Anda di halaman 1dari 12

Peradaban Romawi kuno

1. Keadaan Alam Negeri Itali Roma merupakan salah satu pusat kebudayaan dunia yang terletak di Italia. Negeri italia yang menjulur ke laut tengah marupakan suatu jazirah Apenina. Bila diamati, jazirah Apenina itu seperti sebuah kaki yang sedang menendang bola dan bolanya adalah pulau Sisilia. Sebelah utara negeri italia dibatasi oleh pegunungan Alpen yang sangat terkenal karena sepanjang tahun ditutupi oleh salju. Meskipun demikian, pegununang itu tidak menutup hubungan italia dengan daerah-daerah yang berada di sebelah utaranya. Di bagian barat daya terdapat lembah yang menghubungkan sungai Po. Sungai Po ini menghubungkan italia dengan eropa tengah dan daerah balkan. Tanah di Italia lebih subur daripada Yunani. Pegunungan Apenina yang memanjang dari utara ke selatan merupakan rangkaian gunung berapi yang membuat tanah dan lembah-lembahnya sangat subur. Daerah tepian jazirah apenina berhutan lebat, juga terdapat padang-padang rumput yang hijau. Oleh karena itu, daerah ini merupakan pusat peternakan. Di bagian tengah mengalir sungai Tiber dengan lembahnya yang dikenal dengan sebutan lembah Latium. Di daerah inilah berkembang kebudayaan Romawi kuno disebut juga kebudayaan Latium atau Latin. Daerah ini dan sekitarnya banyak dihuni oleh bangsa Yunani. Kebudayaan kemudian berkembang di daerah tersebut yang akhirnya menjadi inti dari kebudayaan Romawi. Romawi Kuno Dan Sistem Pemerintahannya a. Berdirinya kota Roma Sejarah Romawi kuno bersumber dari legenda yang dikisahkan dalam sebuahh kitab bentuk syair hasil karya Virgilius berjudul Aeneid. Kitab itu mengisahkan bahwa pada saat Troya diserbu dan dimusnahkan oleh tentara Yunani, Aeneas berhasil meloloskan diri beserta ayahnya Ankhises dan putranya yang masih kecil, sedangkan istrinya yang bernama Kresa mati terbunuh. Aeneas adalah seorang pahlawan kerajaan Troya juga putra mahkota. Selama mengembara dan menetap untuk sementara waktu di beberapa daerah, Aeneas dan rombongannya tiba di negeri yang bernama Latium, yang rajanya saat itu bernama Latinus. Latinus menerima kedatangan Aeneas dengan gembira. Ia kemudian mengawinkan putrinya yang sangat cantik bernama Lavinia dengan Aeneas. Sebelum Aeneas ditugaskan untuk berperang melawan Turnus, seorang raja tetangga musush Latinus. Setelah Raja Latinus meninggal, Aeneas menjadi raja. Sebagai tanda cintanya kepada Lavinia, Aeneas membangun sebuah kota yang diberi nama Lavinia. Sesuai nama permaisuriya itu. Untuk jangka waktu yang cukup lama, Aeneas berkuasa sebagai raja yang arif bijaksana. Akhirnya Aeneaspun meninggal. Ia digantikan dengan putra tunggalnya dengan Kresa yang bernama Ascanius. Lavinia karena merasa takut akan diperlakukan kejam oleh anak tirinya itu, secara diam-diam ia meninggalkan istana dan bersembunyi di hutan. Dalam persembunyiannya itulah ia melahirkan seorang putra yang diberi nama Silvius. Ascanius yang merasa kehilangan ibu tirinya itu, kemudian mencari dan diajaknya pulang. Kota Lavinia kemudian dipersembahkan sebagai tempat tinggal ibu tirinya, sedangkan Ascanius membangun sebuah kota baru yang diberi nama Alba Longa, sebagai ibu kota kerajaan. Setelah Ascanius meninggal ia digantikan oleh adik tirinya yaitu Silvius.

2.

Hampir tiga abad lamanya kerajaan Latium berada di bawah pemerintahan raja-raja keturunan Aeneas. Pada masa pemerintahan raja kedua belas yaitu Silvius Procas, terjadi perang saudara. Perang itu berlangsung antara dua orng putranya yang masing-masing bernama Numitor dan Amulius. Sebelum raja Silvius meninggal, ia membagi warisannya kepada kedua putranya itu, berdasarkan pilihan mereka masing-masing. Numitor (putra sulung) memilih untuk menjadi raja, sedangkan adiknya Amulius memilih warisan berupa harta kekayaan. Tidak lama setelah ayahnya meninggal, Amulius dengan kekayannya berhasil mnrdesak Numinator turun tahta. Untuk menjamin kelestarian tahta bagi keturunannya, Amulius tidak segan-segan membunuh Lausius putra sulung Numitor, sedangkan anak perempuan Numitor yang bernama Rhea Silva yang juga disebut Illia, di paksa menjadi perawan vesta, yakni menjadi pendeta wanita yang khusus melayani dewa vesta di kuil. Selama menjadi pelayan vesta, Rhae Silva tidak diperkenankan menikah. Dengan demikian, Amulius berharap tidak akan ada lagi keturunan Numitor yang dapat mengganggu ketentraman keluarganya dikemudian hari. Walaupun Amulius berencana, tapi dewa pula yang menentukan. Pada suatu hari tersiar berita bahwa sang perawan Rhae Silva telah melahirkan dua orang anak kembar, hasil hubungannya dengan dewa perang mars. Atas perintah Amulius, Silva dibuang ke sungai Tiber. Begitu pula kedua putranya dimasukkan ke dalam keranjang dan di buang juga ke sungai Tiber yang sedang banjir. Atas pertolongan para dewa keranjang yang berisi kedua bayi itu terdampar di dekat kaki gunung Palentine. Ketika kedua bayi itu sedang menangis, seekor serigala keluar dari hutan dan menyesui mereka. Tidak berselang lama seorang peternak didaerah itu bernama Faustulus menemukan mereka dan membawanya pulang ke rumahnya. Ia bersama istrinya yang bernama Acca Larentia memberi nama Romulus dan Remus untuk kedua anak itu. Setelah mereka dewasa Faustulus menceritakan asal usul mereka. Sebagai cucu dari Numitor mereka berhak atas tahta kerajaan Latium. Romlus dan Remus kemudian memutuskan untuk berangkat ke Alba Longa. Mereka berhasil membunuh Amulius dan menetaplah kembali Numitor ke atas tahta. Setelah itu Romulus dan Remus membangun sebuah kota baru di tempat mereka terdampar sewaktu masih bayi dahulu. Kota kemudian diberi nama Roma. Pada suatu ketika Romulus membunuh Remus, karena Remus mengejek saudaranya itu. Dalam waktu singkat Roma berkembang dengan pesatnya, sedangkan Alba Longa semakin mundur dan akhirnya runtuh. b. Sistem pemerintahan Romawi kuno 1) Kerjaan (Monarki) Dari catatan para arkeolog dapat diketahui bahwa kota Roma mulai terbentuk antara tahun 600-575 SM. Pada mulanya Romawi berbentuk kerajaan (monarki) denagn rajanya yang pertama adalah Romulus. Setelah Romulus meninggal, ia digantikan oleh Numa Pompilius. Raja berikutnya adalah Tullus Hostilius. Pada masa pemerintahannya ia menyuruh memusnahkan kota Alba Longa. Pengganti Tullus Hostilius adalah Ansus Marcius. Sesudah itu ada tiga orang raja berturut-turut, yaitu Tarquinius Priscus, Servis Tullius, dan Tarquinius Superbus yang merupakan raja terakhir kerajaan Romawi. Ia dipaksa turun dari tahtanya oleh rakyat di bawah pimpinan Lucius Junius Brutus. 2) Republik Romawi Bentuk negara kerajaan atau manarki Romawi kuno berubah menjadi republik setelah Tarqunius Superbus turun tahta. Terbentuknya republik 2

Romawi berlangsung pada tahun 509-31 SM. Pemerintah dipegang oleh dua orang konsul. Mereka dipillih oleh rakyat dengan masa jabatan dua tahun. Selain dari itu dibentuk pula sebuah badan yang disebut senat. Anggotaanggota senat berasal dari golongan patricius (bangsawan) dan golongan plebeius atau plebeya (rakyat jelata). Dari golongan plebeius dipilih seorang tribuan yang memiliki hak veto untuk melindungi segala kepentingan golongannya. Ketika Romawi mulai merasa maju dan kuat , disusunlah suatu rencana besar untuk mewujudkan cita-citanya menjadi penguasa tunggal di kawasan laut tengah. Untuk mewujudkan cita-citanya itu, satu persatuan dari musuhmusuhnya harus ditaklukkan. Secara berturut-turut bangsa-bangsa yang ditaklukkan adalah bangsa latin sabin, samnit, umbria, dan etruska. Selanjutnya Romawi segera mengadakan ekspansi untuk menguasai seluruh kawasan Italia. Ekspansi ke arah timur Romawi menaklukkan Yunani dan Asia Kecil, sedangkan ke utaara berhasil menaklukkan dan menguasai daerah Prancis (galia). Namun, Romawi belum juga puas dengan hasil yang diperolehnya, karena jalur pelayaran dan perdagangan masih dikuasai oleh bangsa Phunisia yang beribu kota Karthago. Republik Phunisia terletak di pantai utara benua Afrika. Masyarakatnya dikenal sebagai bangsa pelaut. Keturunan dari bangsa Phunisisa kini mendiami daerah Libanon. Sudah sejak lama pengaruh bangsa Phunisia sangat besar di laut tengah bagian selatan. Berdirinya republik Roma dianggap oleh Karthago sebagi ancaman terhadap penduduknya di laut tengah. Ancaman itu semakin terasa setelah diketahui bahwa Romawi mulai membangun armada perangnya secara besar-besaran. Baik Karthago maupun Romawi sama-sama merasa berkepentingan atas pulau Sisislia yang dikenal sebagai gudang gandum di laut tengah. Persaingan berlarut-larut dan akhirnya terjadilah perang yang dikenal dalam sejarah dengan sebutan perang Phunisia. Perang pertama berlangsung pada tahun 264241 SM. Romawi berhasil menangkis serangan-serangan Karthago yang gencar dari arah laut. Perang kedua terjadi antara tahun 218-201 SM. Armada perang Karthago pada saat itu berada dibawah pimpinan panglima Hanibal. Ia berhasil memimpin tentaranya menduduki Spanyol. Dari spanyol, hanibal bermaksud melintasi pegunungan Pirenia dan pegunungan Alpina atau Alpene untuk menusuk langsung kota Roma. Hal itu dianggap sangat membahayakan republik Roma. Setelah terlibat pertempuuran sengit dalam beberapa tahun, tentara Karthago yang berada di Italia bagian selatan akhirnya dapat ditaklukkan. Kekalahan tentara Karthhago di Italia selatan menyebabkan pemerinta pusat Karthago meenghentikan bantuan kepada pasukan Hanibal. Ia dipaksa menarik pasukannya dari medan pertenpuran. Sementara itu republik Roma telah berhasil memperluas daerah kekuasaannya deangan menduduki Spanyol, Prancis Selatan, pulau Sardinia, dan pulau Corsica. Pada tahun 146 SM perang ke tiga meletus. Tentara Romawi dikerahkan untuk menggempur ibu kota Karthago. Bangsa Phunisia terpaksa menyerah. Namun, tentara Romawi dengan bengisnya menghancurkan kota dagang yang terkenal itu sampai rata dengan tanah. Kemenangan atas Phunisia mendorong bangsa Romawi memperluas daerah daerah kekuasaannya ke daerah sekitar laut tengah bagian timur. Sasarannya adalah Yunani dan Macedonia yang semasa perang secara diam-diam membantu Phunisia.

Negeri-negeri taklukan bangsa Romawi dijadikan propinsi-propinsi republik Roma. Pahlawan-pahlawan Romawi yang terkenal dalam usaha penaklukkan bangsa Phunisia adalah panglima Scipio Afrcanus dan Cornelius Scipio Asiaticus. Peperangan yang berlangsung lama ternyata tidak sia-sia. Republik Roma akhirnya berhasil menduduki seluruh wilayah perairan laut tengah dan Eropa selatan. Sejak itu bangsa Romawi menyebut laut tengah dengan sebutan Mare Nestrum, artinya laut bangsa Romawi. Peperangan yang berlangsung lama ternyata membawa perubahan perubahan besar dalam masyarakat Romawi. Perubahan-perubahan itu antara lain timbulnya dua golongan baru dalam masyarakat, yaitu proletar dan optimat (golongan kaya baru). Untuk memperbaiki nasib kaum proletar yang umumnya berasal dari desadesa, muncul dua orang bersaudara yaitu tiberius dan gayus. Mereka bermaksud mengembalikan kaum roletar ke daerah-daerah asalnya dan berjanji akan membagi-bagikan tanah kepada mereka. Tetapi cita-cita dua bersaudara itu ditentang olehh kaum optimat karena tanah-tanah pertanian pada umumnya telah menjadi hak milik mereka selain dari pihak optimat, kedua bersaudara itu pun ditentang pula oleh golongan proletar karena mereka lebih suka bermalas-malasan di kota dariipada bekerja di ladang. Pada tahun 133 SM Tiberius mati terbunuh, krmudian disusul oleh gayus pada tahun 121 SM. Setelah terbunuhnya kedua bersaudara itu pemberontakanpemberontakan makin meningkat dan menjurus pada terjadinya perang saudara. Pada tahun 88 SM pecahlah perang saudara di Roma. Perang saudara yang pertama kali terjadi adalah antara marius dan sulla. Marius adalah seorang panglima yang di puja-puja oleh golongan proleter, sedangkan sulla adalah seorang terkemuka dari golongan optimat yang ingin berkuasa di Roma. Pada awalnya marius memperoleh kemenangan dari sulla dan sebagian tentaranya melarikan diri ke afrika utara. Setelah menyusun tentaranya sulla mengadakan penyerangan ke Roma dan berhasil. Tentara marius dihancurkan dan ia sendiri terbunuh pada tahun 79 SM. Sesudah Sulla meninggal, seorang jenderal yang bernama Pompeyus mendapat simpati rakyat dan terpilih menjadi konsul. Ia kemudian bersekutu dengan Julius Caesar dan Crassus untuk bersama-sama menghancurkan senat. Julius Caesar (masih anggota keluarga marius) adalah seorang anggota dewan rakyat. Sedangkan Crassus adalah seorang hartawan kota Roma yang bersedia membantu keuangan pasukan Pompeyus. Kerja sama antara ketiga orang ini dalam sejarah Roma disebut tiga serangkai I (triumvirat I) kurang lebih pada tahun 60 SM. Di antara ketiga orang dalam tiga seranngkai I yang paling banyak mendapat simpati rakyat Roma adalah julius caesar. Mula-mula ia terpilih menjadi konsul, kemudian terpilih lagi menjadi wali negara di italia utara. Dari sana ia berhasil menduduki galia dan inggris. Keberhasilan julius caesar ini menimbulkan iri hati bagi pompeyus. Pompeyus berusaha dengan berbagai cara untuk menghancurkan julius caesar. Cara terakhir yang ditempuh adlah bersekutuu dengan senat. Kemudian senat mengeluarkan perintah agar julius caesar membubarkan tentaranya. Tetapi perintah senat itu dijawabnya dengan mengatakan bahwa ia hanyabersedia membubarkan pasukannya apabila pompeyus lebih dahulu melakkukan hal yan sama. Dengan adanya penolakan julius caesar terhadap pembubaran tentaranya, pompeyus segera menyuun kekuatan dengan maksud menyerang julius caesar. Namun julius caesar yang telah menngetahui rencana pompeyus, langsung 4

mengirim pasukan ke kota Roma dan berhasil menduduki kota. Pompeyus dan anggota senat melarikan diri ke yunani. Pengejaran terhadap pompeyus dan anggota senat segera dilakukan. Di thessalia tentara pompeyus dan anggota senat dihancurkan. Pompeyes sendiri melarikan diri ke mesir untuk meminta perlindungan dari pcolomeus raja mesir. Namun, karena bermaksud menyenangkan julius caesar, pompeyus di bunuhnya. Kepala pompeyus dipersembahkan kepada julius caesar ketika ia tiba di mesir, tetapi julius caesar memalingkan mukanya pompeyus tetap dihormatinya sebagai sahabat dan jenderal. Masa pemerintahan julius caesar berlangsung dari tahun 46 SM sampai 44 SM. Ia dibunuh oleh orang-orang yang tidak menghendaki cara pemerintahannnya. Pembunuhan terjadi pada tanggal 15 maret 44 SM di dalam gedung senat, pada saat ia akan memimpin sidang senat. Pembunuhnya adalah dua orang anak angkatnya sendiri, yaitu brutus dan casius. Setelah julius caesar mati terbunuh,salah seorang sahabatnya yang bernama Antonius ingin membalas dendam. Untuk mencapai maksudnya, ia bersekutu dengan seorang jenderal yang bernama lepidus dan octavianus, seorang anak angkat julius caesar. Dalam sejarah ramawi, kerja sama antara ketiga orang tersebut disebut tiga serangkai II (triumvirat II). Mereka berhasil mengejar dan menghancurkan anggota-anggota senat di yunani, sedangkan brutus dan casius bunuh diri di macedonia karena tidak bersedia ditawan. Pembagian kekuasaan segera diadakan. Lepidus dikirim ke afrika utara, bagian barat di kuasai oleh Octavianus yang berkedudukan di Roma, sedangkan Antonius menguasai bagian timurnya dan berkedudukan di mesir yang saat itu di perintah oleh ratu Cleopatra. Antonius akhirnya terpikat oleh ratu Cleopatra. Cleopatra memiliki sifat dan penampilan yang mampu memukau siapa saja walaupun ia tidak cantik. Nada suaranya melodius dan sangat berwibawa. Sebelum berhubungan dengan Antonius, Cleopatra berhubungan intim dengan Julius Caesar pada saat Julius Caesar datang ke Alexandriah (saat pengejaran pompeyus). Akibat dari hubungan gelap ini, lahirlah seorang putra yang bernama Caessarion (putra caesar). Pada waktu berlangsungnya hubungan gelap Cleopatra adalah permaisuri dari raja Ptolomeus, adik kandungnya sendiri. Ia pernah pula menjadi istri dari ayah kandungnya. Kebiasaan ini dikenal dengan istilah incest (perkawinan antar anggota keluarga). Tujuannya untuk menjaga kelestarian tahta. Didukung oleh Julius Caesar, Cleopatra yang berambisi untuk berkuasa menangkap dan memasukkan Ptolomeus dalam penjara. Hubungan Antonius dan Cleopatra melahirkan tiga orng anak, masngmasing bernama alexander, Cleopatra selena, dan Ptolomeus. Jalinan kisah cinta asmara antara Antonius dan Cleopatra didorong oleh tujuan besar. Keduanya terlibat dalam kisah cinta asmara yang menarik antara ambisi dan kepentingan politik. Mereka berdua bersepakat untuk membebaskan mesir dari kekuasaan republik Romawi. Mendengar hal itu Octavianus sangat marah. Ia memanggil Antonius agar segera kembali ke Roma, tetapi ditolaknya . dengan angkatan laut yang dipimpinnya sendiri, Antonius bersama Cleopatra dan pasukan mesir berangkat menuju Roma. Octavianus pun tidak kalah gesitnya. Pasukan Antonius di songsongnya. Kedua armada itu bertemu di teluk actium (italia selatan). Pertempuran hebat pun berlangsung yang diakhiri dengan kemenangan octavianus. Antonius dan Cleopatra kembali ke mesir dan bunuh diri dengan minum racun. 3) Kekaisaran Romawi (30 SM) 5

Dengan kemenangan itu, Republik Romawi berakhir dan terbentuklah kekaisaran Romawi pada tahun 30 SM. Gaius Julius Caesar Octavianus (Octavianus Augustus) sebagai kaisar pertama kekaisaran Romawi. Ia dilahirkan pada tanggal 23 September 63 SM dan meninggal pada tanggal 19 Agustus 14 SM. Sebagai kaisar, Octavianus memperoleh beberapa gelar antara lain a) Augustus artinya yang mulia b) Imperator artinya yang menguasai Imperium c) Priinceps artinya warga negara utama d) Pontifex Maximus artinya pemimpin agama Untuk kepentingan rakyatnya, ia memerintah sebagai diktator. Itulah sebabanya pertentangan-pertentangan pun berakhir. Perniagaan dan pelayaran mengalami kemajuan pesat. Bidang seni, sastra, dan ilmu pengetahuan Romawi mengalami masa keemasan. Salah satu peristiwa penting yang terjadi pada masa pemerintahan Octavianus adalah lahirnya Yesus Kristus di Betlehem. Daerah kekuasaan Romawi pada saat itu sangat luas. Bagian barat yang sampai Scotlandia dibatasi oleh sungai Rhein dan sungai Donau, bagian selatan dibatasi oleh gurun sahara, sebelah barat dibatasi oleh lautan Atlantik, dan bagian timur dibatasi oleh sungai Eufrat dan Tigris. Bila ditinjau dari segi kebudayaan dan bahasa, daerah yang luas itu dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian timur berkebudayaan dan berbahasa Yunani, sedangkan bagian barat berkebudayaan dan berbahasa Latin. Masa pemerintahan Octavianus berakhir pada tahun 14 M. Beberapa Kaisar Romawi setelah Octavianus antara lain sebagai berikut. 1) Kaisar Nero Claudius Caesar Drusus Germanicus (54 68) Nero adalah kaisar Romawi yang sangat kejam. Banyak di antara umat Kristen yang dijatuhi hukuman mati. Bahkan anggota keluarganya sendiri tidak luput dari kekejamannya. Nero adalah anak tiri dari Claudius, sedangkan ibunya bernama Agripina Muda. Untuk menjadi kaisar, Nero lebih dahulu membunuh Britanicus, putra Claudius. Setelah itu berturutturut ia membunuh ibunya, gurunya yang bernama Seneca dan istrinya yang bernama Octavia. Sebagai pengganti istrinya ia merebut istri Senator Otho yang bernama Popea Sabina. Untuk memenuhi hasratnya menghancurkan umat Kristen, pada tahun 64 M ia memerintahkan untuk membakar kota Roma yang kemudian dituduhkan kepada umat Kristen. Hal ini membuat beribu-ribu umat Kristen dimusnahkan. Setelah diketahui pembakaran itu merupakan siasat Nero, lalu rakyat menyerbu istananya. Pada saat tidak seorang pun yang memihaknya, ia menyuruh seorang budak wanita bernama Acta, untuk membunuhnya (68) 2) Kaisar Titus Flavius Vespasianus (69 79) Vespasianus dikenal sebagai salah seorang kaisar yang memajukan Romawi. Para ahli sejarah mengatakan bahwa puncak kejayaan Romawi berlangsung dari tahun 69 180 M. Pada masa pemerintahannya ia berhasil menertibkan administrasi pemerintahan negara dan menyusun program pembangunan negara. Salah satu bukti keberhasilannya yang hingga sekarang masih ada yakni Collosium yang sangat terkenal itu. Dua tahun sebelum ia naik tahta bangsa Yahudi melakukan pemberontakan. Oleh karena itu, Vespasianus mengutus putranya yang juga bernama Titus 6

3)

4)

5)

6)

untuk memadamkan pemberontakan itu. Pada tahun 70 M, Titus berhasil memadamkan pemberontakan. Sejak itu bangsa Yahudi yang terpaksa meninggalkan tanah airnya dan menetap di berbagai negara Eropa dan Amerika. Kaisar Titus Flavius Sabanius Vespasianus (79 81) Masa pemerintahannya ditandai dengan meletusnya Gunung Vesivius. Lahar letusan gunung itu menutup dua kota, yaitu kota Pompeyi dan Harculanum. Ketika kedua kota itu digali kembali, ternyata sebagian besar masih utuh, sehingga menjadi peninggalan yang sangat penting untuk memepelajari guna mengungkapkan berbagaii hal yang berhubungan dengan sejarah dan kebudayaan Romawi kuno. Kaisar Titus Flavius Domitianus (81 96) Kaisar ini dikenal sebagai kaisar yang sangat autoratik. Ia berupaya meningkatkan kehidupan moral bangsanya dengan mengekang korupsi, membasmi prostitusi, dan membangun banyak kuil untuk para dewa. Pada masa pemerintahannya terjadi penganiayaan terhada kaum Kristen di seluruh daerah kekuasaan Romawi. Domitianus bahkan menuntut rakyatnya menyembah dirinya sebagai tuhan (Domitius et deus) Kaisar Publius Aelius Hardrianus (117 138) Pemerintahannya diawali dengan cara-cara yang tidak terpuji. Banyak pihak yang dicurigai akan menghalanginya dibasmi dengan kejam. Walaupun demikian ia seorang kaisar Romawi yang cerdas. Ia memeperbaiki administrasi pegawai pemerintahan. Ia menetapkan bahwa setiap calon pegawai negeri harus melalui seleksi. Penetapan ini menjadi dasar penysunan dan penetapan pegawaiuntuk seluruh daratan Eropa di kemudian hari. Dimasa pemerintahannya ia menyuruh membangun sebuah tembok besar yang membatasi Britania (Inggris) denga Scotlandia. Tembok besar itu dikenal dengan nama Limes Hardianus. Satu peristiwa penting yang juga perlu dicatat adalah pembangunan kuil dewa Yupiter di atas puing-puing bait Allah Israel di Yerussalem atas perintah Hardianus. Peristiwa ini mengakibatkan bangsa Yahudi mengadakan pemberontakan besar di bawah pimpinan Barkokhba. Namun, pemberontakan ini berhasil ditumpas dengan kejam oleh tentara Romawi. Akibatnya semakin banyak bangsa Yahudi yang kelur dari tanah airnya. Kaisar Marcus Aerelius (145 180) Marcus Aerelius adalah kaisar Roma terakhir yang naik tahta ketika kekaisaran Romawi sedang berasa di puncak kejayaannya. Tidak ada keistimewaan pada masa pemerintahannya. Namun, ia terkenal karena selain sifat dan karakternya yang terpuji, ia seorang ahli sastra dan penganut filsafat Stoa. Setelah masa pemerintahannya, kekaisaran Romawi memasuki masa suram yang berlangsung hingga tahun 284 M. Berbagai krisis politik terjadi yang mengakibatkan terancamnya keutuhan persatuan dan kesatuan kekaisaran Romawi. Agama Kristen yang tadinya dilarang perkembangannya dan para penganutnya ditindas dengan kejam, mulai tersebar luas sejak tahun 180. penybaran agama Kristen yang begitu cepat saat itu, merupakan suatu persoalan politik yang rumit. Oleh kerena itu, perintah untuk membunuh dan membantai umat Kristen kembali diberlakukan.

Kaisar Desius (249 251) memerintahkan agar semua orang harus memberikan persembahan bagi dewa-dewa yangg diakui oleh negara. Perintah itu telah membawa orang-orang Kristen ke posisi yang sangat sulit. Bila mereka menolak, itu berarti bersedia untuk mati. Tidak heran saat itu banyak pula orang Kristen yang menjadi murtad. Pada tahun 257 yang memerintah adalah kaisar Valarianus. Ia mengeluuarkan suatu edik (keputusan) yang isinya adalah tidak boleh ada seorang pun penganut agama Kristen yang boleh hidup. Tetapi ternyata edik itu tidak berhasil memusnahkan umat Kristen. Bahkan sebaliknya pengikut agama itu semakin bertambah. Selain masalah agama Kristen, banyak pula masalahmasalah politik yang makin melemahkan kekaisaran Romawi. Oleh kerena itu, Kaisar Galieunus pengganti Valarianus, mengeluarkan suatu edik pula yang isinya menghentikan penganiayaan terhadap umat Kristen. Edik itu berisikan pula bahwa semua milik orang Kristen dan milik gereja yang selama itu dirampas, agar dikembalikan. Ternyata edik itu belum merupakan akhir dari masa penderitaan umat Kristen. Kaisar berikutnya adalah Diocletianus dan penggantinya adalah kaisar Galerius yang memerintah antara tahun 303 311. Pada masa pemerintahan kedua kaisar itulah pembunuhan terbesar terjadi terhadap umat Kristen. Mereka yang berhasil meloloskan diri membuat lubanglubang perlindungan dii gua-gua karang yang disebut Catacombe. Upaya para penguasa kekaisaran Romawi yang dimulai dari masa pemerintahan Octavianus Augustus untuk menghabiskan umat Kristen ternyata tidak berhasil. Menjelang kematiannya pada tahun 311, Galerius memerintahkan agar pembunuhan terhadap umat Kristen dihentikan. Ia bahkan meminta orang-orang Kristen mendoakan keselamatannya. 7) Constantin (312 337) Pada tahun 312 Constantin Agung naik tahta sebagai kaisar. Berbeda dengan para pendahulunya, Constantin justru menghendaki dukungan pihak gereja. Pada tahun 313, Constantin mengeluarkan suatu edik yang terkenal dengan nama edik Milano. Dalam edik itu disebutkan bahwa umat Kristen bebas manjalankan ibadahnya, tanpa dihalang-halangi oleh siapapun. Ia juga memerintahkan agar semua milik gereja yang dirampas agar dikembalikan. Tindakan ini tentu saja suatu tindakan politik semata dan bukan tindakan iman. Ia sendiri tidak memeluk agama Kristen. Baru menjelang ajalnya pada tahun 337, ia minta dibaptiskan sebagai penganut agama itu. Edik Milano selain berisi hal-hal tersebut di atas, juga berisikan mengenai pemindahan ibu kota kekaisaran Romawi dari Roma ke Byzantium yang sejak itu dikenal dengan nama Konstantinopel. 8) Kaisar Jovianus (337 364) Pengganti Constantin Agung adalah Kaisar Jovianus yang memerintah hingga tahun 364. Pada masa pemerintahannya itulah kekaisaran Romawi dibagi dua Romawi barat di bawah kekuasaan Valentinianus I (364 375) dan Romawi Timur di bawah kekuasaan adaiknya yang bernama Kaisar Valens (364 378). Pada tahun 375 Valentianus meninggal dan digantikan oleh putranya yang bernama Gratianus. Sementara itu dibagian timur, Valens menghadapai serbuan bangsa Goth yang terdesak oleh bangsa Huna dari Asia Tengah. Pada tahun 377 pecah perang antara bangsa Goth melawan Romawi yang diakhiri dengan meninggalnya kaisar Valens. Sebagai penggantinya Gratianus dari Romawi barat menunjuk Jendral Theodosius 8

agar mengamankan Romawi Timur pada tahun 379. pada tahun 383 Gratianus meninggal dan penggantinya adalah saudara tirinya bernama Valentianus II yang masih bersia sangat muda, tetapi juga terbunuh pada tahun 392. Sementara itu pemberontakan-pemberontakan semakin meningkat baik di bagian barat, maupun di bagian timur. Theodosius yang mendapat dukungan dari rakyat Romawi berhasil menumpas semua pemberontakan. Oleh kerena keberhasilannya maka pada tahun 394, ia dinobatkan menjadi kaisar dengan nama Theodosius Agung. Pada masa pemerintahannya itulah Theodosius menetapkan agama Kristen sebagai agama negara. Merek yang masih menyembah dewa-dewa dijatuhi hukuman. Menjelang meninggalnya pada tahun 395, kekaisaran Romawi secara resmi dibagi atas dua bagian, yaitu Romawi Barat dengan ibukotanya Roma diperintah oleh ptra bungsunya yang bernama Honorius. Agama yang dianut adalah Roma Katolik dan bahasa yang digunakan adalah bahasa Latin. Romawi Timur dengan ibu kotanya Konstantinopel diperintah oleh putra sulungnya yang bernama Arcadius. Agama yang dianut oleh Romawi Timur adalah Katolik Ortodoks. Pemimpin agamanya disebut Petrich. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Yunani. Dengan dibaginya Romawi menjadi dua bagian, imperium terbesar yang telah dikelola dengan susah payah, mendekati keruntuhannya. Pada tahun 476 terjadilah perpindahan bangsa-bangsa secara besarbesaran (great migration). Pada saat itu bangsa Indo-Jerman mendesak Goth Barat dan Goth Timur mendesak Romawi. Jenderal Odoacer dari Goth Timur memaksa Kaisar Romulus Agustus turun tahta dan ia sendiri mengangkat dirinya sebagai raja atas daerah itu. Setelah kekaisaran Romawi Barat berakhir, kekaisaran Romawi Timur masih mampu mengembangkan diri dan mencapai puncak kebesarannya. Pada masa pemerintahan Yustianus I (527 565) wilayah kekuasaannya meliputi Asia Kecil dan timur tengah. Karena terlalu sering terlibat peperangan, kekaisaran Romawi Timur mulai lemah. Pada tahun 1453 Sultan Muhammad II dari Turki Osmania berhasil menaklukkan Romawi Timur. Dengan demikian berakhirlah Romawi Timur dan sejak itu pula mulai berkembangnya agama Islam di wilayah itu. 3. Seni Bangunan Seni bangunan pada masa kekaisaran Romawi kuno, sudah sangat maju. Bangunanbangunan pada umumnya dibuat sangat indah sesuai dengan selera bangsa Romawi yang tinggi. Bangunan-bangunan itu terdiri dari sejumlah kuil untuk pemujaan berbagai dewa. Ada juga bangunan colloseum, yaitu bangunan untuk tempat pertunjukan perkelahian hewan dengan hewan, antara manusia dengan manusia, bahkan antara manusia dengan jenis-jenis hewan buas. Pertunjukan perkelahian antara manusia dengan manusia dengan manusia atau manusia atau antara manusia dengan hewan disebut gladiator. Bangunan-bangunan lain yang sangat mengagungkan adalah partheon, yaitu rumah untuk para dewa berbentuk kubah dengan keunikan atapnya yang melengkung. Cloaca maxima adalah saluran pengairan untuk kelebihan air hujan yang hingga sekarang masih terpelihara dengan baik. kemudian ada juga bangunan akuaduk atau sarana penyaluran air bersih. Bangunan benteng pertahanan yang disebut limes dan yang terkenal adalah Limes Hardianus dan Limes Trayanus.

Selain bangunan-bangunan yang disebut di atas, bangunan zaman Romawi kuno yang terkenal adalah Gereja Aya Sophia di Konstantinopel yang dibangun dengan seni arsitek yang sangat tinggi. Gereja itu kemudian berubah fungsi menjadi masjid, setelah kota Konstantinopel direbut oleh bangsa Turki Osmani yang beragama Islam pada tahun 1453. Kini bangunan itu berubah fungsi lagi sebagai sebuah museum. Kepercayaan seperti bangsa-bangsa kuno lainnya, kepercayaan bangsa Romawi kuno adalah polytheisme, dewa-dewa yang disembah oleh bangsa Romawi kuno, sebenarnya diambil dari dewa-dewa yunani kuno hanya nama-namanya diganti dengan namanama planet sebgaimana tercantum dibawah ini. Nama dewa yunani kuno Nama dewa Romawi kuno Zeus Yupiter Hera Yuno Aphrodite Venus Ares Mars Poseidon Neptunus Hades Pluto Demeter Cores Hestia Viota Selain dari dewa-dewa yang disebutkan diatas, masih banyak dewa lainnya seperti apollo, diana, mercury, virgin astraca, dan lain-lain. 5. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Bangsa Romawi kuno telah menguasai berbagai cabang ilmu pengetahuan dan tenologi yang sangat tinggi. Hali ini dapat dilihat dari peninggalan bangunanbangunan kuno, kuil, dan arca. Bahkan kota Roma yang dikenal pula dengan sebutan kota abadi atau sering orang menyebutnya dengan kota berbukit tujuh, dibangun dengan seni arsitektur yang sangat tinggi. Semuanya sebagai bukti bangsa Romawi kuno telah memiliki ilmu pengetahuan yang sangat tinggi dalam berbagai bidang. Beberapa ahli yang dapat disebut antara lain vivero (ahli tata bahasa), cicero (ahli filsafat dan orator), horatius dan ovidius (penyair, dan julius caesar dengan hasil karyanya yang terkenal de bello gallico yang berisi tentang pertempuran di galia, serta virgilliusyang terkenal dengan hasil karyanya aeneid. Istilah-istiah ketentaraan, seperti legiun, kaveleri, veteran, dan masih banyak istilah lainnya yang hingga kini masih dikenal, berasal dari bahasa latin. Demikian pula dalam bidang administrasi dan kepegawaian yang mla-mula deiterapkan oleh bangsa Romawi kuno hingga sekarang menjadi sistem administrasi kepegawaian dunia. Hukum Hukum pada zaman Romawi kuno berkembang pesat terutama pada masa pemerintahan octavianus augustus. Seorang ahli hukum yang juga sebagai kaissar yaitu yustianus, mengkodifikasiakan hukum-hukum Romawi dari kaisar-kaisar yang pernah memerintah. Kodifikasi hukum-hukum itu disebut surat perintah yang abadi. Oleh sebagian orang kodifikasi itu disebut dengan nama code yustini atau corpus yuris. Corpus yuris terdiri dari empat bagian, yaitu a. Buku undang-undang atau code yaitu kumpulan hukum dasar atau konstitusi sejak masa pemerintahan theododius 4.

6.

10

b. susunan atau kumpulan undan-undang atau digest dan pandect memuat ringkasan tulisan dari 39 ahli hukum Romawi terbesar, seperti gaius, ulpianus, paulus, modestinus, dan papinianus. c. Lembaga (instisute0 merupakan buku pelajaran yang memuat prinsip hukum yang umum dan cenderung ntuk para siswa. d. Karangan baru atau novel yang berisitentang hukum yustianus(code).

11

KESIMPULAN Roma merupakan pusat kbudayaan dunia yang terletak di Italia. Tanah di Italia lebih subur dari pada Yunani. Sejarah Romawi kuno bersumber dari legenda yang dikisahkan dalam sebuah kitab bentuk syair hasil karya Virgilius berjudul Aeneid. Sistem pemerintahan Romawi kuno di bagi menjadi tiga macam yaitu Kerajaan (monarkhi), Republik Romawi (509 31 SM), dan kekaisaran Romawi (30 SM). Dari catatan para arkeolog, dapat diketahui bahwa kota Roma mulai terbentuk antara tahun 600 575 SM. Raja pertama Romawi adalah Romulus. Bentuk kerajaan atau monarkhi Romawi kuno berubah menjadi republik setelah Tarkuinus Superbus turun tahta. Kaisar pertama kekaisaran Romawi adalah Gaius Julius Caesar Octavianus (Octavianus Augustus). Seni bangunan pada masa kekaisaran Romawi kuno, sudah sangat maju. Bangunanbangunan pada umumnya dibuat sangat indah sesuai dengan selera bangsa Romawi yang tinggi. Kepercayaan bangsa Romawi kuno adalah Politheisme. Banngsa Romawi kuno telah menguasai berbagai cabang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat tinggi. Hukum pada zaman Romawi kuno berkembang pesat terutama pada masa pemerintahan Octavianus Augustus.

12