Anda di halaman 1dari 1

PENENTUAN BESI (Fe 3+)

(dari Penuntun Praktikum Kimia Analitik dan Organik 1976)

Pendahuluan : Besi dioksidasi dengan K-persulfat sehingga semua besi berbentuk Fe 3+. Kemudian Fe3+ dikompleks dengan KSCN, sehingga timbul warna merah yang keintensifannya tergantung pada kadar ferri yang ada dalam air. Peralatan : 1. Buret 50 mL 2. Spektronic-20 3. Gelas piala 50 mL 4. Gelas ukur 10 mL Bahan : 1. Fe 3+ standar stock 10 ppm 2. H2SO4 pekat

5. Labu takar 50 mL 6. Pipet 10 mL 7. Pipet Mohr 25 mL

3. Larutan KSCN 3 N 4. K2S2O8 jenuh

Prosedur : 1. Pembuatan kurva kalibrasi a. Pipet 5, 10, 15, 20, 25, dan 35 mL larutan standar stock ke dalam labu takar 50 mL (pakai buret). Pada setiap gelas piala tambahkan 2 mL H 2SO4 pekat (hatihati), 3 mL K2S2O8 jenuh. b. Jika bahan ada yang belum larut, kocoklah baik-baik. Kalau perlu panaskan, lalu dinginkan lagi. Tambahkan air hingga tanda tera. Saringlah jika ada zatzat padat. c. Dari campuran ini ambil 10 mL, dimasukan dalam gelas piala 50 mL yang betul-betul kering, ditambah 10 mL air, 1 mL K2S2O8 dan 4 mL KSCN (semua ini dipipet). Aduklah baik-baik. d. Ukurlah penyerapannya dengan spectronic-20 dengan panjang gelombang 490-510. e. Larutan blanko dibuat seperti larutan standar, tetapi larutan Fe diganti dengan air destilata. 2. Pengukuran larutan contoh Pipet 25 mL contoh air yang telah disaring. Prosedur selanjutnya dilakukan seperti halnya pembuatan kurva kalibrasi. Perhitungan : 1. Buatlah kurva kalibrasi 2. Tentukan kadar besi dalam mg/L

Penuntun Praktikum Kimia Lingkungan

15