Anda di halaman 1dari 5

Fadilah Ramadita, PT.

Medco E&P Indonesia Lapangan Tarakan : Tidak Ada Kata Menyerah Sebelum Memulai

Nama : Fadilah Ramadita (09.051.3051) Tempat Tanggal Lahir : Tarakan, 17 Maret 1993 Jenis Kelamin : Perempuan Alamat Asal : Jalan Gn. Tembak RT 5 No 21 Kampung 6 Tarakan Kalimantan Timur Alamat Kost : Jln Kaliurang Km 13,5 Blok 35B Nganggrung Sleman Yogyakarta Alamat Email : fadilah.ramadita@gmail.com Nama Perusahaan : PT. Medco E&P Indonesia Lapangan Tarakan Alamat Perusahaan : Jl. Sumatra No 141 Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, Tarakan, Kalimantan Timur Bidang Usaha : Tambang Penghasil Minyak dan Gas Strategi dan Usaha yang dilakukan

Tujuan awal saya memilih PT Medco menjadi tempat kerja praktek adalah karena saya ingin berkecimpung di dunia pertambangan migas. Selain itu, perusahaan tersebut berada di kota kelahiran saya, kota dimana orang tua saya tinggal sehingga PT Medco menjadi tempat kerja praktek yang benar-benar saya inginkan. Awalnya ayah saya yang bekerja di salah satu dinas pemerintahan membantu saya untuk menghubungkan dengan rekan kerja beliau yang ada di PT Medco. Dua hari kemudian, saya mendapat konfirmasi agar segera membuat proposal kerja praktek. Judul yang saya ambil adalah pengelolaan kualitas lingkungan melalui Program Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER). Tak menunggu waktu lama, usai proposal dibuat saya menghadap koordinator KP dan diharuskan revisi karena ada beberapa yang dianggap kurang sesuai. Dua hari kemudian, saya menghadap lagi dan akhirnya di-ACC, lalu saya mendapat dosen pembimbing. Saya lalu menyelesaikan administrasi dan mendapat lembar asistensi kerja praktek. Hari selanjutnya, saya membawa proposal tersebut menghadap ke dosen pembimbing, dan untuk sekali lagi proposal saya tersebut harus direvisi. Sekitar dua hari, saya kembali lagi menghadap dosen pembimbing dan Alhamdulillah lembar pengesahan saya di-ACC oleh beliau. Setelah itu, saya kembali mengurus administrasi kerja praktek dan saya mendapatkan surat pengantar dari kampus untuk perusahaan. Besoknya seluruh dokumen yang meliputi proposal dan surat pengantar tersebut, saya kirimkan ke perusahaan melewati pos. Seminggu kemudian, saya melihat pengumuman di mading jurusan, bahwa ada nama saya tertera yang dinyatakan bahwa saya diterima di perusahaan Medco E&P Indonesia Lapangan Tarakan untuk melaksanakan kerja praktek selama 25 hari mendatang (9/7/2012 9/8/2012). Pra dan Pelaksanaan Kerja Praktik Saya sampai di Tarakan tanggal 4 Juli 2012, lima hari sebelum pelaksanaan kerja praktek dimulai. Namun pada tanggal 6 Juli 2012, saya diwajibkan untuk datang ke Medco sebagai pra-kerja praktek. Saya datang dengan jas almamater universitas, beserta proposal dan surat pengantar yang sudah saya copy sebelum dikirimkan ke perusahaan. Sesampai di perusahaan, setelah mengisi absen lengkap di meja security mencakup dari mana dan tujuan, jam masuk dan jam keluar, saya mendapat tag number yang menyatakan bahwa saya visitor. Selanjutnya security mengantar saya masuk ke ruangan HRD. Di HRD, saya bertemu dengan HRD Manager. Beliau bertanya mulai dari identitas saya, jurusan dan universitas, sampai pada alasan mengapa saya mengambil tema PROPER untuk judul kerja praktek. PROPER merupakan suatu sertifikasi lingkungan yang menjadi suatu trend bagi perusahaan-perusahaan besar. PROPER juga merupakan salah satu jalan bagi perusahaan untuk menciptakan suatu kondisi yang ramah lingkungan, sehingga perusahaan tersebut dapat menjalankan kegiatan produksi, juga dapat menjaga lingkungan. Kebetulan, Medco Tarakan telah berhasil mendapat peringkat hijau pada tahun pertama mengikuti PROPER skala nasional.

Sedangkan Medco Sembakung (satu manajemen dengan Medco Tarakan) telah mendapatkan peringkat emas skala provinsi. Saya mulai dikenal sebagai salah satu mahasiswa yang akan melakukan kerja praktek dan saya ditempatkan pada HSE (Health, Safety, Environment) Department. Salah seorang pegawai HSE mengantarkan saya masuk ke ruang HSE dan bertemu dengan safety supervisor yang ternyata seorang wanita yang kira-kira masih berumur 28 tahun. Dia mengucapkan sambil menjabat tangan saya Kamu datang di waktu yang tepat. Selamat datang di HSE, Dila. Hari Senin kita bertemu lagi. Hari pra-kerja praktek ini membuat saya bersemangat untuk tidak sabar menunggu hari kerja praktek sesungguhnya berlangsung. Hari pertama, setelah menandatangi surat perjanjian kontrak di HRD, saya akhirnya bertemu dengan pembimbing lapangan saya, yang juga menjabat sebagai environment supervisor. Seperti pada umumnya, beliau bertanya apa judul proposal dan tujuan kerja praktek. Lebih tepatnya, apa yang saya inginkan dari perusahaan tersebut. Menit selanjutnya, beliau mengajak saya untuk berkenalan dengan seluruh staf di HSE, mulai dari HSE Lead, master document, admin, dan orang lapangan. Laporan pertama yang beliau berikan kepada saya adalah 4 buku tebal dengan judul yang sama semua : Laporan RPL/RKL di lokasi satu. Yang membedakan ke empatnya hanyalah semester dan tahun. Semester 1 berlangsung dari mulai bulan Juli s/d Desember. Sedangkan semester dua berlangsung dari bulan Januari s/d Juni. Sama seperti masa kuliah.Tak terasa sudah tiga jam saya duduk menelusuri laporan tersebut, yang memang setelah saya baca tidak ada laporan yang menunjukkan bahwa kegiatan eksplorasi dan produksi mereka mengeluarkan emisi yang melebihi batas ambang baku mutu. Ini berkat kerja keras mereka yang memang komitmen dalam menjaga lingkungan dan akhirnya mencapai peringkat hijau dalam PROPER.Minggu pertama yang saya habiskan di Medco adalah mempelajari semua dokumen yang mencakup tentang komponen PROPER peringkat hijau, meliputi Sistem Manajemen Lingkungan (AMDAL, ISO, dan OHSAS), pengelolaan limbah B3, pengelolaan persampahan, pengelolaan air limbah, pemantauan kebisingan, kualitas air tanah dan permukaan, kualitas emisi, konservasi energy dan sumber daya hayati, dan pengembangan masyarakat (Comdev/CSR). Document master dan admin dengan ramahnya memudahkan saya untuk mendapatkan semua data dan informasi tersebut untuk selanjutnya saya olah kembali dan dimasukkan ke laporan kerja praktek.Selain itu, ternyata ada mahasiswa jurusan teknik industri dari universitas negeri di Kota Jakarta yang juga sedang menjalani masa kerja praktek dan mengambil tema Safety Induction. Darinya, saya menjadi lebih tahu tentang bagaimana sebuah safety dapat berpengaruh pada produktivitas suatu perusahaan.Setiap pagi, HSE sering mengadakan rapat internal untuk membahas apa saja yang harus dilakukan hari ini dan konfirmasi pemberitahuan acara-acara yang akan dilaksanakan. Minggu pertama ternyata HSE memiliki acara HSEQ (Health, Safety, Environment Quality), dimana pada acara ini seluruh pegawai baik di office

atau di site Medco mendapatkan apresiasi penghargaan atas terpilihnya nearmiss atau observasi terbaik. Nearmiss atau observasi adalah pelaporan tindakan yang dapat menyebabkan kecelakaan atau kondisi tidak safety yang dapat dilakukan oleh seluruh pegawai Medco. HSE telah membuat dalam suatu form yang dapat diambil dan diisi, selanjutnya diberikan pada admin HSE untuk diupdate setiap hari. Safety Supervisor dan HSE Lead nantinya yang akan menilai nearmiss atau observasi tersebut. Acara ini dihadiri oleh vice president Medco Energy, Frilla Berleni Yaman, dan General Manager yang berkantor pusat di Jakarta. Minggu kedua, setiap staf di HSE mulai terlihat sibuk. Hal ini dikarenakan pada waktu dekat akan dilaksanakan penilaian PROPER dari KLH Provinsi. Beberapa orang yang menjabat sebagai tim audit internal mulai berdatangan ke kantor HSE. Momen ini seperti suatu momen kebetulan yang benar-benar pas yang dimana saya lebih banyak mendapatkan pelajaran dari acara inspeksi ini daripada teori di buku. Saya memilih untuk berkecimpung membantu para staf HSE bekerja mempersiapkan dokumen-dokumen lingkungan apa saja yang dibutuhkan, sekaligus saya membaca dan mencatat apa yang saya butuhkan untuk dimasukkan ke laporan. Minggu ketiga, beberapa orang dari Kementerian Lingkungan Hidup Provinsi didampingi pegawai dari BLH Kota Tarakan mengunjungi Medco. Saya diikutkan untuk mengunjungi site-site yang dimiliki Medco, yaitu SPUG M-5, M12, dan M-8. Dari ketiga lokasi tersebut, saya mempelajari kondisi lingkungan sekaligus mencatat semua parameter lingkungan yang masuk menjadi komponen PROPER seperti tempat pengujian emisi dan pengambilan sampel air drainase, tempat TPS limbah B3, nursery, dan kegiatam comdev yang dimiliki Medco seperti pertanian organik juga rumah pintar. Khususnya untuk program Comdev, Departemen Security and Public Affair yang mengendalikan. Di departemen tersebut, saya berkenalan dengan seorang mahasiswa fresh graduate jurusan planologi dari sebuah institute di Bandung, yang juga sedang menjalani kerja training work. Darinya, saya belajar bagaimana sebuah comdev memiliki pengaruh yang besar pada sebuah pencitraan perusahaan di mata masyarakat umum. Walaupun saya tidak diperbolehkan mengikuti rapat pembahasan PROPER antara pihak perusahaan dan pihak KLH provinsi karena hal tersebut adalah rahasia perusahaan, tetapi saya mendapatkan dokumen lengkap sebagai pembahasan PROPER. Minggu ke empat, saya lebih fokus untuk mengerjakan laporan kerja praktek untuk perusahaan sekaligus untuk universitas. Data yang saya kumpulkan ternyata sudah cukup banyak diolah satu per satu tiap komponennya. Momen audit PROPER juga tak luput dari pembahasan saya, dimana nantinya saya berharap apa yang saya pelajari di kampus menjadi tawaran solusi bagi perusahaan. Pada minggu ini juga, saya ikut mendampingi salah seorang audit internal Medco yang ditugaskan untuk mengambil sampel air drainase di setiap site. Selain itu, saya juga mengikuti salah seorang pegawai HSE khusus lapangan untuk pengecekan APAR di office dan setiap site Medco.

Minggu kelima adalah minggu terakhir saya kerja praktek. Dua mahasiswa jurusan safety engineer dari sebuah institute di Surabaya datang ke perusahaan dan baru akan memulai masa kerja praktek mereka. Dari merekalah, saya mempelajari lebih banyak detail safety apa saja yang harus dipenuhi perusahaan, salah satunya adalah ISRS7 (International Safety Rating System). Pada dua hari terakhir sebelum saya menyelesaikan kerja praktek, saya diminta pembimbing lapangan untuk membuat laporan dan presentasi yang nantinya akan dipresentasikan di depan HSE Lead dan Production Lead. Pada laporan dan presentasi, selain saya memaparkan apa saja yang telah saya dapatkan dari perusahaan, saya juga memberi masukan yang didasarkan atas teori-teori yang saya dapatkan selama kuliah di jurusan teknik lingkungan UII. Alhamdulillah, sebagian besar dari tawaran saran saya disetujui oleh HSE Lead. Saya merasa untuk pertama kalinya apa yang saya pelajari memiliki manfaat dan berguna untuk orang banyak. Kesan dan Pesan Kesan : Memasuki atmosfer kerja di dunia pertambangan khususnya, memiliki pengalaman tersendiri menghadapi kondisi lingkungan yang lebih menantang dan secara tidak disadari telah membentuk kepribadian dan mental disiplin, konsisten, professional, berloyalitas, dan bertanggung jawab. Pesan : Entah kita gagal atau sukses tidak menjadi masalah, yang penting adalah cara kita menghadapinya. Tidak ada kata menyerah sebelum memulai. Keep your spirit, because this time the future is ours. Its in our hand.Penulis : Fadilah Ramadita (Teknik Lingkungan angkatan 2009)Note : Seluruh isi dari tulisan ini diluar tanggung jawab pihak admin Website kerjapraktekenvirouii.wordpress.com