Anda di halaman 1dari 6

BAB II KORELASI APENDIKGRAM DENGAN APENDISITIS II.

1 Definisi apendikogram Pemeriksaan apendikogram merupakan salah satu pemeriksaan alternatif yang dapat dikerjakan pada penderita dengan kecurigaan apendisitis. Prinsip pemeriksaan ini adalah dengan menggunakan bahan kontras barium sulfat serbuk halus yang diminum hingga masuk ke daerah apendiks. Hasil dari pemeriksaan ini dapat menunjukkan pengisian apendiks secara penuh (full filling appendix) atau partial filling appendix atau non filling appendix. II.2 Teknik Pemeriksaan Apendikogram II.2.1 Persiapan pasien: - Sehari sebelum pemeriksaan pasien boleh makan seperti biasa. -Pukul 21.00 pasien minum BaSO4 yang telah dilarutkan dengan gelas air putih ( 100 cc). - Pukul 09.00 (setelah 24 jam) pasien datang ke Klinik Radiologi untuk dilakukan pemeriksaan. - Diusahakan pasien tidak buang air besar pada pagi hari sampai pemeriksaan dilaksanakan. - Sebelum dilaksanakan pemeriksaan, pasien terlebih dahulu mengganti pakaian dan dianjurkan untuk melepas perhiasan atau benda-benda yang mengandung logam disekitar leher. Persiapan Alat/Bahan: BaSO4 yang telah diserahkan kepada pasien sehari sebelum peme- riksaan. Posisi pemeriksaan: AP Prosedur pemeriksaan:

Pasien tidur posisi Supine diatas meja pemeriksaan, MSP tegak lurus dengan garis tengah meja pemeriksaan, kedua lengan pasien disamping tubuh pasien. Batas luas lapangan penyinaran yaitu batas atas setinggi Processus Xipodeus dan batas bawah mencakup Sympisis Pubis. Saat exposi pasien dalam keadaan Expirasi dan tahan nafas. Beri marker pada ujung kaset. Kontras yang telah diminum selama 12 jam akan terlihat jelas pada Appedix, bila kontras terlihat jelas pada Apenddix maka tidak terjadi peradangan, bila kontras tidak terlihat jelas maka kemungkinan akan terjadi peradangan. - CR:Vertical tegak lurus kaset. - CP:Umbilicus atau titik perpotongan kedua Crista Illiaca dengan MSP. - Kaset:(30 x 40) cm dengan Lysolm (Grid) - FFD:100 cc

Pengisian

penuh

pada

apendiks

dapat

menyingkirkan

kemungkinan adanya apendisitis, sedangkan non filling atau partial filling appendix yang disertai maupun tanpa disertai adanya efek massa ekstrinsik pada cecum merupakan tanda kemungkinan adanya apendisitis. 8 Apendiks normal pada pemeriksaan apendikogram kadangkadang juga tidak terisi kontras, dan sulit untuk membedakan antara full filling appendix dengan partial filling appendix, sehingga pemeriksaan apendikogram sulit untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis apendisitis dengan diagnosis lain pada penderita dengan keluhan nyeri pada perut kwadran kanan bawah. Suatu penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2010 di Universitas Vilniaus Pilvo chirurgijos klinika, mereka melaporkan hasilnya bahwa angka sensitivitas dan spesifisitas apendikogram rata-rata 60 % pada kasus apendisitis kronik. Pada penelitian lain dari Departmen Kesehatan RI tahun 2011 Oleh peneliti dari Univesitas Gajah Mada, didapatkan 15 dari 27 pasien (55,6%) dinyatakan sebagai penderita apendidisitis, 12 pasien lainnya menderita kista para ovarian sebanyak 7 pasien, abscess tuboovarial 1 pasien, hematosalping dengan kiste folikel 1 pasien, invaginasi ileocecal 1 pasien dan leiomyoma 1 pasien, ureterolithiasis dextra 1 pasien. Berdasarkan pemeriksaan ultrasonografi didapatkan 13 pasien memenuhi kriteria apendisitis, dari pemeriksaan apendikogram didapatkan 26 pasien memenuhi kriteria apendisitis. Nilai akurasi ultrasonografi apendiks : sensitivitas 86,7%, spesifisitas 75%, PPV 81,25%, NPV 81,8%, LR (+) 3,468 dan LR (-) 0,177. Nilai akurasi apendikogram : sensitivitas 100%, spesifisitas 8,3%, PPV 57,7%, NPV 100% LR(+)1,09 dan LR(-) 0,00. Disimpulkan pemeriksaan ultrasonografi grey scale apendiks lebih akurat
3

dibanding apendikogram pada diagnosis penderita apendisitis kronis eksaserbasi akut. 8 Appendicogram merupakan suatu teknik pemeriksaan radiografi untuk menilih apendik. Pemeriksaan ini juga menggunakan sebuah kontras media. Media kontras merupakan senyawa-senyawa yang digunakan untuk meningkatkan visibility struktur-struktur internal pada sebuah pencitraan diagnostik. Media kontras dipakai pada pencitraan dengan menggunakan sinar-x. Pada pemeriksaan sistem pencernaan memiliki prosedur khusus, dimana setiap prosedurnya membutuhkan penggunaan sebuah kontras media dan dikembangkan untuk memeberikan suatu tujuan tertentu. Kontras media yang digunakan adalah media kontras negatif dan positif. Media kontras positif pada pemeriksaan sistem pencernaan adalah barium sulfat sedangkan kontras negatifnya adalah udara/gas. Pemasukan media kontras dengan cara ditelan maupun dimasukkan melalui anus dengan bantuankateter. 8

Teknik pemeriksaan appendikogram: Persiapan pasien: - Sehari sebelum pemeriksaan pasien boleh makan seperti biasa. -Pukul 21.00 pasien minum BaSO4 yang telah dilarutkan dengan gelas air putih ( 100 cc). - Pukul 09.00 (setelah 24 jam) pasien datang ke Klinik Radiologi untuk dilakukan pemeriksaan. - Diusahakan pasien tidak buang air besar pada pagi hari sampai pemeriksaan dilaksanakan. - Sebelum dilaksanakan pemeriksaan, pasien terlebih dahulu mengganti pakaian dan dianjurkan untuk melepas perhiasan atau benda-benda yang mengandung logam disekitar leher. Persiapan Alat/Bahan: BaSO4 yang telah diserahkan kepada pasien sehari sebelum peme- riksaan. Posisi pemeriksaan: AP

Prosedur pemeriksaan: Pasien tidur posisi Supine diatas meja pemeriksaan, MSP tegak lurus dengan garis tengah meja pemeriksaan, kedua lengan pasien disamping tubuh pasien. Batas luas lapangan penyinaran yaitu batas atas setinggi Processus Xipodeus dan batas bawah mencakup Sympisis Pubis. Saat exposi pasien dalam keadaan Expirasi dan tahan nafas. Beri marker pada ujung kaset. Kontras yang telah diminum selama 12 jam akan terlihat jelas pada Appedix, bila kontras terlihat jelas pada Apenddix maka tidak terjadi peradangan, bila kontras tidak terlihat jelas maka kemungkinan akan terjadi peradangan. - CR:Vertical tegak lurus kaset. - CP:Umbilicus atau titik perpotongan kedua Crista Illiaca dengan MSP. - Kaset:(30 x 40) cm dengan Lysolm (Grid) - FFD:100 cc
5

Pemeriksaan USG