Anda di halaman 1dari 16

MENUJU PENGELOLAAN LABORATORIUM YANG LEBIH BAIK

Oleh : Ir. Sutiyo Widya Atmadja, S.T, M.Eng

DIKLAT PENGELOLAAN LABORATORIUM DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KLATEN 2013

Biografi
Nama : Sutiyo Widya Atmadja Riwayat Kerja :

1. Staf Pengajar Teknik Elektro UNWIDHA Klaten sejak tahun 2003 2. Kepala Sekolah SMK GP Klaten tahun 2008-2011 3. Kepala Biro Administrasi Perencanaan dan Informatika Unwidha Klaten sejak tahun 2012

Dasar Utama
Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) . Permendiknas RI No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA Permendiknas RI No. 40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SMK/MAK Permendiknas RI No. 33 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SDLB, SMPLB, SMALB

Laboratorium Pendidikan
Unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan, berupa ruangan tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara sistematis untuk kegiatan pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas, dengan menggunakan peralatan dan bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pengelolaan Laboratorium
Pengertian pengelolaan adalah

Kegiatan perencanaan, penataan, inventarisasi, pengoperasian, perawatan, pengevaluasian peralatan dan bahan, fasilitas dan atau segala obyek fisik lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu sehingga mencapai hasil yang optimal dan dapat dikembangkan

Pengelolaan Laboratorium
Pengelolaan laboratorium meliputi :

1. Perencanaan kegiatan laboratorium 2. Penataan laboratorium 3. Inventarisasi dan Dokumentasi laboratorium 4. Pengoperasian peralatan dan penggunaan bahan 5. Perawatan peralatan dan bahan 6. Pengevaluasian sistem kerja laboratorium 7. Pengembangan kegiatan laboratorium

1. Perancangan Kegiatan Laboratorium

Yang dimaksud adalah: - Penyusunan program kegiatan tahunan, semester, bulanan. - Penyusunan kebutuhan peralatan laboratorium - Penyusunan kebutuhan bahan laboratorium - Penyusunan SOP (penggunaan peralatan dan bahan)

2. Penataan Laboratorium
Pada dasarnya semua peralatan di sekolah adalah milik negara/milik yayasan , sehingga : - peralatan itu harus dapat dipertanggung-jawabkan - harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung (ada berita acara serah terima alat, hari/tanggal, spesifikasi alat/bahan, jumlah). Prinsip penataan alat dan bahan 1. mudah dilihat 2. mudah dijangkau 3. aman untuk alat 4. aman untuk pemakai

3. Inventarisasi dan Dokumentasi Laboratorium


Pencatatan seluruh barang-barang yang ada didalam laboratorium.

Dengan adanya inventarisasi yang tepat, semua fasilitas dan aktivitas laboratoriun dapat terorganisir.

Dokumentasi yang dimaksud: Dokumentasi Peralatan/bahan (Data Base peralatan) Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan.

3.
Dengan menggunakan teknologi komputer dan informasi Sistem Informasi Inventaris (Laboratorium) Digitalisasi buku petunjuk lab,

Nilai postif dari inventarisasi dan dokumentasi laboratorium : 1. Memudahkan penggadaan dan pengecekan bahan dan alat. 2. Mengefisiensikan penggunaan budget. 3. Memperlancar pelaksanaan praktikum. 4. Memudahkan membuat laporan pertanggung-jawaban. 5. Membantu dalam hal akreditasi laboratorium / sekolah

4. Pengoperasion Peralatan dan Penggunaan Bahan


Meliputi:

Persiapan Peralatan dan bahan Penjelasan pengoperasian peralatan dan penggunaan bahan (tidak lepas dari kegiatan supervisi) Supervisi proses pengujian, kalibrasi dan/ atau produksi Pengoperasian peralatan dan penggunaan bahan Pengelolaan/penanganan material handling (sisa bahan)

meliputi:

Pengelolaan/penanganan material handling (sisa bahan) Verifikasi /validasi hasil (pengukukuran, kalibrasi, kinerja alat) Pengujian dan verifikasi unjuk kerja alat Pengawasan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Pelaporan kegiatan praktikum

5. Perawatan Peralatan dan Bahan


Meliputi:

Penyusunan jadwal perawatan peralatan dan bahan Pembersihan peralatan dan bahan Penataan peralatan dan bahan Penyimpanan peralatan dan bahan Melakukan kalibrasi alat

4. Pengevaluasian Sistem Kerja Laboratorium


Meliputi:

Evaluasi SOP pengoperasian peralatan dan penggunaan bahan (umum) Evaluasi SOP perawatan peralatan dan bahan (umum) Evaluasi pedoman penilaian peralatan dan bahan (umum) Evaluasi perawatan peralatan dan bahan (khusus) Evaluasi hasil kalibrasi alat Evaluasi kinerja alat Evaluasi penerapan metode kerja dan penggunaan alat

6. Pengembangan Kegiatan Laboratorium


Meliputi:

Pengembangan kinerja peralatan Pengembangan metode kerja peralatan Pengembangan metode pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi Pengembangan mutu produk Pengembangan sistem pengelolaan laboratorium

Laboratorium yang optimal :


Efisiensi pemakaian laboratorium berkisar antara 60% 80%. Program kerja (laboratorium) terlaksana secara tuntas. Pengelola dan staf laboratorium mendapat kepuasan yang optimal.

Untuk mencapai optimalisasi laboratorium : 1. Penyusunan jadwal pemakaian laboratorium dibuat se-optimal mungkin . 2. Penyusunan daftar pembagian tugas sesuai job description. 3. Tata letak yang efisien. 4. Pemeliharaan yang efektif.