Anda di halaman 1dari 16

Korteks ginjal rusak Insufisiensi adrenal

ACTH dan CRH meningkat MCH meningkat

Korsisol menurun

Aldosteran menurun

Glukoneogeresis menurun Glikogen hati menurun

Dehidrasi Kekurangan volume cairan dan elektrolit

Hiponatremia

Hiperpigmentasi Harga diri rendah

Hipotensi Pusing penurunan curah jantung

Hipoglikemia Kelelahan

- Keringat dingin - Penurunan kesadaran - Mual muntah

Cemas Intoleransi aktivitas

Defisit pengetahuan

Kekurangan volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan dan elektrolit melalui ginjal. Harga diri rendah berhubungan dengan hyperpigmentasi Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan dan perubahan fungsi fisiologi Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolisme (kadar glucosa darah) Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi. Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung.

Kekurangan volume cairan dari elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan dan natrium melalui ginjal

Intervensi
Dapatkan riwayat dari pasien atau orang terdekat yang berhubungan dengan lama dan intensitas dari gejala yang muncul. Pantau tanda vital, catat perubahan tekanan darah pada perubahan posisi, kekuatan dari nadi perifer

Rasionalisasi
Membantu memperkirakan volume total cairan

Hipotensi postural merupakan bagian hipovolemia akibat kekurangan hormon aldosteron dan penurunan curah jantung sebagai akibat dari penurunan kortisol. Nadi mungkin melemah yang mudah dapat hilang. Memberikan perkiraan kebutuhan akan penggantian volume cairan dan keefektifan pengobatan. Peningkatan berat badan yang cepat disebabkan oleh adanya retensi cairan dan natrium yang berhubungan dengan pengobatan steroid.

Ukur dan timbang berat badan setiap hari

Kaji pasien mengenai rasa haus, kelelahan, nadi cepat, pengisian kapiler memanjang turgor kulit jelek, membran mukosa kering. Catat warna kulit dan temperaturnya. Periksa adanya perubahan dalam status mental dan sensori

Untuk mengindikasikan berlanjutnya hipovolemia dan mempengaruhi kebutuhan volume pengganti. Dehidrasi berat menunjukkan curah jantung dan perfusi jaringan terutama jaringan otak. Kerusakan fungsi saluran cerna dapat meningkatkan kehilangan cairan dan elektrolit dan mempengaruhi cara untuk pemberian cairan dan nutrisi. Cairan dan obat-obatan akan membantu pemenuhan kekurangan cairan dan elektrolit tubuh

Auskultasi bising usus/peristaltik usus. Catat dan laporkan adanya mual, muntah dan diare

Kolaboratif dalam pemberian cairan, larutan gula dan obatobatan

Pasien menunjukkan adanya perbaikan keseimbangan cairan, dengan kriteria : pengeluaran urine yang adekuat (batas normal), tanda-tanda vital stabil, tekanan nadi parifer jelas, turgor kulit baik, pengisian kapiler baik dan membran mukosa lembab/basah.

Intervensi
Beri kesempatan pasien untuk mengungkapkan perasaan tentang keadaannya, tunjukkan perhatian, bersikap tidak menghakimi. Sarankan pasien untuk menggunakan ketrampilan management stres, misal: teknik relaksasi, visualisasi dan bimbingan imajinasi. Dorong pasien untuk membuat daftar bantuan orang terdekat. Dorong pasien untuk membuat pilihan dan berpartisipasi dalam perawatan diri Sarankan untuk mengunjungi penyakitkan telah terkontrol. seseorang yang

Rasionalisasi
Membina hubungan dan peningkatan keterbukaan dengan pasien, membentuk dalam mengevaluasi berapa banyak masalah yang dapat diubah oleh pasien Meminimalkan perasaan stres, frustasi, meningkatkan kemampuan koping dan kemampuan untuk mengendalikan diri. Pasien tidak merasa sendirian dan merasa berguna dalam berhubungan dengan orang lain. Data membantu meningkatakn tingkat kepercayaan diri, memperbaiki harga diri dan meningkatkan perasaan terhadap pengendalian diri Dapat menolong pasien untuk melihat hasil dari pengobatan yang telah dilakukan. Pendekatan komprehensif dapat membantu memenuhi kebutuhan pasien untuk memelihara tingkah laku.

Tindakan kolaborasi dengan: rujuk ke pelayanan sosial, konseling dan kelompok pendukung sesuai kebutuhan

Kriteria evaluasi : 1)Pasien tampak rileks 2)Pasien melaporkan ansietas berkurang sampai tingkat dapat diatasi 3)Mampu mengidentifikasi cara hidup yang sehat untuk membagikan perasaannya.

Intervensi
Kaji/diskusikan tingkat kelemahan klien dan identifikasi aktifitas yang dapat dilakukan klien. Pantau tanda vital sebelum dan sesudah melakukan aktivitas observasi adanya takikardia hipotensi dan perifer yang dingin Sarankan pasien untuk menentukan masa/periode antara istirahat dan melakukan aktifitas

Rasionalisasi
terus memburuk setiap hari karena proses penyakit dan munculnya ketidakseimbangan natrium dan kalium. Kolapsnya sirkulasi dapat terjadi sebagai akibat dari stres aktifitas jika curah jantung berkurang Mengurangi kelelahan dan mencegah ketegangan pada jantung. Pasien biasanya telah mengalami penurunan tenaga, kelelahan otot menjadi Pasien akan dapat melakukan lebih banyak kegiatan dengan mengurangi pengeluaran tenaga pada setiap kegiatan yang dilakukannya.

Diskusikan cara untuk menghemat tenaga (misal: duduk lebih baik daripada berdiri selama melakukan aktifitas/latihan), jika perlu biarkan pasien melakukannya sendiri.

Kriteria evaluasi : 1)Pasien menyatakan mampu untuk beristirahat, peningkatan tenaga dan penurunan rasa 2)Mampu menunjukkan faktor yang berpengaruh terhadap kelelahan. 3)Pasien mampu menunjukkan peningkatan kemampuan dan berpartisipasi dalam aktifitas.

Intervensi
Kaji kemampuan pasien untuk melakukan tugas/aktifitas normal, catat laporan kelelahan, keletihan dan kesulitan menyelesaikan tugas
Kaji kehilangan/gangguan kelemahan otot keseimbangan gaya jalan,

Rasionalisasi
Mempengaruhi pilihan intervensi/ bantuan

Menunjukkan perubahan neurologi karena defisiensi vitamin B12 mempengaruhi keamanan pasien/resiko cedera. Manifestasi kardiopulmonal dari upaya jantung dan paru untuk membawa jumlah oksigen adekuat ke jaringan

Awasi TD, nadi, pernafasan selama dan sesudah aktifitas. Catat respons terhadap tingkat aktivitas (misalnya: peningkatan senyut jantung/TD, disritmia, pusing, dispnea, takipnea, dsb Ubah posisi pasien dengan perlahan dan pantau terhadap pusing

Hipotensi postural atau hipoksia serebral dapat menyebabkan pusing, berdenyut dan peningkatan risiko cedera.

Berikan bantuan dalam aktivitas/ambulasi bila perlu, memungkinkan pasien untuk melakukannya sebanyak mungkin.
Gunakan teknik penghematan energi, misalnya: mandi dengan duduk. Anjurkan pasien untuk menghentikan aktifitas bila palpitasi, nyeri dada, nafas pendek, kelemahan atau pusing terjadi.

Membantu bila perlu, harga diri ditingkatkan bila pasien melakukan sesuatu sendiri.

Mendorong pasien menunjukkan banyak dengan membatasi penyimpangan energi dan mencegah kelemahan. Pegangan/stres kardipulmonal berlebihan/stres menimbulkan dekompensasi/kegagalan. dapat

Kriteria evaluasi : 1)Pasien melaporkan peningkatan toleransi aktivitas (termasuk aktivitas sehari-hari) 2)Menunjukkan penurunan tanda fisiologis intoleransi, misalnya nadi, pernafasan dan tekanan darah masih dalam rentang normal pasien.

Intervensi
Kaji ulang tingkat pengetahuan pasien Tekankan pentingnya perawatan kulit Kaji ulang program obat, kemungkinan efek samping dan interaksi dengan obat lain dengan cepat. Diskusikan mengenai diet

Rasional
Memberikan dasar pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan Menurunkan penyebaran infeksi dan risiko iritasi kulit. Membantu pemahaman pasien tentang alasan meminum obat Mencegah kehilangan berat badan dan menurunkan risiko timbulnya hipoglikemia

Kriteria evaluasi: Pasien dapat mengungkapkan pemahamannya tentang penyakit, prognosis, dan pengobatan Mengidentifikasi hubungan antara tanda/gejala pada proses penyakit dan penyebab penyakitnya. Mengidentifikasi keadaan yang membuat stres sehubungan dengan penyakitnya. Melakukan perubahan gaya hidup yang perlu dan berpartisipasi dalam program pengobatan.

Intervensi
Pantau tanda vital: tensi, irama jantung

Rasional
Krisis addison mungkin menyebabkan tekanan darah menurun. Frekwensi jantung yang tidak teratur akan menimbulkan penurunan curah jantung. Pengisian kapiler yang memanjang, nadi yang lambat & lemah merupakan indikasi terjadi syok. Walaupun biasanya ada poliuria penurunan haluaran urine menggambarkan penurunan perfusi ginjal oleh penurunan curah jantung Kadar O2 yang maksimal menurunkan kerja jantung. dapat membantu

Kaji pengisian kapiler dan nasi perifer Ukur jumlah haluaran urine

Kolaborasi pemberi O2

Kriteria evaluasi : Menunjukkan curah jantung yang adekuat yang ditandai dengan tanda vital dalam batas normal, nadi perfer teraba dengan baik, pengisian kapiler cepat dan status mental baik.