Anda di halaman 1dari 66

RENCANA KINERJA TAHUNAN Direktorat Jenderal Tanaman Pangan TAHUN 2013

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN Jakarta, 2012

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013

KATA PENGANTAR
Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, bahwa setiap Kementerian Negara/Lembaga, unit organisasi eselon I, dan unit kerja eselon II harus menyusun Penetapan Kinerja, Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan Pengukuran Kinerja (PK). Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2013 disusun sebagai hasil penelaahan atas capaian tujuan yang meliputi sasaran strategis, indikator kinerja dan target yang hendak dicapai pada Rencana Strategis Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2010 2014. Pada tahun 2013 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melaksanakan Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan meliputi 8 (delapan) kegiatan: (1) Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia; (2) Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, (3) Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan; (4) Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan; (5) Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan dari Gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim (DPI); (6) Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih dan Penerapan Sistem Mutu Laboratorium Pengujian Benih; (7) Pengembangan Peramalan Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan; serta (8) Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Program dan kegiatan ini merupakan aktifitas seperti tahun sebelumnya. Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2013 ini disusun sebagai acuan penyusunan kegiatan dan anggaran tahun 2013.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan i|Page

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................. DAFTAR ISI............................................................................................... DAFTAR TABEL ....................................................................................... DAFTAR GAMBAR ... DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1.1 Latar Belakang .................................................................... BAB II 1.2 Tujuan ................................................................................. TUGAS POKOK DAN FUNGSI .................................................. 2.1 Sekretariat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan .............. 2.2 Direktorat Budidaya Serealia .............................................. 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi .................... Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan......................... Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan ......................... Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan ........................ Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBPPMBTPH) ............ 2.8 Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan (BBPOPT)............................................................................ BAB III VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI.. 3.1 Visi ...................................................................................... 3.2 Misi..................................................................................... 3.3 Tujuan ................................................................................. 3.4 Sasaran .............................................................................. 3.5 Kebijakan ............................................................................ 3.6 Strategi ............................................................................... PROGRAM DAN KEGIATAN ....................................................

i ii iii iv v 1 1 4 5 6 6 7 8 9 9 10 11 13 13 13 13 14 15 20 23

BAB IV

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan ii | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 4.1 Program ............................................................................. 4.2 Kegiatan ............................................................................. MATRIK RENCANA KINERJA TAHUNAN DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN TAHUN 2013............................................................... 31 35 47

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan iii | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3

Tabel 4

Tabel 5

Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12

Tabel 13

Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Komoditas Utama Tanaman Pangan Tahun 2013 .. Perkembangan Program dan Kegiatan Lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2010 2012 .................... Alokasi Anggaran Per Program dan Per Jenis Belanja Lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2010 2012 ....................................................................................... Komponen Prioritas Pemberdayaan dan Penguatan Program/Kegiatan pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan TA 2013.. Rencana Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Melalui SLPTT dan Lokasi Pengembangan Melalui APBN TA 2013 Rencana Kinerja Tahunan Sekretariat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2013 Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Budidaya Serealia Tahun 2013 .. Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2013 . Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan Tahun 2013 ... Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2013 Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2013 ... Rencana Kinerja Tahunan Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2013 .. Rencana Kinerja Tahunan Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan Tahun 2013 .

15 24 28

32 34

38 39 40 42 43 44 45

46

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan iv | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Gambar 2

Hubungan Strategi dan Empat Sukses Kementerian Pertanian Catur Strategi Pencapaian Produksi Tanaman Pangan

20 22

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan v|Page

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8

Lampiran 9

Sasaran Indikatif Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Padi Tahun 2013 ........................................... Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Jagung Tahun 2013 .............................................. Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Kedelai Tahun 2013 .......................................... Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Kacang Tanah Tahun 2013 ................................. Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Kacang Hijau Tahun 2013 ........................ Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Ubi Kayu Tahun 2013 .................................... Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Ubi Jalar Tahun 2013 ...................................... Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/ OT.140/10/2010, tanggal 14 Oktober 2010)......................... Daftar Komoditi Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 511/Kpts/PD.310/9/2006,tanggal 12 September 2006) ....................................................................................

49 50 51 52 53 54 55

56

58

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan vi | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Sesuai dengan pedoman dalam j Perencanaan dan Penganggaran (RPP), pembangunan dilaksanakan dalam koridor jangka menengah pada periode Tahun 2010-2014, Kementerian Pertanian melaksanakan 12 (dua belas) program, yang dilaksanakan oleh 12 unit Eselon I, dimana setiap unit Eselon I melaksanakan 1 (satu) program. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melaksanakan Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan memiliki 8 (delapan) kegiatan yaitu: (1) Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan; (2) Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia; (3) Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi; (4) Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan; (5) Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan; (6) Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan dari Gangguan OPT dan DPI; (7) Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih dan Penerapan Sistem Mutu Laboratorium Pengujian Benih; dan (8) Pengembangan Peramalan Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Subsektor tanaman pangan memiliki komoditas yang cukup beragam untuk dapat ditumbuhkembangkan. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 511/Kpts/PD.310/9/2006 tentang Daftar Komoditi Binaan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Hortikultura, dan Direktorat Jenderal Perkebunan; Direktorat Jenderal Tanaman Pangan memiliki 36 komoditi tanaman pangan sebagai tanggung jawab binaan. Namun demikian, karena faktor keterbatasan yang ada, arah dan kebijakan Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 1|Page

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan diprioritaskan pada: 1) Komoditi utama dan unggulan nasional, yaitu padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar. Komoditi ini merupakan komoditi utama dan unggulan bagi kebutuhan pangan pokok nasional. 2) Komoditi alternatif/unggulan daerah (lokal) seperti talas, garut, gembili, sorgum, gandum dan lain-lain. Komoditi ini sebagai substitusi maupun komplemen dari komoditas utama dan unggulan nasional. Pemerintah menetapkan tema Pembangunan Nasional tahun 2013 yaitu: Memperkuat Potensi Perekonomian Domestik bagi Peningkatan dan Perluasan Kesejahteraan Rakyat. Empat unsur utama dalam tema tersebut adalah: (1) Daya saing, (2) Daya tahan ekonomi, (3) Peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat, serta (4) Stabilitas sosial dan politik. Peningkatan daya saing merupakan kinerja pemerintah yang berfokus pada peningkatan iklim investasi dan usaha, percepatan penyediaan infrastruktur atau pembangunan jalur penyambung antar daerah yang selama ini menjadi persoalan lamanya distribusi, peningkatan pembangunan industri di berbagai koridor ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja khususnya bagi pekerja muda. Daya tahan ekonomi meliputi persoalan ketahanan pangan, yakni perencanaan pencapaian surplus beras 10 juta ton pada tahun 2014 dan peningkatan rasio elektrifikasi dan konversi energi. Peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat bersumber pada dua poros utama yaitu: peningkatan pembangunan sumber daya manusia sehingga mampu menghasilkan kinerja yang berkualitas serta peningkatan mutu SDM, dan percepatan pengurangan kemiskinan yang terangkum dalam sinergi klaster satu hingga empat. Pemantapan stabilitas sosial dan politik, didalamnya termasuk persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2014, membaiknya kinerja
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2|Page

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 birokrasi dan pemberantasan korupsi, serta percepatan pembangunan minimum essential force (MEF). Prioritas nasional dan isu strategis tahun 2013 mencakup 11 prioritas yaitu (1) Reformasi birokrasi dan tata kelola, (2) Pendidikan, (3) Kesehatan, (4) Penanggulangan kemiskinan, (5) Ketahanan pangan (6) Infrastruktur, (7) Iklim investasi dan iklim usaha, (8) Energi, (9) Lingkungan hidup dan pengelolaan bencana, (10) Daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pascakonflik, (11) Kebudayaan, kreatifitas dan inovasi teknologi. Selain 11 prioritas itu, ada tiga prioritas lainnya (12) Bidang politik, hukum dan keamanan, (13) Bidang perekonomian, dan (14) Bidang kesejahteraan rakyat. Pada Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2013 akan disajikan integrasi program pemerintah Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI). Pada prinsipnya, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah wajib menerapkan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi. Indikator kinerja yang menentukan keberhasilan Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan adalah terjadinya peningkatan produksi, produktivitas dan luas panen dari komoditas Padi, Jagung, Kedelai, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubi Kayu, dan Ubi Jalar. Peningkatan produksi untuk Padi 72.063.735 ton GKG, Jagung 26.000.000 ton pipilan kering, Kedelai 2.250.000 ton biji kering, Kacang Tanah 1.200.000 ton biji kering, Kacang Hijau 410.000 ton biji kering, Ubi Kayu 26.300.000 umbi basah, dan Ubi Jalar 2.450.000 umbi basah. Untuk mengoptimalkan kinerja program dan kegiatan yang dibiayai dari APBN dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran dan tepat waktu serta efisien
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 3|Page

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 dan efektif, maka disusun Rencana Kinerja Tahunan. Dalam hal ini, penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2013 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dilaksanakan melalui proses yang partisipatif dari unit kerja lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan berdasarkan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2010 - 2014.

1.2.

Tujuan

Tujuan penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2013 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan ini merupakan acuan dasar dalam mewujudkan tujuan dan sasaran Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan yang ditetapkan serta dalam menyusun anggaran program/kegiatan TA 2013 bagi pelaksana kegiatan di lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dalam melakukan pembinaan dan melaksanakan tugas pokoknya terkait fungsi koordinasi, manajemen dan administrasi.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 4|Page

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013

BAB II TUGAS POKOK DAN FUNGSI


Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/OT.140/ 10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang tanaman pangan. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menyelenggarakan fungsi : 1. 2. 3. 4. 5. Perumusan kebijakan di bidang perbenihan, budidaya, perlindungan, dan pascapanen tanaman pangan; Pelaksanaan kebijakan di bidang perbenihan, budidaya, perlindungan dan pascapanen tanaman pangan; Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang perbenihan, budidaya, perlindungan dan pascapanen tanaman pangan; Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbenihan, budidaya, perlindungan dan pascapanen tanaman pangan; dan Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, secara struktural membawahi 1 (satu) Sekretariat Direktorat Jenderal, 5 (lima) Direktorat dan 2 (dua) Balai Besar sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Sekretariat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan; Direktorat Budidaya Serealia; Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi; Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan; Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan; Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan; Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura; dan Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 5|Page

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Penjabaran tugas dan fungsi Sekretariat Direktorat, Direktorat dan Balai Besar adalah sebagai berikut : 2.1 Sekretariat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Tugas Pokok : Memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Fungsi : a. b. c. Koordinasi, dan penyusunan rencana dan program, anggaran, dan kerja sama di bidang tanaman pangan; Pengelolaan urusan keuangan dan perlengkapan; Evaluasi dan penyempurnaan organisasi, tata laksana, pengelolaan urusan kepegawaian, dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan hubungan masyarakat dan informasi publik; d. e. Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang tanaman pangan; dan Pelaksanaan urusan tata usaha Tanaman Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

2.2 Direktorat Budidaya Serealia Tugas Pokok: Melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang budidaya serealia.

Fungsi :

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 6|Page

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 a. b. c. d. e. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang budidaya padi irigasi dan rawa, padi tadah hujan dan lahan kering, jagung, dan serealia lain; Pelaksanaan kebijakan di bidang budidaya padi irigasi dan rawa, padi tadah hujan dan lahan kering, jagung, dan serealia lain; Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang budidaya padi irigasi dan rawa, padi tadah hujan dan lahan kering, jagung, dan serealia lain; Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang budidaya padi irigasi dan rawa, padi tadah hujan dan lahan kering, jagung, dan serealia lain; dan Pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Budidaya Serealia.

2.3 Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi Tugas : Melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang budidaya aneka kacang dan umbi. Fungsi : a. b. c. d. e. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang budidaya kedelai, ubi kayu, aneka kacang, dan aneka umbi; Pelaksanaan kebijakan di bidang budidaya kedelai, ubi kayu, aneka kacang, dan aneka umbi; Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang budidaya kedelai, ubi kayu, aneka kacang, dan aneka umbi; Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang budidaya kedelai, ubi kayu, aneka kacang, dan aneka umbi; dan Pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi.

2.4 Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan


Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 7|Page

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Tugas : Melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbenihan tanaman pangan. Fungsi : a. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang penilaian varietas dan pengawasan mutu benih, produksi benih serealia, produksi benih aneka kacang dan umbi, dan kelembagaan benih; b. Pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian varietas dan pengawasan mutu benih, produksi benih serealia, produksi benih aneka kacang dan umbi, dan kelembagaan benih; c. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penilaian varietas dan pengawasan mutu benih, produksi benih serealia, produksi benih aneka kacang dan umbi, dan kelembagaan benih; d. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penilaian varietas dan pengawasan mutu benih, produksi benih serealia, produksi benih aneka kacang dan umbi, dan kelembagaan benih; dan e. Pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan.

2.5 Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tugas :

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 8|Page

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pascapanen tanaman pangan. Fungsi : a. b. c. d. e. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang pascapanen padi, jagung dan serealia lain, kedelai dan aneka kacang, serta aneka umbi; Pelaksanaan kebijakan di bidang pascapanen padi, jagung dan serealia lain, kedelai dan aneka kacang, serta aneka umbi; Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang padi, jagung dan serealia lain, kedelai dan aneka kacang, serta aneka umbi; Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pascapanen padi, jagung dan serealia lain, kedelai dan aneka kacang, serta aneka umbi; dan Pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan

2.6 Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Tugas : Melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perlindungan tanaman pangan. Fungsi : a. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan data organisme pengganggu tumbuhan, dampak perubahan iklim, teknologi pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, dan pengelolaan pengendalian hama terpadu; b. Pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan data organisme pengganggu tumbuhan, dampak perubahan iklim, teknologi pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, dan pengelolaan pengendalian hama terpadu;
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 9|Page

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 c. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengelolaan data organisme pengganggu tumbuhan, dampak perubahan iklim, teknologi pengendalian d. organisme pengganggu tumbuhan, dan pengelolaan pengendalian hama terpadu; Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan data organisme pengganggu tumbuhan, dampak perubahan iklim, teknologi pengendalian e. organisme pengganggu tumbuhan, dan pengelolaan pengendalian hama terpadu; dan Pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan.

2.7 Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan Dan Hortikultura (BBPPMBTPH) Tugas : Melaksanakan pengembangan pengujian mutu benih dan pemberian bimbingan teknis penerapan sistem manajemen mutu laboratorium pengujian benih tanaman pangan dan hortikultura. Fungsi : 1. Penyusunan program dan evaluasi pengembangan pengujian mutu benih dan bimbingan teknis penerapan sistem manajemen mutu laboratorium pengujian benih; 2. Pelaksanaan pengembangan teknik dan metoda pengujian laboratorium, sertifikasi dan pengawasan peredaran benih tanaman pangan dan hortikultura; 3. Pelaksaan uji banding (uji profidiensi, untuk kerja metode, uji arbirtase dan uji acuan) antar laboratorium pengujian benih tanaman pangan dan hortikultura; 4. Pelaksanaan uji petik mutu benih tanaman pangan dan hortikultura yang beredar;
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 10 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 5. Pelaksanaan sertifikasi benih untuk tujuan ekspor (Orange, Green and Blue Certificate); 6. Pelaksanaan pemberian bimbingan teknis penerapan sistem manajemen mutu laboratorium pengujian benih tanaman pangan dan hortikultura; 7. Pelaksanaan Sertifikasi Sistem Mutu dan pemberian hak penandaan SNI pada pelaku usaha perbenihan tanaman pangan dan hortikultura; 8. Penyusunan informasi dan dokumentasi hasil pengembangan pengujian mutu benih dan pelaksanaan kerjasama laboratorium pengujian benih tanaman pangan dan hortikultura; 9. Pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Balai Besar

2.8 Balai Besar (BBPOPT) Tugas :

Peramalan

Organisme

Pengganggu

Tumbuhan

Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan mempunyai tugas melaksanakan dan mengembangkan peramalan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), serta rujukan proteksi tanaman pangan dan hortikultura. Fungsi : 1. Penyusunan program dan evaluasi peramalan, pengembangan peramalan OPT, dan rujukan proteksi tanaman pangan dan hortikultura; 2. Pelaksanaan analisis data dan informasi serangan OPT, dan faktor penentu perkembangan OPT; 3. Pelaksanaan pengkajian dan pengembangan teknologi peramalan, pengamatan dan pengendalian OPT berdasarkan sistem pengendalian hama terpadu (PHT); 4. Pelaksanaan perumusan peramalan, pengamatan dan pengendalian OPT; 5. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi penerapan teknologi peramalan, pengamatan dan pengendalian OPT;
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 11 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 6. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pengembangan sistem mutu dan standar Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP); 7. Pemberian pelayanan kegiatan peramalan, pengembangan peramalan OPT dan rujukan proteksi tanaman pangan dan hortikultura; 8. Pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga BBPOPT.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 12 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, KEBIJAKAN

BAB III DAN STRATEGI

3.1.

Visi

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan mempunyai Visi Tahun 20102014, yaitu Terwujudnya Produksi Tanaman Pangan Yang Cukup dan Berkelanjutan. 3.2. Misi

Untuk mewujudkan Visi tersebut di atas, Misi yang harus dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2010-2014 adalah : 1. Mewujudkan birokrasi tanaman pangan yang profesional dan berintegrasi; 2. Meningkatkan perluasan penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat dan berkelanjutan; 3. Mengembangkan sistem penyediaan benih yang efisien, efektif dan berkelanjutan; 4. Meningkatkan penanganan pascapanen tanaman pangan; 5. Meningkatkan pengamanan produksi tanaman pangan; 6. Mendorong peran serta instansi dan stakeholder terkait serta masyarakat dalam pembangunan tanaman pangan yang berkelanjutan. 3.3. Tujuan

Sesuai dengan visi dan misi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, maka tujuan yang akan dilaksanakan Tahun 2010-2014 adalah: 1. Meningkatkan produktivitas melalui peningkatan luas areal penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat dan berkelanjutan untuk peningkatan produksi dalam rangka mencapai ketahanan pangan;

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 13 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 2. Menyelenggarakan sistem penyediaan benih tanaman pangan yang efisien dan berkelanjutan di lokasi penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat, dan tersalurnya benih tanaman pangan bersubsidi; Meningkatkan penanganan pascapanen tanaman pangan di lokasi penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat; Mengendalikan serangan OPT dan DPI di lokasi penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat untuk meningkatkan kualitas hasil tanaman pangan; Menyelenggarakan pelayanan teknis dan administrasi secara profesional dan berintegritas dilingkungan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan; Menciptakan metoda pengujian mutu benih dan penerapan sistem mutu laboratorium pengujian benih tanaman pangan; Menyediakan informasi dan menciptakan model peramalan OPT sebagai rujukan dalam pengamanan produksi tanaman pangan. Sasaran Sasaran utama pembangunan tanaman pangan tahun 2010-2014 merupakan turunan dari sasaran utama pembangunan pertanian yaitu: a) mewujudkan pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, b) mewujudkan peningkatan diversifikasi pangan, c) mewujudkan peningkatan nilai tambah, daya saing, dan ekspor, serta d) mewujudkan peningkatan kesejahteraan petani. Keempat sasaran ini disebut dengan Empat Sukses Kementerian Pertanian. Pencapaian keempat sasaran (target) utama diharapkan dapat memberikan dampak kinerja yang signifikan bagi pemenuhan kebutuhan nasional dan ketahanan pangan nasional, baik kebutuhan pangan, kebutuhan pakan, kebutuhan energi maupun kebutuhan bahan baku untuk industri lainnya. Selain itu, dampak kinerja pembangunan tanaman pangan juga diharapkan dapat mengurangi jumlah kemiskinan dan meningkatkan pendapatan negara.

3. 4.

5. 6.

7.

3.4.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 14 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Pencapaian Empat Sukses Kementerian Pertanian tersebut memerlukan keterpaduan pelaksanaan program baik lingkup Kementerian Pertanian maupun lintas Kementerian/Pemerintahan. Fungsi dari program pemerintah hanya berupa stimulan untuk menggerakkan kekuatan ekonomi tanaman pangan secara nasional. Dalam hal ini, pembangunan tanaman pangan dikelompokkan pada pengembangan komoditas utama dan komoditas alternatif. Namun demikian, penetapan sasaran produksi hanya dilakukan pada komoditi padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi jalar, dan ubi kayu. Sasaran produksi komoditas utama tanaman pangan tahun 2013 dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini. Tabel 1. Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Komoditas Utama Tanaman Pangan Tahun 2013 Komoditas Padi Jagung Kedelai Kacang Tanah Kacang Hijau Ubi Kayu Ubi Jalar Luas Tanam(Ha) 14.088.212 4.974.349 1.538.000 869.000 350.900 1.416.200 215.400 Luas Panen(Ha)
13.616.248

4.821.704 1.465.000 827.600 333.800 1.348.700 205.000

Produktivitas (ku/Ha) 53,68 53,92 15,36 14,50 12,28 195,00 120,00

Produksi (Ton) 72.063.735 26.000.000 2.250.000 1.200.000 410.000 26.300.000 2.450.000

Sumber: Renstra Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2010-2014 (untuk rincinya per provinsi dapat dilihat pada lampiran 1 sd 7)

3.5.

Kebijakan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2013 merupakan penjabaran

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014 sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan sekaligus merupakan rangkaian lanjutan dari RKP tahun 2012. Tema Rencana Kerja Pemerintah Kabinet Indonesia Bersatu tahun 2013 adalah Memperkuat Potensi Perekonomian Domestik bagi Peningkatan
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 15 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 dan Perluasan Kesejahteraan Rakyat. Empat unsur utama dalam tema tersebut adalah: (1) Daya saing, (2) Daya tahan ekonomi, (3) Peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat, serta (4) Stabilitas sosial dan politik. Tema ini merupakan landasan dalam menyusun rancangan program dan kegiatan untuk mencapai sasaran pembangunan, yang tertuang dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2013. Pada prinsipnya, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah wajib menerapkan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi. Kementerian Pertanian menetapkan 23 (dua puluh tiga) arah kebijakan pembangunan pertanian tahun 2010-2014. Dari 23 arah kebijakan tersebut, 9 (sembilan) diantaranya terkait langsung dengan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, yaitu: (1) melanjutkan dan memantapkan kegiatan tahun sebelumnya yang terbukti sangat baik kinerja dan hasilnya, antara lain: bantuan benih/bibit unggul, subsidi pupuk, alsintan, Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT), Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT); (2) melanjutkan dan memperkuat kegiatan yang berorientasi pemberdayaan masyarakat seperti Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3), (3) pemantapan swasembada beras dan jagung melalui peningkatan produksi yang berkelanjutan, (4) pencapaian swasembada kedelai, (5) pembangunan sentra-sentra pupuk organik berbasis kelompok tani, (6) penguatan kelembagaan perbenihan dan perbibitan nasional,(7) peningkatan keseimbangan ekosistem dan pengendalian hama penyakit tumbuhan secara terpadu, (8) berperan aktif dalam melahirkan kebijakan makro yang berpihak kepada petani seperti perlindungan tarif dan non tarif perdagangan internasional, penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), dan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi, serta (9) peningkatan dan penerapan manajemen pembangunan pertanian yang akuntabel dan good governance. Secara operasional, kebijakan pembangunan tanaman pangan diprioritaskan pada 1) pencapaian swasembada berkelanjutan padi dan jagung, 3) pencapaian swasembada kedelai tahun 2014, 3) pengembangan komoditas spesifik lokasi di Kawasan Timur (Direktif Presiden), 4) penguatan pangan
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 16 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 nasional berbasis Koridor MP3I, serta 5) pengembangan produksi di kawasankawasan khusus lainnya seperti kawasan perbatasan dan kawasan agropolitan. Optimalisasi keberhasilan pencapaian sasaran pembangunan tanaman pangan perlu didukung oleh iklim berusahatani yang kondusif. Dalam hal ini, dukungan kebijakan yang berpengaruh terhadap iklim usaha atau pengembangan agribisnis tanaman pangan harus diperhatikan antara lain: (1) Harga Kegiatan usahatani dari suatu komoditas dapat berjalan apabila petani memperoleh insentif/keuntungan yang memadai. Karena itu, pemerintah perlu menjaga kestabilan harga dan pasar hasil tanaman pangan sepanjang tahun melalui penetapan harga pembelian oleh pemerintah, khususnya komoditas strategis seperti padi, jagung dan kedelai. Pengawasan pemerintah sangat diperlukan untuk menghindari ulah spekulasi pedagang yang dapat memainkan harga. Selain itu perlu mengupayakan tumbuh dan berkembangnya kemitraan antara petani dengan pedagang/industri olahan/pengusaha lainnya. Dalam pengendalian harga tersebut diperlukan koordinasi dengan instansi dan stakeholder terkait, baik pada tingkat propinsi dan kabupaten/kota maupun tingkat pusat. (2) Bea Masuk Dalam era globalisasi dewasa ini persaingan pasar antar komoditas tanaman pangan semakin ketat. Komoditas tanaman impor sering membanjiri pasar dalam negeri dengan harga yang lebih murah. Hal ini dapat menghancurkan pengembangan agribisnis tanaman pangan dalam negeri. Produk impor lebih murah dari produk dalam negeri, karena pemerintah negara-negara eksportir melindungi para petaninya secara baik dengan berbagai cara, sehingga mampu menghasilkan kualitas yang baik serta dengan kontinuitas pasokan yang terjamin. Oleh karena sistem atau cara perlindungan yang diberikan terhadap petani mulai dari
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 17 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 aspek proses produksi sampai aspek pemasaran hasil dan sistem perdagangannya perlu dikembangkan lebih lanjut. Salah satu upaya untuk menghadapi persaingan tersebut di atas, pemerintah Indonesia melindungi petaninya melalui pemberlakuan bea masuk (tarif) impor. Pemberlakuan tarif impor tersebut masih dimungkinkan dalam kerangka kebijakan World Trade Organization (WTO). Untuk mengatasi penyelundupan produk-produk tanaman pangan dilakukan koordinasi dalam pengawasan pintu-pintu masuk penyelundupan barang-barang dari luar negeri. (3) Karantina Tumbuhan Indonesia sangat kaya akan berbagai jenis sumber daya alam hayati berupa aneka ragam jenis tumbuhan, hewan, ikan yang perlu dijaga dan dilindungi kelestariannya dari berbagai hama, penyakit dan organisme pengganggu. Oleh karena itu untuk mencegah masuknya organisme pengganggu tumbuhan, hama dan penyakit hewan/ikan melalui media pembawa (tumbuhan dan bagian-bagiannya, hewan, asal bahan hewan, hasil bahan asal hewan, ikan dan/atau benda lainnya) dari luar negeri atau dari area lain di dalam negeri, perlu pengawasan dan penjagaan ketat oleh petugas karantina. Pada era perdagangan bebas ini, karantina merupakan suatu instrumen yang penting untuk memperlancar arus perdagangan, baik ekspor maupun impor. Dengan adanya peraturan karantina yang selaras dengan aturan sanitasi dan fitosanitari (sanitary and phytosanitary/SPS regulation) diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk ekspor impor yang pada gilirannya juga dapat meningkatkan taraf hidup petani. Dengan demikian dapat dihindarkan terjadinya tuntutan terhadap produk Indonesia di luar negeri akibat buruknya mutu. Demikian juga derasnya arus masuk produk luar negeri yang tidak bermutu dapat dicegah melalui pengawasan karantina. Untuk menjaga masuknya produk-produk pertanian tanaman (termasuk benih) yang tidak memenuhi persyaratan keamanan hama dan penyakit
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 18 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 serta lingkungan, maka perlu pengawasan dan penjagaan ketat oleh petugas karantina. Penjagaan dari aspek hama dan penyakit serta lingkungan tersebut di atas meliputi keamanan jangka pendek sampai dampak dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu koordinasi dengan pihak karantina setempat perlu dilakukan dan lebih ditingkatkan. (4) Pengendalian Alih Fungsi Lahan Meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya ekonomi serta industri, berakibat terjadinya degradasi, alih fungsi, dan fragmentasi lahan pertanian pangan yang mengancam daya dukung wilayah secara nasional dalam menjaga ketahanan pangan menuju kemandirian pangan nasional. Upaya pengendalian terhadap terjadinya alih fungsi lahan pertanian ke non-pertanian/non-tanaman pangan secara efektif dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) dan Peraturan Pemerintah pendukungnya. Sesuai dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 menyatakan bahwa Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan diselenggarakan dengan tujuan: a) melindungi kawasan dan lahan pertanian pangan secara berkelanjutan; b) menjamin tersedianya lahan pertanian pangan secara berkelanjutan; c) mewujudkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan; d) melindungi kepemilikan lahan pertanian pangan milik petani; e) meningkatkan kemakmuran serta kesejahteraan petani dan masyarakat; f) meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan petani; g) meningkatkan penyediaan lapangan kerja bagi kehidupan yang layak; h) mempertahankan keseimbangan ekologis; dan i) mewujudkan revitalisasi pertanian. Sanksi bagi orang, perseorangan, pejabat pemerintah yang melakukan alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 2-5 tahun dan denda berkisar antara satu milyar rupiah sampai tujuh milyar rupiah. 3.6. Strategi

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 19 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Pencapaian sasaran pembangunan tanaman pangan akan ditempuh melalui strategi Tujuh Gema Revitalisasi Pertanian yaitu: (1) Revitalisasi Lahan; (2) Revitalisasi Perbenihan dan Perbibitan; (3) Revitalisasi Infrastruktur dan Sarana; (4) Revitalisasi Sumber Daya Manusia; (5) Revitalisasi Pembiayaan Petani; (6) Revitalisasi Kelembagaan Petani; serta (7) Revitalisasi Teknologi dan Industri Hilir. TUJUH GEMA REVITALISASI PERTANIAN
LAHAN PERBENIHAN/PERBIBITAN INFRASTRUKTUR DAN SARANA SUMBER DAYA MANUSIA PEMBIAYAAN PERTANIAN KELEMBAGAAN PERTANIAN TEKNOLOGI DAN INDUSTRI HILIR NILAI TAMBAH, DAYA SAING, DAN EKSPOR

EMPAT SUKSES
SWASEMBADA BERKELANJUTAN DAN SWASEMBADA DIVERSIFIKASI PANGAN

PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI

Gambar 1. Hubungan Strategi dan Empat Sukses Kementerian Pertanian Ketujuh strategi pembangunan pertanian tersebut akan mempengaruhi tingkat keberhasilan yang dapat dicapai. Namun demikian, harus disadari bahwa ketujuh strategi tersebut melibatkan institusi pemerintah lainnya dan institusi non pemerintah. Untuk mewujudkan pencapaian Empat Sukses tersebut, orientasi peningkatan produksi menjadi alat (instrumen) utama yang diprioritaskan. Untuk itu, sebagai jaminan tambahan bagi petani atau pelaku usaha pertanian, pemerintah memberikan stimulan baik berupa bantuan, subsidi ataupun insentif lainnya. Pemberian ini sebagai bagian dari meringankan biaya usaha dan sekaligus meningkatkan pendapatan.
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 20 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Secara harfiah, peningkatan produksi diharapkan dapat memacu peningkatan pendapatan. Berkaitan dengan peningkatan produksi, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menetapkan strategi pencapaian produksi tanaman pangan melalui empat strategi atau disebut dengan Catur Strategi Pencapaian Produksi Tanaman Pangan yaitu: 1. 2. 3. 4. Peningkatan produktivitas Perluasan areal dan optimasi lahan Penurunan konsumsi beras dan pengembangan diversifikasi pangan Peningkatan manajemen.

Catur strategi pencapaian produksi tanaman pangan ini merupakan penajaman sekaligus revisi atas catur strategi yang selama ini digunakan yaitu 1) peningkatan produktivitas, 2) perluasan areal tanam, 3) pengamanan produksi, dan 4) penguatan kelembagaan dan pembiayaan. Hal ini dilakukan sebagai proses penegasan dan respon atas perubahan lingkungan yang terjadi. Proses penajaman dan revisi terhadap strategi pencapaian produksi tanaman pangan telah mempertimbangkan aspek keberlanjutan program pembangunan tanaman pangan dan aspek keterpaduan baik disisi hulu, onfarm, maupun hilir.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 21 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013

Gambar 2. Catur Strategi Pencapaian Produksi Tanaman Pangan Sedangkan sasaran strategis yang hendak dicapai adalah: 1. Mewujudkan pencapaian produksi secara berkelanjutan dalam rangka penyediaan kebutuhan nasional; 2. Mengamankan potensi kehilangan hasil akibat serangan OPT dan terkena DPI; dan 3. Mengamankan kehilangan (susut) hasil produksi.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 22 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013

BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN


Selama periode tahun 2010 2014 pelaksanaan Program dan Kegiatan di lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan mengalami perubahan (revisi), seiring dengan terjadinya perubahan struktur organisasi dan tata kerja Kementerian Pertanian sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/OT.140/10/2010 tanggal 14 Oktober 2010 dan Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2010 2014 (edisi revisi) pada Desember 2011. Perkembangan fase perubahan tersebut dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 23 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Tabel 2. Perkembangan Program dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2010 2012 No. Tahun Program Kegiatan Rencana Alokasi Anggaran Renstra (Milyar Rp) 892,35 Alokasi Anggaran (Milyar Rp) 892,37

1.

2010

1. Program Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing

2. Program Peningkatan Ketahanan Pangan

3. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani

4. Program Penerapan Kepemerintahan yang Baik


Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

1. Integrasi Tanaman Ternak, Kompos dan Biogas 2. Peningkatan Kegiatan Eksibisi, Perlombaan, dan Penghargaan Kepada Petani/Pelaku Agribisnis 3. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), Penyakit Hewan, Karantina dan Peningkatan Keamanan Pangan 4. Bantuan Benih, Sarana Produksi dan Penguatan Kelembagaan Perbenihan 5. Mekanisasi Pertanian Pra dan Pasca Panen 6. Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Pertanian 7. Penguatan Kelembagaan Ekonomi Perdesaan Melalui Lembaga Mandiri Yang Mengakar di Masyarakat (LM3) 8. Penerapan dan Pemanfaatan Prinsip Good Governance 9. Gaji, Honor, Tunjangan, Operasional Kantor dan Pemeliharaan Perkantoran

24 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 2. 2011 Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Pangan Untuk mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan 1. Dukungan Manajemen, dan Teknis Lainnya Pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2. Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia 3. Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi 4. Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan 5. Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan 6. Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan dari Gangguan OPT dan DPI 7. Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih dan Penerapan Sistem Mutu Laboratorium Pengujian Benih 8. Pengembangan Peramalan Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan 1. Dukungan Manajemen, dan Teknis Lainnya Pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2. Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia 3. Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi 4. Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan 5. Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan 6. Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan dari Gangguan OPT dan DPI 1.086,65 2.258,71

3.

2012

Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Pangan Untuk mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan

3.115,49

3.115,49

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 25 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 7. Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih dan Penerapan Sistem Mutu Laboratorium Pengujian Benih 8. Pengembangan Peramalan Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 26 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Sedangkan perkembangan alokasi anggaran tahun 2010 2012 di lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dapat dilihat pada tabel 3 di bawah ini.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 27 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Tabel 3. Alokasi Anggaran Tahun 2010 2012 Per Program dan Per Jenis Belanja di Lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kode Program/Kegiatan Utama Belanja Pegawai Jenis Belanja (Milyar Rp) Belanja Belanja Modal Barang Belanja Bansos Jumlah (Milyar Rp)

Tahun 2010
01.01.09 Program Penerapan Kepemerintahan Yang Baik Program Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Pertanian Program Peningkatan Ketahanan Pangan Program Peningkatan Kesejahteraan Petani Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Pangan Untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan Penguatan perlindungan Tanaman dari Gangguan OPT dan DPI

52,694
52,694 -

272,284
10,615 5,750 213,000 42,920

4,975
4,145 0,830

562,415
17,000 450,415 95,000

892,368
63,309 22,750 667,560 138,750

04.03.04 04.03.08

Tahun 2011
018.03.06 49,937 325,298 22,754 1.860,721 2.258,710

1761 1762 1763 1764

0 0 0 0

31,923 57,954 57,322 83,531

0,194 0,593 2,573 1,369

149,205 417,125 1.166,461 0

181,322 475,683 1.226,356 84,900

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 28 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 1765 1766 1767 Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih dan Penerapan Sistem Mutu Laboratorium Pengujian Benih Pengembangan Peramalan Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan Rupiah Murni PNBP Hibah Luar Negeri Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Pangan Untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan Penguatan perlindungan Tanaman dari Gangguan OPT dan DPI Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan 0 43,616 2,731 17,925 70,299 3,004 0,203 17,477 0,266 69,930 58,000 0 88,059 189,392 6,000

1768

3,591 49,937 0 0 53,801

3,329 320,804 0,145 4,349 588,188

0,080 22,724 0,030 0 36,669

0 1.860,721 0 0 2.436,834

7,000 2.254,186 0,175 4,349 3.115,491

Tahun 2012
018.03.06

1761 1762 1763 1764 1765 1766

0 0 0 0 0 46,507

20,442 96,516 151,534 178,235 22,894 109,871

0,889 0,431 9,017 6,002 0,231 19,436

154,419 847,342 1.292,700 1,963 67,411 73,000

175,749 944,289 1.453,251 189,200 90,536 248,814

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 29 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 1767 Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih dan Penerapan Sistem Mutu Laboratorium Pengujian Benih Pengembangan Peramalan Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan Rupiah Murni PNBP Hibah Luar Negeri 3,165 3,629 0,507 0 7,300

1768

4,129 53,801 0 0

5,067 588,063 0,125 0

0,156 36,497 0,172 0

0 2.436,834 0 0

9,353 3.115,195 0,297 0

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 30 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 4.1. Program

Dalam mewujudkan sasaran strategis pembangunan tanaman pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menetapkan program tahun 2013 yaitu Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan Untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan. Indikator keberhasilan kinerja Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan Untuk mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan adalah: 1. 2. 3. Jumlah produksi; Susut hasil produksi; dan Luas areal tanaman pangan yang ditoleransi terserang OPT dan terkena DPI.

Untuk mewujudkan pencapaian kinerja program tersebut, maka perlu didukung pencapaian kinerja kegiatan dari masing-masing unit eselon II yaitu: 1. Sekretariat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan: Kegiatan Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Direktorat Budidaya Serealia: Kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia. 3. Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi: Kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan: Kegiatan Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan. Direktorat Pascapanen Tanaman Pascapanen Tanaman Pangan. Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan: Kegiatan Penanganan

2.

4.

5.

6.

Pangan:

Kegiatan

Penguatan

Perlindungan Tanaman Pangan dari Gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim (DPI). 7. Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBPPMBTPH): Kegiatan Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih dan Penerapan Sistem Mutu Laboratorium Pengujian Benih.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 31 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 8. Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT): Kegiatan Pengembangan Peramalan Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan.

Untuk mewujudkan kinerja program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan tahun 2013, komponen prioritas yang terus ditumbuhkembangkan adalah: 1) 2) 3) 4) Mengoptimalkan bantuan kepada petani, penangkar benih, pelaku usaha pascapanen, dan lembaga yang mengakar di masyarakat; Memperkuat brigade produksi (brigade proteksi) dan petugas di lapangan; Memperkuat fungsi unit pelaksana teknis daerah (BBI, BPSBTPH, dan BPTPH); dan Memperkuat cadangan bantuan saprodi dalam mengatasi dampak bencana yang timbul.

Tabel 4. Komponen Prioritas Pemberdayaan dan Penguatan Program/ Kegiatan pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan TA 2013
No. 1. Kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia 2. Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Komponen Prioritas Pemberdayaan/Penguatan SLPTT Padi Non Hibrida (sawah) dengan bantuan benih dan LL SLPTTPadi Non Hibrida Spesifik Lokasi SLPTT Padi Hibrida Peningkatan IP SLPTT Padi Non Hibrida (Rawa) dengan bantuan benih dan LL SLPTT Pengembangan Padi Hibrida dengan LL Demfarm Padi Hibrida SLPTT Padi Lahan Kering dengan LL SLPTT Jagung Komposit dengan bantuan benih dan LL SLPTT Jagung Hibrida dengan LL Fasilitasi Kemitraan Pengembangan Pangan Alternatif Pembinaan, pengawalan, pendampingan,monev Serealia CPCL, koordinasi, pengawalan dan monev, Posko P2BN Ubinan padi Ubinan jagung SLPTT Kedelai Pengembangan Kedelai Model Pengembangan Kacang Tanah Pengembangan Kacang Hijau Pengembangan Ubi Kayu Pengembangan Ubi Jalar Koordinasi kemitraan Akabi Ubinan Kedelai

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 32 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013


Pembinaan, pengawalan, pendampingan, monev BLBU Padi Non Hibrida, Padi Hibrida, Padi Lahan Kering, Jagung Komposit, Jagung Hibrida Non SL, Kedelai Operasional UPTD BPSBTPH Insentif Petugas Pengawas Benih Tanaman (PBT) Operasinal Balai Benih Pemberdayaan Penangkar Benih Padi, Jagung, Kedelai Pembinaan, monev pembinaan penangkar benih padi, jagung dan kedelai Pembinaan, pengawalan, monev BLBU, subsidi, CBN padi, jagung dan kedelai Pembangunan Unit Prosesing Benih Optimalisasi balai benih Bantuan sarana Pascapanen padi, jagung, kedelai, ubi kayu dan ubi jalar Pembinaan, bimbingan teknis, apresiasi dan monev pascapanen Penguatan sistem pengamatan dan pengendalian dini padi, jagung dan kedelai Peningkatan SDM perlindungan tanaman padi, jagung dan kedelai Sekolah Lapangan Pengamatan Hama Terpadu (SLPHT) padi, jagung dan kedelai Bahan dan sarana pengendalian OPT padi, jagung dan kedelai Pelatihan alumni SLPHT untuk penguatan RPH padi, jagung dan kedelai Pemberdayaan PPAH Surveilans OPT padi, jagung dan kedelai Sekolah Lapangan Iklim (SLI) padi, jagung dan kedelai Gerakan pengendalian OPT dan DPI Koordinasi penanggulangan OPT/DPI padi, jagung dan kedelai BOP PNS dan honorer Penguatan Lab Pengamatan Hama Terpadu (LPHP/LAH) Pemberdayaan THL POPT-PHP Pengembangan Peramalan Serangan OPT

3.

Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan

4.

Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan Dari Gangguan OPT dan DPI

5.

6.

7.

Pengembangan Peramalan Serangan OPT Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih Dan Penerapan Sistem Mutu Laboratorium Pengujian Benih Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih

Pembinaan, belanja pegawai, dan belanja barang operasional Dukungan kawasan lainnya : MP3I Daerah perbatasan dan daerah tertinggal Daerah perbatasan dan daerah tertinggal: Agropolitan Bantuan untuk LM3 Bantuan untuk bencana alam

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 33 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Salah satu instrumen utama yang menjadi model (benchmark) pemberdayaan sebagai gambaran pokok atas keberhasilan program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan adalah Sekolah Lapangan meliputi Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT), Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) dan Sekolah Lapangan Iklim (SLI). Ketiga sekolah lapangan ini akan didukung oleh berbagai kegiatan pendukung lain. Sekolah lapangan ini difokuskan pada komoditas padi, jagung dan kedelai. Untuk komoditas lain dilakukan melalui pola pengembangan dengan luasan tertentu (dem area). Untuk mendukung pencapaian sasaran produksi komoditas tanaman pangan, sasaran luas tanam SLPTT atau lokasi pengembangan (dem area) yang dibiayai melalui APBN TA 2013 terlihat pada tabel 8 dibawah ini.

Tabel 5. Rencana Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Melalui SLPTT dan Lokasi Pengembangan Melalui APBN TA 2013 Komoditas Luas Tanam (Ha) 2.400.000 400.000 450.000 225.000 425.000 200.000 20.000 6.580 10.760 Luas Panen (Ha) 2.280.000 380.000 428.000 213.750 403.750 190.000 19.000 6.250 10.220 Produktivitas (Ku/Ha) 64,00 77,00 37,50 65,00 16,00 17,51 13,00 250,00 130,00 Produksi (Ton) 14.592.000 2.926.000 1.603.000 1.389.380 665.570 370.360 25.540 169.820 149.290

Padi Non Hibrida Padi Hibrida Padi Lahan Kering Jagung Kedelai Kacang Tanah Kacang Hijau Ubi Kayu Ubi Jalar

Dalam meningkatkan pelaksanaan program dan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan TA 2013, alokasi anggaran untuk belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, dan belanja bantuan sosial. Dari keempat jenis belanja diatas, belanja yang merupakan fasilitasi langsung kepada masyarakat adalah belanja bantuan sosial. Berkaitan dengan belanja bantuan sosial dapat dijelaskan bahwa penetapan alokasi anggaran untuk belanja bantuan sosial dikategorikan karena alasan pemberdayaan sosial dan penanganan bencana. Memperhatikan pengelolaan belanja bantuan sosial, maka penempatan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 34 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 alokasi DIPA disesuaikan dengan karakteristik jenis bantuan sosial yang diberikan. Pola pelaksanaan bantuan sosial dimaksud dilakukan melalui transfer uang dan/atau transfer barang. Hal ini sangat tergantung dengan ketepatan dan keefektifan dalam penyaluran dan pelaksanaan kegiatan. Mekanisme pengadaan barang/jasa melalui transfer barang mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, dimana salah satu peraturan perundang-undangan yang mengatur pengadaan barang/jasa pemerintah dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 termasuk perubahannya. Sedangkan pengadaan barang/jasa melalui transfer uang akan diatur secara rinci melalui pedoman teknis masing-masing. Namun demikian, persyaratan administrasi pengadaan barang/jasa melalui transfer uang adalah membuat kontrak berdasarkan Rencana Usaha Kegiatan (RUK) antara penerima dan unit kerja pengelola langsung. Apabila ada hal-hal yang berubah dari RUK awal maka dapat dilakukan penyesuaian kontrak dengan melampirkan Berita Acara dan memperoleh persetujuan unit kerja pengelola (satker yang menangani bantuan tersebut). Untuk memastikan keberhasilan program pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, pengukuran kinerja dilakukan dengan mengukur indikator outcome dan indikator output. Secara umum, pengukuran indikator kinerja output dilakukan dengan membandingkan capaian fisik dan keuangan terhadap sasaran dan alokasi anggaran yang ditetapkan. Pemantauan hasil keseluruhan atas indikator output dan outcome dilakukan melalui pengumpulan informasi dari dinas kabupaten/kota. Namun demikian, evaluasi pengukuran indikator kinerja outcome yang dititikberatkan pada keberhasilan peningkatan produktivitas SLPTT.

4.2.

Kegiatan

4.2.1 Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kegiatan Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dikelola oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, dengan sasaran strategis kegiatan yang hendak dicapai adalah: 1) Meningkatnya kinerja lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 35 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Indikator Kinerja Utama berupa dokumen manajemen perencanaan, keuangan, umum serta evaluasi dan pelaporan yang terdiri dari: Dokumen Perencanaan (a) Pedoman Pelaksanaan Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan TA 2013; (b) Rencana Kerja Pemerintah; (c) Rencana Kinerja Tahunan; (d) Penetapan Kinerja; (e) Dokumen bahan usulan kegiatan dan anggaran; (f) Rancangan Kegiatan dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) pagu sementara; (g) Rancangan Kegiatan dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) pagu definitif; (h) Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA/Satuan Rencana Alokasi Anggaran (SRAA); (i) Petunjuk Operasional Kegiatan (POK); (j) Dokumen Monitoring dan Revisi Anggaran; (k) Dokumen Fasilitasi Pertemuan Internasional. Dokumen Evaluasi dan Pelaporan (a) Data tindak lanjut hasil pengawasan pengumpulan data penyusunan LHP; (b) Data kerugian negara; (c) Bahan rapat DPR dan Rapim; (d) Data ASEM, ATAP, dan ARAM; (e) Buku ekspor impor; (f) Buku statistik tanaman pangan; (g) Buku informasi produksi tanaman pangan; (h) Laporan SAK; (i) Laporan realiasasi belanja satker; (j) Laporan realisasi PNBP; (k) Laporan semesteran realiasi penyelesaian kerugian negara; (l) Database rekening satker; (m) Laporan semesteran dan SIMAK BMN; (n) Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah; dan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 36 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 (o) (p) (q) (r) (s) (t) Laporan triwulanan, laporan tengah tahunan, laporan tahunan; Laporan keuangan bulanan dan kunjungan Menteri Pertanian; Laporan SAI dan SIMAKBMN; Laporan pembinaan monev manajemen tanaman pangan; Laporan pelaksanaan sistem pengendalian intern, dan Tindaklanjut hasil pengawasan dan pelaporan pembangunan tanaman pangan.

Dokumen keuangan (a) (b) (c) (d) Dokumen Surat Perintah Membayar (SPM); SK penetapan pejabat pengelola keuangan; Rencana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB); Dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan pembayaran atas beban APBN; (e) Pedoman penyusunan Laporan Sistem Akuntansi Keuangan; (f) Pedoman pengelolaan administrasi dana sektoral; (g) Pedoman administrasi perbendaharaan; (h) Pedoman Pengelolaan Barang Milik Negara; dan (i) Laporan penatausahaan asset.

Dokumen umum (a) (b) (c) (d) (e) Dokumen Tupoksi dan ketatalaksanaan; Dokumen kepegawaian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan; Laporan ketatausahaan dan SDM; Laporan pembinaan dan peningkatan kualitas SDM; Dokumen peraturan perundang-undangan bidang tanaman pangan.

2) Mengamankan kehilangan hasil produksi akibat bencana alam. Indikator Kierja Utama berupa bantuan bencana alam dalam rangka pengamanan produksi. Pemberian bantuan bencana alam diberikan kepada daerah yang terkena dampak bencana alam seperti banjir, kekeringan, gangguan serangan OPT atau dampak perubahan iklim yang ekstrim sehingga mengancam pengamanan produksi di daerah/lokasi tersebut.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 37 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 3) Mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan tanaman pangan Indikator Kinerja Utama adalah Bantuan Modal untuk LM3. Tujuan pemberian bantuan usaha agribisnis tanaman pangan kepada LM3 dimaksudkan untuk mengembangkan usaha agribisnis yang berdaya saing di LM3 serta meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar lokasi LM3. Penguatan kelembagaan LM3 ini dapat dilakukan melalui penerapan beberapa model pemberdayaan dan dalam proses pembelajaran masyarakat secara utuh melalui proses pembelajaran kelompok, serta menginkubasi usaha agribisnis di LM3 melalui fasilitasi bantuan permodalan. Rencana Kinerja Tahunan Sekretariat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel 6 di bawah ini. Tabel 6. Rencana Kinerja Tahunan Sekretariat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2013 No Sasaran Strategis 1. Meningkatkan kinerja perencanaan, keuangan, umum serta evaluasi dan pelaporan 2. Mengamankan kehilangan hasil produksi akibat bencana alam 3. Mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan tanaman pangan Indikator Kinerja Utama Dokumen manajemen perencanaan, keuangan, umum serta evaluasi dan pelaporan Bantuan bencana alam dalam rangka pengamanan produksi Bantuan Modal untuk LM3 Target 8 dokumen

1 paket

280 LM3

4.2.2 Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia Kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia dikelola oleh Direktorat Budidaya Serealia, dengan sasaran strategis kegiatan adalah mendorong peningkatan produktivitas melalui pelaksanaan Sekolah Lapangan (SL) dan Dem Area. Indikator kinerja Utama yang harus dicapai adalah: Produktivitas. Operasional peningkatan produksi dan produktivitas di lapangan dilakukan melalui Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) khususnya untuk padi (non hibrida, hibrida dan lahan kering), dan jagung (hibrida). Penerapan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 38 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) merupakan instrumen perangsang (stimulus) bagi daerah sekitarnya. Jenis SLPTT yang dikembangkan adalah 1) SLPTT Reguler dimana bantuan yang diberikan hanya berupa benih, kecuali 1 Ha Laboratorium Lapangan diberikan bantuan full paket, 2) SLPTT Spesifik Lokasi dimana bantuan yang diberikan berupa bantuan full paket (benih, pupuk, dan alsintan), 3) SLPTT Indeks Pertanaman dimana bantuan yang diberikan berupa bantuan full paket (benih, pupuk, dan alsintan). Kriteria penerima SLPTT ini difokuskan kepada petani/kelompoktani yang memiliki produktivitas yang lebih rendah dari produktivitas kabupaten. Penerapan pola ini diharapkan terbina kawasan-kawasan andalan, yang berfungsi sebagai pusat belajar pengambilan keputusan para petani/kelompok tani, sekaligus sebagai tempat tukar menukar informasi dan pengalaman lapangan, pembinaan manajemen kelompok, serta sebagai percontohan bagi kawasan lainnya. Dalam setiap 25 ha areal SLPTT padi non hibrida, 25 ha areal SLPTT padi non hibrida spesifik lokasi, 25 ha areal SLPTT padi non hibrida peningkatan IP, 10 ha areal SLPTT padi hibrida, 10 ha areal SLPTT padi hibrida spesifik lokasi, 25 ha areal SLPTT padi lahan kering, dan 15 ha areal SLPTT jagung hibrida. Masingmasing ditempatkan 1 unit laboratorium lapangan (LL) dengan luasan 1 Ha. Selain itu, pada kegiatan pengelolaan produksi tanaman serealia dilaksanakan juga fasilitasi kemitraan pangan alternatif; upaya pembinaan, pengawalan, monitoring dan evaluasi serealia; CPCL, koordinasi, pengawalan dan monev, Posko P2BN; serta ubinan padi dan jagung. Tabel 7 berikut ini menggambarkan rencana kinerja tahunan Direktorat Budidaya Serealia Tahun 2013. Tabel 7. Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Budidaya Serealia Tahun 2013 No Sasaran Strategis 1. Mendorong peningkatan produktivitas melalui pelaksanaan Sekolah Lapangan (SL) dan Dem Area Indikator Kinerja Utama Produktivitas Padi 0,5-1 Ku/Ha: 1. Padi Non Hibrida (sawah) 2. Padi Non Hibrida Spesifik Lokasi 3. Padi Non Hibrida Peningkatan IP 4. Padi Non Hibrida (Rawa) 5. Pengembangan Padi Hibrida 6. Padi Lahan Kering Target 3.560.400 ha 69.500 ha 30.500 ha 114.600 ha 288.000 ha 550.000 ha

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 39 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Produktivitas Jagung 0,3 Ku/Ha: 1. Jagung Komposit 2. Jagung Hibrida

25.800 ha 234.210 ha

4.2.3 Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi dikelola oleh Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi. Sasaran strategis kegiatan ini adalah mendorong peningkatan produktivitas melalui pelaksanaan Sekolah Lapangan (SL) dan Dem Area. Indikator kinerja utamanya adalah produktivitas. Dalam 10 ha areal SLPTT kedelai ditempatkan 1 unit laboratorium lapangan (LL) dengan luasan 1 Ha. Sedangkan pada pengembangan kedelai model dengan luasan 1 Ha. Laboratorium Lapangan memperoleh bantuan Benih dan Pupuk (NPK, Urea dan Organik) serta melakukan pertemuan petani pelaksana SL. Selain itu pada areal SL-PTT dialokasikan anggaran untuk ubinan setiap luasan 100 ha mendapat 1 (satu) unit sampling ubinan. Sementara itu areal SL Non Laboratorium Lapangan hanya mendapat bantuan benih VUB. Untuk menjamin keberhasilan penerapan di lapangan perlu dilakukan pengawalan dan pendampingan secara intensif oleh Penyuluh Pertanian, Peneliti, POPT, PBT dan Mantri Tani. Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2013 sebagaimana tabel 8 berikut. Tabel 8. Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2013 No Sasaran Strategis 1. Mendorong peningkatan produktivitas melalui pelaksanaan Sekolah Lapangan (SL) dan Dem Area Indikator Kinerja Utama Produktivitas 0,20 Ku/Ha: 1. SL-PTT Kedelai 2. Pengembangan Kedelai Model 3. Pengembangan Kacang Tanah 4. Pengembangan Kacang Hijau 5. Pengembangan Ubi Kayu 6. Pengembangan Ubi Jalar Target 455.000 ha 100.000 ha 720 ha 500 ha 1.000 ha 1.250 ha

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 40 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 4.2.4 Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan Kegiatan Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan dikelola oleh Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan. Sasaran strategis yang hendak dicapai adalah (1) meningkatkan produksi dan kualitas produk pertanaman, dan (2) meningkatkan penggunaan benih unggul sehingga dapat mendorong peningkatan produksi dan mutu hasil produksi. Indikator kinerja utama : 1) Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) untuk kawasan SLPTT dan non SLPTT; dan 2) Pemberdayaan Penangkaran Benih.

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan yaitu melalui penggunaan benih varietas unggul bermutu bagi petani, mempermudah akses petani terhadap benih varietas unggul bermutu, serta penggunaan sarana produksi yang dilakukan melalui kegiatan: operasional operasional UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPTD BPSBTPH); operasional Balai Benih Induk (BBI); pemberdayaan penangkar; pembangunan dan optimalisasi UPB; pembinaan, pengawalan, dan monitoring evaluasi pembangunan penangkaran benih;pemberian Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU); pembinaan, pengawalan, monitoring evaluasi BLBU, subsidi, dan Cadangan Benih Nasional (CBN); serta pemberian insentif petugas pengawas benih tanaman (PBT). Bantuan langsung benih unggul dialokasikan dengan rincian sebagai berikut: bantuan benih padi non hibrida, padi lahan kering, padi hibrida, jagung hibrida, dan kedelai diperuntukkan bagi kegiatan SLPTT dan non SLPTT. Selain itu, dialokasikan untuk mendukung pengembangan kacang tanah, ubi kayu dan ubi jalar (Direktif Presiden). Sasaran pengembangan perbenihan tahun 2013 adalah tercapainya penggunaan benih bermutu varietas unggul dan bersertifikat sebagai berikut: a. Padi 67,00 persen, b. Jagung 72,31 persen, c. Kedelai 67,90 persen,

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 41 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Selain itu, pengembangan perbenihan diharapkan dapat memperbaiki sistem produksi benih aneka kacang dan umbi (kacang tanah, kacang hijau, ubikayu, dan ubijalar). Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) diberikan dalam rangka mendukung peningkatan produksi dan produktivitas terutama di lokasi SL-PTT, meringankan beban petani serta meningkatkan kesadaran penggunaan benih varietas unggul bermutu, sehingga dapat meningkatkan produksi melalui peningkatan produktivitas. Rencana alokasi BLBU tahun anggaran 2013 difokuskan pada lokasi-lokasi yang melaksanakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT). Komoditas yang difasilitasi adalah padi, jagung, dan kedelai. Selain bantuan langsung benih unggul, pemerintah terus mengupayakan pemberian subsidi harga benih dan cadangan benih nasional. Subsidi harga benih dimaksudkan untuk menjaga stabilitas harga benih di pasar bebas, meringankan beban petani serta meningkatkan ketersediaan benih dan penggunaan benih varietas unggul bermutu bagi kelompok tani/petani. Cadangan Benih Nasional (CBN) dimaksudkan sebagai upaya pemulihan dari pertanaman kelompok tani/petani yang terkena bencana alam (banjir, kekeringan, dsb) serta eksplosi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Tabel 9. Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan Tahun 2013

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target 1. Meningkatkan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) untuk produksi dan kawasan SLPTT dan non SLPTT kualitas produk 1. Padi Non Hibrida 94.375.000 kg ; pertanaman 3.775.000 ha 2. Padi Hibrida 4.500.000 kg ; 300.000 ha 3. Padi Lahan Kering 13.750.000 kg ; 550.000 ha 4. Jagung Komposit 645.000 kg ; 25.800 ha 5. Jagung Hibrida Non SL 1.725.000 kg ; 115.000 ha 6. Kedelai 36.400.000 kg ; 910.000 ha 2. Meningkatkan Pemberdayaan Penangkaran Benih penggunaan benih 1. Padi 7.500 ha unggul sehingga 2. Jagung 250 ha

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 42 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 dapat mendorong peningkatan produksi dan mutu hasil produksi 3. Kedelai 3.500 ha

4.2.5 Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan Kegiatan Penanganan Pascapanen Tanaman Direktorat Budidaya Pascapanen Tanaman Pangan. Pangan dikelola oleh

Sasaran strategis yang hendak dicapai melalui kegiatan ini adalah mengamankan kehilangan hasil produksi pada saat pascapanen. Indikator kinerja utama adalah berupa Jumlah bantuan sarana pascapanen. Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel 10 di bawah ini. Tabel 10. Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2013 No Sasaran Strategis 1. Mengamankan kehilangan hasil produksi pada saat pascapanen Indikator Kinerja Utama Target Jumlah bantuan sarana pascapanen 1. Padi 512 kelompok 2. Jagung 97 kelompok 3. Kedelai 57 kelompok 4. Ubi Kayu 27 kelompok 5. Ubi Jalar 26 kelompok

4.2.6 Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan dari Gangguan OPT dan DPI Kegiatan Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan dari Gangguan OPT dan DPI dikelola oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan. Sasaran strategis kegiatan ini adalah mengendalikan luas serangan OPT dan terkena DPI di lokasi penerapan budidaya tanaman pangan. Indikator kinerja utama: 1) SLPHT dan SLI 2) Jumlah Bantuan Sarana Pengendalian OPT. Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel 11 di bawah ini.
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 43 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Tabel 11. Rencana Kinerja Tahunan Pangan Tahun 2013 No Sasaran Strategis 1. Mengendalikan luas serangan OPT dan terkena DPI di lokasi penerapan budidaya tanaman pangan Direktorat Perlindungan Tanaman

Indikator Kinerja Utama 1. SLPHT dan SLI SLPHT - Padi - Jagung - Kedelai SLI - Padi - Jagung - Kedelai 2. Jumlah bantuan sarana
pengendalian OPT

Target 1.875 unit 401 unit 174 unit 100 unit 41 unit 22 unit 1 paket

Kegiatan ini dimaksudkan untuk pencegahan dan penanggulangan hama penyakit tanaman yang disebabkan oleh OPT dan DPI dengan hasil ( outcome) yang diharapkan adalah: (1) menguatnya sistem pengamatan dan pengendalian dini, (2) meningkatnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, (3) menguatnya peran dan fungsi kelembagaan perlindungan, (4) menguatnya penerapan teknologi pengendalian OPT dan adaptasi DPI, (5) meningkatnya gerakan pengendalian OPT dan adaptasi DPI, (6) tersedianya sarana pengendalian OPT, dan (7) menguatnya database perlindungan tanaman pangan dan SIM OPT.

4.2.7 Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih dan Penerapan Sistem Mutu Laboratorium Pengujian Benih Kegiatan Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih dan Penerapan Sistem Mutu Laboratorium Pengujian Benih dikelola oleh Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBPPMBTPH). Sasaran strategis kegiatan ini adalah (1) meningkatkan metode pengujian mutu benih tanaman pangan; (2) mengetahui unjuk kerja suatu laboratorium pengujian mutu benih; dan (3) mengetahui mutu benih yang beredar di pasaran. indikator kinerja utama adalah : 1) Jumlah laboratorium yang menerapkan sistem mutu 2) Jumlah Laboratorium peserta uji profisiensi 3) Jumlah pelaksanaan uji petik mutu benih yang beredar.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 44 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Untuk memperoleh hasil uji yang akurat, pemilihan metode merupakan hal utama yang harus diperhatikan. Metode yang dipergunakan merupakan standar yang dipublikasikan secara internasional/nasional yang terjamin validitasnya. Dengan adanya berbagai macam keterbatasan yang ada dan disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi, maka perlu dilakukan penyesuaian atau modifikasi sehingga pengembangan metode yang disusun dapat bermanfaat bagi perkembangan perbenihan di Indonesia. Dengan adanya pengembangan metode ini maka akan diperoleh metode baru atau metode pengujian yang sudah dimodifikasi yang mengacu pada ISTA Rules dan referensi lainnya yang mutakhir. Rencana Kinerja Tahunan Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel 12 di bawah ini. Tabel 12. Rencana Kinerja Tahunan Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2013 No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama 1 Meningkatkan 1. Jumlah Laboratorium yang metode pengujian menerapkan sistem mutu mutu benih tanaman pangan 2 Mengetahui unjuk 2. Jumlah laboratorium peserta uji kerja suatu profisiensi laboratorium pengujian mutu benih 3 Mengetahui mutu 3. Jumlah pelaksanaan uji petik benih yang beredar mutu benih yang beredar di pasaran Target 8 laboratorium

30 laboratorium

25 contoh benih

4.2.8 Pengembangan Tumbuhan

Peramalan

Serangan

Organisme

Pengganggu

Kegiatan Pengembangan Peramalan Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan dikelola oleh Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan (BBPOPT). Sasaran strategis kegiatan ini adalah (1) meningkatkan kinerja pengamatan serangan OPT; dan (2) meningkatkan kinerja teknologi pengamatan, peramalan dan pengendalian OPT.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 45 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Indikator kinerja utama adalah: 1) Jumlah informasi peramalan serangan OPT 2) Jumlah teknologi pengamatan, peramalan, dan pengendalian OPT. Kegiatan pengembangan peramalan serangan organisme pengganggu tumbuhan dimaksudkan agar tersedia informasi dan model peralaman OPT yang akan digunakan sebagai rujukan dalam pengamanan produksi tanaman pangan dan hortikultura, seperti: tersusunnya model dan metodologi pengamatan, peramalan dan pengendalian OPT; tersebarnya informasi peramalan serangan OPT padi, jagung dan kedelai; serta dilaksanakannya operasional BBPPOPT untuk memperlancar setiap kegiatan sehingga sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. Rencana Kinerja Tahunan Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel 13 di bawah ini. Tabel 13. Rencana Kinerja Tahunan Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan Tahun 2013 No Sasaran Strategis 1 Meningkatkan kinerja pengamatan serangan OPT 2 Meningkatkan kinerja teknologi pengamatan, peramalan dan pengendalian OPT Indikator Kinerja Utama 1. Jumlah informasi peramalan serangan OPT Target 5 unit

2. Jumlah teknologi pengamatan peramalan dan pengendalan OPT

8 model

Sedangkan Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2013 dapat di lihat pada matrik di bawah ini.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 46 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 MATRIK RENCANA KINERJA TAHUNAN DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN TAHUN 2013

RENCANA KINERJA TAHUNAN TINGKAT UNIT ORGANISASI ESELON I KEMENTERIAN/LEMBAGA Unit Eselon I Kementerian/Lembaga: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun : 2013 No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama 1 Mewujudkan Jumlah produksi pencapaian - Produksi Padi produksi secara berkelanjutan - Produksi Jagung dalam rangka penyediaan - Produksi Kedelai kebutuhan nasional - Produksi Kacang Tanah - Produksi Kacang Hijau - Produksi Ubi Kayu - Produksi Ubi Jalar 2 Mengamankan kehilangan (susut) hasil produksi Susut Hasil Produksi 1,53 % 0,25 % 0,50 % dibawah 5% Target

72.063.735 Ton GKP 26.000.000 Ton PK 2.250.000 Ton BK 1.200.000 Ton BK 410.000 Ton BK 26.300.000 Ton umbi basah 2.450.000 Ton umbi basah

- Susut hasil produksi Padi - Susut hasil produksi Jagung - Susut hasil produksi Kedelai Mengamankan Luas areal tanaman potensi kehilangan pangan yang ditoleransi hasil akibat terserang OPT dan terkena serangan OPT dan DPI terkena DPI

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 47 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013

LAMPIRAN

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 48 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Lampiran 1.


SASARAN INDIKATIF LUAS TANAM, LUAS PANEN, PRODUKTIVITAS DAN PRODUKSI PADI TAHUN 2013

SASARAN 2013 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Provinsi ACEH SUMUT SUMBAR RIAU JAMBI SUMSEL BENGKULU LAMPUNG BABEL RIAU KEPULAUAN DKI JAKARTA JABAR JATENG DI YOGYA JATIM BANTEN BALI NTB NTT KALBAR KALTENG KALSEL KALTIM SULUT SULTENG SULSEL SULTRA GORONTALO SULAWESI BARAT MALUKU MALUKU UTARA PAPUA BARAT PAPUA INDONESIA Luas Panen (Ha) 406.261 808.314 492.730 155.000 168.018 837.546 132.140 647.751 5.641 413 1.839 2.096.434 1.840.085 160.960 2.056.243 423.694 162.836 446.148 208.315 474.596 228.775 521.995 149.772 130.312 235.985 948.973 126.905 56.359 81.476 22.653 17.911 8.839 33.294 14.088.212 Provitas (Ku/Ha) 47,84 48,92 50,71 37,89 42,19 44,26 40,09 49,77 29,51 32,46 56,73 60,83 55,95 57,41 56,38 50,44 57,78 50,79 31,12 31,74 29,29 42,80 40,51 50,15 48,24 52,11 42,46 53,28 49,20 42,33 37,60 36,34 40,45 53,68 Produksi (Ton) 1.943.481 3.953.951 2.498.673 587.331 708.833 3.706.999 529.738 3.223.633 16.647 1.341 10.431 12.752.747 10.295.253 924.005 11.593.767 2.137.232 940.867 2.265.949 648.252 1.506.373 670.105 2.234.348 606.689 653.566 1.138.335 4.945.224 538.845 300.266 400.853 95.880 67.338 32.122 134.661 72.063.735

Sumber: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 49 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Lampiran 2. Sasaran Luas Tanam, LuasPanen, Produktivitas, dan Produksi Jagung Tahun 2013
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. LUAS TANAM LUAS PANEN PRODUKTIVITAS (HA) (HA) (KU/HA) N. ACEH D. 54.985 53.298 39,27 SUMUT 277.202 268.695 66,01 SUMBAR 79.549 77.108 66,01 RIAU 31.552 30.584 32,98 JAMBI 13.484 13.071 44,40 SUMSEL 36.108 35.000 41,64 BENGKULU 39.255 38.050 35,07 LAMPUNG 505.380 489.872 59,46 BABEL 1.118 1.084 35,32 KEP RIAU 728 706 28,28 SUMATERA 1.039.362 1.007.468 58,05 DKI JAKARTA 31 30 35,37 JABAR 190.481 184.636 58,30 JATENG 766.068 742.560 56,37 DI JOGJA 81.972 79.457 42,86 JATIM 1.390.765 1.348.087 56,73 BANTEN 17.939 17.388 38,19 JAWA 2.447.255 2.372.158 56,14 BALI 31.616 30.646 35,99 N.T.B. 97.898 94.894 46,08 N.T.T. 354.883 343.993 34,36 BALI & N.T 484.397 469.533 36,83 KALBAR 55.848 54.134 48,03 KALTENG 3.696 3.582 32,66 KALSEL 28.436 27.563 56,52 KALTIM 6.821 6.612 22,84 KALIMANTAN 94.801 91.892 48,16 SULUT 179.038 173.544 41,12 SULTENG 53.974 52.318 44,61 SULSEL 380.767 369.082 59,08 SULTRA 45.348 43.956 41,08 GORONTALO 194.915 188.934 61,24 SUL BARAT 28.125 27.262 49,05 SULAWESI 882.167 855.096 53,78 MALUKU 9.346 9.059 27,51 MALUKU UT 11.532 11.178 25,82 IRJA BARAT 4.717 4.572 19,74 PAPUA 771 748 18,49 MLK & PAPUA 26.367 25.557 25,12 LUAR JAWA 2.527.094 2.449.547 51,78 INDONESIA 4.974.349 4.821.704 53,92 PROPINSI PRODUKSI (TON) 209.300 1.773.627 509.023 100.878 58.032 145.739 133.432 2.912.603 3.829 1.997 5.848.460 106 1.076.400 4.185.458 340.573 7.647.751 66.405 13.316.693 110.283 437.273 1.181.818 1.729.373 260.000 11.700 155.787 15.101 442.589 713.631 233.395 2.180.360 180.575 1.157.000 133.729 4.598.690 24.926 28.860 9.027 1.383 64.195 12.683.307 26.000.000

Sumber: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 50 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Lampiran 3. Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Kedelai Tahun 2013
NO PROPINSI LUAS TANAM LUAS PANEN PRODUKTIVITAS PRODUKSI (HA) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. N. ACEH D. SUMUT SUMBAR RIAU JAMBI SUMSEL BENGKULU LAMPUNG BABEL KEP RIAU SUMATERA DKI JAKARTA JABAR JATENG DI JOGJA JATIM BANTEN JAWA BALI N.T.B. N.T.T. BALI & N.T. KALBAR KALTENG KALSEL KALTIM KALIMANTAN SULUT SULTENG SULSEL SULTRA GORONTALO SUL BARAT SULAWESI MALUKU MALUKU UT IRJA BARAT PAPUA MLK & PAPUA LUAR JAWA INDONESIA 137.000 31.900 12.700 16.000 19.400 23.200 14.800 33.000 288.000 94.900 235.200 53.500 410.600 36.600 830.800 12.300 187.400 8.700 208.400 8.200 25.300 12.600 16.600 62.700 15.300 9.900 63.800 18.100 11.300 11.000 129.400 3.500 3.200 4.000 8.000 18.700 707.200 1.538.000 (HA) 131.894 30.545 10.612 13.897 21.353 22.388 14.111 27.976 272.776 93.637 224.570 50.988 409.395 31.800 810.390 16.047 159.700 5.898 181.645 5.956 19.846 9.996 10.809 46.607 14.592 12.517 67.222 17.247 8.300 16.868 136.747 3.750 4.118 4.330 7.839 20.037 657.812 1.465.000 (KU/HA) 15,04 14,01 15,45 13,60 13,91 15,45 13,39 14,01 14,62 16,07 16,48 15,45 15,45 15,66 15,82 15,45 14,53 13,39 43,38 13,60 13,81 13,81 13,60 13,73 14,94 14,94 16,69 13,39 14,94 14,94 15,61 13,60 13,60 13,39 13,39 13,47 14,72 15,36 (TON) 198.400 42.800 16.400 18.900 29.700 34.600 18.900 39.200 398.900 150.500 370.200 78.800 632.700 49.800 1.282.000 24.800 232.000 7.900 264.700 8.100 27.400 13.800 14.700 64.000 21.800 18.700 112.200 23.100 12.400 25.200 213.400 5.100 5.600 5.800 10.500 27.000 968.000 2.250.000

Sumber: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 51 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Lampiran 4. Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Kacang Tanah Tahun 2013
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. PROPINSI N. ACEH D. SUMUT SUMBAR RIAU JAMBI SUMSEL BENGKULU LAMPUNG BABEL KEP RIAU SUMATERA DKI JAKARTA JABAR JATENG DI JOGJA JATIM BANTEN JAWA BALI N.T.B. N.T.T. BALI & N.T. KALBAR KALTENG KALSEL KALTIM KALIMANTAN SULUT SULTENG SULSEL SULTRA GORONTALO SUL BARAT SULAWESI MALUKU MALUKU UT IRJA BARAT PAPUA MLK & PAPUA LUAR JAWA INDONESIA LUAS TANAM LUAS PANEN PRODUKTIVITAS PRODUKSI (HA) (HA) (KU/HA) (TON) 7.523 20.730 10.117 4.475 2.471 6.579 10.039 21.770 630 212 84.546 27 83.453 166.023 82.244 228.589 17.537 577.873 16.932 38.703 29.027 84.662 2.540 2.177 19.351 3.266 27.334 9.071 7.257 47.169 10.280 2.903 1.693 78.373 4.233 6.047 2.304 3.628 16.212 291.127 869.000 7.164 19.743 9.635 4.262 2.353 6.266 9.560 20.733 599 202 80.517 25 79.477 158.119 78.325 217.699 16.702 550.347 16.126 36.859 27.644 80.629 2.419 2.073 18.430 3.110 26.032 8.639 6.911 44.922 9.791 2.764 1.613 74.640 4.031 5.759 2.189 3.456 15.435 277.253 827.600 14,77 13,80 15,04 11,28 13,97 14,88 11,12 14,50 11,44 11,24 13,83 12,80 17,13 15,79 12,29 13,82 16,65 14,73 15,04 15,04 13,69 14,58 12,89 13,11 13,00 12,89 12,98 14,77 18,80 14,50 10,13 13,43 15,57 14,34 13,21 12,89 12,24 11,81 12,64 14,04 14,50 10.580 27.247 14.488 4.806 3.286 9.321 10.627 30.062 685 227 111.329 32 136.151 249.642 96.272 300.919 27.804 810.820 24.247 55.423 37.856 117.526 3.118 2.717 23.951 4.008 33.794 12.758 12.990 65.134 9.916 3.711 2.511 107.020 5.326 7.423 2.680 4.082 19.511 389.180 1.200.000

Sumber: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 52 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Lampiran 5. Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Kacang Hijau Tahun 2013
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. PROPINSI N. ACEH D. SUMUT SUMBAR RIAU JAMBI SUMSEL BENGKULU LAMPUNG BABEL KEP RIAU SUMATERA DKI JAKARTA JABAR JATENG DI JOGJA JATIM BANTEN JAWA BALI N.T.B. N.T.T. BALI & N.T. KALBAR KALTENG KALSEL KALTIM KALIMANTAN SULUT SULTENG SULSEL SULTRA GORONTALO SUL BARAT SULAWESI MALUKU MALUKU UT IRJA BARAT PAPUA MLK & PAPUA LUAR JAWA INDONESIA LUAS TANAM LUAS PANEN (HA) (HA) 3.027 6.246 1.407 2.130 631 3.191 1.841 5.714 1 24.187 13.822 101.942 1.168 79.658 2.744 199.335 1.276 51.717 30.801 83.794 2.124 409 1.625 1.144 5.302 1.929 1.641 27.615 2.430 513 984 35.111 677 428 839 1.227 3.170 151.565 350.900 2.880 5.941 1.339 2.026 600 3.034 1.751 5.435 1 23.007 13.148 96.988 1.111 75.772 2.611 189.629 1.213 49.194 29.298 79.706 2.021 389 1.546 1.088 5.043 1.835 1.561 26.268 2.312 488 936 33.398 645 407 798 1.167 3.017 144.171 333.800 PRODUKTIVITAS (KU/HA) 12,98 12,44 13,62 12,42 12,38 15,70 11,14 10,40 10,51 12,42 12,47 12,67 7,48 12,94 10,40 12,70 10,96 11,49 9,49 10,75 8,23 9,69 12,04 12,32 10,39 15,76 9,23 14,24 9,35 13,85 15,40 13,78 12,20 12,52 11,80 11,97 12,05 11,73 12,28 PRODUKSI (TON) 3.739 7.391 1.823 2.515 742 4.765 1.950 5.651 1 28.578 16.400 122.867 831 98.068 2.715 240.881 1.330 56.514 27.814 85.657 1.662 377 1.862 1.341 5.241 2.892 1.441 37.399 2.161 676 1.441 46.009 787 510 942 1.396 3.635 169.119 410.000

Sumber: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 53 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Lampiran 6. Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Ubi Kayu Tahun 2013
LUAS TANAM LUAS PANEN PRODUKTIVITAS (HA) (HA) (KU/HA) 4.216 4.015 135 46.950 44.712 212 6.267 5.968 212 6.837 6.511 120 3.190 3.038 148 15.097 14.378 165 7.976 7.596 127 361.198 343.983 261 2.051 1.953 154 1.367 1.302 115 455.150 433.456 245 57 54 126 127.616 121.533 202 218.770 208.343 190 72.923 69.448 163 259.789 247.407 174 13.673 13.021 153 692.829 659.807 183 13.445 12.804 159 9.685 9.224 131 96.851 92.235 115 119.982 114.263 122 18.573 17.687 157 9.913 9.441 127 9.799 9.332 159 9.115 8.681 168 47.400 45.141 153 7.064 6.728 142 5.127 4.883 175 34.411 32.771 184 15.268 14.541 180 1.709 1.628 131 4.786 4.558 153 68.366 65.107 175 12.534 11.936 139 12.534 11.936 132 2.849 2.713 123 4.558 4.340 126 32.474 30.926 133 723.371 688.893 207 1.416.200 1.348.700 195 PRODUKSI (TON) 54.236 949.840 126.783 78.020 45.015 236.520 96.816 8.977.086 30.002 15.037 10.609.357 686 2.456.700 3.964.860 1.134.844 4.305.313 198.598 12.060.999 203.657 120.577 1.065.098 1.389.332 277.469 120.329 148.428 145.638 691.864 95.280 85.645 603.335 261.369 21.278 69.509 1.136.416 166.444 157.341 33.395 54.851 412.031 14.239.001 26.300.000

NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33.

PROPINSI N. ACEH D. SUMUT SUMBAR RIAU JAMBI SUMSEL BENGKULU LAMPUNG BABEL KEP RIAU SUMATERA DKI JAKARTA JABAR JATENG DI JOGJA JATIM BANTEN JAWA BALI N.T.B. N.T.T. BALI & N.T. KALBAR KALTENG KALSEL KALTIM KALIMANTAN SULUT SULTENG SULSEL SULTRA GORONTALO SUL BARAT SULAWESI MALUKU MALUKU UT IRJA BARAT PAPUA MLK & PAPUA LUAR JAWA INDONESIA

Sumber: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 54 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Lampiran 7. Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Ubi Jalar Tahun 2013
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. LUAS TANAM LUAS PANEN PRODUKTIVITAS PRODUKSI (HA) (HA) (KU/HA) (TON) N. ACEH D. 3.533 3.363 112 37.692 SUMUT 18.490 17.598 112 197.256 SUMBAR 4.627 4.403 126 55.282 RIAU 1.498 1.426 91 12.941 JAMBI 2.599 2.473 98 24.123 SUMSEL 2.601 2.476 75 18.595 BENGKULU 4.857 4.622 109 50.256 LAMPUNG 4.829 4.596 112 51.513 BABEL 693 659 95 6.282 KEP RIAU 346 330 95 3.141 SUMATERA 44.074 41.946 109 457.082 DKI JAKARTA - JABAR 35.888 34.156 142 486.231 JATENG 13.421 12.773 145 184.692 DI JOGJA 535 509 123 6.282 JATIM 17.398 16.558 123 204.167 BANTEN 3.283 3.125 127 39.577 JAWA 70.526 67.121 137 920.949 BALI 6.543 6.227 131 81.667 N.T.B. 1.705 1.622 128 20.731 N.T.T. 20.316 19.335 97 188.462 BALI & N.T. 28.564 27.184 107 290.859 KALBAR 914 870 94 8.167 KALTENG 1.646 1.567 93 14.574 KALSEL 1.556 1.481 115 16.962 KALTIM 2.653 2.525 107 27.013 KALIMANTAN 6.769 6.442 104 66.715 SULUT 3.642 3.466 109 37.692 SULTENG 2.428 2.311 109 25.128 SULSEL 8.565 8.152 123 100.513 SULTRA 2.384 2.269 93 21.108 GORONTALO 633 603 104 6.282 SUL BARAT 620 590 106 6.282 SULAWESI 18.272 17.390 113 197.005 MALUKU 1.615 1.537 102 15.705 MALUKU UT 3.524 3.354 101 33.923 IRJA BARAT 3.239 3.082 107 32.918 PAPUA 38.818 36.944 118 434.844 MLK & PAPUA 47.196 44.917 115 517.390 LUAR JAWA 144.874 137.879 111 1.529.051 INDONESIA 215.400 205.000 120 2.450.000 PROPINSI

Sumber: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 55 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Lampiran 8. Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/OT.140/ 10/2010, tanggal 14 Oktober 2010) No. Unit Eselon II 1. Sekretariat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Unit Eselon III
1. Bagian Perencanaan 2. Bagian Keuangan dan Perlengkapan 3. Bagian Umum 4. Bagian Evaluasi dan Pelaporan 1. Subdirektorat Padi Irigasi dan Rawa 2. Subdirektorat Padi tadah Hujan dan lahan Kering 3. Subdirektorat Jagung 4. Subdirektorat Serealia Lain 5. Subbagian Tata Usaha 1. Subdirektorat Kedelai 2. Subdirektorat Ubi Kayu 3. Subdirektorat Aneka Kacang 4. Subdirektorat Aneka Umbi 5. Subbagian Tata Usaha 1. Subdirektorat Penilaian Varietas dan Pengawasan Mutu Benih 2. Subdirektorat Produksi Benih Serealia 3. Subdirektorat Produksi Benih Aneka Kacang dan Umbi 4. Subdirektorat Kelembagaan Benih 5. Subbagian Tata Usaha 1. Subdirektorat Padi 2. Subdirektorat Jagung dan Serealia Lain 3. Subdirektorat Kedelai dan Aneka Kacang 4. Subdirektorat Aneka Umbi 5. Subbagian Tata Usaha 1. Subdirektorat Pengelolaan Data Organisme Pengganggu Tumbuhan 2. Subdirektorat Dampak Perubahan Iklim 3. Subdirektorat Teknologi Pengendalian Organisme Penganggu Tumbuhan 4. Subdirektorat Pengelolaan Pengendalian Hama Terpadu 5. Subbagian Tata Usaha

2.

Direktorat Budidaya Serealia

3.

Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi

4.

Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan

5.

Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan

6.

Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 56 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 7. Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan
1. Kepala Bagian Umum 2. Kepala Bidang Informasi dan Jaringan Laboratorium 1. Kepala Bagian Umum 2. Kepala Bidang Program dan Evaluasi 3. Kepala Bidang Pelayanan Teknik, Informasi dan Dokumentasi

8.

9.

Balai Pengujian Mutu Produk Tanaman

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 57 | P a g e

Rencana Kinerja Tahunan Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2013 Lampiran 9. Daftar Komoditi Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 511/Kpts/PD.310/ 9/2006, tanggal 12 September 2006)

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 58 | P a g e

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Jl. AUP Nomor 3, Pasar Minggu Jakarta Selatan Telpon Kantor: 021-7805269 Fax Kantor: 021-7827145 Email: bagcanditjentp@yahoo.co.id