Anda di halaman 1dari 12

4

Pengendolion rnutu dqn penerokon

4.1 Pengantar
Uji statistika yang diuraikan dalam bab terdahulu digunakan untuk keadaan
yang lebih sederhana daripada keadaan sesungguhnya yang dijumpai dalam lab analitik. Jadi, kita mengandaikan tidak ada kesukaran ataupun galat yang torlibat dalam memperoleh terokkimia untuk dianalisis. Dalam praktek, penerokan menimbulkan masalah dalam anatsis yang cukup mudah. Analisis untukboron dalam terok tanaman (lihat pasal3.3) mungkin rumit dalam praktek jika kadar boron beragam dalam berbagai bagran tanaman atau dalam beberapa tanaman. Ada dua masalah lain yang juga harus diperhatikan: yang peftama, keragaman yang munculbila cara yang sama diterapkan pada beberaln terok yang mirip dalam lab yang berlainan; yang kedua, penggunaan statistika pada pengule.rran ben:lang pada terrok yang mempunyai sifat yang mungkin berubah-ubah menurut wakrn, seperti misalnya tahapan tela pada jalur produksi. Dalam telaah ini cara statistika pakatan (misalnya uji untuk pencilan, uji+, A}.I!'A dsb.) digunakan untuk keadaan yang sangat penting dalam pengcmbangan dan penerapan cara analitik.

(istilah dalam statistika). Jadi, terok acak adalah terok yang diambil sedemikian sehingga semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk terpilih sebagai anggota teiok. Hanya dengan cara inilah persamaan seperti (2.9), yang memberi batas kepercayaan untuk rataan. akan absah. Ilaruslah dimengerti bahwa istilah 'acak' mempunyai rnakna yang lain dengan 'asal saja atau , serampangan', dalam perstatistikan. Meskipun dalam praklek seorang analis mungkin saja menebarkan semua tablet itu di meja dan berusaha rnengambil I suatu terok berukuran sepuluh secara serampangan, cara demikian itu dapat tanpa disadari mengundang bias. Jalan tcrbaik untuk memperoleh terok acak adalah dengan menggn:nakan tabeJ bilangan acak. Setiap anggota populasi diberi nomor sedemikian sehingga semua nomor mempunyai banyak angka yang sama, misalnya 001, 002, 003, dst. Kemudian bilangan acak dibaca dari tabel bilangan acak (lihatttabel A.ii), dimulai dari sebarang titik yang memberikan, misalnya, 964,t73, dst.. dan anggota popula,si yang berpadanan dengan nomor itu akan membentuk teroknya. Cara lain dan lebih sederhana yang kadangkata dipakai adalah memilih anggota populasi pada selang yang beraturan, misalnya mengambil setiap tablet yang keserattrs pada jalur produksi. Cara ini tidak seluruhnya memuaskan karena mungkjn ada keberkalaatl yang berimpit dalam bobot tablet. Pentingnya koacakan terok sudah jelas. Jika bcberapa tablet terakhir yang diambil dan sementara perlahan-lahan telah terjadi penurunan bobot selama produksi, maka terok tsb. alD memberi taksiran yang sama sekal kelim untuk rataan bobot selunrh barclr. Dalam contoh di atas, populasijelas terdiri dari anggota yang diskret, yang secara nominal sam4 yaitu tablet. Penemkan dari bahan yang tidak demikian,' scperti batu, serbuk, gas, clan cairan discbut penerokan rlah- Tidak adanya
satuan yang dapat ditemu-kenali menyebabkan kerancuan dalam tatanama - haruskah 'terok' mempuayai arti harfiah 'bagian kecil dari selunrhnya' sehingga salrz terok berpadanan dengan saa tablet dalam contoh di atas? Ataukah terok han:s mempunyai arti statistika ,beberapa bagra4 kecil diambil dari beberapa bagian dari massa ruah' setemikian sehingga satu terok berpadanan dengan beberapa tablet? untuk menghindari kerancuan in! dalam pembahasan berikut, bagian kecil yang diambildari massa ruah disebut tambahan terok dan kelornpok tambahan terok demikian disebut terok kasar. Jika bahan massa ruah betul-betuL serbasama, maka hanya satu tambahan terok irang diperlukan untuk menentukan sifat bahan massa ruah itu- Daiam praktek, bahan massa ruah tidak serbasama karena berbagai alasan. Elahan seperti bijih dan sedimen terdiri. dari partikcl kasat mata (makroskopik) dengan berbagai susunan, dan mungkin tidak tersebar secara seragam dalam massa. Cairan mungkin takscrbasama dalam skala molekul disebabkan oleh Iandaian kadar. Ketakserbasamaan demikian itu hanya ditemu-kenali dengan mengambil

4.2 Penerokan
Pokok pembicaraan ini mentpakan ha1 penting yang mendasar karena jika tahap penerokan tidak mendapat perhatian yang cermat, maka metode statistika yang diuraikan dalam buku ini mungkin tidak absatr untuk digunakan pada hasilnya'

80

Pcngen&lian

nutl

daa

percrokaa 81

tambahan terok dari be6agai bagian massa. Agar diperoleh suatu terok kasar acak, tambahan terok hans diambil di sejumlah titik dalam massa ruah yang dipilih secara acak Ini dapat dilakukao dengan memandang massa ruah itu sebagai kumpulan sel dan memilih sel yang diterok dengan menggunakan bilangan acak seperti yang telah diuraikan terdahulu.

dalann prengukuran

kemumian, ymg dinyatakan dengan variansi penguturan

ol;

(2) karena kgragaman dalarn keurumian natrium klorida pada berbagai

titik

daiam tahang, yangdinyatakan denganvariarsi terok

ol.I<^r"o^otaan kuadrat

Dari terok acak, rataan,

i,

dan variansi, s2, dapat dihitung, Ada dua macam

dalam-terok tidak bergantung pada rahaan terok Qihat pasal 3.9), maka rataan kuadrat clalam-ter.ok dapat dipakai uotuk menaksir ol. Rataan laradrat antar-terok tidak dapat dipakai untuk menaksir of secara tangsung karena
keragaman aatara rataan terok itu disebabkan oleh kedua-duanya: galat acak dalam pengukutan dq'n keragaman yang mungkin dalarn kemumian. Dapat ditunjukkan bahwa rataan kuadrat antar-terok memberikan taksiran untuk

variansi yang membentuk s2: yang Pertama adaiah variansi p"r,urokun, of, yang disebabkan oleh perbedaan antara anggota terok, misalnya tablet mempunyaibobot yang befueda; dan yangkedw adalah variansi pengukurarr
o!o, misaln5,a galat acak dalam poimbangan setiap tablct. Pasal berikut menguraikan cara memisahkan dan menalsir kedua variansi itu dengan menggunakan

AI'WA.

4 * " fi(seperti dalam pasa13.'9, n adalah banyaknya replikasi).


se,belum suatu taksiran untut

Tetapi,

of Oibuat, haruslah dilakukan uji guna mengetahui

4,3 Memisahkan
ANVA

dan menal$ir variansi dengan menggunakan

apakah taksiran itu berbeda secara berarti dengan 0. Ini dilakukan dengan rnembandingkan rataan kuadrat dalam-terok dan antar-terok: jika kedua-duanya

tidak berbeda secara.berarti, maka

ol -

Oto kedua rataan kuadrat itu

nrasiog-masing memberi taksiran untuk

ol.

rit
'ferokA
TerokB
keragamannYa.
Terok C

TerokD
Terok E

Tabel4.1
Terok

Uji kemurnian nairium klorida


Kemurnian (%) 98,8, 98,7,98,9, 98'8 99,3, 98,7, 98,8, 99,2 98,3, 98,5,98,8, 98,8 98,0, 97,7, 97,4,97,3
99,3, 99,4, 99,9, 99,4

0,3 0,8 4,2 {,5 0,8

o,2 0,2 0,0 {,8 0,9

0,4 0,3 0,3 -1,1 L,4

O,3 0,7 0,3 -L,2 0,9

L,2 1,44 2,0 4,@ 0,4 0,16 -3,6 L2,96 4,0 16,00 1 T - 4,O 24 =!1,5A
i

A
B

98,8 99,0 98,6 97,6 99,5 Sumber keragaman

n-4 h=5 N-zn


fudah

c
D

lj'lr-r,*
kuadrat Derajat
kebebasan Rataan

kuadrat

Antar

terok

34,56/4 -4,o2/2o

-7,U

4
15 79

7,U14=L,96
0,98/15 = 0,0653

Tabel4.lmemperlihatkanhasitujikemumiansetahaognatriumk]orida.Lima g dipilih secara


tambahan terok, A-E, diambil dari acak, dan empat anq'lisis diterangkan, ada dua

repl sumber

berb

Dalam-terok

dari pengurangan l= 0,98


9,62

Seperti telah rcoa gatrat acak

Torar

- 4,a2/2n

i=8,82

82

Miller, Strtistike uruk Limir rnelitlk

Pclgondrliru muhr dal penetokan

trl

Penghitunganrataankuadratdenganrumusdalarntabel3.4digelarberikutini. dengan 98,5 guna menyederhanakan Semua nilai dalam tabol4.1 tehhlikura.gi
daripada rataan kuadrat Karena rataan kuadrat antar-terok temyata lebih besar 0' Dengan menggrrnakan dalam-terok, J, mugkhbe,rbeda secara berarti dari diperoleh uji-F untuk membandingkan kedua rataan kuadrat tersebut'

ki

hitungan.

membesar. Jika digunakan tcrck pendahuluan untuk mer,aksir s, maka ukuran terok, yang diperlukao untuk memperoleh ukuran selang kepercayaan yang diinginkan, dapat dihitung secara penglumpiran Qihat bab Z,latthao 4). Siasat penerokan yang nrungkin dilakukan dengan bahan massa ruah adalah mengambil lr tambahad terok dan menggabungkannya sebelum melakukan z

F4J5- 1,96/o'0653 -30

replikasi. Variansi rataan reptikasi ini adalah JJ, * fitn-V^**itotalini harus dibandingkan dengan variarsi yang diperoleb bila setiap tambahan terok
dianalisis z kali dan rataan tantbahan dirata-ratakan, yaitu berupa
rataan kuadrat antar-terok menaksir o o2

JJ"n * fi1n

'o

,2 ,kita memperoleh:

taksiran untuk

oi = ==

(ratiran kr'ladlat antar-terok

rataan kuadrat

Qihat sobelum ini). Jelas bahwa variansi terakhir

ini

1yailu

J./nh * fi,ln'1rcAin

dalam-terok) / n

kecil daripada varian-si sebelumnya lyaitu fi/n * filn'1,dan karena itu menghasilkan kesaksamaan yang lebih tinggi untuk tataan; tetapi untuk itu
diperlukan pengukuran lebih banyak (nfi lawan lr). Dengan mengetahui nifai
Aan

t,ff.-o,o6s3)r4

ol

ol dari pengalaman

sebelumnya, dan biaya penerokan dan analisis, maka

4.4 Siasat Penerokan


Jikadilakukansatuanalisismengenaisetiaplrtambatlanterok(contoh terdahulu,pasal4.3),makabataskepercayaanuntukrataandinyalakanoleh pers.2.9:

dapatlah dihitung biaya siasat penerokan nisbi. Umumnya, rencaDa yang paling ekooomis (irit) dan memberi derajat kcsaksamaan yang diinginkanlah yang

dipakai. Untuk bahan massa nrah, variarci terokan bergantung pada ukuran tambahan terok nisbi tefiadap skala ketak-serbasamaan, dan variansi ini menun:n dengan membesamya ukuran tambahan terok. Dalam beberapa percobaan mungkin perlu ditetapkan batas atas uotuk variansi terokan sedemikjan sehingga pcnrbahan dalam raEan dapal dketabui. Fengukuran pendahuluan dapal dilakulcan agar ditctapkan ukumn tambahan terok terkecil (minimum) yang diperlukan agar dipemleh aras yang dapat diterima bagi variansi terokan.

dari.rataanr-. Jika nilai untuk setiap ditaksir deng un ? nladalatr variansi dari n replikasi, maka variansi
yang orp"aoi"tt tambahan terok merupakan rataan rataan menjadi

4.5

Usaha-bersama: Pengantar

Usaha-bersama menooba me.nelitj pertanyaan berikut: 'Jika terok yang sama (atau himpuoan alikot yang identik yang diperoleh dari terok iunggal) dianaljsis clengan cara yang sama dalam lab yang betbida, apakah hasil yang diperoleh akan sama dalam batas galat acak?'

Terlalu sering diandaikan babwa penggunaan peralatan yang tampaknya sama dalam lab yang berbeda, memang akan memberikan hasil yang sangat mirip bila
I

il

84

Mlller, Sutistikr lntuktlmir enalitik

Pclgeldallenmutudanpclerckrn 85

ilmuwan berpengalaman menerapkan cara tertsntu pada terok yaog sama. Celakanya, banyak sekal-i pengalaman praktis menunjukkan berkali-kali bahwa
harapan ini tidak terpenuhi, dan bahwa hasil yang sangat menyimpang dapat diperoleh sekalipun kclihatannya segala persiapan percobaan telah dilakukan. Misalnya, dalam satu penclitian kadar asam lemak takjenuh dalam terok minyak kelapa sawit yang dilaporkan oleh 16lab beragam darj 5,5Vo smpar 15Vo. Keragam4u yang besar itu makin perlu diperhatikan karena ini bukan analisis sesepora, dan bahwa cara yang digunakan merupakan suatu cara yarg nisbi Iangsung dengan m enggunakan spektrometri penyerapan untuk mcnentukan asam lemalq sesudah terok aslioya disabunkan dan dicemalsn dcngan enzim. Derqikian pula, penentuan persentase aluminium dalam terok batu kapur dalam sepuluh lab dapat mengbesilkan nilai yang berkisar danT,LL% sampai 1,9%.

Terok Y

Hasil yang menyimpang ini harus benar-benar diperhatikan. Ini borarti batrwa suatu terok (misalnya) makanan yang tampaknya lulus uji keamanao dalam suatu lab, mungkin tidak lulus jika diperiksa dalam Iab lain. Serum darah dari seorang individu rnungkin tampak cukup norrnal rlalam satu lab, tetapi dalam lab lain memberikan petunjuk adanya penyakit tertentu. Kemungkinau semacam itu jelas tidak dapat diterjma: csra ana'lisjs yang hanrs dipakai dalam banyak lab
harus dipilih dengan berhati-hati agarmembuat sekecil mungkin keragaman dan masalah akibat dari penafsiran hasilnya. Hanya cara yang memberi keragaman antarlab yang kecil yang umumnya diterima untuk dipakai 661[ilD 6sglisis temama dan baku. Dengan demikian banyak perhatian telah diberikan pada peraDcangan usaha-be.rsama sehingga dengao sedikit upaya, usaha itu me.mberi informasi sebanyak mungkin mengenai sumber dan besarnya galat antarlab.

lferof X
Gambar

4.1 Rajah duaterok

dariYouden

terlalu rendah,Xtiugg dsn Yrendah, atauXrendah ytinggi. Keempat hasilini


sama kemungkinanuya, memberi sejumlah titik yaDg sama banyaknya dalam keernpat krudran pada bagan. lbtapi, jika galat sistcm yang merupakan sebab rrtama dari keragaman, maka kita harapkan bahwa lab yang memperoleh nilai tinggi uotukXjuga cenderung akan memperoleh nilai tinggi untuk f. Ini berakibat munculnya sejumlah titiksecara meocolok di tuadran kanan-atas dan kuadrau kiri-bawah pada bagan, dan mernang inilah basil yang diperoleh pada hakikatnya dalam sernua usaha-bersqma. Jelaslah bahwa, jika berdasarkan hipotesis tidak ada galat acak, maka ssmua titik akan terletak pada diagonal45o pada bagan. Dalam praktck, karooa galat acak selalu adq titik-titik itu terletak dalam suatu elips yang sumbu utamanya garis diagonal itu. Panjang garis yang ditarik dati sebarang titik tegak lurus pada diagonal tsb. memberi ukuran galat acak. (Cp: Pada gambar 4.1 diambil sebarang titik f, 1ll"'I diagonal,T' pzda diagonal. ladiTT'dikaitkan deugan galat acak, dan jarak antara titik T' daa (f,, 4 dikaitkan rtrengan galat sistun untuk l,ab tsb). Jclas bahwa pendekatan dua-terok ini, dalam usaha-bersarna, dapat memberikan banyak informasi yang berguoa. Youdcn menuojukkqn kanntungan lain pendekatan ini, dan itu akan dibahas lebih lanjut dalam pasal4.8
Pcagcndaliumutu

4.6 Rqiah dua-terok


Pada dasamy4 perbedaan yang amat besar dan mengkhawatirkan meugenai hasil yang diperoleh berbagai lab selama rsaha*rcmama dapat ditemngkan sebagai akibat galat acak pengukuran, atau karena adanya berbagai galat sistenr dalam lab yang berbeda. Biasanya keragaman lebih disebabkan oleh galat sistem. Ilasil ini paling baik ditunjukkao dengan pengguoaan dua-terok (atau grafik)X-Yyang dirancang oleh W.J. Youden. Setiap lab yang melakukan usaha-bersama dibcri dua terokyangmirip (X dan f) dan rnereka diminta melakukan satu penentuan untuk setiap terok. Ilasilnya dirajah sepeni yang diperUhatkan dalam gambar 4.1, setiap terok merupakan pasangan hasif dari satu lab. Nilai rataan,X dan Z, juga dihitung dao garis ureodatar serta tegak ditarik melalui titik 0F, Y), sehingga bidang te rbagi merrjadi empat kuadran. Jika hasit dari berbagai lab beragam selunrhnya karena galat acak, maka penentuanX dan Ymemberi hasil yang ke.duanya terlalu tinggl, atau keduanya

86

MiIcr, Sutistike urtuk timie euelitik

du pcncroku 87

4.7 Menyiapkan

usaha-bersama

dalam praktek hanya dctapan pcroobaan yang memberi informasi penting. Kedua aras faktor itu disebut + dan -, dat tabr-14.2 memperlihatkan cara merancang ams tersebtlt dalam kedclapan percobaan itu, yang hasilnya disebut

!L,
ekerjaan lain encanakan rsaha

lb ' ' ', t8' 4.2


Uji kasar ur'fiuk tujuh faHor
Faktor

Tabol

Percobaan

lab Pemerintah
1

AB
2
5 4 5 6

++ ++ ++-+

++ -+ :: -+

::

t_ ++

-:*Yt +__f,s _+*ya _+_la +-*Ya ++_fe

Y2

*yt

Suatupercobaanpendahuluan yang penting adalah uji'kasar'. Sepe(i telah kita ]jhat dalam bab 1, peroobaan analisis seder.hana sekalipun melibatkan betbagai

kecil dalam suatu faktor sehingga dalam praktek sukar mengendalikannya

Pengaruh pcngubahan sctiap faklor dari arasnya yang ringgi kc arasnya yang rendah dapat dihitung dengan mudah. Jadi pengaruh pengubahan B dari + ke + y7 + y6)/4- Jika ketujutt selisih ' diperoleh dari (yl + lz + ls + y)/4 - Ut + cara ini, maka mudah ditemu-kenali dihitung dengan untukfaktor A sampai G yang meoggelisahkan pada hasil. penganrh besar setiap faktor yang mempunyai daripada dua kali yang besar selisib lebih setiaP Dapat ditunjukkan bahwa dan han:.s dipelajari lebih adalah berarti, pengukuran replikasi simpangan baku na, dikenaldcngan rencang faktortak taraksi antara faktor-faktomya tidak dapat diketahui. HaLini dibahas lebih lanjut datam bab 7.

lt

la Ie

semya kgmbinasi yang dibayangkan banwa?] percobaan pendahuluan' meliputi lbtapi perludilakukan^ 2, beraras mungkin oari z rartor y'an!

^."ini-masing

usaha dimulai adalah banyaknya lab yang dilibatkan. Jclas ballva jumlah lab tidak boleh terlalu sodikit, agar hasiinya dapat diterapkan secara umurn. Karena perbedaan sistem antarlab menrpakan penyebab sebagian bcsar dari keragarnan dalam hasil, lelas lebih baik menyampaikan terok dalam jumlah kecil kepada banyak lab, daripada banyak teruk kepada sejumlah kecfllab, meskipun melibatkan banyaklab menjadi rnahal dan banyak mcnyita waktu. Dalam praktek, banyak usaha-bersama dilakukan dengan memuaskan jika 7G2O lab dilibatkan, Ika lab yahg terlibat itu dikenal olch Iab wasit, ada baiknya s166ilih dengan berhati-hati deretan Iab yang beragam dalam mutu, dari baik sekali sampai kurang baik. Sejumlah lab itu dapat diberi bemomor dan lab peserta dipilih dengan menggunakan tabel bilangan acak (lihat pasat4.2). Tentu saja tidak diperkenaokan memilih hanya lab yang peringkat mutunya ada di atas.

Hallain yang harus ditentukan sebelum

88

Miller, Shtlstlke untuk tlmir raalitik

Pcngcadellrn mutu

drl pencrokan

t9

Persiapan, dalarn

pengem usatra-bersa membagi$agikannya kcpa aitatran olctr wasit uotuk m


s,cara

entinglain
terok, dan

I-rboratorium
1

Ti

f,
frrM B,M
184,96
54,76

tcrdsyaog
pcrlukao)' Jika

)
3

terok tidalc se$asama sejumlatr pasal terdahulu dapat timbul'

wajar, masalah Ponerokan lanS dibicaralcn dqlqm

4
5

3,0 3,8 1,0 6,5 L,4

2,2 3,6 3,8

5,2 7,4 4,9


L3,6

7,!
L,4

2,8

7,U

4.8 Penghitungan dalam Bilapercobaandatram sua


kepada wasit, peoiliaian st ini hans mearPerlrbatkan

usaha-bersama
n

I - 33,8
n=2 h=5 JV=10 l4r;

\t

-zgt,aq

,,

L53,xi

Tabel

ANVA menjadi:
Juralah kuadrat Derajat kebeba*rn
34,57

antar-tabpcsrta. tersangkuidalam

ghitungan yang
sedcrhana, danjuga

Sumber
Antar-lab DalamJab
Total

keragaman

Rataan kuadrat

beberapa masalah

(2E7,glz) - Qr,e)Rro =

4
5

8,644
0,888

dari pengurangan = 4,4AO 153,26-($,8PLo '=39,016

dibahas dalam Pasal 4.3.

Karena rataan kuadrat keragaman antar-liab lebih besar daripada rataan kuadrat dalam-lab, maka digunakan uji-F untuk melihat apakah perbedaannya berarti. NilaiF yaog di[rcroleh:
F \s = 8,644/0,888

* 9,734

Nitai gawatFo5 (P o 0,05,itabcl L2\ adalabS,t92; maka disimpulkan bahwa


perbeda.en antara kedua rataan kuadrat tersebut berarti. Maksudnya, keragaman sLstem antar-Iab 1of;

Uitr

besar secara berarti daripada 0, dan dapat ditaksir

I-aboratorium

Olaqui ndox Perolehanr(mgtkg)

dengan [(rataan kuadrat antar-terok)

(rataan kuadrat dalam-terok)]/n Qihat

pasal.a3). Nilai yang diperoleh untuk

ol

adalah 3,878, menunjukkan dengan

)
3 4
5

?3,0
2L,O

8,8
26,5

222 216
23.18

jelas bahwa sebagian besar keragaman dalam hasil memang disebabkao oleh perbedaan sistem antara kelima lab tsb.

2t,4

?:t,L 2L,4

(Cp:

oi-

[8,644 -0,88,8)/2 = 3,878).'q

110' 75)' (Data dari Analytical methods committe e, Analys\ 1985' ini' Taksirlab keragarnan acak danlantar-lab dalam isaha
menguraugkan 20 dari setiap Jawab: Penghitungau ANVA dimulai dengan

Dalam pasal 4.6 ditunjukkan bahwa bila dalam usaha, sefiap lab melahtkan penguhtran twggal paila masing-masing dari dua terok serupa, maka akan diperoleh informasi berharga mengenai galat acak dan galat sistem. Pendekatan ini mernpunyai kcuntungan lnin: lab peserta tidak tergoda untuk menyensor satu perolehao replitcasi atau lebih, dan bahan yang Iebih banyak dapat dipclajari tanpa melakukan banyak percobaan.
Pcngel&lien mutu datr pcuoroken 91

hasil, sehingga:
I

90

Millcr, Statistikr urok Limle rurlitik

Contoh: Kadar tirnbel (ng/g) dalam dua terok rumusan susu padat yang mirip

(A dan B) ditentukan dalam sembilan lab (1-9) dengan sPektrometri serapan-atom tanur-grafit. Hasilnya sbb :

Terok A B

laboratorium

t2.345678 35,1 B,O 8,8 ?5,6 23,7 aL,O ?i,o zL,A 33;O 23,2 D,3 %,L 8,6 A,l

A B D T

35,1

33,0
2,1

69,1

2345 B,O ?i,g 25,6 ?i,7 2J,2 22,3 ?r*,L 8,6 -4,2 1,5 1,5 0,1 46,? 46,1 49,'l 4'7,3
=

678 zl,0 23,L -2,L u,L

23,o 27,Lt 2,A 44,0

?6,5 25,6 0,9 52,L

21,4 25,0

-3,6
46,4

265
L5,6

21,4 25,o

Pcnghitungan le.bih lanjut dari baris ketiga memberikan dari baris keempat memberikan lT

,ur*J[ - 0,244 dan


ol
adalah

Taksirlah keragaman dalam-lab seluruhnya 1o], fomponen acaknya (ol), oan


komponen sistemnya (ol).

49,33;maka taksiran untuk

Jawab: Contoh ini berbeda dengan ontoh terdahulu karena sekarang terdaPat

(1,3S3)2 dan t3ksiran untuk o2 adalah (5,2g6f Dengan rJemikian Fs,s = (5,29611,383)- = L4,67.Nilai gawat (P = 0,05) adalah 3,44 (fabelA.2). Nilai hasil perctrbaan (14,67'11ebih besar daripada nilai gawat (3,44), maka

p O

edaan antar-lab. Biasanya yang denrikian

ini

disimpulkan bahwa o2 memang lebih bcsar secara berarti daripada

lan Qjhat pasal7.7). Tetapi, dalam crrntoh ini hanya ada duc terok, sengaja dipifih yang mirip kadar analitnya agar perbedaan antar-terok tidak perlu dinilai. Karena itu, Penghitungao dapat dilakukan dengan

o]

Maksudnya, keragaman dalam-lab tidak dapat semata-mata disebabkan oleh galat pcngukuran yang acak, darr bahwa galat sistem antar-lab telah terjadi.

cara dan konsep yang lebih sederhana daripada lewat ANVA dua-jalan. Dalam . melakukan penghitungan, kita mencatat bahwa hasil yang diporoleh . masing-masing lab untuk terokA mungkin mcngandung galat sistern. Galat - sistem yang sama boleh diduga terkandung dalam hasillab untuk terok.B yang mirip itu. SelisihD (=A-E) akan menghilangkan galatini, maka bentangan nilai juga,A ,: D memberi taksiran unhrk galat acak dan galat pengukuran. Demikian dan B dapat dijumlatrkan dan mengha.silkan I, yang bentangannya memberi taksiran unhrk kemgaman menyelunrh dalam hasil. Variansi pengukuran kemudian ditaksir dengan

Kornponen dwi o2 yang disebabkan oleh galat sistem ini, yaitu of, dihitung oari:

2 ^2 2 O -ZO1tO0

(4.3)

Perlratikan sekali lagi pemunculan bilangan 2 dalam persamaan; ini karena ada dua temk yang diperiksa. Dengan mudah dapat dihitung bahwa taksiran uDtuk

ol

adaiah

(3,61tr.iE

(4.1)
,dan variansi menyeluruh, 02, ymg disebabkan olel semua sumber galat. ditaksir dengan

Usaha-bersama yeng ssngBt sederhana sejenis itu pun bukannya tanpa masalah. Kadangkala ternyata suatu lab tidak dapat melakukan pengukrran pada kedua atau semua temk yang dikirim kepadanya, barangkali karena ada terokyang hilang atau nsak dalam pengirimao, atau karena galat gamblang yang muncul dalam lab itu scndiri. Data yang hilang menimbulkan nnasalah penafsiran yang penanganannya dijelaskan dalam berbagai buku ajar tingkat laojut. Masalah lain yang kerapkali mun<nl dalam usaha6ersama adalah pcnciJan - satu lab atau lebih mungkin memberi hasil yang iampaknya tidak sesuai dengan yang lain. Dalam contoh kedua di atas, jelas bahwa kedua hasil yang diperoleh lab 1 lebih tinggr daripada data lninnya, dan penggunaaD uji-p (pasaf 3.7) memperlihatkan

(4.2)

bahwa hasilitu memang dapat ditolakpada aras peluangP = 0,05. Jfta

ol

Aan

i i
I

?erhatikanbahwamasing-masinBpQtsamaminimemasut<kanbilangao2dalasr 'penyebutnla. tni farenab aan f"masiog-masing memberi taksiran untuk galat dikumngkan dan ditambahkan dalam dua trimpunao Gil, yang berturut'turut , r"da iii oapat dinyatakan dalam tabel sbb:

lr
L

;;;Jib il'i. no'

o'dihitrog kembali untuklab laioaya,akan tampak bahwa meskipun t"t^p masih lebih besar, ujif menuirjukkan bahwa selisihnya tidak lagi berarti (P = 0,05). Ardnya, jlka lab 1 tidak dilibatkan, semua keragaman lainnya mungkin discbabkan otreh galat penguhraD acak saja. Dalam prakteg bcsar kemun gkinan wasjl mencan kepastian apabh dapat diketemukan alasan terte;ntu

I
l

,92

Miller, Stetlstite oltuk llmla malitik

Pergcndrliea Euiu

dr[ petrcrotrtr 93

l
llt

untuk hasil lab ioi. Jika alasan itu tidak ada, wasit akao bcrkeberatan menolak
data itu.

x
3o
uo+

Baoyak usaha-bersama yang lebih nrmit daripada jenis usaha-bersama yang sesederhana yang telah dibahas scjauh ini. Yang khas, berbagai terok dapat dikirim kepada Lo-20lab, masing-masing membuat dua replikasi atau lebih ulttuksetiap terok,Penilann sErjsdka atas basjl usal:a semacam itu barus memperhitun gkankengaman antar'terok, galat penguktran ?aE !'? , bab 7. terajaman an'[ar-Iab. PJnghitungannya dibahas lebih lanjut dalam

G
?o

u* 'o vn -l]e

Po-=

zo

vn
3o

lro-V-n

4.g Bagan kendali


Seringkalibarangyangdihasilkanolehmesjnhan,rsdipantausclamakunm barang yang.dihasilkan wat<t itertentu, UarangfAi untuk mengetabui apakah terlalu be.sar tidak dan persyaratan mesjn itu rata-rata masih memenuhi dengan mengambil adalah meiakukanini untui r"*grrn*oya. salatr satu cara
Pandanglah temf ukuran kecil pada selang waktu tcrtentu secara teraturdari jalur kclr:ar yaug tablet bobot sewaktu memantau keadaan trtentu
rWaktu

p.oour,"i'Memarrgidealjikabobotsetia!tabletsesuaidengannilaisasaran,

'pl, ,"api

aru,

itu. p-*nt"t selalu terdapat lieragaman acak pada tablet-tablet

Gambar

4.2

Bagan Shewhart yang lazim

Keragaman ini s
pengrrh'rran

dan

Misalkan kita m

n ang dihasilkan Prmes memang o, maka untuk terok berukuran

pasangan garis tindak dan garis peringatan yang berdekatan besamya sekitar 0,025 (yaitu 1 di antara 40): satu titik semacam itu tidak perlu diindahkan, tetapi jika clua titik semacam itu munqrl berturut-turut, maka proses han:s dibentikan.

ntablet,makakira.kin-gl%odarisejumlahrataanterolqakanterletakdalam bab ;;;; ;; E; :;/'ti i^"kira' kira ts,t % oats^ rentans p' o * 3 o /'li (lihatrataan yang menggambarkan po6. 25 dan2.7). Bagan kenrlali adalah grafik
2, terok secara bgrturut-turut sedemikian sel diambil secepat mungkin. Gambat 4'2 dikenal dengan bagan Shewha ratzal,i, dirajah lawan waktq mempunyai sebaran normal sekitar pr'

Dapat dilihat bahwa bagan kendali menunjukkan sederetan uji keberartian dengran geris peringatan berpadanan dengan nilai gawatP = 0,05, dangaris tindak denganP = 0,003. Sekali-sckali pFoses dihentilran meskipun proses itu terkenda[ (galatjeuis 1, lihat pasal3.13), teLapi hal inijarang terjadi.

Atia dua sebab meogapa mulai ada titik yang jatuh di luar garis tindak (1)
rataao barang yang dihasilkan, dikenal dengao rataan proses, mungkin telah bergeser Eenjauhi nilai sasaran; (2) mungkin keragaman meninglcat sehingga garis tindakan dan garis peringatan tidak lagi menunjukkan pelnng yang betul dan kedua jcnis garis itu tedalu dekat pada nilaisasaran. Sebalikoya,penurunan keragaman menganduog arti bahwa perubahan dalam rataan proses dapat berlalu lanpa diketahui, juga karena garis peringataD rlqn garisltindakan tidak rncounjukkan peluang yatrg betul dao kcdua jenis garis itu terlalu jauh dari uilai sasaraD. IGrene itu sangatlah pnting memantau keragaman proses dan keragaman'nilai rataannya. Ini paling mudah dilakuhn dengan menggunakan rentang w (yaitu selisih antara nilai terbesar dan terkecil) setiap kali tcrok diambjl. Bagan Shewhart yang sesuai dapat dibuat deogan bantuan tabel yang

mendatar pada bagan: garis perlngatan di |rots

2o/6

dan lgarfu tinilakan di

poV3o/G1'ujuangarisifutersiratda]amnarnanya'Karcnapeluangbahwa

sebadangratran besarnya banYa diperiksajika b


94
Miller, Stetistikr
uDtruk

dao

ng

LiEil rrrlitik

Pclgeldalirl mutu dar peneroken 95

untuk
aris pada bagan tersebut.

Kita belum membicarakan secara rinci penentuan nilai unttk o; ini jelas penting
untuk membuat bagan keodali untukf

fun4; o

lcadang-kadang dl^sebut

Jenis bagan kendali lain, dikensl dengan baganJumlah berimbuh, lebih memanfaatlen sfirua rataan teruk srbelumnya daripada hanya satu atau dua rataan sepcrti yang dilakukan pada bagan lshcwbart. Jumtruh adalah singkatan untuk jumlah bcrimt uh, yaitu jumlah simpangan rataan terok dari nilai sasaran, dijumlahlon ke depan secara benmbuh. Suatu contoh akan mempe.rjelas pengertian itu.

kemampuan proses, karena mengukur

kera gam an yang sebenamya melcicat

pada prmesnya. IGrena o merupakan simpangan baku populasi o barus ditrksir dari terok yang besar ukurannya (misalnya terok diambil dari populasi tablet). Ini jelas dapat menimbulkan kesukaran: kita perlu mendapat.kspastiau bahwa bila dilakukan pengukuran, tidak ada pergcser:ln atau kecenderungan dalam rataan proses yaog memberikan nilai o yqng sangat tinggi, padahal kita belum membuat bagan kendalinys guna memantau rataaul Ungkaran setan ini diatasi dengan pengambilan sejumlah besar terok berukuran kecil selama suatu kun:n waktu tertentu. Dari setiap terok dapat dihitung taksiran dalam-terok untuk variansi, yang tidak dipengaruhi oleh sebarang keragaman yang mungkin antara sejumlah terok. Semua taksiran ini kemudian dapat dirata-ratakan untuk mendapatkan suatu nilai untuk kemampuan proses flihat pasal3.9 (")]. Dalam praktetg yang umumnya dipakai adalah reotang terok, karana lebih sederhana untuk dihitung; tetapi asas yang terpaut sama saja (Cp: kalkulator saln: langsung memberikan nilai simpangan baku dan bukannya rentang. Jadi ka[mat ini sudah

Contoh: Tabel4.3 memperlihatkan nilai rataan untuk scderetan terok. Nilai o/fr diketahui sama dcngan 2,5, dangambar 43 menunjukkan bagan Shewhart untuk rataan terok. Terrlihar batrwa meskipun tidak ada titik yang jatuh di luar garis peringatan, sederetan nilaijatuh di satu sisi dari nilai sasaran.
Tabbf 43 juga mempcrlihatkan penghitungan jumbuh. Jelas, iika prmesnya terkendali, maka simpangan positif dan negatif sama kemungkinannya, sebingga jumbuhnya sehan:snya mcugalun sekitar nol Sejumlah nilai jumbuh dirajah dalam gambar 4.4. Akan errak dilihat bila jumbuh digambar sedemikian sehingga jarak yang berpadanan dengaaZo/',/i pada sumbu tegak sama dengan

jarak antara dua amatan berurutan pada sumbu datar. Dari bagan jumbuh tampak bahwa mtean pross berubah setelah diambil;terok yang kedelapan. Inilah salah satu keunggulan bagan jumbuh - bagan itu I menunjukkan titik tempat proscs tidak terkendali.lr: Untuk menguji apakah kecenderungan dalam jumbuh nanang benar menunjukkan bahwa rataan proses tclah berubah dan tidak dapat begitu saja disebabkan oleh keragaman acak, dapat dibuat sebuah topeng-Y. Seperti diperlihatkan dalam gambar 4.5, suatu topeng berbentuk V, sebaiknya digambar
pada plastik bening, ditempatkao pada bagan jumbuh: sumbunya mendatar dan ujungnya berada di sebelah kanan amatan terakhir padajarak d. Se.paruh sudut antara kedua tangan V dinyatakan dengan 0 pada gambar. Proses dianggap terkendali jika semua nilai jurnbuh jatuh autara kedua tangarr V seperti diperlihatkan dalam gambar 4.5. G'ambar 4.6 menggambarkan suatu proses yang tidak terkendali: dru dari nilai jumbuh terletak di luar taDgan atas V, yang menunjukkan bahwa rataar proses telah jatuh di bawah nilai sasaran Qihat gambar4.3 dan 4.4). Jelaslah bahwa penampilan topeng tersebut bergantung pada nilai yang kita tetapkan untrrk 0 dan d Makin besar d (dan makin kecit 0), makin besat pula kemungkinan bahwa suatu nilai (rataan terok) akan jatuh di luar tangan V. Nilai d dan 0 periu dipilih sedemikian sehingga sedikit sekali tanda-bahaya palsu muncul bila prmesnya terkendali. tetapi porubahan penting dalanr rataan proses ditemukan dengan oepat. Rincian iebih .l,anjut mengenai ketergantungan PRR pada d dan 0 untuk berbagai perubahan dalam rataan proses diberikan daiam monograflCl yang disebutkan dalam Pustaka di akhir bab ini. Umumnya PRR untuk bagan jumbuh lebih rendah daripada untuk bagan
Pengendalian mutu drn

kurang tepat lagi). Pertimbangan penting dalam penggunaan bagan Shewhart adalah masalah:
berapa cepat suatu pen:bahan dalart rataan prcss dapat ditemr.rkan? Bila rataan n atau garis

jika rataan

psluang itu menjadi 1/40. Rata-rata ben:bah banyaknya titik yang dirajah sebelum ditemukan pen:bahan dalam rataan proscs ntung pada besalxya disebut makin besar pen:bahan perubahannya, makio cepat.ditemukannya. Sebagai contotr, jika rataan proscls maka PRR besamya kira-kira 50 sebelum suatu rataan terok berubah
prose^s

lo/,$

Itinoatan;

paqiang dalam lo/6

titik
hamPiri 25. andingkan antsrok'r iPakai'

dcogaso/fi
ukuran terok t

prtimbangan
96
Miller, Strtistlkr untuk kimir rnelitik

pnetpkan 97

-i
90

-20 -30

5
Gambar

,10
Nomor amdan

15

Gambar

4.4

Bagan Jumbuh untuk data tabel 4.3

4.3 Bagan Shewhart untuk data'dalam tabel 4.3 (GTA adalah singkalan untuk garis tindakan atas, dst.)
Tabel

J lt
f a

4.3 Penghltungan

Jumlah: nilai sasaran = 80


(Rataan terok) (Nilel sasaru)

o/fr

(dlketahui) = 2,5
Jumlah

Nomor amatan

Bataan torok

t
2 s
4

E2

+2

,? .5

79 80 78 8?

.79

I 9i 10
11

80 79 76 80 76
T7

-t 0 -2 +2 -t
0

+2.

+t

+l
-1
+1 lo o

-1

-2

12 13

't4
'15

76 76
75

t-4 -3 -4 -4 -5

-t -3 -3
-'10

-7

-14 -18 -23


Gombar

4.5 Penggunaan

topng V, dengan proses yang terkendali Pclgeldrlier mutu drl petreroku 99

98

M[cr, Sbilstib utuk Emir elelltll

lebih dibatasi

agar bagan kendali dapat dibuat, Dalam hal ini kemamPuan proses hampir pasti otreh galat acak yang tcrpaut dalam pengukuran daripada oleh galat yang terpaut dalam penyiapanbakuan. Kebenaran ini dapat diperiksa dengpn nocnyiaphn sejumlah bakuan, ntasing-masing mengaudung kadar analit yang sama (nominal), dan melakukan seiumlah replikasi pada setiap bakuan. AI.WA dapat digunakan untukmemeriksa bahwa variansi antar-bakuan tidak berarti dibandingkan dengan galat acak pengukuran danjuga untuk menaksir

galat acak ini. Di sini, replikasi mengandung arti peogukuran yang diulang sedemikian sehingga sprza tahap analisis diulangi, jadi meDaksir.ternua kom;ronen galat acak yang mungkin.

Pustaka

Davies dan P. L. Goldsmith, Statistical methods in researih and productiory Longmans, [ondon, L982' Memberikan <;ontoh terinci mengenai penetapan kemampr.ran Proscs untuk pembuatan bagao kendali" O.

2
3
Gambar

G.l(zteman dan F. W. Pijpers, Qwlity contol in analytical cha nistry, Wiley, New York, 1981. Membabas penerokan scara sangat terinci.

4.6 Penggunaan

topeng V, dengan proses yang ildak terkendali

4 5

D. C. lvfontgomery r lntroduction to statistbal quality control, Wiley, New Yodg 1985. Pembatrasan tennci meogenai semua segi pengendalian mutu. H.R. Ne,averElanentary statbtics tables, Allen & Unwin, I-ondon, 1981.
Berisi tabel dengao uraian terinci mcngenai pemakaiannya untuk membuat
bagan Sbewhart

Shewhart pada ukuran terok yang sama.


Bagan jumbuh dapat juga digunakan untuk menaksir besamya pcrubahan )'ang terjadi dalam rataan proses bila prmesnya telah tidak terkendali. Jika, misalnya, ratran prmes mengecil seukuran A, maka secara rata-rats setiap temk menjadi lebih kecil seukuran A daripada nilai sasaran. Sebag'ai akibat, junrb,ulmya akan mengecil rata-rata seukuran A untuk setiap titik ygng dirajah. Jadi lereng garis yang menghubungkan titik-titik jumbuh memberikan uluran perubahan dalam rataan proses dan karena itu memberikan ralat yang diperlukan. Cara yang diuraikan dalam pasalini juga dapat dipakai untuk memantau ketelitian dan kesaksamaan analisis yang biasa dikerjakan dalam lab. Pada selang waktu tertentu, sejumlah kecil replikasi dilakukan pada terok bakrr dan ratraan, dan rentang pengukuran serupa itu dfuajatr pada bagan kcndali. Bagan kendali untuk rataan memantau ketelitian, dengan kadar analit dalam bakran yang diketahui sebagai nitai sasaralL Bagao kcodali uBtuk rGDtanB !tremantau kesaksamaan, dan oilai sasarannya adala[ kemampuao prmcs. Sekali la$: menrpakan suaN kehansan menetapkan suatu ni{ai unhrk kernampuan proses

untuki

dan w.

G.T. Wernimont, tJse of satistics to develop ondaryluate analytical methods, W. Spendley Gsoy), l\ssociation of Analylical Chentjsts, Arlington, Virginia, 1985. Dirancang sebagai buku lanjutan dari tulisan Youden dan Steiner (iihat di bawah). R.H. Woodward dan P.L Goldsmith, Cunvtulative sumtechniqucs,lCl Monograph no.3, Oliver& Boyd, Edinburgh, 1964. Membahas bagan jumbuh secara terinci.

6 7

WJ. Youden dan B.H. Steiner, Statbtical marunl of the Association of OffrcialAnttlytical Chemlrts, Association of Analytical Chemists, Arlington,

!'irgini4 1975. Buku pedoman klasik mcngcnai usaha-bersama yang ditulis secara sederbana, dan bags.

T.F. Hattley, Computerizedqualiry control: programs for the analytical labararory, Honvood, Chicester, 1987. Menyajikan program komputer untuk dipakai dalam pengendalian mutul program juga tersedia dalam bentuk disk.

f00

Millcr, Shtisdke urtrkklmh rnrlitik

Pengcndellan mutu dr-o

penerokan 10L

Latihan 1 Dua rencana penerokan


sebarang),

Dua rencana penerokan yang mungkin diusulkan:


Rencana l-: ambil 6 tambahan terok, campurkan, dan buatlah 4 replikasi. Renena 2: ambil 3 tambaban terok dan buaUah 2 replikasi pada

diusulkan: dari pengalaman yang lalu diketatrui bahwa variansi tcrolnya adalah 10'dan variarr-si pongukurannya 4 (satuan

masing-masing temk.

Rencana 1: mcngambil5 terok tambahan, meucamPur dan melakukan analisjs flup[6.


Rencana 2: rnengambil3 tcrok tambahan dan melakukan analisis duplo untuk setiap terok tambahan itu. bahwa variansi rataao untuk kedua rencana itu sama. '

Iliiunglah variansi total uotuk rataao, untuk setiap rencana.

Tunjuklcan

Carilah nisbah ongkos penerokan tertr,adap ongkos analisis yang harus dilampaui, sehingga rencana kedua menjadi lebjh hemat.

Datadalam tabel di bawah ini menyatakan kadar albumin yang diukur dalam
serum darah seoraog orang dewasa. Setiap hari, selarna empat hari berturut-turut, diambil terok darah dan djbuat tiga replikasi Penentuatr kadar

albuminserum.

Hari Kadar albumin (dinormalkan, satuan sebarang) 1636162 57 -56 56 2 3504646 4575459
Tunjukkan bahwa rataan kadar untuk hari yang berlainan bededa seicara berarti. Taksirlah variansi kcragaman dan hari ke hari (yaitu 'keragarnan penerokan').

Terok 1 48,8 2 48,6 3 48,2 4 54,9 5 49,6

Nilai

51,3 1147,9 49,3 i49,7 49,3 lso,g 50,7 Es,s 45,3 |to,t 54,it 54,g 52,3 ltrs
.5 tab.

59,8 50,6 51,0 54,6 54,2

tuk

l.ab
1

Kadar Cd (bpj)

A
2
3

B
10,0 4,7
L2,L

8,8 3,8
10,1 8ro

11p
4r1

Untuk menaksir variansi pengukuran dan variansi penerokan sewaktu


menentukan kadar halofuginon dalam hati ayam, empat tambahan terok diamtiil dari bagian yang bebeda dari hati, dan 3 replikasi dibualpada setiap Dipemleh hasil sbb (mdkg):

,7

5 6

5,0 5,2
6r7
913

6,4 8,7
916

8 9
10 11 1Z 13 14

Terok

Replikasi

6rg 312

B c D

0,25
O,2 0,19 O,U

0,n
O,T
o,z1 0,22

0,23 0,19

9r7 7,2
615

orN
o,?2

l5

9r7 5,0

7,5 2,8 10,4 8,3 6,8 7,2 6,0

Periksalah bahwa variaosi penerokan lebih besar secara berarti daripada variansi pcngukuran, dan taksirlah kedua variansi tsb.

Rajahlab bagan kedua terok untuk data ini dan ulaslah sumber utama galat dalam usahetersarna itu. Taksirlah variansi keseluruhannya, variansi pengukuran, dan komponen galat sistun dari variansi hasil
Pclgcadrliel nutu den penerotau

102

Miller, Statistlkr uuluk kimia arelitil

I03