Anda di halaman 1dari 19

Nutrisi bergizi pada Ibu Hamil ( karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral)

Posted: 13 Sep 2013 03:09 AM PDT

NUTRISI MAKANAN UNTUK IBU HAMIL


PENDAHULUAN Nutrisi atau gizi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan. Nutrisi dan kehamilan (Pregnancy nutrition) mengacu pada asupan gizi, dan perencanaan diet yang dilakukan sebelum, selama dan setelah kehamilan. Pada masa kehamilan, biasanya banyak hal yang disarankan untuk dilakukan oleh ibu hamil. Salah satu hal tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah menjaga pola makan. Pola makan ibu hamil tidak hanya harus teratur saja melainkan harus juga diperhatikan pilihan makanan yang akan dikonsumsi. Tentu seorang ibu hamil tidak boleh secara sembarangan mengkonsumsi semua makanan yang ingin mereka konsumsi karena mungkin saja makanan tersebut malah nantinya menjadi tidak baik atau bahkan berbahaya bagi bayi dalam kandungannya.

Buah-buahan untuk ibu hamil


Diet kehamilan ( Diet Pregnant ) yang sehat akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan bayi. Walaupun seorang ibu sedang mengandung, bukan berarti sekaligus makan 2 porsi makanan dalam sekali makan. Ibu yang sedang hamil berhati-hati berat badan yang tambah naik secara berlebihan. Sebaiknya dalam ibu yang sedang hamil makan-makanlah dalam jumlah wajar dan pilih menu yang bermutu untuk kesehatan bunda dan janin yang sedang di kandung. Keinginan untuk memenuhi napsu makan yang biasa muncul di dalam diri ibu hamil tidaklah melulu berhubungan dengan makanan utama yang biasa dimakan 3 kali sehari. Akan tetapi, ini juga bisa berhubungan dengan keinginan untuk memakan makanan ringan disela-sela waktu makan. Untuk ibu hamil, sangat tidak disarankan untuk memakan sembarang makanan ringan. Sebelum mulai memilih jenis makanan ( Food ) yang akan dikonsumsi, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu prinsip makan sebagai penguat gizi ibu hamil yang tepat. Pada masa awal kehamilan adalah waktu paling rentan, karena itu adalah waktu ketika organ dan

sistem organ janin berkembang dalam rahim ibu. Energi yang digunakan untuk membuat sistem ini berasal dari energi dan nutrisi dalam sirkulasi ibu, dan sekitar lapisan rahim, inilah yang menjadi alasan mengapa asupan nutrisi yang tepat selama kehamilan sangat penting. Selain itu, seringnya mengonsumsi makanan yang bergizi membantu mencegah mual , muntah , dan kram . Melengkapi diet ibu hamil dengan makanan yang kaya asam folat , seperti jeruk dan sayuran berdaun hijau tua, membantu mencegah neural tube yaitu suatu cacat lahir pada bayi . Mengkonsumsi makanan yang kaya zat besi , seperti daging merah tanpa lemak dan kacang membantu mencegah anemia dan memastikan oksigen yang cukup untuk bayi. Asupan vitamin dan mineral juga harus diperhatikan. Vitamin ini biasanya mengandung asam folat , yodium, zat besi, vitamin A, vitamin D, seng dan kalsium. NUTRISI SELAMA KEHAMILAN Semua makanan tidak sama kalorinya, banyak makanan mengandung zat gizi, namun beberapa makanan lebih bergizi dibandingkan dengan yang lain. Saat hamil, sebaiknya merencanakan dan mempersiapkan pengaturan nutrisi yang tepat dan bergizi untuk perkembangan dan pertumbuhan yang sehat bagi ibu ( Mother ) yang hamil dan janin dalam kandungannya, serta mempersiapkan nutrisi yang nantinya akan diberikan setelah bayi dilahirkan melalui air susu ibu (ASI). Selama kehamilan, seorang ibu menjadi satu-satunya sumber nutrisi bagi bayi yang ada dalam kandungannya sehingga semua kebutuhan kalori, protein dan vitamin dan mineral yang sangat di perlukan bayi untuk pertumbuhannya tergantung pada si ibu hamil, bahkan apa yang akan dimakannya akan mempengaruhi bayinya, bukan hanya selama di dalam kandungan tetapi untuk kehidupannya kelak. Bagi ibu hamil yang sehat, makanlah seperti biasa yaitu tiga kali porsi besar dan tiga kali snack. jika mual bisa dicoba dengan makanan yang sering dengan porsi kecil. Pilihlah makanan yang bervariasi Agar ibu hamil dan bayi dalam kandungan mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, sebaiknya ibu hamil memiliki pengetahuan dasar mengenai nutrisi yang dibutuhkan tubuh beserta komposisinya. Komposisi nutrisi yang dibutuhkan bagi ibu hamil terdiri dari makronutrisi (karbohidrat, lemak dan protein) dan mikronutrisi (vitamin dan mineral). Karena pentingnya nutrisi dan gizi selama kehamilan ini, maka dalam bidang kesehatan dibuatkah ketentuan Angka kebutuhan nutrisi (zat gizi) dasar yang dikenal di dunia internasional dengan istilah Recommended Daily Allowance (RDA). Recommended nutrients during pregnancy Nutrient Energy Proteins Thiamin Riboflavin Niacin Folate Vitamin C Recommendation (Extra = Above RDA) Increase by 200 kcal (840 kJ) per day in last trimester only. Extra 6 g per day Maximum/Total amount RDA 51 g per day

Increase in line with energy; increase by 0.1 mg per 0.9 mg per day day Needed for tissue growth; extra 0.3 mg per day Regular supplementation/diet of substance. No increase required. Maintain plasma levels; extra 100 g per day Replenish drained maternal stores; extra 120 mg per day 1.4 mg per day RDA 300 g per day 500 mg per day

Vitamin D Calcium Iron Magnesium, zinc, and copper Iodine

Replenish plasma levels of vitamin 10 g per day. Needs no increase Extra 3 mg per day needed Normal supplementation or consumption. Extra 100 g per day.

RDA RDA RDA RDA 250 g per day

Rekomendasi diatas berdasarkan kesepakatan standard kebutuhan dasar nutrisi pada wanita hamil menurut RDA, tapi tentunya ini berbeda sesuai dengan keadaan wanita hamil sehari-hari. Berikut ini akan saya paparkan kebutuhan komposisi nutrisi baik makronutrisi yang terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak, maupun mikronutrisi yang terdiri dari vitamin dan mineral bagi ibu hamil dan menyusui berdasarkan berbagai literatur. KEBUTUHAN MAKRONUTRISI Kebutuhan Kalori Kalori adalah satuan ukuran untuk energi. Satu kalori secara resmi didefinisikan sebagai jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan 1 cm2 air (atau 1 gram air) sebesar satu derajat Celcius, atau dengan kata lain kalori merupakan jumlah energi yang dihasilkan oleh makanan ketika dibakar dalam tubuh. Jadi kalori bukan hanya berasal dari karbohidrat saja, melainkan juga protein dan lemak dapat dijadikan sumber energi. Jumlah kebutuhan energi bagi tubuh kita tergantung pada berat orang tersebut, ketinggian dan usia dan kalori digunakan untuk menunjukkan jumlah energi yang terkandung dalam makanan. Jumlah kalori dalam makanan diperlukan untuk memperhitungkan keseimbangan energi. Apabila jumlah kalori yang dikonsumsi lebih kecil dari kalori yang digunakan, berat badan akan berkurang karena cadangan energi dari lemak akan digunakan. Sebaliknya, apabila jumlah kalori yang masuk lebih besar dari kalori yang digunakan, berat badan akan meningkat. Kelebihan energi pun akan disimpan sebagai lemak. Karena itu, asupan kalori perlu dikontrol untuk menjaga berat badan dan mencegah terjadinya penyakit metabolik, terutama pada wanita hamil. Ketika masa kehamilan ( During Pregnancy ), seorang ibu hamil perlu memperhatikan jumlah kalori yang dibutuhkannya dan karbohidrat sebagai sumber kalori utamanya disamping lemak dan protein. Biasanya kebutuhan ibu hamil dan nutrisi kehamilan meningkat sekitar 45% dari keadaan sebelum hamil. Kebutuhan akan kalori pada wanita hamil umumnya bervariasi, tergantung pada usia kehamilan, usia ibu, berat badan saat sebelum hamil dan aktivitas ibu dan selama masa kehamilan rata rata secara keseluruhan selama hamil kebutuhan kalori sebesar 75.00-80.000. Seorang wanita selama kehamilan memiliki kebutuhan energi yang meningkat. Energi ini digunakan untuk pertumbuhan janin, pembentukan plasenta, pembuluh darah, jaringan payudara, cadangan lemak, perubahan metabolisme yang terjadi dan pertumbuhan jaringan yang baru. Selain itu, tambahan kalori dibutuhkan sebagai tenaga untuk proses metabolisme jaringan baru. Jumlah kalori yang diperlukan ibu hamil selama masa kehamilan adalah sekitar 2500 kalori perhari, dimana pada saat awal wanita hamil normal, kebutuhan kalori meningkat sekitar 300 kalori, sedangkan kebutuhan dasar seorang wanita sebelum hamil yaitu sebesar 2200 kalori, sehingga jika dijumlahkan total kebutuhan kalori pada saat wanita hamil yaitu 300 (kebutuhan tambahan saat hamil) + 2200 (kebutuhan kalori saat wanita tidak hamil) = 2500 kalori. Jumlah tersebut akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Pada trimester kedua, terjadi pertambahan jumlah kalori yang dibutuhkan ibu hamil sekitar 340 kalori perhari,

sedangkan pada trimester ketiga kebutuhan jumlah kalori bertambah sekitar 450 kalori perharinya. Jumlah kalori yang dibutuhkan ibu hamil bertambah, hal tersebut dikarenakan janin yang berada di dalam kandungan terus mengalami perkembangan dan penyempurnaan organorgan tubuhnya, sehingga kebutuhan gizi yang diperlukan juga bertambah. Kebutuhan karbohidrat Karbohidrat/ carbohydrates merupakan sumber energi utama bagi tubuh, dimana satu gram karbohidrat setara dengan 4 kilokalori. Selama kehamilan memerlukan 60-70% karbohidrat dari total harian. Apabila asupan karbohidrat dari makanan kurang, tubuh akan menggunakan cadangan lemak dan protein untuk diubah menjadi energi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih sumber karbohidrat, yaitu Indeks Glikemik. Indeks Glikemik merupakan angka yang menunjukkan potensi suatu bahan pangan untuk meningkatkan kadar glukosa darah. Semakin tinggi nilai Indeks Glikemik, semakin cepat bahan makanan tersebut meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, karbohidrat yang berlebih akan diubah dan disimpan menjadi lemak di dalam tubuh. Mengurangi terlalu banyak karbohidrat bisa membahayakan kehamilan, karena karbohidrat diperlukan bersama dengan lemak untuk menghasilkan energi bagi ibu hamil. Tanpa jumlah karbohidrat berkualitas baik yang cukup, tubuh tidak dapat menggunakan lemaknya dalam cara yang normal, sehingga ada pemecahan lemak yang tidak sempurna (disebut ketones). Ketika ketones terakumulasi dalam darah dan urine, hal itu menyebabkan ketosis kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan retardasi mental pada janin. Selain itu kebutuhan kalori juga diperlukan pada wanita yang mengandung gula darah rendah. Jadi dapat disimpulkan bahwa kekurangna kabohidrat dapat menyebabkan Gangguan pertumbuhan pada Janin, Gangguan produksi kerja pada Ibu hamil, Gangguan pertahanan tubuh, Gangguan struktur dan fungsi otak, Bayi beresiko BBLR, lahir premature, kecerdasan rendah, dan mudah sakit. Sebaliknya, terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat justru menyebabkan kadar gula naik, dan meningkatkan risiko diabetes gestasional(diabetes yang terjadi selama kehamilan). Adanya diabetes dalam kehamilan juga akan menyebabkan pembakaran lemak yang tidak sempurna sehingga menghasilkan zat keton, dimana jika zat keton ini berlebih akan meracuni tubuh (ketonuria). Selain menyebabkan diabetes, konsumsi karbohidrat yang berlebihan juga menyebabkan kegemukan atau obesitas, dan merupakan salah satu faktor resiko dalam terjadinya berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, jantung koroner, hati dan penyakit kantong empedu, dll. Intinya adalah, makanlah dalam jumlah secukupnya. Seorang wanita hamil sering merasa haus, nafsu makannya besar, sering kencing dan kadang-kadang memperlihatkan pula glukosuria atau peningkatan kadar gula dalam darah sehingga menyerupai diabetes melitus atau lebih tepatnya disebut diabetes kehamilan ( Gestational diabetes ). Segala sesuatu ini dipengaruhi oleh hormon somatomammotropin, peningkatan plasma insulin dan hormon-hormon adrenal. Diabetes melitus gestasional (GDM) adalah suatu kondisi di mana perempuan tanpa sebelumnya didiagnosis diabetes menunjukkan kadar glukosa darah tinggi selama kehamilan. Selama periode akhir dari kehamilan (trimester ketiga), perubahan hormonal menempatkan wanita hamil beresiko untuk diabetes gestational. Selama kehamilan, terjadi peningkatan kadar hormon tertentu yang dibuat dalam plasenta (organ yang menghubungkan bayi dengan tali pusat ke rahim) untuk membantu menyalurkan nutrisi kepada janin yang sedang berkembang. Hormon lain yang diproduksi oleh plasenta berguna untuk membantu mencegah ibu dari menderita kadar gula darah rendah. Hormon-hormon yang dihasilkan ini, bekerja dengan melawan tindakan insulin, sehingga insulin yang seharusnya merubah glukosa darah menjadi glikogen yang disimpan diotot terganggu, akibatnya glukosa menumpuk didarah, sehingga gula darahnya meningkat. Diabetes dapat mempengaruhi perkembangan janin selama kehamilan. Pada awal kehamilan, ibu

yang menderita diabetes dapat menyebabkan bayi lahir cacat ataupun keguguran. Banyak dari cacat lahir yang terjadi mempengaruhi organ utama seperti otak dan jantung. Selama trimester kedua dan ketiga, diabetes ibu dapat menyebabkan over-gizi dan pertumbuhan berlebih dari bayi. Memiliki bayi besar meningkatkan risiko selama persalinan dan melahirkan. Selain itu, ketika janin over-gizi dan hyperinsulinemia terjadi gula darah bayi bisa drop sangat rendah setelah kelahiran, karena tidak akan menerima gula darah tinggi dari ibunya lagi. Berpatokan pada keadaan diatas, maka penting sekali kita dalam mengontrol jumlah karbohidrat yang seharusnya di konsumsi seorang wanita dalam masa kehamilannya. Karbohidrat/ carbohydrates adalah sumber energi utama terdiri dari karbohidrat sederhana (seperti gula pasir, gula merah, madu dan syrup) dan karbohidrat kompleks (seperti tepung, beras, jagung dan gandum). Pilihan yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks karena selain mengandung vitamin dan mineral, karbohidrat kompleks juga meningkatkan asupan serat yang dianjurkan selama hamil untuk mencegah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir. Karbohidrat kompleks yang berkualitas baik antara lain nasi merah dan bubur oats dari gandum utuh. Yang perlu dikurangi adalah karbohidrat kompleks yang berbahan dasar tepung, seperti nasi putih, roti putih, dan pasta putih. Kurangi juga karbohidrat sederhana (simpleks) dimana rata-rata karbohidrat ini dimakan dalam jumlah terbatas, yakni 5% dari total kalori harian. Nasi merah mengandung serat lebih banyak daripada nasi putih, sehingga hal ini bisa membantu Ibu hamil mencegah sembelit. Karbohidrat sebaiknya juga selalu ditemani dengan sayuran dan protein untuk memastikan keseimbangan gizinya. Misalnya, nasi merah dengan tumis ayam dan sayuran. Atau, ayam rebus dan salad. Jangan lupakan juga asupan buah-buahan untuk menjaga kebutuhan serat. Kebutuhan Lemak Lemak, protein dan karbohidrat sebagai sumber zat tenaga untuk menghasilkan kalori, dimana jika tubuh membutuhkan banyak kalori dan karbohidrat tidak bisa memenuhinya, maka akan digunakan lemak sebagai sumber energi kalori. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan (baik lemak nabati maupun hewani) dan juga berasal dari hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Kebutuhan lemak setiap orang tentu saja berbeda. Hal ini tergantung pada usia, aktivitas, berat badan dan sebagainya. Kebutuhan lemak seseorang secara normal adalah berkisar 20-25% persen dari total kalori perhari. Sementara kalori yang harus dipenuhi oleh ibu hamil yaitu 2500 perharinya. Jadi 625 kalori perharinya, jika dihitung dalam gram yakni sekitar 70gram/hari. Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak yaitu vitamin A, D, E dan K, menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara suhu tubuh. Penting untuk dicatat bahwa mendapatkan lemak selama kehamilan adalah penting karena menyediakan buffer menyimpan energi yang akan digunakan selama menyusui setelah melahirkan. Lemak juga merupakan zat yang digunakan tubuh untuk memproduksi prostaglandin, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur tekanan darah, sistem syaraf, denyut jantung, kontraksi pembuluh darah, dan pembukuan darah. Lemak juga berperan penting dalam perkembangan otak dan saraf janin. Pada dasarnya berdasarkan stuktur kimianya, lemak dapat digolongkan dalam 3 jenis yakni lemak jenuh, lemak tidak jenuh, dan lemak trans. Masing-masing memiliki struktur kimia dan bentuk yang berbeda. Pada suhu kamar, lemak jenuh dan lemak trans berbentuk padat seperti mentega sedangkan lemak tidak jenuh biasanya berbentuk cair. Ketiga jenis lemak tersebut juga memiliki pengaruh yang berbeda pula pada kadar kolesterol pada tubuh.

Sifat lemak jenuh banyak membawa kolesterol LDL dalam darah yang mengakibatkan plak menempel pada saluran pembuluh darah yang akhirnya akan mengganggu sistem peredaran darah dan suplai oksigen dalam tubuh, selain itu lemak jenuh juga mengentalkan darah sehingga mudah lengket pada dinding pembuluh darah. Lemak jenuh yang umum termasuk mentega, minyak kelapa sawit, minyak kelapa, produk susu, terutama krim dan keju, dan daging. Lemak Tidak Jenuh. Lemak jenis ini dikenal sebagai lemak baik karena sifatnya yang baik dimana kandungan kolesterol LDL ( Low density lipoprotein ) yang dimilikinya lebih sedikit dibandingkan yang terdapat dalam lemak jenuh. Menurut para ahli lemak jenis ini dapat meningkatkan antibodi pada tubuh, menurunkan kolesterol LDL, dan menurunkan resiko serangan jantung. Lemak tidak jenuh dapat dikategorikan dalam 2 jenis yakni lemak tidak jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acids) dan lemak tidak jenuh ganda (poly-unsaturated fatty acids). Asam lemak tidak jenuh tunggal dapat ditemukan pada minyak Zaitun, minyak kacang, dan minyak Canola, Alpukat, dan sebagian besar kacang-kacangan. Sedangkan, asam lemak tidak jenuh ganda dapat ditemukan pada minyak Jagung, minyak biji bunga Matahari, dan minyak Kedelai. Lemak trans berasal dari lemak tidak jenuh yang mengalami proses pemadatan dengan teknik hidrogenisasi parsial yang menyebabkan perubahan konfigurasi ikatan kimia lemak itu. Walaupun berasal dari lemak tidak jenuh yang bersifat baik, lemak trans ini berubah sifatnya karena proses hidrogenisasi tadi. Lemak jenis ini menjadi tidak berbeda dengan lemak jenuh karena sifatnya yang meningkatkan kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol LDL ( Low density lipoprotein), Karena itu, jenis lemak tersebut sering disebut lemak jahat. Produk dari lemak trans salah satunya berupa margarine yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan sumbernya, lemak dibedakan atas asam lemak esensial dan non esensial. Dinamakan esensial karena tidak dapat diproduksi oleh tubuh sedangkan non esensial berarti dapat diproduksi oleh tubuh. Makanan ibu sebelum dan selama kehamilan berperan penting dalam ketersediaan asam lemak essensial pada simpanan jaringan lemak ibu. Jenis asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan oleh wanita hamil adalah Asam lemak omega 3, yaitu asam lemak linoleat, yang terdiri dari asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dekosahektaenoat (DHA) dan Asam lemak omega 6, yaitu asam lemak linoleat (LNA), yang didalam tubuh dikonversi menjadi asam lemak arakidonat. Fungsi asam lemak omega 3 pada ibu hamil dan menyusui adalah: kandungan DHA merupakan 50% dari asam lemak di jaringan otak dan retina, DHA merupakan 2/3 dari asam lemak di sel penerima cahaya pada retina, Mempengaruhi fungsi membran sel-sel syaraf termasuk fungsi enzim, aktivitas reseptor dan hantaran rangsang yang akan mempengaruhi fungsi otak untuk pertumbuhan dan perkembangan plasenta dan fetus, Mencegah asterosklerosis dan penyakit jantung koroner, Penyembuhan penyakit nefritis dan arthritis. Sedangkan fungsi asam lemak omega 6 yaitu untuk pertumbuhan dan perkembangan janin bayi, kesehatan kulit ibu, janin dan bayi. Dan makanan yang menjadi sumber omega-3 bisa diperoleh dari sayuran, daging, dan telur. Sedangkan sumber omega-6 dari kacang kedelai, ikan tuna, ikan sarden, mackerel, dan juga salmon. Kebutuhan lemak tidak dinyatakan secara mutlak. WHO (1990) menganjurkan konsumsi lemak sebanyak 15-30% kebutuhan energi total dianggap baik untuk kesehatan. Jumlah ini memenuhi kebutuhan akan asam lemak esensial dan untuk membantu penyerapan vitamin larut-lemak. Agar tetap sehat, maka asupan lemak, maka asupan lemak itu pun tidak boleh melebihi dari batas yang dianjurkan. Sebab, bila berlebihan akan menghambat metabolism. Lemak yang tidak terpecah akan terakumulasi dan akan terkumpul pada bagian-bagian tubuh tertentu, seperti perut dan paha. Atau bahkan tersimpan pada organ-organ penting seperti jantung, hati dan bukan tidak mungkin akan menyempitkan aliran darah bila menumpuk pada pembuluh darah.

Diantara lemak yang dikonsumsi sehari dianjurkan paling banyak 10% dari kebutuhan energi total berasal dari lemak jenuh, dan 3-7% dari lemak tidak jenuh-ganda. Konsumsi kolestrol yang dianjurkan adalah 300 mg sehari. Sebaiknya pada wanita hamil kurangi atau jika bisa dihindari makanan yang mengandung lemak jenuh, misalnya gorengan, santan, gajih (lemak hewani) dan jeroan. Lemak jenuh akan meningkatkan kolesterol. Walaupun kolesterol tetap dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tetap harus di batasi jumlahnya yaitu sekitar 200g atau setara dengan satu kuning telur setiap harinya. Jika mengkonsumsi susu, pilihlah susu low fat atau non fat. Pilihan makanan yang mengandung lemak tak jenuh, seperti minyak yang berasal dari tumbuhan (minyak zaitun, minyak canola, lemak dan kacang-kacangan) Kekurangan asam lemak esensial (omega-3 dan omega-6) pada masa janin mengakibatkan penurunan pada pertumbuhan otak. Pertumbuhan otak yang terganggu akan mengakibatkan penurunan fungsi otak, yaitu kemampuan kognitif rendah, yang tidak dapat diperbaiki kemudian. Konsumsi berlebih lemak akan mengakibatkan kegemukan. Penelitian mencatat bahwa ibu hamil obesitas akan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes pada kehamilan, sementara risiko kepada anak termasuk yang lahir cacat kelebihan berat badan dan kelahiran. Kegemukan juga dapat menyebabkan komplikasi lebih tenaga kerja dan kebutuhan untuk kelahiran lebih diinduksi dan caesar. Kebutuhan Protein

Protein dibutuhkan sekali dalam kehamilan untuk perkembangan badan, alat kandungan, mamae (payudara) dan untuk janin sebagai stuktur dasar pembentukan organ-organ tubuh; protein disimpan pula untuk kelak dapat dikeluarkan pada saat masa laktasi atau menyusui dan juga menjaga kesehatan tulang perempuan hamil dan janin Maka dari itu, perlu diperhatikan juga agar seorang ibu yang mengandung memperoleh cukup protein selama masa kehamilannya. Diperkirakan satu gram protein setiap kilogram berat badan dapat memenuhi kebutuhan seharihari. Bagi wanita hamil, unsur protein yang dibutuhkan sekitar 67-75 gram setiap hari. Berarti meningkat 17-25 gram (setara dengan tiga butir telur) lebih banyak dari kebutuhan sebelum hamil yang sebesar 50 gram per hari. Hal ini untuk menutupi perkiraan kebutuhan 925gr protein yang disimpan dalam janin, plasenta dan jaringan maternal. Didalam usus halus, protein akan diuraikan menjadi asam amino dan diserap di usus. Asam amino sangat diperlukan dalam pembentukan selsel baru. Asam amino juga bertanggung jawab terhadap pembentukan materi genetik di dalam sel. Materi genetik inilah yang menyebabkan sel dapat membelah dan memperbanyak diri. Janin memerlukan protein untuk pembentukan organ-organ tubuhnya seperti otot, tulang, mata kulit, jantung dan hati. Ibu hamil juga memerlukan protein untuk pembentukan jaringan-jaringan tubuh yang menyokong janin, seperti plasenta, cairan ketuban, pembentukan darah dan membentuk antibody. Berdasarkan sumbernya protein sebagai sumber pembangun dibedakan atas protein nabati seperti kacang-kacangan dan hasil olahannya (tempe dan tahu) dan protein hewani seperti putih telur, ungga, ikan, daging tanpa lemak, susu rendah lemak dan turunannya seperti keju dan yogurt, juga merupakan sumber protein yang baik. Agar kebutuhan protein tercukupi dengan tidak menambah asupan lemak secara berlebihan, maka seorang ibu sebaiknya mengolah sumber protein tersebut dengan cara direbus, dikukus, dipepes, atau boleh sesekali ditumis. Hindari proses menggoreng dengan minyak banyak (deep frying). Telur diyakini sebagai sumber protein yang terbaik. Selain mengandung asam amino yang dibutuhkan ibu hamil, telur juga mudah dicerna dan diserap tubuh. Tak hanya itu, protein telur juga mampu mengubah protein sumber makanan lain supaya lebih berguna bagi tubuh. Kacang-kacangan merupakan makanan untuk wanita hamil yang cukup baik. Dari berbagai jenis kacang buncis mungkin adalah yang paling baik karena mengandung banyak

sekali serat dan zat protein yang sangat tinggi melebihi berbagai jenis sayuran lainnya. Protein sebagai makanan untuk wanita hamil sebenarnya tidak hanya terdapat pada telur dan kacangkacangan tetapi juga dapat ditemui pada daging. Maka dari itu disarankan bagi wanita hamil untuk juga mengkonsumsi daging. Akan tetapi permasalahannya adalah lemak biasanya juga ikut menempel pada daging maka dari itu sebelum mengkonsumsi daging disarankan untuk memisahkan dulu lemak dari daging. Transport protein melalui plasenta terutama dalam bentuk asam amino, yang kemudian di sintesis oleh fetus menjadi protein jaringan. Calon ibu yang kurang asupan protein berisiko menyebabkan bayi lebih kecil, bayi mengalami masalah seperti bibir sumbing atau kelainan fisik lainnya. Bahkan, kekurangan protein berefek pada kurang sempurnanya pembentukkan air susu ibu kelak dalam masa laktasi. KEBUTUHAN MIKRONUTRISI Kebutuhan Vitamin dan Mineral Asam folat Asam folat atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai folic acid, folate, folacin adalah merupakan salah satu vitamin B tepatnya vitamin B9 yang larut dalam air dan penting untuk berbagai fungsi tubuh mulai dari sintesis nukleotid ke remetilasi homocysteine, pembelahan dan pertumbuhan sel, untuk memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia pada ibu hamil yaitu anemia megaloblastik ini karena kekurangan asam folat dapat mengganggu pematangan sel darah merah muda dan menyebabkan anemia, selain itu asam folat mencegah timbulnya kecacatan tabung saraf (Neural Tube Defects) NTDs pada bayi. Cacat tabung saraf terjadi ketika tabung saraf gagal menutup dengan benar sehingga membuat otak atau sumsum tulang belakang terekspos cairan ketuban. Cacat batang saraf yang paling umum adalah spina bifida (penutupan tidak lengkap sumsum tulang belakang dan tulang belakang), anencephaly (tempurung kepala gagal menutup), dan encephalocele (jaringan otak menonjol keluar pada kulit dari pembukaan abnormal dalam tengkorak). Kerusakan ini mengakibatkan gangguan pada saraf sehingga panca indra, kemampuan intelektual dan kemampuan gerak bayi menjadi terhambat. Semua cacat ini terjadi selama 28 hari pertama kehamilan (atau 4 sampai 6 minggu setelah hari pertama periode terakhir menstruasi)biasanya sebelum seorang wanita yang tahu dia hamil. Itulah mengapa begitu penting bagi semua wanita usia subur untuk mendapatkan cukup asam folat tidak hanya mereka yang berencana untuk hamil. Asam folat bisa terdapat secara alami dalam makanan juga terdapat atau terkandung dalam kapsul atau produk suplemen multivitamin. Diperkirakan 23-33% perempuan hamil tidak cukup. Sayuran berdaun seperti bayam, brokoli, lobak cina, kacang kering dan kacang polong, sereal, biji bunga matahari, kembang kol, kedelai, asparagus serta buah-buahan dan sayuran tertentu seperti kentang, pisang, tomat, jeruk dan wortel adalah sumber yang kaya akan folat. Telur, hati, dan produk-produk gandum juga termasuk bahan makanan yang mengandung banyak asam folat. Asam folat sangat sensitif terhadap cahaya, oksigen dan suhu tinggi, oleh karena itu, bila memasak makanan yang mengadung sumber asam folat, sebaiknya hindari panas yang terlalu tinggi, karena bisa menghilangkan asam folatnya. Selain itu karena dia juga cepat larut dalam air, jika bahan makanan yang mengandung asam folat dicuci, maka sering terjadi asam folatnya akan hilang terbawa dengan air. Maka itu juga sering orang kekurangan Vitamin B9. Karena itu disarankan untuk mengkonsumsi sayur-sayur yang mengandung asam folat untuk dikonsumsi dalam bentuk mentah seperti di salad.

Dengan asupan asam folat yang cukup pada masa sebelum dan selama kehamilan yaitu sekitar 0.4 - 0.8 mg per hari atau sekitar 400-800 mikrogram, risiko timbulnya NTDs pada bayi dapat diturunkan hingga 80 %. Berdasarkan standar internasional, ibu hamil membutuhkan sekitar 600 mikrogram asam Folat per hari atau 50 persen lebih banyak dibandingkan wanita yang tidak hamil. Ibu yang pernah melahirkan bayi cacat harus mengonsumsi asam folat minimal 1-4 miligram per hari atau 10 kali dosis normal. Wanita yang berencana hamil perlu mengonsumsi asam folat secara cukup, minimal 4 bulan sebelum kehamilan karena kekurangan asam folat berisiko bayi lahir dengan cacat pada sistem saraf (otak) atau cacat tabung saraf (Neural Tube Deffect). Umumnya asam folat merupakan vitamin yang larut dalam air, sehingga dikeluarkan bersama dengna urin. Kelebihan konsumsi asam folat sendiri bisa memberikan beberapa efek samping. Di antaranya mual, kembung, dan diare, sehingga memicu terjadinya dehidrasi. Konsumsi berlebihan juga bisa menimbulkan perubahan suasana hati, seperti gelisah, bersemangat, bingung, atau mudah terganggu. Efek lainnya adalah kulit jadi kemerahan, kering, dan bersisik. Dalam kondisi parah, kelebihan folat juga menyebabkan sulit tidur, bahkan kejang. Kekurangan asam folat sendiri seperti telah dijelaskan diatas, yaitu dapat menyebabkan cacat bayi berupa defek tabung saraf, anemia megaloblastik pada ibu, kelahiran prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah dan pertumbuhan janin kurang Vitamin B kompleks

Sebelum kita membahas tentang kebutuhan ibu hamil akan vitamin B kompleks, perlu kita ketahui dahulu, bahwa asam folat atau vitamin B9 juga termasuk salah satu vitamin B kompleks. Vitamin B adalah 8 vitamin yang larut dalam air dan memainkan peran penting dalam metabolisme sel. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa komposisi kimia didalamnya membedakan vitamin ini satu sama lain dan terlihat dalam contohnya dalam beberapa makanan. Suplemen yang mengandung ke-8 tipe ini disebut sebagai vitamin B kompleks. Vitamin B kompleks ini terdiri dari Vitamin B1 (tiamin), Vitamin B2 (riboflavin), Vitamin B3,(niasin, termasuk asam nikotinat dan nikotinamida), Vitamin B5 (asam pantotenat), Vitamin B6 (piridoksin), Vitamin B7, juga dikenal sebagai vitamin H (biotin), Vitamin B9, juga dikenal sebagai vitamin M dan vitamin B-c (asam folat) dan Vitamin B12 (kobalamin) Vitamin B1 (Tiamin), berfungsi untuk mengubah zat karbohidrat dalam makanan menjadi energi dan untuk kesehatan kulit, rambut, otak, otot dan sistem saraf. Pada wanita hamil dan menyusui kebutuhan akan vitamin B1 sebesar 1,4 mg. Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan penyakit beri-beri, berat badan rendah, gangguan emosi, pembengkakan jaringan tubuh, amnesia. kekurangan vitamin B1 pada kehamilan, akan menyebabkan kelahiran sebelum waktunya dan gangguan perkembangan janin. Sumber vitamin B1 berasal dari nasi, roti, sereal, tepung terigu, daging, biji-bijian atau kacang-kacangan makanan laut seperti udang, kepiting atau kerang. Vitamin B2 (Riboflavin), bermanfaat untuk membantu melepas energi dari proterin serta membantu memenuhi kebutuhan protein yang meningkat selama hamil. Selain itu vitamin B2 ini juga mampu membantu proses pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan mata dan kulit. Vitamin B2 ini terdapat di makanan seperti sayuran hijau, keju cheddar, susu, telur dan kacang-kacangan, jamur, bayam. Pada wanita hamil dan menyusui Vitamin B2 ini hanya dibutuhkan tubuh sebanyak 1,7 mcg setiap harinya. Kekurangan vitamin B2 dapat menyebabkan bibir pecah-pecah, sangat peka terhadap sinar matahari, radang pada lidah. Vitamin B3 (Niasin), berfungsi untuk kesehatan kulit, meningkatkan nafsu makan, memperbaiki sistem pencernaan serta membantu mengubah makanan menjadi energi. Selain itu untuk pertumbuhan dan perkembangan normal kesehatan otak, sistem saraf dan produksi hormon. Pasa Wanita hamil dan menyusui kebutuhan akan vitamin ini sebesar 17 mg. Sumber utama vitamin ini

terdapat pada Padi-padian, kacang-kacangan, ikan, daging sapi, jamur. Vitamin B3 ini dulunya sebagai obat penyakit pellagra (hingga kini pun demikian). Kemudian juga sebagai penurun kadar kolesterol jahat yaitu LDL dan menurunkan kadar Trigliserida. Sekarang ini biasanya lebih banyak kekurangan vitamin B3 secara ringan dengan indikasi seperti kelelahan, hingga depresi. Vitamin B5 (Pantothenic Acid), berfungsi: Bersama-sama dengan jenis vitamin B lainnya, vitamin B5 berguna dalam proses pemecahan lemak, protein, karbohidrat menjadi energi. Manfaat lainnya adalah untuk pembentukan sel darah merah dan membuat vitamin D. Kebutuhan akan vitamin ini, pada wanita hamil sebesar 5 mg dan pada wanita menyusui 6 mg. Sumbernya berasal dari Ayam, ikan sarden, alpukat, pisang, semangka, kacang-kacangan dan susu. Kekurangan asam pantotenat ini mengakibatkan kekejangan pada tubuh. Vitamin B6 (Piridoksin), berfungsi dalam proses metabolisme asam amino dan lemak, selain itu bersama Vitamin B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah. Kebutuhan akan vitamin ini pada wanita hamil sebesar 1,9 mg, sedangkan pada wanita menyusui 2 mg. Kebanyakan konsumsi vitamin B6 dengan konsumsi lebih dari 50 mg per hari dapat menyebabkan kerusakan saraf secara permanen. Jika tubuh kekurangan vitamin B6, maka tubuh akan mengalami gangguan saraf, anemia, dermatitis, kolesterol, dan batu ginjal. Sumber vitamin ini terdapat pada daging unggas, ikan, sapi, kentang, tomat, pisang, buah yang berwarna ungu dan sayuran hijau. Vitamin B7 (Biotin), berfungsi untuk membantu dalam proses pemecahan lemak, protein menjadi energi yang akan digunakan oleh tubuh. Kebutuhan pada wanita hamil 30 mcg dan pada wanita menyusui 35 mcg. Sumber: Daging ikan salmon, kuning telur, susu, sereal, jeruk, pisang dan kacang tanah dan lain-lain. Kekurangan Biotin dapat mengalami masalah pada rambut dan kuku yang rusak, gangguan pertumbuhan dan gangguan syaraf pada bayi. Biotin di konsumsi tubuh mencapai 30 mcg setiap harinya. Karena Biotin terdapat di banyak sumber makanan, sehingga memenuhinya pun tidaklah sulit. Vitamin B9 (Folat) sudah dijelaskan diatas. Vitamin B12 (Kobalamin) berfungsi: Mengubah karbohidrat, protein dan lemak menjadi energi, menjaga sel darah merah tetap sehat, melindungi sel saraf, mencegah penyakit jantung, dan mencegah penyusutan otak yang dapat menyebabkan daya ingat menurun dan bersama vitamin B6 diperlukan untuk membentuk DNA atau materi genetik. Kebutuhan vitamin ini pada wanita hamil sebesar 2,6 mcg, karena vitamin ini sangat diperlukan untuk perkembangan saraf dan fungsi otak janin; pada wanita menyusui 2,8 mcg. Sumber vitamin ini berasal dari daging sapi, daging ikan, kepiting, kerang, hati, telur, susu, keju, kedelai dan rumput laut. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan penyakit anemia pernisiosa, gangguan konsentrasi dan penyakit dengan gangguan kognitif lainnya. Vitamin B banyak sekali manfaatnya. Khususnya bagi ibu hamil dan menyusui, harus selalu menjaga agar vitamin B cukup terpenuhi dalam menu makan sehari-hari. Bagi semua orang, vitamin B sangat menunjang terpenuhinya gizi yang baik. Kebutuhan Vitamin A Vitamin A memegang peranan penting dalam fungsi tubuh, termasuk fungsi penglihatan, imunitas, pertumbuhan tulang, pertumbuhan gigi, rambut, kulit, kuku, kesehatan sistem reproduksi dan perkembangan embrio. Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan bayi lahir prematur, perlambatan perkembangan pertumbuhan janin dan berat badan lahir rendah.

Kebutuhan ibu hamil akan vitamin A harus dipenuhi sekitar 500-600 si. Walaupun vitamin A sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, namun disarankan untuk jangan berlebihan dalam mengkonsumsinya, karena jika ibu hamil kelebihan vitamin A pertumbuhan janinpun juga akan terganggu, jadi jangan sampai kelebihan dalam mengkonsumsi vitamin ini. Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut dalam air, tapi larut dalam lemak. Artinya, bila kelebihan vitamin ini akan tertimbun dalam tubuh karena tak bisa dibuang seperti layaknya vitamin yang larut dalam air yang bisa dibuang lewat keringat atau air kencing. Sedikit demi sedikit akan tertimbun, yang makin lama akan makin banyak. Kelebihan vitamin A akan terjadi hipervitaminosis A dengan berakibat timbul hiperkeratinisasi yaitu Kulitnya akan terlihat tebal dan bersisik. Pada janin kelebihan vitamin A akan menyebabkan abnormalitas, terutama janin akan mengalami uroginital abnomali (terdapat gangguan sistem kencing dan kelamin. Juga akan membuat cacat bentuk wajah, kepala, serta jantung janin. Janin juga bisa mengalami mikrosefali (ukuran kepala kecil), sehingga menimbulkan gangguan sistem saraf pusat karena ukuran kecil tersebut. Selain itu, terdapat gangguan kelenjar adrenal; yang membuat hormon adrenalin, karena kelenjar ini pun menjadi kecil. Waktu rentan terjadinya kecacatan akibat kelebihan vitamin A adalah sekitar trimester I dan II kehamilan. Sebab, saat inilah organ-organ tubuh janin sedang terbentuk Vitamin A dapat ditemukan pada buah-buahan dan sayur-sayuran berwarna merah, hijau atau kuning ( wortel, ubi jalar, bayam, dan selada), mangga, melon, cabai, paprika, mentega, keju, susu, kuning telur dan lain-lain. Vitamin A juga dapat diberikan dalam bentuk kapsul minyak ikan, biasanya diberikan pada trisemester ketiga. Kebutuhan Vitamin C

Vitamin C merupakan antioksidan yang melindungi jaringan dari kerusakan dan dibutuhkan untuk membentuk kolagen dan menghantar sinyal kimia di otak. Vitamin inilah yang dibutuhkan untuk ibu hamil yang berfungsi untuk menyerap zat besi. Selain itu vitamin C juga meningkatkan penyerapan asam folat, mengurangi risiko pre-eklampsia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi, membantu agar plasenta kuat, membantu penyembuhan luka dan juga sangat baik untuk kesehatan gusi dan gigi. Konsumsi Vitamin C pada ibu hamil disarankan mengonsumsi 85-120mg per hari. Untuk ibu hamil, tidak dianjurkan mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi pada bulan-bulan pertama kehamilan. Karena dapat memicu keguguran janin yang dikandungnya akibat adanya tekanan progesteron. Bagi mereka yang memiliki kadar zat besi tinggi atau pada orang yang penyakit kelebihan zat besi (hemochromatosis) tidak dianjurkan mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi dimana vitamin C membantu penyerapan zat besi ke dalam tubuh lebih cepat. Selain itu konsumsi vitamin C juga dapat menyebabkan penumpukan batu di ginjal. Menghilangkan kelebihan vitamin C ini dapat dilakukan dengan terapi konsumsi air putih secara rutin dan lebih dari seharusnya atau dengan memakan buah yang mengandung banyak air seperti melon dan semangka. Sehingga pembentukan urin di ginjal tidak terbebani karena penyerapan air ke dalam tubuh membantu urin bersifat lebih encer dan tidak kental. Jika terlalu kental urin manusia yaitu kekurangan konsumsi air, maka batu ginjal bisa terjadi. Ibu dapat dengan mudah memperoleh vitamin C dari kacang-kacangan, sayuran, blimbing, paprika, buah-buahan, seperti jeruk, tomat, kiwi, jambu biji, papaya, dan lain-lain. Selain itu dapat juga mengkonsumsinya dalam bentuk suplemen bersamaan dengan suplemen zat besi. Biasanya suplemen untuk ibu hamil mengandung vitamin dan mineral yang lengkap dalam satu kemasan (pil atau tablet). Kebutuhan Vitamin D

Vitamin D mengatur jumlah kalsium (Ca) dan fosfat dalam tubuh, yaitu dengan membantu penyerapan kalsium di usus dan masuknya kalsium dari darah dan jaringan ke sel-sel tulang untuk menguatkan tulang dan menjaga tulang serta gigi yang sehat. Dalam kehamilan, vitamin D berguna sebagai nutrisi tulang pada janin juga pada ibu hamil yang rentan terkena penyakit tulang karena vitamin ini menyerap kalsium dan untuk menghindari terjadinya rakhitis (penyakit yang mempengaruhi perkembangan tulang pada anak-anak) saat bayi sudah dilahirkan. Vitamin D juga sangat bagus untuk merangsang kemampuan psikomotrik bayi yaitu kecakapan dalam mengontrol gerakan secara fisik. Ibu hamil setidaknya harus mengkonsumsi suplemen vitamin D sebanyak 10 mikrogram setiap hari ketika sedang hamil dan pada saat menyusui atau juga perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D selama kehamilan untuk beberapa bulan pertama kehamilan. Sumber terbaik vitamin D adalah sinar matahari yang terpapar secara langsung dengan kulit pada pagi hari. Jumlah waktu yang dibutuhkan di bawah sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D yang cukup berbeda dengan setiap orang, dan tergantung pada hal-hal seperti jenis kulit. Selain itu vitamin D dapat ditemukan secara alami pada minyak ikan (seperti salmon, makarel dan sarden), ikan hering, susu, kuning telur dan daging. Beberapa produsen menambahkannya ke beberapa sereal sarapan, produk kedelai, beberapa produk susu yang telah diperkaya vitamin D dan margarin. Kebutuhan Vitamin E dan vitamin K

Vitamin E atau nama lainnya adalah tokoferol merupakan kombinasi dari delapan ikatan molekul. Vitamin E banyak dijumpai pada gandum, kapri juga tauge. Vitamin E sangat baik untuk melindungi jenis asam lemak yang penting bagi janin, menjaga keutuhan dinding sel sehingga kerusakan sel telur pada wanita akibat oksidasi mampu dihindari karena berfungsi sebagai antioksidans. Vitamin ini bekerja dengan cara merubah dirinya menjadi radikal, kemudian merusak rantai reaksi radikal bebas, setelah itu dia akan beregenerasi menjadi vitamin E kembali sehingga tidak membahayakan tubuh manusia. Vitamin E juga menjaga kualitas sel kulit ibu yang mengalami banyak ketegangan dan perenggangan saat hamil. Menurut Dr. Graham Devereux, dari Department of Environmental and Occupational Medicine dari University of Aberdeen, Scotland, kekurangan vitamin E pada wanita hamil juga dapat menyebabkan anak yang dilahirkan beresiko terkena asma. Vitamin terakhir adalah K. Jenis vitamin ini juga dibutuhkan ibu karena ia berperan dalam membentuk pembekuan darah. Kekurangan vitamin K akan membuat darah sukar membeku karena protein yang berfungsi untuk proses pembekuan tidak tersintesis. Selain itu vitamin K juga dapat menyehatkan tulang dengan cara memacu kerja osteokalsin (protein tulang). Selain itu asam gamma karboksi glutamate dapat menarik kalsium sehingga tulang menjadi kuat, keras dan padat. Vitamin K penting dikonsumsi pada masa kehamilan trimester akhir pada ibu dengan kolestasis (gangguan saluran empedu). Vitamin K lazim ditemukan pada sayuran hijau dan dibentuk di tubuh dari kuman di usus. Kebutuhan Mineral Kebutuhan Zat Besi

Zat besi dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin yaitu protein di sel darah merah yang berperan membawa oksigen ke jaringan tubuh. Hemoglobin merupakan pembawa Oksigen yang baik dimana hemoglobin itu sendiri terdiri dari gugus heme dan globin. Setiap gugus globin

mengandung 4 macam heme, dan gugus heme berikatan dengan polipeptida melalui Fe (besi) yang terikat dengan residu histidin dari polipeptida. Fe inilah yang mengikat oksigen, jadi oksigen itu di ikat oleh Hb, tepatnya pada Fe, dimana Fe ini diikat pada rantai heme, dan 4 rantai heme ini terikat dalam satu gugus globin (dari sini dapat dipahamin, bahwa jika kekeurangan zat besi, maka kita akan kekurangan pengikatan oksigen). Anemia terjadi ketika jumlah atau ukuran sel darah merah seseorang terlalu rendah. Selama kehamilan, volume darah bertambah untuk menampung perubahan pada tubuh ibu dan pasokan darah bayi. Darah akan bertambah banyak dalam kehamilan yang lazim disebut hidremia atau hipervolemia. Akan tetapi, bertambahnya sel darah kurang dibandingkan dengan bertambahnya plasma sehingga terjadi pengenceran darah. Bertambahnya darah dalam kehamilan sudah dimulai sejak kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam kehamilan antara 32 dan 36 minggu. Hal ini menyebabkan kebutuhan zat besi bertambah sekitar dua kali lipat. Jika kebutuhan zat besi tidak tercukupi, maka hemoglobin yang salah satu unsur pembentuknya adalah zat besi berkurang, akibatnya terjadilah anemia. Karena berhubungan dengan zat besi, makanya disebut anemia defisiensi besi. Adanya anemia ini akan menyebabkan suplay oksigen berkurang sehingga ibu hamil akan mudah lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang, keluhan mual muntah pada hamil muda dan rentan infeksi, juga beresiko melahirkan bayi prematur dan berat badan lahir rendah. Janin juga membutuhkan zat besi untuk mengikat oksigen dari darah yang melalui plasenta, jika zat besi berkurang, maka oksigen tidak bisa diikat, akibatnya janin kekurangan oksigen dan dapat meninggal dalam kandungan. Selain untuk mengangkut oksigen, besi juga bagus untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Kebutuhan zat besi selama kehamilan adalah 27-60 mg sehari yaitu 50% diatas kebutuhan normal. Sebagian besar ahli kesehatan menganjurkan konsumsi suplemen yang memberikan 30 mg zat besi per hari karena mineral ini sukar sekali terpenuhi melalui makanan dan pada wanita yang mengalamin anemia diberikan 60 mg besi perhari. Secara alami, zat besi dapat diperoleh dari sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya) daging merah, ikan, hati, unggas, kacangkacangan dan padi-padian. Suplementasi zat besi semasa hamil terbukti membantu mencegah defisiensi zat besi. Kekurangan zat besi dapat mempertinggi resiko komplikasi disaat persalinan dan resiko melahirkan bayi berat lahir rendah dan prematur, aborsi spontan, kematian bayi saat lahir dan kematian. Anemia dalam kehamilan dapat berpengaruh buruk terutama saat kehamilan, persalinan dan nifas atau masa sesudah persalinan. Selain itu anemia pada ibu dapat menyebabkan pendarahan post partum atau pendarahan setelah melahirkan. Pada ibu dengan anemia, saat postpartum akan mengalami atonia uteri. Hal ini disebabkan karena oksigen yang dikirim ke uterus kurang. Jumlah oksigen dalam darah yang kurang menyebabkan otot-otot uterus tidak berkontraksi dengan adekuat sehingga timbul atonia uteri (uterus tidak bisa berkontraksi) yang mengakibatkan perdarahan banyak. Kelebihan zat besi juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan, salah satunya hemokromatis neonatus. Hemokromatosis neonatus adalah kondisi kelebihan zat besi sistemik yang parah yang berhubungan dengan bayi baru lahir yang mengalami kegagalan hati. Kelebihan zat besi juga menyebabkan gangguan pada otak karena Neurodegenerasi dengan akumulasi besi pada otak. Masalah Pencernaan (Mual, Muntah, Sembelit, Sakit perut, Diare dan menimbulkan korosi pada lapisan usus yang menyebabkan ulserasi.) Perubahan warna gig, warna kebiruan muncul di bibir, telapak tangan, dan kuku. Kebutuhan Kalsium Kalsium dan juga vitamin D, diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil dari osteoporosis, oleh karena itu, kalsium ini harus selalu terpenuhi karena bila tidak ibu hamil tersebut akan rentan terkena penyakit osteoporosis dan gangguan pada gigi

dan tulang janin. Selain itu, kalsium digunakan dalam pembekuan darah, mempersiapkan ASI dan juga dibutuhkan untuk membantu pembuluh darah berkontraksi dan berdilatasi, juga untuk mengantarkan sinyal saraf, kontraksi otot dan sekresi hormon. Janin mengumpulkan kalsium dari ibunya sekitar 30 sampai 40 mg sehari untuk pembentukan tulang-tulangnya dan ini terlebih pada trimester ketiga kehamilan. Ibu hamil dan bayi membutuhkan kalsium untuk menguatkan tulang dan gigi. Jika kebutuhan kalsium janin tidak tercukupi, maka janin akan mengambil kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibu, sehingga tubuh ibu hamil tersebut kekurangan asupan kalsium. Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah sekitar 1000 mg per hari, diperkirakan 0,2-0,7 gram kalsium tertahan dalam badan ibu hamil dan kiranya ini cukup untuk pertumbuhan janin tanpa mengganggu kadar kalsium ibu. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau, ikan teri, buah almod, biji wijen, tempe, kuning telur, kerang-kerangan dan kacang-kacangan. Saat ini kalsium paling baik diperoleh dari susu serta produk olahannya. Susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C. Yang perlu di ingat, Kalsium yang dikonsumsi dalam bentuk makanan, minuman atau suplementasi tidak semuanya diserap tubuh, namun sebagian akan dikeluarkan kembali oleh tubuh. Kalsium pada makan dan minuman yang dikonsumsi, bentuknya adalah campuran dengan bahan lain: karbonat, sitrat, atau laktat. Saat dicerna tubuh, kalsium campuran akan terurai menjadi kalsium murni atau elementer, yang siap diserap ke dalam darah. Itu sebabnya, ketika memilih suplementasi kalsium, lihat campuran kalsium yang dikandung, sebab akan menentukan kadar kalsium murni yang dapat diserap tubuh. Saat ini, kalsium karbonat paling banyak digunakan, karena memiliki persentasi kalsium murni cukup tinggi sekitar 40%, meski perlu asam lambung yang lebih banyak untuk mencernanya, sehingga sebaiknya dikonsumsi bersama makanan. Kebutuhan kalsium ibuhamil sekitar 1000 mg per hari, adalah kalsium murni atau elementer. Tubuh tidak dapat menyerap kalsium bila tidak memiliki cukup magnesium dan fosfor. Magnesium dan fosfor mengubah bentuk kalsium sehingga dapat diserap tubuh. Kalsium dan magnesium diedarkan oleh tubuh melalui albumin dalam darah. Terlalu banyak kalsium akan membuat magnesium terdesak dari albumin sehingga tidak tersalurkan lewat darah dan tubuh akan kekurangan magnesium. Bila tidak cukup mendapat magnesium, ginjal tidak dapat memproses kalsium sehingga dapat terjadi endapan batu ginjal. Selain fosfor dan magnesium, vitamin D, zinc dan zat besi juga diperlukan dalam pengolahan kalsium dan dapat terdesak peranannya oleh kalsium yang berlebihan. Konsumsi kalsium, magnesium, fosfor, vitamin D, zinc dan zat besi harus berimbang agar tubuh tetap sehat. Kebutuhan Zinc (seng) Zinc (seng) sebagai zat gizi mikro memiliki fungsi katalitik, terdiri atas hampir 300 macam enzim yang berperan dalam sintesis dan degradasi karbohidrat, lemak, dan protein serta metabolisme zat gizi mikro lainnya. Seng juga memiliki fungsi struktural, yaitu berperan penting dalam kestabilan struktur protein enzim dan membran sel. Selain itu, seng juga memiliki fungsi regul asi, ketika zinc finger protein meregulasi ekspresi gen dengan bertindak sebagai faktor transkripsi (berikatan dengan DNA dan mempengaruhi transkripsi gen spesifik). Seng juga sangat penting bagi kesehatan ibu hamil dan bayi. Seng dibutuhkan untuk menghindari resiko lahir prematur dan berat badan lahir rendah. Seng juga untuk pertumbuhan, penyembuhan luka, kekebalan tubuh dan memperbaiki fungsi organ perasa (penglihatan, penciuman dan pengecap).

Kebutuhan zat seng adalah 10-15 mg sehari. Di AS, angka kecukupan gizi harian seng semasa hamil adalah 11 mg. Kebutuhan zinc (seng) ini meningkat 5mg dari normal karena tingkat seng yang rendah akan menyebabkan kelahiran prematur dan berat bayi lahir rendah. Tanda-tanda mereka yang mengalami defisiensi seng, antara lain: pertumbuhannya terhambat, rambut rontok, terhambatnya kematangan seksual, terhambatnya pematangan tulang, luka pada kulit, diare, rentan terkena penyakit infeksi karena gangguan sistem imunitas, hilangnya nafsu makan karena gangguan pengecapan, serta perubahan perilaku. Zat ini dapat ditemukan secara alami pada daging merah, hati, seafood, gandum utuh, kacangkacangan dan beberapa sereal sarapan yang telah difortifikasi zat seng. Banyak wanita merasa lebih mudah memenuhi kebutuhan mereka dengan cara mengkonsumsi suplemen yang diperkaya seng, namun, suplemen seng memiliki efek samping dengan obat seperti antibiotik kuinolon (seperti Cipro) dan antibiotik tetrasiklin (seperti Achromycin dan Sumycin) yang menghambat penyerapan seng dalam saluran pencernaan. Karena kebutuhan sebenarnya sangat sedikit, kalau bisa asupan mineral seng diambil dari bahan-bahan pangan alami saja. Kebutuhan Fosfor, Magnesium, Natrium dan Fosfor

Fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat yang terdapat dalam tubuh sebanyak 80% berada dalam tulang dan gigi. Fungsi utamanya sebagai pemberi energi dan kekuatan untuk metabolisme lemak dan pati, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi pada janin, untuk sintesa DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium yang dibutuhkan janin dan ibu hamil. Kebutuhan Fosfor selama kehamilan sebesar 0,7mg, jadi kebutuhannya sangat kecil sehingga dapat diperoleh dari makanan. Kandungan fosfor dalam makanan banyak terdapat dalam makanan yang tinggi protein, seperti ikan, ayam, daging, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan serelia atau gandum. Peranan fosfor sebagai pengkalsifikasi tulang dan gigi, terjadi diawali pengendapan fosfor dan menempati matriks tulang, jika kemudian tulang mengalami kekurangan fosfor, maka akan terjadi peningkatan enzim fosfatase yang kerjanya melepaskan fosfor yang ada pada jaringan tubuh ke aliran darah. tujuannya agar mampu memperoleh keseimbangan dengan perbandingan kalsium yang penting untuk tulang dan gigi. Magnesium merupakan mineral yang sangat penting untuk setiap sel tubuh. Ia memiliki lebih dari 300 reaksi biokimia dalam tubuh kita. Tanpa magnesium, sistem saraf terganggu, kadar insulin kacau, dan jantung kehilangan iramanya. Kekurangan magnesium juga dapat mengakibatkan kram betis dan perut, keguguran dan melahirkan prematur. Magnesium juga berkontribusi penting untuk mencegah osteoporosis karena ia berperan besar dalam penyerapan kalsium. Oleh karena itu, meski kebutuhan kalsium sudah cukup, jika kekurangan magnesium, maka kalsium tak akan bisa diserap tubuh. Komposisi antara kalsium dan magnesium adalah dua banding satu, jadi seperti dijelaskan diatas, bahwa pada kehamilan konsumsi kalsium pada wanita hamil sebesar 1.000 mg kalsium, maka kebutuhan magnesium tubuh pada wanita hamil adalah 500 mg. Sekitar 50 persen magnesium dalam tubuh terdapat dalam tulang. Garam dapur sebagai salah satu sumber utama natrium, selalu ada pada makanan yang kita santap. natrium berperan dalam metabolisme air dan bersifat mengikat cairan dalam jaringan sehingga mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh pada ibu hamil. Kurangnya konsumsi natrium dapat menyebabkan volume darah menurun yang membuat tekanan darah menurun, denyut jantung meningkat, pusing, kadang-kadang disertai kram otot, lemas, lelah, kehilangan selera makan, daya ingat menurun, daya tahan terhadap infeksi menurun, luka sukar sembuh, gangguan penglihatan, rambut tidak sehat dan terbelah ujungnya, serta terbentuknya bercak-bercak putih di kuku. Kebutuhan natrium meningkat seiring dengan meningkatnya kerja ginjal. Kebutuhan natrium ibu hamil sekitar 2000 hingga 8000 mg per hari. Beberapa ibu yang terkena darah tinggi atau preeklamsia bahkan tidak memerlukan tambahan akan konsumsi garam. Bahan pangan, baik

nabati maupun hewani, merupakan sumber alami natrium. Umumnya pangan hewani mengandung natrium lebih banyak dibandingkan dengan nabati. Namun, sumber utamanya garam dapur (NaCl), soda kue (natrium bikarbonat), penyedap rasa monosodium glutamat (MSG), serta bahan-bahan pengawet yang digunakan pada pangan olahan. Natrium juga mudah ditemukan dalam makanan sehari-hari, seperti pada kecap, makanan hasil laut, makanan siap saji (fast food), serta makanan ringan (snack). Hindari risiko kaki bengkak serta tekanan darah tinggi dengan membatasi konsumsi garam. Fluor diperlukan tubuh untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Kekurangan fluor menyebabkan pembentukan gigi tidak sempurna. Fluor terdapat dalam air minum. Kebutuhan Yodium atau Iodine Yodium atau Iodine adalah komponen hormon tiroid yang berperan penting dalam pertumbuhan dan pembelahan sel. Kekurangan yodium ( Iodine deficiency ) pada tahap awal pengembangan fisik, yaitu pada masa embrio dan awal kehidupan dapat menyebabkan kekurangan hormon tiroid ( thyroid hormone ) yang berdampak keterbelakangan fisik dan mental berat yang berkelanjutan menjadi kretinisme. Kecerdasan seorang anak juga bisa ditentukan oleh konsumsi yodium yang cukup selama kehamilan. Yodium amat penting bagi kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon, kekurangan hormon tiroid menyebabkan hypothyroidism yang berefek langsung pada perkembangan otak janin.Wanita hamil dan yang merencanakan kehamilan harus memastikan asupan yodiumnya memadai. Dalam sehari, ibu hamil setidaknya membutuhkan asupan yodium sebanyak 220 mcg, sementara untuk ibu menyusui membutuhkan yodium sebanyak 290 mcg. Gangguan fungsi tiroid akibat kekurangan yodium akan menyebabkan tubuh kurang berenergi. Bahkan jika sudah parah akan menyebabkan kerusakan sebagian otak dan kretinisme, yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif otak. Sumber makanan yang baik adalah garam yang mengandung yodium, namun garam bukanlah satu-satunya sumber yodium yaitu antara lain makanan laut seperti ikan, kerang, cumi-cumi dan rumput laut, produk susu, kentang. Wanita yang menghindari makanan tersebut sebaiknya mencari sumber alternatif. Suplemen rumput laut harus dibatasi konsumsinya karena memiliki kadar yodium yang berlebihan, kita juga perlu berhati-hati dalam mengonsumsi yodium karena saat ini makanan kemasan umumnya mengandung garam tinggi. Kelebihan yodium bisa memicu hipertensi.

DIET DAN PENGAWASAN BERAT BADAN Diet dan pengawasan berat badan penting untuk diperhatikan oleh seorang ibu pada masa kehamilannya. Kekurangan atau kelebihan nutrisi, dapat menyebabkan kelainan yang tidak diinginkan pada wanita hamil tersebut. Perkembangan janin mengalami masa kritis sejak minggu pertama hingga akhir minggu ke-7, hal ini karena pada masa itu ada pembentukan berbagai organorgan vital janin, sistim saraf pusat, otak, jantung, panca indra, alat kelamin dan lainnya. Dimasa itu kebutuhan gizi akan terus meningkat. Seperti yang telah di jelaskan diatas, bahwa kekurangan makanan yang bergizi dapat menyebabkan anemia, abortus (keguguran), partus prematurus (persalinan yang terjadi belum cukup bulan), inersia uteri, hemoragia post partum, sepsis puerperalis dan sebagainya. Sedangkan makanan yang berlebihan karena wanita hamil tersebut biasanya salah mengerti bahwa dia makan untuk dua orang dapat pula mengakibatkan kegemukan atau obesitas. Adanya obesitas ini akan sangat berpengaruh

bagi kesehatan ibu dan janin. Pada ibu akan rentan terkena preeklamsia ditandai dengan tekanan darah yang meningkat dan proteinuria, Kaki bengkak dan terjadi penimbunan cairan tubuh. Akibatnya, aliran darah ke janin terhambat, dan dapat berakibat fatal. Selain itu ibu hamil yang obes juga akan mudah terkena diabetes gestasional. Selain itu biasanya ibu yang sangat obes, akan susah melahirkan normal, sehingga disarankan untuk melakukan operasi caesar sebagai satu-satunya pilihan bersalin. Infeksi pasca persalinan juga meningkat, karena proses persalinan biasanya sulit dan lama. Risiko pada bayi juga dapat terjadi akibat ibunya mengalami obesitas selama kehamilan yaitu maskrosomia atau kelebihan berat badan, ukuran janin yang terlalu besar (lebar bahu lebih besar dari diameter kepala) menyulitkan proses lahir dan meningkatkan komplikasi persalinan. Anjurkanlah wanita hamil makan secukupnya saja. bahan makanan tidak harus mahal, asalkan memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak dan vitamin serta mineral yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Selain itu kebersihan makanan juga haruslah diperhatikan. Seperti diketahui kebutuhan akan gizi selama kehamilan akan meningkat. Adapun kebutuhan ini dipergunakan antara lain untuk pertumbuhan plasenta, pertambahan volume darah, mamae yang membesar dan metabolisme basal yang meningkat pada saat kehamilan. Pada wanita hamil basal metabolic rate (BMR) naik, sistem endokrin juga meninggi dan tampak lebih jelas kelenjar gondoknya. Basal Metabolic Rate (BMR) adalah kebutuhan energi minimal yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan proses tubuh yang vital. Kebutuhan energi metabolisme basal termasuk jumlah energi yang diperlukan untuk pernapasan, peredaran darah, pekerjaan ginjal, pankreas, dan lain-lain alat tubuh, serta untuk proses metabolisme di dalam sel-sel dan untuk mempertahankan suhu tubuh. BMR pada wanita hamil, meningkat 15-20% yang umumnya di temukan pada triwulan terakhir. Kalori yang di butuhkan untuk itu terutama di peroleh dari pembakaran hidrat arang atau karbohidrat, khususnya sesudah kehamilan 20 minggu keatas. Akan tetapi bila dibutuhkan dipakailah lemak ibu untuk mendapatkan tambahan kalori dalam pekerjaan sehari-hari. Dalam keadaan biasa wanita hamil cukup hemat dalam pemakaian tenaganya. Mengenai lemak, telah dikemukakan bahwa hormon somatomammotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak dan mamae, lemak terhimpun pula pada badan, paha dan lengan wanita hamil. Kadar kolesterol dapat meningkat sampai 350mg atau lebih per 100 ml. Berat badan wanita hamil akan naik kira-kira 6,5-16,5 kg, rata-rata 12,5 kilogram. Berat badan selama kehamilan bertambah karena adanya janin, cairan amnion, plasenta, volume darah meningkat, pembesaran rahim dan payudara. janin beratnya mencapai kurang lebih 3,2 kg, cairan amnion, plasenta, lemak, darah dan cairan lain sekitar 3,6-7,4kg. sementara rahim dan payudara beratnya menjadi 1,8-2,2kg. Pertambahan berat total sangat bergantung kepada berat badan ibu sebelum hamil. Kegemukan pada ibu hamil berdampak pada bayi dalam kandungan. Risikonya, melahirkan bayi kecil atau bayi dengan berat lahir rendah, prematur. Kegemukan pada ibu hamil juga menyulitkan persalinan atau juga menyebabkan penyakit preeklamsia atau keracunan pada kehamilan. Kenaikan berat badan ini terjadi terutama dalam kehamilan 20 minggu terakhir. Kelainan berat badan yang terlalu banyak sering ditemukan pada pre-eklamsia. Preeklamsia adalah gangguan multisistem spesifik pada kehamilan yang ditandai dengan hipertensi (tekanan darah tinggi) dan proteinuria (adanya protein dalam urin). Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan serangkaian tes di trimester awal. Perlu dilakukan pemeriksaan gula darah, tekanan darah, dan pengukuran berat badan. Pemeriksaan ini diulang lagi di akhir trimester 3 untuk mengetahui apakah sang ibu berisiko terkena diabetes dan hipertensi. Selanjutnya, dilakukan pemantauan terhadap perkembangan janin dari bulan ke bulan. Bila berat badan naik lebih dari semestinya, anjurkan untuk mengurangi makanan yang mengandung

karbohidrat. Lemak jangan dikurangin, terlebih sayur mayur dan buah-buahan. Yang terpenting, komposisi makanan harus seimbang. Selain mengatur pola makan, dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik. Jalan pagi sangat baik untuk menjaga konsisi ibu tetap sehat. Pada wanita hamil yang mengalami kenaikan berat badan yang berlebihan, sebaiknya wanita tersebut diawasi dan diberi pengertian, sehingga berat badanya hanya naik 2 kg tiap bulan sesudah kehamilan 20 minggu. Dan adanya penurunan berat badan dalam bulan terakhir kehamilan dianggap sebagai suatu tanda yang baik. Bila berat badan tetap saja atau bahkan menurun, semua makanan dianjurkan, terutama yang mengandung protein dan zat besi. Seandainya terdapat endema (pembengkakan) pada kaki, sedangkan kenaikan berat badan sesuai dengan kehamilan, maka anjurkan untuk tidak memakan makanan yang mengandung garam atau makanan yang mengandung ion natrium dan klorida. MAKANAN YANG PANTANG Beberapa jenis makanan yang akan dijelaskan berikut ini memang sering ada di sekitar kita. Oleh karena itu, para calon ibu harus benar-benar memperhatikan beberapa jenis makanan yang dimaksud. Berikut makanan yang menjadi pantangan ibu hamil

Cemilan dan Mie Instan. Didalam mie instan atau cemilan, ada kandungan yang dirasa tidak cocok bagi ibu hamil yaitu MSG. Biasanya gejala yang dialami bila dikonsumsi berlebih merasa kepala pusing, sesak nafas dan jantung sering berdebar-debar. Saraf janin mulai terganggu semenjak sebelum melahirkan dan setelah melahirkan. Banyak cemilan juga akan meningkatkan berat badan yang berlebihan sehingga menyebabkan obesitas. Disarankan untuk banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat, karena pada wanita hamil sering mengalami konstipasi. Makanan yang dikemas. Biasanya makanan tersebut berupa kornet, nugget dan sosis. Yang harus diwaspadai ialah bahan pengawetnya. Akibat yang ditimbulkan ialah adanya terhambatnya pertumbuhan syaraf yang ada di otak sang janin dan terjadi gangguan pencernaan pada sang ibu. Mengkonsumsi vitamin dalam jumlah berlebihan itu juga berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin, karena pada beberapa vitamin, terutama vitamin yang tidak larut dalam air seperti vitamin A dan D akan menumpuk dalam tubuh dan berakibat kurang baik bagi kesehatan. Makanan Jajanan. Mie ayam, bakso dan siomay merupakan contoh dari makanan jajanan. Bahaya yang dirasakan ialah kandungan pengawet makanan, boraks dan MSG. Lalu akibat yang dialami ialah adanya gangguan pada saraf janin, hiperaktif dan autis pada anak. Makanan Lalapan. Jenis lalapan yang dikonsumsi harus benar-benar menyehatkan artinya kebersihannya juga harus terjaga. Karena didalam makanan lalapan masih menempel parasit toksoplasma. Akibatnya sang janin bisa terganggu perkembangannya dan bisa mengakibatkan autis serta hiperaktif. Menghindari makanan laut dengan merkuri yang tinggi. Sebab, hal ini bisa merusak otak bayi. Selain itu, upayakan menghindari sajian makanan ikan hiu, king mackerel, kepiting, udang, dan salmon. Makanan yang tak dipasteurisasi (proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme) dapat berisi makanan memiliki risiko penyakit bawaan. Oleh karena itu, menghindari produk susu yang tidak dipasteurisasi sangat penting.

Saat wanita hamil, upayakan untuk benar-benar menghindari asupan kafein, teh, dan alcohol. Pasalnya, hal ini dapat mencegah anak lahir dengan keadaan cacat atau komplikasi. Ketiga minuman itu juga meningkatkan risiko keguguran pada bumil. Selain itu alkohol, kafein dan rokok dapat mengurangi kadar asam folat pada ibu hamil.