan letusan Gunung Krakatau pada 130 tahun lalu menjadikan tragedi yang mengerikan, karena warga pesisir Banten dan Lampung menjadi korban. Selain letusan Gunung Krakatau, kata dia, juga disertai gelombang tsunami. Meletusnya Gunung Krakatau itu terjadi pada 27 Agustus 1883, pukul 10.02 WIB. Abu vulkanik dari letusan gunung tersebut saat itu sampai ke Benua Eropa. "Kami berharap dengan memperingati meletusnya Gunung Krakatau itu mengingatkan masyarakat agar mencintai lingkungan," katanya. Ia mengatakan saat sirene berbunyi selama satu menit untuk menandai peringatan bencana itu, warga jangan panik. Bunyi sirene pada pukul 10.02 WIB itu nanti, selain berasal dari PT KS, juga dari sejumlah industri di Cilegon. "Kami minta warga tidak panik dengan bunyi sirene, karena hanya sebagai penanda peringatan 130 tahun meletusnya Gunung Krakatau di perairan Selat Sunda," ujarnya. Ia juga mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan wali kota dan Polres Cilegon untuk bisa membunyikan sirene atau alarm. Pihaknya mengimbau industri dan perusahaan di daerah setempat ikut berpartisipasi membunyikan sirene dalam peringatan tersebut. (Antara)