Anda di halaman 1dari 5

BAB VI

http://dc397.4shared.com/doc/J8rNMzyu/preview.html

Spesifikasi Teknis Jembatan WF Beam Desa Lok Baintan Luar Kecamatan Sungai Tabuk Page - 01

SPESIFIKASI TEKNIS JEMBATAN BETON


Petunjuk Umum Peserta :

Peserta lelang harus membaca dan mempelajari seluruh Spesifikasi Teknis dan Gambargambar Rencana dengan seksama untuk memahami benar-benar maksud dan isi dari dokumen ini baik secara sebagian maupun secara keseluruhan. Bila ada ketidaksesuaian antara spesifikasi teknis dengan gambar rencana maka peserta leiang dapat menyampaikannya pada waktu penjelasan lelang. Tidak ada gugatan yang akan dipertimbangkan jika gugatan tersebut disebabkan karena peserta lelang tidak membaca, tidak rnemahami, tidak memenuhi petunjuk ketentuan ini ataupun kesalahpahaman apapun mengena'' arti dari ini dokumen ini.
KEADAAN LAPANGAN

Sebelum pekerjaan di lapangan dimulai, lokasi tempat pekerjaan harus ditinjau lebih dahulu o!eh direksi pekerjaan bersama-sama dengan Kontraktor Pelaksana. Apabila tidak ada kesamaan antara keadaan lapangan dengan keadaan seperti yang ditunjukkan dalam gambar, maka Kontraktor segera menyampaikan secara tertulis Kepada Direksi untuk mendapatkan penyelesaian lebih lanjut.
PENGUKURAN SITUASI

a. Untuk pekerjaan pengukuran situasi ini, perlu diperhatikan rencana gambar dan
bestek.

b. Untuk rnenentukan ketepatan titik pondasi poer, dipergunakan alat ukur water pass c. Untuk rnenentukan titik tengah pondasi, harus dipasang patok -patok dari kayu galam,
yang ditanamkan sedemikian rupa sehingga tidak bergerak dengan diberi cat merah dikepala galam dan ditengah - tengah permukaan galam dipasang paku. Titik yang dimaksudkan pada ayat 1.2.2. , dapat dikontrol / diperiksa pada tanda tanda yang terdapat pada papan bouwplank/dinding bangunan yang ada dan tidak bergerak/berpindah. Semua pekerjaan yang berhubungan dengan pengukuran situasi ini, harus diketahui dan disetujui Unsur Pengawas Lapangan.

d.

e.

1. Pekerjaan Persiapan 1.1. Pembuatan Jembatan Darurat dan Pengaturan lalu lintas a. Pembuatan Jembatan sementara untuk lalu lintas proyek dan jalur darurat masyarakat setempat harus dibuat dilokasi pekerjaan, karena lokasi tersebut adalah jalan utama bagi masyarakat setempat selain lalu lintas sungai. b. Menyediakan jalur alternatif sungai untuk membantu lalulintas masyarakat setempat, terutama untuk kepentingan anak-anak sekolah. c. Memberi batas jelas antara jalur lalu lintas proyek dengan lalu lintas umum, untuk menghindari kemungkinan terjadi kecelakaan 1.2. Pembersihan Lokasi.

a. Untuk pekerjaan pembersihan lokasi ini, perlu diperhatikan rencana


gambar dan bestek

1 of 5

03/10/2013 4:26

BAB VI

http://dc397.4shared.com/doc/J8rNMzyu/preview.html

Spesifikasi Teknis Jembatan WF Beam Desa Lok Baintan Luar Kecamatan Sungai Tabuk Page - 02

b. Bahan bongkaran pasal ayat 1.1.2., harus disingkirkan dari lokasi / lapangan
pekerjaan.

c. Bila menurut Konsultan Fengawas atau Kontraktor, ada tumbuh-tumbuhan dan


atau pohon yang tidak perlu disingkirkan, maka harus dikonsultasikan dengan Pemberi Tugas. d. Perrbersihan lokasi dinyatakan selesai, bila telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas. 1.3. Konstruksi Bouwplank. a. Untuk pekerjaan konstruksi bouwplank ini, perlu diperhatikan rencana gambar dan bestek. b. Untuk membantu ketepatan berdirinya bangunan / titik sumbu pondasi / kolom kor.struksi, maka harus dibuat konstruksi bouwplank yang kuat / tidak dapat bergeser karena pekerjaan disekitarnya. c. Konstruksi bouwplank dibuat dari bahan setara papan lanan berkwa'itet. baik deny an ukuran 3/20 cm dan tongkal dari galarn diameter 5 cm atau 7 cm panjang 3 meter dengan jarak satu sama lain adalah 100 cm dan ditanam sedernikian rupa, sehingga tidak mudah bergerak.

d. Papan bouwplank harus diratakan dibagian atas dengan jalan diketam


sehingga lurus.

e. Pembuatan konstruksi bouwplank dinyatakan selesa', bila mendapat


persetujuan Pengawas Lapangan dari Konsultan Pengawas.

f. Papan bouwplank bagian atas harus dibuat setinggi peil lantai + 0,00. g. Papan bouwplank dapat digantikan dengan bangunan yang ada sebagai acuan
peil dengan memberi penanda berupa cat baik peil arah vertikal maupun horizontal. 2. Penentuan Peil Untuk pekerjaan penentuan rencana gambar dan bestek, untuk penentuan peil, diambil pedoman dari muka tanah / permukaan jalan. Plat lantai jembatan ditinggikan sesuai dengan kondisi elevasi di lapangan agar kemiringan / kelandaian timbunan oprit sesuai standard an nyaman untuk dilewati pengguna jalan dan jembatan. 3. Pekerjaan Tanah a. Untuk pekerjaan tanah/pasir ini, perlu diperhatikan rencana gambar dan bestek b. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan galian tanah untuk pondasi abutment dan galian siring pasangan batu gunung. c. Pekerjaan galian tanah pondasi digali sesuai gambar rencana dari muka tanah asal dan dasar sungai terendah. untuk mencapai kedalaman pondasi dimaksud dengan membuat tebing siring galian berbentuk trapesium dengan ukuran sesuai gambar untuk menghindari terjadinya rupture atau keruntuhan tebing galian. d. Pekerjaan urugan tanah bekas lubang galian dilaksanakan disekitar pondasi, sampai ketinggian yang ditentukan pada rencana gambar bestek. e. Pengurugan kembali lubang yang dibuat pada ayat 3.4 dengan tanah bekas galian. f. Pengurugan kembali pada ayat 3.4. harus dengan pemadatan yang dilaksanakan lapis demi lapis, masing-masing setebal 20 crn ditumbuk sampai padat.

2 of 5

03/10/2013 4:26

BAB VI

http://dc397.4shared.com/doc/J8rNMzyu/preview.html

Spesifikasi Teknis Jembatan WF Beam Desa Lok Baintan Luar Kecamatan Sungai Tabuk Page - 03

4. Pekerjaan Pancang Pondasi dan Siring Batu Gunung Untuk pekerjaan pondasi ini, perlu diperhatikan rencana gambar dan bestek . 4.1 Pekerjaan Pancangan. a. Pondasi jembatan dilaksanakan dengan sistim pancangan kayu galam (dolken) panjang 4 m diameter 10-12 cm, dipancang per group untuk satu buah plat pondasi beton bertulang dengan jarak sesuai gambar

b. Pancangan dilaksanakan dalam posisi tegak lurus terhadap bidang tanah


dengan mengambil jarak tertentu sedemikian sehingga antara 2 galam terdapat jarak antara (tidak boleh rapat). c. Sebelum dilaksanakan pancangan galam ditentukan terlebih dahulu ketinggian muka air tanah paling rendah untuk kemudian diambil sebagai acuan batas peil tertinggi kepala pancangan galam sedemikian rupa sehingga dibawah dari muka air tanah terendah tersebut. d. Setelah selesai pemancangan galam kernudian dilaksanakan pekerjaan perbaikan tanah lumpur dengan dilakukan pengurugan pasir urug untuk mempersiapkan landasan lantai kerja pondasi plaat poer setempat dengan ketebalan urugan pasir 5 cm sesuai gambar atau melihat kondisi di lapangan. Pada posisi ini kepala pancangan kayu galam harus berhubungan langsung dengan plaat pondasi beton yang akan dikerjakan serta berada pada posisi di - bawah air tanah terendah.

e. pekerjaan pancangan galam dilakukan baik untuk pondasi plat beton


bertulang. 4.2 Pekerjaan Wingwall dan Siring Pasangan Batu a. Pasangan siring batu gunung dilaksanakan setelan dilakukan pengecoran plat beton selesai dilaksanakan diatas kupala pancangan galam. Spesi siring dengan campuran 1Pc : 4 Psr. Susunan batu gunung disusun berdiri setelah diberi spesi perekat. b. Beraben siring dilakukan plesteran campuran 1 PC : 3 PSR. c. Pekerjaan cor lantai kerja dilaksanakan setelah keadaan pasir muka pasir urug rata dan dipadatkan dengan ketebalan cor lantai kerja sesuai gambar kerja.
5. Pekerjaan Beton Bertulang

Untuk pekerjaan beton bertulang ini, perlu diperhatikan rencana gambar dan bestek Persyaratan Bahan : 1. Agregat

a. Bahan agregat pasir dan kerikil harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga
tidak tercampur dengan bahan-bahan yang merusak mutu beton dan ditempatkan terpisah sehingga terhindar dari bercampurnya antara kedua jenis agregat tersebut, sebelum pemakaian.

b. Agregat kerikil tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1 persen. Apabila
kadar lumpur tersebut lebih dari 1 persen, rnaka agregat kerikil harus dicuci.

c. Agregat pasir tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5 persen. Apabila
kadar lumpur tersebut lebih . dari 5 persen, maka agregat pasir harus dicuci.

3 of 5

03/10/2013 4:26

BAB VI

http://dc397.4shared.com/doc/J8rNMzyu/preview.html

Spesifikasi Teknis Jembatan WF Beam Desa Lok Baintan Luar Kecamatan Sungai Tabuk Page - 04
d. Untuk membuktikan banyaknya kadar lumpur dilapangan, dapat dilaksanakan dengan menggunakan gelas ukur. Gelas ukur tersebut diisi dengan pasir atau kerikil sampai garis angka 100. Kemudian isikan air sampai garis angka 200. Kccok gelas sampai airnya keruh dan selanjutnya didiamkan sampai airnya bersih kembaii. rnaka diantara pasir atau kerikil akan terdapat lumpur yang akan dibuktikan banyaknya 2. Semen

a. Jenis semen yang dipakai harus jenis semen type I sesuai dengan persyaratan
yang ditentukan dalam Nl-8.

b. Semen yang didatangkan disimpan pada gudang sedemikian rupa, sehingga


dan/atau tercampur bahan mutu beton.

c. Pada pemakaian semen yang dibungkus, penimbunan semen yang baru datang,
tidak boleh dilakukan di atas timbunan yang telah ada, dan pemakaian semen harus diiakukan menurut urutan pengirimannya. Bila diperlukan dapat dilakukan penomoran semen dalam gudang yang harus didahulukan untuk dibuat campuran pasangan sesuai nomor urut datangnya oleh logistik gudang.

d. Air yang dipakai untuk pembuatan dan perawatan beton diusahakan air bersih. Air
yang mengandung garam dan/atau bahan lain yang merusak beton, tidak boleh dipakai.

3. Besi

Tulangan
dengan standard FBI. 1971 / atau SKSNI T-15-1991 --03.

a. Semua baja tulangan yang dipakai berbentuk polos dengan baja U-24, sesuai b. Baja tulangan yang dibengkokkan sama dengan atau lebih dari 90 derajat, hanya
diperkenankan sekali pembengkokan.

c. Baja tulangan harus bersih dari karat yang mengganggu kekuatan beton bertulang.
Hal ini disesuaikan dengan PBI.1971/SKSNI T-15-1991-03.

d. Baja tulangan tidak boleh disimpan ditempat yang langsung berhubungan dengan
tanah atau ternpat terbuka dan harus dilindungi dari genangan air / air hujan.

e. Untuk pemasangan tulangan jumlah dan jarak kesemuanya sesuai gambar detail.
4. Bekisting

a. Papan bekisting (cetakan beton) yang dipakai adalah dari bahan kayu bekisting
atau plywood tebal 6 kelas II dengan tebal 2 crn rusak, maka tidak boleh dipakai lagi untuk pekerjaan gaiarn 08- 10 cm dengan jarak maksimum 0,5 meter. mm dan apabila dinyatakan berikutnya.

b. Tiang-tiang bekisting dapat dibuat dari kayu kelas II dengan ukuran 5/7 cm atau c. Konstruksi bekisting harus dibuat sedemikian rupa, sehingga tidak mudah bergerak
dan kuat rnenahan beban diatasnya.

d. Pada bekisting kolom yang tinggi, maka setiap tinggi 2 meter harus diberi pir.tu
untuk memasukkan spesi beton, sehingga terhindar terjadinya sarang - sarang kerikil.

e. Pada bekisting kolom, dinding dan balok tinggi, harus diadakan perlengkapan
pintu untuk membersihkan kotoran-kotoran, serbuk gergaji, potongan kayu, kawat pengikat dan lain- lain. 5. Pekerjaan Balok Lantai a. Balok lantai menggunakan bahan baja pabrikasi WF. 250150.6 b. WF dipasang di atas kepala jembatan beton bertulang sebayak 5 lajur arah memanjang bentang jembatan dengan jarak antar beam sesuai dengan petunjuk gambar.

4 of 5

03/10/2013 4:26

BAB VI

http://dc397.4shared.com/doc/J8rNMzyu/preview.html

Spesifikasi Teknis Jembatan WF Beam Desa Lok Baintan Luar Kecamatan Sungai Tabuk Page - 05

c. Posisi WF beam terhadap kepal jembatan dan plat lantai bersifat dinamis / tidak menyatu antara satu dengan yang lain karena menerima beban kejut dari lantai jembatan d. Teknis pemasangan baja WF dilaksanakan sesuai dengan standar pabrikasi. 6. Pekerjaan Beton a. Untuk beton lantai kerja digunakan jenis boton campuran beton 1 PC : 2 PSR : 2,5 KRKL yaitu perbandingan canpuran 1 bagian semen : 2 bagian pasir pasang dan 2,5 bagian kerikil (volume). b. Beton lantai kerja dilaksanakan pada pekerjaan dibawah pondasi. Tebal lapisan lantai kerja adalah 10 cm dan permukaan lantai kerja harus sama dengan permukaan pangkal atas tiang pancang galam. c. Untuk beton struktural yanq berhubungan dengan air tanah/air hujan, dipakai jenis beton dengan campuran beton 1 PC : 2 PSR : 2,5 KRKL yaitu dengan perbandingan bahan 1 bagian semen : 2 bagian pasir pasanq : 2,5 bagian kerikil (volume).

d. Sebelum pengecoran dimulai:

e.

f. g. h. i. j. k.

l.

bekisting harus dibersihkan dari potonganpotongan kayu, potongan-potongan kawat pengikat dan bahan-bahan lain yang merusak mutu beton. Sebelum pelaksanaan pengecoran, bekisting harus disiram air terlebih dahulu. Lubang-lubang yang terdapat pada bekisting supaya ditutup sedemikian rupa, sehingga air semen tidak dapat keluar. Untuk penutup beton minimum (selimut beton) yang berhubungan dengan : air adalah 2,5 cm. Pelat lantai adalah untuk pelat 1,5 cm, dan untuk balok 2 cm Pada pengecoran beton, bahan campuran beton harus diaduk dengan mesin pengaduk Mollen sampai bahan beton bersatu menjadi satu vvarna. Untuk pengecoran pelat beton dan balok tidak boleh berhenti ditengah-tengah bentang lapangan. Pengecoran dapat dimulai, bila keadaan bekisting dan tulangan sudah memenuhi syarat dan telah diperiksa oleh Pengawas lapangan. Untuk memperbaiki kepadatan beton, maka harus dipakai alat pemadat concrete vibrator. Lamanya pemakaian tidak boleh lebih 80 detik pada satu titik. Pekerjaan beton yang permukaannya masih diplester, atau permukaan yang masih kena pekarjaan pengecoran lanjutan, maka permukaan oeton tersebut harus dikasarkan dan bidang yang akan diplester atau disambung harus disiram air semen. masa pengikatan. Perawatan tersebut dilaksanakan dengan jalan mengalirkan air terup menerus pada permukaan beton atau menutup permukaan beton dengan karung goni atau bahan yang lain yang dapat bacah terus menerus sampai selesai waktu pengikatan. Apabila ingin mempercepat waktu pengikatan boleh mempergunakan obat setelah mendapat ijin dari konsultan pengawas.

m. Setelah selesai pekerjaan pengecoran, maka beton harus dirawat selarna

n. Lamanya perawatan khusus untuk pelat minimal selama 1 minggu dan selama
perawatan itu beton tidak boleh mendapat beban yang berat. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------

5 of 5

03/10/2013 4:26