Anda di halaman 1dari 9

Substansi Pembahasan dan Daftar Kebutuhan Data

MARGA

SUBSTANSI PEMBAHASAN
Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu-lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/ atau air, serta di atas permukaan air, kecuali kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. PENGELOMPOKAN JALAN Dasar Keterangan Pengelompokan Pengelompokan Jalan umum jalan Jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum. berdasarkan Jalan khusus peruntukannya Jalan yang dibangun oleh instansi, badan usaha, perseorangan, atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri. Jalan khusus meliputi: jalan dalam kawasan perkebunan; jalan dalam kawasan pertanian; jalan dalam kawasan kehutanan, termasuk jalan dalam kawasan konservasi; jalan dalam kawasan peternakan; jalan dalam kawasan pertambangan; jalan dalam kawasan pengairan; jalan dalam kawasan pelabuhan laut dan pelabuhan udara; jalan dalam kawasan militer; jalan dalam kawasan industri; jalan dalam kawasan perdagangan; jalan dalam kawasan pariwisata; jalan dalam kawasan perkantoran; jalan dalam kawasan berikat; jalan dalam kawasan pendidikan; jalan dalam kawasan permukiman yang belum diserahkan kepada penyelenggara jalan umum; dan jalan sementara pelaksanaan konstruksi. Pengelompokan Fungsi Jalan Dalam Sistem Jaringan Jalan Primer jalan umum Jalan arteri primer (JAP) berdasarkan Jalan yang menghubungkan secara berdaya guna antar-pusat fungsinya kegiatan nasional atau antara pusat kegiatan nasional dengan pusat kegiatan wilayah. Jalan kolektor primer (JKP) Jalan yang dikembangkan untuk melayani dan menghubungkan kota-kota antar pusat kegiatan wilayah dan pusat kegiatan lokal dan atau kawasan-kawasan berskala kecil dan atau pelabuhan pengumpan regional dan pelabuhan pengumpan lokal. Jalan kolektor primer (JKP) meliputi: JKP-1 adalah JKP yang menghubungkan secara berdaya guna antar ibukota provinsi; JKP-2 adalah JKP yang menghubungkan secara berdaya guna antara ibukota provinsi dan ibukota kabupaten/kota; JKP-3 adalah JKP yang menghubungkan secara berdaya guna antar ibukota kabupaten/ kota; dan JKP-4 adalah JKP yang menghubungkan secara berdaya guna antara ibukota kabupaten/kota dan ibukota kecamatan. Jalan lokal primer (JLP) Jalan yang menghubungkan secara berdaya guna pusat kegiatan nasional dengan pusat kegiatan lingkungan, pusat kegiatan wilayah dengan pusat kegiatan lingkungan, antarpusat kegiatan lokal, atau 1.

Substansi Pembahasan dan Daftar Kebutuhan Data

MARGA

Dasar Pengelompokan

Keterangan pusat kegiatan lokal dengan pusat kegiatan lingkungan, serta antarpusat kegiatan lingkungan. Jalan lingkungan primer (JLing-P) Jalan yang menghubungkan antarpusat kegiatan di dalam kawasan perdesaan dan jalan di dalam lingkungan kawasan perdesaan. Fungsi Jalan Dalam Sistem Jaringan Jalan Sekunder Jalan arteri sekunder (JAS) Jalan yang menghubungkan kawasan primer dengan kawasan sekunder kesatu, kawasan sekunder kesatu dengan kawasan sekunder kesatu, atau kawasan sekunder kesatu dengan kawsan sekunder kedua. Jalan kolektor sekunder (JKS) Jalan yang menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan kawasan sekunder kedua, atau kawasan sekunder kedua dengan kawasan sekunder ketiga. Jalan lokal sekunder (JLS) Jalan yang menghubungkan kawasan sekunder kesatu dengan perumahan, kawasan sekunder kedua dengan perumahan, kawasan sekunder ketiga dan seterusnya sampai ke perumahan. Jalan lingkungan sekunder (JLing-S) Jalan yang menghubungkan antarpersil dalam kawasan perkotaan. Sistem jaringan jalan primer Sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di tingkat nasional, dengan menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang berwujud pusat-pusat kegiatan. Sistem jaringan jalan sekunder Sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk masyarakat di dalam kawasan perkotaan. Jalan nasional Jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antaribukota provinsi, dan jalan strategis nasional, serta jalan tol. Jalan provinsi Jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antaribukota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi. Jalan kabupaten Jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang tidak termasuk jalan nasional dan jalan provinsi, yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antaribukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal, antarpusat kegiatan lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder dalam wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten. Jalan kota Jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder yang menghubungkan antarpusat pelayanan dalam kota, menghubungkan

Sistem jaringan jalan

Pengelompokan jalan umum menurut statusnya

Substansi Pembahasan dan Daftar Kebutuhan Data

MARGA

Dasar Pengelompokan

Keterangan pusat pelayanan dengan persil, menghubungkan antarpersil, serta menghubungkan antarpusat permukiman yang berada di dalam kota. Jalan desa Jalan umum yang menghubungkan kawasan dan/atau antarpermukiman di dalam desa, serta jalan lingkungan Jalan bebas hambatan Jalan masuk secara penuh, tidak ada persimpangan sebidang, dilengkapi pagar ruang milik jalan, dilengkapi dengan median, paling sedikit mempunyai 2 (dua) lajur setiap arah, dan lebar lajur paling sedikit 3, 5 (tiga koma lima) meter. Jalan raya Jalan umum untuk lalulintas secara menerus dengan pengendalian jalan masuk secara terbatas dan dilengkapi dengan median, paling sedikit 2 (dua) lajur setiap arah, lebar lajur paling sedikit 3, 5 (tiga koma lima) meter. Jalan sedang Jalan umum dengan lalu lintas jarak sedang dengan pengendalian jalan masuk tidak dibatasi, paling sedikit 2 (dua) lajur untuk 2 (dua) arah dengan lebar jalur paling sedikit 7 (tujuh) meter. Jalan kecil Jalan umum untuk melayani lalu lintas setempat, paling sedikit 2 (dua) lajur untuk 2 (dua) arah dengan lebar jalur paling sedikit 5,5 (lima koma lima) meter.

Kelas jalan berdasarkan spesifikasi penyediaan prasarana jalan

Sumber: - Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 03/Prt/M/2012 tentang Pedoman Penetapan Fungsi Jalan dan Status Jalan - Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan - Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan 2. BAGIAN-BAGIAN JALAN Bagian Jalan Keterangan Ruang manfaat Ruang manfaat jalan hanya diperuntukkan bagi median, perkerasan jalan, jalan (Rumaja) jalur pemisah, bahu jalan, saluran tepi jalan, trotoar, lereng, ambang pengaman, timbunan dan galian, gorong-gorong, perlengkapan jalan, dan bangunan pelengkap lainnya. Ruang milik Ruang milik jalan diperuntukkan bagi ruang manfaat jalan, pelebaran jalan (Rumija) jalan, dan penambahan jalur lalu lintas di masa akan datang serta kebutuhan ruangan untuk pengamanan jalan. Ruang milik jalan paling sedikit memiliki lebar sebagai berikut: a. jalan bebas hambatan 30 (tiga puluh) meter; b. jalan raya 25 (dua puluh lima) meter; c. jalan sedang 15 (lima belas) meter; dan d. jalan kecil 11 (sebelas) meter. Ruang Ruang pengawasan jalan diperuntukkan bagi pandangan bebas pengawasan pengemudi dan pengamanan konstruksi jalan serta pengamanan fungsi jalan (Ruwasja) jalan. Lebar ruang pengawasan jalan ditentukan dari tepi badan jalan paling sedikit dengan ukuran sebagai berikut:

Substansi Pembahasan dan Daftar Kebutuhan Data

MARGA

Bagian Jalan a. b. c. d. e. f. g. h. i.

Keterangan jalan arteri primer 15 (lima belas) meter; jalan kolektor primer 10 (sepuluh) meter; jalan lokal primer 7 (tujuh) meter; jalan lingkungan primer 5 (lima) meter; jalan arteri sekunder 15 (lima belas) meter; jalan kolektor sekunder 5 (lima) meter; jalan lokal sekunder 3 (tiga) meter; jalan lingkungan sekunder 2 (dua) meter; dan jembatan 100 (seratus) meter ke arah hilir dan hulu.

Sumber: - Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Jalan 3. PEMANFAATAN JALAN Jenis Keterangan Pemanfaatan Jalan Iklan dan media (1) Untuk keamanan dan keselamatan pengguna jalan, bangunan iklan informasi dan media informasi harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : a. harus terbuat dari bahan yang bersifat tahan lama atau tahan karat; memenuhi persyaratan umum bahan bangunan Indonesia; dan b. rangka utama harus berupa konstruksi baja atau beton yang memenuhi persyaratan peraturan konstruksi Indonesia. (2) Iklan dan media informasi dapat menggunakan lampu dengan ketentuan sebagai berikut : a. intensitas cahaya lampu tidak menyilaukan pengguna jalan; dan b. pantulan cahaya lampu tidak menyilaukan pengguna jalan. (3) Huruf dan warna iklan dan media informasi harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. bentuk huruf atau simbol yang digunakan pada iklan dan media informasi tidak boleh sama atau menyerupai bentuk huruf dan simbol ramburambu lalu lintas; dan b. kombinasi warna yang digunakan pada iklan dan media informasi tidak boleh sama atau menyerupai warna yang digunakan untuk ramburambu lalu lintas. (4) Iklan dan media informasi pada jaringan jalan di dalam kawasan perkotaan dapat ditempatkan di dalam ruang manfaat jalan dengan ketentuan: a. ditempatkan di luar bahu jalan atau trotoar dengan jarak paling rendah 1 (satu) meter dari tepi paling luar bahu jalan atau trotoar; b. dalam hal tidak terdapat ruang di luar bahu jalan, trotoar, atau jalur lalu lintas, iklan dan media informasi sebagaimana dimaksud pada huruf a dapat ditempatkan di sisi terluar ruang milik jalan. (5) Iklan dan media informasi pada jaringan jalan di luar kawasan perkotaan dapat ditempatkan di dalam ruang milik jalan pada sisi terluar. (6) Iklan dan media informasi dapat dipasang pada struktur jembatan tanpa membahayakan konstruksi jembatan dan keselamatan

Substansi Pembahasan dan Daftar Kebutuhan Data

MARGA

Jenis Pemanfaatan Jalan

Keterangan

Bangunan dan jaringan utilitas

pengguna jalan. (7) Iklan dan media informasi di atas ruang manfaat jalan harus diletakkan pada ketinggian paling rendah 5 (lima) meter dari permukaan jalan tertinggi. (1) Bangunan dan jaringan utilitas pada jaringan jalan di dalam kawasan perkotaan dapat ditempatkan di dalam ruang manfaat jalan dengan ketentuan: a. yang berada di atas atau di bawah tanah ditempatkan di luar bahu jalan atau trotoar dengan jarak paling sedikit 1 (satu) meter dari tepi luar bahu jalan atau trotoar; b. dalam hal tidak terdapat ruang di luar bahu jalan, trotoar, atau jalur lalu lintas, bangunan dan jaringan utilitas sebagaimana dimaksud pada huruf a dapat ditempatkan di sisi terluar ruang milik jalan. (2) Bangunan dan jaringan utilitas pada jaringan jalan di luar kawasan perkotaan dapat ditempatkan di dalam ruang milik jalan pada sisi terluar. (3) Bangunan dan jaringan utilitas dapat dipasang pada struktur jembatan tanpa membahayakan konstruksi jembatan, mengurangi ruang bebas dan keselamatan pengguna jalan. (4) Dalam hal bangunan dan jaringan utilitas dipasang di luar konstruksi jembatan, bangunan dan jaringan utilitas tersebut ditempatkan paling rendah 1 (satu) meter dari tepi paling luar struktur jembatan tanpa mengurangi ruang bebas. (5) Bangunan dan jaringan utilitas di bawah tanah harus diletakkan pada kedalaman paling sedikit 1,5 (satu koma lima) meter dari permukaan jalan terendah pada daerah galian atau dari tanah dasar pada daerah timbunan. (6) Bangunan dan jaringan utilitas di atas tanah harus diletakkan pada ketinggian paling rendah 5 (lima) meter dari permukaan jalan tertinggi. (7) Permukaan tanah pada lintasan bangunan dan jaringan utilitas yang ditempatkan di bawah tanah harus diberi tanda yang bersifat permanen.

Sumber: Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 20/PRT/M/2010 Tentang Pedoman Pemanfaatan Dan Penggunaan Bagian-Bagian Jalan 4. FASILITAS JALAN Jenis Fasilitas Keterangan Jalan Penerangan Uraian Besar-besaran jalan Tinggi Tiang Lampu (H) 10-15 m - Lampu Standar 13 m Tinggi Tiang rata-rata digunakan

Substansi Pembahasan dan Daftar Kebutuhan Data

MARGA

Jenis Fasilitas Jalan -

Keterangan Lampu Monara 20-50 m Tinggi Tiang rata-rata 30 m digunakan Jarak Interval Tiang Lampu (e) - Jalan Arteri 3.0 H 3.5 H - Jalan Kolektor 3.5 H 4.0 H - Jalan Lokal 5.0 H 6.0 H - Minimum jarak interval 30 m tiang Jarak Tiang Lampu ke Tepi Minimum 0.7 m Perkerasan (s1) Jarak dari tepi Perkerasan ke Minimum Lebar badan jalan/2 titik Penerangan Terjauh (s2) Sudut inklinasi (I) 20o 30o Garis jalan yang berfungsi sebagai petunjuk dan informasi terhadap pengguna jalan. Jenis-jenis marka jalan: a. Marka membujur, tanda yang sejajar dengan sumbu jalan. Marka membujur garis utuh Marka membujur garis putus-putus Marka membujur garis ganda b. Marka melintang, tanda yang tegak lurus terhadap sumbu jalan. Marka melintang garis utuh Marka melintang garis ganda putus-putus c. Marka serong, tanda yang membentuk garis utuh yang tidak termasuk dalam pengertian marka membujur atau marka melintang, untuk menyatakan suatu daerah permukaan suatu daerah permukaan jalan yang bukan merupakan jaur lalu lintas kendaraan. d. Marka lambang, tanda yang mengandung arti tertentu untuk menyatakan peringatan, perintah dan larangan untuk melengkapi atau menegaskan maksud yang telah disampaikan oleh rambu atau tanda lalu lintas lainnya. Rambu adalah alat yang utama dalam mengatur, memberi peringatan dan mengarahkan lalu lintas. Jenis-jenis rambu-rambu lalu lintas: a. Rambu peringatan, rambu yang digunakan untuk memberi peringatan kemungkinan ada bahaya atau tempat berbahaya di bagian jalan di depannya. b. Rambu larangan, rambu yang digunakan untuk menyatakan perbuatan yang dilarang dilakukan oleh pengguna jalan. c. Rambu perintah, rambu yang digunakan untuk menyatakan perintah yang wajib dilakukan oleh pengguna jalan. d. Rambu petunjuk, rambu yang digunakan untuk meyatakan petunjuk mengenai jurusan, jalan, situasi, kota, tempat, pengaturan, fasilitas dan lain-lain bagi pengguna jalan. Rambu pendahulu petunjuk jurusan Rambu penegasan e. Papan nama jalan, digunakan untuk memberitahukan nama-

Marka jalan

Rambu-rambu lalu lintas

Substansi Pembahasan dan Daftar Kebutuhan Data

MARGA

Jenis Fasilitas Jalan

Keterangan nama jalan. f. Papan tambahan, papan yang dipasang di bawah daun rambu yang memberikan penjelasan lebih lanjut dari suatu rambu. Adalah perangkat peralatan teknis yang menggunakan isyarat lampu untuk mengatur lalu lintas orang dan/atau kendaraan di persimpangan atau pada ruas jalan. Terdiri dari : Lampu tiga warna yaitu merah, kuning dan hijau berfungsi untuk mengatur kendaraan. Lampu dua warna sebagai pengatur pejalan kaki. Lampu satu warna berfungsi sebagai memberikan peringatan bahaya kepada pemakai jalan.

Alat pemberi isyarat lalu lintas

Sumber: Departemen Perhubungan: Panduan Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan

Substansi Pembahasan dan Daftar Kebutuhan Data MARGA

DAFTAR/TABEL KEBUTUHAN DATA


Substansi Pengelompokan jalan Bagian-bagian jalan Nama Data (1) Jenis-jenis jalan Lebar dan kondisi rumaja, rumija, dan ruwasja Penempatan dan dimensi iklan dan media informasi di sekitar jalan Penempatan bangunan dan jaringan utilitas di sekitar jalan Penempatan dan jenis penerangan jalan Jenis marka jalan Penempatan dan jenis ramburambu lalu lintas Penempatan dan jenis alat pemberi isyarat lalu lintas Unit Data (2) Kelurahan Kelurahan Tahun (3) 2011 2012/2013 Jenis Data (4) Sekunder Primer, Sekunder Bentuk Data (5) Peta Angka, Deskripsi Teknik Pengumpulan Data (6) Telaah dokumen Observasi, Telaah dokumen Sumber Data (7) Bappeda Lapangan, Kantor Kelurahan Lapangan Manfaat/Tujuan (8) Mengetahui jenisjenis jalan Mengetahui lebar dan kondisi rumaja, rumija, dan ruwasja Mengetahui penempatan dan dimensi iklan dan media informasi di sekitar jalan Mengetahui penempatan bangunan di sekitar jalan Mengetahui penempatan dan jenis penerangan jalan Mengetahui jenis marka jalan Mengetahui penempatan dan jenis rambu-rambu lalu lintas Mengetahui penempatan dan jenis alat pemberi isyarat lalu lintas

Pemanfaatan jalan

Kelurahan

2013

Primer

Angka, Foto, Deskripsi

Observasi

Kelurahan

2013

Primer

Foto, Deskripsi

Observasi

Lapangan

Fasilitas jalan

Kelurahan

2013

Primer

Foto, Deskripsi

Observasi

Lapangan

Kelurahan Kelurahan

2013 2013

Primer Primer

Foto, Deskripsi Foto, Deskripsi

Observasi Observasi

Lapangan Lapangan

Kelurahan

2013

Primer

Foto, Deskripsi

Observasi

Lapangan