Anda di halaman 1dari 4

Analisis Sistem Kinerja Rumah Sakit Umum xXx Yang pertama pendaftaran pasien jamkesmas, tentunya harus mengantri.

Pasien yang didampingi keluarga harus menunjukkan bukti bahwa pasien adalah anggota jamkesmas untuk di cocokkan data yang sudah ada di database pusat (jakarta). Kalau datanya valid akan tampil data pasien yang menunjukkan nomr id, nama, alamat, jenis kelamin,umur, tanggal pendaftaran dll, tapi kalau data nya tidak valid maka pasien tidak diperbolehkan untuk berobat dan disarankan untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Kalau data dinyatakan valid kemudian pasien akan diberikan bukti berupa secarik kertas yang menytakan bahwa pasien diizinkan untuk melakukan perobatan yang kemudian akan diberikan kepada asisten dokter. Yang kedua pasien yang belum pernah mendaftar, keluarga pasien diminta untuk mengisi formulir pendaftran yang menyangkut tentang identitas sang pasien. Kemudian formulir yang sudah diisi , diinputkan kedalam kompter untuk dimasukkan kedatabase. Setelah itu pasien atau kelurga pasien akan diberi bukti bahwasanya pasien sudah mendaftar. Bukti yang diberikan oleh pihak administrasi kemudian akan diserahkan kepada asisten dokter. Yang ketiga pasien yang sebelumya sudah pernah mendaftar, keluarga diminta untuk membuktikan atau menunjukkan kartu pasien. Kemudian sang administrator bagian pendaftaran untuk memvalidasi kartu, kalau nama valid pihak admin akan memberikan bukti bahwa pasien diperbolehkan untuk perawatan dan bukti diserahkan ke asisten dokter. Kalau nama tidak valid pasien atau keluarga pasien disarankan untuk melakukan pendaftaran. Yang keempat kita akan membahas apabila ada pasien yang datang ke RSU, calon pasien yang didampingi oleh keluarga atau kerabat melakukan pendaftaran dibagian administrasi (akan ditanya pendaftaran jalur umum atau jamkesmas), setelah melakukan pendaftaran, selanjutnya pasien akan diberikan secarik kertas yang isi nya menyatakan bahwa sudah melakukan pendaftaran, lalu pasien disuruh untuk menemui dokter umum yang sudah ditentukan. Kemudian sang pasien memberikan secarik kertas yang diberikan bagian administrasi ke seorang perawat yang menjadi asisten sang dokter untuk mengambil nomor urut. Setelah nomor urut kita dipanggil pasien akan diperiksa untuk memastikan penyakit apa yang sedang terjadi pada diri pasien. Disana pasien akan diberi keputusan tindakan apa yang harus dilakukan. Kalau dokter bilang tidak perlu rawat inap, maka pasien akan diberi resep obat dari dokter untuk ditebus. Yang kelima apabila ada pasien yang sudah tidak bisa lagi menahan penyakitnya, maka pasien akan diperiksa langsung oleh dokter yang sedang berjaga pada posisinya untuk memastikan penyakit apa yang sedang terjadinya pada dirinya, disela-sela pemeriksaan akan ada anggota keluarga pasien untuk pendaftaran administrasi (akan ditanya jalur umum atau jamkesmas). Apabila tidak memungkinkan maka pasien akan dibawa ke ICU, apabila masih memungkinkan maka pasien tidak perlu dibawa ke ruangan ICU dan hanya akan dirawat inap, dan apabila lebih memungkinkan lagi pasien hanya akan dirawat jalan dan tentunya pasien akan diberi resep obat dari dokter untuk ditebus. Setelah mengetahui jenis penyakit sang pasien, dan dokter memberi keputusan untuk rawat inap, seperti biasa akan melakukan pendaftaran administrasi seperti biasa, tapi mungkin dangan penambahan sperti tanggal masuk, dokter yang menangani, poli /ruangan. Kita
Faddli Lindra Wibowo

asumsikan pasien di masukkan ke poli penyakit dalam, maka ada suster yang mendampingi sang pasien dan membawa data-data pasien untuk didaftarkan di ruangan/ poli penyakit dalam. Kemudian kepala ruangan akan memeriksa pasien yang sudah didaftarkan, dan kemuadian akan menyiapkan obat-obat yang dibutuhkan pasien, Dan memberikan resep ke salah seorang keluarga untuk mengambil obat di apotek. Dan apabila dokter ahli penyakit dalam tiba maka kepala ruangan akan memberi tahu bahwa ada pasien yang bernama xxx keluhan nya xxx. Kemudian sang dokter ahli penyakit dalam memeriksa pasien dan menanyakan keluhan-keluhan pasien untuk memastikan penyakit sesungguhnya. Apabila dokter kurang yakin akan keputusan nya maka pasien yang memiliki penyakit dalam disuruh melakukan rontgen atau usg untuk melihat apa yang sebenarnya penyebab penyakit dalam tubuhnya. Sebelum masuk ruang rontgen sang kepala ruangan atau suster yang sedang berjaga mempersiapkan data pasien yang kan melakuakan 2 hal yang diatas untuk diberikan pada Bagian usg atau rontgen. Setelah data dipersiapkan maka data akan di berikan kepada bagian usg atau rontgen dan orang yang berjaga disana memberi tahu kepada suster bagian poli penyakit dalam bahwa jam xxx pasien diantar untuk melakukan pengecekan dengan metode usg atau rontgen. Kita asumsikan pasien sudah di rontgen, maka keluarga pasien disuruh untuk mengmbil hasil dari rontgen tersebut untuk diperiksa oleh dokter spesialis. Kalau dokter spesialis menyatakan perlu operasi (Dirumah sakit tersebut) maka pasien menuggu untuk tahap operasi, kalau dokter menyatakan operasi tapi tidak bisa dilakukan di rumah sakit tersebut maka pasien harus dirujuk kerumah sakit yang bisa mengoperasi pasien, dan kalau dokter menyatakan tidak perlu dioperasi maka pasien hanya perlu rawat inap sampai dokter memperbolehkan pasien pulang. Apabila pasien dinyatakan dokter harus operasi (Dirumah sakit bersangkutan) maka dokter menentukan hari operasi, tapi sebelum melakukan operasi dokter memastikan keadaan pasien dengan meminta catatan suster bagaimana keadaan pasien. Kalau keadaan pasien sudah memungkinkan untuk dioperasi maka dokter sesegera mungkin untuk melakukan operasi, sebelum melakukan operasi keluarga pasien dan kepala ruangan akan dimintai keterangan tentang pasien, dan kepala ruangan sendiri akan memberikan data-data pasien untuk dicatat sebagai pasien yang akan menjalani operasi. Apabila pasien sudah berhasil di operasi maka pasien akan dipindah kan keruangan pemuliahan, dan apabila dalam operasi atau sebelum operasi pasien menigggal maka dokter akan memastikan dahulu kondosi pasien, lalu mengumumkan kepada keluarga yang bersangkutan bahwa pasien sudah tiada dan harus mengurus semua kelengkapan administrasi. Yang selanjutnya apabila pasien dinyatakan dokter harus di rujuk kerumah sakit lain yang mampu menangani penyakit sang pasien. Dokter akan mengeluarkan surat rujukan yang akan diberikan kepada keluarga pasien untuk selanjutnya diberikan pada rumah sakit yang dituju. Tapi sebelumya keluarga dan kepala ruangan/poli harus mengurus semua administrasi, kalau pasien meggunakan jamkesmas maka tidak perlu melakukan pembayaran, dan apabila pasien tidak memiliki kartu jamkesmas maka pasien akan dikenakan biaya selama di rumah sakit yang bersangkutan. Kemudian pasien yang dinyatakan dokter tidak perlu operasi, maka pasien hanya akan menjalani pemulihan tentunya dengan pengawasan dokter, sampai pasien dinyatakan pulih oleh dokter.

Faddli Lindra Wibowo

Tahap selanjutnya mengenai penebusan resep dokter Pasien rawat jalan yang tidak memiliki kartu jamkesmas, pasien mendaftar dan mengisi formulir yang sudah diberikan oleh administrasi pendaftaran pada pasien atau keluarga pasien , setelah diisi barulah pasien memberikan resep pada apoteker. kemudian apoteker menyiapkan obat yang dibutuhkan sang pasien. Selanjutnya bagian apoteker menyerahkan bukti biaya yang harus bibayar oleh pasien di bagian administrasi keuangan. Pasien rawat jalan yang menggunakan jamkesmas, pasien yang didampingi keluarga harus menunjukkan bukti bahwa pasien adalah anggota jamkesmas untuk di cocokkan datanya. Setelah datanya valid maka pasien menyerahkan resep yang telah diberikan dokter untk ditebus kepada apoteker. kemudian apoteker menyiapkan obat yang dibutuhkan sang pasien dan pasien tidak perlu membayar biaya dari obat-obat yang diminta tadi karena sudah ditanggung negara. Pasien rawat inap yang tidak memiliki kartu jamkesmas, anggota keluarga sang pasien akan diberikan secarik kertas yang berisi nama pasien dan daftar obat-obat yang dibutuhkan pasien selama rawat inap untuk diserahkan pada bagian apoteker. Setelah melihat kertas yang diberikan keluarga pasien, setelah itu apoteker menyiapkan obat yang dibutuhkan dan memberikannya kepada keluarga pasien yang bersangkutan. Sedangkan kertas yang diberikan tadi akan dimasukkan kedalam tagihan biaya perobatan. Pasien yang rawat inap yang memiliki jamsostek, anggota keluarga sang pasien akan diberikan secarik kertas yang berisi nama pasien dan daftar obat-obat yang dibutuhkan pasien selama rawat inap untuk diserahkan pada bagian apoteker. Setelah melihat kertas yang diberikan keluarga pasien, setelah itu apoteker menyiapkan obat yang dibutuhkan dan memberikannya kepada keluarga pasien yang bersangkutan. Sedangkan kertas yang diberikan tadi akan dijadikan bukti dan tidak perlu dimasukkan kedalam biaya perobatan.

Bagian Apotik Obat-obatan datang dan dimasukkan kedalam ruangan distribusi dan akan dilihat juga dicatat barang apa saja yang masuk dan berapa jumlahnya. Kemudian sang apoteker menyusun obat-obatan tersebut untuk diletakkan ditempatnya. Bagian apoteker juga akan mencatat obat keluar untuk memastikan bahwa stok barang apakah masih tersedia atau sudah habis. Dan tidak hanya itu juga sang apoteker juga menyaipkan data barang masuk/ barang keluar dan didistribusi kemana saja obat-oabtan tadi untuk diberikan kepada kepala bagian apotik dan selanjunya ke kepala rumah sakit. Bagian kepegawaian (gaji) Bagian kepegawaian penggajian harus menyiapkan absensi untuk seluruh pegawai yang ada di rumah sakit yang bersangkutan. Setelah disiapkan maka semua pegawai harus absensi ketika datang maupun pergi. Data absensi tersebut akan diserahkan kepada pihak keuangan, untuk dilakukanya proses penggajian. Bagian kepegawaian (pendaftaran pegawai baru)
Faddli Lindra Wibowo

Bagian kepegawaian ini harus menyiapkan formulir pendaftaran untuk pagawai baru, calon pegawai harus mengisi formulir yang diberikan pihak pendaftaran. Setelah diisi biasanya pihak pendaftaran akan melihat kelengkapan persyaratan yang dibutuhkan. Kalau persyaratan sudah lengkap ke tahap selanjutnya yaitu dintrogasi seputar pengalaman kerja dan lain-lain. Kalau beruntung pegawai akan dipanggil dan kalu tidak beruntung maka pegawai tidak akan dipanggil. Bagi karyawan yang lolos jadi pegawai selanjutnya mengisi formulir kepegawaian untuk ditindak lanjuti. Bagian Administrasi keuangan 1 Bagian ini yang mengolah keuangan perawatan pasien, data yang masuk berupa daftar obat apa saja yang sudah di konsumsi pasien, berapa sewa kamar per hari, membayar dokter, biaya administrasi dan lain-lain. Bagian Administrasi keuangan 2 Bagian ini yang mengelola uang masuk dan uang keluar rumah sakit. Bagian ini pula yang menyiapkan dana untuk kebutuhan rumah sakit yang bersangkutan. Rekam Medis Pasien Pasien yang masuk rumah sakit sudah pasti harus mempunyai rekam medis, rekam medis berisi nama pasien, alamat pasien, gol darah, jenis kelamin, status pasien ( jamkesmas atau umum),tanggal masuk pasien,tanggal keluar pasien, jenis penyakit yang diderita pasien dan daftar perjalan pasien selama di rumah sakit contoh pada tanggal sekian pasien masuk rumah sakit, kemudian di rontgen, kemudian dioperasi.

Faddli Lindra Wibowo