Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

EVALUASI PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT DIARE DI PUSKESMAS KELURAHAN WIJAYA KUSUMA PERIODE MEI 2005 SAMPAI DENGAN APRIL 2006 Penyakit Diare memang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia karena merupakan salah satu penyakit menular yang banyak penderitanya, bahkan di beberapa daerah dengan kondisi tertentu dapat timbul dalam bentuk Kejadian Luar Biasa (KLB) dan disertai angka kematian yang tinggi. Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1995, melaporkan angka kematian pada semua golongan umur adalah 54 per 100.000 penduduk dan 2,5 per 1000 untuk Balita. Sedangkan SKRT tahun 2000, angka kematian diare pada semua golongan umur adalah 232 per 100.000 penduduk dan Balita sebesar 7,53 per 1000 Balita. Kedua laporan SKRT tersebut menunjukkan adanya peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat diare dalam kurun waktu lima tahun. DKI Jakarta sendiri diperkirakan kasus diare di Puskesmas rata-rata 150.000 kasus setiap tahunnya Evaluasi program pemberantasan diare yang dilakukan di Puskesmas Kelurahan Wijaya Kusuma periode Mei 2005 sampai dengan April 2006 dengan metode pendekatan sistem yang mempunyai wilayah kerja seluas 260,06 Ha, dengan 10 RW dan 123 RT serta 13 Posyandu. Penduduknya berjumlah 26.709 jiwa dengan tingkat pendidikan rendah (61,35 %), dan mata pencaharian terbanyak adalah Tidak bekerja (57,38 %). Fasilitas kesehatannya selain Puskesmas (1) dan Posyandu (13) adalah dokter umum praktek swasta (4), dokter gigi praktek swasta (1), bidan prektek swasta (2), dan dokter spesialis praktek swasta (1). Hasil yang diperoleh dari laporan Puskesmas yaitu penemuan kasus oleh petugas kesehatan puskesmas dan posyandu sewaktu penderita diare datang berobat di BPU setiap hari kerja, diagnosis ditegakkan berdasarkan Prosedur Operasional Standar penyakit diare, Semua penderita diobati dan mendapat oralit, antibiotik jika merupakan tersangka disentri atau kolera, 100 % melaporkan tepat waktu setiap tgl 10 setiap bulannya, 0 % KLB, 100 % oralit di kader masing-masing 10 sachet, tersedia antibiotik dan obat anti diare di Puskesmas, penyuluhan kepada masyarakat 5x/tahun, tidak adanya pelatihan kader, pojok oralit aktif, angka kematian diare 0 %, angka kesakitan diare 5,7 %. Dari masalah keluaran diambil 2 prioritas masalah yaitu pertama kurangnya penyuluhan kepada masyarakat dan tidak adanya pelatihan kader. Penyebabnya adalah tidak ada pembagian tugas yang jelas dan tertulis mengenai siapa yang bertanggung jawab dalam memberikan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan kader kurang dari target yang ditetapkan, kurangnya jumlah kader terlatih, alat-alat untuk penyuluhan tidak lengkap. Puskesmas disarankan untuk menyusun pembagian tugas secara jelas dan tertulis, meningkatkan frekuensi penyuluhan dan pelatihan kader, menambah jumlah kader terlatih, menambah alat-alat penyuluhan seperti poster, pemlet, brosur, papan tulis. Kata Kunci : Diare, angka kesakitan diare. ii

DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN ABSTRAK DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. PERMASALAHAN C. TUJUAN D. MANFAAT PENELITIAN MATERI DAN METODA A. MATERI B. METODA KERANGKA TEORITIS PENYAJIAN DATA SUMBER DATA A. DATA UMUM B. DATA KHUSUS PEMBAHASAN PERUMUSAN MASALAH PRIORITAS MASALAH PENYELESAIAN MASALAH KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN B. SARAN i ii iii 1 2 2 3 5 5 6 7 7 8 15 18 19 20 21 21 22 23 29 34 35 42 50

BAB II

BAB III BAB IV

BAB V BAB VI BAB VII BAB VIII BAB IX

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN : I. KRITERIA KEBERHASILAN PROGRAM II. DATA UMUM DAN DENAH PUSKESMAS III. BAGAN ORGANISASI PUSKESMAS KECAMATAN WIJAYA KUSUMA TAHUN 2006 IV. DATA KHUSUS V. PEMBAHASAN VI. PANDUAN DAN CARA MEMBUAT LARUTAN GARAM DAN GULA iii