Anda di halaman 1dari 22

Demam Tifus

Nama : Nn. M Umur : 24 th Anamnesa : - keluhan utama : demam 1 minggu SMRS - RPS : OS datang dengan keluhan demam 1 minggu SMRS. Demam naik turun. Mual +, muntah +, sesak +, batuk -. - RPO : pada tanggal 20-9-13 OS mendapat obat dari dr.dian : cefixim 3x100mg, Na Diclofenac 3x25mg, dan lanzoprazole. Paseien juga sebelumnya mengkonsumsi Glibenclamid 1x5mg

KU TD Kepala Leher Dada

Abd Extr

: TSS, CM : 120/90 N:80x RR : 20x : normocephal, CA -/- SI -/: KGB tidak teraba membesar : SN vesikuler, wh -/-, ronki -/BJ I & II normal, Gallop -, murmur : supel, BU + : akral hangat

Pemeriksaan Penunjang

Hb Ht Leu : 5500 Tr Widal

: 11 : 42 : 303.000 : S. paratyphi AO 1/160

Working Diagnosis
Febris pro evaluasi

Sikap Awal Rencana


Instruksi Co/ dokter Sp.PD
Opname Infus RL 20tts/mnt Ceftriaxone inj 2 x 1gr (skintest) Paracetamol 3 x 1 B kompleks 3 x 1 Diet bubur kasar H2TL tiap pagi

Follow Up
7/10/13
S : nyeri perut kiri atas dan ulu hati, mual + O : CM, Td 120/90, N 80x, S 38.5 C/P dbn abd datar, supel, NT + akral hangat A : febris pro evaluasi P : Hb 11.9, Leu 6.500, Tr 295.000, Ht 34

8/10/13
S : O : CM, Td 120/80, N 80x, S C/P dbn abd datar, supel, BU + N, NT + akral hangat A : febris pro evaluasi, susp demam Tifus P : Hb 10.9, Leu 5600, Tr 228.000, Ht 34

Typhoid Fever

Demam tifoid adalah suatu penyakit sistemik akut yang disebabkan olehSalmonella enterica serotype typhi, dapat juga disebabkan oleh Salmonella entericaserotype paratyphi A, B, atau C (demam paratifoid).

Etiologi

Salmonella enterica serotype typhi Salmonella enterica serotype paratyphi A, B, atau C

Epidemiologi

India, asia timur, asie tenggara, timur tengah, afrika, Amerika tengah dan selatan merupakan daerah endemik demam Typhus dan Paratyphus. Perbandingan demam yang disebabkan S. typhi dan S. paratyphi adalah 10 berbanding 1

Transmisi Penularan

Infeksi ini ditularkan melalui makanan dan air yang terkontaminasi oleh feses atau urin orang yang terinfeksi atau carrier.

Patogenesis

Benda yang tercemar bakteri (Urin feses) masuk ke dalam sistem pencernaan Lambung (sebagian bakteri akan mati karena asam lambung). Usus kecil, penetrasi dan berbiak di dalam kelenjar limfoid mesenterik Ductus thoracicus Peredaran darah(bakteriemi I) RES(hepar dan limpa), sampai disini disebebut silent period/masa tunas. Di dalam RES, bakteri akan memperbanyak diri Peredaran darah (bakteriemi II) Gejala klinis akan muncul Bersamaan dengan bakterimia, bakteri akan masuk ke dalam kandung empedu & usus, di usus akan membuat luka di plaque peyeri Bila Salmonella typhi menetap di empedu/limpa dapat terjadi relaps/carrier.

Gejala Klinis
(Keluhan Pasien)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Obstipasi pada minggu I. Diare pada minggu II (peas soup diare) sering disertai dengan darah dan lendir

Demam Lemah badan, nyeri kepala di frontal. Mual Gangguan defekasi :

Insomnia Muntah Nyeri perut Apatis/bingung dapat diakibatkan toksik menjadi delirium yang akan menjadi meningismus (akhir minggu ke I) 9. Myalgi/atralgi 10. Batuk

Gejala Klinis
(Physical Findings)

Bradicardi Relatif Typhoid tongue Abdomen, agak cembung dan meteorismus. Splenomegali Hepatomegali Kholesistitis Rose spot

Laboratory Findings
Pemeriksaan darah rutin.
Leukopeni Limfositosis relatif Aneosinofilia.

Pemeriksaan bakteriologik
Biakan Gall

Sumsum tulang (90% ketelitian) pada minggu ke I dan minggu ke II. Darah pada minggu ke I dan minggu ke II (70% - 90%) minggu ke II sampai minggu ke III (30% - 40%).

Biakan pada agar SS bahan diambil dari :


Tinja pada minggu ke II sampai minggu ke III. Urine pada minggu ke III sampai minggu ke IV. Bila Gall positif diagnosa pasti dari tiphoid abdominalis, tetapi bila negatif belum tentu bebas tiphoid abdominalis tergantung dari teknik pengambilan bahan, waktu perjalanan penyakit, post vaksinasi.

Laboratory Findings 2

Pemeriksaan serologik
Test aglutinasi mikroskopik cepat (positif bila terjadi penggumpalan, pemeriksaan ini berguna untuk identifiksai pendahuluan pada biakan kuman) Test Widal (Aglutinasi pengenceran pada tabung)

Diagnosis
5 cardinal sign (Manson-Bahr (1985))
1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. Demam Ratio frekuensi nadi = suhu yang rendah (bradikardi relatif). Toxemia yang karakteristik. Splenomegali Rose spot Distensi abdomen. Pea soup stool. Perdarahan intestinal

Tanda lainnya :

Biakkan Salmonella typhi + Tes widal meningkat atau peninggian 4x pada 2 kali pemeriksaan. Gall kultur+, Media SS agar.

Penatalaksanaan
Non Medikamentosa
Perawatan (bed rest) Diet (mudah dicerna dan halus, cukup kalori, protein, cairan dan elektrolit)

Medikamentosa

Antibiotik (DOC : Chloramphenicol 4x500mg/hari)

Simptomatik

10 hari post th/ chloramphenicol demam +. Cotrimoxazole 400mg 2x2tab/hari Ampicilin Amoxicilin Ciprofloxacin Paracetamol Laxantin dan enema (untuk memperlancar BAB) Proclorperazine / prometazine (muntah) Diphenoxylate hydrochloride (diare)

Supportif

Kortikosteroid (pada toksemia dan hiperpireksia)

Komplikasi

Relaps Perdarahan usus Perforasi usus Miokarditis Cholecystitis

Thypoid toxic Hepatitis typhosa Pneumotyphoid Pankreatitis typhosa Carrier typhosa

tq