Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA FISIK KI 2142


PERCOBAAN K-1

VISKOSITAS CAIRAN SEBAGAI FUNGSI SUHU


Nama

: Satria Rusdiputra

NIM

: 13712048

Kelompok

:3

Asisten

: Deasy Anisa NR (10510044)


Daris QN (20513035)

Tanggal Percobaan

: 25 September 2013

Tanggal Laporan

: 2 Oktober 2013

LABORATORIUM KIMIA FISIK


PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2013

VISKOSITAS CAIRAN SEBAGAI FUNGSI SUHU


I. TUJUAN PERCOBAAN
1. Menentukan viskositas cairan dengan metode Oswald
2. Menentukan pengaruh suhu terhadap viskositas cairan

II. TEORI DASAR


Viskositas adalah suatu cara untuk menyatakan berapa daya tahan dari aliran yang
diberikan oleh suatu cairan. Kebanyakan viscometer mengukur kecepatan dari suatu cairan
mengalir melalui pipa gelas (gelas kapiler), bila cairan itu mengalir cepat maka berarti
viskositas dari cairan itu rendah (misalnya air). Dan bila cairan itu mengalir lambat, maka
dikatakan cairan itu viskositas tinggi. Viskositas dapat diukur dengan mengukur laju aliran
cairan yang melalui tabung silinder. Cara ini merupakan salah satu cara yang paling mudah
dan dapat digunakan baik untuk cairan maupun gas. Menurut poiseuille, jumlah volume
cairan yang mengalir melalui pipa per satuan waktu dibawah pengaruh tekanan penggerak
dapat dinyatakan dengan persamaan Poeseuille , yaitu:

Koefisien kekentalan zat cair adalah sifat daya tahan zat cair terhadap aliran cairan.
Koefisien kekentalan zat cair dihitung dengan membandingkan waktu yang digunakan zat
cair tersebut untuk mengalir dan massa jenis (kerapatan) zat cair tersebut dengan nilai
koefisien kekentalan zat cair lain yang telah diketahui. Metode ini dikenal dengan nama
metode Oswald. Yang dirumuskan secara sistematis dengan persamaan:

Hukum Stokes menyatakan bahwa kecepatan terminal berbanding terbalik dengan


viskositas. Jika dikaitkan dengan pernyataan kita bahwa temperatur berbnding terbalik
dengan viskositas, maka kita akan dapatkan bahwa semakin besar temperatur, maka semakin
kecil pula viskositas dan jika viskositas semakin kecil, maka kecepatan terminal akan
semakin besar. Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa temperatur berbanding lurus
dengan kecepatan terminal. Untuk menunjukkan hubungan viskositas dan temperatur, kita

menerapkan hukum distribusi Maxwell-Boltzmann, jumlah molekul yang memiliki energy


yang diperlukan untuk mengalir, dihubungkan oleh factor e-E/RT dan viskositas sebanding
dengan e-E/RT. Secara kuantitatif pengaruh suhu terhadap viskositas dinyatakan dengan
persamaan empirik,

= A e-E/RT
Dengan:
A = tetapan cairan, (-E) = Energi ambang permol , R = konstanta boltzmann , T = temperatur
(Kelvin)

III.

DATA PENGAMATAN

LARUTAN I
1. Suhu percobaan
: 27C
2. W piknometer kosong : 22,26 gram

Zat

Toluena

Air

Suhu (C)
27
35
40
45
27
35
40
45

W
piknometer
(gram)
42,30
42,11
42,00
41,97
45,67

LARUTAN II
1. Suhu percobaan
: 27C
2. W piknometer kosong : 19,43 gram

t(s)
t1

t2

t3

trata-rata

7,5
7,2
6,9
6,8
8,4
7,6
7,2
7,0

7,4
7,1
6,8
6,8
8,4
7,7
7,3
7,0

7,3
6,9
6,8
6,7
8,2
7,6
7,3
7,0

7,4
7,067
6,83
6,767
8,33
7,63
7,267
7,0

Zat

Suhu (C)

Metanol

27
35
40
45
27
35
40
45

Air

W
piknometer
(gram)
40,14
39,72
39,50
39,40
45,48

t(s)
t1

t2

t3

trata-rata

5,26
4,95
4,90
4,63
5,89
5,44
5,08
4,90

5,31
4,90
4,90
4,59
5,89
5,44
5,13
4,90

5,31
4,95
4,95
4,63
5,80
5,44
5,33
4,81

5,29
4,93
4,91
4,61
5,83
5,44
5,14
4,87

PENGOLAHAN DATA

1. Penentuan volume pikno


Vpikno (Toluena) =

W pikno:air W pikno kosong

45,67 22,26

0,99659

= 23,49 ml

Vpikno (Metanol) =

W pikno:air W pikno kosong

45,48 19,43
0,99659

= 26,139 ml

2. Penentuan zat pada berbagai suhu

zat =

W pikno:zat W pikno kosong


V pikno

Perhitungan massa jenis pada berbagai suhu untuk Toluena

toluene (27C) =

toluene (35C) =

toluene (40C) =

toluene (45C) =

(42,3 22,26)gr
23,49 ml

= 0,853 gr/ml

(42,11 22,26)gr
23,49 ml

(42,00 22,26)gr
23,49 ml

(41,97 22,26)gr
23,49 ml

= 0,845 gr/ml

= 0,840 gr/ml

= 0,839 gr/ml

Perhitungan massa jenis pada berbagai suhu untuk Metanol

methanol (27C) =

methanol (35C) =

methanol (40C) =

methanol (45C) =

(40,14 19,43)gr
26,139 ml

(39,72 19,43)gr
26,139 ml

(39,5 19,43)gr
26,139 ml

(39,4 19,43)gr
26,139 ml

= 0,792 gr/ml

= 0,776 gr/ml

= 0,768 gr/ml

= 0,764 gr/ml

Dari hasil perhitungan diatas, massa jenis kedua zat pada berbagai
suhu dapat dilihat pada table di bawah ini

(gr/ml)
Larutan
Toluena

T = 27oC

T = 35oC

T = 40oC

T= 45 oC

0, 853

0,845

0,840

0,839

0,792

Metanol

0,776

0,768

0,764

3. PenentuanViskositas () zat

zat =

zat . t zat
. air
air . t air

Perhitungan untuk Toluena

(27C) =

0,853gr/ml . 7,4 s
. 0,000852
0,99659gr/ml . 8,33s

= 0,000648 kg/m.s

dengan rumus yang sama masukkan data pada 35C, 40C, dan 45C
Perhitungan untuk Metanol

(27C) =

0,792gr/ml . 5,29 s
0,99659gr/ml . 8,33s

. 0,000852 = 0,000614 kg/m.s

dengan rumus yang sama masukkan data pada 35C, 40C, dan 45C

Zat

T (C)

Air

Toluena

(gr/ml)

(kg/m.s)

27

0,99659

0,000852

35

0,99408

0,000720

40

0,99225

0,000653

45

0,99022

0,000596

27

0,853

0,000648

0,845

0,000567

40

0,840

0.000519

45

0,839

0,000488

27

0,792

0,000614

35

Metanol

V pikno

35

0,776

0,000509

40

0,768

0,000483

45

0,764

0,000435

4. Penentuan E dan A

Zat

Air

Toluena

Metanol

T (C)

1/T (K)

(kg/m.s)

ln

27

0,0033

0,000852

-7,068

35

0,00325

0,000720

-7,236

40

0,00319

0,000653

-7,333

45

0,00314

0,000596

-7,425

27

0,0033

0,000648

-7,342

35

0,00325

0,000567

-7,475

40

0,00319

0.000519

-7,564

45

0,00314

0,000488

-7,625

27

0,0033

0,000614

-7,395

35

0,00325

0,000509

-7,583

40

0,00319

0,000483

-7,635

45

0,00314

0,000435

-7,740

Toluena
1/T

-7,150
-7,200

0,00314

0,00319

0,00325

0,0033

ln

-7,250
-7,300
-7,350
-7,400
-7,450
-7,500
-7,550
-7,600
-7,650

Toluena

Dari grafik di atas, diperoleh persamaan garis


y = 1832,19x - 13,3966
E1

ln = R T + ln A
ln A = -13,3966
A = 1,52 x10-6
E
R

= 1832,19

E = 1832,19 x 8,314 = 15232,83J

Metanol
1/T

-7,200
0,00314

0,00319

0,00325

0,0033

-7,300
-7,400

ln

-7,500

Metanol

-7,600
-7,700
-7,800

Dari grafik di atas, diperoleh persamaan garis


y = 1997,26x 14,02
E1

ln = R T + ln A
ln A = -14,02
A = 8,15 x 10-7
E
R

= 1997,26

E = 1997,26 x 8,314 = 16605,22 J

5. Penentuan Tetapan Van der Waals


Zat

Air

Toluena

Metanol

T (C)

(gr/ml)

1/

(kg/m.s)

1/

27

0,99659

1,00342

0,000852

1173,71

35

0,99408

1,00595

0,000720

1388,89

40

0,99225

1,00781

0,000653

1531,39

45

0,99022

1,00987

0,000596

1677,85

27

0,853

1,17233

0,000648

1543,21

35

0,845

1,1834

0,000567

1763,67

40

0,840

1,19047

0.000519

1926,78

45

0,839

1,19189

0,000488

2049,18

27

0,792

1,26263

0,000614

1628,66

35

0,776

1,28866

0,000509

1964,63

40

0,768

1,30208

0,000483

2070,39

45

0,764

1,30890

0,000435

2298,85

Toluena
1.1950
1.1900
1.1850

11/ 1.1800
Toluena

1.1750
1.1700
1.1650
1.1600
1543.21

1763.67

1926.78

11/
Dari grafik di atas, diperoleh persamaan garis
y = 0,000040187x + 1,113
1/ = m 1/ + b

2049.18

Metanol
1.3200
1.3100
1.3000
1.2900

11/

1.2800
Metanol

1.2700
1.2600
1.2500
1.2400
1.2300
1628.66

1964.63

2070.39

1/
Dari grafik di atas, diperoleh persamaan garis
y = 0,000071836x + 1,147
1/ = m 1/ + b

V. PEMBAHASAN

2298.85

VI . KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan viskositas cairan sebagai fungsi suhu diketahui
bahwa air memiliki densitas yang paling besar apabila dibandingkan dengan
kloroform dan toluena. Diketahui juga pengaruh dari suhu dimana semakin
menurunnya suhu maka semakin besar nilai viskositasnya. Pemanasaran zat cair
menyebabkan molekul- molekulnya memperoleh energi. Molekul cairan bergerak
sehingga gaya interaksi antar molekul melemah. Dengan demikian viskositas cairan
akan menurun dengan kenaikan temperature. Ikatan hidrogen juga menyebabkan jarak
antar molekul semakin kecil dan semakin besar suhu, maka densitas semakin kecil.
Viskositas kloroform pada suhu 30oC, 35oC, dan 40oC berturut-turut adalah
8,112x10-4, 7,5730x10-4, dan 6,9291x10-4. Viskositas toluen pada suhu 30oC, 35oC,
dan 40oC berturut-turut adalah 5,84x10-4, 5,84x10-4, dan 5,0328x10-4.
Sedangkan nilai E dan tetapan van der waals (b) untuk kloroform berturutturut adalah 11.938,904 J dan 0,000. Nilai E dan tetapan van der waals (b) untuk
toluen berturut-turut adalah 11.273,784 J dan 0,001.

VII. DAFTAR PUSTAKA


http://himka1polban.wordpress.com/laporan/kimia-instrumen/laporan-penentuanviskositas/
http://phucky.wordpress.com/2010/12/01/pengaruh-viskositas-air-dan-temperaturterhadap-kecepatan-tetesan-minyak/

VIII. LAMPIRAN
Data viskositas air
(Sumber: http://www.thermexcel.com/english/tables/eau_atm.htm)
Temperature

Pressure

Saturation
vapor
pressure

Density

C
0.00
1.00
2.00
3.00
4.00

Pa
101325
101325
101325
101325
101325

Pa
611
657
705
757
813

kg/m3
999.82
999.89
999.94
999.98
1000.00

kj/kg
0.06
4.28
8.49
12.70
16.90

kcal/kg
0.01
1.02
2.03
3.03
4.04

kj/kg
4.217
4.213
4.210
4.207
4.205

5.00
6.00
7.00
8.00
9.00
10.00
11.00
12.00
13.00
14.00
15.00
16.00
17.00
18.00
19.00

101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325

872
935
1001
1072
1147
1227
1312
1402
1497
1597
1704
1817
1936
2063
2196

1000.00
999.99
999.96
999.91
999.85
999.77
999.68
999.58
999.46
999.33
999.19
999.03
998.86
998.68
998.49

21.11
25.31
29.51
33.70
37.90
42.09
46.28
50.47
54.66
58.85
63.04
67.22
71.41
75.59
79.77

5.04
6.04
7.05
8.05
9.05
10.05
11.05
12.06
13.06
14.06
15.06
16.06
17.06
18.05
19.05

20.00
21.00
22.00
23.00
24.00
25.00
26.00
27.00
28.00
29.00
30.00
31.00
32.00
33.00
34.00
35.00
36.00
37.00
38.00
39.00
40.00
41.00
42.00
43.00
44.00
45.00
46.00
47.00
48.00
49.00
50.00

101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325

2337
2486
2642
2808
2982
3166
3360
3564
3779
4004
4242
4491
4754
5029
5318
5622
5940
6274
6624
6991
7375
7777
8198
8639
9100
9582
10085
10612
11161
11735
12335

998.29
998.08
997.86
997.62
997.38
997.13
996.86
996.59
996.31
996.02
995.71
995.41
995.09
994.76
994.43
994.08
993.73
993.37
993.00
992.63
992.25
991.86
991.46
991.05
990.64
990.22
989.80
989.36
988.92
988.47
988.02

83.95
88.14
92.32
96.50
100.68
104.86
109.04
113.22
117.39
121.57
125.75
129.93
134.11
138.29
142.47
146.64
150.82
155.00
159.18
163.36
167.54
171.71
175.89
180.07
184.25
188.43
192.61
196.79
200.97
205.15
209.33

20.05
21.05
22.05
23.05
24.05
25.04
26.04
27.04
28.04
29.04
30.04
31.03
32.03
33.03
34.03
35.03
36.02
37.02
38.02
39.02
40.02
41.01
42.01
43.01
44.01
45.01
46.00
47.00
48.00
49.00
50.00

Specific enthalpy of liquid


water

Volume
heat
capacity

Dynamic
viscosity

kcal/kg
1.007
1.006
1.006
1.005
1.004

kj/m3
4216.10
4213.03
4210.12
4207.36
4204.74

kg/m.s
0.001792
0.001731
0.001674
0.001620
0.001569

4.202
4.200
4.198
4.196
4.194
4.192
4.191
4.189
4.188
4.187
4.186
4.185
4.184
4.183
4.182

1.004
1.003
1.003
1.002
1.002
1.001
1.001
1.001
1.000
1.000
1.000
1.000
0.999
0.999
0.999

4202.26
4199.89
4197.63
4195.47
4193.40
4191.42
4189.51
4187.67
4185.89
4184.16
4182.49
4180.86
4179.27
4177.72
4176.20

0.001520
0.001473
0.001429
0.001386
0.001346
0.001308
0.001271
0.001236
0.001202
0.001170
0.001139
0.001109
0.001081
0.001054
0.001028

4.182
4.181
4.181
4.180
4.180
4.180
4.179
4.179
4.179
4.179
4.178
4.178
4.178
4.178
4.178
4.178
4.178
4.178
4.178
4.179
4.179
4.179
4.179
4.179
4.179
4.180
4.180
4.180
4.180
4.181
4.181

0.999
0.999
0.999
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.998
0.999
0.999

4174.70
4173.23
4171.78
4170.34
4168.92
4167.51
4166.11
4164.71
4163.31
4161.92
4160.53
4159.13
4157.73
4156.33
4154.92
4153.51
4152.08
4150.65
4149.20
4147.74
4146.28
4144.80
4143.30
4141.80
4140.28
4138.75
4137.20
4135.64
4134.06
4132.47
4130.87

0.001003
0.000979
0.000955
0.000933
0.000911
0.000891
0.000871
0.000852
0.000833
0.000815
0.000798
0.000781
0.000765
0.000749
0.000734
0.000720
0.000705
0.000692
0.000678
0.000666
0.000653
0.000641
0.000629
0.000618
0.000607
0.000596
0.000586
0.000576
0.000566
0.000556
0.000547

Specific heat

51.00
52.00
53.00
54.00
55.00
56.00
57.00
58.00
59.00
60.00
61.00
62.00
63.00
64.00
65.00
66.00
67.00
68.00
69.00
70.00
71.00
72.00
73.00
74.00
75.00
76.00
77.00
78.00
79.00
80.00
81.00
82.00
83.00
84.00
85.00
86.00
87.00
88.00
89.00
90.00
91.00
92.00
93.00
94.00
95.00
96.00
97.00
98.00
99.00

101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325
101325

12960
13612
14292
15001
15740
16510
17312
18146
19015
19919
20859
21837
22854
23910
25008
26148
27332
28561
29837
31161
32533
33957
35433
36963
38548
40190
41890
43650
45473
47359
49310
51328
53415
55572
57803
60107
62488
64947
67486
70108
72814
75607
78488
81460
84525
87685
90943
94301
97760

987.56
987.09
986.62
986.14
985.65
985.16
984.66
984.16
983.64
983.13
982.60
982.07
981.54
981.00
980.45
979.90
979.34
978.78
978.21
977.63
977.05
976.47
975.88
975.28
974.68
974.08
973.46
972.85
972.23
971.60
970.97
970.33
969.69
969.04
968.39
967.73
967.07
966.41
965.74
965.06
964.38
963.70
963.01
962.31
961.62
960.91
960.20
959.49
958.78

213.51
217.69
221.88
226.06
230.24
234.42
238.61
242.79
246.97
251.16
255.34
259.53
263.72
267.90
272.09
276.28
280.46
284.65
288.84
293.03
297.22
301.41
305.60
309.79
313.99
318.18
322.37
326.57
330.76
334.96
339.16
343.35
347.55
351.75
355.95
360.15
364.35
368.56
372.76
376.96
381.17
385.38
389.58
393.79
398.00
402.21
406.42
410.64
414.85

51.00
52.00
52.99
53.99
54.99
55.99
56.99
57.99
58.99
59.99
60.99
61.99
62.99
63.99
64.99
65.99
66.99
67.99
68.99
69.99
70.99
71.99
72.99
73.99
74.99
76.00
77.00
78.00
79.00
80.00
81.01
82.01
83.01
84.01
85.02
86.02
87.02
88.03
89.03
90.04
91.04
92.05
93.05
94.06
95.06
96.07
97.07
98.08
99.09

4.181
4.182
4.182
4.182
4.183
4.183
4.183
4.184
4.184
4.185
4.185
4.186
4.186
4.187
4.187
4.188
4.188
4.189
4.189
4.190
4.190
4.191
4.192
4.192
4.193
4.194
4.194
4.195
4.196
4.196
4.197
4.198
4.199
4.200
4.200
4.201
4.202
4.203
4.204
4.205
4.206
4.207
4.208
4.209
4.210
4.211
4.212
4.213
4.214

0.999
0.999
0.999
0.999
0.999
0.999
0.999
0.999
0.999
0.999
1.000
1.000
1.000
1.000
1.000
1.000
1.000
1.000
1.001
1.001
1.001
1.001
1.001
1.001
1.001
1.002
1.002
1.002
1.002
1.002
1.002
1.003
1.003
1.003
1.003
1.003
1.004
1.004
1.004
1.004
1.005
1.005
1.005
1.005
1.006
1.006
1.006
1.006
1.007

4129.25
4127.61
4125.97
4124.30
4122.63
4120.94
4119.24
4117.52
4115.79
4114.05
4112.30
4110.53
4108.75
4106.97
4105.17
4103.36
4101.54
4099.71
4097.88
4096.03
4094.18
4092.31
4090.45
4088.57
4086.69
4084.80
4082.91
4081.01
4079.11
4077.20
4075.29
4073.38
4071.46
4069.54
4067.62
4065.70
4063.78
4061.85
4059.93
4058.00
4056.08
4054.15
4052.23
4050.31
4048.39
4046.47
4044.55
4042.64
4040.73

0.000538
0.000529
0.000521
0.000512
0.000504
0.000496
0.000489
0.000481
0.000474
0.000467
0.000460
0.000453
0.000447
0.000440
0.000434
0.000428
0.000422
0.000416
0.000410
0.000404
0.000399
0.000394
0.000388
0.000383
0.000378
0.000373
0.000369
0.000364
0.000359
0.000355
0.000351
0.000346
0.000342
0.000338
0.000334
0.000330
0.000326
0.000322
0.000319
0.000315
0.000311
0.000308
0.000304
0.000301
0.000298
0.000295
0.000291
0.000288
0.000285

100.00

101325

101325

958.05

419.06

100.09

4.216

1.007

4038.82

0.000282

Data viskositas kloroform dan toluen


Kloroform Pa.s(CRC p.1190)
25oC

Toluen Pa.s(CRC p.1193)

2
5
o

C
4.

PERTANYAAN
1. Apakah yang dimaksud dengan bilangan Reynold dan bagaimanakah hubungannya
degan aliran laminer?
2. Sebutkan cara lain yang dapat digunakan untuk menentukan viskositas cairan! Berikan
penjelasan singkat!
3. Apa perbedaan viskositas dan fluiditas?
4. Apa itu E dan A?
5. Apa hubungannya dengan material
JAWABAN
1. Bilangan Reynold merupakan rasio antara gaya inersia (vsp) terhadap gaya viskos
(/L) yang mengkuantifikasikan hubungan kedua gaya tersebut dalam suatu kondisi
aliran tertentu. Bilangan ini digunakan untuk identifikasi jenis aliran, misalnya
laminar dan turbulen. Bilangan Reynold tidak berdimensi. Rumusnya adalah sebagai
berikut.

dengan:
vs kecepatanfluida,
L panjangkarakteristik,
viskositasabsolutfluidadinamis,
viskositaskinematikfluida: = / ,
kerapatan (densitas) fluida.

Pada aliran laminar, fluida bergerak dengan kondisi lapisan-lapisan membentuk garis
alir tidak berpotongan satu sama lain. Aliran laminer digambarkan sebagai filamen
panjang yang mengalir sepanjang aliran pada laju aliran rendah. Aliran ini memiliki
bilangan Reynold <2300.
2. Ada banyak cara untuk menentukan viskositas suatu zat. Beberapa tipe viskometer
yang biasa digunakan antara lain :
1. Viskometer Hoppler
Berdasarkan hukum Stokes pada kecepatan bola maksimum, terjadi keseimbangan
sehingga gaya gesek = gaya berat gay aarchimides. Prinsip kerjanya adalah
menggelindingkan bola ( yang terbuat dari kaca ) melalui tabung gelas yang berisi zat
cair yang diselidiki. Kecepatan jatuhnya bola merupakan fungsi dari viskositas zat.
2. Cup-type viscometer
Pada metoda ini akan diperoleh waktu yang diperlukan sampel untuk mengalir pada
suatu celah sempit.
3.Capilary tube viscometer
Nilai viskositas diperoleh dengan cara membiarkan sampel mengalir dalam sebuah
pipa kapiler dan mengukur beda tekanan di kedua ujung kapiler tersebut.

3.

Perbedaan viskositas dengan fluiditas:

Viskositas merupakan suatu pernyataan tahanan dari suatu cairan untuk mengalir;
semakin tinggi viskositas, semakin besar tahanannya untuk mengalir.

Fluiditas merupakan kebalikan dari viskositas, yang berarti ukuran kemudahan


mengalir suatu fluida.

4. - E adalah energi ambang per mol yang diperlukan untuk proses awal aliran.
- A adalah tetapan yang sangat bergantung pada masa molekul relative dan volume
molar cairan.
1. Hubungan
5.

Hubungan dengan Teknik Material dengan mengetahui viskositas suatu cairan maka
kami dapat menentukan sifat sifat suatu material. Aplikasi percobaan ini adalah
sering dijumpai pada pelumas mesin yang kita kenal dengan oli. Oli yang dibutuhkan

tiap-tiap tipe mesin kendaraan berbeda-beda karena tipe mesin kendaraan juga
membutuhkan kekentalan yang berbeda pula. Sebagai pelumas mesin, oli akan
membuat gesekan antar komponen didalam mesin bergerak lebih halus dengan cara
masuk kedalam celah- celah mesin sehingga memudahkan mesin untuk mencapai
suhu kerja yang ideal. Dengan mengetahui material komponen mesin yang dibutuhkan
maka kita bisa mengetahui oli dengan kekentalan berapa yang dibutuhkan.