Anda di halaman 1dari 4

Gentle Birth Pada Sectio Caesarea

By Yesie Aprillia and Dian Tisha Rani in Gentle Birth Untuk Semua (Files) Edit Doc Saya adalah seorang bidan yang selalu berusaha mewartakan kepada semua tentang gentle birth, dan Saya telah lama menjadi pendukung kelahiran alami, tetapi bahkan lebih dari itu saya sangat mendukung sebuah proses kelahiran dan persalinan yang manusiawi, lembut, dan penuh kasih. Bagi saya, bagian paling penting untuk diingat adalah bahwa kelahiran adalah sebuah pengalaman manusia yang mengandung dan melibatkan sisi emosional dan spiritual sehingga proses persalinan harusnya tidak hanya mempertimbangkan segi fisik saja namun juga sisi emosional dan spiritual.

Ketika topic gentlebirth ini diangkat di berbagai media dari mulai majalah, group face book, bahkan di web site maupun facebook bidan kita, selalu saja saya melihat dan menemukan berbagai komentar dan pertanyaan juga pernyataan dari beberapa ibu yang merasakan trauma karena proses persalinannya yang berlangsung secara SC, dan beberapa ibu bertanya kepada saya, apakah gentlebirth juga bisa diterapkan dalam proses persalinan dengan SC. Nah, Hari ini saya menemukan sebuah artikel yang hampir membuat saya menangis. Dan Ini adalah pendekatan yang berbeda untuk proses persalinan dengan SC/pembedahan. di mana perlakuan SC yang dilakukan mempertimbangkan kualitas pengalaman emosional bagi orang tua dan bayi juga. Sebuah persalinan memang seringkali tidak terduga, ketika seseorang ibu sudah mempersiapkan sedemikian rupa untuk mengalami gentlebirth, ternyata di tengah perjalanan, sang bayi tidak mungkin di lahirkan secara normal pervaginam, dan harus dilakukan SC. Nah ketika ketika itu terjadi, berikut ini adalah bagaimana mengupayakan sebuah persalinan SC yang Less Traumatik atau minim traumanya dan tetap mengandung esensi Gentlebirth. berikut ini adalah sebuah kisah tentang gentle birth yang dilakukan pada klien dengan SC. walaupun kisah ini di luar negeri tetapi mungkin bisa kita adopsi di negara kita

Gentle Birth pada SC

Sabtu 3 Desember 2005 Aroma lavender mengisi udara di dalam ruangan itu, musik relaksasi dan klasik silih berganti diperdengarkan disana. Di tempat tidur, Jax Martin-Betts, 42, merasa tenang, terfokus dan terkendali. Dengan kelahiran anak keduanya yang berlangsung hanya beberapa menit, bidan Jenny Smith, memberinya pijatan untuk menenangkan. Sedangkan suaminya, Teady McErlean,

selalu membisikkan kata-kata dorongan/support yaitu: sayangku, hanya sebentar lagi, dan bayi kita akan berada di pelukan kita! Ayo semangat. Ini bisa menjadi kelahiran alami pada setiap unit maternitas di Inggris, tetapi saat ini pasangan tersebut berada dalam ruang operasi di Queen Charlotte dan Chelsea rumah sakit di London bagian timur, dan kelahiran yang terdengar kontradiksi dalam istilah: "alami" karena operasi Caesar akan tetap berjalan dengan selembut mungkin. Jax telah di meja operasi selama setengah jam, dan dokter kandungan, Profesor Nick Fisk, telah hampir menyelesaikan sayatan melalui dinding perut dan memasukkan tangannya ke rahimnya. "OK, bayi akan segera lahir," katanya."Mari kita menopangnya dengan lembut sehingga Anda bisa melihat dia keluar dari rahim Anda." Katanya. Smith menghilangkan atau menyingkirkan tirai biru yang berada di antara kepala Jax dan perutnya, dan kepala beserta tempat tidur bagian kepalanya diangkat untuk membiarkan Jax mempunyai pandangan yang jelas dan dapat melihat proses kelahiran bayinya.(ini hampir tidak pernah terjadi di Indonesia)

Fisk memecah dan merobek kantung ketuban dan air ketuban keluar dari rahimnya. Kemudian dengan lembut tangan Fisk masuk kedalam rahim dan mencar mencari-cari untuk menemukan kepala bayi. Dalam beberapa detik muncullah kepala bayi yang ditutupi dengan vernix caseosa berwarna putih yang telah melindungi dia dalam rahim. Untuk beberapa saat Jax dan terkesiap Teady heran pada anak baru mereka, yang kini sudah membuka mata dan memandang sekeliling, meskipun tubuh dan kakinya masih berada di rahim ibunya. jadi proses keluarnya kepala di usahakan sangat lembut sekali.tidak di tarik seperti biasanya.

Ternyata Gentle birth bisa dilakukan pada pasien dengan SC melalui beberapa pendekatan yang inovatif yang dilakukan oleh Profesor Nick Fisk antara lain: Setelah dokter melakukan sayatan dan memasukkan tangan ke rahim untuk mencari kepala bayi, dokter tidak perlu serta merta dengan secepat kilat menarik kepala dan tubuh bayi untuk segera keluar dari rahim ibunya, namun yang bisa dilakukan adalah memberikan kesempatan kepada bayi untuk keluar dari perut ibunya dengan sangat lembut, tidak ada tarikan yang keras.

Dan setelah itu bayi segera di letakkan ke dada ibunya di detik-detik pertama kehidupannya tanpa harus terganggu dengan segala macam prosedur termasuk pemotongan tali pusat. Karena penjepitan dan pemotongan tali pusat harus di tunda bahkan jika memungkinkan lakukan lotus birth. Hal ini akan memungkinkan si bayi mendapatkan asupan gizi dan haemoglobin, juga sel batang dari plasentanya.

mengapa dilakukan seperti itu karena ketika kepala bayi di biarkan keluar dengan lembut dan melewati kulit sayatan di perut ibu, ini akan memberikan bayi pengalaman kelahiran yang hamper menyerupai persalinan pervagina, jadi bukannya ditarik keluar dengan cepat, namun di biarkan dan dituntun keluar dengan lambat dan tenang, serta talipusat tetap bersatu dengan tubuh bayi, ketika kepalanya keluar dengan lambat, maka tubuh bayi akan sedikit diperas oleh rahim si ibu yang mengalami kontraksi dan ini sangat membantu si bayi agar dapat segera mengeluarkan cairan yang ada di dalam paru-parunya. Dalam gentlebirth dengan SC, penyedotan lender di saluran pernafasan bayi juga dilakukan selembut mungkin dan hanya di permukaan hidung dan mulut saja, tidak ada penyedotan menggunakan selang sucktion yang masuk hingga ke dalam paru-parunya karena ini sangat traumatic bagi bayi. Setelah bayi lahir seluruhnya bayi harus di dekapkan ke dada ibunya. Ini membuat sang bayi merasa tenang dan dapat melakukan IMD tanpa terganggu oleh prosedur lainnya.

Disini proses pemeriksaan medis seperti menyuntikkan vit K, mengukur berat badan bayi, lingkar kepala dll di tunda pelaksanaannya. Dan membiarkan proses IMD berjalan tanpa gangguan sedikitpun.

Menurut Profesor Nick Fisk, ketika bayi dilahirkan dengan cara yang lembut, sekalipun dengan SC, berarti Anda mengijinkan bayi mendapatkan pengalaman yang lembut dan menyenangkan ketika pertama kali melihat dunia, sebuah persalinan yang yang minim trauma.

Nah bagaimana dengan Indonesia? Apabila Anda ingin menerapkannya silahkan komunikasikan dengan dokter kandungan Anda. Ungkapkan keinginan Anda, dan diskusikan. Namun yang perlu di ingat adalah, gentlebirth bukan hanya berlaku pada persalinan normal pervaginam, namun gentle birth juga bisa terjadi pada persalinan SC, yang terpenting adalah, menghargai nilai dari proses persalinan, menghormati proses tersebut, dan mampu memaknai proses persalinan tersebut sebagai sebuah perjalanan spiritual bagi sebuah keluarga. Nah siapkan Body Mind and Soul Anda untuk menyambut kehadiran sang buah hati .

Semoga bermanfaat Salam Hangat Yesie Aprillia (www.bidankita.com)

di salin dari : http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=337:gentle-birthpada-sectio-caesarea&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56