Anda di halaman 1dari 6

TAHUKAH ANDA TENTANG ZAKAT, INFAQ, DAN SHODAQOH

A. Zakat. Secara etimologi, zakat berarti berkah, berkembang, bersih, baik atau bertambah. Zakat berasal dari kata zaka yang artinya telah bersih. Dengan demikian zakat secara etimologi dapat disimpulkan bahwa setiap yang bersih atau bertambah, berarti juga bermakna zakat. Sedangkan secara terminologi, zakat merupakan sebutan atau nama dari sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah agar diserahkan kepada orang2 yang berhak. Dalam fiqih zakat, di antara dalil tentang kewajiban zakat adalah sebuah hadits yang terdapat di dalam Shahih Bukhori: Islam dibangun di atas lima dasar: bersaksi bahwa tidak ada Illah yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, menunaikan ibadah haji, dan puasa Ramadhan. Ada beberapa ayat dalam Al-Quran yang menjadi dasar kewajiban untuk menunaikan zakat. a. QS. Al-Taubah ayat 103 Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. b. QS.al-Baqarah ayat 43. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukulah bersama orang-orang yang ruku.

c. QS.al-Hajj ayat 78. ... Maka dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat, dan berpegangteguhlah kepada Allah. Dialah pelindungmu, Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. d. QS. Ali 'Imran ayat 180. Dan janganlah sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya, menyangka bahwa kikir itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah maha meneliti terhadap apa yang kamu kerjakan. Berdasarkan beberapa ayat Al-Quran di atas, telah jelaslah bagaimana sebenarnya kedudukan zakat dalam Islam. Al-Quran telah mendeskripsikan zakat secara jelas dan gamblang. Tidak dapat dipungkiri bahwa zakat merupakan kewajiban yang sifatnya simultan. Bahkan kata zakat dalam Al-Quran selalu berdampingan dengan Shalat. Sebagai amalan yang mulia, zakat merupakan rangkaian panggilan Tuhan pada satu sisi, dan panggilan dari rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap sesamanya pada sisi lain. Begitu besarnya keterkaitan antara shalat dan zakat, sehingga Ibn Katsir sebagaimana yang dikutip oleh Nipan Abdul Halim mengatakan bahwa amal seseorang itu tidak berguna, kecuali ia melaksanakan shalat dan menunaikan zakat sekaligus. Kewajiban zakat di dalamnya terdapat dimensi sosial dan dimensi ibadah yang menyatu secara integral. Inilah keunikan ajaran Islam, yang tidak menarik garis pemisah antara institusi sebagai ibadah di satu pihak dan konteks sosial di pihak lain. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang selalu disejajarkan dengan shalat. Inilah yang

menunjukkan betapa pentingnya zakat sebagai salah satu rukun Islam. B. Infaq Di dalam Al-Quran kata infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu. Menurut terminologi syariat, infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan atau penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan oleh ajaran Islam. Makna yang disebutkan terakhir itu, berarti sumbangan harta untuk kebaikan, selain zakat. Infaq dikeluarkan oleh setiap orang yang beriman, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, baik ia di saat lapang maupun saat sempit. Pengertian infaq yang diuraikan di atas, mempunyai beberapa dasar hukum beberapa ayat di dalam Al-Quran, di antaranya sebagai berikut. a. QS. Al-Imran: 92 Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. b. QS. Al-Imran: 134 Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun di waktu sempit, dan orangorang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. c. Qs. Saba: 39 Katakanlah, Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki bagi dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendak di antara hamba-hamba-Nya". Dan apa saja yang kamu

infakkankan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezki yang terbaik. C. Shodaqoh Secara etimologis shodaqoh berasal dari bahasa Arab yang diambil (musytaq) dari akar kata ( benar). Karena shodaqoh menjadi tanda atau dalil atas kebenaran yang mengeluarkan shodaqoh atas keimanannya (lihat Fathul Qodir II/399). Secara syariah, shodaqoh berarti beribadah kepada Allah dengan cara menafkahkan (infaq) sebagian hartanya yang di luar kewajiban syariah. Sedangkan pengertian shodaqoh secara umum adalah pemberian sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan, dengan mengharap ridho Allah semata. Di antara dalil dari keutamaan shodaqoh, antara lain: Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: Siapa yang bersedekah dengan sebiji korma yang berasal dari usahanya yang halal lagi baik (Allah tidak menerima kecuali dari yang halal lagi baik), maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga dan memeliharnya untuk pemiliknya seperti seseorang di antara kalian yang menjaga dan memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung. Muttafaq alaih. Allah juga berfirman sebagai berikut: Dan janganlah kamu berinfaq melainkan karena mencari keridhoan Allah. Dan adapun harta yang kamu infaqkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan). (Al-Baqarah:272).

Zakat, infaq dan shadaqah memiliki fadhilah dan faedah yang sangat banyak, bahkan sebagian ulama telah menyebutkan lebih dari dua puluh faedah, diantaranya: 1. Ia bisa meredam kemurkaan Allah, Rasulullah SAW, bersabda: Sesunggunhnya shodaqoh secara sembunyisembunyi bisa memadamkan kemurkaan Rabb (Allah). (Shahih At-Targhib) 2. Menghapuskan kesalahan seorang hamba, beliau bersabda: Dan shodaqoh bisa menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api. (Shahih At-Targhib) 3. Orang yang bersedekah dengan ikhlas akan mendapatkan perlindungan dan naungan Arsy di hari kiamat. Rasulullah saw bersabda: Tujuh kelompok yang akan mendapatkan naungan dari Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya diantaranya yaitu: Seseorang yang menyedekahkan hartanya dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. (Muttafaq alaih) 4. Sebagai obat bagi berbagai macam penyakit baik penyakit jasmani maupun rohani. Rasulullah saw, bersabda: Obatilah orang-orang yang sakit diantaramu dengan shodaqoh. (Shahih At-targhib) Beliau juga bersabda kepada orang yang mengeluhkan tentang kekerasan hatinya: Jika engkau ingin melunakkan hatimu maka berilah makan pada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim. (HR. Ahmad). 5. Sebagai penolak berbagai macam bencana dan musibah. 6. Orang yang berinfaq akan didoakan oleh malaikat setiap hari sebagaimana sabda Rasulullah SAW.: Tidaklah datang suatu hari kecuali akan turun dua malaikat yang salah satunya mengatakan, Ya, Allah berilah orang-

orang yang berinfaq itu balasan, dan yang lain mengatakan, Ya, Allah berilah pada orang yang bakhil kebinasaan (hartanya). (Muttafaq alaihi). 7. Orang yang membayar zakat akan Allah berkahi hartanya, Rasulullah saw bersabda: Tidaklah shodaqoh itu mengurangi harta. (HR. Muslim) 8. Allah akan melipatgandakan pahala orang yang bersedekah. (QS. Al-Baqarah: 245). 9. Shodaqoh merupakan indikasi kebenaran iman seseorang, Rasulullah SAW. bersabda, Shodaqoh merupakan bukti (keimanan). (HR. Muslim) 10. Shodaqoh merupakan pembersih harta dan mensucikannya dari kotoran, sebagaimana wasiat beliau Rasulullah SAW. kepada para pedagang, Wahai para pedagang sesungguhnya jual beli ini dicampuri dengan perbuatan sia-sia dan sumpah oleh karena bersihkanlah ia dengan shadaqah. (HR. Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah juga disebutkan dalam Shahih Al-Jami). Inilah beberapa manfaat dan fadhilah dari zakat, infaq, dan shadaqah yang disebutkan dalam Al-Quran dan Sunnah, kita memohon semoga Allah SWT. menjadikan kita termasuk orang-orang yang senang berinfaq dan bershodaqoh serta menunaikan zakat dengan ikhlas karena mengharap keridhaan-Nya semata, amin ya rabbal alamin. Sumber: - Mukhtashar al-Fiqh al-Islamy, Muhammad At-Tuwaijry. - Shadaqah, fadhailuha wa anwauha, Dar-Al Qashim