Anda di halaman 1dari 2

AMINOLEBAN ORAL Pada keadaan sirosis hati lanjut, terjadi pemecahan protein otot.

Asam amino rantai cabang (AARC) / BCAA ( Brain Chain Amino Acids ) yang terdiri dari valin, leusin, dan isoleusin digunakan sebagai sumber energi (kompensasi gangguan glukosa sebagai sumber energi) dan untuk metabolisme amonia. Dalam hal ini, otot rangka berperan sebagai organ hati kedua sehingga disarankan penderita sirosis hati mempunyai massa otot yang baik dan bertubuh agak gemuk. Dengan demikian, diharapkan cadangan energi lebih banyak, stadium kompensata dapat dipertahankan, dan penderita tidak mudah jatuh pada keadaan koma. Penderita sirosis hati harus meringankan beban kerja hati. Aktivitas sehari-hari disesuaikan dengan kondisi tubuh. Pemberian obat-obatan (hepatotoksik) harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Penderita harus melakukan diet seimbang, cukup kalori, dan mencegah konstipasi. Pada keadaan tertentu, misalnya, asites perlu diet rendah protein dan rendah garam. Penentuan diet pada penderita sirosis hati sering menimbulkan dilema. Di satu sisi, diet tinggi protein untuk memperbaiki status nutrisi akan menyebabkan hiperamonia yang berakibat terjadinya ensefalopati. Sedangkan bila asupan protein rendah maka kadar albumin dalam darah akan menurun sehingga terjadi malnutrisi yang akan memperburuk keadaan hati. Untuk itu, diperlukan suatu solusi dengan nutrisi khusus hati, yaitu Aminoleban Oral. Aminoleban Oral mengandung AARC / BCAA kadar tinggi serta diperkaya dengan asam amino penting lain seperti arginin, histidin, vitamin, dan mineral. Nutrisi khusus hati ini akan menjaga kecukupan kebutuhan protein dan mempertahankan kadar albumin darah tanpa meningkatkan risiko terjadinya hiperamonia. Pada penderita sirosis hati yang dirawat di rumah sakit, pemberian nutrisi khusus ini terbukti mempercepat masa perawatan dan mengurangi frekuensi perawatan. Dengan nutrisi khusus ini diharapkan status nutrisi penderita akan terjaga, mencegah memburuknya penyakit hati, dan mencegah terjadinya ensefalopati hepatik sehingga kualitas serta harapan hidup penderita juga akan membaik.(Hidayati W.B.) Manfaat : - Meningkatkan status nutrisi pasien-pasien yang mengalami gagal hati akut & kronis dengan atau tanpa ensefalopati hepatik. - Nutrisi oral untuk memperbaiki kualitas dan harapan hidup pada penyakit kronis, terutama pada ( penyakit hati kronis aktif, Sirosis Hepatis, Pencegahan enselopati hepatik, Hepatocellular carcinoma ) - Memperbaiki prognosis penyakit hati Kontra Indikasi : - Gangguan fungsi ginjal yang berat ( urea dan metabolit asam amino tidak dapat diekskresi ) Dosis dan Cara pemberian :

Dewasa : Campurkan 1 bungkus (50 g) Aminoleban Oral ke dalam 180 mL air (sampai dengan 200 kkal/200 mL) dan diberikan 3 kali sehari bersama dengan makan. Dosis dapat disesuaikan berdasarkan usia pasien dan beratnya penyakit. Cara penyiapan : Tuangkan 180 mL air hangat (atau kira-kira 50C) ke dalam shaker atau blender, kemudian tambahkan 1 bungkus Aminoleban Oral dan kocok sampai melarut. Volume campuran ini kirakira 200 mL dan mengandung energi 210 kkal Komposisi : Setiap 50 g/ bungkus, mengandung : Energi : 210 kkal Protein : 13,5 g Karbohidrat : 32,35 g Lemak (Minyak beras) : 3,5 g Vitamin, Mineral Rasa : Jeruk dan Netral Kemasan : Bubuk 50 g / bungkus Pabrik : PT.Otsuka Harga : Rp 46.000/ sachet Rp 960.000/ box (21 sachet)