Anda di halaman 1dari 9

PENERAPAN LINE BALANCING DENGAN METODE LARGEST CANDIDATE RULE (LCR) (STUDI KASUS DI UD.

PAK DE GONO)
Anindya Rachma Dwicahyani I0311007

Sekilas Tentang Perusahaan


Berdiri sejak 1963. Alamat:
1. Cabang 1 Jl. M. Yamin No. 42, Kawatan, Surakarta 2. Cabang 2 Jl. Jamsaren No. 5, Serengan, Surakarta.

Pemilik : Bapak Pargono. Jenis Produk yang dihasilkan : Kerai bambu, furniture bambu, kerajinan bambu. Sistem Produksi Make to Stock

Metode Penelitian
Studi Lapangan dan Studi Pustaka Metode Line Balancing yang diterapkan Largest Candidate Rule (LCR) Metode pengukuran kerja Stopwatch Time Study (STS)

Latar Belakang Masalah

Waktu Menganggur

Bottle Neck

Target Produksi tidak tercapai

Sekilas tentang Line Balancing


Line balancing metode untuk mengendalikan atau menyeimbangkan lintasan produksi Tujuan line balancing: 1. Menjaga keseimbangan lintasan pada semua stasiun kerja 2. Menjaga kelancaran lintasan produksi pada proses produksi 3. Meminimalisir timbulnya bottle neck dan waktu menganggur 4. Meningkatkan efisiensi kerja Kriteria umum : 1. Memaksimumkan line efficiency 2. Meminimumkan balance delay. Metode: 1. Largest Candidate Rule (LCR) 2. Region Approach Method 3. Helgeson Birnie-Approach

Langkah Melakukan Metode LCR


1. Tugaskan elemen-elemen kepada pekerja stasiun pertama dengan memulai dari atas list dan memilih elemen pertama yang memenuhi syarat precedence dan tidak menyebabkan jumlah total Tek melebihi service time (Ts) yang diijinkan. 2. Ketika sudah tidak ada lagi elemen kerja yang dapat ditugaskan tanpa melebihi Ts maka proses selanjutnya untuk stasiun berikutnya. 3. Ulangi langkah 1 dan 2 untuk stasiun yang lain sampai semua elemen ditugaskan.

Pengolahan Data
1. Perhitungan Waktu Normal dan Waktu Baku

Hasil perhitungan disini

Pengolahan Data
2. Perhitungan Line Efficiency, Balance Delay, Efisiensi Total, dan Utilitas

Hasil perhitungan disini