Anda di halaman 1dari 9

KOMPETENSI MATA PELAJARAN FISIKA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN(MAK)

1. Pengertian

Ilmu Fisika adalah bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang merupakan usaha sistematis dalam rangka membangun dan mengorganisasikan pengetahuan dalam bentuk penjelasan-penjelasan yang dapat diuji dan mampu memprediksi gejala alam. Dalam memprediksi gejala alam diperlukan kemampuan pengamatan yang dilanjutkan dengan menyelidikan melalui kegiatan metode ilmiah. Ilmu Fisika merupakan (1) proses memperoleh informasi melalui metode empiris (empirical method); (2) informasi yang diperoleh melalui penyelidikan yang telah ditata secara logis dan sistematis; dan (3) suatu kombinasi proses berpikir kritis yang menghasilkan informasi yang dapat dipercaya dan valid. Fisika sebagai proses/metode penyelidikan (inquiry methods) meliputi cara berpikir, sikap, dan langkah-langkah kegiatan saintis untuk memperoleh produk-produk ilmu pengetahuan ilmiah, misalnya observasi, pengukuran, merumuskan dan menguji hipotesis, mengumpulkan data, bereksperimen, dan prediksi. Dalam konteks itu fisika bukan sekadar cara bekerja, melihat, dan cara berpikir, melainkan science as a way of knowing. Artinya, Fisika sebagai proses juga dapat meliputi kecenderungan sikap/tindakan, keingintahuan, kebiasaan berpikir, dan seperangkat prosedur. Sementara nilai-nilai fisika berhubungan dengan tanggung jawab moral, nilai-nilai sosial, manfaat fisika dalam kehidupan manusia, serta sikap dan tindakan seseorang dalam belajar atau mengembangkan fisika. Terbentuknya sikap ilmiah misalnya keingintahuan,

keseimbangan antara keterbukaan dan skeptis, kejujuran, ketelitian, ketekunan, hati-hati, toleran, dan hemat. Dengan demikian fisika dapat dipandang sebagai cara berpikir untuk memahami alam, sebagai cara untuk melakukan penyelidikan, dan sebagai kumpulan pengetahuan.

Pengantar FISIKA-SMK Grand Tropic 18-20 April 2013

2. Rasional

Fisika diperlukan dalam kehidupan untuk memahami berbagai gejala alam, sebagai dasar bagi pengembangan teknologi dan rekayasa, untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan, serta berbagai nilai-nilai positif yang dapat digunakan dalam kehidupan. Sebagai ilmu yang mempelajari fenomena alam, fisika juga memberikan pelajaran yang baik kepada manusia untuk hidup selaras berdasarkan hukum alam. Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan serta pengurangan dampak bencana alam tidak akan berjalan secara optimal tanpa pemahaman yang baik tentang fisika. Oleh karena itu, seyogyanya fisika merupakan mata pelajaran yang diberikan kepada tingkat SMK/ MAK sebagai penunjang mata pelajaran paket keahlian dan juga untuk melajutkan ke jenjang pendidikan lebih lanjut

3. Tujuan Mata pelajaran Fisika SMK/MAK bertujuan untuk: Menambah keimanan peserta didik dengan menyadari hubungan keteraturan, keindahan alam, dan kompleksitas alam dalam jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya; Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; ulet; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan berdiskusi; menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaanMemupuk sikap ilmiah yaitu jujur, obyektif, terbuka, ulet, kritis dan dapat bekerjasama dengan orang lain; mengembangkan pengalaman untuk menggunakan metode ilmiah dalam

merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan,

Pengantar FISIKA-SMK Grand Tropic 18-20 April 2013

merancang dan merakit instrumen percobaan, mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis; mengembangkan kemampuan bernalar dalam berpikir analisis induktif dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip fisika untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menyelesaian masalah baik secara kualitatif maupun kuantitatif; menguasai konsep dan prinsip fisika serta mempunyai keterampilan mengembangkan pengetahuan, dan sikap percaya diri sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

4. Ruang Lingkup Materi

Ruang Lingkup

mata pelajaran Fisika di SMK/MAK yang merupakan mata

pelajaran adaptif (C1) menekankan pada pengamatan fenomena alam dan pengukurannya dalam kehidupan sehari-hari, isu-isu fenomena alam global dengan perluasan pada konsep abstrak yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut. 1. Hakikat fisika dan pengukuran besaran fisis, gerak lurus , gaya, massa, gerak

melingkar, sifat elastisitas bahan, hukum-hukum pada fluida statik, kalor dan perpindahan kalor pada kehidupan sehari-hari 2. Gerak parabola dan gerak melingkar, gerak planet dalam tatasurya berdasarkan hukum-hukum Newton, energi, usaha, hubungan usaha dan perubahan energi, dan hukum kekekalan energi, gaya dan gerak getaran, momentum dan impuls, serta hukum kekekalan momentum, torsi, momen inersia, titik berat, dan momentum sudut pada benda tegar, fluida dinamik, teori kinetik gas, gejala dan ciri-ciri gelombang, pemanasan global dan dampaknya bagi kehidupan dan lingkungan 3. Gejala gelombang bunyi dan cahaya, listrik searah (DC), gaya listrik, kuat medan listrik, fluks, potensial listrik, energi potensial listrik, induksi magnet dan gaya magnetik, fenomena induksi elektromagnetik, arus bolak-balik (AC), radiasi

elektromagnetik, fenomena efek fotolistrik dan sinar X, teknologi digital, inti atom, radioaktivitas, serta sumber daya energi dan dampaknya bagi kehidupan

Pengantar FISIKA-SMK Grand Tropic 18-20 April 2013

5. Prinsip-prinsip Belajar, Pembelajaran, dan Asessmen

Pembelajaran Fisika saat ini harus menitikberatkan pada pengembangan taksonomi pendidikan fisika, yaitu mengembangkan domain pengetahuan, domain proses fisika, domain kreativitas, domain sikap, domain penerapan dan koneksitas. Hal ini sejalan dengan

pendapat Yager (1996:3-4), bahwa ada lima domain IPA untuk pengajaran dan penilaian, yaitu domain konsep, proses, kreativitas, sikap, dan aplikasi. Domain konsep atau pengetahuan meliputi fakta-fakta, konsep-konsep, hukum (prinsip-prinsip), serta teori dan hipotesis yang digunakan oleh para saintis. Domain ini dapat juga disebut ranah pengetahuan ilmiah/IPA atau aspek minds-on/brains-on dalam belajar IPA. Domain proses meliputi aspek-aspek yang berhubungan dengan bagaimana para saintis berpikir dan bekerja, misalnya melakukan observasi dan eksplanasi; pengklasifikasian dan pengorganisasian data; pengukuran dan pembuatan grafik; pemahaman dan berkomunikasi; penyimpulan dan prediksi; perumusan dan pengujian hipotesis; identifikasi dan pengontrolan variabel; penginterpretasian data/informasi; pembuatan instrumen dan alat-alat sederhana; serta pemodelan. Domain ini dibedakan menjadi dua bagian yaitu, keterampilan proses dasar (observasi, pengukuran, klasifikasi, prediksi, komunikasi, dan inferensi) dan keterampilan proses terintegrasi (perumusan/pengujian hipotesis, interpretasi data/informasi, dan pemodelan), atau aspek hands-on belajar IPA. Domain kreativitas meliputi visualisasi-produksi gambaran mental; pengkombinasian objek dan ide atau gagasan dalam cara baru; memberikan eksplanasi terhadap objek dan peristiwa-peristiwa yang dijumpai; mengajukan pertanyaan; menghasilkan alternatif atau menggunakan objek; menyelesaikan masalah dan hal-hal yang membingungkan atau menjadi teka-teki; merancang alat dan mesin; menghasilkan ide-ide yang luar biasa; serta menguji alat baru untuk eksplanasi yang dibuat. Domain sikap meliputi pengembangan sikap positif terhadap guru-guru dan pelajaran IPA di sekolah, kepercayaan diri, motivasi, kepekaan, daya tanggap, rasa kasih sayang sesama manusia, ekspresi perasaan pribadi, membuat keputusan tentang nilai-nilai pribadi, serta membuat keputusan-keputusan tentang isu-isu lingkungan dan sosial. Sejalan dengan pernyataan Pedersen (1992) bahwa sikap adalah prilaku yang diadaptasi dan diterapkan pada

Pengantar FISIKA-SMK Grand Tropic 18-20 April 2013

situasi khusus, dapat berupa minat/perhatian, apresiasi, suka, tidak suka, opini, nilai-nilai, dan ide-ide dari seseorang.Pengertian sikap dalam IPA dibagi menjadi dua bagian yaitu, sikap terhadap IPA dan sikap ilmiah. Sikap terhadap IPA dihubungkan dengan reaksi emosional terhadap perhatian/minat siswa, kebingungan dan kesenangan pada IPA, perasaan, dan nilai-nilai dalam kelas. Sikap ilmiah mencakup karakter sifat ilmiah yang lainnya, seperti kejujuran, keterbukaan, dan keingintahuan. Domain aplikasi dan keterkaitan meliputi aktivitas melihat/menunjukkan contoh konsep-konsep ilmiah dalam kehidupan sehari-hari, menerapkan konsep-konsep IPA dan keterampilan pada masalah-masalah teknologi sehari-hari, memahami prinsip-prinsip ilmiah dan teknologi pada alat-alat teknologi yang ada dalam rumah tangga, menggunakan proses ilmiah dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, memahami dan mengevaluasi laporan media massa tentang perkembangan ilmiah, membuat keputusan yang berhubungan dengan kesehatan pribadi, nutrisi, dan gaya hidup yang didasarkan pada pengetahuan ilmiah, serta mengintegrasikan IPA dengan pelajaran lain. Pembelajaran Fisika di SMK/MAK sebaiknya menggunakan pendekatan metode discovery dan inquiry, metode pembelajaran yang menekankan pola dasar: merumuskan masalah, menafsirkan, melakukan percobaan/pengamatan, mengolah menginferensi, dan mengkomunikasikan/menyajikan. Pola dasar ini dapat dirinci dengan melakukan pengamatan lanjutan (mengumpulkan data), menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Pembelajaran fisika di SMK/MAK menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Di dalam pembelajaran fisika, peserta didik didorong untuk menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama di dalam benaknya, dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai. Pandangan dasar tentang pembelajaran adalah bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari guru ke peserta didik. Peserta didik harus didorong untuk mengkonstruksi pengetahuan di dalam benaknya. Guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan memberi kesempatan peserta didik untuk menemukan atau menerapkan ide-ide mereka sendiri, dan mengajar peserta didik menjadi sadar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru menggunakan teknik bertanya yang tepat, dapat meningkatkan pembelajaran siswa, mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan

Pengantar FISIKA-SMK Grand Tropic 18-20 April 2013

keterampilan berpikir tingkat tinggi (kritis dan kreatif). Pertanyaan yang diberikan guru dapat dipandang sebagai kegiatan untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berpikir siswa. Sedangkan bagi siswa, bertanya merupakan bagian penting dari

pembelajaran berbasis inkuiri, yaitu menggali informasi, mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui, dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahui. Guru dapat

memberi peserta didik anak tangga yang membawa peserta didik ke pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan peserta didik sendiri yang harus memanjat anak tangga tersebut. Bagi peserta didik, pembelajaran harus bergeser dari diberi tahu menjadi aktif mencari tahu. Siswa harus didorong sebagai penemu dan pemilik ilmu, bukan sekedar pengguna atau penghafal pengetahuan. Guru Fisika harus menyediakan kesempatan peserta didik untuk berdiskusi dan berbagai bentuk kerjasama lainnya untuk menyelesaikan tugas itu. Partisipasi aktif dalam kelompok kecil dapat membantu siswa belajar keterampilan sosial, mengembangkan sikap demokratis dan keterampilan berpikir logis. Selain itu, guru memberikan sejumlah besar bantuan kepada peserta didik selama tahap-tahap awal pembelajaran. Selanjutnya peserta didik mengambil alih tanggung-jawab yang semakin besar segera setelah ia dapat melakukannya. Bantuan yang diberikan guru tersebut dapat berupa petunjuk, peringatan, dorongan, menguraikan masalah ke dalam langkah-langkah pemecahan, memberikan contoh, atau apapun yang lain yang memungkinkan peserta didik tumbuh mandiri. Sekali lagi, bantuan tersebut tidak bersifat memberitahu secara langsung tetapi mendorong peserta didik untuk mencari tahu. Di dalam pembelajaran Fisika, peserta didik didorong untuk mendapatkan pengalaman dengan melakukan kegiatan yang memungkinkan mereka menemukan konsep dan prinsipprinsip untuk diri mereka sendiri. Dengan kata lain, pembelajaran terjadi apabila peserta didik terlibat secara aktif dalam menggunakan proses mentalnya agar mereka memperoleh pengalaman, sehingga memungkinkan mereka untuk menemukan beberapa konsep atau prinsip tersebut. Proses-proses mental itu misalnya: mengamati, menanya dan merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, melaksanakan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, menarik kesimpulan, serta menyajikan hasil kerjanya. Guru Fisika harus mampu memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif atau

Pengantar FISIKA-SMK Grand Tropic 18-20 April 2013

kolaboratif sehingga peserta didik mampu bekerjasama untuk menyelesaikan suatu tugas atau memecahkan masalah tanpa takut salah. Media dan sumber belajar lainnya digunakan guru untuk memberi bantuan peserta didik melakukan eksplorasi dalam bentuk mengamati (observing), menghubung-hubungkan fenomena (associating), menanya atau merumuskan masalah (questioning), dan melakukan percobaan (experimenting) atau pengamatan lanjutan. Guru Fisika seharusnya mampu membantu siswanya untuk menyiapkan penyajian pengetahuan dengan bantuan TIK, misalnya dengan program pengolah kata, pengolah data, presentasi, serta penelusuran internet. Pembelajaran Fisika untuk tiap materi pokok tertentu seharusnya diakhiri dengan tugas proyek. Guru Fisika seharusnya mendorong, membesarkan hati, memberi bantuan secukupnya, dan memfasilitasi peserta didik untuk mampu melakukan tugas proyeknya, serta membuat laporan secara tertulis berupa gambar, model, tabel, diagram dan grafik yang dikemas dalam bentuk laporan penelitian, paper atau karangan ilmiah. Selanjutnya, guru memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok dalam bentuk presentasi lisan atau tertulis, pameran, turnamen, festival, atau ragam penyajian lainnya yang dapat menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik. Pembelajaran fisika dapat menggunakan pendekatan pembelajaran pemecahan masalah dengan isu terkini dan nyata sebagai suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar berpikir kritis, dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Dalam pendekatan ini peserta didik melakukan penyelidikan untuk memecahkan masalah, mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan, mensintesa, dengan mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai materi pelajaran, kemudian mempresentasikan penemuannya kepada peserta didik lain. Metakognitif ialah kesadaran tentang apa yang diketahui dan apa yang tidak diketahui peserta didik. Strategi Metakognitif merujuk kepada cara untuk meningkatkan kesadaran mengenai proses berfikir peserta didik. Apabila kesadaran tersebut timbul, seorang peserta didik dapat mengawal fikirannya dengan merancang, memantau dan menilai apa yang dipelajari. Strategi pembelajaran berbasis metakognisi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk merancang apa yang hendak dipelajari, memantau kemajuan pembelajaran diri dan menilai apa yang dipelajari. Ada 3 strategi metakognitif yang dapat

Pengantar FISIKA-SMK Grand Tropic 18-20 April 2013

dikembangkan untuk meraih kesuksesan belajar siswa, diantaranya:Tahap proses sadar belajar, meliputi prosesuntuk menetapkan tujuan belajar, mempertimbangkan sumber belajar yang akan dan dapat diakses (contoh: menggunakan buku teks, mencari buku sumber di perpustakaan, mengakses internet di lab. komputer, atau belajar di tempat sunyi), menentukan bagaimana kinerja terbaik siswa akan dievaluasi, mempertimbangkan tingkat motivasi belajar, menentukan tingkat kesulitan belajar siswa.Tahapmerencanakanbelajar, meliputiproses memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas belajar, merencanakan waktu belajar dalam bentuk jadwal serta menentukan skala prioritas dalam belajar, mengorganisasikan materi pelajaran, mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk belajar denganmenggunakanberbagaistrategibelajar (outlining, mind mapping, speed reading, dan strategi belajar lainnya). Tahap monitoring dan refleksibelajar, meliputi proses merefleksikan proses belajar, memantau proses belajar melalui pertanyaan dan tes diri (selftesting, seperti mengajukan pertanyaan, apakah materi ini bermakna dan bermanfaat bagisaya?,bagaimana pengetahuan pada materi ini dapat saya kuasai?, mengapa saya mudah/ sukar menguasai materi ini?), menjaga konsentrasi dan motivasi tinggi dalam belajar. Penilaian dalam pembelajaran fisika dapat dilakukan secara terpadu dengan proses pembelajaran. Aspek penilaian pembelajaan Fisika meliputi hasil belajar dan proses belajar siswa. Penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan tes tertulis, observasi, tes praktik, penugasan, tes lisan, portofolio, jurnal, inventori, penilaian diri, dan penilaian antarteman. Pengumpulan data penilaian selama proses pembelajaran melalui observasi juga penting untuk dilakukan. Data aspek afektif seperti sikap ilmiah, minat, dan motivasi belajar dapat diperoleh dengan observasi, penilaian diri, dan penilaian antarteman.

6. Kompetensi Generik Peminatan Matematika dan IPA

Kompetensi generik berdasarkan Kompetensi Inti 3 (kompetensi pengetahuan) meliputi: Memahami fenomena/fakta matematika dan IPA berdasarkan pengetahuan faktual, konseptual, atau prosedural yang dimiliki Menerapkan konsep, prinsip, atau hukum matematika dan IPA dalam konteks kehidupan

Pengantar FISIKA-SMK Grand Tropic 18-20 April 2013

Menganalisis gejala, fenomena/fakta, dan/atau data dengan menggunakan konsep, prinsip, atau hukum matematika dan IPA Mengevaluasi gejala, fenomena/fakta, dan/atau data dengan menggunakan konsep, prinsip, atau hukum matematika dan IPA Mengevaluasi pemikiran dirinya terhadap gejala, fenomena/fakta, konsep, prinsip, atau hukum matematika dan IPA

Kompetensi generik berdasarkan Kompetensi Inti 4 (pengetahuan membentuk keterampilan) meliputi: Menyajikan ide, gagasan, atau hasil analisis dan/atau penyelidikan dalam fisika IPA Memecahkan masalah dengan menggunakan kaidah-kaidah sesuai dengan metode ilmiah Mengolah dan menganalisis beberapa alternatif solusi masalah sederhana untuk membuat keputusan Merencanakan dan melaksanakan percobaan/pengamatan/ penyelidikan dalam matematika dan IPA Mencipta ide/gagasan, prosedur, dan/atau produk dalam matematika dan IPA

Pengantar FISIKA-SMK Grand Tropic 18-20 April 2013