Anda di halaman 1dari 314

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara pada tingkat pertama telah

ah

menjatuhkan Putusan sebagai berikut dalam perkara antara :

Insinyur INDAR ATMANTO, Warga Negara Indonesia, Karyawan PT. Indosat INDOSAT MEGA MEDIA (IM2), beralamat di Jalan Tebet Timur

gu

Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta yang memeriksa, memutus

ng

PUTUSAN

Nomor : 231/G/2012/PTUN-JKT

Tbk. / sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT.

am

Raya No.46, Rukun Tetangga 009, Rukun Warga 008, Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Kotamadya Jakarta Selatan, Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: 317401161162003, dengan ini memberi kuasa kepada ERICK SAMUEL PAAT B.Sc.S.H.M.A.,

ah k

ANDRI ARIYA HUTASOIT, S.H.M.A., DON HAMPRI CAN,

A gu ng

S.H., RICKY DANIEL MONINGKA, MAYKEL MANUS, S.H.,

S.H., dan JUFRRY

kelimanya adalah Warga Negara

Indonesia, bekerja sebagai Advokat dan Konsultan Hukum

pada Kantor Advokat ERICK S. PAAT & REKAN, beralamat di

Gedung Yarnati Lantai 1, Ruang 102, Jalan Proklamasi Nomor 44, Jakarta 10310, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 21 Desember 2012, .PENGGUGAT;

untuk selanjutnya disebut sebagai

ah

PT INDOSAT, Tbk, berkedudukan di

Gedung Indosat, Jalan Medan

Merdeka Barat No.21, Jakarta, yang dalam hal ini diwakili oleh ALEXANDER RUSLI, selaku Presiden Direktur & Chief

ka

ah

1967, yang telah diubah dengan Akta Notaris No.5 tanggal 3 Oktober 2012, dengan sah bertindak untuk dan atas nama PT. Indosat, Tbk., yang dalam hal ini telah memberi kuasa kepada

ep

Executive Officer, berdasarkan Akta Pendirian No. 55 Tahun

ub

lik

ng

JHON THOMSON, S.H dan MEDI PURBA, S.H Para Advokat Halaman 1 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 1

es

In do ne si

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
selanjutnya

b
dan Penasihat Hukum dari Law Office of J. THOMSON & PARTNERS Advocates & Counsellors of Law yang beralamat di Jl. Gunung Sahari No. 7,3-4 th Floor (Gedung DSA Cargo) 2

Jakarta Pusat 10720 baik secara sendiri sendiri maupun bersama-sama, berdasarkan Surat Kuasa tertanggal 12 Januari 2013, untuk disebut .. PENGGUGAT II INTERVENSI 1;

sebagai.

PT INDOSAT MEGA MEDIA (IM2), di Jalan Kebagusan Raya No.36 Jakarta

Selatan 12550, yang dalam hal ini diwakili oleh RIDWAN FIRNADI KARSA, selaku Direktur Utama,, berdasarkan Akta Notaris Pahala Sutrisno Amijoyo Tampubolon SH., No. 58 tanggal 25 September 1996, terakhir diubah dengan Akta Nomor 11 tanggal 6 Juli 2010 dihadapan Notaris Bray

ah

am

ah k

bertindak untuk dan atas nama PT. Indosat, Mega Media (IM2),

yang

dalam hal ini telah memberi kuasa kepada JHON

ep
selanjutnya LAWAN:

Mahyastoeti S.H., Notaris di Jakarta, dengan demikian sah

THOMSON, S.H dan MEDI PURBA, S.H Para Advokat dan

A gu ng

Penasihat Hukum dari Law Office of

J. THOMSON &

PARTNERS Advocates & Counsellors of Law yang beralamat

di Jl. Gunung Sahari No. 7,3-4 th Floor (Gedung DSA Cargo)

Jakarta Pusat 10720 baik secara sendiri sendiri maupun bersama-sama, berdasarkan Surat Kuasa tertanggal 12 Januari 2013, untuk disebut sebagai

.. PENGGUGAT II INTERVENSI 2;

ah

(BPKP)

BIDANG

INVESTIGASI,

ka

Pramuka Nomor 33, Jakarta 13120 dalam perkara ini memberikan kuasa kepada : ---------------------------------------------1. TRIYONO HARYANTO, S.H.M.H,.; -------------------------------Jabatan : Kepala Biro Hukum dan Humas BPKP; -----------

ah

ep

ub

I. DEPUTI KEPALA BADAN PENGAWASAN DAN PEMBANGUNAN berkedudukan di Jalan

lik

ng

2. IDHAM KHOLIQ, S.H.; -------------------------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 2

es

In do ne si
..

ub lik

In do ne si a

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Bagian

b
Jabatan : Kepala Penelaahan dan Bantuan

Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ----

ng

3. Dra. TYTUT RATIH KUSUMO; --------------------------------------

Jabatan : Direktur Investigasi Instansi Pemerintah pada Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi; ---------

4. AGUSTINA ARUM SARI Ak.C.F.E; -------------------------------Jabatan : Kepala Subdirektorat Investigasi

Pemerintah Pusat I pada Deputi Bindang

ah

5. FADJAR IRAWAN, Ak.,M.Sc.; --------------------------------------Jabatan : Kepala Subdirektorat Investigasi Pemerintah Daerah pada Deputi Bidang Investigasi BPKP; 6. BIMA SUJATMIKO, S.H.; --------------------------------------------Jabatan : Kepala Subbagian Bantuan Hukum pada Biro

am

ah k

ah

A gu ng

7. MUFTI MARGA SANTOSO, S.H.; ----------------------------------

Jabatan : Kepala Subbagian Penelaahan Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ----------------------

8. WAHYU WIBAWA, S.H.; ----------------------------------------------

Jabatan : Pemberi Konsultasi dan Bantuan Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ----------------------

Jabatan :

Pemberi Konsultasi dan Bantuan Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ----------------------

ka

10. YANI NURAPRIYANI MULYANI S.H.M.M.; ---------------------Jabatan : Pemberi Konsultasi dan Bantuan Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ---------------------11. TRI ENDANG MUDIASTUTI, S.H.; ---------------------------------

ah

ep

ub

lik

9. HOTMA MAYA MARBUN, S.H.; ------------------------------------

ng

Halaman 3 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 3

es

In do ne si

Hukum dan Humas BPKP; ----------------------------

ep

ub lik

Investigasi BPKP; ---------------------------------------

In do ne si a
Instansi

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Pemberi Pemberi

b
Jabatan : Pemberi Konsultasi dan Bantuan Hukum pada

Biro Hukum dan Humas BPKP; ----------------------

ng

12. DEDI SUDJARWADI, S.H.; ------------------------------------------Jabatan :

Pemberi Konsultasi dan Bantuan Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ----------------------

13. IRAWAN AMIN NUGROHO, S.H.; ---------------------------------Jabatan : Asisten Konsultasi dan

Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ---14. NASARUDIN, S.H.; ----------------------------------------------------Jabatan : Asisten Konsultasi dan

ah

ub lik
Konsultasi Konsultasi Konsultasi Konsultasi

am

Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ---15. PUSPITA DEWI PUTRI, S.H.; --------------------------------------Jabatan : Asisten

ep

ah k

Pemberi

Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ----

16. Z.M. YENI ROSLITA, S.H.; -------------------------------------------

A gu ng

Jabatan : Asisten

Pemberi

dan

Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ----

17. TITTO JAELANI, S.H.; ------------------------------------------------Jabatan : Asisten Pemberi dan

Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ----

18. ARIEF SETIA NUGROHO, S.H.; -----------------------------------Jabatan : Asisten Pemberi

ah

lik
dan 31

Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ---Kesemuanya adalah Pegawai pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, berkantor di Jalan Pramuka No.33, Jakarta 13120, berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor: SKK-4/SU04/2/2013 tanggal Januari 2013,

ka

ah

selanjutnya disebut sebagai ... TERGUGAT I; II. TIM BPKP PENERBIT LAPORAN HASIL PENGHITUNGAN KERUGIAN KEUANGAN

ep

ub

ng

NEGARA

(LHKKPN)

TANGGAL

31

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 4

es

In do ne si
Bantuan Bantuan Bantuan

In do ne si a
Bantuan Bantuan dan Bantuan

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Bagian

b
OKTOBER 2012, berkedudukan di Jalan Pramuka No.33, kepada : Jakarta 13120, dalam perkara ini memberikan kuasa

1. TRIYONO HARYANTO, S.H.M.H,.; -------------------------------Jabatan : Kepala Biro Hukum dan Humas BPKP; -----------

2. IDHAM KHOLIQ, S.H.; ------------------------------------------------Jabatan : Kepala Penelaahan dan

Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ----

ah

am

3. Dra. TYTUT RATIH KUSUMO; --------------------------------------

ah k

Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi; ---------

4. AGUSTINA ARUM SARI Ak.C.F.E; -------------------------------Jabatan : Kepala Subdirektorat Investigasi Instansi

ep

Jabatan : Direktur Investigasi Instansi Pemerintah pada

ah

A gu ng

Pemerintah Pusat I pada Deputi Bindang Investigasi BPKP; ---------------------------------------

5. FADJAR IRAWAN, Ak.,M.Sc.; ---------------------------------------

Jabatan : Kepala Subdirektorat Investigasi Pemerintah Daerah pada Deputi Bidang Investigasi BPKP;

6. BIMA SUJATMIKO, S.H.; ---------------------------------------------

Jabatan : Kepala Subbagian Bantuan Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ---------------------------7. MUFTI MARGA SANTOSO, S.H.; ----------------------------------

ka

Biro Hukum dan Humas BPKP; ----------------------

ah

ng

Biro Hukum dan Humas BPKP; ----------------------

Halaman 5 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 5

es

Jabatan : Pemberi Konsultasi dan Bantuan Hukum pada

8. WAHYU WIBAWA, S.H.; ----------------------------------------------

ep

Jabatan : Kepala Subbagian Penelaahan Hukum pada

ub

lik

In do ne si

ub lik

In do ne si a
Bantuan

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Pemberi Pemberi Pemberi Pemberi

b
9. HOTMA MAYA MARBUN, S.H.; -----------------------------------Jabatan :

Pemberi Konsultasi dan Bantuan Hukum pada

ng

Biro Hukum dan Humas BPKP; ----------------------

10. YANI NURAPRIYANI MULYANI S.H.M.M.; ---------------------Jabatan :

gu

Pemberi Konsultasi dan Bantuan Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ----------------------

11. TRI ENDANG MUDIASTUTI, S.H.; --------------------------------Jabatan :

Pemberi Konsultasi dan Bantuan Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ----------------------

ah

12. DEDI SUDJARWADI, S.H.; ------------------------------------------Jabatan : Pemberi Konsultasi dan Bantuan Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ----------------------

ah k

am

13. IRAWAN AMIN NUGROHO, S.H.; ---------------------------------Jabatan : Asisten Konsultasi dan Bantuan

A gu ng

Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; --

14. NASARUDIN, S.H.; ----------------------------------------------------Jabatan : Asisten Konsultasi dan

Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; --

15. PUSPITA DEWI PUTRI, S.H.; --------------------------------------Jabatan : Asisten Konsultasi dan

ah

Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; --

Jabatan : Asisten

ub

16. Z.M. YENI ROSLITA, S.H.; ------------------------------------------Konsultasi dan Bantuan

ka

Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; --17. TITTO JAELANI, S.H.; -------------------------------------------------

ah

ng

18. ARIEF SETIA NUGROHO, S.H.; ------------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 6

es

Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ----

Jabatan : Asisten

ep
Pemberi

Konsultasi

lik
dan

In do ne si
Bantuan Bantuan Bantuan

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Pemberi tertanggal

b
Jabatan : Asisten Konsultasi dan Bantuan

Hukum pada Biro Hukum dan Humas BPKP; ----

gu

ng

Kesemuanya adalah Pegawai pada Badan Pengawasan

Keuangan dan Pembangunan, berkantor di Jalan Pramuka No.33, Jakarta 13120, berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor: SKK-4/SU04/2/2013 tanggal 31 Januari

selanjutnya disebut sebagai . TERGUGAT II;

Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta tersebut, telah membaca : -------------

ah

Surat

Gugatan

Penggugat

ub lik
26 Desember

am

didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta pada tanggal 26 Desember 2012, dibawah Register Perkara Nomor : 231/ G/2012/PTUN-JKT ; ---------------------------------------------------------------Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor : 231/PEN-DIS/2012/PTUN-JKT, tanggal 28 Desember 2012 tentang Tentang Pemeriksaan Perkara ini dengan acara biasa ; -----------------------

ah k

ep

Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor : 231/

PEN/2012/PTUN-JKT, tanggal 28 Desember 2012 tentang Penunjukan Susunan Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara ini ; ---------------------------------------------------------------------------------

Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta

Nomor : 231/PEN-HS/2012/PTUN-JKT. Tanggal 2 Januari 2013 tentang Penetapan Hari Pemeriksaan Persiapan ; ------------------------------------------

ah

Putusan Sela Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT tanggal 7 Februari 2013 tentang

ka

ah

Mega Media (IM2) sebagai Penggugat II Intervensi 2; --------------------------

Telah mendengarkan keterangan saksi Penggugat, Penggugat II Intervensi 1 dan 2, saksi Tergugat, keterangan Ahli dari Penggugat,

ep

masuknya PT. Indosat sebagai Penggugat II Intervensi 1 dan PT. Indosat

ub

lik

ng

Halaman 7 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 7

es

In do ne si

A gu ng

In do ne si a
2013, 2012 yang

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Penggugat II Intervensi 1 dan 2 serta keterangan Ahli dari pihak Tergugat I dan Tergugat II; -------------------------------------------------------------------------membaca berkas perkara yang bersangkutan; ------------------------------------

gu

ah

Menimbang, bahwa Penggugat dalam surat gugatannya tertanggal 26

Desember 2012 yang didaftarkan di Kepaniteraan Pegadilan Tata Usaha Pemeriksaan Persiapan tanggal 23 Januari 2013, Penggugat telah menggugat Tergugat I dan Tergugat II dengan mengemukakan alasanalasan sebagai berikut : Objek Gugatan : -

ah k

am

Surat Deputi Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan

November 2012,

Perihal : Laporan Hasil Audit Dalam Rangka

ah

A gu ng

Penghitungan Kerugian Keuangan Negara atas Kasus Dugaan Tindak Generasi Tiga (3G) oleh PT. Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2); --------------------------------------------------------------------------------

Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHZ/

Laporan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (LHPKKN) tanggal 31 Oktober 2012 yang dibuat oleh Tim BPKP; -------------------------

Dasar Gugatan : 1.

Fakta-Fakta Terbitnya Obyek Gugatan; ------------------------------------------Bahwa Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika melalui keputusannya Nomor : 229/ DirjeN/2006 tanggal 22 Juni 2006 telah memberikan ijin kepada P.T. Indosat Mega Media untuk menjadi Penyelenggara Jasa Akses Internet (Internet Service Provider); ------------------------------------------------

ka

ah

ep

ub

lik

(untuk selanjutnya disebut dengan Keputusan TUN); ------------------------

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 8

es

In do ne si

(BPKP) Bidang Investigasi Nomor : SR-1024/D6/01/2012 tanggal 9

ub lik

Negara Jakarta pada tanggal 26 Desember 2012 dan telah diperbaiki pada

ng

Telah mendengarkan keterangan para pihak di persidangan dan

TENTANG DUDUK PERKARA :

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dengan

b
Bahwa dengan telah diperolehnya ijin untuk menjadi Penyelenggara Jasa Akses Internet, maka P.T. Indosat Mega Media (IM2) telah menyelenggarakan jasa akses internet; -----------------------------------------Bahwa untuk melaksanakan kerjasama tersebut diatas,

ng

melakukan

kerjasama

P.T.

Indosat

Penggugat dalam Kapasitasnya selaku Direktur Utama PT. Indosat

Mega Media (IM2) telah menandatangani Perjanjian Kerjasama Tentang Akses Internet Broadband melalui Jaringan 3G/HSDPA Indosat dengan P.T. Indosat Tbk. pada tanggal 24 November 2006, Perjanjian

ah

perjanjianperjanjian sebagai berikut : -

am

Amandemen Pertama Terhadap Perjanjian Kerjasama Tentang Akses Internet Broadband Melalui Jaringan 3G/HSDPA Indosat

ah k

Amandemen Kedua Terhadap Perjanjian Kerjasama Tentang Akses

September 2008; -------------------------------------------------------------------

Amandemen Ketiga Terhadap Perjanjian Kerjasama Tentang Akses

Internet Broadband Melalui Jaringan 3G/HSDPA Indosat tanggal 9 Juli 2010; -----------------------------------------------------------------------------

(Untuk selanjutnya Perjanjian Kerjasama tersebut diatas berikut perubahan-perubahannya disebut dengan Perjanjian); -------------------

Bahwa berdasarkan Perjanjian, telah disepakati oleh P.T. Indosat Tbk. dan P.T. Indosat Mega Media (IM2) untuk melakukan kerjasama dalam

ah

penyediaan jasa internet dimana P.T. Indosat Tbk. bertindak selaku penyedia jasa internet dan bukannya pengguna pita frekuensi radio 2,1

ka

ah

Bahwa berdasarkan Perjanjian, maka seluruh jaringan dan sarana

ng

saja; ---------------------------------------------------------------------------------------Halaman 9 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 9

es

Media (IM2) hanya bertindak selaku penyedia program dan jasa internet

telekomunikasi disediakan oleh P.T. Indosat Tbk dan P.T. Indosat Mega

ep

GHz/Generasi tiga (3G); --------------------------------------------------------------

ub

penyedia jaringan dan P.T. Indosat Mega Media (IM2) bertindak selaku

lik

In do ne si

Internet Broadband Melalui Jaringan 3G/HSDPA Indosat tanggal 15

A gu ng

ep

tanggal 4 Juni 2007; ---------------------------------------------------------------

ub lik

Kerjasama mana telah diubah sebanyak 3 (tiga) kali yaitu dengan

In do ne si a
Tbk untuk maka

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
bagi negara

b
Bahwa terhadap implementasi Perjanjian oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia telah diduga adanya penyimpangan yaitu berupa Indosat Mega Media (IM2) secara melawan hukum dimana P.T. Indosat Mega Media (IM2) dianggap tidak membayar biaya penggunaan pita

ah

gu

frekuensi radio 2,1 GHz/Generasi tiga (3G) kepada negara melalui Departemen Komunikasi dan Informasi selaku pengawas dan regulator kerugian terhadap keuangan negara; ---------------------------------------------

penggunaan pita frekuensi radio di Indonesia, sehingga menyebabkan

Penggugat telah diduga melakukan tindak pidana korupsi sehingga menimbulkan kerugian karena Kejaksaan Agung

am

menganggap P.T. Indosat Mega Media (IM2) dan Penggugat telah membayar kompensasi apapun kepada Negara; -------------------------------

ah k

dengan dugaan tindak pidan korupsi yang diduga telah dilakukan oleh

A gu ng

P.T. Indosat Mega Media (IM2) dan Penggugat, maka Kejaksaan Agung melalui suratnya Nomor : B-234/F.2/Fd.1/01/2012 tanggal 31 Januari investigasi guna menghitung kerugian Negara

2012 telah meminta kepada Tergugat I untuk melakukan audit

sehubungan dengan

adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan jaringan Media (IM2) dan Penggugat; ---------------------------------------------------------

frekuensi radio 2,1 GHz/Generasi tiga (3G) oleh P.T. Indosat Mega

ah

Bahwa, atas permintaan Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Republik Indonesia tersebut diatas, Tergugat I melalui suratnya Nomor : ST-524/D601/3/2012 tanggal 2 Oktober 2012 telah menugaskan Tergugat II untuk melakukan penghitungan kerugian negara yang

ka

ah

Bahwa LHPKKN tersebut telah disampaikan oleh Tergugat II kepada

Tergugat I dan selanjutnya oleh Tergugat I diserahkan kepada Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Republik Indonesia sebagaimana

ep

hasilnya sebagaimana diuraikan dalam LHPKKN; -----------------------------

ub

lik

ng

diuraikan dalam Keputusan TUN; --------------------------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 10

es

In do ne si

Bahwa untuk menentukan besarnya kerugian negara sehubungan

ep

memakai pita frekuensi radio 2,1 GHz/Generasi tiga (3G) tanpa

ub lik

Bahwa oleh Kejaksaan Agung P.T. Indosat Mega Media (IM2) dan

ng

pemakaian pita frekuensi radio 2,1 GHz/Generasi tiga (3G) oleh P.T.

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Bahwa sebagaimana diuraikan dalam Keputusan TUN, Tergugat II telah menyimpulkan bahwa telah terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan Rp. 1. 358.343.346.674 (Satu Triliun Tiga Ratus Lima Puluh Delapan Miliar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Empat Puluh Enam

ah

gu

Ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Empat Rupiah); --------------------------------Bahwa dalam melaksanakan tugasnya,Tergugat II telah bertindak melebihi dari apa yang seharusnya dikerjakan oleh Tergugat II sebagaimana dimaksud dalam Surat Tugas Tergugat II Nomor :

menghitung kerugian Negara dan bukannya menyimpulkan bahwa telah terjadi penyimpangan terhadap pelaksanaan perjanjian karena hal ini adalah domain dari Pengadilan dan bukannya domain Tergugat I dan Tergugat II; -------------------------------------------------------------------------------

ah k

am

adalah Keputusan Tata Usaha Negara; -------------------------------------------

ah

A gu ng

Bahwa Keputusan TUN yang diterbitkan oleh Tergugat I dan Tergugat II

telah memenuhi kualifikasi sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat 9 atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata

Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua

Usaha Negara juncto Undang-undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang

Peradilan Tata Usaha Negara juncto Undang-undang Nomor : 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, yang berbunyi; ------------

dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku, yang bersifat konkret, individual, dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata; -----------------------------------------------------------Dengan uraian sebagai berikut :

ka

ah

ep

ub

9. Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang

lik

ng

Halaman 11 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 11

es

In do ne si

2.

Keputusan TUN yang Diterbitkan Oleh Tergugat I dan Tergugat II

ub lik

ST-524/D601/3/2012 tanggal 2 Oktober 2012, yaitu hanya sebatas

ng

perjanjian dan telah menimbulkan kerugian terhadap Negara sebesar

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Pemerintah Negara

b
Penetapan Tertulis yang Dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara; ---------------------------------------------------------------------Tergugat II telah dibuat dalam bentuk tertulis dan bukan secara lisan sehingga sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; ----

ah

gu

Dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara; -------------

Bahwa Keputusan TUN telah dikeluarkan oleh Tergugat I dan

Tergugat II dalam kapasitasnya selaku badan atau pejabat tata tata usaha Negara dapat terlihat dalam; -------------------------------------

am

Pasal 1 ayat 2 Undang-undang Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara juncto Undang-undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara juncto Undang-undang Nomor : 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, yang berbunyi; -------------------------------------------------

ah k

Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan :

2. Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara adalah Badan atau

Pejabat yang melaksanakan urusan pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; ----------------------*

Pasal 1 ayat 1 dan 2 dan pasal 3 angka 17 Keputusan

ah

tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen yang berbunyi; -------------------------------------------(1) Lembaga Non Departemen Indonesia, dalam yang

ka

Pemerintahan

ah

selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini disebut LPND adalah lembaga pemerintah pusat yang dibentuk untuk melaksanakan tugas pemerintahan tertentu dari

ep

ub
Republik

lik

Presiden Republik Indonesia Nomor : 103 Tahun 2001

ng

Presiden; ---------------------------------------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 12

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

usaha negara. Kedudukan Tergugat I dan Tergugat II selaku pejabat

ng

Bahwa Keputusan TUN yang dikeluarkan oleh Tergugat I dan

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
di bawah Pengawasan

b
(2) LPND berada dan bertanggung jawab kepada Presiden; ----------------------------------------------------

ng

Pasal 3 angka 17;--------------------------------------------------------LPND terdiri dari : 17. Badan Keuangan dan

disingkat BPKP; ------------------------------------------------------

Pasal 34 Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 103 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I

ah

BPKP terdiri dari : a. b. c.

am

Kepala; ----------------------------------------------------------------Sekretariat Utama; -------------------------------------------------Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian; -------------------------------------------------------

ah k

Politik, Sosial dan Keamanan; ------------------------------------

ah

A gu ng

e. f.

Deputi

Bidang

Pengawasan

Penyelenggaraan

Akuntabilitas; ----------------------------------------------------------

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah; ----------------------------------------------------------------

g. h.

Deputi Bidang Akuntan Negara; ---------------------------------

Deputi Bidang Investigasi; -----------------------------------------

BPKP dengan fungsi dan tugas sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku; -----------------------------------------------Bahwa sesuai dengan ketentuan dalam pasal Pasal 1 ayat 1 dan 2 dan pasal 3 angka 17 Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen, diatur jengan jelas bahwa BPKP adalah termasuk bagian dari Lembaga Pemerintah Non Departemen

ka

ah

ep

ub

lik

Bahwa Tergugat I dan Tergugat II terdaftar sebagai karyawan di

ng

Halaman 13 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 13

es

In do ne si

d.

Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang

ep

ub lik

Lembaga Pemerintah Non Departemen yang berbunyi :

In do ne si a
Pembangunan

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
kendali Presiden

b
(LPND) yang memiliki tugas dan fungsi untuk membantu Presiden dalam melaksanakan pemerintahan dalam tugas tertentu; ------------diatas, sudah sangat jelas diatur bahwa BPKP adalah bagian dari pemerintahan yang termasuk dalam struktur organisasi LPND yang

gu

berada

ng

Bahwa dari apa yang telah diuraikan dalam pasal-pasal tersebut

dibawah

selaku

kepala

pemerintahan untuk melaksanakan tugas pemerintahan tertentu; ----

Bahwa dengan terdaftarnya Tergugat I dan Tergugat II sebagai

ah

karyawan di BPKP, maka hal ini menyebabkan Tergugat I dan Tergugat II menjadi bagian dari pemerintahan; -----------------------------

am

Bahwa dengan terpenuhinya unsur-unsur : (i) Tergugat I dan Tergugat II adallah karyawan BPKP, (ii) BPKP termasuk dalam struktur LPND, dan (iii) menjadi bagian dari pemerintahan untuk melaksanakan tugas pemerintahan tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka status Terguat I dan

ah k

Usaha Negara, yang mana hal ini menyebabkan Keputusan TUN

ah

A gu ng

yang diterbitkan oleh Tergugat I dan Tergugat II adalah keputusan tata usaha Negara; -----------------------------------------------------------------

Bahwa sesuai dengan surat tugas yang diberikan kepada Tergugat II oleh Tergugat I untuk melakukan penghitungan terhadap kerugian

Negara sebagai tindak lanjut dari permintaan Kejaksaan Agung dengan diterbitkannya LHPKKN oleh Tergugat II yang dibuat dalam lembaran kertas yang tidak menggunakan kop surat dan stempel

kepada BPKP, Tergugat II telah menyelesaikan tugasnya terbukti

Bahwa walaupun LHPKKN dimaksud dibuat dalam lembaran kertas

ka

tetapi LHPKKN tersebut adalah tetap termasuk keputusan tata usaha Negara, dengan alasan sebagai berikut :

ah

ep

yang yang tidak menggunakan kop surat dan stempel BPKP akan

ub

BPKP; ---------------------------------------------------------------------------------

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 14

es

In do ne si

Tergugat II sudah memenuhi kualifikasi Badan atau Pejabat Tata

ep

ub lik

In do ne si a
eksekutif/

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
BPKP

b
* Tergugat II selaku Tim BPKP yang membuat LHPKKN adalah pejabat struktural dan karyawan BPKP dan berstatus pegawai *

ah

gu

ng

negeri sipil; ----------------------------------------------------------------------

Kedudukan Tegugat II dalam membuat LHPKKN adalah dalam profesi sebagai Auditor independen negara dengan status

pegawai negeri sipil yang secara profesi bertanggung jawab

langsung atas isi LHPKKN, dan bukan dipertanggungjawabkan kepada Tergugat I selaku atasan Tergugat II di BPKP; --------------

LHPKKN merupakan "penetapan tertulis" yang berisi keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang dalam hal ini adalah Tim BPKP yang berisi hasil laporan audit investigatif dan kesimpulan atas dugaan tindak pidana yang diduga dilakukan oleh P.T. Indosat Tbk dan P.T. Indosat Mega Media (IM2); --------

am

ah k

Bahwa dengan dipenuhinya unsur-unsur tersebut diatas, maka LHPKKN sudah memenuhi kualifikasi keputusan tata usaha negara; Berisi Tindakan Hukum Tata Usaha Negara yang Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku; ---------------------------

Bahwa Keputusan TUN yang diterbitkan oleh Tergugat I dan Tergugat II berisi tindakan hukum tata usaha negara yang

berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena Keputusan TUN yang diterbitkan oleh Tergugat I dan Tergugat II

dibuat dalam Jabatan Tergugat I dan Tergugat II selaku Pejabat Struktural dan karyawan dan dalam sebagaimana diatur dalam Undang Undang; -----------------------------

Kewenangan

ah

Bahwa dari apa yang telah Penggugat uraikan di atas, maka sehingga dengan demikian keputusan TUN sudah memenuhi

ka

ah

3.

Tergugat I dan Tergugat II tidak Berwenang untuk melakukan

Penghitungan Kerugian Negara; ---------------------------------------------------Bahwa sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, Tergugat I dan Tergugat II sebenarnya tidak berwenang untuk melakukan audit Halaman 15 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

ep

kualifikasi sebagai keputusan Tata Usaha Negara; -----------------------

ub

Keputusan TUN adalah merupakan keputusan tata usaha Negara

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 15

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Negara

b
investigatif terhadap PT. Indosat Tbk dan PT. Indosat Mega Media (IM2) sehubungan dengan adanya dugaan kerugian negara berupa (3G) oleh P.T. Indosat Mega Media (IM2), karena sesuai dengan Pasal 2 ayat 3 Undang Undang Nomor : 20 Tahun 1997 tentang

ah

gu

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berbunyi :

Pasal 2 :

kelompok

Penerimaan

am

dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah;dan Pasal 1 ayat 1 huruf a Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 7 Tahun 2009 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Komunikasi dan Informatika, yang berbunyi : Pasal 1:

ah k

ep
untuk

ah

A gu ng

Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Komunikasi dan Informatika meliputi penerimaan yang berasal dari : a.

Penyelenggaraan Pos Dan Telekomunikasi; -------------------------------

sudah sangat jelas diatur bahwa salah satu sumber penerimaan negara bukan pajak adalah penerimaan dari bidang telekomunikasi; ---------------

Bahwa dengan telah ditetapkannya bidang telekomunikasi menjadi

berakibat pula pada pengenaan sanksi hukum yang akan diterapkan

melakukan

kewajibannya

melakukan

ub

jika institusi yang bergerak dibidang telekomunikasi tersebut tidak pembayaran atas

ka

negara, baik itu berupa sanksi administratif maupun sanksi pidananya sebagaimana diatur dalam aturan hukum mengenai PNBP dan bukannya aturan hukum mengenai tindak pidana korupsi, kecuali

ah

ep

penerimaan negara bukan pajak yang menjadi kewajibannya kepada

lik

golongan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), maka hal ini

ng

institusi/badan usaha yang bergerak di bidang telekomunikasi tersebut

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 16

es

In do ne si

ub lik
Bukan Pajak

(3) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang belum tercakup dalam sebagaimana

ng

tidak dibayarnya penggunaan pita frekuensi radio 2,1 G.Hz/Generasi 3

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
mengelola dana pemerintah yang bersumber pada APBN, APBD atau Kekayaan Negara yang dipisahkan; ----------------------------------------------murni perusahaan swasta yang bergerak di bidang telekomunikasi dan tidak menerima dana dari pemerintah untuk dikelola baik dana yang

ah

gu

bersumber dari APBN, APBD maupun Kekayaan Negara yang dipisahkan, sehingga dengan demikian jika pada kenyataannya baik

P.T. Indosat Tbk maupun P.T. Indosat Mega Media (IM2) dianggap

tidak melakukan pembayaran kewajibannya sesuai dengan aturan yang

Indosat Mega Media (IM2) tidak bisa dikenakan aturan hukum tindak pidana korupsi akan tetapi aturan hukum yang mengatur tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak termasuk penetapan dan penerapan sanksi administratif maupun pidananya; ----------------------------------------Bahwa dengan ditetapkannya bidang telekomunikasi ke dalam kategori

ah k

am

kewenangan pihak mana yang berwenang untuk memeriksa institusi/

ah

A gu ng

badan usaha yang bergerak di bidang telekomunikasi tersebut apabila pada kenyataannya institusi/badan usaha dimaksud tidak melakukan pembayaran kepada negara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di bidang PNBP; ---------------------------------------------

Bahwa sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam pasal 10 ayat (1) dan (2) Undang Undang Nomor: 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan, yang berbunyi : Pasal 10:

diakibatkan oleh perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun

ka

lembaga atau badan lain yang menyelenggarakan pengelolaan keuangan negara; -----------------------------------------------------------------

ah

ep

lalai yang dilakukan oleh bendahara, pengelola BUMN/BUMD, dan

ub

(1) BPK menilai dan/atau menetapkan jumlah kerugian negara yang

lik

ng

Halaman 17 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 17

es

In do ne si

penerimaan negara bukan pajak, maka hal ini berakibat pula pada

ub lik

mengatur tentang PNBP, maka terhadap P.T. Indosat Tbk maupun P.T.

ng

Bahwa P.T. Indosat Tbk dan P.T. Indosat Mega Media (IM2) adalah

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
membayar

b
(2) Penilaian kerugian keuangan negara dan/atau penetapan pihak yang berkewajiban

ganti

kerugian

dan penjelasan atas pasal 10 ayat (1) yang berbunyi :

ah

gu

Ayat (1) :

Yang dimaksud pengelola termasuk pegawai perusahaan negara/ daerah dan lembaga atau badan lain; -----------------------------

Yang dimaksud dengan Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh negara/daerah; -------------

am

Sudah sangat jelas diatur bahwa yang berhak untuk melakukan Penghitungan Kerugian Negara yang diakibatkan oleh perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh badan lain adalah BPK sebagai lembaga negara

ah k

ep
yang

ub lik
oleh

Milik Daerah adalah perusahaan negara/daerah yang sebagian

ng

dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan keputusan BPK; ---------

undang-undang

kewenangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap suatu badan hukum (baik badan hukum milik pemerintah maupun badan hukum

ah

A gu ng

swasta (individu atau korporasi)) apabila badan hukum tersebut diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian bagi negara; ------------------------------------------------------------------

Bahwa jika Penggugat, P.T. Indosat Tbk dan P.T. Indosat Mega Media (IM2) sebagai badan hukum swasta diduga telah melakukan perbuatan

hukum yang merugikan keuangan negara, maka sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku Penggugat, P.T. Indosat Tbk dan

P.T. Indosat Mega Media (IM2) masih termasuk institusi/badan usaha yang termasuk dalam ruang lingkup institusi/badan usaha yang dapat

ka

Bahwa tidak berwenangnya Tergugat untuk melakukan pemeriksaan

ah

(IM2) sehubungan dengan adanya dugaan suatu perbuatan melawan

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 18

es

dengan sangat jelas dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia

hukum yang mengakibatkan kerugian Negara, hal ini telah diatur

ep

terhadap Penggugat, PT. Indosat Tbk dan PT. Indosat Mega Media

ub

diperiksa oleh BPK dan bukannya oleh BPKP; ---------------------------------

lik

In do ne si

In do ne si a
sebagaimana diberikan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Keuangan

b
Nomor : 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yaitu dalam pasal 1 angka 4 yang berbunyi : selanjutnya disingkat BPKP, adalah aparat pengawasan intern pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden; -

ah

gu

pasal 49 ayat (1), (2) dan (3) yang berbunyi :

(1) Aparat pengawasan intern pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 ayat (1) terdiri atas:

b. Inspektorat Jenderal atau nama lain yang secara fungsional melaksanakan pengawasan intern; --------------------------------------c. Inspektorat Provinsi; dan ---------------------------------------------------d. Inspektorat Kabupaten/Kota; ----------------------------------------------(2) BPKP melakukan pengawasan intern terhadap akuntabilitas

am

ah k

keuangan negara atas kegiatan tertentu yang meliputi: a. kegiatan yang bersifat lintas sektoral; ------------------------------------

ep

ah

A gu ng

b. kegiatan kebendaharaan umum Negara berdasarkan penetapan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara; dan c. kegiatan lain berdasarkan penugasan dari Presiden; ----------------

(3) Dalam rangka pelaksanaan pengawasan intern untuk kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, Menteri Keuangan melakukan koordinasi kegiatan yang terkait dengan Instansi Pemerintah lainnya; --------------------------------------------------------------

Bahwa dalam pasal 1 ayat 4 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistim Pengendalian Intern Pemerintah jelas diatur bahwa Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) adalah aparat pengawasan intern pemerintah, termasuk jika Tergugat I

ka

ah

terhadap intern pemerintah saja sesuai dengan kewenangan yang

ng

Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistim Pengendalian Intern Pemerintah Halaman 19 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 19

es

kepada BPKP. Dari ketentuan pasal 1 angka 4 Peraturan Pemerintah

diberikan oleh Undang-Undang atau ketentuan hukum yang berlaku

ep

dan Tergugat II melakukan audit investigatif hanya dapat dilakukan

ub

lik

In do ne si

ub lik

a. BPKP; ----------------------------------------------------------------------------

ng

4.

Badan

Pengawasan

dan

Pembangunan,

In do ne si a
yang

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
sebagaimana

b
ini sudah sangat jelas menyebutkan bahwa BPKP adalah aparat Negara yang memiliki tugas untuk melakukan pengawasan terhadap diluar pemerintahan termasuk pengawasan terhadap Penggugat, P.T. Indosat Tbk maupun P.T. Indosat Mega Media (IM2) karena baik

gu

Penggugat, P.T. Indosat Tbk maupun P.T. Indosat Mega (IM2) adalah badan hukum swasta dan tidak mengelola dana yang berasal dari

ah

APBN, APBD maupun kekayaaan negara yang dipisahkan; --------------

Bahwa sesuai dengan pasal 49 ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 60

diatur juga bahwa yang diawasi oleh BPKP selain intern pemerintahan adalah melakukan pengawasan/audit terhadap akuntabilitas keuangan negara berupa pengawasan/audit atas penggunaan dana-dana yang diperoleh dari APBN, APBD maupun kekayaan negara yang dipisahkan yang dipergunakan oleh instansi pemerintah atau badan hukum milik

ah k

am

pemerintah lainnya; -------------------------------------------------------------------Bahwa karena Penggugat bukanlah bagian intern pemerintah, maka

A gu ng

dengan demikian Penggugat tidak masuk dalam kualifikasi pihak yang dapat diperiksa/diaudit diatur dalam Peraturan

Pemerintah Nomor : 60 Tahun 2008 tentang sistem pengendalian intern pemerintah sehingga dengan demikian kewenangan Tergugat I dan Tergugat II untuk memeriksa/audit Penggugat sebagaimana diberikan pengendalian intern pemerintah tidak bisa diterapkan terhadap Penggugat; -------------------------------------------------------------------------------

oleh Peraturan Pemerintah Nomor : 60 Tahun 2008 tentang sistem

ah

Bahwa karena Tergugat I dan Tergugat II tidak berwenang untuk menilai dan/atau menetapkan jumlah kerugian Negara yang diakibatkan oleh perbuatan melawan hukum oleh Penggugat sebagaimana merasa keberatan dan selanjutnya mengajukan gugatan kepada

ka

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 20

es

hukum yang berlaku; -------------------------------------------------------------------

Tergugat untuk pembatalan Objek Gugatan sesuai dengan ketentuan

ep

disimpulkan oleh Tergugat dalam Keputusan TUN, maka Penggugat

ub

lik

In do ne si

ub lik

Tahun 2008 Tentang Sistim Pengendalian Intern Pemerintah telah

ng

intern pemerintah dan bukannya pengawasan terhadap badan hukum

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
yang Pengguat

b
Bahwa selain hal-hal sebagaimana Penggugat uraikan diatas, dalam kerjasama yang dilakukan oleh PT. Indosat Tbk selaku penyelenggara penyelenggara jasa telekomunikasi telah sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam pasal 9 ayat (2) Undang-undang Nomor 36

ah

gu

tahun 1999 Tentang Telekomunikasi yang berbunyi :

(2) Penyelenggara jasa telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi,

menggunakan dan atau menyewa jaringan telekomunikasi milik

Bahwa pasal 9 ayat (2) Undang-undang Nomor 36 tahun 1999 Tentang Telekomunikasi telah memberikan ruang hukum yang sah kepada P.T. Indosat Tbk selaku penyelenggara jaringan telekomunikasi untuk jaringan telekomunikasi dikuasainya dipergunakan oleh

ah k

am

penyelenggara jasa telekomunikasi yang dalam hal ini adalah P.T.

Bahwa dengan tidak dilanggarnya ketentuan dalam pasal 9 ayat (2)

A gu ng

Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi oleh

P.T. Indosat Tbk dan P.T. Indosat Mega Media (IM2) serta pelanggaran yang dilakukan oleh dalam melaksnakan Perjanjian

Kerjasama, maka hal ini jelas tidak ada perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian terhadap Negara; --------------------------------Keputusan Tergugat Merugikan Penggugat

3.

ah

tersebut merugikan Penggugat berdasarkan alasan-alasan sebagai

ka

Bahwa oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Penggugat telah

penggunaan jaringan frekuensi Radio 2,1 G.Hz/Generasi Tiga (G3) oleh

ah

ng

Halaman 21 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 21

es

gugatan a quo dibuat dan didaftarkan di Pengadilan Tata Usaha Negara

PT. Indosat Tbk., dan PT. Indosat Mega Media (IM2), yang hingga saat

ep

dijadikan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam

ub

berikut : ------------------------------------------------------------------------------

lik

Keputusan TUN yang diterbitkan oleh Tergugat I dan Tergugat II

In do ne si

Indosat Mega Media (IM2) baik dalam bentuk sewa maupun kerjasama;

ub lik

penyelenggara jaringan telekomunikasi; ------------------------------------

ng

jaringan telekomunikasi dan PT. Indosat Mega Media (IM2) selaku

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
oleh

b
Jakarta, masih sedang dalam proses penyidikan di Kejaksaan Agung Republik Indonesia; -------------------------------------------------------------------tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh Penggugat, Kejaksaan Agung telah meminta bantuan kepada Tergugat I untuk

ah

gu

melakukan perhitungan terhadap besarnya kerugian keuangan Negara;

Bahwa atas permintaan dari Kejaksaan Agung tersebut, Tergugat I telah menindaklanjutinya dengan menugaskan Tergugat II untuk melakukan penghitungan kerugian keuangan negara sebagaimana diminta oleh Kejaksaan Agung sebagaimana diuraikan dalam surat

ng

Bahwa untuk menentukan besarnya kerugian negara dalam dugaan

Tergugat I Nomor : ST-524/D601/3/2012 tanggal 2 Oktober 2012, dan selanjutnya setelah penghitungan kerugian keuangan negara tersebut selesai dilakukan oleh Tergugat II, dan selanjutnya hasil penghitungan yang dilakukan oleh Tergugat II berupa Laporan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (LHPKKN) tersebut diserahkan oleh

ah k

am

tersebut diserahkan kepada Kejaksaan Agung; --------------------------------

ah

A gu ng

Bahwa Keputusan TUN yang diterbitkan oleh Tergugat I dan Tergugat II

sangat merugikan Penggugat karena dalam Keputusan TUN tersebut Tergugat I dan Tergugat II telah menyimpulkan bahwa telah terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan perjanjian dan telah menimbulkan

kerugian Negara sebesar Rp. 1.358.343.346.674 (Satu Triliun Tiga Ratus Lima Puluh Delapan Miliar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Empat Puluh Enam Ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Empat Rupiah); -----------------------------------------------------------------------------------

merugikan Penggugat karena hal ini akan dijadikan justifikasi oleh Kejaksaan Agung bahwa benar telah terjadi adanya penyimpangan yang diduga dilakukan

ka

ep

Penggugat

ub

Bahwa Keputusan TUN Tergugat I dan Tergugat II jelas sangat

terhadap

ah

Perjanjian Kerjasama, sementara disisi lainnya Tergugat I dan Tergugat

II tidak berhak/berwenang untuk mengaudit Penggugat apalagi menyatakan telah terjadinya penyimpangan terhadap pelaksanaan

lik

pelaksanaan

ng

perjanjian kerjasama oleh dan antara PT. Indosat Tbk dan PT. Indosat

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 22

es

In do ne si

Tergugat II kepada Tergugat I dan selanjutnya oleh Tergugat I LHPKKN

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Mega Media (IM2) karena wewenang untuk menyatakan telah terjadinya penyimpangan atas pelaksanaan Perjanjian Kerjasama oleh domain dari Pengadilan Negeri dan bukannya Tergugat I dan Tergugat II; --------------------------------------------------------------------------------------------

ah

gu

Bahwa selain itu, Penggugat sangat dirugikan karena Tergugat I dan Tergugat II telah menerbitkan Keputusan TUN yang sebenarnya bukan

kewenangan Tergugat I dan Tergugat II. Keputusan TUN yang diterbitkan oleh Tergugat I dan Tergugat II adalah merupakan produk

sehingga dengan demikian keputusan TUN tersebut seharusnya menjadi batal demi hukum. Akan tetapi pada kenyataannya Keputusan TUN yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku tersebut telah diterbitkan oleh Tergugat I dan Tergugat II dan telah dikirim ke Kejaksaan Agung sehingga membuat Penggugat harus mengalami

ah k

am

proses hukum pidana untuk sesuatu yang belum tentu Penggugat lakukan; -----------------------------------------------------------------------------------

ah

A gu ng

Bahwa Keputusan TUN tersebut menjadi alat bukti bagi Kejaksaan

Agung dalam penyidikan perkara Penggugat dan selanjutnya akan ditingkatkan ke tahap penuntutan dan pengajuan Penggugat ke

pengadilan untuk diperiksa dan diadili, padahal Tergugat I dan Tergugat II tidak berwenang untuk melakukan penghitungan kerugian negara

atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan jaringan

frekuensi radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (G3) oleh PT. Indosat Tbk., dan PT. Indosat Mega Media (IM2); ----------------------------------------------------Penerbitan Keputusan Tergugat tidak sesuai dengan Prosedur dan Standar Audit Investigasi yang benar ---------------------------------------------Bahwa sebagaimana diatur dalam angka 4400 dari lampiran Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/05/ M.PAN/03/2008 tanggal 31 Maret 2008, yang berbunyi : Auditor harus meminta tanggapan/pendapat terhadap kesimpulan,

4.

ka

ah

ep

ub

lik

ng

temuan,

dan

rekomendasi

termasuk

tindakan

perbaikan

yang

Halaman 23 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 23

es

In do ne si

ub lik

hukum yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku

ng

dan antara P.T. Indosat Tbk dan P.T. Indosat Mega Media (IM2) adalah

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
II

b
direncanakan oleh auditi, secara tertulis dari pejabat auditi yang bertanggagung jawab; ---------------------------------------------------------------investigatif/LHPKKN

ng

Telah nyata dan tegas diatur bahwa sebelum menerbitkan hasil audit Tergugat berkewajiban untuk meminta

ah

gu

tanggapan secara tertulis atas kesimpulan hasil audit investigatif yang

dilakukan oleh Tergugat II, akan tetapi pada kenyataannya Tergugat II tidak pernah menghubungi Penggugat apalagi meminta tanggapan tertulis atas hasil audit investigatif yang dilakukan oleh Tergugat II; -----

Bahwa disamping tidak pernah meminta tanggapan tertulis atas hasil

audit investigatif yang dilakukan Tergugat II terhadap Penggugat, dalam pengumpulan bukti-bukti sebagai inti dari audit investigative, Tergugat hanya meminta bukti-bukti dari penyidik saja yang dalamhal ini adalah Kejaksaan Agung dan Tergugat II tidak pernah meminta dokumendokumen atau keterangan-keterangan dari Penggugat sebagaimana diatur dalam angka 3210

am

ah k

tanggal 31 Maret 2008, yang berbunyi :

Auditor harus mengumpulkan bukti yang cukup, kompeten, dan relevan; -----------------------------------------------------------------------------------

Bahwa bagaimana Tergugat II bisa mengumpulkan bukti yang cukup,

kompeten, dan relevan jika bukti-bukti dan keterangan-keterangan yang dijadikan bahan pembuatan laporan audit investigatif/LHPKKN hanya diperoleh dari satu sumber saja yaitu Kejaksaan Agung selaku penyidik

ah

Penggugat dan P.T. Indosat Mega Media (IM2), hal ini jelas tidak

Agung

sudah

tentu

akan

memberikan

ub

menjadi tidak objektif akan tetapi menjadi sangat subjektif. Kejakasaan dokumen-dokumen dan

ka

keterangan-keterangan yang mendukung dalil-dalil pembuktiannya kepada Tergugat II; --------------------------------------------------------------------Bahwa sebagai auditor independen dan guna memenuhi ketentuan hukum yang berlaku mengenai audit yang berkualitas dan objektif,

ah

ep

lik

atas perkara dugaan tidak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh

ng

maka sudah seharusnya Tergugat II meminta keterangan-keterangan

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 24

es

In do ne si

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/05/M.PAN/03/2008

A gu ng

ep

lampiran Peraturan Menteri Negara

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dipenuhinya Aparatur

b
dan dokumen-dokumen juga kepada Penggugat, akan tetapi hal ini tidak pernah dilakukan oleh Tergugat II; -----------------------------------------sebagaimana diatur dalam angka 3210 lampiran Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Negara Nomor : PER/05/

gu

M.PAN/03/2008 tanggal 31 Maret 2008 sehubungan dengan

ng

Bahwa

dengan

tidak

prosedur

audit

investigatif yang dilakukan oleh Tergugat II terhadap Penggugat, maka sudah selayaknya laporan hasil audit investigatif/LHPKKN yang dibuat oleh Tergugat II harus dibatalkan atau batal demi hukum karena tidak

ah

unsur objektifitas sebagai salah satu persyaran audit investigatif lainnya; --------------------------------------------------------------------5.

am

Pengajuan Gugatan dalam Tenggang Waktu ---------------------------------Bahwa Penggugat mengetahui adanya Objek Gugatan tersebut pada tanggal 12 November 2012, sedangkan gugatan ini didaftarkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta pada tanggal 26 Desember

ah k

ep

2012. Dengan demikian gugatan ini telah memenuhi ketentuan pasal

ah

A gu ng

55 Undang-undang Nomor : 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata

Usaha Negara juncto Undang-undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang

Peradilan Tata Usaha Negara juncto Undang-undang Nomor 51 Tahun 2009 Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, yang berbunyi :

hari terhitung sejak saat diterimanya atau diumumkannya Keputusan

karena masih dalam tenggang waktu 90 (sembilan puluh) hari terhitung

ka

ah

6.

Keputusan Tergugat Kongkret, Individual dan Final ---------------------------

Bahwa surat Tergugat yang diterbitkan oleh Tergugat merupakan Keputusan Tata Usaha Negara yang bersifat kongkret, individual dan

ep

dari tanggal Objek Gugatan diketahui Penggugat; -----------------------------

ub

Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. ; --------------------------------------

lik

Gugatan dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu sembilan puluh

ng

final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan Halaman 25 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 25

es

In do ne si

ub lik

sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan tidak memenuhi

In do ne si a
investigatif audit

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
hukum perdata, sehingga memenuhi ketentuan Pasal 1 angka 9 Undang-undang Nomor 51 Tahun 2009 Perubahan Kedua atas Negara juncto Undang-undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang

ah

gu

Peradilan Tata Usaha Negara juncto Undang-undang Nomor : 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, yang berbunyi : 9.

Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis

yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat

ng

Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha

am

konkret, individual, dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata; -----------------------------------Keputusan TUN Bersifat Kongkret ------------------------------------------Bahwa Keputusan TUN bersifat kongkret karena Keputusan TUN dibuat dalam bentuk tertulis dan menimbulkan dampak hukum bagi Penggugat; -------------------------------------------------------------------------

ah k

Keputusan TUN Bersifat Individual -------------------------------------------

Bahwa Keputusan TUN tidak ditujukan untuk umum akan tetapi dikirim langsung oleh Tergugat I kepada Kejaksaan Agung sebagai

pihak yang meminta untuk dilakukannya penghitungan atas kerugian negara yang diduga dilakukan oleh Penggugat sehingga kualifikasi individual; --------------------------------------------------------------

dengan demikian Keputusan TUN dimaksud sudah memenuhi

ah

Keputusan TUN Bersifat Final ------------------------------------------------Bahwa dengan telah dikirimnya Keputusan TUN oleh Tergugat I kepada Kejaksaan agung maka Keputusan Tata Usaha Negara dimaksud sudah menjadi suatu keputusan yang final karena tidak diperlukan lagi persetujuan dari atasan Tergugat I atau instansi lainnya yang terkait untuk berlakunya Keputusan TUN; ----------------

ka

ah

ep

ub

lik

Keputusan TUN Menimbulkan Akibat Hukum Bagi Penggugat -------

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 26

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dalam Surat

b
Bahwa Keputusan TUN yang dibuat oleh Tergugat I dan Tergugat II telah menibulkan akibat hukum bagi Penggugat dimana Keputusan penyidik dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh Pengugat dan P.T. Indosat Mega Media (IM2); ------6.

ah

gu

Obyek Gugatan Bertentangan Dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik Terutama Mengenai Prinsip Kehati-hatian ------------------------

Bahwa Penggugat telah diduga melakukan tindak pidana korupsi karena dianggap telah melanggar ketentuan dalam pasal 30 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2000 Tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Dan Orbit Satelit oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia sebagaimana ternyata Panggilan Tersangka oleh

ng

TUN tersebut dijadikan dasar oleh pihak Kejaksaan Agung selaku

am

Kejaksaan Agung Nomor : SPT-2569/F.2/Fd.1/12/2012 tanggal 13 Fd.1/12/2012, padahal kalau dicermati lebih dalam lagi sebenarnya

ah k

hukum mengenai Penerimaan Negara Bukan Pajak dan bukannya

ah

A gu ng

aturan hukum mengenai tindak pidana korupsi, yang mana hal ini

sangat jelas diatur dala pasal 1 ayat (1) huruf a Peraturan Pemerintah Negara bukan pajak yang berlaku pada Departemen Komunikasi dan informatika, yang berbunyi :

Nomor : 7 Tahun 2009 tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan

(1) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada

Departemen Komunikasi dan Informatika meliputi penerimaan yang berasal dari :

Dan kalaupun Penggugat dianggap telah melakukan pelanggaran

ka

Negara Bukan Pajak, maka penyelesaiannya harus menggunakan mekanisme yang diatur dalam Undang-undang Nomor : 20 Tahun 1997 Tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Peraturan lainnya yang

ah

ep

berupa penundaan pembayaran yang dikategorikan pada Penerimaan

ub

a. Penyelenggaraan Pos dan Telekomunikasi ---------------------------

lik

ng

mengatur Penerimaan Negara Bukan Pajak khusus bagi Departemen

Halaman 27 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 27

es

In do ne si

aturan hukum yang harus dikenakan terhadap Penggugat adalah aturan

ep

Desember 2012 dan Surat Kejaksaan Agung Nomor : B-2580/F.2/

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
menentukan Bukan

b
Komunikasi dan Informatika termasuk penerapan sanksi pidananya dan bukannya menggunakan aturan yang mengatur mengenai tindak pidana Bahwa di sisi berhak untuk melakukan penilaian dan penetapan jumlah kerugian

ah

gu

Negara yang diakibatkan perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh Penggugat karena hal itu merupakan kewenangan dari

Badan Pemeriksa Keuangan sebagaimana diatur dalam pasal 10 ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 15 Tahun 2006 Tentang Badan

Bahwa Tergugat I dan Tergugat II seharusnya lebih hati-hati dalam menindaklanjuti permintaan Kejaksaan Agung untuk menghitung besarnya kerugian Negara akibat perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh Penggugat dengan meneliti terlebih dahulu apakah secara hukum tindakan audit investigasi yang akan dilakukan

ah k

am

merupakan kewenangan dari Tergugat I dan Tergugat II; -------------------

ah

A gu ng

Bahwa Tergugat I dan Tergugat II seharusnya menyampaikan kepada

pihak Kejaksaan bahwa perhitungan terhadap pelanggaran PNBP

seharusnya dilakukan oleh BPK, dan undang-undang yang dikenakan terhadap perkara tindak pidana jaringan frekwensi radio 2,1 GHz/ tersebut bukan undang-undang tentang pemberantasan tindak pidana

Generasi Tiga (3G) yang diduga merugikan pendapatan negara

korupsi tetapi adalah Undang-undang Nomor 20 Tahun 1997 Tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak juncto

Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara

ub
Pajak

lik
Yang

Peraturan Pemerintah

Berlaku

ka

Departemen Komunikasi Dan Informatika; --------------------------------------Disamping hal-hal sebagaimana telah Penggugat uraikan diatas, bahwa apa yang telah disimpulkan oleh Tergugat I dan Tergugat II dalam Keputusan TUN dimana Penggugat diduga telah merugikan Negara

ah

ep

karena P.T. Indosat Tbk dan P.T. Indosat Mega Media telah menggunakan jaringan frekwensi radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G)

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 28

es

In do ne si
Pada

oleh

Tergugat

untuk

ub lik
besarnya

Pemeriksaan Keuangan; -------------------------------------------------------------

ng

korupsi; ------------------------------------------------------------------------------------

lainnya Tergugat I dan Tergugat II sebenarnya tidak

kerugian

In do ne si a
Negara

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dan

b
tanpa mendapat ijin dari menteri dan tidak membayar biaya penggunaan spektrum frekwensi ke negara sebagaimana dimaksud Penggunaan Spektrum Frekuensi dan Orbit Satelit adalah tidak benar karena Menteri Komunikasi Informatika selaku regulator

ah

gu

penggunaan frekwensi radio di Republik Indonesia melalui suratnya

Nomor : T-684/M.KOMINFO/KU.04.01/11/2012 tanggal 13 November 2012 pada angka 3 huruf b butir 1 sampai dengan 3, yang berbunyi :

b. Penggunaan bersama pada pita frekuensi radio teknologi 3G, sebagai berikut :

ng

dalam pasal 30 Peraturan Pemerintah Nomor : 53 Tahun 200 Tentang

am

1) sehubungan dengan hanya ada Base Transceiver Station (BTS, perangkat radio untuk mengirim dan menerima sinyal seluler) yang dimiliki dan/atau dioperasikan oleh satu penyelenggara

ah k

jaringan, yaitu P.T. Indosat pada pita frekuensi

ep

ub lik ub

maka tidak ada penggunaan bersama pita frekuensi radio. PT.

demikian tidak memiliki dan/atau mengoperasikan BTS miliknya

ah

A gu ng

sendiri; --------------------------------------------------------------------------

2) dengan demikian Pasal 30 Peraturan Pemerintah Nomor : 53

Tahun 2000 Tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi dan penggunaan bersama pita frekuensi radio di frekuensi tersebut;

Orbit Satelit tidak dapat diterapkan karena tidak terdapat

3) Kementrian Komunikasi dan Informatika dalam mencermati

frekuensi radio 2,1-GHz), pemegang izin pengguna frekuensi radio berhak menggunakan pita frekuensi radio tersebut selama izinnya masih berlaku, dan Kementrian Komunikasi dan Informatika hanya memberikan izin tersebut kepada 5 (lima) penyelenggara jaringan telekomunikasi untuk teknologi 3G, yaitu

ka

ah

ng

----------------------------------------------------------------------Halaman 29 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 29

es

CP Telecommunications, dan PT. Natrindo Telepon Seluler.;

PT. Telkomsel, PT. Indosat, PT. Exelcomindo, PT. Hutchinson

ep

lik

penggunaan pita frekuensi radio pada teknologi 3G (pita

In do ne si

IM2 adalah penyelenggara jasa telekomunikasi yang dengan

In do ne si a
Indosat,

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
milik

b
dan angka 4, yang berbunyi : 4. Dari penjelasan tersebut diatas, terdapat perbedaan yang jelas

ng

antara penggunaan bersama pita frekuensi radio oleh dua atau

lebih penyelenggara jaringan telekomunikasi, dengan sewa jaringan telekomunikasi penyelenggara jaringan

telekomunikasi oleh penyelenggara jasa telekomunikasi, maka dalam hal ini kerjasama antara PT. IM2 dengan PT. Indosat sudah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. ; ------

ah

Mega Media (IM2) telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan, sehingga dengan demikian apa yang telah dilaporkan oleh Tergugat dalam Objek Gugatan harus ditolak dan Objek Gugatan harus dibatalkan demi hukum; ------------------------------------------

am

ah k

Bahwa dari uraian tersebut diatas, sudah jelas bahwa Keputusan TUN bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana ternyata pada pasal 53 ayat (2) huruf a Undang-undang Nomor : 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara juncto Undang-

ep

undang Nomor 9 tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor : 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara juncto Undang-undang Nomor 51 tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas

Undang-undang Nomor : 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, yang berbunyi sebagai berikut :

Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan

ah

Oleh karenanya sangatlah berdasarkan hukum apabila Keputusan TUN

pasal 53 ayat (1) Undang-undang Nomor : 5 Tahun 1986 Tentang 2004 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor : 5 Tahun 1986

ka

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 30

es

51 tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor :

Tentang Peradilan Tata Usaha Negara juncto Undang-undang Nomor

ep

Peradilan Tata Usaha Negara juncto Undang-undang Nomor 9 tahun

ub

tersebut dinyatakan batal atau tidak sah sebagaimana diatur dalam

lik

peraturan perundang-undangan yang berlaku.; --------------------------------

In do ne si

A gu ng

ub lik

telah menyatakan bahwa kerjasama antara PT. Indosat Tbk dan Indosat

In do ne si a

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, yang berbunyi sebagai berikut : dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara dapat

ah

1.

Bahwa ketentuan Pasal 67 Undang-undang Nomor : 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara juncto Undang-undang Nomor 9 tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor : 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara juncto Undang-undang Nomor 51 tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor : 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara,

ah k

am

ah

A gu ng

Pasal 67

(1) Gugatan tidak menunda atau menghalangi dilaksanakannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara serta tindakan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang digugat; -----------------

(2) Penggugat dapat mengajukan permohonan agar pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara itu ditunda selama pemeriksaan Pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap; ------------------

jukan sekaligus dalam gugatan dan dapat diputus terlebih dahulu dari pokok sengketanya; -------------------------------------------------------(4) Permohonan penundaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) : a. dapat dikabulkan hanya apabila terdapat keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan penggugat sangat

ka

ah

ep

ub

(3) Permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat dia

lik

sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan, sampai ada putusan

ng

Halaman 31 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 31

es

In do ne si

mengatur sebagai berikut :

ub lik

Permohonan Penundaan Pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara --------

gu

mengajukan gugatan tertulis kepada pengadilan yang berwenang yang berisi tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan/atau direhabilitasi; ---------------

ng

(1) Orang atau badan hukum perdata yang merasa kepentingannya

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
mengharuskan

b
dirugikan jika Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap dilaksanakan; -----------------------------------------------------------

ng

b. tidak dapat dikabulkan apabila kepentingan umum dalam rangka pembangunan dilaksanakannya

2.

ah

gu

tersebut.; -----------------------------------------------------------------------

Bahwa berdasarkan ketentuan tersebut diatas, Penggugat mengajukan

permohonan agar pelaksanaan Keputusan TUN oleh Tergugat I dan Tergugat II ditunda selama pemeriksaan sengketa karena terdapat keadaan yang sangat mendesak yang mengkibatkan kepentingan

Penggugat sangat dirugikan jika Keputusan TUN tetap dilaksanakan, antara lain : -

am

Tercemarnya nama Penggugat melalui pemberitaan-pemberitaan media massa, karena seolah-olah Penggugat sebagai pihak yang telah melakukan dugaan tindak pidana korupsi sebagaimana dituduhkan oleh Kejaksaan Agung; -------------------------------------------

ah k

ep

Berkembangannya isu bahwa P.T. Indosat Mega Media (IM2) akan ditutup sehubungan dengan adanya dugaan kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Penggugat/P.T. Indosat Mega Media (IM2), yang mana hal ini menimbulkan keresahan bagi sebagian

besar karyawan P.T. Indosat Mega Media (IM2) sehingga

mengakibatkan turunnya kinerja karyawan dalam melakukan kegiatan usaha P.T. Indosat Mega Media (IM2); -------------------------Status penggugat sebagai tersangka yang disangka

ah

perhitungan bahwa telah terjadinya kerugian negara; ------------------Bahwa tidak ada kepentingan umum dalam rangka pembangunan yang mengharuskan agar Keputusan TUN Tergugat I dan Tergugat II

3.

ka

ah

terus dilaksanakan; ---------------------------------------------------------------------

4.

Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka apabila Keputusan TUN yang nota bene telah menyatakan bahwa kerjasama antara

ep

tersebut yang merupakan keputusan tata usaha negara untuk tetap

ub

lik

merugikan keuangan negara, dimana LHPKKN dijadikan dasar

ng

Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi dan Penyelenggaraan Jasa

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 32

es

In do ne si
telah

A gu ng

ub lik

In do ne si a
keputusan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
akan

b
Telekomunikasi dianggap suatu pelanggaran hukum tidak ditunda, maka sudah jelas akan mengakibatkan kerugian yang sangat besar Akan menjadi preseden dan berdampak kepada terhentinya seluruh usaha pelayanan yang terkait dengan Internet di Indonesia,

gu

termasuk pelayanan di bidang konten, manufaktur, perbankan, pemerintahan, pendidikan, warnet, serta Industri penunjang TIK lainnya; ------------------------------------------------------------------------------Industri Telekomunikasi terganggu, dimana

ah

ng

bagi kepentingan lainnya, dengan alasan sebagai berikut :

Telekomunikasi berada dalam ketidak pastian hukum; ----------------Dari hal-hal tersebut di atas, sehingga sangat dikhawatirkan Keputusan Tata Usaha Negara tersebut akan menimbulkan kerugian yang terus berlanjut, maka adalah adil sebelum memutus pokok perkara, Penggugat mohon kepada Majelis Hakim untuk memerintahkan Tergugat I dan Tergugat II melakukan Penundaan Pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara in casu berupa :

am

ah k

ep
Badan

Surat

Deputi

Kepala

Pengawasan

Keuangan

Pembangunan (BPKP) Bidang Investigasi Nomor : SR-1024/

D6/01/2012 tanggal 9 November 2012, Perihal : Laporan Hasil

Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara

atas Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan

Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHZ/Generasi Tiga (3G) oleh PT. Indosat Tbk dan PT. Indosat Mega Media (IM2); -----Laporan Hasil Penghitungan Kerugian

ah

(LHPKKN) tanggal 31 Oktober 2012 yang dibuat oleh Tim BPKP;-Yaitu selama perkara berlangsung sampai putusan dalam perkara ini mempunyai kekuatan hukum tetap. Hal ini sesuai dengan Pasal 67 ayat

ka

ah

(2) Penggugat dapat mengajukan permohonan agar pelaksanaan

Keputusan Tata Usaha Negara itu ditunda selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan, sampai ada putusan

ep

(2) dan ayat (4) huruf a yang berbunyi sebagai berikut :

ub

lik

Keuangan

ng

Pengadilan yang memperoleh kekuatan Hukum tetap; ---------------Halaman 33 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 33

es

In do ne si
dan Negara

A gu ng

ub lik

In do ne si a
Industri

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
: laporan

b
(4) Permohonan penundaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) : a. dapat dikabulkan hanya apabila terdapat keadaan yang sangat Dalam Permohonan Penangguhan Pelaksanaan Surat Keputusan Tata

ah

Usaha Negara (Schoorsing) : 1.

gu

Menerima permohonan Penggugat untuk menunda pelaksanaan Surat

(BPKP) Bidang Investigasi Nomor : SR-1024/D6/01/2012 tanggal 9 November 2012, perihal hasil audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara atas kasus dugaan tindak

am

pidana korupsi dalam penggunaan jaringan Frekwensi radio 2.1 G.Hz/ Generasi Tiga (3G) oleh P.T. Indosat Tbk dan P.T. Indosat Mega Media (IM2) selama sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan sampai adanya Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht); ---------------------------------------------------------------

ah k

ep
: laporan

2.

Menerima permohonan Penggugat untuk menunda pelaksanaan

Laporan Hasil penghitungan kerugian keuangan negara (LHPKKN) tanggal 31 Oktober 2012 yang dibuat oleh tim BPKP sampai adanya Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht); ---------------------------------------------------------------------------------

3.

Memerintahkan kepada Tergugat I untuk menunda pelaksanaan Surat

ah

(BPKP) Bidang Investigasi Nomor : SR-1024/D6/01/2012 tanggal 9 penghitungan kerugian keuangan negara

ka

Generasi Tiga (3G) oleh

P.T. Indosat Tbk dan P.T. Indosat Mega

ah

Media (IM2) selama sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan sampai adanya Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan

ep

pidana korupsi dalam penggunaan jaringan Frekwensi radio 2.1 G.Hz/

ub

November

2012,

perihal

hasil

lik
audit dalam

Deputi Kepala Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan

atas kasus dugaan tindak

ng

hukum tetap (inkracht); ----------------------------------------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 34

es

In do ne si
rangka

A gu ng

ub lik

Deputi Kepala Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan

ng

mendesak yang mengakibatkan kepentingan penggugat sangat dirugikan jika Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap dilaksanakan; ----------------------------------------------------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
II untuk

b
4. Memerintahkan Tergugat II untuk menunda pelaksanaan Laporan Hasil penghitungan kerugian keuangan negara (LHPKKN) tanggal 31 Oktober yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht); --Dalam Pokok Perkara : 1. 2.

ah

gu

Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya; ---------------------------------

Menyatakan batal atau tidak sah Surat Deputi Kepala Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Bidang Investigasi laporan hasil audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan jaringan frekwensi radio 2.1 G.Hz/Generasi Tiga (3G) oleh P.T. Indosat Tbk dan P.T. Indosat Mega Media (IM2) yang diterbitkan oleh Tergugat I; ---------------------------------------------------------------------------------------------

ah k

am

3.

Menyatakan batal atau tidak sah Laporan Hasil penghitungan kerugian keuangan negara (LHPKKN) tanggal 31 Oktober 2012 yang dibuat oleh Tergugat II; -------------------------------------------------------------------------------

4.

Memerintahkan Tergugat I untuk mencabut Surat Deputi Kepala Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Bidang Investigasi laporan hasil audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan

Nomor : SR-1024/D6/01/2012 tanggal 9 November 2012, perihal :

negara atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan jaringan frekwensi radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT. Indosat

ah

5.

Memerintahkan

Tergugat

mencabut

lik
sebagian

Tbk dan PT. Indosat Mega Media (IM2); -----------------------------------------Laporan Hasil

2012; ---------------------------------------------------------------------------------------

ka

ah

7.

Memerintahkan Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom)

kepada Penggugat sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta Rupiah) perhari apabila Tergugat tidak melaksanakan baik maupun

ep

6.

Menghukum Tergugat I dan II untuk membayar ongkos perkara; ----------

ub

penghitungan kerugian keuangan negara (LHPKKN) tanggal 31 oktober

ng

Halaman 35 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 35

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

Nomor: SR-1024/D6/01/2012 tanggal 9 November 2012, perihal:

ng

2012 yang dibuat oleh Tergugat II sampai adanya Putusan Pengadilan

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
keseluruhan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta yang mengabulkan permohonan Penggugat; ------------------------------------------Penggugat datang menghadap kuasanya bernama ERICK SAMUEL PAAT B.Sc.,S.H.,M.A., ANDRI ARIYA HUTASOIT, S.H.,M.A., RICKY DANIEL

ah

MONINGKA, S.H., dan JUFRRY MAYKEL MANUS S.H., berdasarkan Surat

Kuasa Khusus tanggal 21 Desember 2012 sedang untuk Tergugat I dan

gu

Menimbang, bahwa pada hari sidang yang telah ditentukan untuk

Tergugat II datang menghadap kuasanya bernama BIMA SUJATMIKO, S.H., WAHYU WIBAWA, S.H., HOTMA MAYA MARBUN, S.H., dan YANI NURAPRIYANI M. S.H., M.M., berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor : SKK-4/SU04/2/2013 tanggal 31 Januari 2013; ---------------------------------------Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat tersebut, pihak Tergugat I dan Tergugat II telah mengajukan Jawaban pada persidangan tanggal 7

ah k

am

I.

DALAM EKSEPSI

Bahwa Para Tergugat menolak semua dalil dan segala sesuatu yang

dikemukakan oleh Penggugat dalam Gugatannya, kecuali yang diakui secara tegas oleh Para Tergugat dalam Jawaban ini; -----------------------Bahwa Eksepsi yang diajukan oleh Para Tergugat terdiri dari:

A. Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Tidak Berwenang Mengadili

ah

Penggugat Belum Bersifat Final Sehingga Bukan Keputusan Tata Usaha Negara; ---------------------------------------------------------------------B. Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Tidak Berwenang Mengadili Perkara A quo Karena Obyek Gugatan Yang Diajukan Oleh Penggugat Tidak Termasuk Dalam Pengertian Keputusan Tata Usaha Negara Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009; ---------------------------------------------------------------------

ka

ah

ep

ub

lik

Perkara A quo Karena Obyek Gugatan Yang Diajukan Oleh

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 36

es

In do ne si

Februari 2013, dan mengemukakan hal-hal sebagai berikut :

A gu ng

ub lik

In do ne si a

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Adapun penjelasan dari Eksepsi-eksepsi Para Tergugat tersebut adalah sebagai berikut: Perkara A quo Karena Obyek Gugatan Yang Diajukan Oleh Penggugat Belum Bersifat Final Sehingga Bukan Keputusan Tata

ah

gu

Usaha Negara; ---------------------------------------------------------------------1.

ng

A. Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Tidak Berwenang Mengadili

Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara jo. Pasal 1

Butir 10 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 (UU PERATUN), Pengadilan Tata Usaha Negara berwenang mengadili sengketa Tata Usaha Negara sebagai akibat dikeluarkannya suatu Keputusan Tata Usaha Negara. Pasal 1 butir 9 UU PERATUN menegaskan Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh

ah k

am

hukum Tata Usaha Negara yang berdasarkan peraturan

ah

A gu ng

perundang-undangan yang berlaku yang bersifat konkret, seseorang atau badan hukum perdata; ---------------------------------

individual dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi

2.

Bahwa Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga

(3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) yang diterbitkan oleh Para Tergugat (LHPKKN), yang ditujukan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus dan saat ini menjadi obyek dari gugatan ini bukanlah merupakan Keputusan Tata Usaha Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1

ka

ah

Tidak bersifat individual ------------------------------------------------Bersifat individual artinya Keputusan Tata Usaha Negara itu tidak ditujukan untuk umum, tetapi tertentu baik alamat maupun hal yang dituju. Kalau yang dituju itu lebih dari

ep

angka 9 UU PERATUN, karena:

ub

lik

ng

Halaman 37 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 37

es

In do ne si

Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
negara adalah

b
seorang, tiap-tiap nama orang yang terkena keputusan itu disebutkan. Umpamanya, keputusan tentang perbuatan atau

gu

ah

ng

pelebaran jalan dengan lampiran yang menyebutkan namanama orang yang terkena keputusan tersebut; -------------------

Bahwa LHPKKN Para Tergugat Isinya merupakan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara terhadap perkara

dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT

Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) tanpa

pejabat untuk melakukan perbuatan hukum tertentu; ----------Bahwa mengenai penetapan obyek penghitungan kerugian keuangan kewenangan dari Penyidik

am

ah k

Tidak bersifat final ------------------------------------------------------* Bersifat final artinya definitif dan karenanya dapat

ep

Kejaksaan Agung RI; ----------------------------------------------------

menimbulkan akibat hukum. Keputusan yang masih

memerlukan persetujuan instansi atasan atau instansi lain

belum bersifat final karenanya belum dapat menimbulkan suatu hak atau kewajiban pada pihak yang bersangkutan;

* Bahwa LHPKKN Para Tergugat (obyek sengketa in casu) adalah guna memenuhi permintaan Kejaksaan Agung kepada Tergugat I melalui Surat Direktur Penyidikan

ah

B-234/F.2/Fd.1/01/2012 tanggal 31 Januari 2012 dan

perihal Bantuan untuk melakukan Perhitungan Kerugian melakukan penyidikan dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2); ------------------------------

ka

ah

ep

Keuangan Negara dan Keterangan Ahli, yang sedang

ub

Nomor: 1146/F.2/Fd.1/05/2012 tanggal 31 Mei 2012

lik

Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI Nomor:

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 38

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

memberikan rekomendasi terhadap seseorang dan/atau

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
BPKP

b
* Bahwa obyek sengketa a quo hanya bersifat informatif dan belum bersifat final karena memuat hasil perhitungan

gu

ng

kerugian keuangan negara yang dikeluarkan oleh Para

Tergugat dan obyek sengketa a quo masih memerlukan sengketa a quo belum bersifat final; -----------------------------

persetujuan dari Kejaksaan Agung, sehingga obyek

* Bahwa

berdasarkan

pertimbangan

hukum

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta Nomor:

197/B/2002/PT.TUN.JKT tanggal 17 Desember 2002 yang telah berkekuatan hukum tetap (Penggugat/Terbanding tidak mengajukan upaya hukum Kasasi) disebutkan: Menimbang, bahwa Para Tergugat/Pembanding dalam memori bandingnya pada pokoknya juga menyatakan bahwa produk yang berupa Laporan Hasil Pemeriksaan (Audit) bukan merupakan obyek sengketa

ah

ah k

am

tersebut belum bersifat final, baru merupakan suatu hasil

ah

A gu ng

pemeriksaan yang berbentuk laporan, sedangkan finalnya adalah keputusan yang diterbitkan oleh pihak lain yang ingin menindaklanjuti baik dari pihak yang memohon audit maupun pihak lain yang terkait; -----------------------------------

Menimbang, bahwa pendapat Para Tergugat/Pembanding dalam memori bandingnya tersebut Majelis Hakim dapat karena itu pendapat itu diambil alih oleh Pengadilan Tata menerimanya karena telah tepat dan benar dan oleh

menjadi pertimbangan sendiri dalam memutus perkara ini; -----------------------------------------------------------------------Dengan demikian, LHPKKN Para Tergugat bukanlah merupakan

ka

ah

ng

Halaman 39 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 39

es

Pasal 1 angka 9 UU PERATUN karena tidak bersifat individual

Keputusan Tata Usaha Negara sebagaimana dimaksud dalam

ep

ub

Usaha Negara Jakarta sebagai pendapat sendiri dan

lik

In do ne si

Tata Negara karena Laporan Hasil Pemeriksaan (Audit)

ub lik

In do ne si a
Putusan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Pidana Khusus

b
dan final, sehingga gugatan Penggugat harus ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima; ------------------Perkara A quo Karena Obyek Gugatan Yang Diajukan Oleh Penggugat Tidak Termasuk Dalam Pengertian Keputusan Tata

ah

gu

Usaha Negara Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009; -------------------------------------------------------------------1.

Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana

ng

B. Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Tidak Berwenang Mengadili

Bahwa terbitnya LHPKKN yang ditujukan kepada Jaksa Agung Muda Tindak adalah untuk memenuhi Khusus

am

permintaan

Direktur

Penyidikan

Kejaksaan Agung yang sedang melakukan penyidikan dalam

ah k

Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi

Indosat Mega Media (IM2), dengan kronologis sebagai berikut:

ah

A gu ng

a. Bahwa

Direktur

Penyidikan

Tindak

Pidana

Kejaksaan Agung telah meminta bantuan kepada Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan melalui Surat Nomor: B-234/F.2/Fd.1/01/2012 tanggal 31 Januari 2012 yang pada pokoknya meminta kepada Para Tergugat

untuk melakukan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara sekaligus memberikan keterangan ahli atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan

lik

Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2); ---------------Hal tersebut telah diakui oleh Penggugat pada posita gugatan alinea 1 halaman 4, alinea 5 halaman 7, alinea 2 halaman 14; --------------------------------------------------------------b. Bahwa untuk menindaklanjuti surat Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI tersebut, diadakan rapat antara tim audit BPKP dengan penyidik

ka

ah

ep

ub

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 40

es

In do ne si
Khusus Jaringan

Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT

ep

perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam perkara dugaan

ub lik
Tindak

Pidana

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
hal

b
Kejaksaan Agung yang membahas mengenai Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh

gu

ng

PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), yang pada pokoknya bahwa Kejaksaan Agung berpendapat dalam

Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) telah terjadi penyimpangan yang diduga telah terjadi Tindak Pidana Korupsi dalam perkara tersebut,

selanjutnya BPKP sebagai ahli di bidang akutansi dan

ah

Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam perkara tersebut; --------------------------------------------------------c. Bahwa selanjutnya Tergugat I menerbitkan surat Nomor: S-927/D6/01/2012 Bantuan Menghitung Kerugian Keuangan Negara, yang ditujukan kepada JAMPIDSUS; ----

ah k

am

Tergugat I Nomor: ST-524/D601/3/2012 tanggal 2 Oktober

ah

A gu ng

2012, yang pada pokoknya menugaskan Tim Auditor BPKP

(Tergugat II) untuk melaksanakan Penghitungan Kerugian

Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana

Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2); --------------------------------------------

Hal tersebut telah diakui oleh Penggugat pada posita gugatan alinea 2 halaman 4, alinea 5 halaman 7, alinea 3 halaman 14; ---------------------------------------------------------------

d. Dengan

berakhirnya

penugasan

ub
Tim

lik
Auditor

ka

(Tergugat II) yang melakukan Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT

ah

ep

Indosat

Mega

Media

(IM2), Hasil

selanjutnya

Tergugat

II

menerbitkan

ng

Laporan

Penghitungan

Kerugian

Halaman 41 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 41

es

In do ne si
BPKP

Bersama surat tersebut dilampirkan juga Surat Tugas

ub lik

auditing melakukan audit Penghitungan Kerugian Keuangan

In do ne si a
dan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Keuangan Negara Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/

gu

ah

ng

Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat in litis), dan disampaikan kepada Jaksa Agung Muda Tindak

Mega Media (IM2) tanggal 31 Oktober 2012 (obyek sengketa

Pidana Khusus selaku instansi yang meminta dilakukannya

penghitungan kerugian keuangan negara/daerah melalui surat Tergugat I Nomor: SR-1024/D6/1/2012 (obyek perkara in litis); ---------------------------

Hal tersebut telah diakui oleh Penggugat pada posita gugatan alinea 3 halaman 4, alinea 5 halaman 7, dan alinea 3 halaman 14; ------------------------------------------------------------e. Bahwa selanjutnya, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus sesuai dengan kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku, menindaklanjuti obyek sengketa in litis dengan

ah k

am

penuntutan yang berdasarkan pada ketentuan KUHP atau

A gu ng

KUHAP atau peraturan perundang-undangan lain yang bersifat hukum pidana; --------------------------------------------------

Hal tersebut telah diakui oleh Penggugat pada posita gugatan alinea 2 halaman 15; ----------------------------------------

2.

Bahwa Penggugat di dalam posita gugatannya Halaman 4 Paragraf 1, 2 dan 3, Halaman 14 Paragraf 2, Halaman 15

ah

a. Halaman 4 Paragraf 1, 2 dan 3:

ah

ng

Bahwa, atas permintaan Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Republik Indonesia tersebut di atas, Tergugat I

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 42

es

Bahwa untuk menentukan besarnya kerugian negara sehubungan dengan , maka Kejaksaan Agung melalui suratnya Nomor: B-234/F.2/FD.1/01/2012 tanggal 31 Januari 2012 telah meminta kepada Tergugat I untuk melakukan audit investigasi guna menghitung kerugian Negara sehubungan dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan .; -----------------------------------------------------------

ka

ep

ub

lik

Paragraf 2 yang mendalilkan sebagai berikut:

In do ne si

menjadikannya sebagai bagian dari kegiatan penyidikan dan

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
bahwa

b A gu ng
melalui suratnya Nomor: ST-524/D601/3/2012 tanggal 2 Oktober 2012 telah menugaskan Tergugat II untuk melakukan penghitungan kerugian negara yang hasilnya sebagaimana diuraikan dalam dalam LHPKKN...; ---------------------------------Bahwa LHKKPN tersebut telah disampaikan oleh Tergugat II kepada Tergugat I dan selanjutnya oleh Tergugat I diserahkan kepada Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Republik Indonesia sebagaimana diraikan dalam Keputusan TUN.;------------------------------------------------------------------------b. Halaman 14 Paragraf 2: c. Halaman 15 Paragraf 2: Bahwa Keputusan TUN tersebut menjadi alat bukti bagi Kejaksaan Agung dalam penyidikan perkara Penggugat dan selanjutnya akan ditingkatkan ke tahap penuntutan dan pengajuan Penggugat ke pengadilan untuk diperiksa dan diadili, ...; -------------------------------------------------------------------

ah

ah k

am

Bahwa berdasarkan dalil Penggugat tersebut di atas, Penggugat telah mengakui LHPKKN tersebut adalah guna

memenuhi permintaan dari Direktur Penyidikan Tindak Pidana

Khusus Kejaksaan Agung yang sedang melakukan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan jaringan frekwensi radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2),

ah

selanjutnya menjadi bagian dari Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Penggugat sebagai Terdakwanya; -----------------------------------------------------------------3. Bahwa berdasarkan Pasal 2 UU PERATUN yang menyatakan:

ka

ah

Tidak termasuk dalam pengertian Keputusan Tata Usaha Negara menurut Undang-Undang ini : a. ..; -----------------------------------------------------------------

ep

ub

lik

ng

b. .; ----------------------------------------------------------------Halaman 43 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 43

es

In do ne si
dan

A gu ng

ub lik

Bahwa untuk menentukan besarnya kerugian negara dalam dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Penggugat, Kejaksaan Agung telah meminta bantuan kepada Tergugat I untuk melakukan perhitungan terhadap besarnya kerugian keuangan Negara; ------------------------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
bantuan

b
c. .; ------------------------------------------------------------------

ah

gu

4.

ng

d. Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau peraturan perundang-undangan lain yang bersifat hukum pidana; -----------------------------------------------------------e. ; --------------------------------------------------------------f. ... ; -------------------------------------------------------------g. ; --------------------------------------------------------------

Bahwa berdasarkan kronologis pada angka 1 tersebut di atas,

permintaan

Direktur

Penyidikan

ub lik
Tindak kepada Para

terbukti bahwa LHPKKN Para Tergugat diterbitkan berdasarkan Pidana Khusus

am

Kejaksaan Agung yang sedang melakukan penyidikan sesuai dengan KUHP, KUHAP, dan peraturan perundang-undangan lain yang bersifat hukum pidana; ----------------------------------------5. Bahwa Kejaksaan Agung sebagai Penyidik dapat meminta pendapat ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus pada saat melakukan penyidikan. Pendapat atau keterangan yang disampaikan oleh seseorang yang memiliki keahlian khusus

ah k

dapat digunakan untuk membuat terang suatu perkara pidana

(Pasal 7 ayat 1 huruf h jo. Pasal 120 ayat (1) jo. Pasal 1 angka 28 jo. Pasal 184 ayat (1) KUHAP); --------------------------------------

6.

Bahwa sesuai dengan kompetensinya, Para Tergugat memiliki keahlian dalam penghitungan kerugian keuangan negara,

sehingga Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan

ah

menghitung kerugian keuangan negara atas Perkara Dugaan

Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan

ka

Fd.1/01/2012 tanggal 31 Januari 2012 perihal Bantuan untuk melakukan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara; ----Hal tersebut diakui juga oleh Penggugat pada posita alinea 1

ah

ep

PT Indosat Mega Media (IM2), melalui Surat Nomor: B-234/F.2/

ub

Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi

lik

Agung

meminta

Tergugat

ng

halaman 8 yang menyatakan:

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 44

es

In do ne si
untuk

A gu ng

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Istimewa

b
Kedudukan Tegugat II dalam membuat LHPKKN adalah dalam profesi sebagai Auditor independen negara...; -----------------------

ah

gu

ng

7.

Bahwa LHPKKN tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan dan penuntutan yang dilaksanakan oleh penyidik dan penuntut umum Kejaksaan Agung yang mana sesuai

dengan kewenangan yang dimilikinya dapat meminta bantuan huruf h dan Pasal 120 ayat (1) KUHAP; --------------------------------

ahli yang diperlukan sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (1)

Sebagaimana dipahami bahwa Penyidikan dalam perkara Tindak Pidana Korupsi merupakan bagian dari proses criminal justice system yang dilakukan oleh Kejaksaan sebagaimana pula dilakukan oleh Kepolisian dan KPK dalam menegakkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001; --------

ah k

am

a. Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor: 28/

G.TUN/2012/PTUN.JPR tanggal 6 Desember 2012, dengan Obyek Gugatan Surat Laporan Hasil Penghitungan Kerugian

Keuangan Negara (LHPKKN) BPKP Perwakilan Provinsi Papua dengan Nomor: LHP-KKN-360/PW 26/5/2011 tanggal

28 Juli 2011 tentang Hasil perhitungan Kerugian Keuangan Negara dalam pelaksanaan kegiatan Pembangunan Jalan

ah

Pekerjaan Umum Kabupaten Keerom T.A.2007-2008 oleh

b. Penetapan Ketua PTUN Yogyakarta Nomor: 06/G/2010/ Usaha Negara antara Johanis Richard Riwoe, ST, MA. sebagai Penggugat melawan Provinsi Daerah Kepala Perwakilan BPKP sebagai Para

ka

ah

ep

PTUN.YK tanggal 16 Juni 2010 dalam Perkara Gugatan Tata

ub

BPKP Perwakilan Provinsi Papua; ---------------------

Halaman 45 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 45

Nomor: S-3299/PW.12/5/2009 tanggal

ng

Tergugat, dengan Obyek Gugatan Surat Para Tergugat 6 Oktober 2009

es

Yogyakarta

lik

dan Jembatan Ruas Jalan Waley Molof pada Dinas

In do ne si

8.

Bahwa berdasarkan:

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
menyatakan

b
tentang Perhitungan Kerugian Keuangan Negara atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Bantuan Keuangan

gu

ng

untuk Partai Politik DPC Partai Damai Sejahtera Tahun Anggaran 2006 dan 2007; dan ---------------------------------------

c. Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor: 21/G/2010/

PTUN-SMD tanggal 22 Desember 2010, dari Direktori Putusan Mahkamah

putusan.mahkamahagung.go.id.; ----------------------------------pada pokoknya bahwa laporan hasil

ah

pengitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh BPKP atau BPK dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi atas permintaan penyidik (Polisi dan Kejaksaan) adalah tidak termasuk dalam pengertian Keputusan Tata Usaha Negara Undang Hukum Pidana dan Kitab Undang-Undang Hukum

am

ah k

bersifat hukum pidana, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 huruf

A gu ng

d UU PERATUN; --------------------------------------------------------------

9.

Bahwa berdasarkan Pasal 2 huruf d UU PERATUN, maka

obyek sengketa yaitu LHPKKN termasuk ke dalam Keputusan Tata Usaha Negara yang dikecualikan, karena dikeluarkan berdasarkan KUHP, KUHAP, dan peraturan perundang-

undangan lain yang bersifat hukum pidana; --------------------------

ah

LHPKKN tidak termasuk dalam pengertian Keputusan Tata Usaha

tersebut dikeluarkan berdasarkan ketentuan KUHP, KUHAP, dan peraturan perundang-undangan lain yang bersifat hukum pidana (vide Pasal 2 UU PERATUN), sehingga PTUN Jakarta tidak berwenang mengadili perkara a quo; ----------------------------------------Dengan demikian, Gugatan Penggugat harus ditolak atau setidaktidaknya tidak dapat diterima; --------------------------------------------------

ka

ah

ep

ub

Negara sebagaimana diatur dalam UU PERATUN karena LHPKKN

lik

Berdasarkan uraian di atas, maka obyek sengketa in litis yaitu

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 46

es

In do ne si

Acara Pidana atau peraturan perundang-undangan lain yang

ep

karena dikeluarkan berdasarkan ketentuan Kitab Undang-

ub lik

In do ne si a
Agung, audit

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Berdasarkan uraian tersebut di atas, dengan ini Para Tergugat mengajukan permohonan ke hadapan Yang Mulia Majelis Hakim yang JKT untuk berkenan kiranya menjatuhkan Putusan Sela atas Eksepsieksepsi Para Tergugat sebagai berikut: 1. 2.

ah

II.

DALAM POKOK PERKARA:

am

1. Bahwa apa yang telah Para Tergugat kemukakan di dalam Jawaban Dalam Eksepsi tersebut di atas merupakan bagian dari Jawaban dalam Pokok Perkara, sehingga harus dinilai sebagai satu kesatuan yang tidak terpisah; ---------------------------------------------

ah k

yang dikemukakan oleh Penggugat di dalam Gugatannya, kecuali

ah

A gu ng

yang diakui secara tegas oleh Para Tergugat di dalam Jawaban dalam Pokok Perkara ini; --------------------------------------------------------

3. Bahwa Tanggapan Para Tergugat pada posita angka 1. dengan judul Fakta-fakta Terbitnya Obyek Gugatan sebagai berikut: a.

Bahwa Para Tergugat menerima dalil Penggugat pada alinea 4 halaman 3 s.d alinea 3 halaman 4 sebagaimana telah diuraikan dalam eksepsi Para Tergugat huruf B.1. ; ------------------------------

b.

Bahwa Para Tergugat menolak dalil Penggugat selain alinea 4 yuridis sebagai berikut:

ka

halaman 2 s.d. alinea 3 halaman 3 pada saat ini sedang diuji di Pengadilan Tipikor Jakarta; ---------------------------------------2) Bahwa tanggapan atas materi dalil posita Penggugat alinea

ah

ep

1) Bahwa terhadap materi dalil posita Penggugat alinea1

ub

halaman 3 s.d alinea 3 halaman 4 tersebut, dengan alasan

lik

ng

4 dan 5 halaman 4 adalah sebagai berikut: Halaman 47 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 47

es

In do ne si

2. Bahwa Para Tergugat menolak semua dalil dan segala sesuatu

ub lik

3.

gu

Menerima Eksepsi Para Tergugat untuk seluruhnya; -------------------------

Menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan Gugatan Penggugat tidak dapat diterima; ---------------------Menghukum Penggugat untuk membayar seluruh biaya perkara ini; ----

ng

memeriksa dan mengadili Perkara Gugatan TUN Nomor: 231/G/2012/PTUN-

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
a) Bahwa pada saat Kejaksaan Agung RI meminta bantuan untuk menghitung kerugian keuangan negara, Kejaksaan

gu

ng

Agung RI telah menyatakan bahwa dalam penggunaan

jaringan frekwensi radio 2,1 GHz/Generasi tiga (3G) oleh PT Indosat Mega Media (IM2) telah diduga terjadi dugaan tindak pidana korupsi antara lain, karena telah terjadi

penyimpangan dalam Perjanjian Kerjasama Nomor: 225/ Melalui Jaringan 3G/HSDPA Indosat.

E00-EAA/MKT/06 tentang Akses Internet Broadband Hal tersebut

ah

Fd.1/01/2012, dan Surat Perintah Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-04/F.2/ Fd.1/01/2012; ----------------------------------------

am

Hal tersebut sebagaimana diuraikan sebagai berikut: (1) Keterangan Harry Sasongko T (Mantan Presiden

ah k

2012 menyatakan:

ah

(2) Keterangan Johnny Swandi Sjam (Mantan Presiden Direktur PT. Indosat) dalam BAP tanggal 17 Februari 2012 menyatakan:

ka

ah

PT Indosat tidak pernah memberikan izin penggunaan frekuensi kepada PT IM2, yang ada adalah kerjasama penggunaan jaringan 3G milik Indosat."----------------------------------------------------------(3) Keterangan M. Rachmat Widayana, SE., MM

ep

ub

lik

Kita harus pisahkan antara jaringan dan frekuensi, PT Indosat tidak pernah memberikan izin pihak lain untuk menggunakan frekuensi. PT Indosat bekerjasama dengan penyelenggara jasa untuk menggunakan jaringan telekomunikasi milik Indosat berdasarkan perjanjian kerjasama sesuai Keputusan Menteri Nomor: 21 Tahun 2001 Pasal 5. PT Indosat tidak pernah memberikan izin penggunaan frekuensi kepada PT IM2, yang ada adalah kerjasama penggunaan jaringan 3G milik PT Indosat; -------------

ng

(Direktur Operasi Sumber Daya pada Direktorat

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 48

es

In do ne si

Direktur PT. Indosat) dalam BAP tanggal 3 Februari

A gu ng

ub lik

sebagaimana dimaksud dalam Surat Nomor: B-234/F.2/

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
52 yang pihak PT tidak dapat

b
Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan

Informatika Kominfo) di BAP tanggal 7 Agustus 2012 menyatakan:

gu

PT IM2 sebagai penyelenggara jasa menggunakan kapasitas jaringan yang disediakan oleh PT lndosat sebagai penyelenggara jaringan untuk keperluan penyelenggaraan jasanya; ------------------------------sebagaimana tercantum dalam BAP tanggal 23 Februari 2012 yang pada pokoknya menyatakan:

(4) Keterangan Ahli DR. Ir. Asmiati Rasyid,

ah

(a) Setiap penggunaan spektrum frekuensi harus memiliki izin, diatur dalam UU Nomor: 36 Tahun 1999 tentang telekomunikasi PP Nomor: 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit serta PP Nomor: Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi dan Permen Kominfo Nomor: 07/02/2006 tentang ketentuan penggunaan pita frekuensi radio 2,1 GHz untuk penyelenggaraan jaringan bergerak seluler; -----bersama (sharing)

ah k

am

(b) Penggunaan

frekuensi radio adalah tindakan suatu operator pemilik Iisensi spektrum dengan lebar pita tertentu dengan digunakannya lain/operator Indosat tidak

bersama-sama penyelenggara

ah

telekomunikasi lainnya melalui kerjasama atau penyewaan. mengalihkan

frekuensi 2, 1 GHz itu tetapi sudah melakukan penggunaan bersama ( sharing) frekuensi; -------(c) IM2

ka

ep

ub

menyelenggarakan Wireless 3G

lik
Surat dan

ah

Internet

Broadband

tercantum dalam Perjanjian Kerjasama IndosatIM2 karena berdasarkan Pos Keputusan

ng

Direktur

Jenderal

Telekomunikasi

Halaman 49 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 49

es

In do ne si
spektrum akses seperti

A gu ng

ub lik

In do ne si a
MSc

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
hanya

b
Nomor: 229/Dirjen/2006 tanggal 22 Juni 2006,

IM2

mempunyai

ng

menyelenggarakan jasa akses internet (Internet

Service Provider) seperti halnya ISP-ISP lainnya yang jumlahnya hampir 200 ISP; ---------------------

(d) Menggunakan pita frekuansi 2,1 GHz/3G tanpa izin dari pemerintah tidak dapat dibenarkan.

Penggunaan spektrum 3G harus mengacu pada Peraturan Menteri Nomor: 07/PER/M.KOMINFO/

ah

Pasal 2 ayat (2): Penetapan spektrum frekuensi radio pada pita frekuensi radio 2,1 GHz kepada peserta seleksi penyelenggara jaringan bergerak pelelangan; ------------------------------------------------seluler IMT-2000 dilaksanakan melalui sistem

am

ah k

GHz untuk penyelenggaraan jaringan bergerak

seluler dikenakan tarif izin penggunaan pita frekuensi radio 2,1 GHz sebagai berikut:

1. Biaya Nilai Awal (up-front fee) sebesar 2 x nilai penawaran terakhir dari setiap

pemenang lelang, yang dibayarkan di awal 10 (sepuluh) tahun; ----------------------------------

untuk masa pakai pita frekuensi radio selama

ah

2. Biaya Hak Penggunaan (BHP) pita frekuensi terendah di antara pemenang lelang. Dengan

ka

(sepuluh)

ep

skema pembayaran untuk jangka waktu 10 tahun sebagaimana yang

ah

ng

tentang kerjasama akses internet broadband

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 50

es

(e) Dalam perjanjian kerjasama tersebut mengatur

tercantum dalam lampiran keputusan ini; ------

ub

radio

tahunan

sebesar

lik
nilai

In do ne si
penawaran

Pasal 4: Penggunaan pita trekuensi radio 2,1

A gu ng

ep

ub lik

2/2006:

In do ne si a
hak untuk

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
penyelenggara

b
melalui jaringan 3G, artinya PT.IM2 diberi

kewenangan oleh PT Indosat untuk melakukan kegiatan penyediaan akses internet broadband dengan mempergunakan spektrum 3G milik

PT Indosat. Berdasarkan fakta tersebut maka

berarti PT Indosat, Tbk dan PT IM-2 telah menggunakan bersama-sama spektrum

frekuensi 3G milik PT Indosat. Hal tersebut tidak dibenarkan dengan alasan: 1.

ah

jaringan tetap yang tidak mencakup sebagai akses internet melalui

am

jaringan 3G; ------------------------------------------

ah k

ep
Hal ini telah

2.

Bahwa

ub lik
penggunaan bersama terlihat

PT IM2 hanya memiliki izin sebagai ISP

frekuensi 3G ini dilakukan tanpa penetapan Menteri (Pasal 14 pasal PP No. 53/2000); ---

3.

Perjaniian Kerjasama ini sebagai instrumen

A gu ng

yang melanggar izin yang diberikan kepada PT Indosat yang dapat merugikan negara

karena pelaksanaan dari perjanjian ini telah secara nyata merubah maksud izin yang

diberikan oleh Pemerintah kepada PT IM2 yang semula hanya sebagai ISP namun dalam praktiknya telah bertindak selaku operator penyelenggara jaringan bergerak seluler 3G dengan menggunakan spektrum frekuensi 3G dan jaringan milik PT Indosat. dari terpisahnya data

ah

ka

ah

billing system tersendiri terpisah dari

ep
bertindak

pelanggan, customer care dan juga memiliki PT. Virtual

Indosat sehingga dalam kasus ini PT IM2 selaku Mobile Network Operator (MVNO); ----------------------

ub

lik

ng

Halaman 51 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 51

es

In do ne si

In do ne si a
spketrum

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
akses seperti internet Kerjasama, Keputusan Telekomunkasi seperti

b
4. PT IM2 tidak dapat menyelenggarakan broadband wireless 3G

ng

tercantum karena Direktur

dalam

berdasarkan Jenderal

Nomor.229/Dirjen/2006

tanggal 22 Juni 2006 bahwa PT IM2 hanya mempunyai hak untuk menyelenggarakan

jasa akses internet (internet service provide ) jumlahnya hampir 200 ISP; ---------------------

ah

am

ah k

Sesuai uraian di atas, PT Indosat Mega Media (IM2) telah melakukan penggunaan bersama jaringan frekuensi radio

Menteri Kominfo; -----------------------------------------------------

Hal tersebut juga diakui oleh Penggugat sebagaimana tercantum pada posita gugatan alenia 4 halaman 3:

ka

ah

(1) Berdasarkan pada Pasal 2 ayat (2) Peraturan Menteri

Komunikasi

ep
Dan

b) Bahwa Penggunaan spektrum 3G harus sesuai dengan:

ub
Informatika

Bahwa terhadap implementasi Perjanjian oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia telah diduga adanya penyimpangan yaitu berupa pemakaian pita frekuensi radio 2,1 GHz/Generasi tiga (3G) oleh PT Indosat Mega Media (IM2) secara melawan hukum dimana PT Indosat Mega Media (IM2) dianggap tidak membayar biaya penggunaan pita frekuensi radio 2,1 GHz/Generasi tiga (3G) kepada negara melalui Departemen Komunikasi dan informasi selaku pengawas dan regulator penggunaan pita frekuensi radio di Indonesia, sehingga menyebabkan kerugian terhadap keuangan negara; --------------------------------------------------

ah

lik
Nomor:

M.KOMINFO/2/2006

Tentang

Ketentuan

ng

Penggunaan Pita Frekuensi Radio 2,1 GHz Untuk

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 52

es

In do ne si
07/PER/

2,1 GHz/Generasi tiga (3G) dengan PT Indosat tanpa ijin

A gu ng

ep

ub lik

halnya

ISP-ISP

In do ne si a
Perjanjian surat dan Pos lainnya yang

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Pemerintah

b
Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler, yang

menyatakan Penetapan spektrum frekuensi radio pada pita frekuensi radio 2,1 GHz kepada peserta seleksi penyelenggara jaringan bergerak seluler IMT-2000 pelelangan .; dilaksanakan melalui

(2) Berdasarkan pasal 14 ayat (1) dan Pasal 30 Peraturan Nomor 53 Tahun

Tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit di atur:

ah

Pasal 14 ayat (1) Menteri dapat menetapkan penggunaan bersama pita frekuensi radio dan atau kanal frekuensi radio ; ---------------------------------------Pasal 30:

am

ah k

Bahwa sesuai dengan ketentuan hukum tersebut di atas, penetapan penggunaan frekuensi radio pada

pita frekuensi radio 2,1 GHz harus berdasarkan mekanisme pelelangan, namun penggunaan spektrum frekuensi radio tersebut dapat dilakukan melalui penggunaan bersama dengan ijin Menteri

ah

spektrum frekuensi radio yang dibebankan secara

c) Bahwa berdasarkan pendapat hukum dari Kejaksaan

ka

tersebut di atas, Para Tergugat menggunakan pendapat melakukan perhitungan kerugian keuangan negara; -------

ah

hukum Kejaksaan Agung tersebut sebagai dasar untuk

ep

Agung yang didukung oleh Ahli serta ketentuan hukum

ub

penuh kepada masing-masing pengguna; ---------------

lik

Kominfo dengan membayar Biaya hak penggunaan

ng

Halaman 53 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 53

es

In do ne si

A gu ng

Biaya hak penggunaan spektrum frekuensi radio bagi penggunaan bersama pita frekuensi radio dan atau kanal frekuensi radio dibebankan secara penuh kepada masing-masing pengguna ; ------------------------

ep

ub lik

In do ne si a
mekanisme 2000

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
BPKP

b
Dengan demikian, dalil posita Penggugat pada alinea 4 dan 5 halaman 4 adalah tidak benar, sehingga harus ditolak; -----------------2. dengan judul Keputusan TUN Yang Diterbitkan oleh Tergugat I dan Tergugat II adalah Keputusan Tata Usaha Negara berdasarkan

ah

gu

argumentasi yuridis sebagaimana telah diuraikan dalam Eksepsi Para Tergugat huruf A, dan B tersebut di atas; -----------------------------

Dengan demikian, dalil Penggugat pada posita angka 2. dengan judul Keputusan TUN yang diterbitkan oleh Tergugat I dan Tergugat II adalah Keputusan Tata Usaha Negara adalah tidak benar, sehingga harus ditolak; -----------------------------------------------------------

ng

4. Bahwa Para Tergugat menolak dalil Penggugat pada posita angka

am

5. Bahwa Tergugat menolak dalil Penggugat pada posita angka 3. dengan judul Tergugat I dan Tergugat II Tidak Berwenang Untuk Melakukan Penghitungan Kerugian Negara berdasarkan

ah k

argumentasi yuridis sebagai berikut: a.

pada pokoknya menyatakan bahwa PT Indosat Tbk dan PT

Indosat Mega Media (IM2) adalah murni perusahaan swasta dan berdasarkan Pasal 10 ayat (1) dan ayat (2) yang berhak untuk melakukan penghitungan kerugian negara

diakibatkan oleh perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh Badan lain adalah BPK; -------------------------------

b.

Bahwa dalil Penggugat yang menyatakan bahwa lembaga yang

ah

tidak

benar

karena

juga

berwenang

14 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997

ka

ah

ng

(2) Terhadap Instansi Pemerintah yang ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) atas permintaan Menteri

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 54

es

(1) Terhadap Wajib Bayar untuk jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) atas permintaan Instansi Pemerintah dapat dilakukan pemeriksaan oleh instansi yang berwenang; ---------------------

ep

tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak diatur:

ub

pemeriksaan atas PNBP sebagaimana dimaksud dalam Pasal

lik

berwenang melakukan pemeriksaan PNBP hanya BPK adalah melakukan

In do ne si
yang

Bahwa dalil Penggugat dalam posita angka 3 halaman 8 s.d. 13,

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Keuangan perkara tindak

b
Penjelasan Pasal 14:

ah

gu

ng

Ayat (1):

..... Yang dimaksud dengan instansi yang berwenang adalah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Badan Pemeriksa Keuangan tetap dapat melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku; ---------------------------------------------------Ayat (2): Pemeriksaan dalam hal ini dalam rangka melaksanakan pengawasan intern dan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban sesuai dengan peraturan perundang-undangan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta dalam rangka melaksanakan peraturan perundang undangan tersebut; ---------Yang dimaksud dengan instansi yang berwenang adalah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Badan Pemeriksa Keuangan tetap dapat melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku; ----------------------------------------------------

dapat dilakukan pemeriksaan khusus oleh instansi yang berwenang; ----------------------------------------------------------------

ah k

am

A gu ng

c.

Bahwa ketentuan Pasal 10 UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa sebagaimana dikutip oleh Penggugat dalam posita gugatan alenia 3 halaman 10 adalah berupa kewenangan BPK dalam rangka untuk menilai dan/atau menetapkan jumlah kerugian negara dalam rangka Tuntutan Perbendaharaan (TP), bukan dalam rangka mengungkapkan

ah

adanya tindak pidana korupsi, yang selanjutnya di atur dalam

Peraturan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nomor: 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Kerugian Negara Terhadap Bendahara; --------------------------------------------Sedangkan untuk menentukan jumlah kerugian keuangan negara dalam

ka

ep

ub
pidana

lik
korupsi

ah

kewenangan Aparat Penegak Hukum sebagaimana dimaksud

dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah terakhir

ng

dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, khususnya Pasal 2 dan Halaman 55 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 55

es

In do ne si
adalah

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Pasal 3 dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 003/PUUIV/2006; -------------------------------------------------------------------------

ah

gu

ng

d.

Bahwa mengenai pengertian keuangan negara dalam Tindak

Pidana Korupsi diatur dalam Penjelasan Umum UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak

Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2001 (UU Tipikor) disebutkan bahwa:

am

(a) berada dalam penguasaan, pengurusan, dan pertanggungjawaban pejabat lembaga Negara, baik di tingkat pusat maupun di daerah; -----------------------------------(b) berada dalam penguasaan, pengurusan, dan pertanggungjawaban Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah, yayasan, badan hukum, dan perusahaan yang menyertakan modal negara, atau perusahaan yang menyertakan modal pihak ketiga berdasarkan perjanjian dengan Negara. Sedangkan yang dimaksud dengan Perekonomian Negara adalah kehidupan perekonomian yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan ataupun usaha masyarakat secara mandiri yang didasarkan pada kebijakan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun di daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang bertujuan memberikan manfaat, kemakmuran, dan kesejahteraan kepada seluruh kehidupan rakyat; --------

ah k

Bahwa berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara:

ah

ka

a. b.

ah

Kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas layanan umum pemerintahan negara dan membayar tagihan pihak ketiga;----------------------------------------------------------------------Penerimaan Negara;---------------------------------------------------Penerimaan Daerah; --------------------------------------------------Pengeluaran Negara;---------------------------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 56

e.

ng

d.

es

c.

ep

hak negara untuk memungut pajak, mengeluarkan dan mengedarkan uang, dan melakukan pinjaman; -----------------

ub

Keuangan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1, meliputi :

lik

In do ne si

A gu ng

ub lik

Keuangan negara yang dimaksud adalah seluruh kekayaan negara dalam bentuk apapun, yang dipisahkan atau yang tidak dipisahkan, termasuk di dalamnya segala bagian kekayaan negara dan segala hak dan kewajiban yang timbul karena :

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
pada yang

b
f. g. Pengeluaran Daerah;---------------------------------------------------

gu

ah

ng

Kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang, serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/ perusahaan daerah;-----------------------------------------kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau kepentingan umum; ---------------------------------------------------kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah; --------------------------------

h.

i.

Bahwa berdasarkan uraian di atas, penggunaan jaringan frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat,

Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) masuk dalam ruang lingkup keuangan negara. Bahwa hal tersebut sebagaimana dalam pendapat Kejaksaan Agung RI; ---------------------------------e. Bahwa sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa BPKP dalam melakukan penghitungan kerugian negara atas Perkara

ah k

am

Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat,

A gu ng

Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) adalah untuk memenuhi permintaan Direktur Penyidikan Tindak Pidana

Kejaksaan Agung yang sedang melakukan penyidikan atas kasus tersebut; ----------------------------------------------------------------

Bahwa permintaan bantuan Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung didasarkan pada Pasal 7 ayat 1 huruf

ah

(1)

KUHAP,

pokoknya

lik
menyatakan

h jo. Pasal 120 ayat (1) jo. Pasal 1 angka 28 jo. Pasal 184 ayat bahwa Kejaksaan Agung sebagai Penyidik dapat meminta pendapat ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus pada saat melakukan penyidikan. Pendapat atau keterangan yang disampaikan oleh seseorang yang memiliki keahlian khusus dapat digunakan untuk membuat terang suatu perkara pidana;-Bahwa BPKP adalah lembaga yang berkompeten dan memiliki keahlian dalam penghitungan kerugian keuangan negara; --------

ka

ah

ep

ub

ng

Halaman 57 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 57

es

In do ne si
Khusus

Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
pertimbangan

b
f. Hal tersebut bersesuaian dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 003/PUU-IV/2006 mengenai permohonan pengujian

ah

gu

ng

ketentuan Pasal 2 ayat (1), Penjelasan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Penjelasan Pasal 3, dan Pasal 15 (sepanjang mengenai kata

percobaan) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah

diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terhadap Pasal 28D

Bahwa

dalam

ub lik
hukum Putusan

ayat (1) UUD 1945; ----------------------------------------------------------Mahkamah

am

Konstitusi (vide halaman 72) menyatakan :

Menimbang bahwa dengan asas kepastian hukum (rechtszekerheid) dalam melindungi hak seseorang, hubungan kata dapat dengan merugikan keuangan negara tergambarkan dalam dua hubungan yang ekstrim: (1) nyatanyata merugikan negara atau (2) kemungkinan dapat menimbulkan kerugian. Hal yang terakhir ini lebih dekat dengan maksud mengkualifikasikan delik korupsi menjadi delik formil. Di antara dua hubungan tersebut sebenarnya masih ada hubungan yang belum nyata terjadi, tetapi dengan mempertimbangkan keadaan khusus dan kongkret di sekitar peristiwa yang terjadi, secara logis dapat disimpulkan bahwa suatu akibat yaitu kerugian negara akan terjadi. Untuk mempertimbangkan keadaan khusus dan kongkret sekitar peristiwa yang terjadi, yang secara logis dapat disimpulkan kerugian negara terjadi atau tidak terjadi, haruslah dilakukan oleh ahli dalam keuangan negara, perekonomian negara, serta ahli dalam analisis hubungan perbuatan seseorang dengan kerugian; ------------------

ah k

ep

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 58

Menimbang bahwa dengan adanya penjelasan yang menyatakan bahwa kata dapat sebelum frasa merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, kemudian mengkualifikasikannya sebagai delik formil, sehingga adanya kerugian negara atau perekonomian negara tidak merupakan akibat yang harus nyata terjadi, Mahkamah berpendapat bahwa hal demikian ditafsirkan bahwa unsur kerugian negara harus dibuktikan dan harus dapat dihitung, meskipun sebagai perkiraan atau meskipun belum terjadi. Kesimpulan demikian harus ditentukan oleh seorang ahli di bidangnya. Faktor kerugian, baik secara nyata atau berupa kemungkinan, dilihat sebagai hal yang memberatkan atau meringankan dalam penjatuhan pidana, sebagaimana diuraikan dalam Penjelasan Pasal 4, bahwa pengembalian kerugian negara hanya dapat

ka

ah

ep

ub

lik

es

In do ne si

A gu ng

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
bersifat yang penyidik

b A gu ng
dipandang sebagai faktor yang meringankan. Oleh karenanya persoalan kata dapat dalam Pasal 2 ayat (1) UU PTPK, lebih merupakan persoalan pelaksanaan dalam praktik oleh aparat penegak hukum, dan bukan menyangkut konstitusionalitas norma; --------------------------------------------------------------------------Bahwa pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi tersebut di atas yang memandang perlu adanya ahli di bidangnya dalam menghitung kerugian keuangan negara dan bersesuaian dengan ketentuan Pasal 6 dan penjelasannya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi; -g. Bahwa selain itu dalam perkara Tindak Pidana Korupsi setiap orang wajib memberi keterangan sebagai saksi atau ahli (Pasal 35 UU Tipikor); ---------------------------------------------------------------Bahwa kewenangan Penyidik dalam meminta pendapat ahli

ah

ah k

am

tersebut dalam perkara Tindak Pidana Korupsi didukung dengan kewenangan memaksa dalam meminta

ah

A gu ng

keterangan dalam rangka penyidikan perkara Tindak Pidana

Korupsi dan mengandung sanksi pidana apabila tidak dipenuhi sebagaimana diatur dalam Pasal 22 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (UU Tipikor) menyebutkan:

ka

h.

Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut Para Tergugat wajib memenuhi permintaan Kejaksaan Agung guna

ah

menghitung kerugian keuangan negara dalam suatu perkara tindak pidana korupsi; -------------------------------------------------------

ep

ub

Setiap orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, Pasal 29, Pasal 35, atau Pasal 36 yang dengan sengaja tidak memberi keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan atau denda paling sedikit Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah); ------

lik

ng

Halaman 59 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 59

es

In do ne si

ub lik

yang menempatkan BPKP sebagai salah satu instansi yang

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
i. Bahwa Mahkamah Agung juga telah menegaskan kewenangan

ah

gu

ng

BPKP untuk melakukan penghitungan kerugian keuangan negara tersebut dalam salah satu simpulan dalam Rapat Kerja

Nasional Mahkamah Agung RI dengan Jajaran Pengadilan

Tingkat Banding dari 4 (empat) Lingkungan Peradilan seluruh Indonesia Tahun 2009, yang telah dilaksanakan di Palembang tanggal 6 s.d. 10 Oktober 2009, yang salah satu hasilnya menyebutkan sebagai berikut:

ah k

Badan Pemeriksa Keuangan adalah auditor negara. Penghitungan kerugian negara dapat dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atau Jaksa selaku Penyidik. Jika penghitungan kerugian negara dilakukan oleh Jaksa (Penuntut Umum) yang didukung oleh alat-alat bukti yang kuat serta hakim memperoleh keyakinan, maka hakim dapat menetapkan besaran kerugian negara tersebut, walaupun bukan hasil dari pemeriksaan oleh BPK/BPKP selaku auditor; -----------------------j. Bahwa Mahkamah Konstitusi telah menjatuhkan Putusan permohonan uji materil Pasal 6 huruf a dan Penjelasan UndangUndang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan

am

Nomor: 31/PUU-X/2012 tanggal 23 Oktober 2012 mengenai

Tindak Pidana Korupsi terhadap UUD 1945 yang diajukan oleh Ir. Eddie Widiono Suwondho, M.Sc. pada tanggal 21 Maret 2012; -----------------------------------------------------------------------------

Bahwa dalam Petitum Dalam Pokok Perkara pada angka 2

ah

Suwondho, M.Sc. memohon bahwa :

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 60

3. Menyatakan Pasal 6 huruf a dan Penjelasan UndangUndang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi

es

2. Menyatakan Pasal 6 huruf a dan Penjelasan UndangUndang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Nomor 30 Tahun 2002) sepanjang frasa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara... bertentangan dengan UndangUndang Dasar Tahun 1945; -------------------------------------------

ka

ep

ub

...... ; -----------------------------------------------------------------------------

lik

dan 3 permohonan Judicial Review tersebut, Ir. Eddie Widiono

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b A gu ng
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Nomor 30 Tahun 2002), sepanjang frasa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara... tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dengan segala akibat hukumnya, sejak diundangkannya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan; ----------------------------(Vide Putusan MK Nomor: 31/PUU-X/2012 halaman 42); --------Bahwa dalam amar Putusan Dalam Pokok Perkara Mahkamah Konstitusi menyatakan Menolak Permohonan Pemohon untuk hukum (vide hal. 49 s.d. 56) antara lain sebagai berikut: Menimbang bahwa Pemohon pada pokoknya mendalilkan ketentuan Pasal 6 huruf a dan Penjelasan Pasal 6 UU KPK menyebabkan timbulnya ketidakpastian hukum karena KPK dapat menggunakan LHPKKN yang dibuat oleh BPKP dalam menentukan kerugian negara dan memulai penyidikan, sedangkan menurut Pemohon LHPKKN tersebut bukan merupakan kewenangan dari BPKP; ------------------------------------

ah

ah k

am

.. ; ------------------------------------------------------------------------------

ng

Halaman 61 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 61

es

Bahwa kewenangan BPKP dan BPK masing-masing telah diatur secara jelas dalam peraturan perundang-undangan. BPKP merupakan salah satu lembaga pemerintah yang bekerja berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (selanjutnya disebut Keppres 103/2001). Dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa BPKP mempunyai wewenang melaksanakan tugas pemerintah di bidang pengawasan keuangan dan pembangunan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku (vide Pasal 52 Keppres 103/2001). Pada Ketentuan Umum Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (selanjutnya disebut PP 60/2008) menyatakan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, yang selanjutnya disingkat BPKP, adalah aparat pengawasan intern pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Pasal 47 ayat (2) PP 60/2008 tersebut kemudian menyatakan, Untuk memperkuat dan menunjang efektivitas Sistem Pengendalian Intern sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan: a. pengawasan intern atas penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah termasuk akuntabilitas keuangan negara; dan b. pembinaan penyelenggaraan SPIP. Pasal 49 PP 60/2008 tersebut

ah

ka

ah

ep

ub

lik

In do ne si

A gu ng

ub lik

seluruhnya (vide hal. 54 hal. 55), dengan pertimbangan

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
serta Perkara, mempertegas

b A gu ng
......; ------------------------------------------------------------------------------......; ------------------------------------------------------------------------------Selain itu, permohonan Pemohon yang menginginkan agar KPK tidak lagi diperbolehkan untuk berkoordinasi dengan BPKP adalah tidak tepat dan bertentangan dengan tujuan pembentukan KPK, karena hal tersebut justru akan melemahkan pelaksanaan fungsi dan kewenangan KPK sehingga dalil Pemohon tersebut harus dinyatakan tidak beralasan.; ---------------------------------------------------------------------

ah k

am

Bahwa terhadap putusan a quo telah jelas dan tegas tertuang dalam Duduk Pertimbangan Amar Hukum, Pendapat Mahkamah Konstitusi Putusan.

sebagaimana dimaksud bersifat final dan mengikat untuk umum (erga omnes). Bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi tersebut

ah

melakukan Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian

Berdasarkan uraian di atas, diperoleh fakta hukum: 1. Bahwa Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/ Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat

ka

ah

Mega Media (IM2) termasuk dalam ruang lingkup keuangan negara; --------------------------------------------------------

ep

ub

Keuangan Negara; -----------------------------------------------------------

lik

telah

semakin

kewenangan

BPKP

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 62

es

In do ne si
Putusan untuk

A gu ng

ub lik

Oleh sebab itu menurut Mahkamah, KPK bukan hanya dapat berkoordinasi dengan BPKP dan BPK dalam rangka pembuktian suatu tindak pidana korupsi, melainkan dapat juga berkoordinasi dengan instansi lain, bahkan bisa membuktikan sendiri di luar temuan BPKP dan BPK, misalnya dengan mengundang ahli atau dengan meminta bahan dari inspektorat jenderal atau badan yang mempunyai fungsi yang sama dengan itu dari masing-masing instansi pemerintah, bahkan dari pihak-pihak lain (termasuk dari perusahaan), yang dapat menunjukkan kebenaran materiil dalam penghitungan kerugian keuangan negara dan/atau dapat membuktikan perkara yang sedang ditanganinya; -------------------------------------------------------------------

ah

menyebutkan BPKP sebagai salah satu aparat pengawasan intern pemerintah, dan salah satu dari pengawasan intern itu termasuk audit investigatif; -------------------------------------------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
2. Bahwa sesuai angka 1 di atas, maka BPKP mempunyai kewenangan melakukan Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dalam perkara in litis ; -------------

3. Bahwa BPKP sebagai ahli di bidang akutansi dan auditing mempunyai kewajiban hukum untuk memenuhi permintaan

Penyidik Kejaksaan Agung yaitu melakukan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi

Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan

ah

Dengan demikian, dalil Penggugat pada posita angka 3. dengan judul Tergugat I dan Tergugat II Tidak Berwenang Untuk Melakukan Penghitungan Kerugian Negara adalah tidak benar, sehingga harus ditolak; -----------------------------------------------------6. Bahwa Para Tergugat menolak dalil Penggugat pada posita

ah k

am

Penggugat berdasarkan argumentasi yuridis sebagai berikut:

Bahwa tidak benar dalil Penggugat yang pada pokoknya

menyatakan mengalami kerugian sebagai akibat perbuatan Para

Tergugat yang telah melakukan audit tanpa memiliki dasar kewenangan yang sah sehingga Penggugat harus mengalami proses hukum pidana, dengan alasan yuridis sebagai berikut:

a. Para Tergugat mempunyai kewenangan melakukan Audit dalam perkara in litis berdasarkan peraturan perundang-

ah

dengan prosedur audit yang berlaku; -------------------------------

ka

Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dalam perkara in litis adalah guna memenuhi permintaan Penyidik Kejaksaan Agung yang sedang melakukan penyidikan atas

ah

ep

b. Bahwa Tergugat II dalam melaksanakan Audit Dalam

ub

undangan sebagaimana diuraikan di atas dan telah sesuai

lik

Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara

ng

Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Halaman 63 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 63

es

In do ne si

angka 4. dengan judul Keputusan Para Tergugat Merugikan

A gu ng

ub lik

PT Indosat Mega Media (IM2); ---------------------------------------

In do ne si a

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Kerugian mempunyai

b
Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2); ------------

ng

Bahwa selanjutnya Tergugat II menyampaikan hasil Audit Penghitungan Keuangan Negara

Tergugat I dan kemudian Tergugat I menyerahkan kepada Penyidik Kejaksaan Agung; ----------------------------

Bahwa hal tersebut sesuai dengan Pasal 7 ayat (1) huruf

h dan Pasal 120 ayat (1) KUHAP yang pada pokoknya menyatakan bahwa penyidik mempunyai kewenangan untuk mendatangkan orang ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara. Dalam hal ini Para Tergugat keahlian khusus di bidang

ah

am

ah k

keuangan negara dalam perkara dugaan tindak pidana

c. Bahwa LHPKKN yang disampaikan oleh Para Tergugat

ah

A gu ng

kepada Kejaksaan Agung RI adalah kewajiban hukum Para Tergugat. Bahwa atas tindak lanjut laporan tersebut adalah

menjadi kewenangan aparat penegak hukum sesuai dengan

kewenangannya, sehingga Para Tergugat tidak dapat

dipersalahkan atas laporan tersebut tetapi wajib dilindungi oleh hukum; ----------------------------------------------------------------

adalah dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan melaksanakan APKKN dengan maksud untuk menimbulkan kerugian bagi Penggugat, sehingga dalil penggugat tersebut adalah tidak benar sehingga harus ditolak; ---------------------------7. Bahwa Tergugat menolak dalil Penggugat pada posita angka 5. dengan judul

ka

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 64

es

penerbitan Keputusan Tergugat tidak sesuai

ep

ub

perundang-undangan, maka tidak terbukti bahwa Tergugat II

lik

Dengan demikian, audit yang dilakukan oleh Para Tergugat

In do ne si

korupsi tersebut; -----------------------------------------------------

ep

akuntansi dan auditing guna menghitung kerugian

ub lik

In do ne si a
kepada

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Negara

b
dengan prosedur dan standar audit investigasi yang benar berdasarkan argumentasi yuridis sebagai berikut:

gu

ah

ng

a. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:

PER/05/M.PAN/03/2008 tanggal 31 Maret 2008 tentang Standar Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah hanya mengatur mengenai audit kinerja dan audit investigative; ----

b. Bahwa sesuai dengan perkembangan jenis audit diperlukan pengaturan lebih lanjut mengenai audit dengan tujuan tertentu khususnya audit penghitungan kerugian keuangan

negara. Hal tersebut didasarkan pada Pasal 50 ayat (1) huruf b dan penjelasannya PP 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP); -------------------------c. Bahwa untuk melaksanakan Audit Penghitungan Kerugian Keuangan menerbitkan

am

ep
oleh

ub lik
Tergugat Kepala BPKP

ah k

(APKKN),

Peraturan

(PPBI). Hal tersebut karena dalam PP Nomor 60 Tahun

ah

A gu ng

2008 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/05/M.PAN/03/2008 tidak mengatur ------------------------

mengenai audit penghitungan kerugian keuangan negara;

Bahwa sesuai dengan Lampiran Peraturan Kepala BPKP audit kepada pihak yang berkepentingan, pada angka 07 dinyatakan:

Nomor:1314/K/D6/2012 Bab II.PP205.pengkomunikasian hasil

ka

ah

ng

Halaman 65 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 65

2) Pengkomunikasian hasil audit PKKN dilakukan dengan Penyidik untuk memastikan bahwa seluruh bukti yang

es

1) Hasil audit berupa pendapat Auditor BPKP tentang jumlah kerugian keuangan Negara merupakan pendapat keahlian profesional auditor sehingga tidak dikomunikasikan kepada Pimpinan Obyek Penugasan; -----------------------------------------

ep

Untuk penugasan audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan Negara (PKKN) atas permintaan penyidik atau pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan permintaan penyidik, berlaku ketentuan sebagai berikut:

ub

lik

In do ne si

D6/2012 tentang Pedoman Penugasan Bidang Investigasi

In do ne si a
BPKP Nomor:1314/K/

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Bab

b A gu
d.

ng

digunakan auditor BPKP merupakan bukti yang lengkap yang digunakan sebagai bukti dalam berkas perkara dan Penyidik telah menyerahkan seluruh bukti yang mempengaruhi jumlah kerugian keuangan Negara. ; ----------

Berdasarkan uraian di atas, maka Para Tergugat tidak perlu

mengkomunikasikan hasil audit PKKN kepada Penggugat sebagai auditi; -----------------------------------------------------------------

Bahwa sesuai dengan Lampiran Peraturan Kepala BPKP Nomor:1314/K/D6/2012 II.PP204.Pengumpulan dan

ah

ah k

6) Apabila diperlukan auditor BPKP dapat melakukan pengumpulan bukti tambahan bersama penyidik dengan ketentuan sebagai berikut: (1) Pengumpulan bukti dilakukan dibawah koordinasi penyidik; ----------------------------------------------------------------

ah

ka

ah

e.

Bahwa sesuai dengan Peraturan Kepala BPKP Nomor:1314/K/

ng

kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 66

es

Penghitungan Kerugian Keuangan Negara telah melakukan

D6/2012, Tergugat II selaku auditor dalam melaksanakan Audit

ep

(3) Auditor BPKP harus memastikan tidak ada pelanggaran hukum atau aturan lain yang dilakukan auditor BPKP saat pengumpulan bukti tambahan termasuk apabila bukti yang perlu dikumpulkan adalah bukti berupa dokumen elektronik.; ------------------------------------------------------------

ub

lik

(2) Auditor BPKP harus menghormati kewenangan Penyidik dalam pengumpulan bukti sebagaimana diatur dalam KUHAP; ----------------------------------------------------------------

In do ne si

A gu ng

5) Dalam hal Auditor BPKP memerlukan klarifikasi atau konfirmasi secara langsung kepada pihak-pihak yang terkait, permintaan klarifikasi atau konfirmasi disampaikan oleh auditor BPKP melalui Penyidik dan pelaksanaan klarifikasi atau konfirmasi didampingi oleh Penyidik; -------------------------

ep

Dalam audit penghitungan kerugian keuangan Negara, auditor mengumpulkan dan mengevaluasi bukti sesuai dengan pedoman pengumpulan dan evaluasi audit investigative. Perbedaannya terletak pada cara pengumpulan bukti. Dalam APKKN, bukti dikumpulkan melalui penyidik. Hal-hal khusus yang diatur dalam APKKN diatur sebagai berikut:

am

ub lik

evaluasi bukti, pada angka 09 dinyatakan:

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
final

b
Mengumpulkan dan meminta data /dokumen/bukti yang diperlukan melalui Penyidik dalam rangka penugasan

gu

ah

ng

menghitung kerugian keuangan negara; ---------------------------

Melakukan diskusi dengan ahli dibidang telekomunikasi dan pejabat dari Kominfo; ----------------------------------------------------

Meminta data /dokumen/bukti lainnya yang dianggap kurang

melalui penyidik dan melakukan rekonstruksi fakta dan kejadian berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh; ---------------

bukti audit telah sesuai dengan Peraturan Kepala BPKP Nomor:1314/K/D6/2012; -----------------------------------------------Dengan demikian, APKKN yang dilakukan oleh Tergugat II sudah sesuai dengan prosedur dan peraturan perundangundangan yang berlaku, sehingga dalil penggugat tersebut harus di tolak; ------------------------------------------------------------------

ah k

am

8.

Bahwa Para Tergugat menolak dalil Penggugat pada posita angka 7. dengan judul Keputusan para Tergugat kongkret, individual dan berdasarkan argumentasi

sebagaimana telah diuraikan dalam Eksepsi Para Tergugat huruf A tersebut di atas; -----------------------------------------------------

9.

Bahwa Para Tergugat menolak dalil Penggugat pada posita angka 8. dengan judul

objek gugatan bertentangan dengan

asas-asas umum pemerintahan yang baik terutama mengenai berikut:

ah

prinsip kehati-hatian berdasarkan argumentasi yuridis sebagai

a. Bahwa dalam Pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak diatur: --------------------------------------------------------------(1) Terhadap Wajib Bayar untuk jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) atas permintaan Instansi Pemerintah dapat dilakukan pemeriksaan oleh instansi yang berwenang; -----------------

ka

ah

ep

ub

lik

ng

Halaman 67 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 67

es

In do ne si
yuridis

A gu ng

ub lik

Bahwa sesuai uraian di atas, Tergugat II dalam memperoleh

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
pada

b gu A ng
(2) Terhadap Instansi Pemerintah yang ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) atas permintaan Menteri dapat dilakukan pemeriksaan khusus oleh instansi yang berwenang; ----------------------------------Penjelasan Pasal 14: ---------------------------------------------------Ayat (1): Ayat (2): Pemeriksaan dalam hal ini dalam rangka melaksanakan pengawasan intern dan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban sesuai dengan peraturan perundangundangan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta dalam rangka melaksanakan peraturan perundang undangan tersebut; -------------------------------------------------------------------Yang dimaksud dengan instansi yang berwenang adalah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Badan Pemeriksa Keuangan tetap dapat melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; --------------------------------

ah

ah k

am

b. Bahwa dalam perkara a quo adalah perkara dugaan tindak

pidana korupsi sebagaimana dinyatakan oleh Kejaksaan Agung sebagaimana dimaksud dalam Surat

ah

Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI

Nomor: B-234/F.2/Fd.1/01/2012 tanggal 31 Januari 2012 sehingga tunduk pada Undang-undang Tipikor, yang tidak tunduk pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak; ----------------------------------c. Bahwa audit PKKN yang dilakukan oleh Para Tergugat didasarkan permintaan Penyidik sebagaimana diuraikan di atas; ---------------------------------------------------------

ka

ah

ep

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 68

es

In do ne si
Direktur

A gu ng

ub lik

. yang dimaksud dengan instansi yang berwenang adalah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Badan Pemeriksa Keuangan tetap dapat melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; --------------------------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Nomor: sehingga mengajukan

b
Sesuai uraian di atas, Para Tergugat berwenang melakukan audit PKKN dalam perkara a quo; ----------------------------------------

gu

ng

d. Bahwa terhadap dalil posita Penggugat alinea 1 halaman 20 sebagai berikut:

s.d. alinea 1 halaman 21 adalah tidak benar dengan alasan

1) Bahwa surat Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: T-684/M.KOMINFO/KU.04.01/11/2012 tanggal 13 November 2012 terbit setelah Para Tergugat menerbitkan

ah

LHPKKN pada tanggal 31 Oktober 2012, maka Surat Tergugat, sehingga tidak dipertimbangkan oleh Tergugat II; ------------------------------------------------------------------------2) Bahwa terhadap materi surat Menteri Komunikasi dan Informatika T-684/M.KOMINFO/KU.04.01/

Menteri tersebut di luar ruang lingkup audit PKKN Para

ah k

am

11/2012 pada saat ini sedang diuji kebenarannya di

terdakwanya,

kebenaran

surat

ah

A gu ng

Komunikasi dan Informatika Nomor: T-684/M.KOMINFO/ KU.04.01/11/2012 belum terbukti secara hukum; -----------

Sesuai uraian di atas, materi LHPKKN tersebut telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; --------

Dengan demikian, LHPKKN yang diterbitkan oleh Para Tergugat

telah sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik,

III.

DALAM PERMOHONAN PENUNDAAN PELAKSANAAN KEPUTUSAN

ka

1.

Bahwa

untuk

dapat

ub

TATA USAHA NEGARA

permohonan

ah

dalam perkara a quo, Penggugat harus mengajukan alasan hukum

sesuai dengan Pasal 67 dan Penjelasannya UU PERATUN yang menyatakan sebagai berikut:

ep

Pelaksanaan LHPKKN Para Tergugat sebagai obyek sengketa

lik

sehingga dalil penggugat tersebut harus di tolak; --------------------

ng

Halaman 69 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 69

es

In do ne si
Menteri penundaan

Pengadilan Tipikor Jakarta dengan Penggugat sebagai

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b A gu
(2) Penggugat dapat mengajukan permohonan agar pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara itu ditunda selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan, sampai ada putusan Pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap; -(3) Permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat diajukan sekaligus dalam gugatan dan dapat diputus terlebih dahulu dari pokok sengketanya; -----------------------------------------(4) Permohonan penundaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2):

ah

ng

(1) Gugatan tidak menunda atau menghalangi dilaksanakannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara serta tindakan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang digugat;

am

a. dapat dikabulkan hanya apabila terdapat keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan penggugat sangat dirugikan jika Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap dilaksanakan; --------------------b. tidak dapat dikabulkan apabila kepentingan umum dalam rangka pembangunan mengharuskan dilaksanakannya keputusan tersebut; ---------------------------------------------------Penjelasan Pasal 67:

ah k

ah

A gu ng

Berbeda dengan Hukum Acara Perdata maka Hukum Acara Tata Usaha Negara Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara itu selalu berkedudukan sebagai pihak yang mempertahankan keputusan yang telah dikeluarkannya terhadap tuduhan penggugat bahwa keputusan yang digugat itu melawan hukum; ------------------------------

ah

Dari segi perlindungan hukum, maka Hukum Acara Tata Usaha Negara yang merupakan sarana hukum untuk dalam keadaan konkret meniadakan anggapan tersebut. Oleh karena itu, pada asasnya selama hal tersebut belum diputuskan oleh pengadilan, maka Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap dianggap menurut hukum dapat dilaksanakan; --------------------------Akan tetapi dalam keadaan tertentu, penggugat dapat mengajukan permohonan agar selama proses berjalan, Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu diperintahkan ditunda pelaksanaannya.

ka

ep

ub

Akan tetapi selama hal itu belum diputus oleh Pengadilan, maka Keputusan Tata Usaha Negara itu harus dianggap menurut hukum. Dan proses di muka Pengadilan Tata Usaha Negara memang dimaksudkan untuk menguji apakah dugaan bahwa Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu melawan hukum beralasan atau tidak. Itulah dasar Hukum Acara Tata Usaha Negara yang bertolak dari anggapan bahwa Keputusan Tata Usaha Negara itu selalu menurut hukum; -----------------------------------------------------------

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 70

es

In do ne si

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
menolak yang tetap

b A gu
a. terdapat keadaan yang sangat mendesak, yaitu jika kerugian yang akan diderita penggugat akan sangat tidak seimbang dibanding dengan manfaat bagi kepentingan yang akan dilindungi oleh pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara tersebut; atau -----------------------------------------------------------------b. pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan umum dalam rangka pembangunan; -----------------------------------------------------di atas, maka permohonan Penundaan Pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara tersebut dapat diajukan oleh Penggugat dengan alasan sebagai berikut: 1) Terdapat keadaan

ah

am

ub lik
sangat

2.

Bahwa berdasarkan Pasal 67 UU PERATUN sebagaimana disebut

ng

Pengadilan akan mengabulkan permohonan penundaan pelaksanaan Keputusan Tata Usaha negara tersebut hanya apabila:

mendesak

ah k

diterbitkannya Keputusan Tata Usaha Negara tersebut, yaitu

jika kerugian yang akan diderita Penggugat akan sangat tidak seimbang dibanding dengan manfaat bagi kepentingan yang akan dilindungi oleh pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara tersebut; atau -------------------------------------------------------

2) Pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu

tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan umum dalam rangka pembangunan; ------------------------------------------------------

3.

Bahwa dalam perkara a quo, dalil Penggugat mengenai alasan

ah

pada pokoknya terdapat keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan Penggugat sangat dirugikan jika Keputusan TUN dilaksanakan

ub
dalil

lik
sebagaimana Penggugat

penundaan pelaksanaan LHPKKN Para Tergugat tersebut adalah

ka

permohonan penundaan pelaksanaan Keputusan Tata Usaha

ah

Bahwa

Para

Tergugat

ep

Negara angka 2,3 dan 4 halaman 22-23 Gugatan; ----------------------tersebut

berdasarkan argumentasi yuridis sebagai berikut:

ng

Halaman 71 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 71

es

In do ne si
dalam

A gu ng

In do ne si a
dengan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
penegak

b
a. Bahwa dalil Penggugat mengenai tercemarnya nama Penggugat melalui pemberitaan di media massa, tidak ada kaitannya

gu

ah

ng

LHPKKN Para Tergugat dengan alasan sebagai berikut:

1) Bahwa Para Tergugat hanya menyerahkan LHPKKN kepada Kejaksaan Agung dan tidak pernah memberikan informasi kepada media massa; ---------------------------------------------------

2) Bahwa mengenai pemberitaan di media massa, merupakan tugas dari media massa untuk memberitakan informasi

mengenai kasus tersebut. Untuk menangkis berita yang

dianggap negatif oleh Penggugat tersebut, Penggugat dapat menggunakan hak jawabnya melalui media massa tersebut sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pers (UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers); ----------------------------------b. Bahwa dalil Penggugat mengenai berkembangnya isu bahwa PT IM2 akan di tutup tidak ada kaitannya LHPKKN Para

ah k

am

1) Bahwa Penggugat adalah mantan Dirut PT IM2 yang pada

saat ini sedang diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor oleh hukum sesuai

kewenangannya; ---------------------------------------------------------

2) Bahwa sebagai mantan Dirut PT IM2, Penggugat tidak ada kaitan (hubungan hukum) dengan PT IM2 lagi, sehingga

penetapan Penggugat sebagai terdakwa dalam kasus Tipikor

ah

IM2 dan membuat keresahan karyawan; ----------------------

perhitungan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang

ka

ah

1) Pelaksanaan Audit dalam rangka Penghitungan Kerugian

ng

Pemerintah dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 72

es

permintaan Kejaksaan Agung sesuai dengan program

Keuangan Negara oleh Para Tergugat guna memenuhi

ep

dilakukan Penggugat, dengan alasan sebagai berikut:

ub

c. Bahwa dalil Penggugat mengenai LHPKKN dijadikan dasar

lik

tersebut tidak akan berakibat hukum pada penutupan PT

In do ne si
dengan

Tergugat dengan alasan sebagai berikut:

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
kerugian alat

b
Apabila LHPKKN Para Tergugat ditunda pelaksanaannya, maka hal tersebut akan menghambat dan merugikan

ng

kepentingan bangsa dan negara dalam pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (kepentingan umum); -------------------kepentingan hukum

2) Timbulnya

sebagaimana didalilkan bagi Penggugat tersebut di atas adalah pada saat ditetapkan sebagai Tersangka oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri

Kejaksaan Agung selanjutnya dijadikan sebagai Terdakwa di

ah

oleh Para Para Tergugat; ------------------------------------------3) LHPKKN Para Tergugat yang menjadi obyek sengketa a quo bukanlah satu-satunya bukti yang menyebabkan Penggugat menjadi Tersangka maupun Terdakwa, karena Penyidik dan Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Agung

am

ah k

Tergugat tersebut untuk memperkuat Surat Dakwaan; --------

ah

A gu ng

4) Dalam pelaksanaan Penyidikan oleh Kejaksaan Agung RI, dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam

dan selanjutnya Penggugat ditetapkan sebagai Terdakwa

Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan

Negeri Jakarta Pusat, sepenuhnya menjadi kewenangan Kejaksaan Agung RI; ----------------------------------------------------

Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak terikat secara hukum terhadap

ka

ah

ep

ub

5) Bahwa selanjutnya, dalam menjatuhkan putusan dalam

lik

LHPKKN diterbitkan oleh Para Para Tergugat. Majelis Hakim dalam menjatuhkan Putusan didasarkan pada kebenaran Halaman 73 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 73

es

In do ne si

menggunakan alat bukti sah lainnya selain LHPKKN Para

ep

ub lik

Jakarta Pusat, dan bukan pada saat diterbitkannya LHPKKN

In do ne si a
Penggugat

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dilaksanakan, untuk

b
material yang terungkap dan terbukti dalam persidangan, yang tidak hanya didasarkan pada satu alat bukti saja, dalam

gu

ng

hal ini tidak hanya didasarkan pada LHPKKN Para Para Tergugat; -------------------------------------------------------------------

Berdasarkan uraian di atas, terbukti bahwa:

a) tidak terdapat keadaan yang sangat mendesak bagi Penggugat, karena tidak ada kerugian kepentingan hukum

Penggugat jika Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap malah sebaliknya apabila

ah

pelaksanaan Laporan Hasil Audit Tergugat II ditunda maka akan menghambat dan merugikan kepentingan bangsa dan negara dalam pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; -------b) kewenangan menetapkan Penggugat sebagai

am

ah k

tersangka yang kemudian sebagai terdakwa ada pada aparat penegak hukum, dan; -----------------------------------------c) aparat penegak hukum tidak terikat secara hukum terhadap LHPKKN yang diterbitkan oleh Para Tergugat; -------------------

ep

Dengan demikian, permohonan Penundaan Pelaksanaan Laporan

Hasil Audit Para Tergugat tersebut yang diajukan Penggugat Penjelasannya Undang-Undang

adalah tidak benar dan tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 67 dan Nomor 9 Tahun 2004 tentang

Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sehingga permohonan penundaan Pelaksanaan LHPKKN Para Tergugat harus ditolak atau setidaktidaknya tidak dapat diterima; ---------------------------------

ah

mohon ke hadapan Yang Mulia Majelis Hakim pada PTUN Jakarta yang

ka

menjatuhkan putusan sebagai berikut: I. DALAM EKSEPSI: 1.

ah

ep

memeriksa dan mengadili perkara a quo

ub

Berdasarkan seluruh uraian tersebut di atas, maka Para Tergugat

berkenan kiranya untuk

lik

Menerima Eksepsi Para Tergugat untuk seluruhnya; --------------------

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 74

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
2. 3. II. Menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;-------------------------Menghukum Penggugat untuk membayar seluruh biaya perkara ini; 1. 2. 3. Menerima Jawaban Para Tergugat untuk seluruhnya; -----------------Menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya; -------------------------

ah

gu

Menyatakan Surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi Nomor:

SR-1024/D6/01/2012 tanggal 9 November 2012 perihal Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan

ng

DALAM POKOK PERKARA:

Negara Atas Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi 3 (3G) oleh PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) tanggal 9 November 2012 dan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi 3

ah k

am

(3G) oleh PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) tanggal 31 Oktober 2012 (obyek sengketa in casu) adalah sah

ah

A gu ng

secara hukum; --------------------------------------------------------------------

4.

Menghukum Penggugat untuk membayar seluruh biaya perkara ini;

III.

DALAM PERMOHONAN PENUNDAAN PELAKSANAAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA 1. 2.

Menerima Jawaban Para Tergugat untuk seluruhnya; ------------------

Menolak Permohonan Penundaan Pelaksanaan Keputusan Tata

3.

Menghukum Penggugat untuk membayar seluruh biaya perkara ini;

Menimbang, bahwa pada persidangan tanggal 16 Januari 2013 Majelis Hakim telah menerima Surat Permohonan lntervensi yang diajukan

ka

ah

Merdeka Barat No.21, Jakarta, yang dalam hal ini diwakili oleh ALEXANDER RUSLI, selaku Presiden Direktur & Chief Executive Officer, berdasarkan Akta Pendirian No. 55 Tahun 1967, yang telah diubah dengan Akta Notaris No.5

ep

oleh PT Indosat, Tbk, berkedudukan di

ub

Gedung Indosat, Jalan Medan

lik

Usaha Negara Penggugat untuk seluruhnya; ----------------------------

ng

tanggal 3 Oktober 2012, dengan sah bertindak untuk dan atas nama PT. Halaman 75 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 75

es

In do ne si

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Indosat, Tbk., yang dalam hal ini telah memberi kuasa kepada JHON THOMSON, S.H dan MEDI PURBA, S.H Para Advokat dan Penasihat Counsellors of Law yang beralamat di Jl. Gunung Sahari No. 7,3-4th Floor (Gedung DSA Cargo) Jakarta Pusat 10720 baik secara sendiri sendiri maupun bersama-sama, berdasarkan Surat Kuasa tertanggal 12 Januari 2013; ----------------------------------------------------------------------------------------------

2013 Majelis

ah

gu

Menimbang, bahwa pada persidangan tanggal tanggal 23 Januari

ng

Hukum dari Law Office of J. THOMSON & PARTNERS Advocates &

Hakim telah menerima Surat Permohonan lntervensi yang

diajukan oleh PT Indosat, Mega Media (IM2), di Jalan Kebagusan Raya No.36 Jakarta Selatan 12550, yang dalam hal ini diwakili oleh RIDWAN FIRNADI KARSA, selaku Direktur Utama,, berdasarkan Akta Notaris Pahala Sutrisno Amijoyo Tampubolon SH., No. 58 tanggal 25 September 1996, terakhir diubah dengan Akta Nomor 11 tanggal 6 Juli 2010 dihadapan Notaris Bray Mahyastoeti S.H., Notaris di Jakarta, dengan demikian sah bertindak untuk dan atas nama PT. Indosat, Mega Media (IM2), yang dalam hal ini

ah k

am

telah memberi kuasa kepada JHON THOMSON, S.H dan MEDI PURBA, S.H

ah

A gu ng

Para Advokat dan Penasihat Hukum dari Law Office of

J. THOMSON &

PARTNERS Advocates & Counsellors of Law yang beralamat di Jl. Gunung

Sahari No. 7,3-4th Floor (Gedung DSA Cargo) Jakarta Pusat 10720 baik secara sendiri sendiri maupun bersama-sama, berdasarkan Surat Kuasa tertanggal 12 Januari 2013; ------------------------------

Menimbang, bahwa atas permohonan intervensi yang diajukan oleh

PT. Indosat Tbk., dan PT. Indosat Mega Media (IM2) tersebut, pada

persidangan tanggal 7 Februari 2013, Majelis Hakim telah menentukan sikapnya dalam Putusan Sela Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT., yang pada pokoknya menyatakan permohonan intervensi tersebut dimana PT. Indosat Tbk., didudukan sebagai Penggugat II Intervensi 1 dan PT. Indosat Mega

ka

ah

Menimbang, bahwa selanjutnya Penggugat II Intervensi 1 dan 2 mengajukan gugatan intervensi dengan mengemukakan alasan-alasan sebagai berikut: --------------------------------------------------------------------------------

ep

Media (IM2) didudukan sebagai Penggugat II Intervensi 2; ------------------------

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 76

es

In do ne si

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
BPKP Korupsi Kepala

b
Alasan gugatan Penggugat II Intervensi 1: I. Tentang : Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II Bahwa Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II

ah

gu

adalah merupakan Keputusan Tata Usaha Negara sebagaimana

dimaksud dalam ketentuan Pasal 1 Butir 9 Undang-Undang RI No. 5

Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara jo. Undang-undang RI No. 9 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-undang RI No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara Undang-undang RI

ng

adalah merupakan Keputusan Tata Usaha Negara; --------------------------

No. 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara (selanjutnya disebut UU PTUN), yaitu : 1.

am

Merupakan suatu penetapan tertulis; ---------------------------------------Bahwa jelas Objek Sengketa adalah merupakan suatu penetapan tertulis, yaitu : Surat Deputi

ah k

Bidang

Investigasi,

A gu ng

Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor : SR-1024/

D6/01/2012 Tanggal 9 Nopember 2012, Perihal : Laporan Hasil Tindak Pidana Dalam Pembangunan

Audit Dalam Rangka Perhitungan Kerugian Negara atas Dugaan

Frekwensi Radio 2.1 GHZ Generasi Tiga (3G) Oleh PT. Indosat, Tbk dan PT. Indosat Mega Media (IM2); -------------------------------

ah

(Vide Copy Surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi No. SR-1024/D6/01/2012, Lampiran-1); --------------------------------------

(LHAPKKN) Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2.1 GHz/ Generasi Tiga (3G) oleh PT. Indosat, Tbk. Dan PT. Indosat Mega Media (IM2) Tanggal 31 Oktober 2012 oleh Tim BPKP; --(Vide Copy Laporan Surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi No. SR-1024/D6/01/2012, Lampiran-2); -----------------

ka

ah

ep

ub

Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara

lik

ng

Halaman 77 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 77

es

In do ne si
Badan Jaringan

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
ia mendapat

b
2. Dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara; -----------Di dalam Pasal 1 angka 8 UU No. 51 Tahun 2009 disebutkan : berdasarkan peraturan perundang-undanga yang berlaku; -----------

gu

Dimana dari ketentuan pasal tersebut dapat dilihat bahwa

pengertian bahwa siapa yang dapat digolongkan sebagai badan

atau pejabat TUN menjadi lebih luas. Sehingga suatu lembaga, organisasi, atau perorangan dapat termasuk badan atau pejabat TUN sepanjang pelimpahan wewenang Pemerintah dalam melaksanakan urusan pemerintah; -----------------Tergugat I selaku Deputi BPKP, Deputi Bidang Investigasi, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ( BPKP) adalah yang mewakili lembaga BPKP sebagai Badan dalam kategori Lembaga Pemerintah Non-Departemen (LPND) yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden; -------------------------Tergugat II adalah Tim BPKP yang ditugaskan Direktur Direktorat Investigasi Instansi Pemerintah, sebagaimana Surat Tugas Nomor :

ng

Badan atau pejabat yang melaksanakan urusan pemerintahan

ah

am

ah k

ep
yang peraturan

ST-524/D6/01/3/2012 tanggal 2 Oktober 2012, dimana Tim BPKP

tersebut adalah para Auditor yang bertanggung jawab pada Profesinya/Dirinya sendiri dalam kapasitas dan fungsinya sebagai Intern Pemerintah oleh (APIP) diberi mandat

Auditor Pemerintah yang tergabung dalam Aparat Pengawasan

wewenang)

perundang-undangan

ah

Kode Etik APIP; --------------------------------------------------------------------

merupakan entitas yang berbeda, maka dapat digugat secara

ka

tersebut dapat dilihat bahwa pengertian bahwa siapa yang dapat digolongkan sebagai badan atau pejabat TUN menjadi lebih luas. Sehingga suatu lembaga, organisasi, atau perorangan dapat

ah

ep

terpisah dalam gugatan TUN, karena dari ketentuan dua pasal

ub

Dengan demikian mengingat Tergugat I dan Tergugat II in casu

lik

melaksanakan audit, dimana sebagai Auditor tunduk pula pada

ng

termasuk badan atau pejabat TUN sepanjang ia mendapat

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 78

es

In do ne si
(pelimpahan untuk

A gu ng

ub lik

In do ne si a
dari

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
pelimpahan wewenang dari Pemerintah dalam melaksanakan urusan pemerintah; --------------------------------------------------------------peraturan perundang-undangan yang berlaku; ----------------------------

ah

gu

Bahwa perbuatan hukum badan atau Pejabat Tata Usaha Negara

dikatakan yang bersumber pada suatu ketentuan hukum tata usaha

negara yang dapat menimbulkan hak dan kewajiban pada orang lain, dalam hal ini Penggugat II Intervensi I dan PT Indosat Mega Media (IM2) (in casu Penggugat II Intervensi II), yaitu : ----------------Sumber ketentuan hukum, yang menjadi dasar tindakan hukum Tergugat I adalah : ---------------------------------------------------------------Dasar Pengaturan : -

ng

3.

Berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara yang berdasarkan

am

Kepres No. 31 Tahun 1983 tanggal 30 Mei 1983 tentang BPKP;Kepres No. 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas,

ah k

Lembaga Pemerintah Non Departemen; -------------------------------

Kepres No. 110 Tahun 2001 Tentang Unit Organisasi dan

Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departmen, terakhir dengan PP No. 64 Tahun 2005 ; ------------------------------------------

Peraturan Pemerintah RI No. 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; -----------------------------------------

Sumber ketentuan hukum, yang menjadi dasar tindakan hukum

ah

Tergugat II selain apa yang diatur dalam Dasar pengaturan Tergugat I bahwa dasar pengaturan Tergugat II sebagai Auditor

ka

Dasar Pengaturan : --------------------------------------------------------------Sebagai Profesi Auditor Pemerintah lebih khusus pengaturannya dalam Kode Etik APIP dan Standar Audit APIP yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara :

ah

ep

ub

adalah : ------------------------------------------------------------------------------

lik

ng

Halaman 79 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 79

es

In do ne si

Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
keuangan

b
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Kode Etik Aparat Pengawasan Intern Pemerintah; -----------------Nomor : PER/04/M.PAN/03/2008 tanggal 31 Maret 2008 tentang -

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur negara Standar Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah; -------------

Nomor : PER/05/M.PN/03/2008 tanggal 31 Maret 2008 tentang

Pedoman Penugasan Bidang Investigasi (PPBI) yang diatur

dalam Peraturan Kepala BPKP No. PER-1314/K/D6/2012 tanggal 16 Oktober 2012; ---------------------------------------------------

ah

4.

Bersifat kongkrit, individual, dan final serta menimbulkan akibat hukum; ------------------------------------------------------------------------------Bahwa Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II tersebut termasuk sebagai objek sengketa yang bersifat kongkrit, individual, dan final serta menimbulkan akibat hukum bagi Penggugat II Intervensi I sebagaimana yang diatur dalam ketentuan Pasal 1 angka (3) UU PTUN, sebagai berikut : ----------------------------

ah k

am

ah

A gu ng

a. Bersifat konkret ----------------------------------------------------------------

Artinya obyek yang diputuskan/ditetapkan dalam Keputusan

TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II itu tidak abstrak, tetapi berwujud, tertentu atau dapat di tentukan, yakni Penyampaian dan adanya Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Perhitungan Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/ Generasi Tiga (3g) oleh PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), dengan jumlah kerugian Negara sebesar

Rp. 1.358.343.346.674,00 (Satu Trilyun Tiga Ratus Lima Puluh Delapan Milyar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Rupiah); -------------------------------------------------------------------------

ka

ah

ep

Empat Puluh Enam Ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Empat

ub

lik

ng

b. Bersifat individual -------------------------------------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 80

es

In do ne si

ub lik

In do ne si a

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
terkait

b
Artinya Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II tidak ditujukan untuk umum, tetapi tertentu baik

ah

gu

c. Bersifat Final ------------------------------------------------------------------Bersifat final, artinya

ng

alamat maupun hal yang dituju, yakni kepada Jaksa Agung

Muda Tindak Pidana Khusus dan terkait pada perhitungan Frekuensi Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh Penggugat II

kerugian keuangan negara terkait dalam Penggunaan Jaringan

Intervensi I dan PT Indosat Mega Media (IM2) ( in casu Penggugat II Intervensi II); -------------------------------------------------

ub lik
Jumlah dan

Perhitungan oleh Tergugat II dan Penyampaian LHPKKN oleh Tergugat I sudah definitif, dalam arti Tidak Lagi Memerlukan Persetujuan Instansi Atasan ataupun Pihak lain dan karenanya dapat menimbulkan akibat hukum, yakni telah dijadikan sebagai dasar penghitungan kerugian keuangan negara oleh Direktur

am

ah k

Keputusan TUN tersebut dinyatakan bahwa jumlah kerugian

ah

A gu ng

keuangan negara adalah sebesar Rp.1.358.343.346.674,- (Satu Trilyun Tiga Ratus Lima Puluh Delapan Milyar Tiga Ratus Enam Ratus Tujuh Puluh Empat Rupiah); -----------------------------

Empat Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Empat Puluh Enam Ribu

II.

Tentang : Kepentingan dan Alas Hak Penggugat II Intervensi I dalam Mengajukan Gugatan Intervensi; ---------------------------------------------------

ini, terutama untuk melindungi hak-hak penggugat intervensi yang kepentingan hukum Penggugat II Intervensi I, yaitu sebagaimana dinyatakan dalam beberapa hal sebagai berikut : -----------------------------1. Bahwa perbuatan Tergugat I berupa penyampaian Surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor : SR-1024/D6/01/2012 Tanggal 9

ka

ah

ep

ub

dilindungi hukum, yaitu bahwa dalam Objek Sengketa terkait erat pada

lik

Bahwa Penggugat II Intervensi I sangat berkepentingan dalam perkara

Halaman 81 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 81

Perhitungan Kerugian Negara atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi

ng

Nopember 2012, Perihal : Laporan Hasil Audit Dalam Rangka

es

In do ne si

Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, dimana dalam

ep

In do ne si a
Angka Hasil

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Dalam Pembangunan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT. Indosat, Tbk dan PT. Indosat Mega Media (IM2) karena berdasarkan Keputusan Tergugat I tersebut, saat ini Kejaksaan Agung RI telah menyatakan bahwa Penggugat II

ah

gu

Intervensi I adalah Korporasi yang dijadikan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi; -------------------------------------------------

2.

Bahwa perbuatan Tergugat II berupa Laporan Hasil Audit

Perhitungan Kerugian Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) Oleh PT. Indosat Tbk dan PT. Indosat Mega Media (IM2) Tanggal 31 Oktober 2012 tersebut telah

ng

tersebut, telah merugikan kepentingan Penggugat II Intervensi I,

am

merugikan kepentingan Penggugat II Intervensi I, karena dalam Keputusan TUN Tergugat II tersebut pada pokoknya dinyatakan sebagai berikut : -------------------------------------------------------------------

ah k

yang diperoleh melalui Penyidik dapat disimpulkan bahwa telah

ah

A gu ng

terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan Perjanjian Kerjasama

Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) antara PT Indosat, Tbk dengan PT Indosat Mega Media (IM2) berupa penggunaan bersama frekuensi milik PT Indosat oleh PT IM2 yang bertentangan dengan ketentuan; ----------------Vide Halaman 2 Laporan Hasil Audit ------------------------------------

tanpa mendapat izin dari Menteri dan tanpa membayar Biaya

dimaksud dalam pasal 30 PP Nomor : 53 Tahun 2000 tentang

ka

ah

Vide Halaman 2 Laporan Hasil Audit -----------------------------------III. Tentang : Tenggang Waktu Pengajuan Gugatan ------------------------------1. Bahwa Keputusan TUN Tergugat I diterbitkan pada tanggal 09 Nopember 2012 dan diterima oleh Penggugat II Intervensi I pada

ep

Penggunaan Spektrum Frekuensi dan Orbit Satelit; -----------------

ub

Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi ke Negara sebagaimana

lik

PT IM2 menggunakan bersama frekuensi milik PT Indosat, Tbk

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 82

es

In do ne si

Berdasarkan data/bukti/dokumen/keterangan para Saksi/Ahli

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R
Jaringan

b
tanggal 10 Januari 2013 adapun Gugatan Intervensi dimohonkan pada tanggal 21 Januari 2013; -----------------------------------------------diajukan dalam tenggang waktu yang ditentukan dalam Pasal 55 UU PTUN, yakni 90 (sembilan puluh) hari sejak saat di terimanya

ah

gu

atau diumumkan Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara; ------------------------------------------------------------------------------

2.

Bahwa Keputusan TUN Tergugat II diterbitkan pada tanggal 31 Oktober 2013 dan diterima oleh Penggugat II Intervensi I pada tanggal 10 Januari 2013 adapun Gugatan Intervensi a quo diajukan pada tanggal 16 Januari 2013; ------------------------------------------------

ng

Berdasarkan hal tersebut di atas maka Gugatan Intervensi a quo

am

Berdasarkan hal tersebut di atas maka Gugatan a quo diajukan dalam tenggang waktu yang ditentukan dalam Pasal 55 UU PTUN, yakni 90 (sembilan puluh) hari sejak saat di terimanya atau diumumkan Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara; --IV. Tentang : Fakta - Fakta yang Mendasari Diajukannya Gugatan Intervensi ----------------------------------------------------------------------------------

ah k

1.

Bahwa Penggugat II Intervensi I dan IM2 (in casu Penggugat II Intervensi II) adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang Pasal 7 ayat (1) UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dikatakan sbb :---------------------------------------------------------------------(1) Penyelenggaraan telekomunikasi meliputi :

Penyelenggaraan Telekomunikasi, dimana berdasarkan

ah

a. Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi; ---------------------c. Penyelenggaraan Telekomunikasi Khusus; -----------------------

ka

yang bergerak dalam bidang Telekomunikasi yaitu sebagai Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi yang salah satunya menyelenggarakan Bergerak Seluler berdasarkan

ah

ep

2.

Bahwa Penggugat II Intervensi I adalah merupakan perusahaan

ub

b. Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi; ---------------------------

lik

ng

Halaman 83 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 83

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
alokasi

b
Keputusan Menteri Kominfo No. 102/KEP/M.KOMIMFO/10/2006 jo. Keputusan Menteri Kominfo No. 504/KEP/M.KOMIMFO/08/2012;---Telekomunikasi dikatakan bahwa :

ah

gu

Penyelenggaran Jaringan Telekomunikasi adalah kegiatan penyediadaan atau pelayanan jaringan telekomunikasi yang memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi; ----------------------

3.

Bahwa selain sebagai Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi sebagaimana angka 2. Tersebut di atas, bahwa Penggugat II

Frekuensi 2.1 GHz berdasarkan Keputusan Menteri Kominfo No. 19/KEP/M.KOMINFO/2/2006 dan Keputusan Menteri No. 268/KEP/ M.KOMINFO/9/2009, dengan demikian, PT Indosat, Tbk adalah juga perusahaan yang Sah Secara Hukum untuk menggunakan spektrum frekuensi radio sesuai dengan penetapan yang diberikan dan membangun Jaringan Bergerak Seluler; --------

ah k

am

4.

Bahwa Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) milik Penggugat II Intervensi I adalah diperoleh berdasarkan lelang sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu IMT-2000 pada pita frekuensi 2.1 GHz yang telah dilakukan

melalui Seleksi Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Selular

Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi pada bulan Februari

2006, dimana penetapan lelang didasarkan Keputusan Menteri Kominfo No. 19/KEP/M.KOMIMFO/2/2006 tanggal 14 Februari 2006 tentang Penetapan Pemenang Seleksi Penyelenggara

ah

Jaringan Bergerak Selular IMT-2000 pada Pita Frekwensi Radio 2.1 GHz beserta

ub
pita radio

lik
frekuensi yang

ka

----------------------------------------------------5. Bahwa setiap pengguna

ep

frekuensi

memang

ah

menyelesaikan seluruh kewajiban terkait pembayaran Nilai Awal

(Up-front fee) maupun Biaya Hak Penggunaan (BHP) yang ditetapkan berdasarkan Undang-undang, tagihannya

ng

dilakukan dan disampaikan oleh Kementerian Kominfo; --------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 84

es

In do ne si
radio; wajib

A gu ng

ub lik

Intervensi I juga mendapatkan Penetapan Penggunaan Spektrum

ng

Dalam Pasal 1 butir 13 UU No. 36 Tahun 1999 tentang

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
kerjasama

b
Dimana dalam hal ini Penggugat II Intervensi I sudah membayar Biaya Nilai Awal (Up Front Fee) dan Biaya Hak Penggunaan (BHP) sebesar Rp. 1.358.343.346.674,- (Satu Trilyun Tiga Ratus Lima Puluh Delapan Milyar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Tiga

ah

gu

Ratus Empat Puluh Enam Ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Empat Rupiah); ------------------------------------------------------------------------------

6.

Bahwa pada tanggal 24 September 2006 antara Penggugat II

Intervensi I dengan IM2 (in casu Penggugat II Intervensi II) menyelenggarakan

ng

Pita Spektrum Frekuensi Radio dari Tahun 2006 s/d 2011 adalah

ub lik
jasa layanan

akses

broadband 3G/HSDPA melalui jaringan pita spektrum frekuensi radio 2.1 GHz milik PT Indosat, Tbk dengan Perjanjian Kerjasama

am

No. Indosat : 225/E00-EAA/MKT/06 dan No. 0996/DU/ MU/IMM/

ah k

7.

Bahwa IM2 (in casu Penggugat II Intervensi II) adalah perusahaan

UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dikatakan bahwa :

Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi adalah kegiatan penyediadaan atau pelayanan jasa telekomunikasi yang memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi; ---------------------IM2 (in casu Penggugat II Intervensi II) sebagai Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi telah memiliki Izin Penyelenggaraan Jasa Akses Internet sesuai dengan Keputusan Dirjen Postel No. 220/

DIRJEN/2006, tanggal 22 Juni 2006, dengan demikian Penggugat II Intervensi II adalah perusahaan yang Sah Secara Hukum untuk

ah

menjadi Penyelenggara ISP (Internet Service Provider) dan

ka

wireless broadband; ----------------------------------------

ah

dengan Penyelenggara Jasa Telekomunikasi dimungkinkan dan

dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku, yaitu Pasal 9 ayat (2) UU No. 36 Tahun

ep

8.

Bahwa Kerjasama antara Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi

ub

memeiliki hak penuh untuk menyelenggarakan layanan internet

lik

ng

1999 jo. Pasal 13 Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2000 jo. Halaman 85 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 85

es

In do ne si

Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi, dimana Pasal 1 butir 14

A gu ng

ep

XI/06; ---------------------------------------------------------------------

In do ne si a
internet

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Pasal 5 ayat (1) dan (2) Keputusan Menteri Kominfo No. 21 Tahun 2001; ---------------------------------------------------------------------------------

ah

gu

Penyelenggaraan jasa telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi, menggunakan dan atau menyewa jaringan telekomunikasi milik penyelenggara jaringan telekomunikasi; ------Pasal 13 Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2000 :

am

Pasal 5 ayat (1) dan (2) Keputusan Menteri Kominfo No. 21 Tahun 2001 :

ah k

(1) Dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi, penyelenggara jasa telekomunikasi menggunakan jaringan telekomunikasi milik penyelenggara jaringan telekomunikasi; -------------------------------(2) Penyelenggara jasa telekomunikasi dalam menggunakan jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan melalui kerjasama yang dituangkan dalam suatu perjanjian tertulis.; ----------------------------------------------------------Bahwa pada tanggal 9 Nopember 2012 Tergugat I mengeluarkan Keputusan TUN, yaitu berupa SURAT NOMOR : SR-1024/

9.

D6/01/2012 Tanggal 9 Nopember 2012, Perihal : Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Perhitungan Kerugian Negara Atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pembangunan Jaringan Frekwensi

ah

Indosat Mega Media (IM2); ------------------------------------------

Bahwa perbuatan Tergugat I tersebut, telah merugikan kepentingan Penggugat II Intervensi I, karena berdasarkan Keputusan Tergugat berbagai media massa bahwa Penggugat II Intervensi I adalah Korporasi yang telah dijadikan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi; ---------------------------------------------------------------------

ka

ah

ep

I tersebut, saat ini Kejaksaan Agung RI telah menyatakan di

ub

lik

Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) Oleh PT. Indosat Tbk dan PT.

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 86

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

Dalam penyelenggaraan jasa telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b, penyelenggara jasa telekomunikasi menggunakan jaringan telekomunikasi milik penyelenggara jaringan telekomunikasi; -----------------------------------

ng

Pasal 9 ayat (2) UU No. 36 Tahun 1999 :

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Keuangan

b
Keputusan TUN Tergugat I tersebut adalah sebagai pengantar Keputusan TUN Tergugat II kepada Jaksa Agung Muda Tindak LHPKKN Tim Auditor in casu Keputusan TUN Tergugat II tentang adanya Kerugian Negara sebesar

ng

Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI yang justru melegitimasi

1.358.343.346.674,- (Satu Trilyun Tiga Ratus Lima Puluh Delapan Milyar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Empat Puluh Enam Ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Empat Rupiah) atas Kasus

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Penggunaan Jaringan

ah

Intervensi I dan IM2 (in casu Penggugat II Intervensi II); --------------10. Bahwa pada tanggal 31 Oktober Tergugat II mengeluarkan Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan negara atas Perkara

am

ah k

Frekwensi Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT. Indosat, Tbk

dan PT. Indosat Mega Media (IM2); -----------------------------------------Bahwa perbuatan Tergugat II tersebut telah merugikan kepentingan

ep

Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan

ah

A gu ng

Penggugat II Intervensi I, karena dalam Keputusan TUN dari Tergugat II tersebut pada pokoknya dinyatakan sebagai berikut :----

Berdasarkan data/bukti/dokumen/keterangan para Saksi/Ahli yang diperoleh melalui Penyidik dapat disimpulkan bahwa telah

terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan Perjanjian Kerjasama

Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (IM2) berupa penggunaan bersama frekuensi milik PT Indosat

Vide Halaman 2 Laporan Hasil Audit ------------------------------------

ka

tanpa mendapat izin dari Menteri dan tanpa membayar Biaya

ah

ng

Penggunaan Spektrum Frekuensi dan Orbit Satelit; ---------------Halaman 87 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 87

es

dimaksud dalam pasal 30 PP Nomor : 53 Tahun 2000 tentang

Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi ke Negara sebagaimana

ep

PT IM2 menggunakan bersama frekuensi milik PT Indosat, Tbk

ub

oleh PT IM2 yang bertentangan dengan ketentuan; ----------------

lik

(3G) antara PT Indosat, Tbk dengan PT Indosat Mega Media

In do ne si

ub lik

Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh Penggugat II

In do ne si a
Rp.

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
kerjasama

b
Vide Halaman 2 Laporan Hasil Audit -----------------------------------11. Bahwa pada tanggal 13 Nopember 2012, Menkominfo melalui Dugaan Kerugian Negara pada Kasus IM2-Indosat, pada pokoknya

gu

telah menyatakan bahwa Kerjasama PT IM2 dan PT Indosat merupakan bentuk antara Penyelenggara Telekomunikasi dengan Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi; Selanjutnya, dalam surat tersebut dikatakan bahwa

ng

suratnya Nomor : T-684/M.KOMINFO/KU.04.01/11/2012 perihal

ah

kerjasama ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-

undangan, yaitu Pasal 9 ayat (2) Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi jo. Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi jo. Pasal 5 Keputusan Menteri Perhubungan No. Km. 21/2001

am

ah k

seperti ini juga dilakukan oleh ratusan Penyelenggara Jasa

12. Bahwa selain angka 11 tersebut di atas, bahwa Keputusan TUN

ah

A gu ng

Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II tersebut juga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

(onwetmatige), dimana hal ini sesuai dengan penjelasan UU PTUN, dimana suatu keputusan TUN dapat dinilai bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu sebagai berikut:

A. Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II

perundang-undangan

yang

bersifat

Bahwa Sumber ketentuan hukum, yang menjadi dasar tindakan

ka

Kepres No. 31 Tahun 1983 tanggal 30 Mei 1983 tentang

ah

BPKP; -----------------------------------------------------------------------

ep

hukum Tergugat I dan Tergugat II adalah :

ub

(vormgebreken); --------------------------------------------------------------

lik

bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan prosedural/formal

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 88

es

In do ne si

Telekomunikasi lainnya; ---------------------------------------------------------

ep

tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi. Bentuk kerjasama

ub lik

In do ne si a
Jasa bentuk

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
kemudian

b
Kepres No. 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Lembaga Pemerintah Non Departemen; --------------------------Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja

Kepres No. 110 Tahun 2001 Tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departmen, terakhir dengan PP No. 64 Tahun 2005; ---------------------------

Peraturan Pemerintah RI No. 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; --------------------------

ah

Auditor Pemerintah yang independen dan diberikan mandate kewenangan, peraturan perundang-undangan tersebut dinormatifkan lebih teknis dalam prosedur/formal Standar Audit APIP dan Kode Etik APIP dan Pedoman Penugasan Bidang Investigasi sebagai berikut : Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara

am

ah k

ep
Audit

Nomor : PER/04/M.PAN/03/2008 tanggal 31 Maret 2008

A gu ng

tentang Kode Etik Aparat Pengawasan Intern Pemerintah;----

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur negara Nomor : PER/05/M.PN/03/2008 tanggal 31 Maret 2008 tentang Standar Aparat Pengawasan Pemerintah; ---------------------------------------------------------------Intern

Pedoman Penugasan Bidang Investigasi (PPBI) yang diatur dalam Peraturan Kepala BPKP No. PER-1314/ K/ D6/2012 tanggal 16 Oktober 2012; -------------------------------

ah

TUN Tergugat II dan selanjutnya dilegitimasi oleh Keputusan TUN Tergugat I jelas bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang bersifat prosedural/ formal (vormgebreken ), dengan alasan sebagai berikut : A.1. Bahwa

ka

ah

ng

Pemerintah menugaskan TIM BPKP dengan Koordinator adalah Tergugat II jelas mengeluarkan Surat Tugas

Halaman 89 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 89

es

sebelumnya

ep

ub
Direktur

Dimana Tidak Dapat Disangkal bahwa penerbitan Keputusan

lik
Investigasi

In do ne si
Instansi

ub lik

Dan kemudian, dalam menjalankan fungsinya sebagai Profesi

In do ne si a

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Jaringan

b
Nomor : ST-524/D601/3/2012 tertanggal 2 Oktober 2012 yang intinya adalah :

gu

ah

ng

.. dengan ini Direktur Investigasi Instansi Pemerintah Deputi Bidang Investigasi BPKP menugaskan : 1.

F. Hary Pitra Juwanto NIP. 19660203 198603 1 002 Pengendali Teknis; --------------------------------------------

2. 3.

Sukamto NIP. 19671225 199303 1 001 Ketua Tim;---

Khusnul Khotimah NIP. 19870702 200901 1 001

Untuk melakukan perhitungan kerugian keuangan Negara atas kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Frekwensi Radio 2.1 GHz/ Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2); ----------------------------------------

am

ah k

dan pengendalian Sdr. Nasrul Wathan, Ak, CFE, BKP,

Cfr.A selaku Kepala Sub Direktorat Investigasi Instansi Pemerintah Pusat II; -----------------------------------------------

A.2.

Bahwa sebagaimana diatur dalam Bab I PU101 angka 02 Peraturan Kepala BPKP Nomor : PER-1314/K/D6/2012

tentang Pedoman Penugasan Bidang Investigasi (PPBI), bahwa :

ah

dilakukan dengan tujuan khusus di luar audit keuangan

ini adalah audit dalam rangka penghitungan kerugian audit penyesuaian harga; -----------------------------------------

ka

ah

Selanjutnya angka 03 disebutkan bahwa : Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan

ep

keuangan Negara, audit investigatif, audit klaim, dan

ub

dan audit kinerja. Termasuk dalam audit tujuan tertentu

lik

Audit Dengan Tujuan Tertentu adalah audit yang

ng

Negara (PKKN) adalah audit dengan tujuan tertentu yang

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 90

es

In do ne si

Pelaksanaan penugasan tersebut di bawah koordinasi

A gu ng

ep

ub lik

Anggota Tim; ----------------------------------------------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dan

b
dimaksudkan untuk menyatakan pendapat mengenai nilai kerugian keuangan Negara yang timbul dari suatu kasus penyimpangan

gu

ng

digunakan

untuk

tindakan litigasi; ----------------------------------------------------Selanjutnya angka 04 disebutkan bahwa :

Audit Investigatif adalah proses mencari, menemukan, dan mengumpulkan bukti secara sistematis

bertujuan mengungkapkan terjadi atau tidaknya suatu

ah

hukum selanjutnya; ------------------------------------------------Selanjutnya Bab I PU102 angka 07 disebutkan bahwa : PPBI wajib dipedomani oleh seluruh unit kerja di BPKP

am

ah k

memastikan

ep
bahwa kasus

yang melakukan penugasan bidang investigasi untuk output yang dihasilkan dapat

dipertanggungjawabkan secara professional; --------------A.3. Bahwa sebagaimana diatur dalam Bab II PP 202 angka 10 butir 7) point (1) Peraturan Kepala BPKP Nomor : PER-1314/K/D6/2012 tentang Pedoman Penugasan

Bidang Investigasi (PPBI), bahwa :

Untuk audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan Negara berlaku ketentuan sebagai berikut : (1) Atas satu yang telah dilakukan

ah

kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan oleh

audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan

ka

Penyidik; ---------------------------------------------------------

ah

ng

audit dalam rangka penghitungan kerugian Negara, yaitu Halaman 91 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 91

es

digariskan bahwa prosedur/formal untuk dapat dilakukan

Bahwa dari ke 3 (tiga) hal tersebut, secara limitatif telah

ep

negara apabila diminta secara tertulis oleh Instansi

ub

Penyidik maka atas kasus tersebut dapat dilakukan

lik

investigatif dan telah diterbitkan LHAI, kemudian

In do ne si
audit

A gu ng

ub lik

perbuatan dan pelakuknya guna dilakukan tindakan

In do ne si a
mendukung yang

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
diharuskan

b
setelah dilakukan audit investigative dan telah diterbitkan LHAI. Dimana dalam perkara a quo prosedur/formal ini tidak

gu

ah

ng

pernah dilakukan oleh Tergugat I maupun oleh Tergugat II Penggugat II Intervensi I dan IM2 (in casu Penggugat II

dan atau Auditor BPKP lainnya, hal ini terbukti bahwa

Intervensi II) tidak pernah dilakukan pemeriksaan sebagai Auditee, tidak pernah dilakukan pemeriksaan fisik, tidak

pernah dilakukan wawancara, pendek kata Tergugat I dan Tergugat II tidak mengacu pada standard an praktik-praktik terbaik (best practices) profesi bidang akutansi dan audit sebagaimana

ub lik
dalam peraturan peraturan bersifat

am

undangan dan peraturan pelaksanannya; ------------------------Sehingga Putusan TUN Tergugat II yang tidak memenuhi

ah k

ketentuan-ketentuan

ep
yang

prosedur/formal

tersebut adalah bertentangan dengan perundang-undangan,

sehingga Putusan TUN Tergugat II yang disampaikan oleh Tergugat I kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana

ah

A gu ng

Khusus juga dikategorikan bertentangan dengan ketentuanketentuan peraturan perundang-undangan; -----------------------

Keputusan TUN yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan patutlah dinyatakan batal atau tidak sah; --------------------------------------------------------------------------

B. Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II perundang-undangan

(inhoudsgebreken), dalam praktek ini adalah menyangkut isi keputusan TUN yang bertentangan dengan peraturan dasarnya, atau peraturan yang lebih tinggi; ----------------------Bahwa Keputusan TUN Tergugat II dan selanjutnya yang dilegitimasi oleh Keputusan TUN Tergugat I, yang pada pokoknya telah

ka

ah

ep

menyimpulkan

ub

lik
bahwa

bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan materiil/substansial

Kerjasama

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 92

es

In do ne si

In do ne si a
perundang-

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
telah

b
PT Indosat, Tbk (in casu Penggugat II Intervensi I) dengan Penggugat II Intervensi II sebagai berikut :

gu

ah

ng

.bahwa

terjadi

penyimpangan

pelaksanaan Perjanjian Kerjasama Penggunaan Jaringan

Frekwensi Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) antara PT

Indosat, Tbk dengan PT Indosat Mega Media (IM2) berupa penggunaan bersama frekuensi milik PT Indosat oleh PT IM2 yang bertentangan dengan ketentuan; --------

PT IM2 menggunakan bersama frekuensi milik PT Indosat, Tbk tanpa mendapat izin dari Menteri dan tanpa membayar Biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi ke Negara sebagaimana dimaksud dalam pasal 30 PP Nomor : 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi dan Orbit Satelit; ---------------------------------------

am

ah k

ep
Tergugat

Vide Halaman 2 Laporan Hasil Audit ---------------------------

A gu ng

Sehingga diperoleh adanya Kerugian Keuangan Negara Lima Puluh Delapan Milyar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga

sebesar Rp. 1.358.343.346.674,- (Satu Trilyun Tiga Ratus

Juta Tiga Ratus Empat Puluh Enam Ribu Enam Ratus Tujuh

Puluh Empat Rupiah), jelas bertentangan dengan ketentuanketentuan dalam bersifat Keputusan TUN peraturan perundang-undangan yang (inhoudsgebreken), I yang dimana

ah

materiil/subtansial

lik

didasarkan

Keputusan Tergugat II, bertentangan dengan peraturan dasarnya, yaitu berdasarkan hal-hal sebagai berikut : Bahwa benar dalam penyelenggaraan telekomunikasi, setiap Penyelenggara Telekomunikasi wajib membayar Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) Telekomunikasi (vide, Pasal 26 UU Telekomunikasi) dan Kontribusi

ka

ah

ep

ub

Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi (lebih

ng

Halaman 93 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 93

es

In do ne si
pada

ub lik

Vide Halaman 2 Laporan Hasil Audit ---------------------------

In do ne si a
dalam

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Penyelenggara

b
dikenal sebagai USO/Universal Service Obligation) (vide, Pasal 16 UU Telekomunikasi); -----------------------------------

gu

ah

ng

Bahwa oleh karena besarannya berupa prosentase atas pendapatan, maka pembayaran BHP Telekomunikasi dan USO dilakukan dengan mekanisme self-assessment,

untuk kemudian dilakukan pemeriksaan final bersamaan dengan laporan keuangan perusahaan yang sudah di-

audit setiap akhir tahun buku. Selanjutnya, Kementerian

Kominfo akan menerbitkan semacam tagihan (tanpa menunjukkan besaran yang harus dibayar, karena mekanisme meminta self-assessment ) setiap triwulan untuk

ub lik
Telekomunikasi Telekomunikasi Telekomunikasi yang

am

pembayaran; ----------------------------------------------------------

ah k

perhitungan sendiri dan menyetor ke kas negara. Di akhir

auditor independen. Perhitungan BHP Telekomunikasi

A gu ng

dan USO dilakukan kembali dengan data-data yang

sudah di-audit. Jika ditemukan kekurangan, maka akan dilakukan pembayaran kekurangan, dan jika ditemukan kelebihan, maka akan diperhitungkan dalam pembayaran

berikutnya. Mekanisme ini pada dasarnya mirip dengan mekanisme pembayaran Pajak kepada negara; -------------

ah

Penyelenggara

Telekomunikasi

spektrum frekuensi radio juga dikenakan Biaya Hak Penggunaan (BHP) Spektrum Frekuensi Radio. Besaran BHP Spektrum Frekuensi Radio bervariasi untuk

ka

ah

dimana

keseluruhannya

ep

berbagai alokasi pita frekuensi dan penggunaannya diatur dalam peraturan

perundangan yang berlaku; --------------------------------------Bahwa berbeda dengan mekanisme pembayaran BHP

ub

lik

Bahwa

Selain

BHP

menggunakan

ng

Telekomunikasi dan USO yang bersifat post-audit dan

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 94

es

In do ne si
dan USO,

tahun pembukuan, masing-masing operator di-audit oleh

ep

Bahwa

Penyelenggara

In do ne si a
melakukan melakukan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
pengguna denda atau Frekuensi

b
self-assessment, BHP Spektrum Frekuensi Frekunsi dibayar satu tahun di muka. Untuk izin baru, pengguna

ng

frekuensi harus membayar BHP Frekuensi terlebih dahulu sebelum izin diterbitkan. Sedangkan untuk izin perpanjangan, harus membayar BHP

Spektrum Frekuensi sebelum jatuh tempo sehingga izin perpanjangan dapat diterbitkan; ---------------------------------

Bahwa jika pengguna terlambat dalam membayar BHP

Spektrum Frekuensi untuk perpanjangan, maka akan demikian, kelalaian dalam melakukan pembayaran BHP Spektrum juga merupakan

ah

am

namun masuk dalam kategori pelanggaran administratif tingkat akhir (vide, Pasal 45 UU Telekomunikasi); ----------

ah k

UU Telekomunikasi memberikan ancaman pidana yang

A gu ng

berbeda-beda sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan, yaitu : 1)

Menyelenggarakan telekomunikasi tanpa izin Menteri atau denda paling banyak Rp. 600 juta; ------------------

dengan ancaman kurungan paling lama 6 tahun dan

2)

Tidak dapat menjamin kebebasan pengguna untuk

ah

ancaman kurungan paling lama 1 tahun dan atau

3)

Tidak

memberikan

ub
prioritas

denda paling banyak Rp. 100 juta; -----------------------untuk pengiriman,

ka

yang menyangkut keamanan negara, keselamatan marabahaya; dan atau wabah penyakit, dengan

ah

jiwa manusia dan harta benda, bencana alam,

ep

penyaluran, dan penyampaian informasi penting

lik

memilih

jaringan

telekomunikasi

lain,

ng

Halaman 95 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 95

es

In do ne si
dengan

Bahwa untuk pelanggaran yang masuk kategori pidana,

ep

yang diancam dengan pencabutan izin sebagai sanksi

ub lik

dikenakan

pencabutan

In do ne si a
izin. Dengan pelanggaran,

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
atau dan jaringan

b
ancaman kurungan paling lama 2 tahun dan atau

denda paling banyak Rp. 200 juta; ------------------------

ng

4)

Orang yang melakukan perbuatan tanpa hak, tidak sah, memanipulasi atau atau akses ke

gu

telekomunikasi;dan telekomunikasi;

akses akses

telekomunikasi khusus, dengan ancaman kurungan Rp. 600 juta; ----------------------------------------------------5)

paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak

ah

Menyambungkan jaringan telekomunikasi khusus dengan telekomunikasi lain, dengan ancaman kurungan paling lama 4 tahun dan atau denda paling banyak Rp. 400 juta; ------------------------

am

ah k

6)

Memperdagangkan, membuat, merakit, memasukkan atau menggunakan perangkat telekomunikasi di wilayah Negara Republik Indonesia yang tidak sesuai

ep
paling

dengan persyaratan teknis, diancam kurungan paling

lama 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100 juta; ----------------------------------------------------------------

7)

Menggunakan spektrum frekuensi tanpa izin atau tidak sesuai dengan banyak peruntukannya, Rp. 400 juta

ancaman kurungan paling lama 4 tahun dan atau denda dan jika

ah

mengakibatkan kematian seseorang kurungan paling lama 15 tahun; -------------------------------------------------8) Pesawat atau kapal asing yang menggunakan spektrum frekuensi radio tidak sesuai peruntukannya, diancam dengan kurungan paling lama 2 tahun dan atau denda paling banyak Rp. 200 juta; -----------------9) Orang yang melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi, diancam

ka

ah

ep

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 96

es

In do ne si
dengan

A gu ng

ub lik

In do ne si a
jaringan jasa ke ke jaringan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
yang dalam jasa

b
dengan kurungan paling lama 6 tahun dan atau

denda paling banyak Rp. 600 juta; ------------------------

ng

10) Orang yang melakukan kegiatan penyadapan atas informasi disalurkan bentuk melalui jaringan

gu

telekomunikasi

apapun, diancam

dengan kurungan paling lama 15 tahun; ----------------11) Penyelenggara telekomunikasi

membocorkan informasi yang dikirim dan atau

ah

jaringan telekomunikasi dan atau jasa telekomunikasi yang diselenggarakannya, diancam dengan kurungan paling lama 2 tahun dan atau denda paling banyak Rp. 200 juta; -----------------------------------------(Vvide, Pasal 47 s/d 57 UU Telekomunikasi) -----------------

am

ah k

Berdasarkan uraian tersebut di atas, UU Telekomunikasi sejak awal memandang permasalahan pembayaran BHP

ep

ah

A gu ng

Telekomunikasi, USO maupun BHP Spektrum Frekuensi Radio adalah sebagai sengketa bagian hukum administrasi negara; bukan suatu delik atau kejahatan yang menjadi bagian dari

hukum pidana. Sedangkan, penggunaan spektrum frekuensi

radio yang tidak sesuai peruntukannya dianggap sebagai suatu delik Tindak Pidana di Bidang Telekomunikasi, bukan tindak pidana korupsi; ----------------------------------------------------------------

UU Telekomunikasi sebagai lex special, maka hal itu sematamata adalah sengketa administrasi telekomunikasi dan Tindak Pidana di bidang Telekomunikasi sehingga masuk dalam ruang lingkup hukum administrasi negara dan hukum pidana di bidang administrasi negara (administration penal ). Dengan demikian penyelesaian yang sejalan dengan prinsip hukum itu adalah

ka

ah

ng

Halaman 97 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 97

es

Komunikasi dan Informatika yang berwenang menentukan ada

kaedah dalam UU Telekomunikasi.

ep

ub

lik

Konkritnya, Menteri

In do ne si

ub lik

diterima oleh pelanggan jasa telekomunikasi melalui

In do ne si a
yang

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
sangkaan

b
tidaknya pelanggaran atas pembayaran BHP Telekomunikasi, USO maupun BHP Spektrum Frekuensi Radio; ----------------------

ng

Bahwa mengingat disamping tidak memperjanjikan hal-hal yang dilarang bagi kedua belah pihak, bahwa tidak ada pasalpasal dalam perjanjian yang melanggar regulasi, justru

kesimpulan Keputusan TUN Tergugat II tersebut bertentangan

dengan peraturan dasarnya, karena Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio 2.1 GHz oleh PT Indosat, Tbk (in casu Penggugat Intervensi) adalah sah karena telah memiliki izin dari Menkominfo; ------------------------------------------------------------------Perlu diketahui pula bahwa penggunaan yang dimaksud bukanlah penggunaan secara bersama-sama pita frekuensi 2.1 GHz, sehingga bahwa telah terjadi kerugian keuangan negara (in casu Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II) adalah kekeliruan yang nyata,

ah

am

ah k

seluruh kewajiban terkait pembayaran Up-front fee maupun

ah

A gu ng

BHP Frekuensi untuk pita 2.1 GHz dengan total (sampai akhir

tahun 2012) sebesar Rp. 2.416.661.561.248,- sesuai dengan tagihan yang disampaikan oleh Kementerian Kominfo. Dengan demikian, seluruh hak negara atas penggunaan pita frekuensi 2.1 GHz sudah dipenuhi oleh Penggugat II Intervensi I; ------------

IM2 (in casu Penggugat II Intervensi II) adalah salah satu Seluler yang dibangun dengan pita frekuensi 2.1 GHz, dimana

juga tidak melakukan penggunaan bersama atas pita frekuensi radio 2.1 GHz, oleh sebab itu kewajiban pembayaran up-front fee dan BHP Frekuensi tidak pernah dikenakan kepada IM2; ---Menteri Komunikasi dan Informatika sendiri melalui Surat perihal Kepastian Hukum atas Kerjasama antara PT Indosat, Tbk dan

ka

ah

ep

ub

IM2 tidak menggunakan pita frekuensi radio 2.1 GHz dan IM2

lik

pelanggan Indosat yang menggunakan Jaringan Bergerak

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 98

es

In do ne si

mengingat Penggugat II Intervensi I telah menyelesaikan

ep

ub lik

In do ne si a

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
yang perjanjian kewajiban

b
PT Indosat Mega Media (PT IM2) tertanggal 24 Februari 2012 juga telah menegaskan bahwa :

ng

5. Sesuai dengan penjelasan angka 2, 3 dan 4 di atas, maka jasa akses internet (Internet Service Provider)

gu

diselenggarakan oleh PT Indosat Mega Media (PT IM2) dengan menggunakan jaringan bergerak seluler milik PT Indosat Tbk, dilaksanakan tertulis melalui

berdasarkan

sudah

sesuai

ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi beserta peraturan pelaksanaannya; 6. Selain itu, PT Indosat Mega Media (PT IM2) juga tidak mempunyai untuk membayar Biaya

ah

am

ub lik
pembayaran

Penggunaan (BHP) Spektrum Frekuensi Radio karena PT Indosat Mega Media (PT IM2) tidak menggunakan spektrum frekuensi radio sendiri untuk menyelenggarakan jasa akses internet. PT Indosat Mega Media (PT IM2) menggunakan

ah k

ep
peraturan

jaringan bergerak seluler milik PT Indosat Tbk menggunakan

pita frekuensi radio 900 MHz, 1800 MHz dan 2,1 GHz. Dengan demikian, kewajiban Biaya

Penggunaan (BHP) Spektrum Frekuensi Radio berada pada PT Indosat Tbk.; ---------------------------------------------------------

Melalui surat tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika

selaku regulator bidang telekomunikasi telah menyatakan

ah

antara Indosat dan IM2 yang menimbulkan kewajiban bagi IM2 jaringan telekomunikasi, sehingga pada dasarnya tidak ada tindak pidana yang dilakukan baik oleh IM2 maupun Indosat yang dapat menyebabkan kerugian negara; --------------------------Sehingga Putusan TUN Tergugat II yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan

ka

ah

ep

ub

untuk membayar kewajiban-kewajiban sebagai penyelenggara

Halaman 99 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 99

yang disampaikan oleh Tergugat I kepada Jaksa Agung Muda

ng

bersifat materiil/substansial, sehingga Putusan TUN Tergugat II

es

perundang-undangan

lik

bahwa tidak adanya penggunaan bersama frekuensi 2,1 GHz

In do ne si
Hak yang

A gu ng

In do ne si a
yang kerjasama dengan Hak

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
yang bagian

b
Tindak Pidana Khusus juga dikategorikan bertentangan dengan ketentuan-ketentuan peraturan perundang-undangan; -------------

gu

C. Dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat TUN yang tidak berwenang (bevoegdheids-gebreken ), dimana ketidak

ah

ng

Keputusan

TUN

bertentangan

dengan

perundang-undangan patutlah dinyatakan batal atau tidak sah;

wenangan ini berupa : -

BPKP tidak berwenang melakukan audit kerugian negara,

31 Tahun 1983 tentang Pembentukan BPKP telah dicabut dengan Kepres No. 42 Tahun 2001; -------------------------------BPKP hanya memperoleh kewenangan melakukan audit merupakan

am

ep
dari

investigatif berdasarkan PP No. 60 Tahun 2008 yang hanya sistem pengendalian intern

ah k

pemerintah dalam kaitannya dengan pengawasan intern atas penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah yang

bersifat preventif. Artinya BPKP tidak memiliki kewenangan

dalam melakukan pemeriksaan investigatif berkaitan dengan

unsur tindak pidana korupsi. Sehingga ketika ditemukannya adanya kerugian negara yang mengandung unsur pidana, maka kewenangan tindak lanjut atas temuan tersebut BPK; -------------------------------------------------------------------------

sampai pada proses hukumnya adalah menjadi kewenangan

ah

Undang-undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan

yang berwenang menyatakan ada tidaknya kerugian negara memperoleh laporan dari lembaga pengawasan internal seperti inspektorat jenderal termasuk dalam hal ini BPKP maupun atas temuan Hasil Audit Investigatif BPK itu sendiri;

ka

ah

ep

yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi setelah

ub

Pemeriksa Keuangan dinyatakan : Dalam hal ini BPK lah

lik

Selanjutnya dalam ketentuan Pasal 10 ayat (1) dan (2)

ng

Pasal 10 ayat (1) :

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 100

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

dimana sebagaimana diatur dalam Pasal 3 huruf u Kepres

In do ne si a
peraturan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
banyak resmi di

b gu A ng
BPK menilai dan/ atau menetapkan jumlah kerugian Negara yang diakibatkan oleh perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai yang dilakukan oleh bendahara, pengelola BUMN/BUMD, dan lembaga atau badan lain yang menyelenggarakan pengelolaan keuangan negara; ----------Pasal 10 ayat (2) : Penilaian kerugian Negara dan/ atau penetapan pihak yang berkewajiban membayar ganti kerugian sebgaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan dengan keputusan BPK; -----------------------------------------------------------------------Bahwa dengan status PT Indosat, Tbk. yang adalah -

ah

perusahaan PMA dan badan hukum swasta, maka sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) dan (2) Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern

am

Pemerintah, Tergugat I dan Tergugat II tidak berwenang untuk memeriksa PT Indosat, Tbk karena bukan instansi pemerintah/lembaga intern pemerintah yang mengelola

ah k

keuangan negara; -------------------------------------------------------13. Bahwa sekiranyapun Tergugat I dan Tergugat II berhak melakukan

A gu ng

audit investigatif - quod non bahwa ternyata Hasil Audit BPKP tersebut bertentangan dengan Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik/AAUPB (Algemeene Beginselen van Behoorlijk Bestuur/ The Principles of The Good Administration), dimana AAUPB

sebagai suatu doktrin adalah bersifat universal yang sudah diakui dan diterapkan negara, dan ada ada yang pula dirumuskan

ah

(dikodifikasikan)

secara

dikodifikasikan; ---------------------------------------------------------------------

A. Sebagai pedoman atau kode etik bagi Badan/Pejabat TUN

ka

rangka menerbitkan keputusan TUN), yang tujuan akhirnya adalah demi terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih (clean and good governance); ---------------------------------------------

ah

ep

dalam melaksanakan urusan pemerintahan (termasuk dalam

ub

Dimana pada intinya, fungsi dari AAUPB adalah :

lik

ng

Halaman 101 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 101

es

In do ne si
yang tidak

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
diatur

b
Keputusan TUN Tergugat II berupa Pelaksanaan/pekerjaan adalah profesi, dimana Auditor yang bekerja di sektor public

ah

gu

ng

selain dituntut untuk mematuhi ketentuan dan peraturan kepegawaian sebagai seorang pegawai negeri sipil, ia juga dituntut untuk mentaati kode etik Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) serta Standar Audit APIP atau Standar audit lainnya yang telah ditetapkan; ---------------------------------------------

Kode Etik APIP ditetapkan oleh Peraturan Menteri Negara

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/04/M.PAN/

tanggal 31 Maret 2008; -----------------------------------------------------Tergugat II sebagai auditor BPKP, adalah akuntan, anggogat Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), yang dalam keadaan tertentu melakukan audit atas entitas yang menerbit laporan keuangan yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip akutansi yang berlaku

ah k

am

Akutansi Keuangan (PSAK). Karena itu auditor pemerintah

ah

A gu ng

tersebut wajib pula mengetahui dan mentaati Kode Etik Akuntan Indonesia dan Standar Audit sebagaimana diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik yang ditetapkan oleh IAI; --------------Hal ini terlihat bahwa : -

Tergugat I maupun Tergugat II tidak pernah melakukan

pemeriksaan fisik, meminta data atau keterangan apapun

maupun kepada IM2, sehingga Laporan Hasil Audit BPKP

memiliki dasar data serta dokumen yang jelas, berpihak atau berat sebelah; ------------------------------------------------------------Auditor yang melakukan perhitungan kerugikan keuangan negara harus mempunyai pertimbangan profesioal untuk menggunakan teknik-teknik audit yang tepat sebagaimana

ka

ah

ep

ub

merupakan audit yang tidak valid dan tidak objektif atau tidak

lik

kepada PT Indosat, Tbk. ( in casu Pengugat Intervensi)

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 102

es

In do ne si

umum

sebagaimana

ub lik
dalam

03/2008 tanggal 31 Maret 2008 dan No. PER/05/M.PN/03/2008

Pernayataan

In do ne si a
Standar

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
maupun negara

b
dengan teknik auditor yang relevan, kompeten dan cukup, serta dapat digunakan dalam proses peradilan; -----------------

gu

ng

Tergugat

Tergugat

II

dalam

perhitungan kerugian keuangan negara tidak profesional, cermat dan seksama (due profesional care) dan tidak secara

hati-hati ( prudent), karena melakukan perhitungan kerugian keuangan didasarkan atas alat bukti

keterangan-keterangan ahli pro justitia dari pihak Kejaksaan Agung RI, bukan berdasarkan Bukti Audit, karena

ah

Ungkapan yang sering dipakai sebagai panduan dalam melakukan perhitungan kerugian negara adalah without evidence, there is no case ! dimana ungkapan itu menggambarkan betapa pentingnyanya bukti dan dalam hal bukti; -------------------------------------------------------------------------

am

ah k

dimaksudkan adalah semata-mata membantu Penyidik

ah

A gu ng

dalam menghitung kerugian negara terhadap dugaan suatu

tindak pidana korupsi, bukan memberi Opini Hukum atas kasus yang diperiksa, dengan demikian unsur melawan hukum dalam kasus tersebut ditetapkan oleh Penyidik, bukan oleh tenaga ahli dari BPKP; ---------------------

Output dari penugasan perbantuan penghitungan kerugian

memuat

potensi

jumlah

kerugian

lik
keuangan

negara adalah Laporan, dimana laporan tersebut terutama negara,

sedangkan modus operandi maupun unsur melawan hukum tidak boleh dimuat dalam laporan tersebut; ----------------------B. Sebagai tolok ukur dan sekaligus alasan (beroepsgronden) bagi pihak yang merasa dirugikan kepentingannya oleh suatu keputusan yang dikeluarkan oleh Badan/Pejabat TUN untuk mengajukan gugatan terhadap putusan tersebut; --------------------

ka

ah

ep

ub

ng

Halaman 103 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 103

es

In do ne si

Bahwa penugasan penghitungan kerugian keuangan negara,

ep

ini Audit harus menggunakan bukti audit dan bukan alat

ub lik

In do ne si a
melakukan yaitu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Bahwa dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode

gu

ng

Etik Aparat Pengawasan Intern Pemerintah, dalam hal ini

tindakan Tergugat II yang tidak profesional, yaitu akibat kinerja yang tidak optimal dalam pelaksanaan audit, dimana Tidak

Dapat Disangkal bahwa sebagai Auditor yang diharuskan menjunjung tinggi profesi, bahwa Keputusan TUN Tergugat II yang tidak mematuhi prinsip-prinsip perilaku

Obyektifitas dan Kompetensi maka layaklah Pergugat II

ah

C. Sebagai dasar atau kriteria pengujian (toetsingsgronden) bagi Pengadilan atau Hakim TUN menilai apakah keputusan yang diterbitkan oleh Badan/Pejabat TUN itu telah sesuai atau tidak dengan norma-norma hukum dan keadilan, sehingga dapat diputuskan tentang sah atau tidaknya keputusan tersebut; --------

ah k

am

Aparatur Negara Nomor : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode

A gu ng

Etik Aparat Pengawasan Intern Pemerintah, dalam hal ini yang tidak optimal dalam pelaksanaan audit, dimana Tidak

tindakan Tergugat II yang tidak profesional, yaitu akibat kinerja

Dapat Disangkal bahwa sebagai Auditor yang diharuskan menjunjung tinggi profesi, bahwa Keputusan TUN Tergugat II yang tidak mematuhi prinsip-prinsip perilaku

Obyektifitas dan Kompetensi maka Keputusan TUN Tergugat II tidak sesuai dengan norma-norma dan keadilan, sehingga layaklah dinyatakan tidak sah; --------------------------------------------

ah

14. Bahwa dengan demikian, Keputusan TUN Tergugat I maupun Keputusan TUN Tergugat II yang disampaikan kepada Kejaksaan

ka

ah

kerugian keuangan negara; ---------------------------------------------------Dari hal-hal tersebut di atas, bahwa selain bertentangan dengan peraturan perundang-undangan juga bertentangan dengan Asas Umum Pemerintah Yang Baik, khususnya Asas Kecermatan dan Kepastian

ep

Agung RI tidak dapat digunakan sebagai dasar menentukan

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 104

es

In do ne si
khususnya

Bahwa dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan

ub lik

Intervensi I melakukan Gugatan Intervensi; ---------------------------

In do ne si a
khususnya

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Hukum, Maka sesuai dengan Pasal 53 ayat (2) huruf a dan b UU PTUN, keputusan a quo harus dinyatakan batal atau tidak sah dan sengketa tersebut; ---------------------------------------------------------------------V. Tentang Permohonan Pendahuluan Penundaan Keputusan TUN --------Permohonan Pendahuluan Penundaan Keputusan TUN: 1.

ah

gu

Bahwa Pasal 67 UU PTUN mengatur sebagai berikut :

ng

diperintahkan kepada Tergugat I dan Tergugat II untuk mencabut objek

Pasal 67

am

(1) Gugatan tidak menunda atau menghalangi dilaksanakannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara serta tindakan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang digugat; (2) Penggugat dapat mengajukan permohonan agar pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara itu ditunda selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan, sampai ada putusan Pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap;-

ah k

ah

A gu ng

(3) Permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat dia jukan sekaligus dalam gugatan dan dapat diputus terlebih dahulu dari pokok sengketanya; -----------------------------------------(4) Permohonan penundaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2):

a. dapat dikabulkan hanya apabilater dapat keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan penggugat sangat dirugikan jika Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap dilaksanakan; ---------------------

2.

Bahwa berdasarkan ketentuan tersebut diatas, Penggugat II Intervensi I dapat mengajukan permohonan agar pelaksanaan

ka

ah

ditunda selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan, sampai ada putusan Pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap dengan pertimbangan terdapat keadaan

ep

Keputusan TUN

Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II

ub

lik

b. tidak dapat dikabulkan apabila kepentingan umum dalam rangka pembangunan mengharuskan dilaksanakannya keputusan tersebut.; ----------------------------------------------------

ng

yang

sangat

mendesak

yang

mengakibatkan

kepentingan

Halaman 105 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 105

es

In do ne si

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
pun II

b
Penggugat II Intervensi I sangat dirugikan jika Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II tetap dilaksanakan; ----Intervensi I mengajukan permohonan agar pelaksanaan Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II ditunda selama

ah

gu

pemeriksaan sengketa karena terdapat keadaan yang sangat

mendesak yang mengkibatkan kepentingan Penggugat II Intervensi lain : -

I sangat dirugikan jika Keputusan TUN tetap dilaksanakan, antara

ng

3.

Bahwa berdasarkan ketentuan tersebut diatas, Penggugat II

Penggugat II Intervensi I sebagai Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi telah menyelesaikan seluruh kewajiban terkait pembayaran Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi radio yang terdiri dari biaya nilai awal (up front fee ) dan izin pita tahunan untuk periode tahun 2006 sampai dengan akhir tahun 2012 sebesar Rp. 2.416.661.561.248,- sesuai dengan tagihan yang disampaikan oleh Kementerian Kominfo; -----------------------

ah k

am

Dengan demikian, seluruh hak negara atas penggunaan pita

frekuensi 2.1 GHz sudah dipenuhi oleh Penggugat II Intervensi I; -----------------------------------------------------------------------------------

Bahwa nama baik Penggugat Intervensi tercemar melaui pemberitaan-pemberitaan media massa, karena seolah-olah

Penggugat II Intervensi I sebagai korporasi telah melakukan dugaan tindak pidana korupsi yaitu telah melakukan kerugian

ah

4.

Bahwa tidak ada kepentingan umum dalam rangka pembangunan

Keputusan TUN Tergugat II tersebut yang merupakan keputusan

ka

pertimbangan sebagai berikut :

ah

ng

mewajibkan

Penggugat

Intervensi

untuk

melakukan

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 106

es

perundang-undangan

Bahwa sesungguhnya tidak terdapat satu ketentuan peraturan yang menyatakan maupun

ep

tata usaha negara untuk tetap terus dilaksanakan, dengan

ub

yang mengharuskan agar Keputusan TUN Tergugat I dan

lik

keuangan negara; ------------------------------------------------------------

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
oleh

b
pembayaran terlebih dahulu atas tagihan BHP, mengingat Penggugat II Intervensi I sebagai perusahaan Penyelenggaraan

gu

ng

Jaringan

Telekomunikasi

telah

menyelesaikan

kewajiban terkait pembayaran Up-front fee maupun BHP Frekuensi untuk pita 2.1 GHz dengan total (sampai akhir tahun

2012) sebesar Rp. 2.416.661.561.248,- sesuai dengan tagihan yang disampaikan Kementerian Kominfo.

demikian, seluruh hak negara atas penggunaan pita frekuensi 2.1 GHz sudah dipenuhi oleh Penggugat II Intervensi I; ------------

ah

selaku Regulator bidang telekomunikasi melalui Surat perihal Kepastian Hukum atas Kerjasama antara PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (PT IM2) tertanggal 24 Februari 2012

am

ah k

ka

menyatakan

bahwa

ep
tidak

Melalui surat tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika telah adanya penggunaan bersama

ah

ng

sebagai penyelenggara jaringan telekomunikasi, sehingga pada Halaman 107 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 107

es

kewajiban bagi IM2 untuk membayar kewajiban-kewajiban

frekuensi 2,1 GHz antara Indosat dan IM2 yang menimbulkan

ub

6. Selain itu, PT Indosat Mega Media (PT IM2) juga tidak mempunyai kewajiban untuk membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) Spektrum Frekuensi Radio karena PT Indosat Mega Media (PT IM2) tidak menggunakan spektrum frekuensi radio sendiri untuk menyelenggarakan jasa akses internet. PT Indosat Mega Media (PT IM2) menggunakan jaringan bergerak seluler milik PT Indosat Tbk menggunakan pita frekuensi radio 900 MHz, 1800 MHz dan 2,1 GHz. Dengan demikian, kewajiban pembayaran Biaya Hak Penggunaan (BHP) Spektrum Frekuensi Radio berada pada PT Indosat Tbk.; ---------------------------------------------------------

ah

lik

In do ne si

A gu ng

5. Sesuai dengan penjelasan angka 2, 3 dan 4 di atas, maka jasa akses internet (Internet Service Provider) yang diselenggarakan oleh PT Indosat Mega Media (PT IM2) dengan menggunakan jaringan bergerak seluler milik PT Indosat Tbk, yang dilaksanakan melalui kerjasama berdasarkan perjanjian tertulis sudah sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi beserta peraturan pelaksanaannya;

ep

juga telah menegaskan bahwa :

ub lik

Bahwa bahkan Menteri Komunikasi dan Informatika sendiri

In do ne si a
seluruh Dengan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
menyatakan kemajuan di

b
dasarnya tidak ada tindak pidana yang dilakukan baik oleh IM2 maupun Indosat yang dapat menyebabkan kerugian negara; ---Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II yang

ah

gu

nota

ng

5.

Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka apabila

bene

telah

bahwa

kerjasama

Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi dan Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi dianggap suatu pelanggaran hukum Tidak

Ditunda, maka sudah jelas akan mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi kepentingan lainnya, dengan alasan sebagai berikut : Bahwa kita ketahui (TIK)

ub lik
Teknologi sangat Jasa Telekomunikasi antara Jasa

am

Komunikasi

Indonesia

pesat

menjadikan pelayanan sasa TIK (termasuk jasa internet) Pemerintah terutama dalam upaya Pemerintah mempercepat

ah k

dalam Masterplan Percepatan Pertumbuhan dan Perluasan

A gu ng

Ekonomi Indonesia 2011-2005 (MP3EI); ------------------------------Bahwa Penyelenggaraan

penyedia jasa internet melibatkan 280 perusahaan di Indonesia dari kalangan UKM sampai tingkat korporasi besar. Oleh karena itu, apabila kerjasama dan Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Penyelenggara

Telekomunikasi

ah

berdampak kepada terhentinya seluruh usaha pelayanan yang terkait internet seluruh Indonesia, termasuk pelayanan di bidang konten, manufaktur, perbankan, pemerintahan, pendidikan, warnet, serta industri penunjak TIK lainnya; --------------------------Akan menjadi preseden buruk bagi kelangsungan perusahaan penyelenggara ISP (internet service provider) lainnya di tanah air yang melakukan pola kerjasama yang serupa; -------------------

ka

ah

ep

ub

lik

dianggap suatu pelanggaran hukum, maka hal ini akan

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 108

amanat Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang

ng

Untuk adanya kepastian hukum, dalam hal ini selain merupakan

es

In do ne si
termasuk

pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagaimana ditetapkan

ep

menjadi penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan

In do ne si a
antara Informasi dan sehingga

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Dugaan Tindak

b
Telekomunikasi, yaitu juga merupakan hal yang diperlukan untuk menjamin terciptanya iklim investasi pada sektor yang

ah

gu

Dari hal-hal tersebut di atas, sehingga sangat dikhawatirkan Keputusan Tata Usaha Negara tersebut akan menimbulkan

ng

paling tinggi memberikan kontribusi dalam laju pertumbuhan ekonomi nasional, serta untuk menyediakan lapangan kerja; -----

Dimana jika Industri Telekomunikasi terganggu, maka Industri Telekomunikasi di Indonesia berada dalam ketidak pastian hukum; ---------------------------------------------------------------------------

kerugian yang terus berlanjut, maka adalah adil sebelum memutus pokok perkara, Penggugat mohon kepada Majelis Hakim untuk memerintahkan Tergugat I dan Tergugat II melakukan Penundaan Pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara in casu berupa : Surat Deputi Kepala Bidang Investigasi, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor : SR-1024/D6/01/2012

ah k

am

Rangka Perhitungan Kerugian Negara Atas Dugaan Tindak

A gu ng

Pidana Korupsi Dalam Pembangunan Jaringan Frekwensi Radio Indosat Mega Media (IM2); -------------------------------------------------

2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT. Indosat, Tbk dan PT.

Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara atas Perkara Pidana Korupsi

Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga

ah

Tanggal 31 Oktober 2012 oleh Tim BPKP; ----------------------------

ini mempunyai kekuatan hukum tetap. Hal ini sesuai dengan Pasal

ka

ah

ng

Halaman 109 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 109

es

(2) Penggugat dapat mengajukan permohonan agar pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara itu ditunda selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan, sampai ada putusan Pengadilan yang memperoleh kekuatan Hukum tetap;-

ep

67 ayat (2) dan ayat (4) huruf a yang berbunyi sebagai berikut :

ub

Yaitu selama perkara berlangsung sampai putusan dalam perkara

lik

(3G) oleh PT. Indosat, Tbk. Dan PT. Indosat Mega Media (IM2)

In do ne si
dalam

Tanggal 9 Nopember 2012, Perihal : Laporan Hasil Audit Dalam

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
hak-hak

b
VI.

gu

Tentang : Permohonan ----------------------------------------------------------------

Bahwa berdasarkan alasan-alasan sebagaimana tersebut di atas, penggugat intervensi sangat berkepentingan dalam perkara ini, terutama untuk melindungi penggugat intervensi

ng

a. dapat dikabulkan hanya apabila terdapat keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan penggugat sangat dirugikan jika Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap dilaksanakan; --------------------

(4) Permohonan penundaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2):

ah

dilindungi hkum; ------------------------------------------------------------------------Oleh karena itu, selanjutnya Penggugat II Intervensi I mohon kepada Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta C.q Majelis Hakim Pemeriksaan Perkara ini agar memberikan putusan sebagai berikut: DALAM PERMOHONAN PENDAHULUAN 1. Mengabulkan permohonan penundaan pelaksanaan yang

am

ah k

ep

dimohonkan oleh Penggugat II Intervensi I selama perkara ini

ah

A gu ng

berjalan hingga diperolehnya putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkraht van gewijsde ); -----------------------

2.

Memerintahkan kepada Tergugat I untuk menunda pelaksanaan

Keputusan TUN Tergugat I dan memerintahkan Tergugat II untuk menunda pelaksanaan Keputusan TUN Tergugat II; --------------------

3.

Melarang Tergugat I untuk menerbitkan surat keputusan Lanjutan

yang dilandaskan pada Keputusan TUN Tergugat I dan melarang dilandaskan pada Keputusan TUN Tergugat II; ---------------------------

Tergugat II untuk menerbitkan surat keputusan lanjutan yang

DALAM POKOK PERKARA: 1. 2.

ka

Menguatkan Penetapan Penundaan sampai dengan adanya

ah

ng

Surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi, Badan Pengawasan

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 110

es

3.

Menyatakan batal atau tidak sah Keputusan TUN Tergugat I berupa

keputusan yang berkekuatan hukum tetap (inkraht van gewijsde ); --

ep

Mengabulkan Gugatan Penggugat II Intervensi I untuk seluruhnya; -

ub

lik

In do ne si

ub lik

In do ne si a
yang

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Keuangan dan Pembangunan Nomor : SR-1024/D6/01/2012 Tanggal 9 Nopember 2012, Perihal : Laporan Hasil Audit Dalam Korupsi Dalam Pembangunan Jaringan Frekwensi Radio 2.1 GHz/ Generasi Tiga (3G) oleh PT. Indosat Tbk dan PT. Indosat Mega

ah

gu

Media (IM2); ----------------------------------------------------------------

4.

Menyatakan batal atau tidak sah Keputusan TUN Tergugat II berupa Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Negara Atas

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pembangunan Jaringan

dan PT. Indosat Mega Media (IM2). Tanggal 31 Oktober 2012; -----5. Mewajibkan Tergugat I untuk mencabut Keputusan TUN Tergugat I berupa Surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor : SR-1024/ D6/01/2012 Tanggal 9 Nopember 2012, Perihal : Laporan Hasil

ah k

am

Tindak Pidana Korupsi Dalam Pembangunan Jaringan Frekwensi

ah

A gu ng

Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT. Indosat Tbk dan PT. Indosat Mega Media (IM2); ------------------------------------------

6.

Mewajibkan Tergugat II untuk mencabut Keputusan TUN Tergugat

II berupa Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Negara Atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pembangunan Jaringan dan PT. Indosat Mega Media (IM2). Tanggal 31 Oktober 2012; ------

Frekwensi Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT. Indosat Tbk

7.

Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar seluruh

Alasan-alasan gugatan Penggugat II Intervensi 2: I.

ka

adalah merupakan Keputusan Tata Usaha Negara --------------------------Bahwa Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II adalah merupakan Keputusan Tata Usaha Negara sebagaimana

ah

ep

Tentang : Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II

ub

biaya perkara; --------------------------------------------------------------------

lik

ng

dimaksud dalam ketentuan Pasal 1 Butir 9 Undang-Undang RI No. 5 Halaman 111 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 111

es

In do ne si

Audit Dalam Rangka Perhitungan Kerugian Negara Atas Dugaan

ub lik

Frekwensi Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT. Indosat Tbk

ng

Rangka Perhitungan Kerugian Negara Atas Dugaan Tindak Pidana

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Kepala BPKP

b
Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara jo. Undang-undang RI No. 9 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 5 RI No. 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara (selanjutnya

ah

gu

disebut UU PTUN), yaitu : 1.

Merupakan suatu penetapan tertulis -----------------------------------------

Bahwa jelas Objek Sengketa adalah merupakan suatu penetapan

Surat

Deputi

ub lik
Bidang

tertulis, yaitu :

ng

Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara jo. Undang-undang

Investigasi,

am

Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor : SR-1024/ D6/01/2012 Tanggal 9 Nopember 2012, Perihal : Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Perhitungan Kerugian Negara Atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pembangunan Jaringan Frekwensi Radio 2.1 ghz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat,

ah k

ah

A gu ng

(Vide Copy Surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi No. SR-1024/D6/01/2012, Lampiran-1); --------------------------------------

Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara

(LHAPKKN) atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam

Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHZ/Generasi Tiga

(3G) oleh PT Indosat, Tbk. dan PT Indosat Mega Media (IM2) Tanggal 31 Oktober 2012 oleh Tim BPKP; ----------------------------

(Vide Copy Laporan Surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi No. SR-1024/D6/01/2012, Lampiran-2); -----------------

ka

ah

2.

Dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara; ------------

ep

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 112

es

In do ne si

Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2); --------------------------------

ep

In do ne si a
Badan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
ia mendapat

b
Di dalam Pasal 1 angka 8 UU PTUN disebutkan : Badan atau pejabat yang melaksanakan urusan pemerintahan berdasarkan Dimana dari ketentuan pasal tersebut dapat dilihat bahwa

gu

pengertian bahwa siapa yang dapat digolongkan sebagai badan

atau pejabat TUN menjadi lebih luas. Sehingga suatu lembaga, organisasi, atau perorangan dapat termasuk badan atau pejabat TUN sepanjang pelimpahan wewenang

ng

peraturan perundang-undanga yang berlaku; ----------------------------

Pemerintah dalam melaksanakan urusan pemerintah; -----------------

ah

Tergugat I selaku Deputi BPKP, Deputi Bidang Investigasi, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ( BPKP) adalah yang mewakili lembaga BPKP sebagai Badan dalam kategori Lembaga Pemerintah Non-Departemen (LPND) yang berada di bawah dan

am

ah k

Tergugat II adalah Tim BPKP (Secara Kolektif Kolegial) yang ditugaskan Direktur Direktorat Investigasi Instansi Pemerintah, sebagaimana Surat Tugas Nomor : ST-524/D601/3/2012 tanggal 2

ep

bertanggung jawab langsung kepada Presiden; --------------------------

Oktober 2012, dimana Tim BPKP tersebut adalah para Auditor kapasitas dan fungsinya sebagai Auditor

yang bertanggung jawab pada Profesinya/Dirinya sendiri dalam

Pemerintah yang

tergabung dalam Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang diberi mandat (pelimpahan wewenang) oleh peraturan

perundang-undangan untuk melaksanakan audit, dimana sebagai

ah

Dengan demikian mengingat Tergugat I dan Tergugat II in casu

terpisah dalam gugatan TUN, karena dari ketentuan dua pasal tersebut dapat dilihat bahwa pengertian bahwa siapa yang dapat digolongkan sebagai badan atau pejabat TUN menjadi lebih luas. Sehingga suatu lembaga, organisasi, atau perorangan dapat termasuk badan atau pejabat TUN sepanjang ia mendapat

ka

ah

ep

ub

merupakan entitas yang berbeda, maka dapat digugat secara

lik

Auditor tunduk pula pada Kode Etik APIP; ---------------------------------

ng

Halaman 113 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 113

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a
dari

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
pelimpahan wewenang dari Pemerintah dalam melaksanakan urusan pemerintah; --------------------------------------------------------------peraturan perundang-undangan yang berlaku; ----------------------------

ah

gu

Bahwa perbuatan hukum badan atau Pejabat Tata Usaha Negara

dikatakan yang bersumber pada suatu ketentuan hukum tata usaha lain, dalam hal ini PT Indosat, Tbk. (in casu Penggugat II Intervensi I) dan PT Indosat Mega Media (IM2), yaitu : -------------------------------

negara yang dapat menimbulkan hak dan kewajiban pada orang

ng

3.

Berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara yang berdasarkan

Sumber ketentuan hukum, yang menjadi dasar tindakan hukum Tergugat I adalah : Dasar Pengaturan : -

am

Kepres No. 31 Tahun 1983 tanggal 30 Mei 1983 tentang BPKP; Kepres No. 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas,

ah k

Lembaga Pemerintah Non Departemen; -------------------------------

Kepres No. 110 Tahun 2001 Tentang Unit Organisasi dan

Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departmen, terakhir dengan PP No. 64 Tahun 2005 ; ------------------------------------------

Peraturan Pemerintah RI No. 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; -----------------------------------------

Sumber ketentuan hukum, yang menjadi dasar tindakan hukum

ah

Tergugat II selain apa yang diatur dalam Dasar pengaturan Tergugat I bahwa dasar pengaturan Tergugat II sebagai Auditor

ka

Dasar Pengaturan :

Sebagai Profesi Auditor Pemerintah lebih khusus pengaturannya dalam Kode Etik APIP dan Standar Audit APIP yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara :

ah

ep

ub

adalah : ------------------------------------------------------------------------------

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 114

es

In do ne si

Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Kode Etik Aparat Pengawasan Intern Pemerintah; -----------------Nomor : PER/04/M.PAN/03/2008 tanggal 31 Maret 2008 tentang -

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur negara Standar Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah; -------------

Nomor : PER/05/M.PN/03/2008 tanggal 31 Maret 2008 tentang

Pedoman Penugasan Bidang Investigasi (PPBI) yang diatur

dalam Peraturan Kepala BPKP No. PER-1314/K/D6/2012 tanggal 16 Oktober 2012; ---------------------------------------------------

ah

4.

Bersifat kongkrit, individual, dan final serta menimbulkan akibat hukum; ------------------------------------------------------------------------------Bahwa Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II tersebut termasuk sebagai objek sengketa yang bersifat kongkrit, individual, dan final serta menimbulkan akibat hukum bagi Penggugat II Intervensi II sebagaimana yang diatur dalam ketentuan Pasal 1 angka (3) UU PTUN, sebagai berikut :

ah k

am

ah

A gu ng

a. Bersifat konkret ----------------------------------------------------------------

Artinya obyek yang diputuskan/ditetapkan dalam Keputusan

TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II itu tidak abstrak, tetapi berwujud, tertentu atau dapat di tentukan, yakni Penyampaian dan adanya Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Perhitungan Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/ Generasi Tiga (3g) oleh PT

Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), dengan jumlah kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 1.358.343.346.674,00 (Satu Trilyun Tiga Ratus Lima Puluh Delapan Milyar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Empat Puluh Enam Ribu

ka

ah

b. Bersifat individual ------------------------------------------------------------Artinya Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II tidak ditujukan untuk umum, tetapi tertentu baik alamat maupun hal yang dituju, yakni kepada Jaksa Agung Halaman 115 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

ep

Enam Ratus Tujuh Puluh Empat Rupiah); -----------------------------

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 115

es

In do ne si

ub lik

In do ne si a

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Muda Tindak Pidana Khusus dan terkait pada perhitungan kerugian keuangan negara terkait dalam Penggunaan Jaringan

gu

c. Bersifat Final ------------------------------------------------------------------Bersifat final, artinya terkait

ng

Frekuensi Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat,

Tbk (in casu Penggugat II Intervensi I) dan PT Indosat Mega Media (IM2) (in casu Penggugat II Intervensi II); ---------------------

Jumlah Dan Angka Hasil

Perhitungan oleh Tergugat II dan Penyampaian LHPKKN oleh Tergugat I sudah definitif, dalam arti tidak lagi memerlukan

ah

persetujuan instansi atasan ataupun pihak lain dan karenanya dapat menimbulkan akibat hukum, yakni telah dijadikan sebagai dasar penghitungan kerugian keuangan negara oleh Direktur Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, dimana dalam Keputusan TUN tersebut dinyatakan bahwa jumlah kerugian keuangan negara adalah sebesar Rp. 1.358.343.346.674,- (Satu

ah k

am

Empat Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Empat Puluh Enam Ribu

ah

A gu ng

Enam Ratus Tujuh Puluh Empat Rupiah); -----------------------------

II.

Tentang : Kepentingan dan Alas Hak Penggugat II Intervensi II dalam Mengajukan Gugatan Intervensi; ---------------------------------------------------

Bahwa Penggugat II Intervensi II sangat berkepentingan dalam perkara

ini, terutama untuk melindungi hak-hak penggugat intervensi yang kepentingan hukum Penggugat II Intervensi II, yaitu sebagaimana dinyatakan dalam beberapa hal sebagai berikut : 1.

dilindungi hukum, yaitu bahwa dalam Objek Sengketa terkait erat pada

Kepala BPKP Bidang Investigasi, Badan Pengawasan Keuangan Nopember 2012, Perihal : Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Perhitungan Kerugian Negara Atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pembangunan Jaringan Frekwensi Radio 2.1 Ghz/Generasi

ka

ah

ep

Dan Pembangunan Nomor : SR-1024/D6/01/2012 Tanggal 9

ub

Bahwa perbuatan Tergugat I berupa penyampaian Surat Deputi

lik

ng

Tiga (3G) Oleh PT Indosat, Tbk Dan Pt Indosat Mega Media (IM2)

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 116

es

In do ne si

Trilyun Tiga Ratus Lima Puluh Delapan Milyar Tiga Ratus

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
tersebut, telah merugikan kepentingan Penggugat II Intervensi II, karena berdasarkan Keputusan Tergugat I tersebut, saat ini Intervensi II adalah Korporasi yang dijadikan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi; -------------------------------------------------

ah

gu

2.

Bahwa perbuatan Tergugat II berupa Laporan Hasil Audit

Perhitungan Kerugian Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk. Dan PT Indosat Mega Media (IM2) Tanggal 31 Oktober 2012 tersebut telah merugikan kepentingan Penggugat II Intervensi II, karena dalam Keputusan TUN dari Tergugat II tersebut pada pokoknya dinyatakan sebagai berikut : -

ng

Kejaksaan Agung RI telah menyatakan bahwa Penggugat II

am

ah k

Berdasarkan data/bukti/dokumen/keterangan para Saksi/Ahli yang diperoleh melalui Penyidik dapat disimpulkan bahwa telah terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan Perjanjian Kerjasama

Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga

ah

A gu ng

(3G) antara PT Indosat, Tbk dengan PT Indosat Mega Media (IM2) berupa penggunaan bersama frekuensi milik PT Indosat oleh PT IM2 yang bertentangan dengan ketentuan; ----------------Vide Halaman 2 Laporan Hasil Audit; -----------------------------------

PT IM2 menggunakan bersama frekuensi milik PT Indosat, Tbk tanpa mendapat izin dari Menteri dan tanpa membayar Biaya

dimaksud dalam pasal 30 PP Nomor : 53 Tahun 2000 tentang

ka

Vide Halaman 2 Laporan Hasil Audit; ----------------------------------III. Tentang : Tenggang Waktu Pengajuan Gugatan; -----------------------------1. Bahwa Keputusan TUN Tergugat I diterbitkan pada tanggal 09 Nopember 2012 dan diterima oleh Penggugat II Intervensi II pada

ah

ep

ub

Penggunaan Spektrum Frekuensi dan Orbit Satelit; -----------------

lik

Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi ke Negara sebagaimana

ng

Halaman 117 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 117

es

In do ne si

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
II

b
tanggal 10 Januari 2013 adapun Gugatan Intervensi dimohonkan pada tanggal 21 Januari 2013; -----------------------------------------------diajukan dalam tenggang waktu yang ditentukan dalam Pasal 55 Undang-undang No. 51 Tahun 2009 tentang Perubahan kedua atas

ah

gu

Undang-undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha diumumkan Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara; ---

Negara, yakni 90 (sembilan puluh) hari sejak saat di terimanya atau

2.

Bahwa Keputusan Tergugat II diterbitkan pada tanggal 31 Oktober 2013 dan diterima oleh Penggugat II Intervensi II pada tanggal 10

ng

Berdasarkan hal tersebut di atas maka Gugatan Intervensi a quo

Januari 2013 adapun Gugatan Intervensi a quo diajukan pada tanggal 21 Januari 2013; -------------------------------------------------------Berdasarkan hal tersebut di atas maka Gugatan a quo dia jukan dalam tenggang waktu yang ditentukan dalam Pasal 55 Undangundang No. 51 Tahun 2009 tentang Perubahan kedua atas

ah k

am

Negara, yakni 90 (sembilan puluh) hari sejak saat di terimanya atau

diumumkan Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara; ---

IV.

Tentang : Fakta - Fakta yang Mendasari Diajukannya Gugatan Intervensi; --------------------------------------------------------------------------------1.

PT Indosat, Tbk. (in casu Penggugat II Intervensi I) dan Penggugat

II Intervensi II adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang Penyelenggaraan Telekomunikasi, dimana berdasarkan Pasal 7 ayat (1) UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dikatakan sbb :

ah

(1) Penyelenggaraan telekomunikasi meliputi :

ka

a. Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi; -------------------------c. Penyelenggaraan Telekomunikasi Khusus; ----------------------------

ah

ng

UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dikatakan bahwa :

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 118

es

Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi, dimana Pasal 1 butir 14

2.

Bahwa

Penggugat

ep
Intervensi

b. Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi; -------------------------------

ub
II

lik
adalah

In do ne si
perusahaan

Undang-undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
II yang sebagai yaitu

b
Telekomunikasi telah memiliki Izin Penyelenggaraan Jasa Akses

ah

gu

Internet sesuai dengan Keputusan Dirjen Postel No. 220/

DIRJEN/2006, tanggal 22 Juni 2006, dengan demikian Penggugat II Intervensi II adalah perusahaan yang Sah Secara Hukum untuk

menjadi Penyelenggara ISP (Internet Service Provider) dan memeiliki hak penuh untuk menyelenggarakan layanan internet wireless broadband; ----------------------------------------

ng

Penggugat

Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi adalah kegiatan penyediadaan atau pelayanan jasa telekomunikasi yang memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi; ---------------------II Intervensi sebagai Penyelenggaraan Jasa

3.

Bahwa PT Indosat, Tbk. ( in casu Penggugat II Intervensi I) adalah merupakan perusahaan bergerak dalam bidang Jaringan Penyelenggaraan

am

Telekomunikasi

ah k

Bergerak Seluler berdasarkan Keputusan Menteri Kominfo No. 102/

KEP/M.KOMIMFO/08/2012; ----------------------------------------------

Dalam Pasal 1 butir 13 UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dikatakan bahwa :

Penyelenggaran Jaringan Telekomunikasi adalah kegiatan penyediadaan atau pelayanan jaringan telekomunikasi yang memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi; ---------------------sebagaimana angka 3. Tersebut di atas, bahwa PT Indosat, Tbk. (in

4.

Bahwa selain sebagai Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi

ah

casu Penggugat II Intervensi I) juga mendapatkan Penetapan Penggunaan Spektrum Frekuensi 2.1 GHz berdasarkan Keputusan Menteri Kominfo No. 19/KEP/M.KOMINFO/2/2006 dan Keputusan Menteri No. 268/KEP/M.KOMINFO/9/2009, dengan demikian, PT Indosat, Tbk adalah juga perusahaan yang Sah Secara Hukum untuk menggunakan spektrum frekuensi radio sesuai dengan Seluler; -------------------------------------------------------------------------------

ka

ah

penetapan yang diberikan dan membangun Jaringan Bergerak

ep

ub

lik

ng

Halaman 119 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 119

es

In do ne si

KEP/M.KOMIMFO/10/2006 jo. Keputusan Menteri Kominfo No. 504/

A gu ng

ep

Telekomunikasi yang salah satunya menyelenggarakan Jaringan

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
tentang

b
5. Bahwa Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) milik PT Indosat, Tbk. (in casu Penggugat II Intervensi I) adalah diperoleh yang berlaku, yaitu melalui Seleksi Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Selular IMT-2000 pada pita frekuensi 2.1 GHz yang telah

gu

dilakukan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi pada bulan Menteri Kominfo No. 19/KEP/M.KOMIMFO/2/2006 tanggal 14 Februari 2006 Penetapan Pemenang Seleksi

Februari 2006, dimana penetapan lelang didasarkan Keputusan

ah

Frekwensi Radio 2.1 GHz beserta alokasi pita frekuensi radio ; ------6. Bahwa setiap pengguna frekuensi radio memang wajib

am

menyelesaikan seluruh kewajiban terkait pembayaran Nilai Awal

ah k

ditetapkan

berdasarkan

ep

(Up-front fee) maupun Biaya Hak Penggunaan (BHP) yang Undang-undang, yang tagihannya dilakukan dan disampaikan oleh Kementerian Kominfo; --------------

Dimana dalam hal ini PT Indosat, Tbk. (in casu Penggugat II

A gu ng

Intervensi I) sudah membayar Biaya Nilai Awal (Up Front Fee) dan

Biaya Hak Penggunaan (BHP) Pita Spektrum Frekuensi Radio dari Tahun 2006 s/d 2011 adalah sebesar Rp. 1.358.343.346.674,-

(Satu Trilyun Tiga Ratus Lima Puluh Delapan Milyar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Empat Puluh Enam Ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Empat Rupiah); -------------------------------------------

ah

(in casu Penggugat II Intervensi I) dengan Penggugat II Intervensi II

broadband 3G/HSDPA melalui jaringan pita spektrum frekuensi radio 2.1 GHz milik PT Indosat, Tbk dengan Perjanjian Kerjasama

ka

No. Indosat : 225/E00-EAA/MKT/06 dan No. 0996/DU/MU/ IMM/ XI/06; -------------------------------------------------------------------------8. Bahwa Kerjasama antara Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi

ah

ep

ub

menyelenggarakan

kerjasama

jasa

layanan

lik
akses

7.

Bahwa pada tanggal 24 September 2006 antara PT Indosat, Tbk.

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 120

dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-

ng

dengan Penyelenggara Jasa Telekomunikasi dimungkinkan dan

es

In do ne si
internet

ub lik

Penyelenggara Jaringan Bergerak Selular IMT-2000 pada Pita

ng

berdasarkan lelang sebagaimana peraturan perundang-undangan

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
undangan yang berlaku, yaitu Pasal 9 ayat (2) UU No. 36 Tahun 1999 jo. Pasal 13 Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2000 jo. 2001; --------------------------------------------------------------------------------Pasal 9 ayat (2) UU No. 36 Tahun 1999 :

ah

gu

Penyelenggaraan jasa telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi, menggunakan dan atau menyewa jaringan telekomunikasi milik penyelenggara jaringan telekomunikasi; -------

am

Dalam penyelenggaraan jasa telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b, penyelenggara jasa telekomunikasi menggunakan jaringan telekomunikasi milik penyelenggara jaringan telekomunikasi; ----------------------------------Pasal 5 ayat (1) dan (2) Keputusan Menteri Kominfo No. 21 Tahun 2001:

ah k

(2) Penyelenggara jasa telekomunikasi dalam menggunakan jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan melalui kerjasama yang dituangkan dalam suatu perjanjian tertulis.; ----------------------------------------------------------Bahwa pada tanggal 9 Nopember 2012 Tergugat I mengeluarkan Keputusan TUN, yaitu berupa Surat Nomor : SR-1024/D6/01/2012

9.

Tanggal 9 Nopember 2012, Perihal : Laporan Hasil Audit Dalam Korupsi Dalam Pembangunan Jaringan Frekwensi Radio 2.1 Ghz/

ah

Media (IM2); ----------------------------------------------------------------

ka

ah

Penggugat II Intervensi II, karena berdasarkan Keputusan Tergugat I tersebut, saat ini Kejaksaan Agung RI telah menyatakan di berbagai media massa bahwa Penggugat II Intervensi II adalah

ep

Bahwa perbuatan Tergugat I tersebut, telah merugikan kepentingan

ub

Generasi Tiga (3G) Oleh PT Indosat, Tbk. dan PT Indosat Mega

lik

Rangka Perhitungan Kerugian Negara Atas Dugaan Tindak Pidana

ng

Halaman 121 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 121

es

In do ne si

(1) Dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi, penyelenggara jasa telekomunikasi menggunakan jaringan telekomunikasi milik penyelenggara jaringan telekomunikasi; --------------------------------

A gu ng

ub lik

Pasal 13 Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2000:

ng

Pasal 5 ayat (1) dan (2) Keputusan Menteri Kominfo No. 21 Tahun

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Keuangan

b
Korporasi yang telah dijadikan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi; --------------------------------------------------------------------Keputusan TUN Tergugat II kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI yang justru melegitimasi

gu

LHPKKN Tim Auditor in casu Keputusan TUN Tergugat II tentang adanya Kerugian Negara sebesar Rp.

1.358.343.346.674,- (Satu Trilyun Tiga Ratus Lima Puluh Delapan Milyar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Empat Puluh Enam Ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Empat Rupiah) atas Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk. (in casu Penggugat II Intervensi I) dan Penggugat II Intervensi II;----

ah

ng

Keputusan TUN Tergugat I tersebut adalah sebagai pengantar

am

ah k

Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara Atas Perkara

Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) Oleh PT Indosat,

ah

A gu ng

Tbk. dan PT Indosat Mega Media (IM2); ------------------------------------

Bahwa perbuatan Tergugat II tersebut telah merugikan kepentingan

Penggugat II Intervensi II, karena dalam Keputusan TUN dari Tergugat II tersebut pada pokoknya dinyatakan sebagai berikut :----

Berdasarkan data/bukti/dokumen/keterangan para Saksi/Ahli yang diperoleh melalui Penyidik dapat disimpulkan bahwa telah

Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (IM2) berupa penggunaan bersama frekuensi milik PT Indosat

ka

Vide Halaman 2 Laporan Hasil Audit; -----------------------------------

ah

PT IM2 menggunakan bersama frekuensi milik PT Indosat, Tbk tanpa mendapat izin dari Menteri dan tanpa membayar Biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi ke Negara sebagaimana

ep

oleh PT IM2 yang bertentangan dengan ketentuan; ----------------

ub

(3G) antara PT Indosat, Tbk dengan PT Indosat Mega Media

lik

terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan Perjanjian Kerjasama

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 122

es

In do ne si

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Penggunaan Jaringan

ep

10. Bahwa pada tanggal 31 Oktober Tergugat II mengeluarkan Laporan

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
kerjasama

b
dimaksud dalam pasal 30 PP Nomor : 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi dan Orbit Satelit; ---------------11. Bahwa pada tanggal 13 Nopember 2012, Menkominfo melalui

gu

suratnya Nomor : T-684/M.KOMINFO/KU.04.01/11/2012 perihal Dugaan Kerugian Negara pada Kasus IM2-Indosat, pada pokoknya telah menyatakan bahwa Kerjasama PT IM2 dan PT Indosat merupakan bentuk antara Penyelenggara

ng

Vide Halaman 2 Laporan Hasil Audit; -----------------------------------

ah

Telekomunikasi dengan Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi; Selanjutnya, dalam surat tersebut dikatakan bahwa

ub lik ub
bersifat yang

am

kerjasama ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan, yaitu Pasal 9 ayat (2) Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi jo. Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi jo. Pasal 5 Keputusan Menteri Perhubungan No. Km. 21/2001 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi. Bentuk kerjasama

ah k

ep
yang

seperti ini juga dilakukan oleh ratusan Penyelenggara Jasa

Telekomunikasi lainnya; ---------------------------------------------------------

12. Bahwa selain angka 11 tersebut di atas, bahwa Keputusan TUN

Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II tersebut juga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (onwetmatige), dimana hal ini sesuai dengan penjelasan Undang-

undang No. 51 Tahun 2009 tentang Perubahan kedua atas

ah

Negara, dimana suatu keputusan TUN dapat dinilai bertentangan dengan peraturan perundang-undangan berlaku, yaitu

sebagai berikut :

ka

bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang-undangan prosedural/formal (vormgebreken); --------------------------------------------------------------

ah

ep

A. Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II

lik

Undang-undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha

ng

Halaman 123 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 123

es

In do ne si

A gu ng

In do ne si a
Jasa bentuk

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
kemudian

b
Bahwa Sumber ketentuan hukum, yang menjadi dasar tindakan hukum Tergugat I dan Tergugat II adalah :

gu

ah

ng

Kepres No. 31 Tahun 1983 tanggal 30 Mei 1983 tentang BPKP; -----------------------------------------------------------------------

Kepres No. 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas,

Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen; ---------------------------

Kepres No. 110 Tahun 2001 Tentang Unit Organisasi dan

terakhir dengan PP No. 64 Tahun 2005; --------------------------Peraturan Pemerintah RI No. 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; --------------------------

am

ah k

Auditor Pemerintah yang independen dan diberikan mandate

kewenangan,

ep
Audit

Dan kemudian, dalam menjalankan fungsinya sebagai Profesi peraturan perundang-undangan

tersebut dinormatifkan lebih teknis dalam prosedur/formal

ah

A gu ng

Standar Audit APIP dan Kode Etik APIP dan Pedoman Penugasan Bidang Investigasi sebagai berikut : -

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/04/M.PAN/03/2008 tanggal 31 Maret 2008 tentang Kode Etik Aparat Pengawasan Intern Pemerintah;----

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur negara Standar Aparat

lik
Pengawasan

Nomor : PER/05/M.PN/03/2008 tanggal 31 Maret 2008 tentang Intern

Pedoman Penugasan Bidang Investigasi (PPBI) yang

ka

D6/2012 tanggal 16 Oktober 2012; -------------------------------

ah

ng

TUN Tergugat I jelas bertentangan dengan ketentuan-ketentuan

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 124

es

TUN Tergugat II dan selanjutnya dilegitimasi oleh Keputusan

Dimana Tidak Dapat Disangkal bahwa penerbitan Keputusan

ep

diatur dalam Peraturan Kepala BPKP No. PER-1314/ K/

ub

Pemerintah; ----------------------------------------------------------------

In do ne si

ub lik

Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departmen,

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
sebelumnya

b
dalam peraturan perundang-undangan yang bersifat prosedural/ formal (vormgebreken ), dengan alasan sebagai berikut :

gu

ah

ng

A.1.

Bahwa

Direktur

Investigasi

Pemerintah menugaskan TIM BPKP dengan Koordinator adalah Tergugat II jelas mengeluarkan Surat Tugas

Nomor : ST-524/D601/3/2012 tertanggal 2 Oktober 2012 yang intinya adalah :

.. dengan ini Direktur Investigasi Instansi Pemerintah Deputi Bidang Investigasi BPKP menugaskan : 1.

F. Hary Pitra Juwanto NIP. 19660203 198603 1 002 Pengendali Teknis; --------------------------------------------

am

2. 3.

Sukamto NIP. 19671225 199303 1 001 Ketua Tim;---

ah k

Anggota Tim; ----------------------------------------------------

atas kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam

ah

A gu ng

Penggunaan

Jaringan

Frekwensi

Radio

Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2); ----------------------------------------

Pelaksanaan penugasan tersebut di bawah koordinasi dan pengendalian Sdr. Nasrul Wathan, Ak, CFE, BKP, Pemerintah Pusat II; -----------------------------------------------

Cfr.A selaku Kepala Sub Direktorat Investigasi Instansi

A.2.

Bahwa sebagaimana diatur dalam Bab I PU101 angka 02 tentang Pedoman Penugasan Bidang Investigasi (PPBI),

ka

ah

Audit Dengan Tujuan Tertentu adalah audit yang

ng

ini adalah audit dalam rangka penghitungan kerugian

Halaman 125 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 125

es

dan audit kinerja. Termasuk dalam audit tujuan tertentu

dilakukan dengan tujuan khusus di luar audit keuangan

ep

bahwa :

ub

Peraturan Kepala BPKP Nomor : PER-1314/K/D6/2012

lik

In do ne si
2.1 GHz/

Untuk melakukan perhitungan kerugian keuangan Negara

ep

Khusnul Khotimah NIP. 19870702 200901 1 001

ub lik

In do ne si a
Instansi

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dan

b
keuangan Negara, audit investigatif, audit klaim, dan audit penyesuaian harga; -----------------------------------------

gu

ng

Selanjutnya angka 03 disebutkan bahwa :

Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) adalah audit dengan tujuan tertentu yang

dimaksudkan untuk menyatakan pendapat mengenai nilai kerugian keuangan Negara yang timbul dari suatu kasus penyimpangan digunakan untuk

ah

Selanjutnya angka 04 disebutkan bahwa :

am

Audit Investigatif adalah proses mencari, menemukan, dan mengumpulkan bukti secara sistematis yang

ah k

perbuatan dan pelakuknya guna dilakukan tindakan

hukum selanjutnya; ------------------------------------------------Selanjutnya Bab I PU102 angka 07 disebutkan bahwa :

ep
bahwa kasus

bertujuan mengungkapkan terjadi atau tidaknya suatu

PPBI wajib dipedomani oleh seluruh unit kerja di BPKP yang melakukan penugasan bidang investigasi untuk memastikan output yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara professional; ---------------

A.3.

Bahwa sebagaimana diatur dalam Bab II PP 202 angka 10 butir 7) point (1) Peraturan Kepala BPKP Nomor :

ah

Bidang Investigasi (PPBI), bahwa :

keuangan Negara berlaku ketentuan sebagai berikut :

ka

ah

investigatif dan telah diterbitkan LHAI, kemudian

ng

audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 126

es

Penyidik maka atas kasus tersebut dapat dilakukan

kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan oleh

ep

(1) Atas

satu

ub
yang telah

Untuk audit dalam rangka penghitungan kerugian

lik

PER-1314/K/D6/2012

tentang

Pedoman

dilakukan

In do ne si
Penugasan audit

A gu ng

ub lik

tindakan litigasi; -----------------------------------------------------

In do ne si a
mendukung

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
diharuskan tersebut yang

b
negara apabila diminta secara tertulis oleh Instansi

Penyidik; ---------------------------------------------------------

gu

ah

ng

Bahwa dari ke 3 (tiga) hal tersebut, secara limitatif telah

digariskan bahwa prosedur/formal untuk dapat dilakukan audit dalam rangka penghitungan kerugian Negara, yaitu LHAI. Dimana dalam perkara a quo prosedur/formal ini tidak

setelah dilakukan audit investigative dan telah diterbitkan

pernah dilakukan oleh Tergugat I maupun oleh Tergugat II

dan atau Auditor BPKP lainnya, hal ini terbukti bahwa Penggugat II Intervensi I dan IM2 (in casu Penggugat II Intervensi II) tidak pernah dilakukan pemeriksaan sebagai Auditee, tidak pernah dilakukan pemeriksaan fisik, tidak

am

pernah dilakukan wawancara, pendek kata Tergugat I dan Tergugat II tidak mengacu pada standard an praktik-praktik terbaik (best practices) profesi bidang akutansi dan audit

ah k

sebagaimana

ub lik
dalam peraturan adalah peraturan

undangan dan peraturan pelaksanannya; -------------------------

A gu ng

Sehingga Putusan TUN Tergugat II yang tidak memenuhi prosedur/formal bertentangan

ketentuan-ketentuan

perundang-undangan,

sehingga Putusan TUN Tergugat II yang disampaikan oleh

Tergugat I kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana

Khusus juga dikategorikan bertentangan dengan ketentuanketentuan peraturan perundang-undangan; -----------------------

ah

Keputusan TUN yang bertentangan dengan peraturan

sah; -------------------------------------------------------------------------B. Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang-undangan bersifat materiil/substansial (inhoudsgebreken), dalam praktek ini adalah menyangkut isi

ka

ah

ep

ub

perundang-undangan patutlah dinyatakan batal atau tidak

lik

ng

Halaman 127 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 127

es

In do ne si
dengan

In do ne si a
perundang-

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
telah telah

b
keputusan TUN yang bertentangan dengan peraturan dasarnya, atau peraturan yang lebih tinggi; -----------------------

ng

Bahwa Keputusan TUN Tergugat II dan selanjutnya yang dilegitimasi oleh Keputusan TUN Tergugat I, yang pada pokoknya menyimpulkan bahwa Kerjasama

PT Indosat, Tbk (in casu Penggugat II Intervensi I) dengan Penggugat II Intervensi II sebagai berikut : .bahwa terjadi

penyimpangan

ah

pelaksanaan Perjanjian Kerjasama Penggunaan Jaringan

Frekwensi Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) antara PT Indosat, Tbk dengan PT Indosat Mega Media (IM2) berupa penggunaan bersama frekuensi milik PT Indosat oleh PT IM2 yang bertentangan dengan ketentuan; -------Vide Halaman 2 Laporan Hasil Audit --------------------------PT IM2 menggunakan bersama frekuensi milik PT

am

ah k

ep
Tergugat

Indosat, Tbk tanpa mendapat izin dari Menteri dan tanpa

ah

A gu ng

membayar Biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi

ke Negara sebagaimana dimaksud dalam pasal 30 PP Nomor : 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi dan Orbit Satelit; ---------------------------------------

Vide Halaman 2 Laporan Hasil Audit ---------------------------

Sehingga diperoleh adanya Kerugian Keuangan Negara

Lima Puluh Delapan Milyar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga

Puluh Empat Rupiah), jelas bertentangan dengan ketentuanketentuan dalam bersifat peraturan perundang-undangan yang

ka

materiil/subtansial TUN

ep
I

ub
yang

Juta Tiga Ratus Empat Puluh Enam Ribu Enam Ratus Tujuh

(inhoudsgebreken), didasarkan

lik

sebesar Rp. 1.358.343.346.674,- (Satu Trilyun Tiga Ratus

ah

Keputusan

Keputusan Tergugat II, bertentangan dengan peraturan dasarnya, yaitu berdasarkan hal-hal sebagai berikut :

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 128

es

In do ne si
dimana pada

ub lik

In do ne si a
dalam

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
BHP Penyelenggara Penyelenggara Selain

b
Bahwa benar dalam penyelenggaraan telekomunikasi, setiap Penyelenggara Telekomunikasi wajib membayar

gu

ah

ng

Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) Telekomunikasi

(vide, Pasal 26 UU Telekomunikasi) dan Kontribusi Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi (lebih Pasal 16 UU Telekomunikasi); ----------------------------------dikenal sebagai USO/Universal Service Obligation) (vide,

Bahwa oleh karena besarannya berupa prosentase atas pendapatan, maka pembayaran BHP Telekomunikasi dan USO dilakukan dengan mekanisme self-assessment,

untuk kemudian dilakukan pemeriksaan final bersamaan dengan laporan keuangan perusahaan yang sudah diaudit setiap akhir tahun buku. Selanjutnya, Kementerian Kominfo akan menerbitkan semacam tagihan (tanpa menunjukkan besaran yang harus dibayar, karena self-assessment )

ah k

am

mekanisme meminta

ub lik
setiap Telekomunikasi Telekomunikasi

triwulan

A gu ng

pembayaran; ---------------------------------------------------------Bahwa

perhitungan sendiri dan menyetor ke kas negara. Di akhir tahun pembukuan, masing-masing operator di-audit oleh auditor independen. Perhitungan BHP Telekomunikasi

dan USO dilakukan kembali dengan data-data yang dilakukan pembayaran kekurangan, dan jika ditemukan kelebihan, maka akan diperhitungkan dalam pembayaran berikutnya. Mekanisme ini pada dasarnya mirip dengan mekanisme pembayaran Pajak kepada negara; -------------

sudah di-audit. Jika ditemukan kekurangan, maka akan

ah

ka

ah

Penyelenggara

ep

Bahwa

ub

Telekomunikasi yang

lik

Telekomunikasi

menggunakan

spektrum frekuensi radio juga dikenakan Biaya Hak Penggunaan (BHP) Spektrum Frekuensi Radio. Besaran BHP Spektrum Frekuensi Radio bervariasi untuk

ng

Halaman 129 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 129

es

In do ne si
melakukan melakukan dan USO,

In do ne si a
untuk

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
keseluruhannya pengguna

b
berbagai alokasi pita frekuensi dan penggunaannya dimana

diatur

dalam

gu

ah

ng

perundangan yang berlaku; ---------------------------------------

Bahwa berbeda dengan mekanisme pembayaran BHP Telekomunikasi dan USO yang bersifat post-audit dan self-assessment, BHP Spektrum Frekuensi Frekunsi dibayar satu tahun di muka. Untuk izin baru, pengguna

frekuensi harus membayar BHP Frekuensi terlebih dahulu sebelum izin diterbitkan. Sedangkan untuk izin

Spektrum Frekuensi sebelum jatuh tempo sehingga izin perpanjangan dapat diterbitkan; --------------------------------Bahwa jika pengguna terlambat dalam membayar BHP

am

ah k

dikenakan

ep
denda atau Frekuensi jaringan

Spektrum Frekuensi untuk perpanjangan, maka akan pencabutan izin. Dengan

Spektrum

juga

merupakan

pelanggaran,

ah

A gu ng

namun masuk dalam kategori pelanggaran administratif tingkat akhir (vide, Pasal 45 UU Telekomunikasi); ----------

yang diancam dengan pencabutan izin sebagai sanksi

Bahwa untuk pelanggaran yang masuk kategori pidana,

UU Telekomunikasi memberikan ancaman pidana yang

berbeda-beda sesuai dengan jenis pelanggaran yang

1)

Menyelenggarakan telekomunikasi tanpa izin Menteri atau denda paling banyak Rp. 600 juta; ------------------

ka

memilih

ep

2)

Tidak dapat menjamin kebebasan pengguna untuk telekomunikasi lain, dengan

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 130

es

denda paling banyak Rp. 100 juta; ------------------------

ancaman kurungan paling lama 1 tahun dan atau

ub

dengan ancaman kurungan paling lama 6 tahun dan

lik

dilakukan, yaitu :

In do ne si

demikian, kelalaian dalam melakukan pembayaran BHP

ub lik

perpanjangan,

harus

membayar

In do ne si a
peraturan BHP

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
memberikan atau dan

b
3) Tidak prioritas untuk pengiriman,

penyaluran, dan penyampaian informasi penting

gu

ng

yang menyangkut keamanan negara, keselamatan

jiwa manusia dan harta benda, bencana alam, marabahaya; dan atau wabah penyakit, dengan ancaman kurungan paling lama 2 tahun dan atau denda paling banyak Rp. 200 juta; ------------------------

4)

Orang yang melakukan perbuatan tanpa hak, tidak sah, memanipulasi atau akses ke

ah

telekomunikasi;dan telekomunikasi;

ub lik
akses atau akses telekomunikasi

am

telekomunikasi khusus, dengan ancaman kurungan paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp. 600 juta; ----------------------------------------------------5) Menyambungkan jaringan telekomunikasi khusus

ah k

ancaman kurungan paling lama 4 tahun dan atau

denda paling banyak Rp. 400 juta; ------------------------

6)

Memperdagangkan, membuat, merakit, memasukkan atau menggunakan perangkat telekomunikasi di wilayah Negara Republik Indonesia yang tidak sesuai

dengan persyaratan teknis, diancam kurungan paling

lama 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100

ah

7)

Menggunakan spektrum frekuensi tanpa izin atau ancaman kurungan paling lama 4 tahun dan atau

ka

mengakibatkan kematian seseorang kurungan paling

ah

lama 15 tahun; -------------------------------------------------8) Pesawat atau kapal asing yang menggunakan spektrum frekuensi radio tidak sesuai peruntukannya,

ep

denda

paling

banyak

ub
Rp.

tidak

sesuai

dengan

peruntukannya, 400 juta

lik

juta; ----------------------------------------------------------------

ng

Halaman 131 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 131

es

In do ne si
dengan jika dan

dengan

ep
jaringan

A gu ng

In do ne si a
jaringan jasa jaringan ke ke lain, dengan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
yang dalam jasa

b
diancam dengan kurungan paling lama 2 tahun dan

atau denda paling banyak Rp. 200 juta; ------------------

gu

ng

9)

Orang yang melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi, diancam

dengan kurungan paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp. 600 juta; ------------------------

10) Orang yang melakukan kegiatan penyadapan atas

ah

telekomunikasi

am

dengan kurungan paling lama 15 tahun; ----------------11) Penyelenggara telekomunikasi yang

membocorkan informasi yang dikirim dan atau diterima oleh pelanggan jasa telekomunikasi melalui jaringan telekomunikasi dan atau jasa telekomunikasi yang

ah k

ep

kurungan paling lama 2 tahun dan atau denda paling

banyak Rp. 200 juta; ------------------------------------------

(Vvide, Pasal 47 s/d 57 UU Telekomunikasi) -----------------

Berdasarkan uraian tersebut di atas, UU Telekomunikasi sejak awal memandang permasalahan pembayaran BHP

Telekomunikasi, USO maupun BHP Spektrum Frekuensi Radio adalah sebagai sengketa bagian hukum administrasi negara; bukan suatu delik atau kejahatan yang menjadi bagian dari hukum pidana. Sedangkan, penggunaan spektrum frekuensi

ah

radio yang tidak sesuai peruntukannya dianggap sebagai suatu delik Tindak Pidana di Bidang Telekomunikasi, bukan tindak

ka

ah

UU Telekomunikasi sebagai lex special, maka hal itu semata-

mata adalah sengketa administrasi telekomunikasi dan Tindak Pidana di bidang Telekomunikasi sehingga masuk dalam ruang lingkup hukum administrasi negara dan hukum pidana di bidang

ep

pidana korupsi; ----------------------------------------------------------------

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 132

es

In do ne si

diselenggarakannya,

ub lik
bentuk

informasi

disalurkan

melalui

apapun, diancam

diancam

A gu ng

In do ne si a
jaringan dengan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
sangkaan

b
administrasi negara (administration penal ). Dengan demikian penyelesaian yang sejalan dengan prinsip hukum itu adalah

gu

ng

kaedah dalam UU Telekomunikasi.

Konkritnya, Menteri

Komunikasi dan Informatika yang berwenang menentukan ada tidaknya pelanggaran atas pembayaran BHP Telekomunikasi, USO maupun BHP Spektrum Frekuensi Radio; ----------------------

Bahwa mengingat disamping tidak memperjanjikan hal-hal yang dilarang bagi kedua belah pihak, bahwa tidak ada pasalpasal dalam perjanjian yang melanggar regulasi, justru

ah

kesimpulan Keputusan TUN Tergugat II tersebut bertentangan dengan peraturan dasarnya, karena Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio 2.1 GHz oleh PT Indosat, Tbk (in casu Penggugat Intervensi) adalah sah karena telah memiliki izin dari Menkominfo; ------------------------------------------------------------------Perlu diketahui pula bahwa penggunaan yang dimaksud

ah k

am

GHz,

sehingga

bahwa

telah

terjadi

ah

A gu ng

keuangan negara (in casu Keputusan TUN Tergugat I dan

Keputusan TUN Tergugat II) adalah kekeliruan yang nyata, mengingat Penggugat II Intervensi I telah menyelesaikan

seluruh kewajiban terkait pembayaran Up-front fee maupun BHP Frekuensi untuk pita 2.1 GHz dengan total (sampai akhir

tahun 2012) sebesar Rp. 2.416.661.561.248,- sesuai dengan tagihan yang disampaikan oleh Kementerian Kominfo. Dengan demikian, seluruh hak negara atas penggunaan pita frekuensi 2.1 GHz sudah dipenuhi oleh Penggugat II Intervensi I; -----------IM2 (in casu Penggugat II Intervensi II) adalah salah satu pelanggan Indosat yang menggunakan Jaringan Bergerak Seluler yang dibangun dengan pita frekuensi 2.1 GHz, dimana IM2 tidak menggunakan pita frekuensi radio 2.1 GHz dan IM2

ka

ah

juga tidak melakukan penggunaan bersama atas pita frekuensi radio 2.1 GHz, oleh sebab itu kewajiban pembayaran up-front

ep

ub

lik

ng

fee dan BHP Frekuensi tidak pernah dikenakan kepada IM2; ---Halaman 133 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 133

es

In do ne si
kerugian

bukanlah penggunaan secara bersama-sama pita frekuensi 2.1

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
yang perjanjian kewajiban

b
Menteri Komunikasi dan Informatika sendiri melalui Surat perihal Kepastian Hukum atas Kerjasama antara PT Indosat, Tbk dan

gu

ng

PT Indosat Mega Media (PT IM2) tertanggal 24 Februari 2012 juga telah menegaskan bahwa :

5. Sesuai dengan penjelasan angka 2, 3 dan 4 di atas, maka jasa akses internet (Internet Service Provider)

diselenggarakan oleh PT Indosat Mega Media (PT IM2) dengan menggunakan jaringan bergerak seluler milik PT Indosat Tbk, dilaksanakan tertulis melalui kerjasama dengan

ah

berdasarkan

ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi beserta peraturan pelaksanaannya; 6. Selain itu, PT Indosat Mega Media (PT IM2) juga tidak mempunyai

am

ep

ub lik
sudah untuk membayar pembayaran

sesuai

ah k

Penggunaan (BHP) Spektrum Frekuensi Radio karena PT

frekuensi radio sendiri untuk menyelenggarakan jasa akses

A gu ng

internet. PT Indosat Mega Media (PT IM2) menggunakan jaringan bergerak seluler milik PT Indosat Tbk menggunakan pita frekuensi radio 900 MHz, 1800 MHz dan 2,1 GHz. Dengan demikian, kewajiban Biaya

Penggunaan (BHP) Spektrum Frekuensi Radio berada pada PT Indosat Tbk.; ---------------------------------------------------------

ah

selaku regulator bidang telekomunikasi telah menyatakan

antara Indosat dan IM2 yang menimbulkan kewajiban bagi IM2 untuk membayar kewajiban-kewajiban sebagai penyelenggara jaringan telekomunikasi, sehingga pada dasarnya tidak ada tindak pidana yang dilakukan baik oleh IM2 maupun Indosat yang dapat menyebabkan kerugian negara; ---------------------------

ka

ah

ep

ub

bahwa tidak adanya penggunaan bersama frekuensi 2,1 GHz

lik

Melalui surat tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 134

es

In do ne si
Hak

Indosat Mega Media (PT IM2) tidak menggunakan spektrum

In do ne si a
yang Biaya Hak

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
peraturan yang

b
Sehingga Putusan TUN Tergugat II yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan

perundang-undangan

gu

ng

bersifat materiil/substansial, sehingga Putusan TUN Tergugat II

yang disampaikan oleh Tergugat I kepada Jaksa Agung Muda ketentuan-ketentuan peraturan perundang-undangan; ------------Keputusan TUN bertentangan dengan

Tindak Pidana Khusus juga dikategorikan bertentangan dengan

perundang-undangan patutlah dinyatakan batal atau tidak sah;

ah

C. Dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat TUN yang tidak berwenang (bevoegdheids-gebreken ),

ub lik
sistem

dimana

wenangan ini berupa : -

am

BPKP tidak berwenang melakukan audit kerugian negara, dimana sebagaimana diatur dalam Pasal 3 huruf u Kepres 31 Tahun 1983 tentang Pembentukan BPKP telah dicabut dengan Kepres No. 42 Tahun 2001; --------------------------------

ah k

investigatif berdasarkan PP No. 60 Tahun 2008 yang hanya

merupakan

bagian

dari

pengendalian

pemerintah dalam kaitannya dengan pengawasan intern atas penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah yang

bersifat preventif. Artinya BPKP tidak memiliki kewenangan dalam melakukan pemeriksaan investigatif berkaitan dengan unsur tindak pidana korupsi. Sehingga ketika ditemukannya

ah

maka kewenangan tindak lanjut atas temuan tersebut

BPK; -------------------------------------------------------------------------

ka

Undang-undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dinyatakan : Dalam hal ini BPK lah yang berwenang menyatakan ada tidaknya kerugian negara yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi setelah memperoleh laporan dari lembaga pengawasan internal Halaman 135 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

ah

ep

Selanjutnya dalam ketentuan Pasal 10 ayat (1) dan (2)

ub

sampai pada proses hukumnya adalah menjadi kewenangan

lik

adanya kerugian negara yang mengandung unsur pidana,

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 135

es

In do ne si
intern

BPKP hanya memperoleh kewenangan melakukan audit

A gu ng

ep

In do ne si a
yang peraturan ketidak

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
banyak resmi di

b
seperti inspektorat jenderal termasuk dalam hal ini BPKP maupun atas temuan Hasil Audit Investigatif BPK itu sendiri;

gu

ah

ng

Pasal 10 ayat (1) :

BPK menilai dan/ atau menetapkan jumlah kerugian Negara yang diakibatkan oleh perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai yang dilakukan oleh bendahara, pengelola BUMN/BUMD, dan lembaga atau badan lain yang menyelenggarakan pengelolaan keuangan negara; ----------Pasal 10 ayat (2) :

am

Bahwa dengan status PT Indosat, Tbk. yang adalah perusahaan PMA dan badan hukum swasta, maka sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) dan (2) Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern

ah k

untuk memeriksa PT Indosat, Tbk karena bukan instansi

pemerintah/lembaga intern pemerintah yang mengelola keuangan negara; --------------------------------------------------------

13. Bahwa sekiranyapun Tergugat I dan Tergugat II berhak melakukan

audit investigatif - quod non bahwa ternyata Hasil Audit BPKP tersebut bertentangan dengan Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik/AAUPB (Algemeene Beginselen van Behoorlijk Bestuur/

ah

sebagai suatu doktrin adalah bersifat universal yang sudah diakui

(dikodifikasikan)

secara

ub
dan ada

dan

diterapkan

negara,

ada

lik
yang pula

The Principles of The Good Administration), dimana AAUPB dirumuskan tidak

ka

Dimana pada intinya, fungsi dari AAUPB adalah :

ah

ng

rangka menerbitkan keputusan TUN), yang tujuan akhirnya

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 136

es

dalam melaksanakan urusan pemerintahan (termasuk dalam

A. Sebagai pedoman atau kode etik bagi Badan/Pejabat TUN

ep

dikodifikasikan; ---------------------------------------------------------------------

In do ne si
yang

Pemerintah, Tergugat I dan Tergugat II tidak berwenang

A gu ng

ub lik

Penilaian kerugian Negara dan/ atau penetapan pihak yang berkewajiban membayar ganti kerugian sebgaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan dengan keputusan BPK; ------------------------------------------------------------------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
diatur

b
adalah demi terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih (clean and good governance); ---------------------------------------------

ah

gu

ng

Keputusan TUN Tergugat II berupa Pelaksanaan/pekerjaan adalah profesi, dimana Auditor yang bekerja di sektor public selain dituntut untuk mematuhi ketentuan dan peraturan kepegawaian sebagai seorang pegawai negeri sipil, ia juga dituntut untuk mentaati kode etik Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) serta Standar Audit APIP atau Standar audit lainnya yang telah ditetapkan; ---------------------------------------------

Kode Etik APIP ditetapkan oleh Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/04/M.PAN/ 03/2008 tanggal 31 Maret 2008 dan No. PER/05/M.PN/03/2008 tanggal 31 Maret 2008; -----------------------------------------------------Tergugat II sebagai auditor BPKP, adalah akuntan, anggogat Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), yang dalam keadaan tertentu

ah k

am

yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip akutansi yang berlaku

ah

A gu ng

umum

sebagaimana

dalam

Pernayataan

Akutansi Keuangan (PSAK). Karena itu auditor pemerintah

tersebut wajib pula mengetahui dan mentaati Kode Etik Akuntan Indonesia dan Standar Audit sebagaimana diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik yang ditetapkan oleh IAI; --------------Hal ini terlihat bahwa : -

pemeriksaan fisik, meminta data atau keterangan apapun

maupun kepada IM2, sehingga Laporan Hasil Audit BPKP

ka

memiliki dasar data serta dokumen yang jelas, berpihak atau berat sebelah; ------------------------------------------------------------Auditor yang melakukan perhitungan kerugikan keuangan

ah

ep

merupakan audit yang tidak valid dan tidak objektif atau tidak

ub

kepada PT Indosat, Tbk. ( in casu Pengugat Intervensi)

lik

Tergugat I maupun Tergugat II tidak pernah melakukan

ng

negara harus mempunyai pertimbangan profesioal untuk Halaman 137 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 137

es

In do ne si
Standar

melakukan audit atas entitas yang menerbit laporan keuangan

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
maupun negara

b
menggunakan teknik-teknik audit yang tepat sebagaimana dengan teknik auditor yang relevan, kompeten dan cukup,

ng

serta dapat digunakan dalam proses peradilan; ----------------Tergugat I Tergugat II dalam

gu

perhitungan kerugian keuangan negara tidak profesional, cermat dan seksama (due profesional care) dan tidak secara hati-hati ( prudent), karena melakukan perhitungan kerugian keuangan didasarkan atas alat bukti

keterangan-keterangan ahli pro justitia dari pihak Kejaksaan Agung RI, bukan berdasarkan

ah

ub lik
Bukti kerugian

Audit,

Ungkapan yang sering dipakai sebagai panduan dalam melakukan perhitungan kerugian negara adalah without evidence, there is no case ! dimana ungkapan itu ini Audit harus menggunakan bukti audit dan bukan alat

am

ah k

bukti; ------------------------------------------------------------------------Bahwa penugasan penghitungan kerugian keuangan negara,

ep
jumlah

menggambarkan betapa pentingnyanya bukti dan dalam hal

ah

A gu ng

dimaksudkan adalah semata-mata membantu Penyidik dalam menghitung kerugian negara terhadap dugaan suatu

tindak pidana korupsi, bukan memberi Opini Hukum atas

kasus yang diperiksa, dengan demikian unsur melawan hukum dalam kasus tersebut ditetapkan oleh Penyidik, bukan oleh tenaga ahli dari BPKP; ---------------------

negara adalah Laporan, dimana laporan tersebut terutama memuat potensi keuangan negara,

sedangkan modus operandi maupun unsur melawan hukum tidak boleh dimuat dalam laporan tersebut; ----------------------B. Sebagai tolok ukur dan sekaligus alasan (beroepsgronden) bagi pihak yang merasa dirugikan kepentingannya oleh suatu keputusan yang dikeluarkan oleh Badan/Pejabat TUN untuk mengajukan gugatan terhadap putusan tersebut; --------------------

ka

ah

ep

ub

lik

Output dari penugasan perbantuan penghitungan kerugian

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 138

es

In do ne si

In do ne si a
melakukan yaitu karena

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Bahwa dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode

gu

ng

Etik Aparat Pengawasan Intern Pemerintah, dalam hal ini

tindakan Tergugat II yang tidak profesional, yaitu akibat kinerja yang tidak optimal dalam pelaksanaan audit, dimana Tidak

Dapat Disangkal bahwa sebagai Auditor yang diharuskan menjunjung tinggi profesi, bahwa Keputusan TUN Tergugat II yang tidak mematuhi prinsip-prinsip perilaku

Obyektifitas dan Kompetensi maka layaklah Pergugat II

ah

C. Sebagai dasar atau kriteria pengujian (toetsingsgronden) bagi Pengadilan atau Hakim TUN menilai apakah keputusan yang diterbitkan oleh Badan/Pejabat TUN itu telah sesuai atau tidak dengan norma-norma hukum dan keadilan, sehingga dapat diputuskan tentang sah atau tidaknya keputusan tersebut; --------

ah k

am

Aparatur Negara Nomor : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode

A gu ng

Etik Aparat Pengawasan Intern Pemerintah, dalam hal ini yang tidak optimal dalam pelaksanaan audit, dimana Tidak

tindakan Tergugat II yang tidak profesional, yaitu akibat kinerja

Dapat Disangkal bahwa sebagai Auditor yang diharuskan menjunjung tinggi profesi, bahwa Keputusan TUN Tergugat II yang tidak mematuhi prinsip-prinsip perilaku

Obyektifitas dan Kompetensi maka Keputusan TUN Tergugat II tidak sesuai dengan norma-norma dan keadilan, sehingga layaklah dinyatakan tidak sah; --------------------------------------------

ah

14. Bahwa dengan demikian, Keputusan TUN Tergugat I maupun Keputusan TUN Tergugat II yang disampaikan kepada Kejaksaan

ka

ah

kerugian keuangan negara; ---------------------------------------------------Dari hal-hal tersebut di atas, bahwa selain bertentangan dengan peraturan perundang-undangan juga bertentangan dengan Asas Umum Pemerintah Yang Baik, khususnya Asas Kecermatan dan Kepastian Hukum, Maka Halaman 139 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

ep

Agung RI tidak dapat digunakan sebagai dasar menentukan

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 139

es

In do ne si
khususnya

Bahwa dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan

ub lik

Intervensi II melakukan Gugatan Intervensi; ---------------------------

In do ne si a
khususnya

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
yang

b
sesuai dengan Pasal 53 ayat (2) huruf a dan b UU PTUN, keputusan a quo harus dinyatakan batal atau tidak sah dan diperintahkan kepada Tergugat I V. Tentang Permohonan Pendahuluan Penundaan Keputusan TUN; -------Permohonan Pendahuluan Penundaan Keputusan TUN -------------------1. Bahwa Pasal 67 UU PTUN mengatur sebagai berikut : Pasal 67

ah

gu

ah k

am

(2) Penggugat dapat mengajukan permohonan agar pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara itu ditunda selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan, sampai ada putusan Pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap;(3) Permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat dia jukan sekaligus dalam gugatan dan dapat diputus terlebih dahulu dari pokok sengketanya; ------------------------------------------

ah

A gu ng

(4) Permohonan penundaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2):

a. dapat dikabulkan hanya apabilater dapat keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan penggugat sangat dirugikan jika Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap dilaksanakan; --------------------b. tidak dapat dikabulkan apabila kepentingan umum dalam rangka pembangunan mengharuskan dilaksanakannya keputusan tersebut.; ----------------------------------------------------

2.

Bahwa berdasarkan ketentuan tersebut diatas, Penggugat II Intervensi II dapat mengajukan permohonan agar pelaksanaan Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II

ka

ditunda selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang

ah

kekuatan hukum tetap dengan pertimbangan terdapat keadaan Penggugat II Intervensi II sangat dirugikan jika Keputusan TUN

yang

sangat

mendesak

ep

berjalan, sampai ada putusan Pengadilan yang memperoleh

ub

mengakibatkan

lik

ng

Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II tetap dilaksanakan; ----

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 140

es

In do ne si
kepentingan

ub lik

(1) Gugatan tidak menunda atau menghalangi dilaksanakannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara serta tindakan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang digugat;

ng

dan Tergugat II untuk mencabut objek sengketa tersebut; -------------------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Intervensi II

b
3. Bahwa berdasarkan ketentuan tersebut diatas, Penggugat II Intervensi II mengajukan permohonan agar pelaksanaan Keputusan pemeriksaan sengketa karena terdapat keadaan yang sangat mendesak yang mengkibatkan kepentingan Penggugat II Intervensi

gu

II sangat dirugikan jika Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II tetap dilaksanakan, antara lain : Penggugat II

ng

TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II ditunda selama

sebagai Penyelenggara Jasa

Telekomunikasi diwajibkan melakukan pembayaran Biaya Hak

ah

awal ( up front fee ) dan izin pita tahunan untuk periode tahun 2006 sampai dengan periode tahun 2011 sebesar Rp. 1.358.343.346.674,- (Satu Trilyun Tiga Ratus Lima Puluh Delapan Milyar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Empat Puluh Enam Ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Empat

am

ah k

Rupiah), padahal PT Indosat Tbk selaku Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi ( in casu Penggugat II Intervensi I)

ep
akhir

A gu ng

telah menyelesaikan seluruh kewajiban terkait pembayaran Upfront fee maupun BHP Frekuensi untuk pita 2.1 GHz dengan total (sampai tahun 2012 ) sebesar Rp.

2.416.661.561.248,- sesuai dengan tagihan yang disampaikan oleh Kementerian Kominfo; ------------------------------------------------

Dengan demikian, seluruh hak negara atas penggunaan pita frekuensi 2.1 GHz sudah dipenuhi oleh Penggugat II Intervensi I; -----------------------------------------------------------------------------------

ah

pemberitaan-pemberitaan media massa, karena seolah-olah Penggugat II Intervensi II sebagai korporasi telah melakukan dugaan tindak pidana korupsi; -------------------------------------------4. Bahwa tidak ada kepentingan umum dalam rangka pembangunan yang mengharuskan agar Keputusan TUN Tergugat I dan Tergugat

ka

ah

ep

ub

Bahwa nama baik Penggugat Intervensi tercemar melalaui

lik

ng

Halaman 141 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 141

es

In do ne si

ub lik

Penggunaan (BHP) frekuensi radio yang terdiri dari biaya nilai

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
pun

b
II tersebut yang merupakan keputusan tata usaha negara untuk tetap terus dilaksanakan, dengan pertimbangan sebagai berikut :

ng

Bahwa sesungguhnya tidak terdapat satu ketentuan peraturan perundang-undangan yang menyatakan maupun

mewajibkan Penggugat II Intervensi II untuk melakukan

pembayaran terlebih dahulu atas tagihan terkait pembayaran

Up-front fee maupun BHP Frekuensi untuk pita 2.1 GHz BHP, mengingat PT Indosat Tbk selaku Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (in casu Penggugat II Intervensi I) telah fee maupun BHP Frekuensi untuk pita 2.1 GHz dengan total (sampai akhir tahun 2012 ) sebesar Rp. 2.416.661.561.248,sesuai dengan tagihan yang disampaikan oleh Kementerian penggunaan pita frekuensi 2.1 GHz sudah dipenuhi oleh

ah

am

ah k

Penggugat II Intervensi I; --------------------------------------------------Bahwa bahkan Menteri Komunikasi dan Informatika sendiri

ep
yang

Kominfo.

Dengan

demikian,

ub lik
seluruh hak Service tertulis

menyelesaikan seluruh kewajiban terkait pembayaran Up-front

A gu ng

selaku regulator bidang telekomunikasi melalui Surat perihal Kepastian Hukum atas Kerjasama antara PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (PT IM2) tertanggal 24 Februari 2012 juga telah menegaskan bahwa:

5. Sesuai dengan penjelasan angka 2, 3 dan 4 di atas, maka jasa akses internet (Internet Provider)

ah

dengan menggunakan jaringan bergerak seluler milik PT

berdasarkan

perjanjian

ub
sudah

Indosat

Tbk,

dilaksanakan

lik
melalui sesuai

diselenggarakan oleh PT Indosat Mega Media (PT IM2)

ka

ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi beserta peraturan pelaksanaannya; 6. Selain itu, PT Indosat Mega Media (PT IM2) juga tidak mempunyai

ah

Penggunaan (BHP) Spektrum Frekuensi Radio karena PT Indosat Mega Media (PT IM2) tidak menggunakan spektrum

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 142

es

kewajiban

ep
untuk

membayar

In do ne si
yang kerjasama dengan Biaya Hak

In do ne si a
negara atas

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
tidak

b
frekuensi radio sendiri untuk menyelenggarakan jasa akses jaringan bergerak seluler milik PT Indosat Tbk menggunakan pita frekuensi radio 900 MHz, 1800 MHz dan 2,1 GHz. Dengan demikian, kewajiban pembayaran Biaya internet. PT Indosat Mega Media (PT IM2) menggunakan

Penggunaan (BHP) Spektrum Frekuensi Radio berada pada PT Indosat Tbk.; ---------------------------------------------------------

Melalui surat tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika telah menyatakan bahwa adanya penggunaan bersama

ah

frekuensi 2,1 GHz antara Indosat dan IM2 yang menimbulkan kewajiban bagi IM2 untuk membayar kewajiban-kewajiban sebagai penyelenggara jaringan telekomunikasi, sehingga pada dasarnya tidak ada tindak pidana yang dilakukan baik oleh IM2

am

ah k

5.

Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka apabila

kerjasama antara Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi dan

A gu ng

Penyelenggaraan

Jasa

Telekomunikasi

dianggap

pelanggaran hukum tidak ditunda, maka sudah jelas akan

mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi kepentingan lainnya, dengan alasan sebagai berikut : Bahwa kita ketahui di kemajuan Indonesia Teknologi sangat

Informasi pesat

Komunikasi

(TIK)

ah

menjadi penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagaimana ditetapkan dalam Masterplan Percepatan Pertumbuhan dan Perluasan Ekonomi Indonesia 2011-2005 (MP3EI); ------------------------------Bahwa Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi termasuk

ka

ah

dari kalangan UKM sampai tingkat korporasi besar. Oleh karena itu,

ng

apabila

kerjasama

antara

Penyelenggara

Jaringan

Halaman 143 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 143

es

penyedia jasa internet melibatkan 280 perusahaan di Indonesia

ep

ub

Pemerintah terutama dalam upaya Pemerintah mempercepat

lik

menjadikan pelayanan sasa TIK (termasuk jasa internet)

In do ne si
suatu dan sehingga

keputusan TUN yang nota bene telah menyatakan bahwa

ep

maupun Indosat yang dapat menyebabkan kerugian negara; ----

ub lik

In do ne si a
Hak

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dan

b
Telekomunikasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi dianggap suatu pelanggaran hukum, maka hal ini akan

ah

gu

ng

berdampak kepada terhentinya seluruh usaha pelayanan yang terkait internet seluruh Indonesia, termasuk pelayanan di bidang konten, manufaktur, perbankan, pemerintahan, pendidikan, warnet, serta industri penunjak TIK lainnya; ---------------------------

Akan menjadi preseden buruk bagi kelangsungan perusahaan air yang melakukan pola kerjasama yang serupa; -------------------

penyelenggara ISP (internet service provider) lainnya di tanah

Industri Telekomunikasi akan terganggu, dimana Industri Telekomunikasi di Indonesia berada dalam Ketidak Pastian Hukum; --------------------------------------------------------------------------

am

Dari hal-hal tersebut di atas, sehingga sangat dikhawatirkan Keputusan Tata Usaha Negara tersebut akan menimbulkan kerugian yang terus berlanjut, maka adalah adil sebelum memutus

ah k

memerintahkan Tergugat I dan Tergugat II melakukan Penundaan

A gu ng

Pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara in casu berupa : Surat Deputi Kepala Bpkp Bidang Investigasi,

Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan Nomor : SR-1024/

D6/01/2012 Tanggal 9 Nopember 2012, Perihal : Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Perhitungan Kerugian Negara Atas

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pembangunan Jaringan

ah

Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2); -------------------------------

Atas

Perkara

Dugaan

Tindak

ub
Pidana

Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara Korupsi Dalam

ka

(3G) oleh PT Indosat, Tbk. dan PT Indosat Mega Media (IM2) Tanggal 31 Oktober 2012 Oleh Tim BPKP; ----------------------------

ah

ep

Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga

lik

Frekwensi Radio 2.1 GHZ/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat,

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 144

es

In do ne si
Badan

pokok perkara, Penggugat mohon kepada Majelis Hakim untuk

ep

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
hak-hak

b
Yaitu selama perkara berlangsung sampai putusan dalam perkara ini mempunyai kekuatan hukum tetap. Hal ini sesuai dengan Pasal

ah

gu

(2) Penggugat dapat mengajukan permohonan agar pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara itu ditunda selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan, sampai ada putusan Pengadilan yang memperoleh kekuatan Hukum tetap;(4) Permohonan penundaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2):

ng

67 ayat (2) dan ayat (4) huruf a yang berbunyi sebagai berikut :

am

VI.

Tentang : Permohonan ---------------------------------------------------------------Bahwa berdasarkan alasan-alasan sebagaimana tersebut di atas, penggugat intervensi sangat berkepentingan dalam perkara ini, terutama untuk melindungi penggugat intervensi yang

ah k

A gu ng

Oleh karena itu, selanjutnya Penggugat II Intervensi II mohon kepada Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta C.q Majelis Hakim Pemeriksaan Perkara ini agar memberikan putusan sebagai berikut: DALAM PERMOHONAN PENDAHULUAN 1. Mengabulkan permohonan penundaan

pelaksanaan

dimohonkan oleh Penggugat II Intervensi II selama perkara ini berkekuatan hukum tetap (inkraht van gewijsde ); -----------------------

ah

berjalan hingga diperolehnya putusan pengadilan yang telah

Keputusan TUN Tergugat I dan memerintahkan Tergugat II untuk menunda pelaksanaan Keputusan TUN Tergugat II; -------------------3. Melarang Tergugat I untuk menerbitkan surat keputusan Lanjutan yang dilandaskan pada Keputusan TUN Tergugat I dan melarang Tergugat II untuk menerbitkan surat keputusan lanjutan yang dilandaskan pada Keputusan TUN Tergugat II; ---------------------------

ka

ah

ep

ub

2.

Memerintahkan kepada Tergugat I untuk menunda pelaksanaan

lik

ng

Halaman 145 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 145

es

In do ne si
yang

dilindungi hkum; -------------------------------------------------------------------------

ub lik

a. dapat dikabulkan hanya apabila terdapat keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan penggugat sangat dirugikan jika Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap dilaksanakan; --------------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
DALAM POKOK PERKARA: 1. 2. Mengabulkan Gugatan Penggugat II Intervensi II untuk seluruhnya; keputusan yang berkekuatan hukum tetap (inkraht van gewijsde ); --

ah

gu

3.

Menyatakan batal atau tidak sah Keputusan TUN Tergugat I berupa

Surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor : SR-1024/D6/01/2012 Tanggal 9 Nopember 2012, Perihal : Laporan Hasil Audit Dalam

Korupsi Dalam Pembangunan Jaringan Frekwensi Radio 2.1 GHz/ Generasi Tiga (3G) oleh PT. Indosat Tbk dan PT. Indosat Mega Media (IM2); ---------------------------------------------------------------4. Menyatakan batal atau tidak sah Keputusan TUN Tergugat II berupa Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Negara Atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pembangunan Jaringan Frekwensi Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT. Indosat Tbk dan PT. Indosat Mega Media (IM2). Tanggal 31 Oktober 2012; ------

ah k

am

5.

Mewajibkan Tergugat I untuk mencabut Keputusan TUN Tergugat I berupa Surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor : SR-1024/

D6/01/2012 Tanggal 9 Nopember 2012, Perihal : Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Perhitungan Kerugian Negara Atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pembangunan Jaringan Frekwensi

ah

Indosat Mega Media (IM2); ------------------------------------------

ka

II berupa Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Negara Atas Frekwensi Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT. Indosat Tbk dan PT. Indosat Mega Media (IM2). Tanggal 31 Oktober 2012; -----7. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar seluruh

ah

ep

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pembangunan Jaringan

ub

6.

Mewajibkan Tergugat II untuk mencabut Keputusan TUN Tergugat

lik

Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT. Indosat Tbk dan PT.

ng

biaya perkara; --------------------------------------------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 146

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

Rangka Perhitungan Kerugian Negara Atas Dugaan Tindak Pidana

ng

Menguatkan Penetapan Penundaan sampai dengan adanya

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Usaha Negara

b
Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat II Intervensi 1 dan Penggugat II Intervensi 2 tersebut, pihak Tergugat I dan Tergugat II telah mengemukakan hal-hal sebagai berikut : Jawaban Tergugat I dan II terhadap gugatan Penggugat II Intervensi 1: I.

gu

DALAM EKSEPSI:

yang dikemukakan oleh

ng

mengajukan Jawaban pada persidangan tanggal 14 Februari 2013, dengan

Bahwa Para Tergugat menolak semua dalil dan segala sesuatu

Penggugat II Intervensi I dalam Gugatannya,

ah

ini; ------------------------------------------------------------------------------------------Bahwa Eksepsi yang diajukan oleh Para Tergugat terdiri dari: A. Pengadilan Tata Jakarta Tidak Berwenang

am

ah k

Oleh Penggugat II Intervensi I Belum Bersifat Final Sehingga Bukan

Keputusan Tata Usaha Negara; ----------------------------------------------B. Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Tidak Berwenang

ep
Negara

Mengadili Perkara A quo Karena Obyek Gugatan Yang Diajukan

ah

A gu ng

Mengadili Perkara A quo Karena Obyek Gugatan Yang Diajukan Oleh Penggugat II Intervensi I Tidak Termasuk Dalam Pengertian

Keputusan Tata Usaha Negara Sebagaimana diatur dalam Undang-

Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009; ------------------------

Ada Hubungan Hukum Dengan Penggugat II Intervensi I; -----------

adalah sebagai berikut: A. Pengadilan Tata Usaha

ka

ub
Jakarta

Adapun penjelasan dari Eksepsi-eksepsi Para Tergugat tersebut

Mengadili Perkara A quo Karena Obyek Gugatan Yang Diajukan Oleh Penggugat II Intervensi I Tidak Bersifat Individual dan Belum Bersifat Final Sehingga Bukan Keputusan Tata Usaha Negara; ------

ah

ep

lik
Tidak

C. Obyek Gugatan Yang Diajukan Oleh Penggugat II Intervensi I Tidak

ng

Halaman 147 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 147

es

In do ne si
Berwenang

ub lik

kecuali yang diakui secara tegas oleh Para Tergugat dalam Jawaban

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Agung Muda

b
1. Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara jo. Pasal 1

ah

gu

ng

Butir 10 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 (UU PERATUN), Pengadilan Tata Usaha Negara berwenang

mengadili sengketa Tata Usaha Negara sebagai akibat dikeluarkannya suatu Keputusan Tata Usaha Negara. Pasal 1 butir 9 UU PERATUN menegaskan Keputusan Tata Usaha Negara (TUN) adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan

yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang bersifat konkret, individual, dan final, serta menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata; -------2. Bahwa Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam

ah k

am

Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) yang diterbitkan oleh Para Tergugat (LHPKKN), yang ditujukan kepada Jaksa Tindak Tata Pidana

(JAMPIDSUS) dan saat ini menjadi obyek dari gugatan ini bukanlah merupakan Keputusan Usaha

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 9 UU PERATUN, karena: -------------------------------------------------------------------------Tidak bersifat individual -----------------------------------------------

ah

Bersifat individual artinya Keputusan TUN itu tidak ditujukan untuk umum, tetapi tertentu baik alamat maupun hal yang dituju. Kalau yang dituju itu lebih dari seorang, tiap-tiap nama orang yang terkena keputusan itu disebutkan. Umpamanya, lampiran yang menyebutkan nama-nama orang yang terkena

ka

ah

keputusan tersebut; -----------------------------------------------------Bahwa LHPKKN Para Tergugat Isinya merupakan Hasil

ep

keputusan tentang perbuatan atau pelebaran jalan dengan

ub

lik

ng

Penghitungan Kerugian Keuangan Negara terhadap perkara

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 148

es

In do ne si
Khusus Negara

A gu ng

ub lik

oleh Badan atau Pejabat TUN yang berisi tindakan hukum TUN

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
negara adalah artinya akibat hukum.

b
dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT

gu

ng

Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) tanpa memberikan rekomendasi terhadap seseorang dan/atau pejabat untuk melakukan perbuatan hukum tertentu; -----------

Bahwa mengenai penetapan obyek penghitungan kerugian keuangan kewenangan dari Penyidik

Kejaksaan Agung RI; ---------------------------------------------------Belum bersifat final -----------------------------------------------------Bersifat final

ah

ub lik
definitif dan Keputusan

karenanya yang

am

menimbulkan

memerlukan persetujuan instansi atasan atau instansi lain belum bersifat final karenanya belum dapat menimbulkan suatu hak atau kewajiban pada pihak yang bersangkutan; --Bahwa LHPKKN Para Tergugat (obyek sengketa a quo) adalah guna memenuhi permintaan Kejaksaan Agung kepada Tergugat I melalui surat JAMPIDSUS Nomor: B-234/

ah k

ep

F.2/Fd.1/01/2012 tanggal 31 Januari 2012 dan Nomor: 1146/

F.2/Fd.1/05/2012 tanggal 31 Mei 2012 perihal Bantuan untuk melakukan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara, yang sedang melakukan penyidikan dalam perkara dugaan Tindak

Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi

Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan

ah

Bahwa obyek sengketa a quo hanya bersifat informatif dan

kerugian keuangan negara yang dikeluarkan oleh Para

ka

persetujuan

dari

ep
Kejaksaan

Tergugat dan obyek sengketa a quo masih memerlukan Agung, sehingga obyek sengketa a quo belum bersifat final; --------------------------------Bahwa berdasarkan

ah

ng

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta Nomor: 197/ Halaman 149 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 149

es

pertimbangan

ub

belum bersifat final karena memuat hasil perhitungan

lik
hukum

PT Indosat Mega Media (IM2); ----------------

In do ne si
Putusan

A gu ng

In do ne si a
dapat masih

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
dan dalam

b
B/2002/PT.TUN.JKT tanggal 17 Desember 2002 yang telah berkekuatan hukum tetap (Penggugat/Terbanding tidak

ah

gu

ng

mengajukan upaya hukum Kasasi) disebutkan: ------------------

ah k

Menimbang, bahwa pendapat Para Tergugat/Pembanding dalam memori bandingnya tersebut Majelis Hakim dapat menerimanya karena telah tepat dan benar dan oleh karena itu pendapat itu diambil alih oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta sebagai pendapat sendiri dan menjadi pertimbangan sendiri dalam memutus perkara ini ; ------------Bahwa dalam Peraturan Kepala BPKP Nomor: PER-1314/K/

am

D6/2012 tentang Pedoman Penugasan Bidang Investigasi

A gu ng

(PPBI) diatur bahwa:

1. Audit dalam rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara adalah Audit dengan tujuan tertentu yang dimaksudkan untuk menyatakan pendapat mengenai nilai kerugian keuangan Negara yang timbul dari suatu kasus penyimpangan digunakan untuk tindakan litigasi; -----------------------------------------------------Audit rangka Penghitungan

ah

2. Hasil

Keuangan Negara berupa pendapat auditor BPKP tentang jumlah kerugian keuangan negara merupakan pendapat keahlian profesional auditor, yang dituangkan

ka

ah

3. Sebagai hasil dari pendapat ahli, LHPKKN ditandatangani

oleh Tim Audit dan Pimpinan Unit Kerja sebagai Ahli (tanpa kop surat dan cap unit kerja); ----------

ep

dalam LHPKKN; ------------------------------------------------------

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 150

es

In do ne si
mendukung Kerugian

ub lik

Menimbang, bahwa Para Tergugat/Pembanding dalam memori bandingnya pada pokoknya juga menyatakan bahwa produk BPKP yang berupa Laporan Hasil Pemeriksaan (Audit) bukan merupakan obyek sengketa Tata Negara karena Laporan Hasil Pemeriksaan (Audit) tersebut belum bersifat final, baru merupakan suatu hasil pemeriksaan yang berbentuk laporan, sedangkan finalnya adalah keputusan yang diterbitkan oleh pihak lain yang ingin menindaklanjuti baik dari pihak yang memohon audit maupun pihak lain yang terkait ------------------------------------------------------------------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
yang bebas,

b
4. LHPKKN disampaikan kepada pimpinan Instansi Penyidik yang meminta, dilakukan dengan surat pengantar (SP)

gu

ah

ng

berkode SR (Surat Rahasia) yang ditandatangi oleh unit kerja; --------------------------------------------------------------------

Berdasarkan hal tersebut maka LHPKKN adalah pendapat

keahlian profesional auditor yang diminta oleh Penyidik untuk melakukan penghitungan kerugian keuangan negara atas didasarkan pada Pasal 7 ayat 1 huruf h jo. Pasal 120 ayat

suatu perkara yang sedang ditangani Penyidik. Hal tersebut

huruf c KUHAP; --------------------------------------------Bahwa nilai pembuktian yang melekat pada alat bukti keterangan ahli yaitu keterangan ahli mempunyai nilai pembuktian tidak sempurna dan tidak menentukan. Nilai kekuatan pembuktian keterangan ahli

ah k

am

tidak terikat kepadanya dan tidak ada keharusan bagi hakim

ah

A gu ng

untuk menerima keterangan ahli tersebut; -------------------------

Berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas, maka Surat Tergugat I, yaitu surat Nomor: SR-1024/D6/1/2012 Tanggal

09 November 2012 hanyalah berupa surat pengantar, sedangkan LHPKKN Tergugat II merupakan keterangan Ahli, bukan merupakan Keputusan TUN; ---------------------------------

sehingga Surat Tergugat I maupun LHPKKN Tergugat II

Dengan demikian, LHPKKN Para Tergugat bukanlah merupakan PERATUN karena tidak bersifat individual dan belum bersifat final, sehingga gugatan Penggugat II Intervensi I harus ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima; --------------------------------------B. Pengadilan TUN Jakarta Tidak Berwenang Mengadili Perkara A quo Karena Obyek Gugatan Yang Diajukan Oleh Penggugat II

ka

ah

ep

ub

Keputusan TUN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 9 UU

lik

ng

Halaman 151 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 151

es

In do ne si

terserah pada penilaian hakim, hakim bebas menilainya dan

ub lik

(1) jo. Pasal 1 angka 28 jo. Pasal 184 ayat (1) jo. Pasal 187

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
untuk melakukan

b
Intervensi I Tidak Termasuk Dalam Pengertian Keputusan TUN Sebagaimana diatur dalam UU PERATUN ---------------------------------

ah

gu

ng

1. Bahwa terbitnya LHPKKN yang ditujukan kepada JAMPIDSUS adalah untuk memenuhi permintaan JAMPIDSUS yang sedang

melakukan penyidikan dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/ Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), dengan kronologis sebagai berikut: ------------

a. Bahwa JAMPIDSUS telah meminta bantuan kepada Kepala

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melalui surat Nomor: B-234/F.2/Fd.1/01/2012 tanggal 31 Januari 2012 yang pada pokoknya meminta kepada Para Tergugat atas Penghitungan Kerugian

am

ah k

Perkara Dugaan Tindak

ep

Keuangan Negara sekaligus memberikan keterangan ahli Pidana Korupsi dalam

Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media

ah

A gu ng

(IM2); ------------------------------------------------------------------------

Bahwa pada tanggal 18 Januari 2012, JAMPIDSUS telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-04/ F.2/Fd.1/ 01/2012 dengan tersangka Ir. Indar Atmanto, MSc.

Surat perintah penyidikan tersebut dikeluarkan setelah

dilakukan ekspose intern Kejaksaan Agung atas perkara

dugaan tindak pidana korupsi dalam Penggunaan Jaringan

Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) pada tanggal 18 Januari 2012; ---------------------------------------------------------b. Bahwa untuk menindaklanjuti surat JAMPIDSUS tersebut, diadakan rapat antara tim audit BPKP dengan penyidik Kejaksaan Agung yang membahas mengenai Penggunaan

ka

ah

Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), yang

ep

ub

lik

ng

pada pokoknya bahwa Kejaksaan Agung berpendapat dalam

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 152

es

In do ne si

Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Media a quo),

b
Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media

ng

(IM2) telah terjadi penyimpangan yang diduga telah terjadi Tindak Pidana Korupsi dalam perkara tersebut,

selanjutnya BPKP sebagai ahli di bidang akutansi dan

auditing melakukan audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam perkara tersebut; ---------------------------------------------------------

c. Bahwa selanjutnya Tergugat I menerbitkan surat Nomor:

ah

Keuangan Negara, yang ditujukan kepada JAMPIDSUS; ----Bersama surat tersebut dilampirkan juga Surat Tugas Tergugat I Nomor: ST-524/D601/3/2012 tanggal 2 Oktober 2012, yang pada pokoknya menugaskan Tim Auditor BPKP (Tergugat II) untuk melaksanakan Penghitungan Kerugian

ah k

am

Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1

A gu ng

GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2); -------------------------------------------berakhirnya penugasan Tim Auditor

d. Dengan

(Tergugat II) yang melakukan Audit Penghitungan Kerugian

Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana

Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega (IM2), selanjutnya

ah

lik
disampaikan

Tergugat

menerbitkan LHPKKN Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan

ka

ah

(obyek

sengketa

ep

PT Indosat Mega Media (IM2) tanggal 31 Oktober 2012 dan kepada

ng

Halaman 153 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 153

es

penghitungan kerugian keuangan negara/daerah melalui

JAMPIDSUS selaku instansi yang meminta dilakukannya

ub

In do ne si
BPKP II

Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana

ub lik

S-927/D6/ 01/2012 hal Bantuan Menghitung Kerugian

In do ne si a
dan

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dan obyek

b
surat pengantar dari Tergugat I Nomor: SR-1024/D6/1/2012 (obyek perkara a quo); --------------------------------------------------

ng

e. Bahwa

selanjutnya,

JAMPIDSUS hukum a

sesuai

kewenangan menindaklanjuti

ketentuan

yang quo

gu

sengketa

menjadikannya sebagai bagian dari kegiatan penyidikan dan

penuntutan yang berdasarkan pada ketentuan KUHP atau

KUHAP atau peraturan perundang-undangan lain yang bersifat hukum pidana; -------------------------------------------------2. Bahwa berdasarkan Pasal 2 UU PERATUN yang menyatakan:

ah

am

Tidak termasuk dalam pengertian Keputusan Tata Usaha Negara menurut Undang-Undang ini : a. ..; ----------------------------------------------------------------c. .; -----------------------------------------------------------------d. Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau peraturan perundang-undangan lain yang bersifat hukum pidana; -----------------------------------------------------------b. .; ------------------------------------------------------------------

ah k

ep

e. ; ---------------------------------------------------------------g. ; ----------------------------------------------------------------

f. ... ; ----------------------------------------------------------------

3. Bahwa berdasarkan kronologis pada angka 1 tersebut di atas,

terbukti bahwa LHPKKN Para Tergugat diterbitkan berdasarkan

ah

sesuai dengan KUHP, KUHAP, dan peraturan perundang-

ka

4. Bahwa Kejaksaan Agung sebagai Penyidik dapat meminta

saat melakukan penyidikan. Pendapat atau keterangan yang

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 154

es

dapat digunakan untuk membuat terang suatu perkara pidana

disampaikan oleh seseorang yang memiliki keahlian khusus

ep

pendapat ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus pada

ub

undangan lain yang bersifat hukum pidana; ---------------------------

lik

permintaan JAMPIDSUS yang sedang melakukan penyidikan

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a
dengan berlaku, dengan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
tanggal

b
(Pasal 7 ayat 1 huruf h jo. Pasal 120 ayat (1) jo. Pasal 1 angka 28 jo. Pasal 184 ayat (1) jo. Pasal 187 huruf c KUHAP); -----------

ah

gu

ng

5. Bahwa sesuai dengan kompetensinya, Para Tergugat memiliki keahlian dalam penghitungan kerugian keuangan negara, sehingga JAMPIDSUS meminta bantuan kepada Para Tergugat

untuk menghitung kerugian keuangan negara atas Perkara

Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat,

Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), melalui surat Nomor:

Bantuan untuk melakukan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara; ------

am

6. Bahwa LHPKKN tersebut merupakan bagian dari proses dan Penuntut Umum Kejaksaan Agung yang mana sesuai

ah k

ahli yang diperlukan sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (1)

ah

A gu ng

huruf h dan Pasal 120 ayat (1) KUHAP; --------------------------------

Sebagaimana dipahami bahwa Penyidikan dalam perkara Tindak Pidana Korupsi merupakan bagian dari proses criminal justice system yang dilakukan oleh Kejaksaan sebagaimana

pula dilakukan oleh Kepolisian dan KPK dalam menegakkan

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001; ----------

ka

G.TUN/2012/PTUN.JPR tanggal 6 Desember 2012, dengan

ah

ng

Provinsi

Papua

dengan

Nomor:

LHP-KKN-360/PW

Halaman 155 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 155

es

Kerugian Keuangan Negara (LHPKKN) BPKP Perwakilan

Obyek

Gugatan

ep
Surat

a.

Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor: 28/ Laporan Hasil Penghitungan

ub

7. Bahwa berdasarkan:

lik

In do ne si

dengan kewenangan yang dimilikinya dapat meminta bantuan

ep

penyidikan dan penuntutan yang dilaksanakan oleh Penyidik

ub lik

B-234/F.2/Fd.1/01/2012

31 Januari

In do ne si a
2012 perihal

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Istimewa

b
26/5/2011 tanggal 28 Juli 2011 tentang Hasil perhitungan Kerugian Keuangan Negara dalam pelaksanaan kegiatan

gu

ng

Pembangunan Jalan dan Jembatan Ruas Jalan Waley

Molof pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Keerom T.A.2007-2008 oleh BPKP Perwakilan Provinsi Papua; ------

b.

Penetapan Ketua PTUN Yogyakarta Nomor: 06/G/2010/

PTUN.YK tanggal 16 Juni 2010 dalam Perkara Gugatan Tata Usaha Negara antara Johanis Richard Riwoe, ST, MA. sebagai Penggugat melawan Provinsi Daerah Kepala Perwakilan BPKP Yogyakarta sebagai Para

ah

Tergugat, dengan Obyek Gugatan Surat Para Tergugat Nomor: S-3299/PW.12/5/2009 tanggal 6 Oktober 2009

am

tentang Perhitungan Kerugian Keuangan Negara atas untuk Partai Politik DPC Partai Damai Sejahtera Tahun

ah k

Anggaran 2006 dan 2007; dan -------------------------------------c. Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor: 21/G/2010/

ep
Mahkamah menyatakan

Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Bantuan Keuangan

A gu ng

PTUN-SMD tanggal 22 Desember 2010, dari Direktori Putusan Agung,

mahkamahagung.go.id.; ---------------------------------------------pokoknya bahwa laporan hasil

pada

pengitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh atas permintaan penyidik (Polisi dan Kejaksaan) adalah tidak

BPKP atau BPK dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi

ah

termasuk dalam pengertian Keputusan Tata Usaha Negara karena dikeluarkan berdasarkan ketentuan Kitab UndangUndang Hukum Pidana dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau peraturan perundang-undangan lain yang d UU PERATUN; --------------------------------------------------------------

ka

ah

8. Bahwa berdasarkan Pasal 2 huruf d UU PERATUN, maka obyek sengketa yaitu LHPKKN termasuk ke dalam Keputusan

ep

bersifat hukum pidana, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 huruf

ub

lik

ng

Tata Usaha Negara yang dikecualikan, karena dikeluarkan

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 156

es

In do ne si
putusan. audit

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
KUHAP,

b
berdasarkan KUHP, dan peraturan perundangundangan lain yang bersifat hukum pidana; --------------------------LHPKKN tidak termasuk dalam pengertian Keputusan Tata Usaha Negara sebagaimana diatur dalam UU PERATUN karena LHPKKN

ah

gu

tersebut dikeluarkan berdasarkan ketentuan KUHP, KUHAP, dan peraturan perundang-undangan lain yang bersifat hukum pidana (vide Pasal 2 UU PERATUN), sehingga PTUN Jakarta tidak berwenang mengadili perkara a quo; ----------------------------------------

ng

Berdasarkan uraian di atas, maka obyek sengketa a quo yaitu

Dengan demikian, Gugatan Penggugat II Intervensi I (PT Indosat) harus ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima; --------------C. Obyek Gugatan Yang Diajukan Oleh Penggugat II Intervensi I tidak ada hubungan hukum dengan Penggugat II Intervensi II; -------------Bahwa Obyek sengketa a quo tidak ada kaitannya dengan Penggugat II Intervensi I karena surat Tergugat I dan Tergugat II adalah terkait

am

ah k

R
dengan

ep

melakukan penghitungan kerugian keuangan negara sehubungan

dengan surat perintah penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-04/F.2/Fd.1/01/2012 tanggal 18 Januari 2012 dengan tersangka Ir. Indar Atmanto, MSc,

sehingga surat Tergugat I dan Tergugat II tersebut tidak ada

hubungannya dengan kasus yang sedang dihadapi oleh Penggugat II Intervensi I; -----------------------------------------------------------------------

ah

harus ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima; --------------Berdasarkan uraian tersebut di atas, dengan ini Para Tergugat

ka

mengajukan permohonan ke hadapan Yang Mulia Majelis Hakim yang

JKT untuk berkenan kiranya menjatuhkan Putusan Sela atas Eksepsi-

ah

eksepsi Para Tergugat sebagai berikut:

ep

memeriksa dan mengadili Perkara Gugatan TUN Nomor: 231/G/2012/PTUN-

ub

lik

Dengan demikian, Gugatan Penggugat II Intervensi I (PT Indosat)

ng

Halaman 157 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 157

es

In do ne si

permintaan

ub lik
Kejaksaan

A gu ng

In do ne si a
Agung untuk

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
1. 2. Menerima Eksepsi Para Tergugat untuk seluruhnya; ------------------------seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan Gugatan Penggugat 3.

ah

II.

gu

tidak dapat diterima; --------------------------------------------------------------------

Menghukum Penggugat II Intervensi I untuk membayar seluruh biaya perkara ini; -------------------------------------------------------------------------------DALAM POKOK PERKARA: 1.

ng

Menolak Gugatan Penggugat II Intervensi I (PT Indosat) untuk

Bahwa apa yang telah Para Tergugat kemukakan di dalam Jawaban Dalam Eksepsi tersebut di atas merupakan bagian dari Jawaban dalam Pokok Perkara, sehingga harus dinilai sebagai satu kesatuan yang tidak terpisah; -------------------------------------------

am

ah k

2.

Bahwa Para Tergugat menolak semua dalil dan segala sesuatu yang dikemukakan oleh Penggugat II Intervensi I di dalam

di dalam Jawaban dalam Pokok Perkara ini; -----------------------------

3.

Bahwa Tanggapan Para Tergugat pada posita Gugatan angka I

Tentang: Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN sebagai berikut: -------------------------------------------------------------------

Tergugat II adalah merupakan Keputusan Tata Usaha Negara

Bahwa Para Tergugat menolak dalil Penggugat II Intervensi I (PT

Indosat) pada angka I (halaman 3 s.d 7) tersebut dengan alasan

ah

huruf A dan B di atas, dengan penambahan sebagai berikut:

hukum Tergugat I diantaranya adalah Keppres No. 31 tahun Tahun 2001 Tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I lembaga Pemerintah Non Departemen, terakhir dengan PP No. 64 Tahun 2005; ---------------------------------------------------------------

ka

ah

ep

1983 tanggal 30 Mei 1983 tentang BPKP dan Keppres No. 110

ub

a. Bahwa Penggugat II Intervensi I menyatakan dasar tindakan

lik

yuridis sebagaimana telah diuraikan dalam eksepsi Para Tergugat

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 158

es

In do ne si

Gugatannya, kecuali yang diakui secara tegas oleh Para Tergugat

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Tugas,

b
b. Bahwa Para Terguggat menolak dalil Penggugat II Intervensi I tersebut karena saat ini Keppres No. 31 Tahun 1983 sudah

ah

gu

ng

dicabut oleh Keppres Nomor 42 Tahun 2001, sehingga sudah

tidak digunakan lagi sebagai dasar tindakan hukum penugasan Para Tergugat; ----------------------------------------------------------------

Bahwa PP No. 64 Tahun 2005 adalah tentang Perubahan

Keempat Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Kerja, sehingga PP No. 64 Tahun 2005 tersebut tidak ada

Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga

c. Dasar penugasan saat ini diantaranya adalah: -

am

Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Fungsi, Kewenangan, Susunan

ah k

Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah diubah terakhir dengan

Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit

Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2005;

Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; ------------------------------------

Dengan demikian, dalil Penggugat II Intervensi I (PT Indosat) pada

ah

posita Gugatan angka I Tentang: Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II adalah merupakan Keputusan Tata

ka

4.

Bahwa Para Tergugat menolak dalil Penggugat II Intervensi I pada

ah

Intervensi I dalam mengajukan Gugatan Intervensi dengan

argumentasi yuridis sebagai berikut: ----------------------------------------a. Bahwa Penggugat II Intervensi I mendalilkan bahwa perbuatan Tergugat I berupa penyampaian...tersebut, telah merugikan Halaman 159 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

ep

posita angka II Tentang: Kepentingan dan Alas Hak Penggugat II

ub

Usaha Negara adalah tidak benar, sehingga gugatan harus ditolak;

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 159

es

In do ne si

Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; ----------------------

A gu ng

ep

ub lik

hubungannya dengan dasar penugasan Para Tergugat; -----------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Pemberantasan

b
kepentingan Penggugat II Intervensi I, karena berdasarkan Keputusan Tergugat I tersebut, saat ini Kejaksaan Agung RI

ah

gu

b. Bahwa tidak benar penetapan Penggugat II Intervensi I sebagai Tersangka oleh Kejaksaan Agung karena Surat dari Tergugat I;

ng

telah menyatakan bahwa Penggugat II Intervensi I adalah

Korporasi yang dijadikan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi.; ------------------------------------------------------------------------

Bahwa untuk menetapkan telah terjadi Tindak Pidana Korupsi

harus memenuhi seluruh unsur dari Tindak Pidana Korupsi yang

didakwakan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001; Adapun unsur-unsur Tindak Pidana Korupsi menurut Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun

am

ah k

sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20

Tahun 2001 dimaksud adalah sebagai berikut: ----------------------1) Pasal 2 ayat (1): ---------------------------------------------------------setiap orang; ----------------------------------------------------------

yang secara melawan hukum; ------------------------------------

melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang

ah

yang

dapat

merugikan

Keuangan

lik

lain atau suatu korporasi; -----------------------------------------Negara

2) Pasal 3 ayat (1): ----------------------------------------------------------

ka

ah

yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau

orang lain atau suatu korporasi; ---------------------------------

ep

setiap orang; ----------------------------------------------------------

ub

perekonomian Negara; ---------------------------------------------

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 160

es

In do ne si
atau

1999

tentang

ep

ub lik
Tindak

Pidana

A gu ng

In do ne si a
Korupsi

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
yang ada merugikan

b
menyalahgunakan sarana kewenangan, padanya kesempatan atau

karena

ng

kedudukan; -----------------------------------------------------------yang dapat Keuangan Negara

perekonomian Negara; ---------------------------------------------

Bahwa di dalam Pasal 184 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8

Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana disebutkan sebagai berikut: ---------------------------------------------------------------------------

ah

a. Keterangan saksi; -------------------------------------------------------b. Keterangan ahli; ---------------------------------------------------------c. Surat; -----------------------------------------------------------------------d. Petunjuk; ------------------------------------------------------------------Bahwa untuk menentukan perbuatan Penggugat II Intervensi I e. Keterangan terdakwa; --------------------------------------------------telah memenuhi unsur-unsur Tindak Pidana Korupsi sehingga

am

ah k

ep
surat

dapat ditetapkan sebagai Tersangka merupakan kewenangan

A gu ng

Aparat Penegak Hukum, yang dalam hal ini adalah Penyidik sah; -------------------------------------------------------------------------------

Kejaksaan Agung dengan berdasarkan pada alat bukti yang

c. Bahwa Obyek sengketa a quo tidak ada kaitannya dengan Penggugat II Intervensi I karena surat Tergugat I dan Tergugat II

adalah terkait dengan permintaan Kejaksaan Agung untuk melakukan penghitungan dengan kerugian perintah keuangan sehubungan

ah

lik
penyidikan

Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-04/F.2/Fd.1/01/2012 tanggal 18 Januari 2012 dengan tersangka Ir. Indar Atmanto, MSc, sehingga surat Tergugat I dan

ka

ah

sedang dihadapi oleh Tergugat II Intervensi I, sehingga obyek

ng

menggunakan alat bukti sah lainnya; -----------------------------------Halaman 161 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 161

es

II Intervensi I menjadi Tersangka, karena Kejaksaan Agung

sengketa a quo bukan alat bukti yang menyebabkan Penggugat

ep

Tergugat II tersebut tidak ada hubungannya dengan kasus yang

ub

In do ne si
negara Direktur

ub lik

Alat bukti yang sah ialah:

In do ne si a
jabatan atau atau

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Dengan demikian, dalil Penggugat II Intervensi I pada posita angka II Tentang: Kepentingan dan Alas Hak Penggugat II Intervensi I sehingga gugatan harus ditolak; ---------------------------------------------5. Bahwa Para Tergugat menolak dalil Penggugat II Intervensi I pada posita angka IV Tentang: Fakta-Fakta yang Mendasari Gugatan Intervensi, berdasarkan argumentasi yuridis sebagai berikut: --------

ah

gu

a. Bahwa Para Tergugat menolak dalil posita Gugatan angka IV.8 s.d. IV.11 (halaman 11 s.d. 13) dengan argumentasi yuridis sebagai berikut: --------------------------------------------------------------1) Bahwa terhadap materi dalil posita Gugatan angka IV.8 s.d.

ng

dalam mengajukan Gugatan Intervensi adalah tidak benar,

am

IV.11 (halaman 11 s.d. 13) pada saat ini sedang diuji di Pengadilan Tipikor Jakarta; -------------------------------------------2) Bahwa tanggapan atas materi dalil posita Gugatan angka IV.8 s.d. IV.11 (halaman 11 s.d. 13) adalah sebagai berikut:

ah k

a) Bahwa pada saat Kejaksaan Agung meminta bantuan

ah

A gu ng

untuk menghitung kerugian keuangan negara, Kejaksaan Agung telah menyatakan bahwa dalam penggunaan jaringan Frekuensi radio 2,1 GHz/Generasi tiga (3G) oleh PT Indosat Mega Media (IM2) telah diduga terjadi dugaan tindak pidana korupsi antara lain, karena telah terjadi

penyimpangan dalam Perjanjian Kerjasama Nomor: 225/

E00-EAA/MKT/06 tentang Akses Internet Broadband

sebagaimana dimaksud dalam surat Nomor: B-234/F.2/

Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

ka

Hal tersebut sebagaimana diuraikan sebagai berikut: ----(1) Keterangan Harry Sasongko T (Mantan Presiden Direktur PT. Indosat) dalam BAP tanggal 3 Februari 2012 menyatakan: ---------------------------------------------

ah

ep

Nomor: Print-04/F.2/Fd.1/01/2012; -------------------

ub

Fd.1/01/2012, dan Surat Perintah Penyidikan Direktur

lik

Melalui Jaringan 3G/HSDPA Indosat.

Hal tersebut

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 162

es

In do ne si

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
52

b gu
Kita harus pisahkan antara jaringan dan frekuensi, PT Indosat tidak pernah memberikan izin pihak lain untuk menggunakan frekuensi. PT Indosat bekerjasama dengan penyelenggara jasa untuk menggunakan jaringan telekomunikasi milik Indosat berdasarkan perjanjian kerjasama sesuai Keputusan Menteri Nomor: 21 Tahun 2001 Pasal 5. PT Indosat tidak pernah memberikan izin penggunaan frekuensi kepada PT IM2, yang ada adalah kerjasama penggunaan jaringan 3G milik PT Indosat; ------------Direktur PT. Indosat) dalam BAP tanggal 17 Februari

(2) Keterangan Johnny Swandi Sjam (Mantan Presiden

ah

am

PT Indosat tidak pernah memberikan izin penggunaan frekuensi kepada PT IM2, yang ada adalah kerjasama penggunaan jaringan 3G milik Indosat." (3) Keterangan M. Rachmat Widayana, SE., MM (Direktur Operasi Sumber Daya pada Direktorat

ah k

Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo) di BAP tanggal 7 Agustus 2012

A gu ng

menyatakan: -----------------------------------------------------

PT IM2 sebagai penyelenggara jasa menggunakan kapasitas jaringan yang disediakan oleh PT lndosat sebagai penyelenggara jaringan untuk keperluan penyelenggaraan jasanya. ; --------------------------------sebagaimana tercantum dalam BAP tanggal 23 Februari 2012 yang pada pokoknya menyatakan:

(4) Keterangan Ahli DR. Ir. Asmiati Rasyid,

ah

(a) Setiap penggunaan spektrum frekuensi harus memiliki izin, diatur dalam UU Nomor: 36 Tahun 1999 tentang telekomunikasi, PP Nomor: 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit serta PP Nomor:

ka

ep

ub
Tahun

lik
2000

ah

ng

Halaman 163 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 163

es

Kominfo Nomor: 07/02/2006 tentang ketentuan

Penyelenggaraan Telekomunikasi dan Permen

In do ne si
MSc tentang

ub lik

2012 menyatakan: ---------------------------------------------

In do ne si a

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
yang pihak PT tidak dapat

b
penggunaan pita frekuensi radio 2,1 GHz untuk

penyelenggaraan jaringan bergerak seluler; -----bersama (sharing)

ng

(b); Penggunaan

frekuensi radio adalah tindakan suatu operator

pemilik Iisensi spektrum dengan lebar pita tertentu dengan digunakannya lain/operator bersama-sama

telekomunikasi lainnya melalui kerjasama atau penyewaan. Indosat tidak

ah

penggunaan bersama ( sharing) frekuensi; -------(c) IM2 menyelenggarakan Wireless 3G akses seperti

am

Internet

Broadband

ah k

IM2

ep
karena hanya

tercantum dalam Perjanjian Kerjasama Indosatberdasarkan Pos Surat Keputusan

Nomor: 229/Dirjen/2006 tanggal 22 Juni 2006, IM2 mempunyai hak untuk menyelenggarakan jasa akses internet ( Internet

Service Provider) seperti halnya ISP-ISP lainnya yang jumlahnya hampir 200 ISP; ---------------------

(d) Menggunakan pita frekuansi 2,1 GHz/3G tanpa izin dari pemerintah tidak dapat dibenarkan.

ah

Peraturan Menteri Nomor: 07/PER/M.KOMINFO/ 2/2006: -----------------------------------------------------Pasal 2 ayat (2): Penetapan spektrum frekuensi radio pada pita frekuensi radio 2,1 GHz kepada peserta seleksi penyelenggara jaringan bergerak seluler IMT-2000 dilaksanakan melalui sistem pelelangan; -------------------------------------------------

ka

ah

ep

ub

lik

Penggunaan spektrum 3G harus mengacu pada

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 164

es

In do ne si

Direktur

Jenderal

A gu ng

ub lik
dan

frekuensi 2, 1 GHz itu tetapi sudah melakukan

Telekomunikasi

In do ne si a
spektrum penyelenggara mengalihkan

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
nilai radio tahunan

b
Pasal 4: Penggunaan pita trekuensi radio 2,1

GHz untuk penyelenggaraan jaringan bergerak

ng

seluler dikenakan tarif izin penggunaan pita frekuensi radio 2,1 GHz sebagai berikut: -----------

1. Biaya Nilai Awal ( up-front fee) sebesar 2 x penawaran terakhir dari setiap

pemenang lelang, yang dibayarkan di awal

untuk masa pakai pita frekuensi radio selama 10 (sepuluh) tahun; ----------------------------------

ah

2. Biaya Hak Penggunaan (BHP) pita frekuensi sebesar nilai penawaran

am

terendah di antara pemenang lelang. Dengan skema pembayaran untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sebagaimana yang

ah k

tercantum dalam lampiran keputusan ini; ------

tentang kerjasama akses internet broadband melalui jaringan 3G, artinya PT IM2 diberi

kewenangan oleh PT Indosat untuk melakukan kegiatan penyediaan akses internet broadband dengan mempergunakan spektrum 3G milik PT

Indosat. Berdasarkan fakta tersebut maka berarti

PT Indosat, Tbk dan PT IM2 telah menggunakan

ah

bersama-sama spektrum frekuensi 3G milik PT Indosat. Hal tersebut tidak dibenarkan dengan alasan: ------------------------------------------------------1. PT IM2 hanya memiliki izin sebagai ISP

ka

jaringan tetap yang tidak mencakup sebagai penyelenggara akses internet melalui

ah

jaringan 3G; -------------------------------------------

ep

ub

lik

ng

Halaman 165 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 165

es

In do ne si

(e) Dalam perjanjian kerjasama tersebut mengatur

A gu ng

ep

ub lik

In do ne si a

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Hal

b
2. Bahwa penggunaan bersama spketrum

frekuensi 3G ini dilakukan tanpa penetapan Menteri (Pasal 14 pasal PP No. 53/2000); ----

3. Perjanjian Kerjasama ini sebagai instrumen yang melanggar izin yang diberikan kepada PT Indosat yang dapat merugikan negara

karena pelaksanaan dari perjanjian ini telah secara nyata mengubah maksud izin yang diberikan oleh Pemerintah kepada PT IM2

ah

dalam praktiknya telah bertindak selaku operator penyelenggara jaringan bergerak seluler 3G dengan menggunakan spektrum

am

ah k

ep
ini hanya

frekuensi 3G dan jaringan milik PT Indosat. terlihat dari terpisahnya data pelanggan, customer care dan juga memiliki billing system tersendiri terpisah dari PT telah bertindak selaku Mobile Virtual Network Operator (MVNO); -----------------------------------

A gu ng

Indosat sehingga dalam kasus ini PT IM2

4. PT IM2 tidak dapat menyelenggarakan akses internet broadband dalam wireless Perjanjian 3G

tercantum

karena berdasarkan surat Keputusan Direktur

ah

Jenderal Pos dan Telekomunkasi Nomor.229/ Dirjen/2006 tanggal 22 Juni 2006 bahwa PT

ka

menyelenggarakan

ub
jasa

IM2

mempunyai

lik
hak akses

ISP lainnya yang jumlahnya hampir 200 ISP;-

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 166

es

(PT IM2) telah melakukan penggunaan bersama jaringan

Sesuai dengan uraian di atas, Penggugat II Intervensi II

ep

(internet service provide) seperti halnya ISP-

In do ne si
seperti Kerjasama, untuk internet

ub lik

yang semula hanya sebagai ISP namun

In do ne si a

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Nomor:

b
frekuensi radio 2,1 GHz/Generasi tiga (3G) dengan PT Indosat tanpa izin Menteri Kominfo; ----------------------------

ng

b) Bahwa Penggunaan spektrum 3G harus berdasarkan: ----

(1) Pasal 2 ayat (2) Peraturan Menteri Komunikasi Dan Informatika

gu

07/PER/M.KOMINFO/2/2006 Penggunaan Pita Frekuensi Penyelenggaraan Jaringan

Tentang Ketentuan Radio 2,1 GHz Untuk

Bergerak Seluler, yang menyatakan Penetapan spektrum frekuensi radio pada pita frekuensi radio

ah

2,1 GHz kepada peserta seleksi penyelenggara jaringan bergerak seluler IMT-2000 dilaksanakan melalui mekanisme pelelangan.; -------------------------(2) Pasal 14 ayat (1) dan Pasal 30 Peraturan Pemerintah Nomor

am

ep
53 Tahun

ah k

Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit di atur:

ah

A gu ng

Pasal 14 ayat (1):

Menteri dapat menetapkan penggunaan bersama pita frekuensi radio dan atau kanal frekuensi radio; Pasal 30:

Biaya hak penggunaan spektrum frekuensi radio bagi penggunaan bersama pita frekuensi radio dan atau kanal frekuensi radio dibebankan secara penuh kepada masing-masing pengguna; ----------------------atas, penetapan penggunaan frekuensi radio pada mekanisme pelelangan,

ub

pita frekuensi radio 2,1 GHz harus berdasarkan namun penggunaan

ka

melalui penggunaan bersama dengan izin Menteri Kominfo dengan membayar Biaya hak penggunaan spektrum frekuensi radio yang dibebankan secara penuh kepada masing-masing pengguna; --------------

ah

ep

spektrum frekuensi radio tersebut dapat dilakukan

lik

Bahwa sesuai dengan ketentuan hukum tersebut di

ng

Halaman 167 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 167

es

In do ne si

---------------------------------------------------

ub lik
2000 Tentang

In do ne si a
Penggunaan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
c) Bahwa berdasarkan pendapat hukum dari Kejaksaan Agung yang didukung oleh Ahli serta ketentuan hukum

gu

ah

ng

tersebut di atas, Para Tergugat berpegang pada

pendapat hukum Kejaksaan Agung tersebut sebagai

dasar untuk melakukan perhitungan kerugian keuangan negara; -----------------------------------------------------------------

d) Bahwa surat Menkominfo Nomor: T-684/M.KOMINFO/ KU.04.01/ 11/2012 perihal Dugaan Kerugian Negara

pada Kasus IM2-Indosat dikeluarkan pada tanggal 13

diterbitkan pada tanggal 31 Oktober 2012 sehingga surat Menkominfo tersebut di luar jangka waktu penugasan dan ruang lingkup audit Tergugat II; ---------------------------Bahwa yang menjadi permasalahan adalah bukan mengenai perjanjian kerjasama antara PT Indosat

ah k

am

adalah dugaan penggunaan frekuensi milik PT Indosat

ah

A gu ng

oleh PT IM2 tanpa izin Menteri Kominfo dan pihak IM2 tidak membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) spektrum masing-masing pengguna; ----------------------------------------

frekuensi radio yang dibebankan secara penuh kepada

Dengan demikian, dalil posita Gugatan angka IV.8 s.d. IV.11 (halaman 11 s.d. 13) adalah tidak benar, sehingga gugatan

b. Bahwa Para Tergugat menolak dalil posita Gugatan angka IV.12

Intervensi I menyatakan bahwa Keputusan TUN Tergugat I dan Tergugat II tersebut juga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (onwetmatige) argumentasi yuridis sebagai berikut:

ka

ep

ub

(halaman 13 s.d. 24) yang pada pokoknya Penggugat II

lik

harus ditolak; -------------------------------------------------------------------

ah

ng

Gugatan angka IV.12. huruf A: ---------------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 168

es

1) Bahwa tanggapan Para Tergugat terhadap dalil posita

In do ne si
dengan

dengan PT IM2, namun yang menjadi permasalahan

ub lik

November 2012, sedangkan LHPKKN Para Tergugat

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dengan

b
Bahwa mengenai sumber ketentuan hukum yang menjadi dasar tindakan hukum Tergugat I dan Tergugat II telah

gu

ah

ng

ditanggapi oleh Para Tergugat dalam Tanggapan Para Tergugat pada posita gugatan angka I Tentang:

Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat

II adalah merupakan Keputusan Tata Usaha Negara huruf c di atas; --------------------------------------------------------

Bahwa terkait dalil Penggugat II Intervensi I yang menyatakan bahwa Tidak dapat disangkal bahwa

penerbitan Keputusan TUN Tergugat II dan selanjutnya dilegitimasi oleh Keputusan TUN Tergugat I jelas bertentangan ketentuan-ketentuan dalam

am

peraturan perundang-undangan yang bersifat prosedural/

ah k

argumentasi yuridis sebagai berikut: -----------------

ah

ka

ah

ng

angka 10.6): -----------------------------------------------------

Halaman 169 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 169

es

BPKP Nomor: 1314/K/D6/2012 Bab II.PP202. pada

Bahwa sesuai dengan Lampiran Peraturan Kepala

ep

ub

lik

In do ne si

Bahwa dalam dalil posita Gugatan huruf A.2 dan A.3 (halaman 15 s.d. 17), Penggugat II Intervensi I telah salah dalam menafsirkan Peraturan Kepala BPKP Nomor: PER-1314/K/D6/2012 tentang Pedoman Penugasan Bidang Investigasi (PPBI) yang pada pokoknya Penggugat II Intervensi I menyatakan Bahwa dari ke 3 (tiga) hal tersebut, secara limitatif telah digariskan bahwa prosedur/formal untuk dapat dilakukan audit dalam rangka penghitungan kerugian negara, yaitu setelah dilakukan audit investigative dan telah diterbitkan LHAI. Dimana dalam perkara a quo prosedur/formal ini tidak pernah dilakukan oleh Tergugat I maupun oleh Tergugat II..., pendek kata Tergugat I dan Tergugat II tidak mengacu pada standard dan praktik praktik terbaik (best practices) profesi bidang akutansi dan audit sebagaimana diharuskan dalam peraturan perundang-undangan dan peraturan pelaksanannya. Sehingga Putusan TUN Tergugat II yang tidak memenuhi prosedur formal tersebut adalah bertentangan dengan ketentuan ketentuan peraturan perundangundangan; -------------------------------------------------------

A gu ng

ep

formal (vormgebreken) adalah tidak benar dengan

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Penyidikan

b gu
Apabila permintaan audit diajukan oleh Instansi Penyidik pada saat kasus diproses pada tingkat Penyelidikan, unit kerja dapat memenuhi permintaan penugasan audit investigatif. Apabila kasus telah diproses oleh Penyidik pada tingkat Penyidikan, Unit Kerja memenuhi permintaan dengan penugasan audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara ; ---------------------------------------------------------Bahwa sesuai dengan Lampiran Peraturan Kepala BPKP Nomor: 1314/K/D6/2012 Bab II.PP202. pada angka 10.7): -----------------------------------------------------

ah

keuangan negara berlaku ketentuan sebagai berikut: (1) Atas satu kasus yang telah dilakukan audit investigatif dan telah diterbitkan LHAI, kemudian kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan oleh Penyidik maka atas kasus tersebut dapat dilakukan audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara apabila diminta secara tertulis oleh Instansi Penyidik; ---------------

ah k

am

ah

A gu ng

(5) Permintaan audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara dapat dipenuhi apabila memenuhi kreteria sebagai berikut: a) Penyimpangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara telah cukup jelas berdasarkan pendapat penyidik; ----------------b) Indikasi kerugian keuangan negara dapat diperkirakan; ------------------------------------------...dst

Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, untuk

keuangan negara tidak harus selalu didahului dengan

dilakukan berdasarkan permintaan Penyidik dalam

ka

sebagaimana dimaksud dalam Lampiran Peraturan Kepala BPKP Nomor: 1314/K/D6/2012 Bab II.PP202. pada angka10.6), dan 10.7). (5) di atas; -----------------

ah

ep

rangka

ub
dan

audit investigatif (diterbitkan LHAI), namun dapat memenuhi kriteria

lik

dilakukan audit dalam rangka penghitungan kerugian

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 170

es

In do ne si

ub lik

Untuk audit dalam rangka penghitungan kerugian

In do ne si a

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
atau

b
* Bahwa sesuai dengan Lampiran Peraturan Kepala

BPKP Nomor: 1314/K/D6/2012 Bab II.PP205, pada angka 07 dinyatakan:

Untuk penugasan audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan Negara (PKKN) atas permintaan penyidik pengaduan masyarakat yang

ditindaklanjuti dengan permintaan penyidik, berlaku ketentuan sebagai berikut:

am

Berdasarkan uraian di atas, maka Para Tergugat tidak perlu mengkomunikasikan hasil audit PKKN kepada Penggugat II Intervensi I sebagai audit; -------

Bahwa sesuai dengan Lampiran Peraturan Kepala BPKP Nomor: 1314/K/D6/2012 Bab

Pengumpulan dan evaluasi bukti, pada angka 09

ah

ka

ah

5)

ng

Halaman 171 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 171

es

Dalam hal Auditor BPKP memerlukan klarifikasi atau konfirmasi secara langsung kepada pihakpihak yang terkait, permintaan klarifikasi atau konfirmasi disampaikan oleh auditor BPKP

ep

Dalam audit penghitungan kerugian keuangan Negara, auditor mengumpulkan dan mengevaluasi bukti sesuai dengan pedoman pengumpulan dan evaluasi audit investigatif. Perbedaannya terletak pada cara pengumpulan bukti. Dalam APKKN, bukti dikumpulkan melalui penyidik. Hal-hal khusus yang diatur dalam APKKN diatur sebagai berikut:

ub

lik

dinyatakan:

In do ne si
II.PP204.

3) Pengkomunikasian hasil audit PKKN dilakukan dengan Penyidik untuk memastikan bahwa seluruh bukti yang digunakan auditor BPKP merupakan bukti yang lengkap yang digunakan sebagai bukti dalam berkas perkara dan Penyidik telah menyerahkan seluruh bukti yang mempengaruhi jumlah kerugian keuangan Negara. ; ---------------------------------------------------

ah k

A gu ng

ep

ub lik

2) Hasil audit berupa pendapat Auditor BPKP tentang jumlah kerugian keuangan Negara merupakan pendapat keahlian profesional auditor sehingga tidak dikomunikasikan kepada Pimpinan Obyek Penugasan; -------------------------

ah

In do ne si a

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Keuangan kurang

b ng gu A R
melalui Penyidik dan pelaksanaan klarifikasi atau konfirmasi didampingi oleh Penyidik; ---------------6) Apabila diperlukan auditor BPKP dapat melakukan pengumpulan bukti tambahan bersama penyidik dengan ketentuan sebagai berikut: (1) Pengumpulan bukti dilakukan dibawah koordinasi penyidik; --------------------------------(2) Auditor BPKP harus menghormati kewenangan Penyidik dalam pengumpulan bukti sebagaimana diatur dalam KUHAP; ----* Bahwa sesuai dengan Peraturan Kepala BPKP Nomor: 1314/K/D6/2012 (PPBI), Tergugat II selaku auditor dalam melaksanakan Audit Penghitungan

ah k

am

Kerugian

Negara

telah

A gu ng

kegiatan-kegiatan sebagai berikut: -

Mengumpulkan dan meminta data/dokumen /

bukti yang diperlukan melalui Penyidik dalam rangka penugasan menghitung

keuangan negara; ---------------------------------------Melakukan diskusi dengan ahli

ah

dianggap melakukan

ub
melalui

Meminta data /dokumen/bukti lainnya yang penyidik dan dan rekonstruksi fakta kejadian

ka

berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh; -----------Bahwa sesuai dengan uraian di atas, Tergugat II dalam memperoleh bukti audit telah sesuai dengan Peraturan

ah

ep

lik

telekomunikasi dan pejabat dari Kominfo; ---------

ng

Kepala BPKP Nomor: 1314/K/D6/2012 (PPBI); --------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 172

es

In do ne si
melakukan kerugian dibidang

ub lik

(3) Auditor BPKP harus memastikan tidak ada pelanggaran hukum atau aturan lain yang dilakukan auditor BPKP saat pengumpulan bukti tambahan termasuk apabila bukti yang perlu dikumpulkan adalah bukti berupa dokumen elektronik. --------------------------------

ah

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
frekuensi

b
Berdasarkan fakta hukum di atas maka: 1. Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara yang

gu

ah

ng

dilakukan oleh Tergugat II tidak harus didahului dengan audit investigative; ---------------------------------------------------

2. Tergugat II dalam melakukan audit PKKN telah sesuai (PPBI), peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan praktik-praktik terbaik (best practice) profesi bidang akuntansi dan audit; -------------------------------------------------

dengan Peraturan Kepala BPKP Nomor:1314/K/D6/2012

Dengan demikian, Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara yang dilakukan oleh Tergugat II sudah sesuai

am

dengan prosedur, peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan praktik-praktik terbaik ( best practice) profesi bidang akuntansi dan audit, sehingga gugatan Penggugat II Intervensi I tersebut harus di tolak; ---------------------------------2) Bahwa mengenai dalil posita Gugatan angka IV.12. huruf B telah ditanggapi oleh Para Tergugat dalam Jawaban Dalam

ah k

Pokok Perkara angka 5 huruf a.2 tanggapan atas materi

dalil posita Gugatan angka IV.8 s.d. IV.11 di atas, dengan tambahan argumentasi yuridis sebagai berikut: -

Bahwa tidak benar dalil Penggugat II Intervensi I yang pada pokoknya menyatakan permasalahan pembayaran BHP telekomunikasi, USO, maupun BHP Spektrum

ah

negara; bukan suatu delik atau kejahatan yang menjadi spektrum

ub
radio yang

bagian dari hukum pidana. Sedangkan, "penggunaan tidak sesuai

ka

Pidana di Bidang Telekomunikasi, bukan tindak pidana

ah

ng

II Intervensi I; --------------------------------------------------------

Halaman 173 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 173

es

karena dalil tersebut hanyalah penafsiran dari Penggugat

korupsi (Gugatan Penggugat II Intervensi I halaman 20)

ep

peruntukannya" dianggap sebagai suatu delik Tindak

lik

Radio adalah sebagai sengketa hukum administrasi

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
untuk hal

b
Bahwa mengenai apakah perkara a quo merupakan ranah sengketa hukum administrasi atau bukan, adalah

gu

ah

ng

kewenangan dari aparat penegak hukum yang nantinya materinya akan dibuktikan di pengadilan Tipikor, bukan merupakan kewenangan dari Para Tergugat; ----------------

Bahwa hal ini diperkuatkan dengan pernyataan dari Menkominfo, yang menilai tidak ada perbuatan melawan hukum bukanlah jaminan perkara yang kami dakwakan menjadi lemah. Menkominfo selaku regulator sebenarnya tidak perlu mencampuri proses penegakan hukum dan bahkan perlu diklarifikasi atas pernyataannya tersebut...,

Kejaksaan Agung yang menyatakan bahwa ...penilaian

am

biarkan Kejaksaan Agung memproses sesuai dengan pembahasan yang berlaku, sehingga kerugian negara yang diakibatkan oleh terdakwa bisa dibuktikan dan dipertanggungjawabkan kepada negara (Harian Nasional

ah k

Sinar Harapan online tanggal 5 Februari 2013);

ah

A gu ng

Bahwa Para Tergugat hanya memenuhi kewajiban

hukum untuk menghitung kerugian keuangan negara atas permintaan Kejaksaan Agung yang sedang melakukan Penyidikan sebagaimana diamanahkan Pasal 7 ayat 1 huruf h jo. Pasal 120 ayat (1) jo. Pasal 1 angka 28 jo. Pasal 184 ayat (1) jo. Pasal 187 huruf c KUHAP; -----------

Hukum Atas Kerjasama Antara PT Indosat Tbk dan PT

2012 tersebut sebenarnya Menkominfo telah mengakui bahwa ...PT IM2 tidak menggunakan spektrum frekuensi radio sendiri

ka

ep
tersebut

menyelanggarakan

ub

Indosat Mega Media (PT IM2) tertanggal 24 Februari

lik

Bahwa mengenai surat Menkominfo perihal Kepastian

ah

internet,...; -----------------------------------------------------------Berdasarkan

menerapkan Pasal 30 Peraturan Pemerintah Nomor 53

ng

Tahun 2000 Tentang Penggunaan Sfektrum Frekuensi

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 174

es

seharusnya

In do ne si
jasa akses Menkominfo

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
radio akan

b
Radio Dan Orbit Satelit yang menyatakan bahwa Biaya hak

penggunaan

spektrum

frekuensi secara

ng

penggunaan bersama pita frekuensi radio dan atau kanal frekuensi dibebankan penuh

masing-masing pengguna; ---------------------------------------

Berdasarkan hal tersebut, kesimpulan dari Penggugat II Intervensi I mengenai isi surat Menkominfo tersebut di

atas, yaitu pada pokoknya menyatakan bahwa pada dasarnya tidak ada tindak pidana yang dilakukan baik oleh IM2 maupun Indosat yang dapat menyebabkan kerugian negara adalah tidak benar; ---------------------------

ah

am

Dengan demikian, Keputusan TUN Tergugat I dan Tergugat II telah memenuhi ketentuan ketentuan peraturan

ah k

selanjutnya

ep

perundang-undangan yang bersifat materiil/substansial yang dibuktikan kebenaran materiilnya di

tersebut adalah tidak benar dan gugatan harus di tolak; -------

3) Bahwa tanggapan Para Tergugat mengenai dalil posita Gugatan angka IV.12. huruf C sebagai berikut: ------------------

Bahwa dalil Penggugat II Intervensi I pada pokoknya

menyatakan BPKP tidak berwenang melakukan audit penghitungan kerugian keuangan negara karena status

PT Indosat Tbk adalah perusahaan PMA dan badan

ah

ayat (2) UU No 15 tahun 2006 tentang BPK yang

Bahwa BPKP sudah tidak lagi menggunakan Keppres

ka

ah

Bahwa yang digunakan oleh BPKP sebagai dasar Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas,

penugasan diantaranya adalah Keputusan Presiden

ep

Nomor 31 Tahun 1983 sebagai dasar penugasan; ---------

ub

berwenang adalah BPK adalah tidak benar; ------------------

lik

hukum swasta dan berdasarkan Pasal 10 ayat (1) dan

ng

Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata

Halaman 175 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 175

es

In do ne si

pengadilan Tipikor, sehingga dalil Penggugat II Intervensi I

A gu ng

ub lik

In do ne si a
radio bagi kepada

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Lembaga Presiden

b
Kerja Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan

gu

ng

Presiden Nomor 64 Tahun 2005, Keputusan Presiden

Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Nomor 52 Tahun 2005,

Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen

Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; ----------------------

ah

Penggugat II Intervensi I pada Gugatan (alinea 1 halaman 14); ---------------------------------------------------------Bahwa ketentuan Pasal 10 UU Nomor 15 Tahun 2006 dikutip oleh Penggugat II Intervensi I dalam posita

am

ah k

dalam rangka untuk menilai dan/atau menetapkan jumlah

ah

A gu ng

kerugian negara dalam rangka Tuntutan Perbendaharaan

(TP), bukan dalam rangka mengungkapkan adanya tindak pidana korupsi, yang selanjutnya di atur dalam

Peraturan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nomor: 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Kerugian Negara Terhadap Bendahara; ---------------

Untuk menentukan jumlah kerugian keuangan negara dalam perkara tindak pidana korupsi adalah kewenangan Aparat Penegak Hukum sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah Pasal 2 dan Pasal 3, serta Putusan Mahkamah Konstitusi

ka

ah

Nomor: 003/PUU-IV/2006; ----------------------------------------

ep

terakhir dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 khususnya

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 176

es

In do ne si

gugatan halaman 23 adalah berupa kewenangan BPK

ep

tentang

Badan

Pemeriksa

ub lik
Keuangan

Kewenangan BPKP tersebut telah diakui juga oleh

In do ne si a
dan sebagaimana

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Nomor

b
Dengan demikan, dalil Penggugat II Intervensi I dalam posita Gugatan angka IV.12. huruf C (alinea 1 dan 2

gu

ng

halaman 23) adalah tidak benar; --------------------------------

Bahwa mengenai pengertian keuangan negara dalam

Tindak Pidana Korupsi diatur dalam Penjelasan Umum Undang-Undang 31 Tahun 1999

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana

telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (UU Tipikor) disebutkan bahwa: --------------------------

ah

am

Keuangan negara yang dimaksud adalah seluruh kekayaan negara dalam bentuk apapun, yang dipisahkan atau yang tidak dipisahkan, termasuk di dalamnya segala bagian kekayaan negara dan segala hak dan kewajiban yang timbul karena :

ah k

Bahwa berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara: Keuangan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1, meliputi :

ka

ah

a.

ng

Halaman 177 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 177

es

hak negara untuk memungut pajak, mengeluarkan dan mengedarkan uang, dan melakukan pinjaman; ------------------------------------

ep

ub

(b) berada dalam penguasaan, pengurusan, dan pertanggungjawaban Badan Usaha Milik Negara/ Badan Usaha Milik Daerah, yayasan, badan hukum, dan perusahaan yang menyertakan modal negara, atau perusahaan yang menyertakan modal pihak ketiga berdasarkan perjanjian dengan Negara. Sedangkan yang dimaksud dengan Perekonomian Negara adalah kehidupan perekonomian yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan ataupun usaha masyarakat secara mandiri yang didasarkan pada kebijakan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun di daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang bertujuan memberikan manfaat, kemakmuran, dan kesejahteraan kepada seluruh kehidupan rakyat; ----------------------------------------------

ep

(a) berada dalam penguasaan, pengurusan, dan pertanggungjawaban pejabat lembaga Negara, baik di tingkat pusat maupun di daerah; ------------------------

ah

lik

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a
tentang

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
b.

ng

gu

ah

kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas layanan umum pemerintahan negara dan membayar tagihan pihak ketiga; ---------------------Penerimaan Negara; -----------------------------------Penerimaan Daerah; -----------------------------------Pengeluaran Negara; -----------------------------------Pengeluaran Daerah; ------------------------------------

c.

d. e. f. g.

h.

am

kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau kepentingan umum; ------------------------------------------------------kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah; ------------------------------------------------

ah k

i.

Bahwa berdasarkan uraian di atas, penggunaan

ah

A gu ng

jaringan frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) masuk dalam ruang lingkup keuangan negara karena berkaitan dengan penerimaan negara; ---------

Bahwa sebagaimana telah dijelaskan di atas, Para Tergugat

(BPKP) dalam melakukan penghitungan kerugian negara atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam

Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media

sedang melakukan Penyidikan atas kasus tersebut; ----------Bahwa permintaan bantuan tersebut didasarkan pada Pasal 7 ayat 1 huruf h jo. Pasal 120 ayat (1) jo. Pasal 1 angka 28 jo. Pasal 184 ayat (1) jo. Pasal 187 huruf c KUHAP, yang pada pokoknya menyatakan bahwa Kejaksaan Agung sebagai Penyidik dapat meminta pendapat ahli atau orang

ka

ah

ep

ub

(IM2) adalah untuk memenuhi permintaan JAMPIDSUS yang

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 178

es

In do ne si

ub lik

kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang, serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/ perusahaan daerah; --------------------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Nomor

b
yang memiliki keahlian khusus pada saat melakukan penyidikan. Pendapat atau keterangan yang disampaikan

gu

ah

ng

oleh seseorang yang memiliki keahlian khusus dapat digunakan untuk membuat terang suatu perkara pidana; -----

Bahwa BPKP adalah lembaga yang berkompeten dan

memiliki keahlian dalam penghitungan kerugian keuangan negara; ----------------------------------------------------------------------

Hal tersebut bersesuaian dengan Putusan Mahkamah

pengujian ketentuan Pasal 2 ayat (1), Penjelasan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Penjelasan Pasal 3, dan Pasal 15 (sepanjang mengenai kata percobaan) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang

ah k

am

ub lik
31 Tahun

Konstitusi Nomor 003/PUU-IV/2006 mengenai permohonan

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terhadap Pasal 28D

ayat (1) UUD 1945; ------------------------------------------------------

Bahwa dalam pertimbangan hukum Putusan Mahkamah Konstitusi (vide halaman 72) menyatakan:

ng

Halaman 179 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 179

es

Menimbang bahwa dengan asas kepastian hukum (rechtszekerheid) dalam melindungi hak seseorang, hubungan kata dapat dengan merugikan keuangan negara tergambarkan dalam dua hubungan yang ekstrim: (1) nyata-nyata merugikan negara atau (2) kemungkinan dapat menimbulkan kerugian. Hal yang terakhir ini lebih dekat dengan maksud mengkualifikasikan delik korupsi menjadi delik formil. Di antara dua hubungan tersebut sebenarnya masih ada hubungan yang belum nyata terjadi, tetapi dengan mempertimbangkan keadaan khusus dan kongkret di sekitar peristiwa yang terjadi, secara logis dapat disimpulkan bahwa suatu akibat yaitu kerugian negara akan terjadi. Untuk mempertimbangkan keadaan khusus dan kongkret sekitar peristiwa yang terjadi, yang secara logis dapat disimpulkan kerugian negara terjadi atau tidak terjadi, haruslah dilakukan oleh ahli dalam keuangan negara,

ah

ka

ah

ep

ub

lik

In do ne si

1999

A gu ng

In do ne si a
tentang

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
instansi

b
Menimbang bahwa dengan adanya penjelasan yang menyatakan bahwa kata dapat sebelum frasa merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, kemudian mengkualifikasikannya sebagai delik formil, sehingga adanya kerugian negara atau perekonomian negara tidak merupakan akibat yang harus nyata terjadi, Mahkamah berpendapat bahwa hal demikian ditafsirkan bahwa unsur kerugian negara harus dibuktikan dan harus dapat dihitung, meskipun sebagai perkiraan atau meskipun belum terjadi. Kesimpulan demikian harus ditentukan oleh seorang ahli di bidangnya. Faktor kerugian, baik secara nyata atau berupa kemungkinan, dilihat sebagai hal yang memberatkan atau meringankan dalam penjatuhan pidana, sebagaimana diuraikan dalam Penjelasan Pasal 4, bahwa pengembalian kerugian negara hanya dapat dipandang sebagai faktor yang meringankan. Oleh karenanya persoalan kata dapat dalam Pasal 2 ayat (1) UU PTPK, lebih merupakan persoalan pelaksanaan dalam praktik oleh aparat penegak hukum, dan bukan menyangkut konstitusionalitas norma; --------------------Bahwa pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi tersebut di atas yang memandang perlu adanya ahli di bidangnya dalam menghitung kerugian keuangan negara dan

ah

gu

ng

perekonomian negara, serta ahli dalam analisis hubungan perbuatan seseorang dengan kerugian; ---------------------------

ah k

am

bersesuaian dengan ketentuan Pasal 6 dan penjelasan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi

Pemberantasan Korupsi yang menempatkan BPKP sebagai salah satu yang berwenang

pemberantasan tindak pidana korupsi; -----------------------------

Bahwa selain itu dalam perkara Tindak Pidana Korupsi

ah

ahli (Pasal 35 UU Tipikor); ---------------------------------------------

ka

tersebut dalam perkara Tindak Pidana Korupsi didukung keterangan dalam rangka penyidikan perkara Tindak Pidana

ah

ng

Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 180

es

dipenuhi sebagaimana diatur dalam Pasal 22 Undang-

Korupsi dan mengandung sanksi pidana apabila tidak

ep

dengan kewenangan yang bersifat memaksa dalam meminta

ub

Bahwa kewenangan Penyidik dalam meminta pendapat ahli

lik

setiap orang wajib memberi keterangan sebagai saksi atau

In do ne si
melakukan

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Agung

b
Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (UU Tipikor)

gu

ah

ng

menyebutkan:

Setiap orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, Pasal 29, Pasal 35, atau Pasal 36 yang dengan sengaja tidak memberi keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan atau denda paling sedikit Rp150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah); --------------------------------------------------------memenuhi permintaan penyidik Kejaksaan Agung guna menghitung kerugian keuangan negara dalam suatu perkara tindak pidana korupsi; ---------------------------------------------------

am

Bahwa

Mahkamah

ah k

kewenangan BPKP untuk melakukan penghitungan kerugian

keuangan negara tersebut dalam salah satu simpulan dalam Rapat Kerja Nasional Mahkamah Agung RI dengan Jajaran Pengadilan Tingkat Banding dari 4 (empat) Lingkungan Peradilan seluruh Indonesia Tahun 2009,

dilaksanakan di Palembang tanggal 6 s.d. 10 Oktober 2009, yang salah satu hasilnya menyebutkan sebagai berikut:

ka

ah

Nomor: 31/PUU-X/2012 tanggal 23 Oktober 2012 mengenai

ng

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terhadap UUD 1945 Halaman 181 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 181

es

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi

permohonan uji materil Pasal 6 huruf a dan Penjelasan

ep

Bahwa Mahkamah Konstitusi telah menjatuhkan Putusan

ub

Badan Pemeriksa Keuangan adalah auditor negara. Penghitungan kerugian negara dapat dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atau Jaksa selaku Penyidik. Jika penghitungan kerugian negara dilakukan oleh Jaksa (Penuntut Umum) yang didukung oleh alat-alat bukti yang kuat serta hakim memperoleh keyakinan, maka hakim dapat menetapkan besaran kerugian negara tersebut, walaupun bukan hasil dari pemeriksaan oleh BPK/BPKP selaku auditor; -----------------------------------------------------------

ah

lik

In do ne si
yang telah

A gu ng

ub lik
juga telah

Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut Para Tergugat wajib

In do ne si a
menegaskan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
yang diajukan oleh Ir. Eddie Widiono Suwondho, M.Sc. pada tanggal 21 Maret 2012; -------------------------------------------------

gu

ah

ng

Bahwa dalam Petitum Dalam Pokok Perkara pada angka 2 dan 3 permohonan Judicial Review tersebut, Ir. Eddie Widiono Suwondho, M.Sc. memohon bahwa : ......

am

(Vide Putusan MK Nomor: 31/PUU-X/2012 halaman 42); ----

Bahwa dalam amar Putusan Dalam Pokok Perkara Mahkamah Konstitusi menyatakan Menolak Permohonan Pemohon untuk seluruhnya (vide halaman 54 s.d. halaman

55), dengan pertimbangan hukum (vide halaman 49 s.d. 56)

ah

ka

ah

..

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 182

es

Bahwa kewenangan BPKP dan BPK masing-masing telah diatur secara jelas dalam peraturan perundang-undangan. BPKP merupakan salah satu lembaga pemerintah yang bekerja berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun

ep

Menimbang bahwa Pemohon pada pokoknya mendalilkan ketentuan Pasal 6 huruf a dan Penjelasan Pasal 6 UU KPK menyebabkan timbulnya ketidakpastian hukum karena KPK dapat menggunakan LHPKKN yang dibuat oleh BPKP dalam menentukan kerugian negara dan memulai penyidikan, sedangkan menurut Pemohon LHPKKN tersebut bukan merupakan kewenangan dari BPKP; --------------------------------

ub

lik

antara lain sebagai berikut: --------------------------------------------

In do ne si

A gu ng

3. Menyatakan Pasal 6 huruf a dan Penjelasan UndangUndang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Nomor 30 Tahun 2002), sepanjang frasa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara... tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dengan segala akibat hukumnya, sejak diundangkannya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan; ------------------------------------------------------------

ah k

ub lik

2. MMenyatakan Pasal 6 huruf a dan Penjelasan UndangUndang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Nomor 30 Tahun 2002) sepanjang frasa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara... bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Tahun 1945; ----------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b R
2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (selanjutnya disebut Keppres 103/2001). Dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa BPKP mempunyai wewenang melaksanakan tugas pemerintah di bidang pengawasan keuangan dan pembangunan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku (vide Pasal 52 Keppres 103/2001). Pada Ketentuan Umum Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (selanjutnya disebut PP 60/2008) menyatakan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, yang selanjutnya disingkat BPKP, adalah aparat pengawasan intern pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Pasal 47 ayat (2) PP 60/2008 tersebut kemudian menyatakan, Untuk memperkuat dan menunjang efektivitas Sistem Pengendalian Intern sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan: a. pengawasan intern atas penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah termasuk akuntabilitas keuangan negara; dan b. pembinaan penyelenggaraan SPIP. Pasal 49 PP 60/2008 tersebut menyebutkan BPKP sebagai salah satu aparat pengawasan intern pemerintah, dan salah satu dari pengawasan intern itu termasuk audit investigatif; -----------------------------------------------------------------

ah

ah k

am

........

ah

ah

Selain itu, permohonan Pemohon yang menginginkan agar KPK tidak lagi diperbolehkan untuk berkoordinasi dengan BPKP adalah tidak tepat dan bertentangan dengan tujuan pembentukan KPK, karena hal tersebut justru akan melemahkan pelaksanaan fungsi dan kewenangan KPK sehingga dalil Pemohon tersebut harus dinyatakan tidak beralasan.; ----------------------------------------------------------------

ka

ep

ub

.........

lik

Oleh sebab itu menurut Mahkamah, KPK bukan hanya dapat berkoordinasi dengan BPKP dan BPK dalam rangka pembuktian suatu tindak pidana korupsi, melainkan dapat juga berkoordinasi dengan instansi lain, bahkan bisa membuktikan sendiri di luar temuan BPKP dan BPK, misalnya dengan mengundang ahli atau dengan meminta bahan dari inspektorat jenderal atau badan yang mempunyai fungsi yang sama dengan itu dari masing-masing instansi pemerintah, bahkan dari pihak-pihak lain (termasuk dari perusahaan), yang dapat menunjukkan kebenaran materiil dalam penghitungan kerugian keuangan negara dan/atau dapat membuktikan perkara yang sedang ditanganinya; ------

Bahwa terhadap putusan a quo telah jelas dan tegas

ng

tertuang dalam Duduk Perkara, Pertimbangan Hukum, Halaman 183 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 183

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Pendapat Mahkamah Konstitusi serta Amar Putusan. Putusan sebagaimana dimaksud bersifat final dan mengikat

gu

ah

ng

untuk umum (erga omnes). Bahwa Putusan Mahkamah

Konstitusi tersebut telah semakin mempertegas kewenangan

BPKP untuk melakukan Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara; ------------------------------------------

Berdasarkan uraian di atas, diperoleh fakta hukum:

1. Bahwa Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/

Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat negara; --------------------------------------------------------

Mega Media (IM2) termasuk dalam ruang lingkup keuangan

am

2. Bahwa sesuai dengan angka 1 di atas, maka BPKP mempunyai kewenangan melakukan Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dalam perkara a quo; -------------------------------------------------------------------------3. Bahwa BPKP sebagai ahli di bidang akutansi dan auditing mempunyai kewajiban hukum sebagaimana diamanahkan

ah k

dalam Pasal 7 ayat 1 huruf h jo. Pasal 120 ayat (1) jo. Pasal 1 angka 28 jo. Pasal 184 ayat (1) jo. Pasal 187 huruf c KUHAP dan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 31 Tahun

1999 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (UU Tipikor) untuk memenuhi permintaan Penyidik Kejaksaan Agung yaitu melakukan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara

ah

Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi

(IM2); ------------------------------------------------------------------------

ka

dan C adalah tidak benar, sehingga Gugatan Penggugat II Intervensi I harus ditolak; ---------------------------------------------------

ah

ep

Dengan demikian, dalil posita Gugatan angka IV.12. Huruf A, B,

ub

Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media

lik

Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 184

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
kepatutan, BPKP

b
c. Bahwa Para Tergugat menolak dalil posita Gugatan angka IV.13 huruf A, B, dan C. (halaman 24 s.d. 26) berdasarkan

gu

ah

ng

argumentasi yuridis sebagai berikut: ------------------------------------

1) Bahwa posita angka 13 pada pokoknya menyebutkan sebagai berikut:

am

2) Bahwa tidak benar dalil Penggugat II Intervensi I yang menyatakan bahwa LHPKKN Para Tergugat merupakan audit yang tidak valid dan tidak obyektif atau tidak memiliki dasar data serta dokumen data yang jelas, berpihak atau berat sebelah, serta memberi opini hukum sebagaimana

ah k

telah didalilkan Penggugat II Intervensi I dalam posita

Gugatan angka IV.13 huruf A dengan argumentasi yuridis sebagai berikut: -----------------------------------------------------------

a) Bahwa dalam Penjelasan Pasal 3 angka (1) UndangUndang Nomor 28 Tahun 1999 menyebutkan bahwa

asas kepastian hukum adalah asas dalam negara hukum

yang mengutamakan landasan peraturan perundang-

ah

kebijakan Penyelenggara Negara; ------------------------------

Negara oleh Tergugat (PKKN) telah dilaksanakan sesuai

ka

undangan yang berlaku dan pedoman yang berlaku di Nomor:1314/K/D6/2012 sebagaimana telah diuraikan

ah

lingkungan

ep
yaitu

dengan prosedur dan berdasarkan peraturan perundang-

ub
Peraturan

b) Bahwa penugasan Penghitungan Kerugian Keuangan

lik
Kepala

undangan,

dan

keadilan

dalam

ng

pada Tanggapan Para Tergugat dalam Jawaban Dalam

Halaman 185 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 185

es

In do ne si
setiap BPKP

A gu ng

ub lik

Bahwa sekiranyapun Tergugat I dan Tergugat II berhak melakukan audit investigatif - quod non- bahwa ternyata hasil audit BPKP tersebut bertentangan dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik (Algemeene Beginselen van Behoolijk Bestuur/The Principes of The Good Administration), dimana AAUPB sebagai doktrin adalah bersifat universal yang sudah diakui dan diterapkan dibanyak negara, ada yang dirumuskan (dikodifisikan) secara resmi dan ada pula yang tidak dikodifikasikan. --------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dalam pendapat

b
Pokok Perkara angka 5.b.1) mengenai Tanggapan Para Tergugat terhadap dalil posita Gugatan angka IV.12.A

ng

halaman 14 s.d. 16 di atas; --------------------------------------melakukan audit dalam

c) Bahwa

penghitungan kerugian keuangan negara, Tergugat II

tidak memberi opini hukum atau menentukan perbuatan

melawan hukum atas perkara a quo , namun berdasarkan pendapat hukum dari Kejaksaan Agung yang didukung oleh Ahli serta ketentuan hukum tersebut. Para Tergugat

ah

tersebut sebagai dasar untuk melakukan perhitungan kerugian keuangan negara sebagaimana Para Tergugat telah uraikan pada Jawaban Dalam Pokok Perkara pada angka 5.a mengenai Tanggapan atas materi dalil posita Gugatan angka IV.8 s.d. IV.11 halaman 10 s.d. 13 di

am

ah k

atas; --------------------------------------------------------------------Bahwa pada saat Kejaksaan Agung RI meminta bantuan

ep
antara

A gu ng

untuk menghitung kerugian keuangan negara, Kejaksaan Agung RI telah menyatakan bahwa dalam penggunaan jaringan Frekuensi radio 2,1 GHz/Generasi tiga (3G) oleh

PT Indosat Mega Media (IM2) telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi lain, karena telah terjadi penyimpangan dalam Perjanjian Kerjasama Nomor: 225/

E00-EAA/MKT/06 tentang Akses Internet Broadband Melalui Jaringan 3G/HSDPA Indosat. sebagaimana dimaksud dalam Surat Nomor: B-234/F.2/

ah

Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-04/F.2/

ka

tersebut, unsur perbuatan melawan hukum dalam

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 186

es

Agung sebelum dilakukan Audit Penghitungan Kerugian

perkara a quo telah ditentukan oleh Penyidik Kejaksaan

ep

Fd.1/01/2012. Dengan demikian, berdasarkan uraian

ub

Fd.1/01/2012, dan Surat Perintah Penyidikan pada Jaksa

lik

Hal tersebut

In do ne si

ub lik

menggunakan

hukum

Kejaksaan

In do ne si a
rangka Agung

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Negara

b
Keuangan dalam perkara a quo; -------------------------------------------------------------------

gu

ah

ng

Bahwa sesuai uraian di atas: ------------------------------------------

1. Tergugat II dalam memperoleh bukti audit telah sesuai dengan pedoman yang berlaku di lingkungan BPKP yaitu Peraturan Kepala BPKP Nomor:1314/K/D6/2012; dan ----

2. Tergugat II tidak memberi opini hukum atau menentukan perbuatan melawan hukum atas perkara a quo; -------------

LHPKKN merupakan audit yang tidak valid dan tidak obyektif atau tidak memiliki dasar data serta dokumen yang jelas, berpihak, atau berat sebelah, dan memberi opini hukum adalah tidak benar; -----------------------------------------------------3) Bahwa tidak benar dalil Penggugat II Intervensi I

am

ah k

ep
Para perilaku

ub lik
Tergugat dalam khususnya

Sehingga dalil Penggugat II Intervensi I yang menyatakan

menyatakan

bahwa

penghitungan kerugian keuangan negara tidak mematuhi

ah

A gu ng

prinsip-prinsip

obyektivitas

kompetensi sebagaimana didalilkan dalam posita Gugatan angka IV.13 huruf B dan C, dengan argumentasi yuridis sebagai berikut: -----------------------------------------------------------

a) Bahwa dalam Penjelasan Pasal 3 angka (6) UndangUndang Nomor 28 Tahun 1999 menyebutkan bahwa asas profesionalitas adalah asas yang mengutamakan

keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; -------------b) Bahwa Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dalam perkara a quo yang dilakukan oleh Para Tergugat

ka

ah

sedang melakukan Penyidikan dalam rangka menghitung

besarnya kerugian keuangan negara atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan

ep

adalah guna memenuhi permintaan Penyidik yang

ub

lik

ng

Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G)

Halaman 187 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 187

es

In do ne si
dan

In do ne si a
yang melakukan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Pemerintah, Aparatur

b
oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) sesuai dengan keahlian dan kompetensi Tergugat dalam

gu

ah

ng

bidang akuntansi dan auditing; -----------------------------------

c) Bahwa dalam penugasan Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dalam perkara a quo, Para Tergugat

juga mendasarkan pada Kode Etik APIP sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/04/M.PAN/03/2008 tanggal 31

Maret 2008 tentang Kode Etik Audit Aparat Pengawasan Pendayagunaan

ub lik
Negara Intern yang berlaku, prinsip-prinsip sehingga

Intern

dan

Peraturan

Nomor:

am

M.PAN/03/2008 tanggal 31 Maret 2008 tentang Standar Audit Aparat Pengawasan Pemerintah dan Pedoman yang berlaku di lingkungan BPKP; ---------------d) Bahwa Para Tergugat dalam melakukan penghitungan

ah k

segala aspek sesuai dengan prosedur dan peraturan

A gu ng

perundang-undangan

pelaksanaan penugasan tersebut sudah memenuhi asas kecermatan dan asas kepastian hukum; ----------------------

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka tidak benar dalil Penggugat II Intervensi I yang menyatakan bahwa Para Tergugat tidak dan mematuhi kompetensi, perilaku,

ah

obyektivitas

dalil

Penggugat II Intervensi I harus ditolak; -----------------------------

sudah dilakukan secara profesional, cermat, dan seksama ( due pofesional care), hati-hati (prudent ) sesuai dengan peraturan perundang-undangan, asas-asas umum pemerintahan yang baik, dan prosedur yang berlaku, serta tidak dimaksudkan untuk

ka

ah

merugikan memberikan

pihak-pihak bantuan

ep
tertentu,

ub

Berdasarkan uraian di atas, penerbitan LHPKKN Para Tergugat

melainkan

lik
Penegak

hanya

kepada

Aparat

Hukum

(Kejaksaan Agung) untuk menghitung kerugian keuangan

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 188

es

In do ne si
sehingga Gugatan untuk

kerugian keuangan negara telah mempertimbangkan

ep

In do ne si a
Menteri PER/05/

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
DAN mengajukan

b
negara atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga Dengan demikian, tidak benar dalil Penggugat II Intervensi I pada

ah

gu

posita Gugatan angka IV.14 (halaman 26) yang menyatakan bahwa Keputusan TUN yang diterbitkan oleh Tergugat I maupun Tergugat

II yang disampaikan kepada Kejaksaan Agung RI tidak dapat digunakan sebagai dasar menentukan kerugian keuangan negara,

ng

(3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), sehingga LHPKKN Para Tergugat adalah sah secara hukum; -

sehingga tidak terdapat alasan untuk mencabut atau membatalkan atau menganggap LHPKKN obyek sengketa a quo merugikan Penggugat II Intervensi I, oleh karenanya Gugatan Penggugat II Intervensi I tersebut harus di tolak; -----------------------------------------III. DALAM PERMOHONAN PENUNDAAN PELAKSANAAN KEPUTUSAN TATA QUO 1. USAHA NEGARA PENOLAKAN ATAS PUTUSAN PENUNDAAN PELAKSANAAN KEPUTUSAN OBYEK SENGKETA A

ah k

am

Bahwa atas permohonan penundaan pelaksanaan LHPKKN Para

Tergugat sebagai obyek sengketa dalam perkara a quo , yang diajukan oleh Penggugat, Penggugat II Intervensi I, dan Penggugat II Intervensi II telah dikabulkan oleh Majelis Hakim melalui Penetapan Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT yang dibacakan pada hari Kamis tanggal 7 Februari 2013; -----------------------------------------

ah

karena tidak didasarkan pada fakta hukum dan pertimbangan

3.

Bahwa

untuk

dapat

ub

hukum yang cukup; --------------------------------------------------------------permohonan penundaan

ka

dalam perkara a quo , Penggugat II Intervensi I harus mengajukan

ah

ng

Halaman 189 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 189

es

PERATUN yang menyatakan sebagai berikut:

alasan hukum sesuai dengan Pasal 67 dan Penjelasannya UU

ep

Pelaksanaan LHPKKN Para Tergugat sebagai obyek sengketa

lik

2.

Bahwa Para Tergugat menolak penetapan Majelis Hakim tersebut

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b A gu
(2) Penggugat dapat mengajukan permohonan agar pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara itu ditunda selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan, sampai ada putusan Pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap; -(3) Permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat diajukan sekaligus dalam gugatan dan dapat diputus terlebih dahulu dari pokok sengketanya; -----------------------------------------(4) Permohonan penundaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2):

ah

ng

am

ah k

b. tidak dapat dikabulkan apabila kepentingan umum dalam rangka pembangunan mengharuskan dilaksanakannya keputusan tersebut; -----------------------------------------------------Penjelasan Pasal 67: Berbeda dengan Hukum Acara Perdata maka Hukum Acara Tata Usaha Negara Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara itu selalu berkedudukan sebagai pihak yang mempertahankan keputusan yang telah dikeluarkannya terhadap tuduhan penggugat bahwa keputusan yang digugat itu melawan hukum;------------------------------

ah

ka

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 190

es

Akan tetapi dalam keadaan tertentu, penggugat dapat mengajukan permohonan agar selama proses berjalan, Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu diperintahkan ditunda pelaksanaannya. Pengadilan akan mengabulkan permohonan penundaan pelaksanaan Keputusan Tata Usaha negara tersebut hanya apabila:

ah

ep

ub

Dari segi perlindungan hukum, maka Hukum Acara Tata Usaha Negara yang merupakan sarana hukum untuk dalam keadaan konkret meniadakan anggapan tersebut. Oleh karena itu, pada asasnya selama hal tersebut belum diputuskan oleh pengadilan, maka Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap dianggap menurut hukum dapat dilaksanakan; ---------------------------

lik

Akan tetapi selama hal itu belum diputus oleh Pengadilan, maka Keputusan Tata Usaha Negara itu harus dianggap menurut hukum. Dan proses di muka Pengadilan Tata Usaha Negara memang dimaksudkan untuk menguji apakah dugaan bahwa Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu melawan hukum beralasan atau tidak. Itulah dasar Hukum Acara Tata Usaha Negara yang bertolak dari anggapan bahwa Keputusan Tata Usaha Negara itu selalu menurut hukum; -----------------------------------------------------------

In do ne si

A gu ng

ub lik

a. dapat dikabulkan hanya apabila terdapat keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan penggugat sangat dirugikan jika Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap dilaksanakan; ---------------------

(1) Gugatan tidak menunda atau menghalangi dilaksanakannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara serta tindakan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang digugat;

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
yang

b A gu
b. pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan umum dalam rangka pembangunan; -----------------------------------------------------Bahwa berdasarkan Pasal 67 UU PERATUN sebagaimana disebut di atas, maka permohonan Penundaan Pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara tersebut dapat diajukan oleh Penggugat, alasan sebagai berikut: ---------------------------------------------------------1) Terdapat keadaan sangat mendesak dengan 4. diterbitkannya Keputusan Tata Usaha Negara tersebut, yaitu seimbang dibanding dengan manfaat bagi kepentingan yang akan dilindungi oleh pelaksanaan Keputusan Tata Usaha

ah

am

ah k

ep

jika kerugian yang akan diderita Penggugat akan sangat tidak

Negara tersebut; atau -------------------------------------------------------

A gu ng

2) Pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu rangka pembangunan; ------------------------------------------------------

tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan umum dalam

5.

Bahwa dalam perkara a quo, dalil Penggugat II Intervensi I

mengenai alasan penundaan pelaksanaan LHPKKN Para Tergugat mendesak Intervensi yang mengakibatkan dirugikan kepentingan jika Penggugat TUN II

tersebut adalah pada pokoknya terdapat keadaan yang sangat

ah

II

sangat

Keputusan

lik

dilaksanakan

sebagaimana

dalam

permohonan

pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara angka 2, 3, 4, dan 5, Gugatan halaman 27-31; -------------------------------------------------------Bahwa Para Tergugat menolak dalil Penggugat II Intervensi I tersebut berdasarkan argumentasi yuridis sebagai berikut: -----------a. Bahwa dalil Penggugat II Intervensi I mengenai tercemarnya nama Penggugat melalui pemberitaan di media massa, tidak

ka

ah

ep

ub

ng

Halaman 191 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 191

es

In do ne si
tetap penundaan

ub lik

Penggugat II Intervensi I, dan Penggugat II Intervensi II dengan

ng

a. terdapat keadaan yang sangat mendesak, yaitu jika kerugian yang akan diderita penggugat akan sangat tidak seimbang dibanding dengan manfaat bagi kepentingan yang akan dilindungi oleh pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara tersebut; atau ------------------------------------------------------------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
ada kaitannya LHPKKN Para Tergugat dengan alasan sebagai berikut: ---------------------------------------------------------------------------

gu

ah

ng

1) Bahwa Para Tergugat hanya menyerahkan LHPKKN kepada Kejaksaan Agung dan tidak pernah memberikan informasi kepada media massa; ---------------------------------------------------

2) Bahwa Kejaksaan Agung telah menyatakan di berbagai media massa bahwa Penggugat II Intervensi II adalah

korporasi yang telah dijadikan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diakui oleh

Penggugat II Intervensi I pada posita angka IV.9. halaman 12; ---------------------------------------------------------------------------3) Bahwa mengenai pemberitaan di media massa, merupakan tugas dari media massa untuk memberitakan informasi mengenai kasus tersebut. Untuk menangkis berita yang dianggap negatif oleh Penggugat tersebut, Penggugat dapat

ah k

am

sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pers (UU No

ah

A gu ng

40 tahun 1999 tentang Pers); ------------------------------------

b. Bahwa dalil Penggugat II Intervensi I mengenai LHPKKN dijadikan dasar perhitungan dalam perkara dugaan tindak

pidana korupsi yang dilakukan Penggugat II Intervensi I, dengan alasan sebagai berikut: ------------------------------------------------------

1) Pelaksanaan Audit dalam rangka Penghitungan Kerugian

permintaan Kejaksaan Agung sesuai dengan program Apabila LHPKKN Para Tergugat ditunda pelaksanaannya,

ka

kepentingan bangsa dan negara dalam pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (kepentingan umum); --------------------2) Timbulnya kerugian kepentingan hukum Penggugat II

ah

ep

maka hal tersebut akan menghambat dan merugikan

ub

Pemerintah dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

lik

Keuangan Negara oleh Para Tergugat guna memenuhi

ng

Intervensi I

sebagaimana didalilkan bagi Penggugat II

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 192

es

In do ne si

menggunakan hak jawabnya melalui media massa tersebut

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Intervensi I tersebut di atas adalah pada saat Penggugat II Intervensi I ditetapkan sebagai Tersangka oleh Kejaksaan

gu

ah

ng

Agung, dan bukan pada saat diterbitkannya LHPKKN oleh Para Tergugat; ------------------------------------------------------------

3) LHPKKN Para Tergugat yang menjadi obyek sengketa a quo

bukan alat bukti yang menyebabkan Penggugat II Intervensi I menjadi Tersangka, karena Penyidik Kejaksaan Agung menggunakan alat bukti sah lainnya; -------------------------------

4) Dalam pelaksanaan Penyidikan oleh Kejaksaan Agung RI, tersangka dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/ Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), sepenuhnya menjadi kewenangan Kejaksaan Agung RI; ----------------------------------

dan selanjutnya Penggugat II Intervensi I ditetapkan sebagai

ah k

am

Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan

ah

A gu ng

Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), Majelis

Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak terikat secara hukum terhadap

LHPKKN diterbitkan oleh Para Tergugat. Majelis Hakim dalam menjatuhkan Putusan didasarkan pada kebenaran

material yang terungkap dan terbukti dalam persidangan, yang tidak hanya didasarkan pada satu alat bukti saja, dalam hal ini tidak hanya didasarkan pada LHPKKN Para Para Tergugat; -------------------------------------------------------------------

ka

Berdasarkan uraian di atas, terbukti bahwa: --------------------------a) Bahwa tidak terdapat keadaan yang sangat mendesak bagi Penggugat II Intervensi I, karena tidak ada kerugian kepentingan hukum Penggugat II Intervensi I jika Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap dilaksanakan, malah sebaliknya apabila pelaksanaan Laporan Hasil Audit Halaman 193 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

ah

ep

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 193

es

In do ne si

5) Bahwa selanjutnya, dalam menjatuhkan putusan dalam

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
untuk

b
Penghitungan Kerugian Keuangan Negara ditunda maka akan menghambat dan merugikan kepentingan bangsa dan

ng

negara dalam pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; -------kewenangan menetapkan Penggugat

b) Bahwa

Intervensi I sebagai tersangka adalah ada pada aparat penegak hukum, dan; ---------------------------------------------------

c) Bahwa aparat penegak hukum tidak terikat secara hukum terhadap LHPKKN yang diterbitkan oleh Para Tergugat; ------

ah

yang diajukan Penggugat II Intervensi I tersebut adalah tidak benar dan tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 67 dan Penjelasannya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan atas

am

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sehingga Penetapan Nomor: 231/G/2012/PTUNJKT tanggal 7 Februari 2013 yang pada pokoknya mengenai

ah k

SR-1024/06/1/2012 tanggal 9 November 2012, Perihal Laporan

ah

A gu ng

Hasil Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan

Negara Atas Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga

(3G) oleh PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media (1M2) beserta Lampiran Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dalam Perjanjian kerjasama PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/

Generasi Tiga (3G), sampai dengan putusan sengketa a quo berkekuatan hukum tetap kecuali ada penetapan lain dikemudian hari tersebut

ub
harus

lik

ka

-----------------------------------------------------------------------------Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka Penetapan PTUN Jakarta terkait dengan penundaan pelaksanaan obyek sengketa dalam perkara a quo

ah

tersebut seharusnya dicabut, dengan alasan sebagaimana telah kami uraikan di atas, dan sebagaimana dinyatakan oleh Majelis Hakim bahwa

ep

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 194

es

In do ne si
dicabut;

penundaan

pelaksanaan

ep

dan

ub lik
tindak lanjut

Dengan demikian, permohonan Penundaan Pelaksanaan LHPKKN

In do ne si a
II surat Nomor:

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Penetapan Penundaan ini adalah bersifat sementara yang berarti sewaktuwaktu dapat dicabut kembali apabila bukti-bukti menunjukan sebaliknya; ----mohon ke hadapan Yang Mulia Majelis Hakim pada PTUN Jakarta yang memeriksa dan mengadili perkara a quo

ng

Berdasarkan seluruh uraian tersebut di atas, maka Para Tergugat

berkenan kiranya untuk

menjatuhkan putusan sebagai berikut: --------------------------------------------------I. DALAM EKSEPSI: 1. 2. 3.

Menerima Eksepsi Para Tergugat untuk seluruhnya; --------------------

ah

Menghukum Penggugat II Intervensi I untuk membayar seluruh biaya perkara ini; ------------------------------------------------------------------

am

II.

DALAM POKOK PERKARA: 1. 2. 3.

ah k

Menerima Jawaban Para Tergugat untuk seluruhnya; -----------------Menolak Gugatan Penggugat II Intervensi I untuk seluruhnya; -------

Menyatakan surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi Nomor:

ah

A gu ng

SR-1024/D6/01/2012 tanggal 9 November 2012 perihal Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Atas Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam

Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi 3 (3G) oleh PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) tanggal 9 November 2012 dan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi

(3G) oleh PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2)

secara hukum; ---------------------------------------------------------------------

ka

biaya perkara ini; -----------------------------------------------------------------III. DALAM PERMOHONAN PENUNDAAN PELAKSANAAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA :

ah

ep

4.

Menghukum Penggugat II Intervensi I untuk membayar seluruh

ub

tanggal 31 Oktober 2012 (obyek sengketa a quo) adalah sah

lik

dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi 3

ng

Halaman 195 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 195

es

In do ne si

ub lik

Menolak Gugatan Penggugat II Intervensi I untuk seluruhnya; -------

In do ne si a

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Usaha

b
1. 2. Menerima Jawaban Para Tergugat untuk seluruhnya; -----------------Mencabut Penetapan Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT tanggal 7 3. Menghukum Penggugat II Intervensi I untuk membayar seluruh biaya perkara ini; -----------------------------------------------------------------Jawaban Tergugat I dan II atas Gugatan Penggugat II Intervensi 2:

I.

ah

gu

DALAM EKSEPSI:

ng

Februari 2013; ---------------------------------------------------------------------

Bahwa Para Tergugat menolak semua dalil dan segala sesuatu

yang dikemukakan oleh Penggugat II Intervensi II dalam Gugatannya, kecuali yang diakui secara tegas oleh Para Tergugat dalam Jawaban ini; -------------------------------------------------------------------------------------------

am

ah k

Bahwa Eksepsi yang diajukan oleh Para Tergugat terdiri dari: A. Pengadilan Tata Negara Jakarta Tidak Berwenang

Oleh Penggugat II Intervensi II Belum Bersifat Final Sehingga

Bukan Keputusan Tata Usaha Negara; ------------------------------------Tata Usaha Negara Jakarta Tidak

B. Pengadilan

Mengadili Perkara A quo Karena Obyek Gugatan Yang Diajukan

Oleh Penggugat II Intervensi II Tidak Termasuk Dalam Pengertian

Keputusan Tata Usaha Negara Sebagaimana diatur dalam Undang-

Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha

ah

Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009; ------------------------

C. Obyek Gugatan Yang Diajukan Oleh Penggugat II Intervensi II Tidak Ada Hubungan Hukum Dengan Penggugat II Intervensi II; ---Adapun penjelasan dari Eksepsi-eksepsi Para Tergugat tersebut adalah sebagai berikut: A. Pengadilan Tata

ka

ah

R
Usaha

ep
Negara

ub
Jakarta

lik
Tidak

Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan

Mengadili Perkara A quo Karena Obyek Gugatan Yang Diajukan

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 196

es

In do ne si
Berwenang Berwenang

Mengadili Perkara A quo Karena Obyek Gugatan Yang Diajukan

A gu ng

ep

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Agung Muda

b
Oleh Penggugat II Intervensi II Tidak Bersifat Individual dan Belum Bersifat Final Sehingga Bukan Keputusan Tata Usaha Negara; ------

ah

gu

ng

1. Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara jo. Pasal 1

Butir 10 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 (UU PERATUN), Pengadilan Tata Usaha Negara berwenang

mengadili sengketa Tata Usaha Negara sebagai akibat dikeluarkannya suatu Keputusan Tata Usaha Negara. Pasal 1

Negara (TUN) adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat TUN yang berisi tindakan hukum TUN yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang bersifat konkret, individual, dan final, serta menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata; --------

ah k

am

Negara atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam

A gu ng

Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga

(3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) yang diterbitkan oleh Para Tergugat (LHPKKN), yang ditujukan kepada Jaksa Tindak Pidana Khusus

(JAMPIDSUS) dan saat ini menjadi obyek dari gugatan ini bukanlah merupakan Keputusan Tata Usaha

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 9 UU PERATUN, karena: -------------------------------------------------------------------------Tidak bersifat individual ----------------------------------------------Bersifat individual artinya Keputusan TUN itu tidak ditujukan untuk umum, tetapi tertentu baik alamat maupun hal yang dituju. Kalau yang dituju itu lebih dari seorang, tiap-tiap nama orang yang terkena keputusan itu disebutkan. Umpamanya,

ah

ka

ah

keputusan tentang perbuatan atau pelebaran jalan dengan lampiran yang menyebutkan nama-nama orang yang terkena

ep

ub

lik

ng

keputusan tersebut; -----------------------------------------------------Halaman 197 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 197

es

In do ne si
Negara

2. Bahwa Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan

ub lik

butir 9 UU PERATUN menegaskan Keputusan Tata Usaha

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
negara adalah artinya akibat hukum.

b
Bahwa LHPKKN Para Tergugat Isinya merupakan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara terhadap perkara

gu

ng

dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan

Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT memberikan rekomendasi terhadap seseorang dan/atau pejabat untuk melakukan perbuatan hukum tertentu; -----------

Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) tanpa

Bahwa mengenai penetapan obyek penghitungan kerugian keuangan kewenangan dari Penyidik

ah

Belum bersifat final -----------------------------------------------------Bersifat final definitif dan karenanya yang dapat masih

am

menimbulkan

ah k

memerlukan persetujuan instansi atasan atau instansi lain belum bersifat final karenanya belum dapat menimbulkan

Bahwa LHPKKN Para Tergugat (obyek sengketa a quo)

adalah guna memenuhi permintaan Kejaksaan Agung kepada Tergugat I melalui surat JAMPIDSUS Nomor: B-234/

F.2/Fd.1/01/2012 tanggal 31 Januari 2012 dan Nomor: 1146/

F.2/Fd.1/05/2012 tanggal 31 Mei 2012 perihal Bantuan untuk melakukan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara, yang sedang melakukan penyidikan dalam perkara dugaan Tindak

ah

Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan

Bahwa obyek sengketa a quo hanya bersifat informatif dan

ka

kerugian keuangan negara yang dikeluarkan oleh Para Tergugat dan obyek sengketa a quo masih memerlukan persetujuan

ah

R
dari

ep
Kejaksaan

belum bersifat final karena memuat hasil perhitungan

ub
Agung,

PT Indosat Mega Media (IM2); ----------------

lik

Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi

ng

sengketa a quo belum bersifat final; ---------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 198

es

sehingga

In do ne si
obyek

suatu hak atau kewajiban pada pihak yang bersangkutan; ---

A gu ng

ep

ub lik
Keputusan

Kejaksaan Agung RI; ----------------------------------------------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
dan dalam

b
Bahwa berdasarkan pertimbangan hukum Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta Nomor: 197/

gu

ah

ng

B/2002/PT.TUN.JKT tanggal 17 Desember 2002 yang telah berkekuatan hukum tetap (Penggugat/Terbanding tidak mengajukan upaya hukum Kasasi) disebutkan: ------------------

am

ah k

ah

A gu ng

Bahwa dalam Peraturan Kepala BPKP Nomor: PER-1314/K/ D6/2012 tentang Pedoman Penugasan Bidang Investigasi (PPBI) diatur bahwa:

1. Audit dalam rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara adalah Audit dengan tujuan tertentu yang kerugian keuangan Negara yang timbul dari suatu kasus

dimaksudkan untuk menyatakan pendapat mengenai nilai

tindakan litigasi; -----------------------------------------------------2. Hasil Audit rangka

ub

Penghitungan

ka

Keuangan Negara berupa pendapat auditor BPKP pendapat keahlian profesional auditor, yang dituangkan

ah

dalam LHPKKN; ------------------------------------------------------

ep

tentang jumlah kerugian keuangan negara merupakan

lik

penyimpangan

digunakan

untuk

ng

Halaman 199 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 199

es

In do ne si
mendukung Kerugian

Menimbang, bahwa pendapat Para Tergugat/Pembanding dalam memori bandingnya tersebut Majelis Hakim dapat menerimanya karena telah tepat dan benar dan oleh karena itu pendapat itu diambil alih oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta sebagai pendapat sendiri dan menjadi pertimbangan sendiri dalam memutus perkara ini ; -------------

ub lik

Menimbang, bahwa Para Tergugat/Pembanding dalam memori bandingnya pada pokoknya juga menyatakan bahwa produk BPKP yang berupa Laporan Hasil Pemeriksaan (Audit) bukan merupakan obyek sengketa Tata Negara karena Laporan Hasil Pemeriksaan (Audit) tersebut belum bersifat final, baru merupakan suatu hasil pemeriksaan yang berbentuk laporan, sedangkan finalnya adalah keputusan yang diterbitkan oleh pihak lain yang ingin menindaklanjuti baik dari pihak yang memohon audit maupun pihak lain yang terkait ------------------------------------------------------------------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
bebas, yang

b
3. Sebagai hasil dari pendapat ahli, LHPKKN ditandatangani oleh Tim Audit dan Pimpinan Unit Kerja sebagai Ahli

gu

ah

ng

(tanpa kop surat dan cap unit kerja); ----------

4. LHPKKN disampaikan kepada pimpinan Instansi Penyidik

yang meminta, dilakukan dengan surat pengantar (SP) berkode SR (Surat Rahasia) yang ditandatangi oleh unit kerja; --------------------------------------------------------------------

Berdasarkan hal tersebut maka LHPKKN adalah pendapat

keahlian profesional auditor yang diminta oleh Penyidik untuk melakukan penghitungan kerugian keuangan negara atas suatu perkara yang sedang ditangani Penyidik. Hal tersebut didasarkan pada Pasal 7 ayat 1 huruf h jo. Pasal 120 ayat

am

(1) jo. Pasal 1 angka 28 jo. Pasal 184 ayat (1) jo. Pasal 187 huruf c KUHAP; --------------------------------------------Bahwa nilai pembuktian yang melekat pada alat bukti

ah k

pembuktian

tidak

sempurna

ah

A gu ng

menentukan. Nilai kekuatan pembuktian keterangan ahli terserah pada penilaian hakim, hakim bebas menilainya dan untuk menerima keterangan ahli tersebut; -------------------------

tidak terikat kepadanya dan tidak ada keharusan bagi hakim

Berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas, maka Surat Tergugat I, yaitu surat Nomor: SR-1024/D6/1/2012 Tanggal

sedangkan LHPKKN Tergugat II merupakan keterangan Ahli, bukan merupakan Keputusan TUN; ---------------------------------

ka

Keputusan TUN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 9 UU PERATUN karena tidak bersifat individual dan belum bersifat final, sehingga gugatan Penggugat II Intervensi II harus ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima; ---------------------------------------

ah

ep

Dengan demikian, LHPKKN Para Tergugat bukanlah merupakan

ub

sehingga Surat Tergugat I maupun LHPKKN Tergugat II

lik

09 November 2012 hanyalah berupa surat pengantar,

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 200

es

In do ne si
dan tidak

keterangan ahli yaitu keterangan ahli mempunyai nilai

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
untuk

b
B. Pengadilan TUN Jakarta Tidak Berwenang Mengadili Perkara A quo Karena Obyek Gugatan Yang Diajukan Oleh Penggugat II Sebagaimana diatur dalam UU PERATUN ---------------------------------

ah

gu

1. Bahwa terbitnya LHPKKN yang ditujukan kepada JAMPIDSUS adalah untuk memenuhi permintaan JAMPIDSUS yang sedang

ng

Intervensi II Tidak Termasuk Dalam Pengertian Keputusan TUN

melakukan penyidikan dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/ Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega

a. Bahwa JAMPIDSUS telah meminta bantuan kepada Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melalui surat Nomor: B-234/F.2/Fd.1/01/2012 tanggal 31

am

ah k

Tergugat

ep

Januari 2012 yang pada pokoknya meminta kepada Para melakukan Penghitungan Kerugian

atas

Perkara Dugaan Tindak

Pidana Korupsi dalam

ah

A gu ng

Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2); ------------------------------------------------------------------------

Bahwa pada tanggal 18 Januari 2012, JAMPIDSUS telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-04/

F.2/Fd.1/ 01/2012 dengan tersangka Ir. Indar Atmanto, MSc.

Surat perintah penyidikan tersebut dikeluarkan setelah

dilakukan ekspose intern Kejaksaan Agung atas perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) pada tanggal

ka

ah

b. Bahwa untuk menindaklanjuti surat JAMPIDSUS tersebut,

diadakan rapat antara tim audit BPKP dengan penyidik Kejaksaan Agung yang membahas mengenai Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh Halaman 201 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

ep

18 Januari 2012; ----------------------------------------------------------

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 201

es

In do ne si

Keuangan Negara sekaligus memberikan keterangan ahli

ub lik

Media (IM2), dengan kronologis sebagai berikut: ------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Media

b
PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), yang pada pokoknya bahwa Kejaksaan Agung berpendapat dalam

gu

ng

Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) telah terjadi penyimpangan yang diduga telah terjadi Tindak Pidana Korupsi dalam perkara tersebut,

selanjutnya BPKP sebagai ahli di bidang akutansi dan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam

auditing melakukan audit Penghitungan Kerugian Keuangan

ah

c. Bahwa selanjutnya Tergugat I menerbitkan surat Nomor: S-927/D6/ 01/2012 hal Bantuan Menghitung Kerugian Keuangan Negara, yang ditujukan kepada JAMPIDSUS; ----Bersama surat tersebut dilampirkan juga Surat Tugas Tergugat I Nomor: ST-524/D601/3/2012 tanggal 2 Oktober

ah k

am

(Tergugat II) untuk melaksanakan Penghitungan Kerugian

A gu ng

Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana

Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2); -------------------------------------------berakhirnya penugasan Tim Auditor

d. Dengan

(Tergugat II) yang melakukan Audit Penghitungan Kerugian

ah

Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana

Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega (IM2),

ub
dan

selanjutnya

lik
disampaikan

Tergugat

ka

menerbitkan LHPKKN Perkara Dugaan Tindak Pidana GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan

ah

PT Indosat Mega Media (IM2) tanggal 31 Oktober 2012 (obyek sengketa a quo), kepada

ep

Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1

ng

JAMPIDSUS selaku instansi yang meminta dilakukannya

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 202

es

In do ne si
BPKP II

2012, yang pada pokoknya menugaskan Tim Auditor BPKP

ub lik

perkara tersebut; ---------------------------------------------------------

In do ne si a
dan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dan obyek

b
penghitungan kerugian keuangan negara/daerah melalui (obyek perkara a quo); -------------------------------------------------selanjutnya, JAMPIDSUS hukum a sesuai surat pengantar dari Tergugat I Nomor: SR-1024/D6/1/2012

e. Bahwa

kewenangan menindaklanjuti

ketentuan

yang quo

sengketa

menjadikannya sebagai bagian dari kegiatan penyidikan dan

penuntutan yang berdasarkan pada ketentuan KUHP atau

KUHAP atau peraturan perundang-undangan lain yang

ah

2. Bahwa berdasarkan Pasal 2 UU PERATUN yang menyatakan: Tidak termasuk dalam pengertian Keputusan Tata Usaha Negara menurut Undang-Undang ini : b. .; ------------------------------------------------------------------

am

ah k

c. .; -----------------------------------------------------------------d. Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau peraturan perundang-undangan lain yang bersifat hukum pidana; -----------------------------------------------------------e. ; ---------------------------------------------------------------g. ; ---------------------------------------------------------------f. ... ; ----------------------------------------------------------------

ep

a. ..; -----------------------------------------------------------------

3. Bahwa berdasarkan kronologis pada angka 1 tersebut di atas,

ah

permintaan JAMPIDSUS yang sedang melakukan penyidikan undangan lain yang bersifat hukum pidana; ---------------------------

ka

pendapat ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus pada

ah

ng

dapat digunakan untuk membuat terang suatu perkara pidana Halaman 203 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 203

es

disampaikan oleh seseorang yang memiliki keahlian khusus

saat melakukan penyidikan. Pendapat atau keterangan yang

ep

4. Bahwa Kejaksaan Agung sebagai Penyidik dapat meminta

ub

sesuai dengan KUHP, KUHAP, dan peraturan perundang-

lik

terbukti bahwa LHPKKN Para Tergugat diterbitkan berdasarkan

In do ne si

A gu ng

ub lik

bersifat hukum pidana; --------------------------------------------------

In do ne si a
dengan berlaku, dengan

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
tanggal

b
(Pasal 7 ayat 1 huruf h jo. Pasal 120 ayat (1) jo. Pasal 1 angka 28 jo. Pasal 184 ayat (1) jo. Pasal 187 huruf c KUHAP); -----------

ah

gu

ng

5. Bahwa sesuai dengan kompetensinya, Para Tergugat memiliki keahlian dalam penghitungan kerugian keuangan negara, sehingga JAMPIDSUS meminta bantuan kepada Para Tergugat

untuk menghitung kerugian keuangan negara atas Perkara

Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat,

Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), melalui surat Nomor:

Bantuan untuk melakukan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara; ------

am

6. Bahwa LHPKKN tersebut merupakan bagian dari proses dan Penuntut Umum Kejaksaan Agung yang mana sesuai

ah k

ahli yang diperlukan sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (1)

ah

A gu ng

huruf h dan Pasal 120 ayat (1) KUHAP; --------------------------------

Sebagaimana dipahami bahwa Penyidikan dalam perkara Tindak Pidana Korupsi merupakan bagian dari proses criminal justice system yang dilakukan oleh Kejaksaan sebagaimana

pula dilakukan oleh Kepolisian dan KPK dalam menegakkan

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001; ----------

a.

Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor: 28/

ka

Obyek

Gugatan

ep
Surat dengan

G.TUN/2012/PTUN.JPR tanggal 6 Desember 2012, dengan Laporan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (LHPKKN) BPKP Perwakilan Provinsi Papua

ah

ub
Nomor:

7. Bahwa berdasarkan:

lik
LHP-KKN-360/PW

26/5/2011 tanggal 28 Juli 2011 tentang Hasil perhitungan Kerugian Keuangan Negara dalam pelaksanaan kegiatan

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 204

es

In do ne si

dengan kewenangan yang dimilikinya dapat meminta bantuan

ep

penyidikan dan penuntutan yang dilaksanakan oleh Penyidik

ub lik

B-234/F.2/Fd.1/01/2012

31 Januari

In do ne si a
2012 perihal

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Istimewa

b
Pembangunan Jalan dan Jembatan Ruas Jalan Waley Molof pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Keerom

gu

ng

T.A.2007-2008 oleh BPKP Perwakilan Provinsi Papua; ------

b.

Penetapan Ketua PTUN Yogyakarta Nomor: 06/G/2010/

PTUN.YK tanggal 16 Juni 2010 dalam Perkara Gugatan Tata Usaha Negara antara Johanis Richard Riwoe, ST, MA. sebagai Penggugat melawan Provinsi Daerah

Kepala Perwakilan BPKP Yogyakarta sebagai Para

Tergugat, dengan Obyek Gugatan Surat Para Tergugat

ah

tentang Perhitungan Kerugian Keuangan Negara atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Bantuan Keuangan untuk Partai Politik DPC Partai Damai Sejahtera Tahun

am

ah k

c.

Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor: 21/G/2010/

Putusan

Mahkamah

Agung,

A gu ng

mahkamahagung.go.id.; ---------------------------------------------pokoknya menyatakan bahwa laporan hasil

pada

pengitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh

BPKP atau BPK dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi atas permintaan penyidik (Polisi dan Kejaksaan) adalah tidak

termasuk dalam pengertian Keputusan Tata Usaha Negara

ah

karena dikeluarkan berdasarkan ketentuan Kitab Undang-

Undang Hukum Pidana dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau peraturan perundang-undangan lain yang bersifat hukum pidana, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 huruf d UU PERATUN; -------------------------------------------------------------8. Bahwa berdasarkan Pasal 2 huruf d UU PERATUN, maka obyek sengketa yaitu LHPKKN termasuk ke dalam Keputusan

ka

ah

Tata Usaha Negara yang dikecualikan, karena dikeluarkan berdasarkan KUHP, KUHAP, dan peraturan perundang-

ep

ub

lik

ng

undangan lain yang bersifat hukum pidana; --------------------------Halaman 205 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 205

es

In do ne si
putusan. audit

PTUN-SMD tanggal 22 Desember 2010, dari Direktori

ep

Anggaran 2006 dan 2007; dan --------------------------------------

ub lik

Nomor: S-3299/PW.12/5/2009 tanggal

6 Oktober 2009

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
permintaan

b
Berdasarkan uraian di atas, maka obyek sengketa a quo yaitu LHPKKN tidak termasuk dalam pengertian Keputusan Tata Usaha tersebut dikeluarkan berdasarkan ketentuan KUHP, KUHAP, dan peraturan perundang-undangan lain yang bersifat hukum pidana

ah

gu

(vide Pasal 2 UU PERATUN), sehingga PTUN Jakarta tidak berwenang mengadili perkara a quo; ----------------------------------------

Dengan demikian, Gugatan Penggugat II Intervensi II (PT IM2) harus ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima; ---------------

ng

Negara sebagaimana diatur dalam UU PERATUN karena LHPKKN

C. Obyek Gugatan Yang Diajukan Oleh Penggugat II Intervensi II tidak ada hubungan hukum dengan Penggugat II Intervensi II; -------------Bahwa Obyek sengketa a quo tidak ada kaitannya dengan Penggugat II Intervensi II karena surat Tergugat I dan Tergugat II adalah terkait dengan Kejaksaan Agung untuk

ah k

am

melakukan penghitungan kerugian keuangan negara sehubungan

Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-04/F.2/Fd.1/01/2012

tanggal 18 Januari 2012 dengan tersangka Ir. Indar Atmanto, MSc,

sehingga surat Tergugat I dan Tergugat II tersebut tidak ada

hubungannya dengan kasus yang sedang dihadapi oleh Penggugat II Intervensi II; ----------------------------------------------------------------------

Dengan demikian, Gugatan Penggugat II Intervensi II (PT IM2) harus ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima; ---------------

ah

mengajukan permohonan ke hadapan Yang Mulia Majelis Hakim yang

JKT untuk berkenan kiranya menjatuhkan Putusan Sela atas Eksepsi-

ka

1. 2.

Menerima Eksepsi Para Tergugat untuk seluruhnya; -------------------------

ah

Menolak Gugatan Penggugat II Intervensi II (PT IM2) untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan Gugatan Penggugat tidak dapat

ep

eksepsi Para Tergugat sebagai berikut:

ub

memeriksa dan mengadili Perkara Gugatan TUN Nomor: 231/G/2012/PTUN-

lik

Berdasarkan uraian tersebut di atas, dengan ini Para Tergugat

ng

diterima; -----------------------------------------------------------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 206

es

In do ne si

dengan surat perintah penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
3. Menghukum Penggugat II Intervensi II untuk membayar seluruh biaya perkara ini; -------------------------------------------------------------------------------1. Bahwa apa yang telah Para Tergugat kemukakan di dalam Jawaban Dalam Eksepsi tersebut di atas merupakan bagian dari satu kesatuan yang tidak terpisah; -------------------------------------------

ah

gu

Jawaban dalam Pokok Perkara, sehingga harus dinilai sebagai

2.

Bahwa Para Tergugat menolak semua dalil dan segala sesuatu Gugatannya, kecuali yang diakui secara tegas oleh Para Tergugat di dalam Jawaban dalam Pokok Perkara ini; -----------------------------

am

3.

Bahwa Tanggapan Para Tergugat pada posita Gugatan angka I Tentang: Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II adalah merupakan Keputusan Tata Usaha Negara sebagai berikut: -------------------------------------------------------------------

ah k

Bahwa Para Tergugat menolak dalil Penggugat II Intervensi II (PT

ah

A gu ng

IM2) pada angka I (halaman 3 s.d 7) tersebut dengan alasan yuridis

sebagaimana telah diuraikan dalam eksepsi Para Tergugat huruf A dan B di atas, dengan penambahan sebagai berikut:

a. Bahwa Penggugat II Intervensi II menyatakan dasar tindakan

hukum Tergugat I diantaranya adalah Keppres No. 31 tahun

1983 tanggal 30 Mei 1983 tentang BPKP dan Keppres No. 110 Tahun 2001 Tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I 64 Tahun 2005; --------------------------------------------------------------lembaga Pemerintah Non Departemen, terakhir dengan PP No.

b. Bahwa Para Terguggat menolak dalil Penggugat II Intervensi II tersebut karena saat ini Keppres No. 31 Tahun 1983 sudah dicabut oleh Keppres Nomor 42 Tahun 2001, sehingga sudah tidak digunakan lagi sebagai dasar tindakan hukum penugasan Para Tergugat; ---------------------------------------------------------------Bahwa PP No. 64 Tahun 2005 adalah tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Halaman 207 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

ka

ah

ep

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 207

es

In do ne si

ub lik

yang dikemukakan oleh Penggugat II Intervensi I di dalam

ng

II.

DALAM POKOK PERKARA:

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Tugas,

b
Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja, sehingga PP No. 64 Tahun 2005 tersebut tidak ada c. Dasar penugasan saat ini diantaranya adalah:

gu

ng

hubungannya dengan dasar penugasan Para Tergugat; -----------

Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non

Departemen sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; ----------------------

ah

Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2005;

am

ah k

Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; ------------------------------------

ep

Dengan demikian, dalil Penggugat II Intervensi II (PT IM2) pada

ah

A gu ng

posita Gugatan angka I Tentang: Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat II adalah merupakan Keputusan Tata Usaha Negara adalah tidak benar, sehingga gugatan harus ditolak;

4.

Bahwa Para Tergugat menolak dalil Penggugat II Intervensi II pada

posita angka II Tentang: Kepentingan dan Alas Hak Penggugat II

Intervensi I dalam mengajukan Gugatan Intervensi dengan argumentasi yuridis sebagai berikut: -----------------------------------------

a. Bahwa Penggugat II Intervensi II mendalilkan bahwa perbuatan Tergugat I berupa penyampaian...tersebut, telah merugikan kepentingan Penggugat II Intervensi I, karena berdasarkan Keputusan Tergugat I tersebut, saat ini Kejaksaan Agung RI telah menyatakan bahwa Penggugat II Intervensi II adalah Korporasi yang dijadikan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi.; ------------------------------------------------------------------------

ka

ah

ep

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 208

es

In do ne si

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Pemberantasan

b
b. Bahwa tidak benar penetapan Penggugat II Intervensi II sebagai Tersangka oleh Kejaksaan Agung karena Surat dari Tergugat I;

ah

gu

ng

Bahwa untuk menetapkan telah terjadi Tindak Pidana Korupsi

harus memenuhi seluruh unsur dari Tindak Pidana Korupsi yang

didakwakan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001; -

Adapun unsur-unsur Tindak Pidana Korupsi menurut Pasal 2

ayat (1) dan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 dimaksud adalah sebagai berikut: ----------------------1) Pasal 2 ayat (1): ---------------------------------------------------------setiap orang; ----------------------------------------------------------

am

ah k

ep
ada

yang secara melawan hukum; ------------------------------------

A gu ng

melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi; -----------------------------------------yang dapat merugikan Keuangan Negara

perekonomian Negara; ---------------------------------------------

2) Pasal 3 ayat (1): ----------------------------------------------------------

setiap orang; ----------------------------------------------------------

ah

yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi; ---------------------------------

menyalahgunakan sarana yang

kewenangan, padanya

ub

lik

kesempatan jabatan

ka

karena

ah

yang

dapat

ep
merugikan

kedudukan; -----------------------------------------------------------Keuangan Negara atau

perekonomian Negara; ---------------------------------------------

ng

Halaman 209 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 209

es

In do ne si
atau atau atau

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
surat

b
Bahwa di dalam Pasal 184 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana disebutkan sebagai

ah

gu

ng

berikut: --------------------------------------------------------------------------Alat bukti yang sah ialah:

a. Keterangan saksi; -------------------------------------------------------b. Keterangan ahli; ---------------------------------------------------------d. Petunjuk; ------------------------------------------------------------------c. Surat; ------------------------------------------------------------------------

e. Keterangan terdakwa; ---------------------------------------------------

telah memenuhi unsur-unsur Tindak Pidana Korupsi sehingga dapat ditetapkan sebagai Tersangka merupakan kewenangan Aparat Penegak Hukum, yang dalam hal ini adalah Penyidik Kejaksaan Agung dengan berdasarkan pada alat bukti yang sah; ------------------------------------------------------------------------------c. Bahwa Obyek sengketa a quo tidak ada kaitannya dengan

ah k

am

Penggugat II Intervensi II karena surat Tergugat I dan Tergugat

A gu ng

II adalah terkait dengan permintaan Kejaksaan Agung untuk melakukan penghitungan dengan kerugian perintah keuangan

sehubungan

penyidikan

Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor:

Print-04/F.2/Fd.1/01/2012 tanggal 18 Januari 2012 dengan tersangka Ir. Indar Atmanto, MSc, sehingga surat Tergugat I dan sedang dihadapi oleh Tergugat II Intervensi II, sehingga obyek sengketa a quo bukan alat bukti yang menyebabkan Penggugat

Tergugat II tersebut tidak ada hubungannya dengan kasus yang

ah

menggunakan alat bukti sah lainnya; ------------------------------------

ka

II Tentang: Kepentingan dan Alas Hak Penggugat II Intervensi II

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 210

es

sehingga gugatan harus ditolak; ----------------------------------------------

dalam mengajukan Gugatan Intervensi adalah tidak benar,

ep

Dengan demikian, dalil Penggugat II Intervensi II pada posita angka

ub

II Intervensi I menjadi Tersangka, karena Kejaksaan Agung

lik

In do ne si
negara Direktur

ub lik

Bahwa untuk menentukan perbuatan Penggugat II Intervensi II

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
5. Bahwa Para Tergugat menolak dalil Penggugat II Intervensi II pada posita angka IV Tentang: Fakta-Fakta yang Mendasari Gugatan a. Bahwa Para Tergugat menolak dalil posita Gugatan angka IV.8

gu

ah

ng

Intervensi, berdasarkan argumentasi yuridis sebagai berikut: --------

s.d. IV.11 (halaman 11 s.d. 13) dengan argumentasi yuridis sebagai berikut: ---------------------------------------------------------------

1) Bahwa terhadap materi dalil posita Gugatan angka IV.8 s.d.

IV.11 (halaman 11 s.d. 13) pada saat ini sedang diuji di Pengadilan Tipikor Jakarta; --------------------------------------------

2) Bahwa tanggapan atas materi dalil posita Gugatan angka IV.8 s.d. IV.11 (halaman 11 s.d. 13) adalah sebagai berikut: a) Bahwa pada saat Kejaksaan Agung meminta bantuan untuk menghitung kerugian keuangan negara, Kejaksaan Agung telah menyatakan bahwa dalam penggunaan jaringan Frekuensi radio 2,1 GHz/Generasi tiga (3G) oleh PT Indosat Mega Media (IM2) telah diduga terjadi dugaan tindak pidana korupsi antara lain, karena telah terjadi

ah k

am

penyimpangan dalam Perjanjian Kerjasama Nomor: 225/

E00-EAA/MKT/06 tentang Akses Internet Broadband Melalui Jaringan 3G/HSDPA Indosat. Hal tersebut

sebagaimana dimaksud dalam surat Nomor: B-234/F.2/

Fd.1/01/2012, dan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

ah

Hal tersebut sebagaimana diuraikan sebagai berikut: ----(1) Keterangan Harry Sasongko T (Mantan Presiden Direktur PT. Indosat) dalam BAP tanggal 3 Februari 2012 menyatakan: --------------------------------------------Kita harus pisahkan antara jaringan dan frekuensi, PT Indosat tidak pernah memberikan izin pihak lain untuk menggunakan frekuensi. PT Indosat bekerjasama dengan penyelenggara jasa untuk menggunakan jaringan telekomunikasi milik Indosat berdasarkan perjanjian kerjasama sesuai Keputusan

ka

ah

ep

ub

lik

Nomor: Print-04/F.2/Fd.1/01/2012; -------------------

ng

Halaman 211 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 211

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
52

b gu A ng
Menteri Nomor: 21 Tahun 2001 Pasal 5. PT Indosat tidak pernah memberikan izin penggunaan frekuensi kepada PT IM2, yang ada adalah kerjasama penggunaan jaringan 3G milik PT Indosat; ------------Direktur PT. Indosat) dalam BAP tanggal 17 Februari 2012 menyatakan: --------------------------------------------(2) Keterangan Johnny Swandi Sjam (Mantan Presiden (Direktur Operasi Sumber Daya pada Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo) di BAP tanggal 7 Agustus 2012 menyatakan: ----------------------------------------------------PT IM2 sebagai penyelenggara jasa menggunakan kapasitas jaringan yang disediakan oleh PT lndosat sebagai penyelenggara jaringan untuk keperluan penyelenggaraan jasanya. ; ---------------------------------

PT Indosat tidak pernah memberikan izin penggunaan frekuensi kepada PT IM2, yang ada adalah kerjasama penggunaan jaringan 3G milik Indosat."

ah

ah k

am

ah

A gu ng

(4) Keterangan Ahli DR. Ir. Asmiati Rasyid,

sebagaimana tercantum dalam BAP tanggal 23 Februari 2012 yang pada pokoknya menyatakan:

(a) Setiap penggunaan spektrum frekuensi harus

memiliki izin, diatur dalam UU Nomor: 36 Tahun 1999 tentang telekomunikasi, PP Nomor: 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum

Frekuensi Radio dan Orbit Satelit serta PP Nomor: Tahun 2000 tentang

Penyelenggaraan Telekomunikasi dan Permen Kominfo Nomor: 07/02/2006 tentang ketentuan

ka

ah

penyelenggaraan jaringan bergerak seluler; ------

ep

penggunaan pita frekuensi radio 2,1 GHz untuk

(b) Penggunaan

bersama

ub

lik
(sharing)

frekuensi radio adalah tindakan suatu operator

ng

pemilik Iisensi spektrum dengan lebar pita

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 212

es

In do ne si
MSc spektrum

ub lik

(3) Keterangan

M. Rachmat

Widayana,

In do ne si a
SE., MM

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
yang pihak PT tidak dapat karena Jenderal hanya

b
tertentu digunakannya lain/operator bersama-sama

dengan

ng

telekomunikasi lainnya melalui kerjasama atau penyewaan. Indosat tidak

frekuensi 2, 1 GHz itu tetapi sudah melakukan penggunaan bersama ( sharing) frekuensi; --------

(c) IM2

menyelenggarakan Wireless 3G

Internet

Broadband

tercantum dalam Perjanjian Kerjasama IndosatDirektur

ah

am

Nomor: 229/Dirjen/2006 tanggal 22 Juni 2006, IM2 mempunyai hak untuk menyelenggarakan jasa akses internet ( Internet Service Provider) seperti halnya ISP-ISP lainnya

ah k

yang jumlahnya hampir 200 ISP; ---------------------

ep

(d) Menggunakan pita frekuansi 2,1 GHz/3G tanpa

ah

A gu ng

izin dari pemerintah tidak dapat dibenarkan. Penggunaan spektrum 3G harus mengacu pada Peraturan Menteri Nomor: 07/PER/M.KOMINFO/ 2/2006: ------------------------------------------------------

Pasal 2 ayat (2): Penetapan spektrum frekuensi radio pada pita frekuensi radio 2,1 GHz kepada

seluler IMT-2000 dilaksanakan melalui sistem

Pasal 4: Penggunaan pita trekuensi radio 2,1 GHz untuk penyelenggaraan jaringan bergerak seluler dikenakan tarif izin penggunaan pita frekuensi radio 2,1 GHz sebagai berikut: ----------1. Biaya Nilai Awal ( up-front fee) sebesar 2 x

ka

ah

ep

ub

pelelangan; -------------------------------------------------

lik
dari

peserta seleksi penyelenggara jaringan bergerak

ng

nilai

penawaran

terakhir

setiap

Halaman 213 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 213

es

In do ne si

ub lik
Pos dan

IM2

berdasarkan

Surat

Telekomunikasi

In do ne si a
penyelenggara mengalihkan akses seperti Keputusan

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
radio tahunan (sepuluh)

b
pemenang lelang, yang dibayarkan di awal

untuk masa pakai pita frekuensi radio selama 10 (sepuluh) tahun; ----------------------------------

2. Biaya Hak Penggunaan (BHP) pita frekuensi sebesar nilai

terendah di antara pemenang lelang. Dengan skema pembayaran untuk jangka waktu 10 tahun sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini; ------

ah

(e) Dalam perjanjian kerjasama tersebut mengatur tentang kerjasama akses internet broadband melalui jaringan 3G, artinya PT IM2 diberi kewenangan oleh PT Indosat untuk melakukan kegiatan penyediaan akses internet broadband dengan mempergunakan spektrum 3G milik PT

am

ah k

PT Indosat, Tbk dan PT IM2 telah menggunakan

A gu ng

bersama-sama spektrum frekuensi 3G milik PT Indosat. Hal tersebut tidak dibenarkan dengan alasan:

-------------------------------------------------------

1. PT IM2 hanya memiliki izin sebagai ISP

jaringan tetap yang tidak mencakup sebagai penyelenggara akses internet melalui

ah

jaringan 3G; -------------------------------------------

frekuensi 3G ini dilakukan tanpa penetapan Menteri (Pasal 14 pasal PP No. 53/2000); ---3. Perjanjian Kerjasama ini sebagai instrumen yang melanggar izin yang diberikan kepada

ka

ah

karena pelaksanaan dari perjanjian ini telah secara nyata mengubah maksud izin yang

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 214

es

PT Indosat yang dapat merugikan negara

ep

ub

2. Bahwa

penggunaan

lik
bersama

In do ne si
spketrum

Indosat. Berdasarkan fakta tersebut maka berarti

ep

ub lik

In do ne si a
penawaran yang

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Hal ini tercantum

b
diberikan oleh Pemerintah kepada PT IM2

yang semula hanya sebagai ISP namun

ng

dalam praktiknya telah bertindak selaku

operator penyelenggara jaringan bergerak seluler 3G dengan menggunakan spektrum frekuensi 3G dan jaringan milik PT Indosat. terlihat dari terpisahnya

pelanggan, customer care dan juga memiliki billing system tersendiri terpisah dari PT telah bertindak selaku Mobile Virtual Network Operator (MVNO); ----------------------------------4. PT IM2 tidak dapat menyelenggarakan akses

ah

am

ah k

ep
hanya Nomor:

internet

ub lik
broadband dalam wireless Perjanjian mempunyai jasa

Indosat sehingga dalam kasus ini PT IM2

karena berdasarkan surat Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunkasi Nomor.229/ Dirjen/2006 tanggal 22 Juni 2006 bahwa PT IM2 hak akses untuk

menyelenggarakan

(internet service provide) seperti halnya ISPISP lainnya yang jumlahnya hampir 200 ISP;-

Sesuai dengan uraian di atas, Penggugat II Intervensi II (PT IM2) telah melakukan penggunaan bersama jaringan Indosat tanpa izin Menteri Kominfo; ----------------------------

ah

frekuensi radio 2,1 GHz/Generasi tiga (3G) dengan PT

b) Bahwa Penggunaan spektrum 3G harus berdasarkan: ---(1) Pasal 2 ayat (2) Peraturan Menteri Komunikasi Dan Informatika

ka

ah

Tentang Ketentuan

Radio 2,1 GHz Untuk

ep

ub

07/PER/M.KOMINFO/2/2006 Penyelenggaraan Jaringan

Penggunaan Pita Frekuensi

lik

Bergerak Seluler, yang menyatakan Penetapan

ng

spektrum frekuensi radio pada pita frekuensi radio

Halaman 215 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 215

es

In do ne si
internet

A gu ng

In do ne si a
data 3G seperti Kerjasama,

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
53 Tahun

b
2,1 GHz kepada peserta seleksi penyelenggara

jaringan bergerak seluler IMT-2000 dilaksanakan melalui mekanisme pelelangan.; --------------------------

(2) Pasal 14 ayat (1) dan Pasal 30 Peraturan Pemerintah Nomor 2000 Tentang

Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit di atur: --------------------------------------------------Pasal 14 ayat (1):

ah

Pasal 30:

am

ah k

Bahwa sesuai dengan ketentuan hukum tersebut di

pita frekuensi radio 2,1 GHz harus berdasarkan

ah

A gu ng

mekanisme

pelelangan,

namun

penggunaan

spektrum frekuensi radio tersebut dapat dilakukan

melalui penggunaan bersama dengan izin Menteri Kominfo dengan membayar Biaya hak penggunaan spektrum frekuensi radio yang dibebankan secara penuh kepada masing-masing pengguna; --------------

Agung yang didukung oleh Ahli serta ketentuan hukum

pendapat hukum Kejaksaan Agung tersebut sebagai dasar untuk melakukan perhitungan kerugian keuangan negara; ----------------------------------------------------------------d) Bahwa surat Menkominfo Nomor: T-684/M.KOMINFO/ KU.04.01/ 11/2012 perihal Dugaan Kerugian Negara pada Kasus IM2-Indosat dikeluarkan pada tanggal 13

ka

ah

ep

ub

tersebut di atas, Para Tergugat berpegang pada

lik

c) Bahwa berdasarkan pendapat hukum dari Kejaksaan

ng

November 2012, sedangkan LHPKKN Para Tergugat

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 216

es

In do ne si

atas, penetapan penggunaan frekuensi radio pada

ep

Biaya hak penggunaan spektrum frekuensi radio bagi penggunaan bersama pita frekuensi radio dan atau kanal frekuensi radio dibebankan secara penuh kepada masing-masing pengguna; -----------------------

ub lik

Menteri dapat menetapkan penggunaan bersama pita frekuensi radio dan atau kanal frekuensi radio;

In do ne si a
Penggunaan

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
diterbitkan pada tanggal 31 Oktober 2012 sehingga surat Menkominfo tersebut di luar jangka waktu penugasan

gu

ah

ng

dan ruang lingkup audit Tergugat II; ----------------------------

Bahwa yang menjadi permasalahan adalah bukan mengenai perjanjian kerjasama antara PT Indosat dengan PT IM2, namun yang menjadi permasalahan

adalah dugaan penggunaan frekuensi milik PT Indosat tidak membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) spektrum

oleh PT IM2 tanpa izin Menteri Kominfo dan pihak IM2

masing-masing pengguna; ---------------------------------------Dengan demikian, dalil posita Gugatan angka IV.8 s.d. IV.11 (halaman 11 s.d. 13) adalah tidak benar, sehingga gugatan harus ditolak; ------------------------------------------------------------------b. Bahwa Para Tergugat menolak dalil posita Gugatan angka IV.12

ah k

am

Intervensi I menyatakan bahwa Keputusan TUN Tergugat I dan

A gu ng

Tergugat II tersebut juga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (onwetmatige) argumentasi yuridis sebagai berikut:

1) Bahwa tanggapan Para Tergugat terhadap dalil posita Gugatan angka IV.12. huruf A: ---------------------------------------

Bahwa mengenai sumber ketentuan hukum yang menjadi

ah

ditanggapi oleh Para Tergugat dalam Tanggapan Para Keputusan TUN Tergugat I dan Keputusan TUN Tergugat

ka

huruf c di atas; -------------------------------------------------------Bahwa terkait dalil Penggugat II Intervensi II yang menyatakan bahwa Tidak dapat disangkal bahwa penerbitan Keputusan TUN Tergugat II dan selanjutnya

ah

ep

II adalah merupakan Keputusan Tata Usaha Negara

ub

Tergugat pada posita gugatan angka I Tentang:

lik

dasar tindakan hukum Tergugat I dan Tergugat II telah

ng

Halaman 217 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 217

es

In do ne si
dengan

(halaman 13 s.d. 24) yang pada pokoknya Penggugat II

ub lik

frekuensi radio yang dibebankan secara penuh kepada

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dengan

b
dilegitimasi oleh Keputusan TUN Tergugat I jelas bertentangan

ketentuan-ketentuan

gu

ah

ng

peraturan perundang-undangan yang bersifat prosedural/ formal (vormgebreken) adalah tidak benar dengan argumentasi yuridis sebagai berikut: ----------------*

Bahwa sesuai dengan Lampiran Peraturan Kepala

BPKP Nomor: 1314/K/D6/2012 Bab II.PP202. pada angka 10.6): -----------------------------------------------------

ka

Bahwa sesuai dengan Lampiran Peraturan Kepala

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 218

es

angka 10.7): -----------------------------------------------------

BPKP Nomor: 1314/K/D6/2012 Bab II.PP202. pada

ep

Apabila permintaan audit diajukan oleh Instansi Penyidik pada saat kasus diproses pada tingkat Penyelidikan, unit kerja dapat memenuhi permintaan penugasan audit investigatif. Apabila kasus telah diproses oleh Penyidik pada tingkat Penyidikan, Unit Kerja memenuhi permintaan dengan penugasan audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara ; ----------------------------------------------------------

ah

ub

lik

In do ne si

A gu ng

Bahwa dalam dalil posita Gugatan huruf A.2 dan A.3 (halaman 15 s.d. 17), Penggugat II Intervensi II telah salah dalam menafsirkan Peraturan Kepala BPKP Nomor: PER-1314/K/D6/2012 tentang Pedoman Penugasan Bidang Investigasi (PPBI) yang pada pokoknya Penggugat II Intervensi II menyatakan Bahwa dari ke 3 (tiga) hal tersebut, secara limitatif telah digariskan bahwa prosedur/formal untuk dapat dilakukan audit dalam rangka penghitungan kerugian negara, yaitu setelah dilakukan audit investigative dan telah diterbitkan LHAI. Dimana dalam perkara a quo prosedur/formal ini tidak pernah dilakukan oleh Tergugat I maupun oleh Tergugat II..., pendek kata Tergugat I dan Tergugat II tidak mengacu pada standard dan praktik praktik terbaik (best practices) profesi bidang akutansi dan audit sebagaimana diharuskan dalam peraturan perundang-undangan dan peraturan pelaksanannya. Sehingga Putusan TUN Tergugat II yang tidak memenuhi prosedur formal tersebut adalah bertentangan dengan ketentuan ketentuan peraturan perundangundangan; -------------------------------------------------------

am

ah k

ep

ub lik

In do ne si a
dalam

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Penyidikan

b
Untuk audit dalam rangka penghitungan kerugian

keuangan negara berlaku ketentuan sebagai berikut:

gu

(1) Atas satu kasus yang telah dilakukan audit investigatif dan telah diterbitkan LHAI, kemudian kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan oleh Penyidik maka atas kasus tersebut dapat dilakukan audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara apabila diminta secara tertulis oleh Instansi Penyidik; --------------(5) Permintaan audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara dapat dipenuhi apabila memenuhi kreteria sebagai berikut: a) Penyimpangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara telah cukup jelas berdasarkan pendapat penyidik; ----------------b) Indikasi kerugian keuangan negara dapat diperkirakan; ------------------------------------------...dst Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, untuk

ah

ah k

am

dilakukan audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara tidak harus selalu didahului dengan

A gu ng

audit investigatif (diterbitkan LHAI), namun dapat dilakukan berdasarkan permintaan Penyidik dalam rangka dan memenuhi

sebagaimana dimaksud dalam Lampiran Peraturan Kepala BPKP Nomor: 1314/K/D6/2012 Bab II.PP202. pada angka10.6), dan 10.7). (5) di atas; -----------------

ah

Bahwa sesuai dengan Lampiran Peraturan Kepala

BPKP Nomor: 1314/K/D6/2012 Bab II.PP205, pada angka 07 dinyatakan:

ah

ng

Halaman 219 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 219

2) Hasil audit berupa pendapat Auditor BPKP tentang jumlah kerugian keuangan Negara merupakan pendapat keahlian profesional auditor sehingga tidak dikomunikasikan kepada Pimpinan Obyek Penugasan; -------------------------

ep

Untuk penugasan audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan Negara (PKKN) atas permintaan penyidik atau pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan permintaan penyidik, berlaku ketentuan sebagai berikut:

ka

ub

lik

es

In do ne si
kriteria

ub lik

In do ne si a

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Nomor:

b gu
3) Pengkomunikasian hasil audit PKKN dilakukan dengan Penyidik untuk memastikan bahwa seluruh bukti yang digunakan auditor BPKP merupakan bukti yang lengkap yang digunakan sebagai bukti dalam berkas perkara dan Penyidik telah menyerahkan seluruh bukti yang mempengaruhi jumlah kerugian keuangan Negara. ; ---------------------------------------------------

Berdasarkan uraian di atas, maka Para Tergugat tidak perlu mengkomunikasikan hasil audit PKKN kepada Penggugat II Intervensi II sebagai audit; ------

ah

BPKP

ub lik
1314/K/D6/2012 Bab

Bahwa sesuai dengan Lampiran Peraturan Kepala II.PP204.

am

Pengumpulan dan evaluasi bukti, pada angka 09 dinyatakan:

5)

Dalam hal Auditor BPKP memerlukan klarifikasi atau konfirmasi secara langsung kepada pihakpihak yang terkait, permintaan klarifikasi atau konfirmasi disampaikan oleh auditor BPKP melalui Penyidik dan pelaksanaan klarifikasi atau konfirmasi didampingi oleh Penyidik; ---------------Apabila diperlukan auditor BPKP dapat melakukan pengumpulan bukti tambahan bersama penyidik dengan ketentuan sebagai berikut:

6)

ah

ka

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 220

es

(3) Auditor BPKP harus memastikan tidak ada pelanggaran hukum atau aturan lain yang dilakukan auditor BPKP saat pengumpulan bukti tambahan termasuk apabila bukti yang perlu dikumpulkan adalah bukti berupa dokumen elektronik. --------------------------------

ah

ep

(2) Auditor BPKP harus menghormati kewenangan Penyidik dalam pengumpulan bukti sebagaimana diatur dalam KUHAP; -----

ub

(1) Pengumpulan bukti dilakukan dibawah koordinasi penyidik; ---------------------------------

lik

In do ne si

A gu ng

Dalam audit penghitungan kerugian keuangan Negara, auditor mengumpulkan dan mengevaluasi bukti sesuai dengan pedoman pengumpulan dan evaluasi audit investigatif. Perbedaannya terletak pada cara pengumpulan bukti. Dalam APKKN, bukti dikumpulkan melalui penyidik. Hal-hal khusus yang diatur dalam APKKN diatur sebagai berikut:

ah k

ep

In do ne si a

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Keuangan

b
* Bahwa sesuai dengan Peraturan Kepala BPKP

Nomor: 1314/K/D6/2012 (PPBI), Tergugat II selaku auditor dalam melaksanakan Audit Penghitungan Kerugian Negara telah melakukan

kegiatan-kegiatan sebagai berikut: -

Mengumpulkan dan meminta data/dokumen /

bukti yang diperlukan melalui Penyidik dalam rangka penugasan menghitung keuangan negara; ---------------------------------------Melakukan

ah

ub lik
diskusi dengan melalui rekonstruksi fakta

am

telekomunikasi dan pejabat dari Kominfo; --------Meminta data /dokumen/bukti lainnya yang

ah k

melakukan

ep

dianggap

kurang

Bahwa sesuai dengan uraian di atas, Tergugat II dalam

memperoleh bukti audit telah sesuai dengan Peraturan Kepala BPKP Nomor: 1314/K/D6/2012 (PPBI); --------------

Berdasarkan fakta hukum di atas maka:

1. Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara yang

dilakukan oleh Tergugat II tidak harus didahului dengan audit investigatif; -----------------------------------------------------

ah

2. Tergugat II dalam melakukan audit PKKN telah sesuai dengan Peraturan Kepala BPKP Nomor:1314/K/D6/2012 (PPBI), peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan praktik-praktik terbaik (best practice) profesi bidang akuntansi dan audit; ------------------------------------------------Dengan demikian, Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara yang dilakukan oleh Tergugat II sudah sesuai

ka

ah

ep

ub

lik

dengan prosedur, peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan praktik-praktik terbaik ( best practice) profesi Halaman 221 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 221

es

In do ne si

berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh; ------------

A gu ng

In do ne si a
kerugian ahli dibidang penyidik dan dan kejadian

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
frekuensi

b
bidang akuntansi dan audit, sehingga gugatan Penggugat II Intervensi II tersebut harus di tolak; ---------------------------------

gu

ah

ng

2) Bahwa mengenai dalil posita Gugatan angka IV.12. huruf B telah ditanggapi oleh Para Tergugat dalam Jawaban Dalam

Pokok Perkara angka 5 huruf a.2 tanggapan atas materi

dalil posita Gugatan angka IV.8 s.d. IV.11 di atas, dengan tambahan argumentasi yuridis sebagai berikut: -

Bahwa tidak benar dalil Penggugat II Intervensi II yang

pada pokoknya menyatakan permasalahan pembayaran BHP telekomunikasi, USO, maupun BHP Spektrum Radio adalah sebagai sengketa hukum administrasi

am

negara; bukan suatu delik atau kejahatan yang menjadi bagian dari hukum pidana. Sedangkan, "penggunaan spektrum radio yang tidak sesuai

ah k

peruntukannya" dianggap sebagai suatu delik Tindak

korupsi (Gugatan Penggugat II Intervensi II halaman 21)

ah

A gu ng

karena dalil tersebut hanyalah penafsiran dari Penggugat II Intervensi II; --------------------------------------------------------

Bahwa mengenai apakah perkara a quo merupakan

ranah sengketa hukum administrasi atau bukan, adalah kewenangan dari aparat penegak hukum yang nantinya materinya akan dibuktikan di pengadilan Tipikor, bukan merupakan kewenangan dari Para Tergugat; ---------------Bahwa hal ini diperkuatkan dengan pernyataan dari Menkominfo, yang menilai tidak ada perbuatan melawan

ka

menjadi lemah. Menkominfo selaku regulator sebenarnya tidak perlu mencampuri proses penegakan hukum dan bahkan perlu diklarifikasi atas pernyataannya tersebut...,

ah

ep

hukum bukanlah jaminan perkara yang kami dakwakan

ub

Kejaksaan Agung yang menyatakan bahwa ...penilaian

lik

ng

biarkan Kejaksaan Agung memproses sesuai dengan

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 222

es

In do ne si

Pidana di Bidang Telekomunikasi, bukan tindak pidana

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
untuk hal radio

b
pembahasan yang berlaku, sehingga kerugian negara dipertanggungjawabkan kepada negara (Harian Nasional Sinar Harapan online tanggal 5 Februari 2013); yang diakibatkan oleh terdakwa bisa dibuktikan dan

gu

Bahwa Para Tergugat hanya memenuhi kewajiban

hukum untuk menghitung kerugian keuangan negara atas permintaan Kejaksaan Agung yang sedang melakukan Penyidikan sebagaimana diamanahkan Pasal 7 ayat 1 huruf h jo. Pasal 120 ayat (1) jo. Pasal 1 angka 28 jo. Pasal 184 ayat (1) jo. Pasal 187 huruf c KUHAP; ----------Bahwa mengenai surat Menkominfo perihal Kepastian

ah

am

Hukum Atas Kerjasama Antara PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media (PT IM2) tertanggal 24 Februari 2012 tersebut sebenarnya Menkominfo telah mengakui bahwa ...PT IM2 tidak menggunakan spektrum frekuensi radio sendiri menyelanggarakan jasa akses

ah k

internet,...; ------------------------------------------------------------

Berdasarkan

tersebut

seharusnya

menerapkan Pasal 30 Peraturan Pemerintah Nomor 53

Tahun 2000 Tentang Penggunaan Sfektrum Frekuensi

Radio Dan Orbit Satelit yang menyatakan bahwa Biaya hak penggunaan spektrum frekuensi secara radio bagi penggunaan bersama pita frekuensi radio dan atau kanal

ah

masing-masing pengguna; ---------------------------------------

Intervensi II mengenai isi surat Menkominfo tersebut di dasarnya tidak ada tindak pidana yang dilakukan baik oleh IM2 maupun Indosat yang dapat menyebabkan kerugian negara adalah tidak benar; ---------------------------

ka

ah

ep

atas, yaitu pada pokoknya menyatakan bahwa pada

ub

Berdasarkan hal tersebut, kesimpulan dari Penggugat II

lik

frekuensi

dibebankan

penuh

ng

Halaman 223 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 223

es

In do ne si
Menkominfo kepada

A gu ng

ub lik

In do ne si a

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
akan dibuktikan

b
Dengan demikian, Keputusan TUN Tergugat I dan Tergugat II telah

memenuhi

ketentuan

ketentuan

ng

perundang-undangan yang bersifat materiil/substansial yang selanjutnya kebenaran materiilnya

pengadilan Tipikor, sehingga dalil Penggugat II Intervensi II tersebut adalah tidak benar dan gugatan harus di tolak; -------

3) Bahwa tanggapan Para Tergugat mengenai dalil posita Gugatan angka IV.12. huruf C sebagai berikut: ------------------

ah

Bahwa dalil Penggugat II Intervensi II pada pokoknya menyatakan BPKP tidak berwenang melakukan audit penghitungan kerugian keuangan negara karena status PT Indosat Tbk adalah perusahaan PMA dan badan

am

hukum swasta dan berdasarkan Pasal 10 ayat (1) dan

ah k

berwenang adalah BPK adalah tidak benar; ------------------

Nomor 31 Tahun 1983 sebagai dasar penugasan; ---------

Bahwa yang digunakan oleh BPKP sebagai dasar penugasan diantaranya adalah Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non

Departemen

sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan

ah

Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan

sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2005, dan

ka

Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; ----------------------

ah

ep

ub

Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen

lik

Presiden Nomor 64 Tahun 2005, Keputusan Presiden

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 224

es

In do ne si

Bahwa BPKP sudah tidak lagi menggunakan Keppres

A gu ng

ep

ayat (2) UU No 15 tahun 2006 tentang BPK yang

ub lik

In do ne si a
peraturan di

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Badan

b
Kewenangan BPKP tersebut telah diakui juga oleh Penggugat II Intervensi II pada Gugatan (alinea 1

ng

halaman 14); ----------------------------------------------------------

Bahwa ketentuan Pasal 10 UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pemeriksa Keuangan

dikutip oleh Penggugat II Intervensi II dalam posita gugatan halaman 23 adalah berupa kewenangan BPK

dalam rangka untuk menilai dan/atau menetapkan jumlah kerugian negara dalam rangka Tuntutan Perbendaharaan

ah

tindak pidana korupsi, yang selanjutnya di atur dalam Peraturan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nomor: 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyelesaian

am

ah k

Untuk menentukan jumlah kerugian keuangan negara

Aparat Penegak Hukum sebagaimana dimaksud dalam

ah

A gu ng

UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan

Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 khususnya Pasal 2 dan Pasal 3, serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 003/PUU-IV/2006; ----------------------------------------

Dengan demikan, dalil Penggugat II Intervensi II dalam

posita Gugatan angka IV.12. huruf C (alinea 1 dan 2 halaman 23) adalah tidak benar; --------------------------------

Tindak Pidana Korupsi diatur dalam Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang

ka

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (UU Tipikor) disebutkan bahwa: --------------------------

ah

ep

ub

Bahwa mengenai pengertian keuangan negara dalam

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 225

Keuangan negara yang dimaksud adalah seluruh kekayaan negara dalam bentuk apapun, yang dipisahkan atau yang tidak dipisahkan, termasuk di dalamnya segala Halaman 225 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

es

In do ne si

dalam perkara tindak pidana korupsi adalah kewenangan

ep

Ganti Kerugian Negara Terhadap Bendahara; ---------------

ub lik

(TP), bukan dalam rangka mengungkapkan adanya

In do ne si a
sebagaimana

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b A gu ng
(a) berada dalam penguasaan, pengurusan, dan pertanggungjawaban pejabat lembaga Negara, baik di tingkat pusat maupun di daerah; -----------------------(b) berada dalam penguasaan, pengurusan, dan pertanggungjawaban Badan Usaha Milik Negara/ Badan Usaha Milik Daerah, yayasan, badan hukum, dan perusahaan yang menyertakan modal negara, atau perusahaan yang menyertakan modal pihak ketiga berdasarkan perjanjian dengan Negara. Sedangkan yang dimaksud dengan Perekonomian Negara adalah kehidupan perekonomian yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan ataupun usaha masyarakat secara mandiri yang didasarkan pada kebijakan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun di daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang bertujuan memberikan manfaat, kemakmuran, dan kesejahteraan kepada seluruh kehidupan rakyat; ----------------------------------------------

ah

bagian kekayaan negara dan segala hak dan kewajiban yang timbul karena :

ah k

am

17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara:

Keuangan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1, meliputi : a.

hak negara untuk memungut pajak, mengeluarkan dan mengedarkan uang, dan melakukan pinjaman; -----------------------------------kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas layanan umum pemerintahan negara dan membayar tagihan pihak ketiga; ---------------------Pengeluaran Negara; -----------------------------------Pengeluaran Daerah; -----------------------------------kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang, serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/ perusahaan daerah; --------------------------

b.

ah

d. e. f. g.

ka

ah

ep

ub

Penerimaan Daerah; ------------------------------------

lik

c.

Penerimaan Negara; ------------------------------------

h.

ng

kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah dalam rangka penyelenggaraan

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 226

es

In do ne si

Bahwa berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang Nomor

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b gu A ng R
tugas pemerintahan dan/atau kepentingan umum; ------------------------------------------------------kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah; -----------------------------------------------i. Bahwa berdasarkan uraian di atas, penggunaan jaringan frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) masuk dalam ruang lingkup keuangan negara karena berkaitan dengan penerimaan negara; --------Bahwa sebagaimana telah dijelaskan di atas, Para Tergugat (BPKP) dalam melakukan penghitungan kerugian negara atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) adalah untuk memenuhi permintaan JAMPIDSUS yang sedang melakukan Penyidikan atas kasus tersebut; -----------

ah

ah k

am

ah

A gu ng

Bahwa permintaan bantuan tersebut didasarkan pada Pasal 7 ayat 1 huruf h jo. Pasal 120 ayat (1) jo. Pasal 1 angka 28 jo. Pasal 184 ayat (1) jo. Pasal 187 huruf c KUHAP, yang pada pokoknya menyatakan bahwa Kejaksaan Agung sebagai Penyidik dapat meminta pendapat ahli atau orang

yang memiliki keahlian khusus pada saat melakukan

penyidikan. Pendapat atau keterangan yang disampaikan digunakan untuk membuat terang suatu perkara pidana; ----Bahwa BPKP adalah lembaga yang berkompeten dan memiliki keahlian dalam penghitungan kerugian keuangan negara; ----------------------------------------------------------------------

ka

ah

Hal tersebut bersesuaian dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 003/PUU-IV/2006 mengenai permohonan pengujian ketentuan Pasal 2 ayat (1), Penjelasan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Penjelasan Pasal 3, dan Pasal 15

ep

ub

lik

oleh seseorang yang memiliki keahlian khusus dapat

ng

Halaman 227 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 227

es

In do ne si

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Nomor

b
(sepanjang mengenai kata percobaan) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak

ng

Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang 31 Tahun 1999

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terhadap Pasal 28D ayat (1) UUD 1945; ------------------------------------------------------

Bahwa dalam pertimbangan hukum Putusan Mahkamah Konstitusi (vide halaman 72) menyatakan:

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 228

Menimbang bahwa dengan adanya penjelasan yang menyatakan bahwa kata dapat sebelum frasa merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, kemudian mengkualifikasikannya sebagai delik formil, sehingga adanya kerugian negara atau perekonomian negara tidak merupakan akibat yang harus nyata terjadi, Mahkamah berpendapat bahwa hal demikian ditafsirkan bahwa unsur kerugian negara harus dibuktikan dan harus dapat dihitung, meskipun sebagai perkiraan atau meskipun belum terjadi. Kesimpulan demikian harus ditentukan oleh seorang ahli di bidangnya. Faktor kerugian, baik secara nyata atau berupa kemungkinan, dilihat sebagai hal yang memberatkan atau meringankan dalam penjatuhan pidana, sebagaimana diuraikan dalam Penjelasan Pasal 4, bahwa pengembalian kerugian negara hanya dapat dipandang sebagai faktor yang meringankan. Oleh karenanya persoalan kata dapat dalam Pasal 2 ayat (1) UU PTPK, lebih merupakan persoalan

ah

ka

ah

ep

ub

lik

es

In do ne si

A gu ng

Menimbang bahwa dengan asas kepastian hukum (rechtszekerheid) dalam melindungi hak seseorang, hubungan kata dapat dengan merugikan keuangan negara tergambarkan dalam dua hubungan yang ekstrim: (1) nyata-nyata merugikan negara atau (2) kemungkinan dapat menimbulkan kerugian. Hal yang terakhir ini lebih dekat dengan maksud mengkualifikasikan delik korupsi menjadi delik formil. Di antara dua hubungan tersebut sebenarnya masih ada hubungan yang belum nyata terjadi, tetapi dengan mempertimbangkan keadaan khusus dan kongkret di sekitar peristiwa yang terjadi, secara logis dapat disimpulkan bahwa suatu akibat yaitu kerugian negara akan terjadi. Untuk mempertimbangkan keadaan khusus dan kongkret sekitar peristiwa yang terjadi, yang secara logis dapat disimpulkan kerugian negara terjadi atau tidak terjadi, haruslah dilakukan oleh ahli dalam keuangan negara, perekonomian negara, serta ahli dalam analisis hubungan perbuatan seseorang dengan kerugian; ---------------------------

am

ah k

ep

ub lik

In do ne si a
tentang

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
instansi

b
Bahwa pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi tersebut

ng

di atas yang memandang perlu adanya ahli di bidangnya dalam menghitung kerugian keuangan negara dan

gu

bersesuaian dengan ketentuan Pasal 6 dan penjelasan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi

Pemberantasan Korupsi yang menempatkan BPKP sebagai salah satu yang berwenang pemberantasan tindak pidana korupsi; -----------------------------

pelaksanaan dalam praktik oleh aparat penegak hukum, dan bukan menyangkut konstitusionalitas norma; ---------------------

ah

Bahwa selain itu dalam perkara Tindak Pidana Korupsi setiap orang wajib memberi keterangan sebagai saksi atau ahli (Pasal 35 UU Tipikor); ---------------------------------------------

am

ah k

tersebut dalam perkara Tindak Pidana Korupsi didukung dengan kewenangan yang bersifat memaksa dalam meminta keterangan dalam rangka penyidikan perkara Tindak Pidana Korupsi dan mengandung sanksi pidana apabila tidak

ep

Bahwa kewenangan Penyidik dalam meminta pendapat ahli

dipenuhi sebagaimana diatur dalam Pasal 22 UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (UU Tipikor) menyebutkan:

ka

Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut Para Tergugat wajib memenuhi permintaan penyidik Kejaksaan Agung guna menghitung kerugian keuangan negara dalam suatu perkara tindak pidana korupsi; ---------------------------------------------------

ah

ep

ub

Setiap orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, Pasal 29, Pasal 35, atau Pasal 36 yang dengan sengaja tidak memberi keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan atau denda paling sedikit Rp150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah); ---------------------------------------------------------

ah

lik

ng

Halaman 229 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 229

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a
melakukan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Agung

b
Bahwa Mahkamah juga telah menegaskan kewenangan BPKP untuk melakukan penghitungan kerugian

gu

ng

keuangan negara tersebut dalam salah satu simpulan dalam

Rapat Kerja Nasional Mahkamah Agung RI dengan Jajaran Peradilan seluruh Indonesia Tahun 2009,

Pengadilan Tingkat Banding dari 4 (empat) Lingkungan

dilaksanakan di Palembang tanggal 6 s.d. 10 Oktober 2009, yang salah satu hasilnya menyebutkan sebagai berikut:

ah k

Nomor: 31/PUU-X/2012 tanggal 23 Oktober 2012 mengenai

ah

A gu ng

permohonan uji materil Pasal 6 huruf a dan Penjelasan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terhadap UUD 1945 yang diajukan oleh Ir. Eddie Widiono Suwondho, M.Sc. pada tanggal 21 Maret 2012; -------------------------------------------------

Bahwa dalam Petitum Dalam Pokok Perkara pada angka 2

Widiono Suwondho, M.Sc. memohon bahwa :

ah

2. MMenyatakan Pasal 6 huruf a dan Penjelasan UndangUndang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Nomor 30 Tahun 2002) sepanjang frasa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara... bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Tahun 1945; ----------------

ka

ep

ub

......

lik

dan 3 permohonan Judicial Review tersebut, Ir. Eddie

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 230

3. Menyatakan Pasal 6 huruf a dan Penjelasan UndangUndang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Nomor 30

es

In do ne si

Bahwa Mahkamah Konstitusi telah menjatuhkan Putusan

ep

Badan Pemeriksa Keuangan adalah auditor negara. Penghitungan kerugian negara dapat dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atau Jaksa selaku Penyidik. Jika penghitungan kerugian negara dilakukan oleh Jaksa (Penuntut Umum) yang didukung oleh alat-alat bukti yang kuat serta hakim memperoleh keyakinan, maka hakim dapat menetapkan besaran kerugian negara tersebut, walaupun bukan hasil dari pemeriksaan oleh BPK/BPKP selaku auditor; -----------------------------------------------------------

ah

am

ub lik

In do ne si a
yang telah

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b gu A ng
Tahun 2002), sepanjang frasa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara... tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dengan segala akibat hukumnya, sejak diundangkannya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan; -----------------------------------------------------------(Vide Putusan MK Nomor: 31/PUU-X/2012 halaman 42); ---Bahwa dalam amar Putusan Dalam Pokok Perkara Mahkamah Konstitusi menyatakan Menolak Permohonan Pemohon untuk seluruhnya (vide halaman 54 s.d. halaman

ah

55), dengan pertimbangan hukum (vide halaman 49 s.d. 56) antara lain sebagai berikut: -------------------------------------------Menimbang bahwa Pemohon pada pokoknya mendalilkan ketentuan Pasal 6 huruf a dan Penjelasan Pasal 6 UU KPK menyebabkan timbulnya ketidakpastian hukum karena KPK dapat menggunakan LHPKKN yang dibuat oleh BPKP dalam menentukan kerugian negara dan memulai penyidikan, sedangkan menurut Pemohon LHPKKN tersebut bukan merupakan kewenangan dari BPKP; --------------------------------

ah k

am

..

ng

Halaman 231 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 231

es

Bahwa kewenangan BPKP dan BPK masing-masing telah diatur secara jelas dalam peraturan perundang-undangan. BPKP merupakan salah satu lembaga pemerintah yang bekerja berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (selanjutnya disebut Keppres 103/2001). Dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa BPKP mempunyai wewenang melaksanakan tugas pemerintah di bidang pengawasan keuangan dan pembangunan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku (vide Pasal 52 Keppres 103/2001). Pada Ketentuan Umum Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (selanjutnya disebut PP 60/2008) menyatakan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, yang selanjutnya disingkat BPKP, adalah aparat pengawasan intern pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Pasal 47 ayat (2) PP 60/2008 tersebut kemudian menyatakan, Untuk memperkuat dan menunjang efektivitas Sistem Pengendalian Intern sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan: a. pengawasan intern atas penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah termasuk akuntabilitas keuangan negara; dan b. pembinaan penyelenggaraan

ah

ka

ah

ep

ub

lik

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b A gu ng
SPIP. Pasal 49 PP 60/2008 tersebut menyebutkan BPKP sebagai salah satu aparat pengawasan intern pemerintah, dan salah satu dari pengawasan intern itu termasuk audit investigatif; ----------------------------------------------------------------........ .........

am

Bahwa terhadap putusan a quo telah jelas dan tegas tertuang dalam Duduk Perkara, Pertimbangan Hukum, Pendapat Mahkamah Konstitusi serta Amar Putusan. Putusan sebagaimana dimaksud bersifat final dan mengikat

untuk umum (erga omnes). Bahwa Putusan Mahkamah

Konstitusi tersebut telah semakin mempertegas kewenangan

ah

Kerugian Keuangan Negara; -----------------------------------------Berdasarkan uraian di atas, diperoleh fakta hukum: 1. Bahwa Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/

ka

ah

Mega Media (IM2) termasuk dalam ruang lingkup keuangan negara; -------------------------------------------------------2. Bahwa sesuai dengan angka 1 di atas, maka BPKP mempunyai kewenangan melakukan Audit Dalam Rangka

ep

Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat

ub

lik

BPKP untuk melakukan Audit Dalam Rangka Penghitungan

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 232

es

In do ne si

A gu ng

Selain itu, permohonan Pemohon yang menginginkan agar KPK tidak lagi diperbolehkan untuk berkoordinasi dengan BPKP adalah tidak tepat dan bertentangan dengan tujuan pembentukan KPK, karena hal tersebut justru akan melemahkan pelaksanaan fungsi dan kewenangan KPK sehingga dalil Pemohon tersebut harus dinyatakan tidak beralasan.; ----------------------------------------------------------------

ah k

ub lik

Oleh sebab itu menurut Mahkamah, KPK bukan hanya dapat berkoordinasi dengan BPKP dan BPK dalam rangka pembuktian suatu tindak pidana korupsi, melainkan dapat juga berkoordinasi dengan instansi lain, bahkan bisa membuktikan sendiri di luar temuan BPKP dan BPK, misalnya dengan mengundang ahli atau dengan meminta bahan dari inspektorat jenderal atau badan yang mempunyai fungsi yang sama dengan itu dari masing-masing instansi pemerintah, bahkan dari pihak-pihak lain (termasuk dari perusahaan), yang dapat menunjukkan kebenaran materiil dalam penghitungan kerugian keuangan negara dan/atau dapat membuktikan perkara yang sedang ditanganinya; ------

ah

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dalam perkara a quo; --------------------------------------------------------------------------

gu

ah

ng

3. Bahwa BPKP sebagai ahli di bidang akutansi dan auditing mempunyai kewajiban hukum sebagaimana diamanahkan

dalam Pasal 7 ayat 1 huruf h jo. Pasal 120 ayat (1) jo. Pasal 1 angka 28 jo. Pasal 184 ayat (1) jo. Pasal 187 huruf c KUHAP dan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 31 Tahun

1999 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (UU Tipikor) untuk memenuhi permintaan Penyidik Kejaksaan Agung

Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2); -----------------------------------------------------------------------Dengan demikian, dalil posita Gugatan angka IV.12. Huruf A, B,

ah k

am

Intervensi II harus ditolak; --------------------------------------------------

c. Bahwa Para Tergugat menolak dalil posita Gugatan angka IV.13 huruf A, B, dan C. (halaman 24 s.d. 27) berdasarkan argumentasi yuridis sebagai berikut: ------------------------------------

1) Bahwa posita angka 13 pada pokoknya menyebutkan sebagai berikut:

ka

ah

2) Bahwa tidak benar dalil Penggugat II Intervensi II yang menyatakan bahwa LHPKKN Para Tergugat merupakan audit yang tidak valid dan tidak obyektif atau tidak memiliki dasar data serta dokumen data yang jelas, berpihak atau

ep

Bahwa sekiranyapun Tergugat I dan Tergugat II berhak melakukan audit investigatif - quod non- bahwa ternyata hasil audit BPKP tersebut bertentangan dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik (Algemeene Beginselen van Behoolijk Bestuur/The Principles of The Good Administration), dimana AAUPB sebagai doktrin adalah bersifat universal yang sudah diakui dan diterapkan dibanyak negara, ada yang dirumuskan (dikodifisikan) secara resmi dan ada pula yang tidak dikodifikasikan. --------

ah

ub

lik

ng

Halaman 233 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 233

es

In do ne si

dan C adalah tidak benar, sehingga Gugatan Penggugat II

A gu ng

ub lik

yaitu melakukan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
kepatutan,

b
berat sebelah, serta memberi opini hukum sebagaimana telah didalilkan Penggugat II Intervensi II dalam posita

gu

ng

Gugatan angka IV.13 huruf A dengan argumentasi yuridis sebagai berikut: -----------------------------------------------------------

a) Bahwa dalam Penjelasan Pasal 3 angka (1) UndangUndang Nomor 28 Tahun 1999 menyebutkan bahwa

asas kepastian hukum adalah asas dalam negara hukum

yang mengutamakan landasan peraturan perundangundangan, dan keadilan dalam setiap

ah

b) Bahwa penugasan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Tergugat (PKKN) telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku dan pedoman yang berlaku di lingkungan

am

ah k

ep
BPKP pendapat

ub lik
yaitu Peraturan audit

kebijakan Penyelenggara Negara; ------------------------------

Kepala

pada Tanggapan Para Tergugat dalam Jawaban Dalam

A gu ng

Pokok Perkara angka 5.b.1) mengenai Tanggapan Para

Tergugat terhadap dalil posita Gugatan angka IV.12.A halaman 14 s.d. 16 di atas; --------------------------------------dalam melakukan dalam

c) Bahwa

penghitungan kerugian keuangan negara, Tergugat II

tidak memberi opini hukum atau menentukan perbuatan

ah

pendapat hukum dari Kejaksaan Agung yang didukung oleh Ahli serta ketentuan hukum tersebut. Para Tergugat menggunakan

ub
hukum

lik
Kejaksaan

melawan hukum atas perkara a quo , namun berdasarkan

ka

tersebut sebagai dasar untuk melakukan perhitungan

ah

telah uraikan pada Jawaban Dalam Pokok Perkara pada

ng

atas; ---------------------------------------------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 234

es

Gugatan angka IV.8 s.d. IV.11 halaman 10 s.d. 13 di

angka 5.a mengenai Tanggapan atas materi dalil posita

ep

kerugian keuangan negara sebagaimana Para Tergugat

In do ne si
rangka Agung

Nomor:1314/K/D6/2012 sebagaimana telah diuraikan

In do ne si a
BPKP

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
korupsi antara

b
Bahwa pada saat Kejaksaan Agung RI meminta bantuan untuk menghitung kerugian keuangan negara, Kejaksaan

gu

ng

Agung RI telah menyatakan bahwa dalam penggunaan

jaringan Frekuensi radio 2,1 GHz/Generasi tiga (3G) oleh pidana lain, karena telah terjadi

PT Indosat Mega Media (IM2) telah terjadi dugaan tindak

penyimpangan dalam Perjanjian Kerjasama Nomor: 225/ Melalui Jaringan 3G/HSDPA Indosat.

E00-EAA/MKT/06 tentang Akses Internet Broadband Hal tersebut

ah

Fd.1/01/2012, dan Surat Perintah Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-04/F.2/ Fd.1/01/2012. Dengan demikian, berdasarkan uraian tersebut, unsur perbuatan melawan hukum dalam perkara a quo telah ditentukan oleh Penyidik Kejaksaan Agung sebelum dilakukan Audit Penghitungan Kerugian

am

ah k

ep
Negara Para

ub lik
dalam perkara

sebagaimana dimaksud dalam Surat Nomor: B-234/F.2/

-------------------------------------------------------------------

Bahwa sesuai uraian di atas: ------------------------------------------

1. Tergugat II dalam memperoleh bukti audit telah sesuai dengan pedoman yang berlaku di lingkungan BPKP yaitu Peraturan Kepala BPKP Nomor:1314/K/D6/2012; dan ----

2. Tergugat II tidak memberi opini hukum atau menentukan

ah

Sehingga dalil Penggugat II Intervensi II yang menyatakan

atau tidak memiliki dasar data serta dokumen yang jelas, berpihak, atau berat sebelah, dan memberi opini hukum adalah tidak benar; -----------------------------------------------------3) Bahwa tidak benar dalil Penggugat II Intervensi II menyatakan yang

ka

ah

penghitungan kerugian keuangan negara tidak mematuhi prinsip-prinsip

ng

Halaman 235 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 235

perilaku

khususnya

obyektivitas

dan

es

bahwa

ep

ub
Tergugat

LHPKKN merupakan audit yang tidak valid dan tidak obyektif

lik
dalam

perbuatan melawan hukum atas perkara a quo; -------------

In do ne si
melakukan

Keuangan

A gu ng

In do ne si a
a quo;

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Pemerintah, Aparatur

b
kompetensi sebagaimana didalilkan dalam posita Gugatan angka IV.13 huruf B dan C, dengan argumentasi yuridis

gu

ah

ng

sebagai berikut: -----------------------------------------------------------

a) Bahwa dalam Penjelasan Pasal 3 angka (6) UndangUndang Nomor 28 Tahun 1999 menyebutkan bahwa

asas profesionalitas adalah asas yang mengutamakan peraturan perundang-undangan yang berlaku; --------------

keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan

b) Bahwa Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara

dalam perkara a quo yang dilakukan oleh Para Tergugat adalah guna memenuhi permintaan Penyidik yang sedang melakukan Penyidikan dalam rangka menghitung besarnya kerugian keuangan negara atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G)

ah k

am

sesuai dengan keahlian dan kompetensi Tergugat dalam

ah

A gu ng

bidang akuntansi dan auditing; -----------------------------------

c) Bahwa dalam penugasan Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dalam perkara a quo, Para Tergugat

juga mendasarkan pada Kode Etik APIP sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/04/M.PAN/03/2008 tanggal 31

Intern

dan

lik
Peraturan Nomor: berlaku,

Maret 2008 tentang Kode Etik Audit Aparat Pengawasan Pendayagunaan Negara PER/05/

M.PAN/03/2008 tanggal 31 Maret 2008 tentang Standar Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah dan Pedoman yang berlaku di lingkungan BPKP; ---------------d) Bahwa Para Tergugat dalam melakukan penghitungan

ka

ah

kerugian keuangan negara telah mempertimbangkan segala aspek sesuai dengan prosedur dan peraturan

ep

ub

ng

perundang-undangan

yang

sehingga

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 236

es

In do ne si
Menteri

oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2)

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
tidak dan mematuhi tertentu, kepada

b
pelaksanaan penugasan tersebut sudah memenuhi asas kecermatan dan asas kepastian hukum; ----------------------

ng

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka tidak benar dalil Penggugat II Intervensi II yang menyatakan bahwa Para Tergugat prinsip-prinsip sehingga

obyektivitas

kompetensi,

Penggugat II Intervensi II harus ditolak; ----------------------------

Berdasarkan uraian di atas, penerbitan LHPKKN Para Tergugat sudah dilakukan secara profesional, cermat, dan seksama ( due pofesional care), hati-hati (prudent ) sesuai dengan peraturan perundang-undangan, asas-asas umum pemerintahan yang

ah

am

baik, dan prosedur yang berlaku, serta tidak dimaksudkan untuk merugikan memberikan pihak-pihak bantuan melainkan hanya untuk Hukum

ah k

(Kejaksaan Agung) untuk menghitung kerugian keuangan

Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga

ah

A gu ng

(3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), sehingga LHPKKN Para Tergugat adalah sah secara hukum; -

Dengan demikian, tidak benar dalil Penggugat II Intervensi II pada posita Gugatan angka IV.14 (halaman 26) yang menyatakan bahwa Keputusan TUN yang diterbitkan oleh Tergugat I maupun Tergugat

II yang disampaikan kepada Kejaksaan Agung RI tidak dapat

sehingga tidak terdapat alasan untuk mencabut atau membatalkan atau menganggap LHPKKN obyek sengketa a quo merugikan Penggugat II Intervensi II, oleh karenanya Gugatan Penggugat II Intervensi II tersebut harus di tolak; ------------------------------------------

ka

III.

DALAM PERMOHONAN PENUNDAAN PELAKSANAAN KEPUTUSAN TATA QUO USAHA NEGARA DAN PENOLAKAN ATAS PUTUSAN PENUNDAAN PELAKSANAAN KEPUTUSAN OBYEK SENGKETA A

ah

ep

ub

lik

digunakan sebagai dasar menentukan kerugian keuangan negara,

ng

Halaman 237 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 237

es

In do ne si

negara atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam

ep

ub lik
Aparat

Penegak

In do ne si a
perilaku, dalil Gugatan

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
mengajukan

b
1. Bahwa atas permohonan penundaan pelaksanaan LHPKKN Para Tergugat sebagai obyek sengketa dalam perkara a quo , yang II Intervensi II telah dikabulkan oleh Majelis Hakim melalui Penetapan Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT yang dibacakan pada

ah

gu

hari Kamis tanggal 7 Februari 2013; -----------------------------------------

2.

Bahwa Para Tergugat menolak penetapan Majelis Hakim tersebut karena tidak didasarkan pada fakta hukum dan pertimbangan hukum yang cukup; --------------------------------------------------------------Bahwa untuk dapat

ng

diajukan oleh Penggugat, Penggugat II Intervensi I, dan Penggugat

3.

ub lik
permohonan

Pelaksanaan LHPKKN Para Tergugat sebagai obyek sengketa dalam perkara a quo, Penggugat II Intervensi II harus mengajukan alasan hukum sesuai dengan Pasal 67 dan Penjelasannya UU

am

ah k

ah

A gu ng

(2) Penggugat dapat mengajukan permohonan agar pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara itu ditunda selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan, sampai ada putusan Pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap; -(3) Permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat diajukan sekaligus dalam gugatan dan dapat diputus terlebih dahulu dari pokok sengketanya; -----------------------------------------(4) Permohonan penundaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2):

ka

Penjelasan Pasal 67:

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 238

es

Berbeda dengan Hukum Acara Perdata maka Hukum Acara Tata Usaha Negara Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara itu selalu berkedudukan sebagai pihak yang mempertahankan keputusan yang telah dikeluarkannya terhadap tuduhan penggugat bahwa keputusan yang digugat itu melawan hukum;------------------------------

ah

ep

b. tidak dapat dikabulkan apabila kepentingan umum dalam rangka pembangunan mengharuskan dilaksanakannya keputusan tersebut; ------------------------------------------------------

ub

a. dapat dikabulkan hanya apabila terdapat keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan penggugat sangat dirugikan jika Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap dilaksanakan; ---------------------

lik

In do ne si

(1) Gugatan tidak menunda atau menghalangi dilaksanakannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara serta tindakan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang digugat;

ep

PERATUN yang menyatakan sebagai berikut:

In do ne si a
penundaan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
yang

b A gu
Akan tetapi selama hal itu belum diputus oleh Pengadilan, maka Keputusan Tata Usaha Negara itu harus dianggap menurut hukum. Dan proses di muka Pengadilan Tata Usaha Negara memang dimaksudkan untuk menguji apakah dugaan bahwa Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu melawan hukum beralasan atau tidak. Itulah dasar Hukum Acara Tata Usaha Negara yang bertolak dari anggapan bahwa Keputusan Tata Usaha Negara itu selalu menurut hukum; ----------------------------------------------------------Dari segi perlindungan hukum, maka Hukum Acara Tata Usaha Negara yang merupakan sarana hukum untuk dalam keadaan konkret meniadakan anggapan tersebut. Oleh karena itu, pada asasnya selama hal tersebut belum diputuskan oleh pengadilan, maka Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap dianggap menurut hukum dapat dilaksanakan; --------------------------Akan tetapi dalam keadaan tertentu, penggugat dapat mengajukan permohonan agar selama proses berjalan, Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu diperintahkan ditunda pelaksanaannya. Pengadilan akan mengabulkan permohonan penundaan pelaksanaan Keputusan Tata Usaha negara tersebut hanya apabila: a. terdapat keadaan yang sangat mendesak, yaitu jika kerugian yang akan diderita penggugat akan sangat tidak seimbang dibanding dengan manfaat bagi kepentingan yang akan dilindungi oleh pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara tersebut; atau ------------------------------------------------------------------

ah

ah k

am

b. pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan umum dalam rangka pembangunan; -----------------------------------------------------Bahwa berdasarkan Pasal 67 UU PERATUN sebagaimana disebut di atas, maka permohonan Penundaan Pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara tersebut dapat diajukan oleh Penggugat, alasan sebagai berikut: ---------------------------------------------------------1) Terdapat keadaan sangat

4.

Penggugat II Intervensi I, dan Penggugat II Intervensi II dengan

ah

lik
mendesak

diterbitkannya Keputusan Tata Usaha Negara tersebut, yaitu jika kerugian yang akan diderita Penggugat akan sangat tidak

ka

akan dilindungi oleh pelaksanaan Keputusan Tata Usaha

ah

Negara tersebut; atau -------------------------------------------------------

ep

seimbang dibanding dengan manfaat bagi kepentingan yang

ub

ng

Halaman 239 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 239

es

In do ne si
dengan

A gu ng

ub lik

In do ne si a

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
mengakibatkan dirugikan dalam

b
2) Pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan umum dalam 5. Bahwa dalam perkara a quo, dalil Penggugat II Intervensi II mengenai alasan penundaan pelaksanaan LHPKKN Para Tergugat

gu

tersebut adalah pada pokoknya terdapat keadaan yang sangat mendesak Intervensi yang II kepentingan jika Penggugat TUN II sangat Keputusan tetap

dilaksanakan

ng

rangka pembangunan; ------------------------------------------------------

sebagaimana

permohonan

ah

Gugatan halaman 27-31; -------------------------------------------------------Bahwa Para Tergugat menolak dalil Penggugat II Intervensi II tersebut berdasarkan argumentasi yuridis sebagai berikut: -----------a. Bahwa dalil Penggugat II Intervensi II mengenai tercemarnya nama Penggugat melalui pemberitaan di media massa, tidak

am

ah k

berikut: ---------------------------------------------------------------------------

1) Bahwa Para Tergugat hanya menyerahkan LHPKKN kepada Kejaksaan Agung dan tidak pernah memberikan informasi kepada media massa; ---------------------------------------------------

2) Bahwa Kejaksaan Agung telah menyatakan di berbagai media massa bahwa Penggugat II Intervensi II adalah korporasi yang telah dijadikan tersangka dalam dugaan

ah

Penggugat II Intervensi II pada posita angka IV.9. halaman

ka

3) Bahwa mengenai pemberitaan di media massa, merupakan mengenai kasus tersebut. Untuk menangkis berita yang

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 240

es

menggunakan hak jawabnya melalui media massa tersebut

dianggap negatif oleh Penggugat tersebut, Penggugat dapat

ep

tugas dari media massa untuk memberitakan informasi

ub

12; ----------------------------------------------------------------------------

lik

tindak pidana korupsi sebagaimana telah diakui oleh

In do ne si

ada kaitannya LHPKKN Para Tergugat dengan alasan sebagai

A gu ng

ep

ub lik

pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara angka 2, 3, 4, dan 5,

In do ne si a
penundaan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pers (UU No 40 tahun 1999 tentang Pers); ------------------------------------

gu

ah

ng

b. Bahwa dalil Penggugat II Intervensi II mengenai LHPKKN

dijadikan dasar perhitungan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Penggugat II Intervensi II, dengan alasan sebagai berikut: -------------------------------------------

1) Pelaksanaan Audit dalam rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Para Tergugat guna memenuhi

permintaan Kejaksaan Agung sesuai dengan program Pemerintah dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Apabila LHPKKN Para Tergugat ditunda pelaksanaannya, maka hal tersebut akan menghambat dan merugikan kepentingan bangsa dan negara dalam pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (kepentingan umum); --------------------2) Timbulnya kerugian kepentingan hukum Penggugat II

ah k

am

Intervensi II tersebut di atas adalah pada saat Penggugat II

ah

A gu ng

Intervensi II ditetapkan sebagai Tersangka oleh Kejaksaan Agung, dan bukan pada saat diterbitkannya LHPKKN oleh Para Tergugat; ------------------------------------------------------------

3) LHPKKN Para Tergugat yang menjadi obyek sengketa a quo

bukan alat bukti yang menyebabkan Penggugat II Intervensi II menjadi Tersangka, karena Penyidik Kejaksaan Agung

4) Dalam pelaksanaan Penyidikan oleh Kejaksaan Agung RI,

tersangka dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), sepenuhnya menjadi kewenangan Kejaksaan Agung RI; ----------------------------------

ka

ah

ep

dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/

ub

dan selanjutnya Penggugat II Intervensi II ditetapkan sebagai

lik

menggunakan alat bukti sah lainnya; -------------------------------

ng

Halaman 241 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 241

es

In do ne si

Intervensi II

sebagaimana didalilkan bagi Penggugat II

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
untuk

b
5) Bahwa selanjutnya, dalam menjatuhkan putusan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan

gu

ah

ng

Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2), Majelis

Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak terikat secara hukum terhadap

LHPKKN diterbitkan oleh Para Tergugat. Majelis Hakim dalam menjatuhkan Putusan didasarkan pada kebenaran material yang terungkap dan terbukti dalam persidangan,

hal ini tidak hanya didasarkan pada LHPKKN Para Para Tergugat; ------------------------------------------------------------------Berdasarkan uraian di atas, terbukti bahwa: --------------------------a) Bahwa tidak terdapat keadaan yang sangat mendesak bagi Penggugat II Intervensi II, karena tidak ada kerugian

ah k

am

Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap dilaksanakan,

A gu ng

malah sebaliknya apabila pelaksanaan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara ditunda maka negara dalam pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; -------kewenangan menetapkan Penggugat

akan menghambat dan merugikan kepentingan bangsa dan

b) Bahwa

Intervensi II sebagai tersangka adalah ada pada aparat penegak hukum, dan; ---------------------------------------------------

ah

c) Bahwa aparat penegak hukum tidak terikat secara hukum

Dengan demikian, permohonan Penundaan Pelaksanaan LHPKKN

ka

dan tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 67 dan Penjelasannya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan atas

ah

Usaha Negara, sehingga Penetapan Nomor: 231/G/2012/PTUNJKT tanggal 7 Februari 2013 yang pada pokoknya mengenai

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 242

es

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata

ep

yang diajukan Penggugat II Intervensi II tersebut adalah tidak benar

ub

terhadap LHPKKN yang diterbitkan oleh Para Tergugat; ------

lik

In do ne si
II

kepentingan hukum Penggugat II Intervensi II jika Keputusan

ub lik

yang tidak hanya didasarkan pada satu alat bukti saja, dalam

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dan

b
penundaan pelaksanaan tindak lanjut surat Nomor: SR-1024/06/1/2012 tanggal 9 November 2012, Perihal Laporan Negara Atas Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga

ah

gu

(3G) oleh PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media (1M2) beserta Lampiran Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dalam Perjanjian kerjasama PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/

berkekuatan hukum tetap kecuali ada penetapan lain dikemudian hari tersebut harus dicabut;

am

------------------------------------------------------------------------------

ah k

dengan penundaan pelaksanaan obyek sengketa dalam perkara a quo

tersebut seharusnya dicabut, dengan alasan sebagaimana telah kami uraikan di atas, dan sebagaimana dinyatakan oleh Majelis Hakim bahwa Penetapan Penundaan ini adalah bersifat sementara yang berarti sewaktuwaktu dapat dicabut kembali apabila bukti-bukti menunjukan sebaliknya; -----

ep

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka Penetapan PTUN Jakarta terkait

Berdasarkan seluruh uraian tersebut di atas, maka Para Tergugat

mohon ke hadapan Yang Mulia Majelis Hakim pada PTUN Jakarta yang memeriksa dan mengadili perkara a quo

berkenan kiranya untuk

menjatuhkan putusan sebagai berikut: ---------------------------------------------------

ah

1. 2. 3.

Menerima Eksepsi Para Tergugat untuk seluruhnya; --------------------

ka

Menghukum Penggugat II Intervensi II untuk membayar seluruh

ah

II.

DALAM POKOK PERKARA: 1. 2.

Menerima Jawaban Para Tergugat untuk seluruhnya; ------------------

ep

biaya perkara ini; ------------------------------------------------------------------

ub

Menolak Gugatan Penggugat II Intervensi II untuk seluruhnya; -------

lik

I.

DALAM EKSEPSI:

ng

Menolak Gugatan Penggugat II Intervensi II untuk seluruhnya; -------

Halaman 243 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 243

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

Generasi Tiga (3G), sampai dengan putusan sengketa a quo

ng

Hasil Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
3. Menyatakan surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi Nomor: SR-1024/D6/01/2012 tanggal 9 November 2012 perihal Laporan Negara Atas Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi 3 (3G)

ah

gu

oleh PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) tanggal 9

November 2012 dan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1 GHz/Generasi 3

tanggal 31 Oktober 2012 (obyek sengketa a quo) adalah sah secara hukum; --------------------------------------------------------------------4. Menghukum Penggugat II Intervensi II untuk membayar seluruh biaya perkara ini; -----------------------------------------------------------------III. DALAM PERMOHONAN PENUNDAAN PELAKSANAAN KEPUTUSAN

ah k

am

1. 2.

Menerima Jawaban Para Tergugat untuk seluruhnya; ------------------

Mencabut Penetapan Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT tanggal 7 Februari 2013; ---------------------------------------------------------------------

3.

Menghukum Penggugat II Intervensi II untuk membayar seluruh biaya perkara ini; ------------------------------------------------------------------

Menimbang, bahwa atas Jawaban Tergugat I dan II tersebut, Kuasa

Penggugat, Kuasa Penggugat II Intervensi 1 dan 2 telah mengajukan Replik

ah

pada persidangan tanggal 21 Februari 2013 dan atas Replik Penggugat, Penggugat II Intervensi 1 da 2 tersebut pihak Tergugat I dan II telah

ka

mempersingkat uraian putusan maka Replik Penggugat, Penggugat II namun ditunjuk dalam Berita Acara Persidangan dalam perkara ini; ----------Menimbang, bahwa dalam persidangan tanggal 21 Februari 2013, Majelis Hakim telah menerima surat Permohonan Intervensi yang diajukan

ah

ep

Intervensi 1 dan 2 serta Duplik Tergugat tidak diuraikan pada Putusan

ub

mengajukan Duplik pada persidangan tanggal 5 Maret 2013 dan untuk

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 244

es

In do ne si

TATA USAHA NEGARA :

A gu ng

ub lik

(3G) oleh PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2)

ng

Hasil Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
diajukan

b
Surat Permohonan lntervensi yang diajukan oleh Organisasi Masyarakat Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI); ------------------------persidangan hari itu juga Kuasa Penggugat, Kuasa Penggugat II Intervensi 1 dan 2 telah memberi tanggapannya secara lisan yang menyatakan menolak permohonan

gu

ng

Menimbang, bahwa atas permohonan intervensi tersebut, pada

intervensi

yang

oleh

Organisasi

Perkumpulan Masyarakat Anti KorupsiIndonesia (MAKI) tersebut oleh karena

organisasi tersebut tidak mempunyai kepentingan terhadap obyek sengketa

dalam perkara ini sedangkan sikap pihak Tergugat I dan II mendukung

ah

Menimbang, bahwa atas permohonan intervensi tersebut, pada persidangan tanggal 5 Maret 2013 Majelis Hakim telah menentukan sikapnya dalam Putusan Sela yang pada pokoknya menyatakan menolak permohonan Masyarakat Anti KorupsiIndonesia (MAKI); ---------------------------------------------

am

ah k

Pihak Penggugat telah mengajukan bukti tertulis berupa fotokopi surat-surat

ah

A gu ng

yang telah diberi materai cukup dan telah dilegalisir sehingga dapat dijadikan

sebagai alat bukti yang sah serta masing-masing diberi tanda P-1 s/d P-13 adalah sebagai berikut : 1. Bukti P - 1

: Surat Deputi Kepala Badan Pengawasan Keuangan Dan

Pembangunan (BPKP) Bidang Investigasi Kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor : SR-1024/

Hasil Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Korupsi Dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2.1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat Tbk dan Indosat Mega Media (IM2) (Fotokopi dari fotokopi); -

ka

ah

2.

Bukti P 2

: Laporan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (LHPKKN) tanggal 31 Oktober 2012 yang dibuat oleh tim BPKP (Fotokopi dari fotokopi); ------------------------------

ep

ub

Keuangan Negara Atas Kasus Dugaan Tindak Pidana

lik

D6/01/2012 tanggal 9 November 2012, Perihal : Laporan

ng

Halaman 245 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 245

es

In do ne si

Menimbang, bahwa untuk mempertahankan dalil-dalil gugatannya,

ep

intervensi

yang

diajukan

oleh

Organisasi

ub lik
Masyarakat

permohonan intervensi tersebut; ----------------------------------------------------------

In do ne si a
Masyarakat Perkumpulan

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Dan

b
3. Bukti P 3 : Surat Deputi Bidang Investigasi, Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan Kepada Jaksa Agung 4.

gu

Bukti P 4

ng

Muda Tindak Pidana Khusus Nomor : S-927/D6/01/2012

tanggal 2 Oktober 2012, Perihal : Bantuan Menghitung Kerugian Keuangan Negara (Fotokopi dari fotokopi); ------

: Surat Tugas yang diterbitkan oleh Direktur Direktorat

Investigasi Instansi Pemerintah, Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan Nomor: ST-524/ D601/3/2012 tanggal 2 Oktober 2012 (Fotokopi dari

ah

5.

Bukti P 5 : Surat Menteri Komunikasi Dan Informatika Nomor : T-684/M.KOMINFO/KU.04.01/11/2012 tanggal 13

am

November 2012 Perihal : Dugaan Kerugian Negara pada

ah k

6.

Bukti P 6 : Fotokopi Surat Menteri Komunikasi dan Informatika

2012 Perihal : Kepastian Hukum atas Kerjasama antara

A gu ng

PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media (PT. IM2) (Fotokopi dari fotokopi); --------------------------------------------

7.

Bukti P 7 : Perjanjian Kerjasama antara PT Indosat Tbk dengan PT

Indosat Mega Media Tentang Akses Internet Broadband Melalui Jaringan 3G/HSDPA Indosat Nomor Indosat: 225/ E00-EAA/MKT/06 Nomor IM2: 0996/ tertanggal 24 November 2006 (Fotokopi dari fotokopi); ---

DU.IMM/XI/06

ah

8.

Bukti P 8

: Amandemen Pertama Terhadap Perjanjian Kerjasama HSDPA Indosat tanggal 4 Juni 2007 (Fotokopi dari

ka

9.

Bukti P 9 : Amandemen Kedua Terhadap Perjanjian Kerjasama

ah

ng

dari fotokopi); --------------------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 246

es

HSDPA Indosat tanggal 15 September 2008 (Fotokopi

Tentang Akses Internet Broadband Melalui Jaringan 3G/

ep

fotokopi); ---------------------------------------------------------------

ub

Tentang Akses Internet Broadband Melalui Jaringan 3G/

lik

In do ne si

Nomor: 65/M.KOMINFO/02/2012 tanggal 24 Februari

ep

Kasus IM2-Indosat (Fotokopi dari fotokopi); ------------------

ub lik

fotokopi); ---------------------------------------------------------------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
untuk

b
10. Bukti P 10 : Amandemen Ketiga Terhadap Perjanjian Kerjasama Tentang Akses Internet Broadband Melalui Jaringan 3G/ 11. Bukti P 11 : Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 30/TK/

gu

12. Bukti P 12 : Surat Dakwaan Kejaksaan Agung terhadap Penggugat

ah

ng

HSDPA Indosat tanggal 9 Juli 2010 (Fotokopi dari fotokopi); ---------------------------------------------------------------

Tahun 2010 tanggal 23 Juli 2010 (Fototokopi dari fotokopi); ---------------------------------------------------------------

Nomor : PDS-23/JKT.SL/12/2012 tanggal 27 Desember 2012 (Fotokopi dari fotokopi); ------------------------------------

am

13. Bukti P 13 : Contoh SIM Card Indosat yang digunakan oleh IM2 (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------Menimbang, bahwa mempertahankan dalil-dalil gugatan

ah k

intervensinya, Pihak Penggugat II Intervensi 1 dan Penggugat II Intervensi 2 telah mengajukan bukti tertulis berupa fotokopi surat-surat yang telah diberi materai cukup dan telah dilegalisir sehingga dapat dijadikan sebagai alat

ep

bukti yang sah serta masing-masing diberi tanda P II INTV 1 s/d P II INTV I

54, dan P II INTV I 1 s/d P II INTV II 72 adalah sebagai berikut : 1. Bukti PII.INTV I 1

: Surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi, Pengawasan Keuangan dan

Badan

Pembangunan

Nomor : SR-1024/D6/01/2012 Tanggal 9 Nopember 2012, Perihal : Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Pidana Korupsi Dalam Pembangunan

Perhitungan Kerugian Negara Atas Dugaan Tindak

ah

Frekwensi Radio 2.1 Ghz/Generasi Tiga (3G) oleh PT dari fotokopi); --------------------------------------------------------

ka

Keuangan Negara (LHAPKKN) atas Perkara Dugaan

ah

ng

Halaman 247 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 247

es

Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT

Tindak Pidana Korupsi Dalam Penggunaan Jaringan

ep

2.

Bukti PII.INTV I 2 : Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian

ub

Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2)( Fotokopi

lik

In do ne si
Jaringan

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Kedudukan, Organisasi,

b
Indosat, Tbk. Dan PT Indosat Mega Media (IM2) Tanggal 31 Oktober 2012 oleh Tim BPKP (Fotokopi dari fotokopi);

ng

3.

Bukti PII.INTV I 3

: Keputusan Presiden RI Nomor 166 Tahun 2000 Tugas, dan Fungsi, Kewenangan, Tata Kerja Lembaga

Tentang Susunan

Pemerintah Non Departemen (Fotokopi dari fotokopi); ----

4.

Bukti PII.INTV I 4 : Keputusan Presiden RI Nomor 62 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 166 Tahun 2000 Tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi,

ah

Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir Dengan Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2001(Fotokopi dari fotokopi); 5. Bukti PII.INTV I 5 : Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor

am

ah k

Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja

ah

A gu ng

Lembaga Pemerintah Non Departemen Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir Dengan Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2001(Fotokopi dari fotokopi); -

6.

Bukti PII.INTV I 6 : Kepres No. 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005 (Fotokopi dari

7.

Bukti PII.INTV I 7 : Kepres No. 110 Tahun 2001 tentang Unit

ka

Non Departmen (Fotokopi dari fotokopi); ----------------------

ah

ng

(Fotokopi dari fotokopi); --------------------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 248

es

tentang

R
Sistem

8.

Bukti PII.INTV I 8

: Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Pengendalian Intern Pemerintah

ep

Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah

ub

fotokopi); ---------------------------------------------------------------

lik

In do ne si

166 Tahun 2000 Tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi,

ep

ub lik

In do ne si a

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Negara Nomor Negara Nomor tentang Pendirian

b
9. Bukti PII.INTV 9 : Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan : PER/04/M.PAN/03/2008 Aparatur 10. Bukti PII.INTV I 10 : Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan

gu

ng

tanggal 31 Maret 2008 tentang Kode Etik Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Fotokopi dari Fotokopi);

Aparatur

PER/05/M.PAN/03/2008

tanggal 31 Maret 2008 tentang Standar Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Fotokopi dari fotokopi); -

ah

11. Bukti PII.INTV I 11 : Peraturan Kepala BPKP Nomor : PER-1314/K/ D6/2012

ub lik
Pedoman perusahaan dengan 24 Nopember

Penugasan

Investigasi (Fotokopi dari fotokopi); ----------------------------12. Bukti PII.INTV I 12 : Akta PT Indosat,

am

Tbk.Akta Notaris No. 55 tanggal 10 Nopember 1967 dibuat oleh MS Tadjoedin, Notaris di Jakarta (Fotokopi sesuai asli); ------------------------------------------------

ah k

ep
tanggal

13. Bukti PII.INTV I 13 : Akta Perubahan Terakhir PT Indosat, Tbk. Akta

Notaris No. 5 tanggal 3 Oktober 2012 dibuat oleh Aryanti

Artisari, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------------------------------

14. Bukti PII.INTV I 14 : Perjanjian Kerjasama Indosat dengan IM2 No. IMM/XI/06),

ah

lik
2006, September

Indosat : 225/E00-EAA/MKT/06 (No. IM2 : 0996/DU/MU / berikut

E00-EAA/MKT/06 (No. IM2 : 0996/ DU/MU/IMM/XI/06), tanggal 4 Juni 2007, Amandemen II Perjanjian Kerjasama No Indosat : 225/E00-EAA/MKT/06 (No. IM2 : 0996/DU/ MU/ IMM/XI/06), tanggal 15 2008, Amandemen III Perjanjian Kerjasama No Indosat : 225/ E00-EAA/MKT/06 (No. IM2 : 0996/DU/MU/ IMM/XI/06),

ka

ah

ep

ub

Amandemen I Perjanjian Kerjasama No Indosat : 225/

ng

Halaman 249 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 249

es

In do ne si

A gu ng

In do ne si a
Bidang

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
:

b
tanggal 9 Juli 2010 (Fotokopi sesuai dengan asli); -------------------------------------------------

gu

16. Bukti PII.INTV I 16 : Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika

ng

15. Bukti PII.INTV I 15 : Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor : 102/KEP/M.KOMINFO/10/2006 Tentang Izin

Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler PT Indosat, Tbk (Fotokopi sesuai dengan asli); ------------------------------

Nomor

252/KEP/M.KOMINFO/07/2011

ah

Perubahan Atas Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor : 102/KEP/M.KOMINFO /10/2006

Tentang Izin Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler PT Indosat, Tbk (Fotokopi sesuai dengan asli); ------------17. Bukti PII.INTV I 17 : Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor:: 504/KEP/M.KOMINFO/08/2006 Tentang Izin Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler PT Indosat,

am

ah k

18. Bukti PII.INTV I 18 : Siaran

Pers

Bagian

Umum

dan

Kementerian Komunikasi dan Informatika Nomor :: 20/ DJPT.1 /KOMINFO/II/2006 tanggal 8 Pebruari 2006 Tentang Pemenang Lelang 3G : Excelcomindo dan Indosat (Fotokopi sesuai dengan Asli);

19. Bukti PII.INTV I 19 : Surat Menkominfo melalui suratnya Nomor : 65/

ah

Kepastian Hukum atas kerjasama antara PT Indosat, sesuai dengan asli); -----------------------------------

ka

T-684/ M.KOMINFO/ KU.04.01 /11/ 2012 perihal Dugaan

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 250

es

sesuai dengan asli); -------------------------------------------------

Kerugian Negara pada Kasus IM2-Indosat (Fotokopi

ep

20. Bukti PII.INTV I 20 : Surat Menkominfo melalui suratnya Nomor :

ub

Tbk. dan PT Indosat Mega Media (PT. IM2) (Fotokopi

lik

M.KOMINFO/02/2012 tanggal 24 Pebruari 2012 perihal

In do ne si
Humas Telkomsel,

Tbk (Fotokopi sesuai dengan asli); ------------------------------

A gu ng

ep

ub lik

In do ne si a
Tentang

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Frekuensi

b
21. Bukti PII.INTV I 21 : Pernyataan Bersama Komunitas TIK Indonesia Sehubungan Adanya Dugaan Tindak Pidana Akibat 22. Bukti PII.INTV I 22 : Kumpulan Klipping Massmedia terkait ekses

gu

23. Bukti PII.INTV I 23 : Surat Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo No.

ng

Penggunaan Frekuensi 3G PT Indosat, Tbk. Oleh PT Indosat Mega Media (Fotokopi dari fotokopi); ----------------

negatif dalam menyoal kasus Indosat-IM2 (Fotokopi dari fotokopi); ---------------------------------------------------------------

ah

DJSDPPI.3/KOMINFO/03/2013 tanggal 15 Maret 2013 perihal Konfirmasi atas Pembayaran Up-Front Fee dan Tahunan BHP Frekuensi Pita 2,1 GHz oleh PT Indosat, Tbk (Fotokopi sesuai dengan asli); -----------------------------24. Bukti PII.INTV I 24 : Formulir Permintaan Transfer, Doc. No. : 2000018392 Tanggal 20 Maret 2006, Up-Front Fee dan

am

ah k

Rp. 352.000.000 (Fotokopi sesuai dengan asli); ------------

25. Bukti PII.INTV I 25 : Rekap Mandiri Maret 2006 dan Rekap Mandiri Maret 2006, sebesar Rp. 352.000.000 (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------------------------------

26. Bukti PII.INTV I 26 : Detail Report : RTGS Pay Deutsche Bank,

tanggal 29 Maret 2007, sebagai Bukti Pembayaran BHP Frequensi Tahun 2007, sebesar Rp. 71.571.200.000 (Fotokopi sesuai dengan asli); -----------------------------------

ah

27. Bukti PII.INTV I 27 : Detail Report : RTGS Pay Deutsche Bank, Frequensi Tahun 2008, sebesar Rp. 116.463.050.929

ka

ah

28. Bukti PII.INTV I 28 : Print

ep
Out

(Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------Rekening Koran Bank Mandiri,

ng

Halaman 251 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 251

es

sebagai bukti Pembayaran BHP Frekuensi Tahunan

Rekening No. 1030004345621 tanggal 25 Maret 2009,

ub

tanggal 25 Maret 2008, sebagai Bukti Pembayaran BHP

lik

In do ne si

BHP

ep

ub lik
IMT-2000 (3G),

A gu ng

In do ne si a
1116/ sebesar

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
out out

b
2009, sebesar Rp. 211.170.907.104 (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------------------------------

gu

ah

ng

29. Bukti PII.INTV I 29 : Print

Rekening

Koran

Bank

Rekening No. 1030004345621 Tanggal 26 Maret 2010, sebagai Bukti Pembayaran BHP Frekuensi Tahunan

2010, sebesar Rp. 294.139.076.525 (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------------------------------

30. Bukti PII.INTV I 30 : Print

ub lik
Rekening Koran Transfer Transfer 14 September Rekening Koran

Bank

am

Rekening No. 1030004345621 Tanggal 25 Maret 2011, sebagai Bukti Pembayaran BHP Frekuensi Tahunan 2011, sebesar Rp. 312.999.112.116 (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------------------------------

ah k

31. Bukti PII.INTV I 31 : Formulir

ep
Tanggal out Tanggal

Permintaan

2000023548 Tanggal 20 Maret 2012, sebagai Bukti

A gu ng

Pembayaran BHP Frequensi Tahunan 2012, sebesar Rp. 333.594.453.694 (Fotokopi sesuai dengan asli); -----------Permintaan Doc.

32. Bukti PII.INTV I 32 : Formulir 2000072240

lampirannya, sebagai Bukti Pembayaran Up-Frond Fee dan BHP Frequensi Tahunan 2009,

sebesar Rp.

352.000.000.000 (Fotokopi sesuai dengan asli); ------------

ah

33. Bukti PII.INTV I 33 : Print

lik
Bank Transfer

Rekening No. 1030004345621 Tanggal 28 September 2010 dan lampirannya, sebagai Bukti Pembayaran BHP Frequensi Tahunan 2010, sebesar Rp. 68.576.000.000,-

ka

ah

34. Bukti PII.INTV I 34 : Formulir 2000075741

ep
20

(Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------Permintaan Doc. 2011 No. dan

ub

September

lampirannya, sebagai Bukti Pembayaran BHP Frequensi

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 252

es

In do ne si
No. 2009 dan Mandiri,

In do ne si a
Mandiri, Mandiri, Doc. No.

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Tanggal 4

b
Tahunan 2011, sebesar Rp. 109.550.160.000,- (Fotokopi sesuai dengan asli); -------------------------------------------------

ng

35. Bukti PII.INTV I 35 : Formulir 2000066045

Permintaan

Transfer

September

lampirannya, sebagai Bukti Pembayaran Up-Front Fee dan BHP Frequensi Tahunan 2012, sebesar

194.597.600.880,- (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------

36. Bukti PII.INTV I 36 : Print Screen, Capture dari Bakri Connectivity dari Bakrie Telecom (BTEL) yaitu dari PT Bakrie Telecom, Tbk. yang menyelenggarakan layanan internet dengan teknologi CDMA EVDO (Fotokopi sesuai dengan asli); --------------------------------------------------------------------37. Bukti PII.INTV I 37 : Print Screen, Capture Dari Bakri Connectivity

ah

am

ah k

Dari Bakrie Telecom (Btel) Yaitu Dari Pt Bakrie Telecom, Tbk. yang menyelenggarakan layanan internet dengan teknologi CDMA EVDO (Fotokopi sesuai dengan asli); ----

ep
Screen, Screen,

38. Bukti PII.INTV I 38 : Print Screen, Capture Dari Quasar Yang

Menyelenggarakan Layanan Internet (Fotokopi sesuai dengan asli); ---------------------------------------------------------Capture Dari CBN

39. Bukti PII.INTV I 39 : Print Screen,

Menyelenggarakan Layanan Internet Dalam Jaringan 3G (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------Print Capture dari CBN Thru

40. Bukti PII.INTV I 40 :

ah

Menyelenggarakan

Layanan

Internet,

lik
dari

(Fotokopi sesuai dengan asli); -----------------------------------

41. Bukti PII.INTV I 41 : Print

ub
Capture

CBN

ka

Menyelenggarakan Layanan Internet, Thru XL (Fotokopi sesuai dengan asli); ------------------------------------------------42. Bukti PII.INTV I 42 : Print Screen, Capture dari Centrin Online yang Menyelenggarakan Layanan Internet (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------------------------------

ah

ep

ng

Halaman 253 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 253

es

In do ne si
Yang yang Indosat Yang

A gu ng

ub lik

In do ne si a
Doc. No. 2012 dan Rp.

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
: CBN

b
43. Bukti PII.INTV I 43 : Print Screen, Capture dari Centrin Online yang Menyelenggarakan Layanan Internet (Fotokopi sesuai 44. Bukti PII.INTV I 44 : Print Screen, Capture dari Centrin Online yang

gu

45. Bukti PII.INTV I 45 : Perjanjian Kerjasama Antara PT Indosat, Tbk

ah

ng

dengan asli); ----------------------------------------------------------

Menyelenggarakan Layanan Internet (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------------------------------

Dengan PT Quasar Jaringan Mandiri Tentang Akses Internet dan VPN Quasar Melalui Jaringan 3,5/HSDPA/ UMTS/GPRS Indosat, Nomor Indosat : 039/C00-CC0/

LGL/09 Nomor Quasar : A3.MQC-OPR/ISAT/003/08 Tanggal 16 Pebruari 2009 (Fotokopi sesuai dengan asli); -------------------------------------------------

ah k

am

46. Bukti PII.INTV I 46 : Perjanjian Kerjasama Antara PT Indosat, Tbk Dengan PT Cyberindo Aditama Tentang Akses Internet Dan VPN Quasar Melalui Jaringan 3,5/HSDPA/ UMTS/

GPRS Indosat, Nomor Indosat : 038/C00-CC0/LGL/09 Nomor CBN/LGL-MKT/010/09 Tanggal 16

Pebruari 2009 (Fotokopi sesuai dengan asli);

47. Bukti PII.INTV I 47 : Perjanjian Kerjasama Layanan MVNO antara PT Mobile-8 Telecom, Tbk. dengan PT Indosat Mega 139.M8/139.IM2.09/MKTT/V/2009 (Fotokopi

Media Tentang Penggunaan Layanan MVNO, Nomor :

ah

dengan asli); ----------------------------------------------------------

Layanan Akses Internet Antara PT Mobile-8 Telecom

ka

Layanan MVNO, Nomor :

ep

dengan PT Indosat Mega Media Tentang Penggunaan 087.M8/085.IM2.06/VIII/06 Tanggal 15 Agustus 2006 (Fotokopi sesuai dengan asli);

ah

ub

48. Bukti PII.INTV I 48 : Perjanjian Kerjasama Layanan Penyediaan

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 254

es

In do ne si
sesuai

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
Pengawasan Korupsi Dalam

b
49. Bukti PII.INTV I 49 : Klipping Harian Kontan, Tanggal 3 Januari 2012 yang berjudul Kasus IM2 dan dampak ke Industri 50. Bukti PII.INTV I 50 : Klipping Detiknet, Kolom Telematika tanggal 21

gu

51. Bukti PII.INTV I 51 : Klipping Harian Suara Pembaharuan, Tanggal

ah

ng

(Fotokopi dari fotokopi); --------------------------------------------

Desember 2012 yang berjudul Logika Galau Kejaksaan Agung di Kasus IM2 (Fotokopi dari fotokopi); ---------------

28 Januari 2013 yang berjudul Lex Specialis Dalam Kasus Indosat-IM2 (Fotokopi dari fotokopi); -----------------

52. Bukti PII.INTV I 52 : Klipping Harian Kontan, Tanggal 15 Januari 2013 yang berjudul Indonesia Dan Ancaman Tanpa Internet (Fotokopi dari fotokopi); -------------------------------53. Bukti PII.INTV I 53 : Klipping Internet (Fotokopi dari fotokopi); --------54. Bukti PII.INTV I 54 : Klipping Internet yang berjudul Dimana Duduk

ah k

am

Perkara Kasus IM2? (Fotokopi dari fotokopi); ---------------

Bukti Penggugat II Intervensi 2: 1.

Bukti P II INTV II 1 : Surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi, Badan Keuangan dan

Pembangunan

Nomor : SR-1024/D6/01/2012 Tanggal 9 Nopember 2012, Perihal : Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Perhitungan Kerugian Negara Atas Dugaan Tindak Pidana

ah

ub

Pembangunan

ka

Frekwensi Radio 2.1 Ghz/Generasi Tiga (3G) oleh PT

ah

dari fotokopi); --------------------------------------------------------

2.

Bukti P II INTV II 2 : Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (LHAPKKN) atas Perkara Dugaan

ep

Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2)( Fotokopi

lik

ng

Tindak Pidana Korupsi Dalam Penggunaan Jaringan

Halaman 255 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 255

es

In do ne si
Jaringan

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Kedudukan, Organisasi,

b
Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat, Tbk. Dan PT Indosat Mega Media (IM2) Tanggal 3. Bukti P II INTV II 3 : Keputusan Presiden RI Nomor 166 Tahun 2000 Tentang Susunan Tugas, dan Fungsi, Kewenangan, Tata Kerja Lembaga

gu

4.

Bukti P II INTV II 4 : Keputusan Presiden RI Nomor 62 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 166 Tahun 2000 Tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja

ah

ng

31 Oktober 2012 oleh Tim BPKP (Fotokopi dari fotokopi);

Pemerintah Non Departemen (Fotokopi dari fotokopi); ----

am

Lembaga Pemerintah Non Departemen Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir Dengan Keputusan

ah k

5.

Bukti P II INTV II 5 : Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2001

166 Tahun 2000 Tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi,

A gu ng

Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja

Lembaga Pemerintah Non Departemen Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir Dengan Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2001 (Fotokopi dari fotokopi); No. 103 Tahun 2001

6.

Bukti P II INTV II 6 : Kepres

Kedudukan, Tugas,

Fungsi, Kewenangan, Susunan

ah

Departemen sebagaimana beberapa kali diubah terakhir (Fotokopi dari fotokopi); -------------------------------------------

ka

Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departmen (Fotokopi dari fotokopi); ----------------------

ah

ep

7.

Bukti P II INTV II 7

: Kepres No. 110 Tahun 2001 tentang Unit

ub

dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005

lik

Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 256

es

In do ne si
tentang

Tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor

ep

Presiden Nomor 42 Tahun 2001 (Fotokopi dari fotokopi);

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Sistem 2008 tentang

b
8. Bukti P II INTV II 8 : Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang

Pengendalian

Intern

9.

Bukti P II INTV II 9 : Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/05/M.PAN/03/2008 tanggal 31 Maret 2008 tentang Kode Etik Aparat Pengawasan Intern Pemerintah; (Fotokopi dari fotokopi); ------------------

10. Bukti P II INTV II 10 : Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/05/M.PAN/03/2008 tanggal

ah

gu

ng

(Fotokopi dari fotokopi); -------------------------------------------

ub lik
tentang Standar Pedoman

31

Maret

Pengawasan Intern Pemerintah; (Fotokopi dari fotokopi); 11. Bukti P II INTV II 11 : Peraturan Kepala BPKP Nomor: PER-1314/K/ D6/2012 Penugasan Bidang

am

ah k

Investigasi (Fotokopi dari fotokopi); ----------------------------12. Bukti P II INTV II 12 : Akta Pendirian perusahaan PT Indosat Mega Media, Akta Notaris No. 58 tanggal 25 September 1996 dibuat di hadapan PAHALA SUTRISNO AMIJOYO

ep

TAMPUBOLON, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta.

Yang telah diumumkan dalam Tambahan Lembaran Berita Negara Nomor : 98 Tambahan Nomor : 9556 Tahun 1996 (Berita Negara RI tanggal 6 Desember 1999 Nomor : 98 (Fotokopi sesuai dengan asli); --------------------

13. Bukti P II INTV II 13 : Akta Perubahan Terakhir PT Indosat Mega hadapan Notaris LUSY MULUS INDARDJATI, Sarjana

ah

oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

ka

AH.01.02.Tahun2010 tanggal 27 Agustus 2010 (Fotokopi sesuai dengan asli); -------------------------------------------------

ah

ep

berdasarkan Surat Keputusan Nomor : AHU-42388.

ub

Hukum, Notaris di Jakarta Selatan, yang telah disetujui

lik

Media, Akta Notaris No. 11 tanggal 6 Juli 2010 dibuat di

ng

Halaman 257 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 257

es

In do ne si

A gu ng

In do ne si a
Pemerintah Audit Aparat

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
tanggal 24 tanggal Keputusan

b
14. Bukti P II INTV II 14 : Perjanjian Kerjasama Indosat dengan IM2 No. Indosat : 225/E00-EAA/MKT/06 (No. IM2 : 0996/DU/MU /

gu

ng

IMM/XI/06),

Nopember

Amandemen I Perjanjian Kerjasama No Indosat : 225/ tanggal 4 Juni 2007, Amandemen II Perjanjian Kerjasama

E00-EAA/MKT/06 (No. IM2 : 0996/DU/MU/IMM/XI/ 06),

No Indosat : 225/E00-EAA/MKT/06 (No. IM2 : 0996/DU/ MU/IMM/XI/06), 15 September Amandemen III Perjanjian Kerjasama No Indosat : 225/

ah

tanggal 9 Juli 2010 (Fotokopi sesuai dengan asli); --15. Bukti P II INTV II 15 : Direktur Jenderal Pos dan

am

Telekomunikasi Nomor : 229/Dirjen/2006 tentang Izin Provider) PT Indosat Mega Media (Fotokopi sesuai

ah k

dengan asli); ---------------------------------------------------------16. Bukti P II INTV II 16 : Keputusan Direktur Jenderal Pos dan

ep

Penyelenggaraan Jasa Akses Internet (Internet Service

A gu ng

Telekomunikasi Nomor : 230/Dirjen/2006 tentang Izin Penyelenggaraan Jasa Interkoneksi Internet (NAP) PT Indosat Mega Media (Fotokopi sesuai dengan asli); -------

17. Bukti P II INTV II 17 : Undang-undang RI No. 36 Tahun 1999 tanggal 8 September 1999 tentang Telokomunikasi

sesuai dengan asli); ------------------------------------------------

ah

M.KOMINFO/02/2012 tanggal 24 Pebruari 2012 perihal Tbk. dan PT Indosat Mega Media (PT. IM2) (Fotokopi sesuai dengan asli); -----------------------------------

ka

19. Bukti P II INTV II 19 : Surat Menkominfo melalui suratnya Nomor : T-684/M.KOMINFO/ KU.04.01/11/2012 perihal Dugaan Kerugian Negara pada Kasus IM2-Indosat (Fotokopi

ah

ep

ub

Kepastian Hukum atas kerjasama antara PT Indosat,

lik

18. Bukti P II INTV II 18 : Surat Menkominfo melalui suratnya Nomor : 65/

ng

sesuai dengan asli); -------------------------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 258

es

In do ne si
(Fotokopi

ub lik

E00-EAA/MKT/06 (No. IM2 : 0996/DU/MU/IMM/XI/ 06),

In do ne si a
2006, berikut 2008,

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
(Fotokopi

b
20. Bukti P II INTV II 20 : Piagam Tanda Kehormatan Presiden RI kepada INDAR ATMANTO sebagai President Direktur PT Indosat

gu

21. Bukti P II INTV II 21 : Pernyataan Bersama Komunitas TIK Indonesia

ah

ng

Mega Media, sebagai penghargaan kepada PT Indosat

Mega Media dalam memberikan darma baktinya yang sesuai dengan asli); -------------------------------------------------

besar kepada Negara dan Bangsa Indonesia (Fotokopi

Sehubungan Adanya Dugaan Tindak Pidana Akibat Penggunaan Frekuensi 3G PT Indosat, Tbk. Oleh

am

22. Bukti P II INTV II 22 : Kumpulan Klipping Massmedia terkait ekses negatif dalam menyoal kasus Indosat-IM2 (Fotokopi dari fotokopi); --------------------------------------------------------------23. Bukti P II INTV II 23 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 5523/

ah k

Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran

ah

A gu ng

Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP) Ditjen Postel Periode Januari s/d Agustus 2006, Sebesar Rp. 1.794.985.754,00 (Fotokopi sesuai dengan asli); -------------------------------------------------

24. Bukti P II INTV II 24 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 6165/ Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP) Ditjen Postel 823.423.871,00

DKA-TRF/IMM/III/2007 Tanggal 21 Maret 2007, Tentang

ub
sesuai Tanggal 12

Periode September s/d Desember 2006, Sebesar Rp. dengan asli);

ka

--------------------------------------------------------------------25. Bukti P II INTV II 25 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 8982/ DKA-TRF/IMM/II/2008 Pebruari 2008,

ah

Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP)

ng

Halaman 259 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 259

es

Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran

ep

lik

In do ne si

DKA-TRF/IMM/XII/2006 Tanggal 14 Desember 2006,

ub lik

PT Indosat Mega Media (Fotokopi dari fotokopi); -----------

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
Ditjen Postel Periode Januari s/d Juni 2007, Sebesar Rp. 1.463.397.517,78 (Fotokopi sesuai dengan asli); -----------

ng

26. Bukti P II INTV II 26 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 9179/ DKA-TRF/IMM/II/2008 Tanggal 29 Pebruari 2008,

Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran

Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP) Ditjen Postel Periode Juli s/d Desember 2007, Sebesar Rp. 1.635.980.800,28 (Fotokopi sesuai dengan asli); -----

ah

27. Bukti P II INTV II 27 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 10907/

DKA-TRF/IMM/IX/2008 Tanggal 23 September 2008, Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP) Ditjen Postel Periode Januari s/d Juni 2009, Sebesar Rp. 1.382.532.533,00 (Fotokopi sesuai dengan asli); ------------------------------------------------

ah k

am

DKA-TRF/IMM/III/2009 Tanggal 13 Maret 2009, Tentang

A gu ng

Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP) Ditjen Postel 3.123.417.012,00. (Fotokopi sesuai dengan

Periode Januari s/d Desember 2008, Sebesar Rp. asli);

---------------------------------------------------------------------

29. Bukti P II INTV II 29 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 12431/

ah

Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Biaya Hak Periode Januari s/d Desember 2008, Sebesar Rp. 1.814.913.514,00. (Fotokopi sesuai dengan asli);

ka

--------------------------------------------------------------------30. Bukti P II INTV II 30 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 18708/ DKA-TRF/IMM/VIII/2009 Tanggal 28 Agustus 2009, Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran

ah

ep

ub

Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP) Ditjen Postel

lik

DKA-TRF/IMM/III/2009 Tanggal 31 Maret 2009, Tentang

ng

Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP)

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 260

es

In do ne si

28. Bukti P II INTV II 28 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 12273/

ub lik

In do ne si a

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
s/d Januari

b
Ditjen Postel Periode Januari s/d Juni 2009, Sebesar Rp. 1.701.864.536,00.

(Fotokopi

sesuai

gu

31. Bukti P II INTV II 31 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 14199/

ah

ng

-------------------------------------------------

DKA-TRF/IMM/XI/2009 Tanggal 04 Nopember 2009, Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran

Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP) Ditjen Postel Periode Juli s/d September 2009, Sebesar Rp. 781.772.074,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); ------------------------------------------------

am

32. Bukti P II INTV II 32 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 15883/ DKA-TRF/IMM/III/2010 Tanggal 19 Maret 2010, Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP) Ditjen Postel

ah k

925.730.086,00.

(Fotokopi

sesuai

dengan

A gu ng

---------------------------------------------------------------------

33. Bukti P II INTV II 33 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 16346/ Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP) Ditjen Postel Periode Juni 2010, Sebesar 1.498.051.593,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------

DKA-TRF/IMM/VII/2010 Tanggal 13 Juli 2010, Tentang

ah

34. Bukti P II INTV II 34 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 18309/ Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran

ka

Ditjen Postel Periode Juli s/d Desember 2011, Sebesar Rp. 1.533.604.942,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); -----------------------------------

ah

ep

Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP)

ub

DKA-TRF/IMM/III/2011 Tanggal 04 Nopember 2009,

lik

ng

Halaman 261 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 261

es

In do ne si
asli); Rp.

Periode Oktober s/d Desember 2010, Sebesar Rp.

ub lik

In do ne si a
dengan asli);

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
April s/d

b
35. Bukti P II INTV II 35 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 19578/ DKA-TRF/IMM/VIII/2011 Tanggal 12 Agustus 2011,

gu

ng

Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran

Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP) Ditjen Postel Periode Januari s/d Juni 2011, Sebesar Rp. 1.240.311.693,00. (Fotokopi sesuai dengan asli);

------------------------------------------------

36. Bukti P II INTV II 36 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 19646/ DKA-TRF/IMM/VII/2011 Tanggal 22 Agustus

ah

Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP) Ditjen Postel Periode Januari s/d Desember 2010 dan Periode Agustus 2011, Sebesar Rp.

am

ah k

37. Bukti P II INTV II 37 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 21104/

Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran

A gu ng

Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP) Ditjen Postel Periode Juli s/d Desember 2011, Sebesar

Rp. 1.961.977.485,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); -----

38. Bukti P II INTV II 38 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 22197/ Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk

DKA-TRF/IMM/VIII/2012 Tanggal 06 Agustus 2012,

ah

PembayaranBiaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP) Ditjen Postel Periode Januari s/d Juni 2012, Sebesar Rp. 750.141.430,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); ---------------------------------------------------------------------

ka

39. Bukti P II INTV II 39 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 6166/ DKA-TRF/IMM/III/2007 Tanggal 21 Maret 2007, Tentang

ah

Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Biaya Universal Service Obligation (USO) Ditjen Postel Periode

ep

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 262

es

In do ne si

DKA-TRF/IMM/II/2012

ep

1.428.954.863,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------

ub lik
Tanggal 22

Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran

Pebruari

In do ne si a
2011, 2012,

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
s/d Januari s/d Juli s/d

b
Januari Desember 2006, Sebesar Rp. 1.963.807.218,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------

ng

40. Bukti P II INTV II 40 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 8096/ DKA-TRF/IMM/X/2007 Tanggal 30 Oktober 2007,

Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran

Biaya Universal Service Obligation (USO) Ditjen Postel Periode Juni 2007, Sebesar

1.097.548.138,34. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------

ah

41. Bukti P II INTV II 41 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 9180/ DKA-TRF/IMM/II/2008

ub lik
Tanggal 29 Juni 2007, Juni 2008, 2008,

Februari

Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Biaya Universal Service Obligation (USO) Ditjen Postel Periode Sebesar Rp.

am

ah k

42. Bukti P II INTV II 42 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 13908/

Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran

A gu ng

Biaya Universal Service Obligation (USO) Ditjen Postel Periode Januari s/d Sebesar

1.036.899.400,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------

43. Bukti P II INTV II 43 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 12430/

DKA-TRF/IMM/III/2009 Tanggal 31 Maret 2009, Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Biaya Universal Service Obligation (USO) Ditjen Postel Periode Januari s/d Desember

ah

lik

Sebesar

44. Bukti P II INTV II 44 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 12274/

ka

Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Biaya Universal Service Obligation (USO) Ditjen Postel Periode Januari

ah

2.342.562.759,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------

ng

Halaman 263 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 263

es

s/d

ep
Desember

DKA-TRF/IMM/III/2009 Tanggal 13 Maret 2009, Tentang

ub
2008,

1.361.185.135,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------

Sebesar

In do ne si
Rp. Rp. Rp.

DKA-TRF/IMM/IX/2008 Tanggal 22 September 2008,

ep

1.226.985.600,21. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------

In do ne si a
Rp. 2008,

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Januari s/d Juli s/d

b
45. Bukti P II INTV II 45 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 18709/ DKA-TRF/IMM/VIII/2009 Tanggal 28 Agustus 2009,

ng

Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran

Biaya Universal Service Obligation (USO) Ditjen Postel Periode Juni 2009, Sebesar 4.254.661.340,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------

46. Bukti P II INTV II 46 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 14201/

DKA-TRF/IMM/XI/2009 Tanggal 04 Nopember 2009, Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran

ah

Periode

ub lik
September 2009, 2009,

Biaya Universal Service Obligation (USO) Ditjen Postel Sebesar Rp. 1.954.430.185,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----47. Bukti P II INTV II 47 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 15382/ Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Biaya

am

ah k

Oktober

s/d

Desember

Sebesar

ah

A gu ng

2.314.325.215,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------

48. Bukti P II INTV II 48 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 16347/

DKA-TRF/IMM/VII/2010 Tanggal 23 Juli 2010, Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Biaya Universal Service Obligation (USO) Ditjen Postel Periode (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------

Januari s/d Juni 2010, Sebesar Rp. 3.745.128.984,00.

49. Bukti P II INTV II 49 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 18368/ Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Biaya Universal Service Obligation (USO) Ditjen Postel Periode Juli s/d Desember 2010, Sebesar Rp. 3.834.012.354,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); ---------50. Bukti P II INTV II 50 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 19645/ DKA-TRF/IMM/VIII/2011 Tanggal 22 Agustus 2011,

ka

ah

ep

ub

DKA-TRF/IMM/III/2011 Tanggal 15 Maret 2011, Tentang

lik

ng

Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 264

es

In do ne si
Rp.

Universal Service Obligation (USO) Ditjen Postel Periode

ep

DKA-TRF/IMM/III/2010 Tanggal 19 Maret 2010, Tentang

In do ne si a
Rp.

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Januari s/d Juli

b
Biaya Universal Service Obligation (USO) Ditjen Postel Periode Januari s/d Desember 2010, dan Kurang Bayar 51. Bukti P II INTV II 51 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 19577/

gu

ng

April s/d Agustus 2011, Sebesar Rp. 3..572.387.158. (Fotokopi sesuai dengan asli); -------------

DKA-TRF/IMM/VIII/2011 Tanggal 12 Agustus 2011, Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Periode Juni 2011, Sebesar

Biaya Universal Service Obligation (USO) Ditjen Postel

ah

52. Bukti P II INTV II 52 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 21106/ DKA-TRF/IMM/II/2012 Tanggal 23 Pebruari 2012,

am

Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Periode

ah k

ep
s/d s/d

Biaya Universal Service Obligation (USO) Ditjen Postel Desember 2011, Sebesar Rp.

53. Bukti P II INTV II 53 : Surat PT. Indosat Mega Media, Nomor : 22198/

A gu ng

DKA-TRF/IMM/VIII/2012 Tanggal 06 Agustus 2012, Tentang Pemindah Bukuan Dana, Untuk Pembayaran Periode Januari Juni 2012, Sebesar

Biaya Universal Service Obligation (USO) Ditjen Postel

1.875.353.575,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------

54. Bukti P II INTV II 54 : Print Screen, Capture dari Bakri Connectivity

ah

Telecom, Tbk. Yang Menyelenggarakan Layanan Internet dengan asli); ----------------------------------------------------------

ka

dari Bakrie Telecom (BTEL) yaitu dari PT. Bakrie Telecom, Tbk. Yang Menyelenggarakan Layanan Internet dengan Teknologi CDMA EVDO. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------------------------------

ah

ep

55. Bukti P II INTV II 55 : Print Screen, Capture dari Bakri Connectivity

ub

dengan Teknologi CDMA EVDO. (Fotokopi sesuai

lik

dari Bakrie Telecom (BTEL) yaitu dari PT. Bakrie

ng

Halaman 265 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 265

es

In do ne si
Rp.

4.904.943.712,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------

ub lik

3.100.779.233,00. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------

In do ne si a
Rp.

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Print Screen, Print Screen, Print Screen,

b
56. Bukti P II INTV II 56 : Print Screen, Capture dari Quasar yang Menyelenggarakan Layanan Internet. (Fotokopi sesuai 57. Bukti P II INTV II 57 :

ng

dengan asli); ----------------------------------------------------------

Capture

dari

Menyelenggarakan Layanan Internet dalam jaringan 3G. (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------Capture dari CBN

58. Bukti P II INTV II 58 :

ah

Menyelenggarakan Layanan Internet (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------------------------------

am

59. Bukti P II INTV II 59 :

ub lik
Capture dari

Menyelenggarakan Layanan Internet (Fotokopi sesuai dengan asli); ---------------------------------------------------------60. Bukti P II INTV II 60 : Print Screen, Capture dari Centrin Online yang Menyelenggarakan Layanan Internet (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------------------------------

ah k

ep

ah

A gu ng

61. Bukti P II INTV II 61 : Print Screen, Capture dari Centrin Online yang

Menyelenggarakan Layanan Internet (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------------------------------

62. Bukti P II INTV II 62 : Print Screen, Capture dari Centrin Online yang

Menyelenggarakan Layanan Internet (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------------------------------

dengan PT Quasar Jaringan Mandiri tentang Akses Internet dan VPN Quasar Melalui Jaringan 3,5/HSDPA/ UMTS/GPRS Indosat, Nomor Indosat : 039/C00-CC0/ LGL/09 Nomor Quasar : A3.MQC-OPR/ISAT/003/08

ka

ah

------------------------------------------------

64. Bukti P II INTV II 64 : Perjanjian Kerjasama antara PT Indosat, Tbk dengan PT Cyberindo Aditama tentang Akses Internet

ep

tanggal 16 Pebruari 2009 (Fotokopi sesuai dengan asli);

ub

lik

63. Bukti P II INTV II 63 : Perjanjian Kerjasama antara PT Indosat, Tbk

ng

dan VPN Quasar Melalui Jaringan 3,5/HSDPA/ UMTS/

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 266

es

In do ne si

In do ne si a
CBN yang yang CBN yang

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
MVNO, Nomor:

b
GPRS Indosat, Nomor Indosat : 038/C00-CC0/LGL/09 Nomor CBN : CBN/LGL-MKT/010/09 tanggal 16 Pebruari 65. Bukti P II INTV II 65 : Perjanjian Kerjasama Layanan MVNO Antara PT Mobile-8 Telecom, Tbk. Dengan PT Indosat Mega

gu

ng

2009 (Fotokopi sesuai dengan asli); -

Media tentang Penggunaan Layanan MVNO, Nomor : 139.M8/139.IM2.09/MKTT/V/2009 (Fotokopi

dengan asli); ----------------------------------------------------------

ah

66. Bukti P II INTV II 66 : Perjanjian Kerjasama Layanan Penyediaan

Layanan Akses Internet antara PT Mobile-8 Telecom dengan PT Indosat Mega Media tentang Penggunaan Layanan 087.m8/085.IM2.06/VIII/06

am

tanggal 15 Agustus 2006 (Fotokopi sesuai dengan asli); 67. Bukti P II INTV II 67 : Klipping Harian KONTAN, tanggal 3 Januari 2012 yang berjudul Kasus IM2 dan Dampak ke Industri

ah k

68. Bukti P II INTV II 68 : Klipping Detiknet, kolom Telematika tanggal 21

Desember 2012 yang berjudul Logika Galau Kejaksaan Agung di Kasus IM2 (Fotokopi dari fotokopi); --------------

69. Bukti P II INTV II 69 : Klipping Harian Suara Pembaharuan, Tanggal

28 Januari 2013 yang berjudul Lex Specialis dalam Kasus Indosat IM2 (Fotokopi dari fotokopi); --------------

70. Bukti P II INTV II 70 : Klipping Harian Kontan, tanggal 15 Januari 2013 yang berjudul Indonesia dan

ah

lik
dari

Ancaman

Internet

(Fotokopi

ka

71. Bukti P II INTV II 71 : Klipping Internet (Fotokopi dari fotokopi); --------72. Bukti P II INTV II 72 : Klipping Internet yang berjudul Dimana Duduk Perkara Kasus IM2? (Fotokopi dari fotokopi); -------------Menimbang, bahwa untuk mempertahankan dalil-dalil sangkalannya,

ah

ep

ub

-------------------------------------------

Halaman 267 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 267

surat-surat yang telah diberi materai cukup dan telah dilegalisir sehingga

ng

Tergugat I dan Tergugat II telah mengajukan bukti tertulis berupa fotokopi

es

In do ne si
tanpa fotokopi);

(Fotokopi dari fotokopi); -------------------------------------------

A gu ng

ep

ub lik

In do ne si a
sesuai

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Pidana Agung Agung

b
dapat dijadikan sebagai alat bukti yang sah dimana bukti-bukti Tergugat I dan II diberi tanda TI,TII 1 s/d TI, TII 32 adalah sebagai berikut :

ng

1.

Bukti TI,TII 1

: Surat Perintah Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Khusus Nomor:

Fd.1/01/2012 (Fotokopi sesuai dengan asli);

2.

Bukti TI,TII 2

: Surat Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan RI Nomor:

Fd.1 /01/2012 tanggal 31 Januari 2012 (Fotokopi sesuai dengan asli);

ah

-------------------------------------------------3. Bukti TI,TII 3

am

: Surat Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan RI Nomor: 1146/F.2/

Fd.1 /05/2012 tanggal 31 Mei 2012 perihal Bantuan untuk melakukan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dan Keterangan Ahli (Fotokopi sesuai

ah k

4.

Bukti TI,TII 4

: Surat Nomor : S-927/D6/01/2012 hal Bantuan

Menghitung Kerugian Keuangan Negara, yang ditujukan kepada JAMPIDSUS (Fotokopi sesuai dengan asli); --------------------------------------------------

5.

Bukti TI,TII 5 : Surat Tugas Deputi Investigasi

Nomor : ST-524/

D601/3/2012 tanggal 2 Oktober 2012 (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------------------Audit Penghitungan Kerugian

ah

6.

Bukti

TI,TII 6 : Laporan Hasil

Keuangan Negara atas Perkara Dugaan Tindak Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh

ka

(Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 268

es

D6/1/2012 (Fotokopi sesuai dengan asli); -----

7.

Bukti TI,TII 7

: Surat

Deputi

ep

PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2)

Investigasi

ub

Pidana

Korupsi

dalam

Penggunaan

lik

Nomor : SR-1024/

In do ne si
Jaringan

dengan Asli); --------------------------------------------------

A gu ng

ep

ub lik

In do ne si a
Print-04/F.2/ B-234/F.2/

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Pengadilan BPKP Nomor:

b
8. Bukti TI,TII 8 : Putusan Tinggi Tata Usaha

Negara

Jakarta Nomor : 197/B/2002/PT.TUN.JKT

9.

Bukti TI,TII 9

gu

ng

tanggal 17 Desember 2002 (Fotokopi sesuai dengan asli); --------------------------------------------------

: Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor : 28/G.TUN/2012/PTUN.JPR tanggal 6 Desember 2012, dengan Obyek Gugatan Surat Laporan Hasil Penghitungan (LHPKKN) dengan Kerugian Keuangan Perwakilan Provinsi

ah

tanggal 28 Juli 2011 tentang Hasil perhitungan Kerugian Keuangan Negara dalam pelaksanaan kegiatan Pembangunan Jalan dan Jembatan Ruas Kabupaten Keerom T.A.2007-2008 oleh BPKP

am

ah k

Perwakilan

ep
Richard 2009 DPC

Jalan Waley Molof pada Dinas Pekerjaan Umum

Provinsi

ub lik
Papua Riwoe, ST, tentang Partai

LHP-KKN-360/PW

(Fotokopi

dengan asli); --------------------------------------------------

A gu ng

10. Bukti TI,TII 10

: Penetapan Ketua PTUN Yogyakarta Nomor: 06/ G/2010/PTUN.YK tanggal 16 Juni 2010 dalam Perkara Gugatan Tata Usaha Negara antara Johanis MA.

Penggugat melawan

Kepala Perwakilan BPKP

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Para Tergugat, dengan Obyek Gugatan Surat Para

ah

Tergugat Nomor: S-3299/PW.12/5/2009 tanggal 6 Oktober Perhitungan Kerugian Keuangan Negara atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Bantuan Keuangan untuk Partai

ka

Anggaran 2006 dan 2007 (Fotokopi sesuai dengan

ah

ng

G/2010/PTUN-SMD tanggal 22 Desember 2010,

Halaman 269 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 269

es

11. Bukti TI,TII 11 : Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor: 21/

asli); -------------------------------------------------------------

ep

Politik

ub
Damai

lik
Sejahtera

In do ne si
sebagai Tahun

In do ne si a
Negara Papua 26/5/2011 sesuai

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Direktori tanggal 23

b
dari Putusan Mahkamah Agung, 12. Bukti TI,TII 12 : Rapat Kerja Nasional Mahkamah Agung RI dengan

putusan.mahkamahagung.go.id (Fotokopi sesuai dengan asli); --------------------------------------------------

Jajaran Pengadilan Tingkat Banding dari 4 (empat) Lingkungan Peradilan seluruh Indonesia Tahun

2009, yang telah dilaksanakan di Palembang dengan asli); --------------------------------------------------

tanggal 6 s.d. 10 Oktober 2009 (Fotokopi sesuai

ah

13. Bukti TI,TII 13 : Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 003/PUUIV/2006 (Fotokopi sesuai dengan asli); ---------------14. Bukti TI,TII 14 : Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 31/PUUX/2012 Oktober 2012 mengenai

am

ah k

permohonan uji materil Pasal 6 huruf a dan Penjelasan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002

Korupsi terhadap UUD 1945 yang diajukan oleh Ir.

ah

A gu ng

Eddie Widiono Suwondho, M.Sc. pada tanggal 21 Maret 2012 (Fotokopi sesuai dengan asli); -----------

15. Bukti TI,TII 15 : Peraturan Kepala BPKP Nomor:1314/K/D6/2012

tentang Pedoman Penugasan Bidang Investigasi (PPBI) (Fotokopi sesuai dengan asli); ------------------

16. Bukti TI,TII 16

: Putusan Sela Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Pid.Sus/TPK/2013/PN.JKT.PST (Fotokopi sesuai

17. Bukti TI,TII 17 : Penetapan

Hakim

ub
Pengadilan No. Reg. 27

dengan asli); -------------------------------------------------Tindak Pidana

ka

Nomor: 01/Pid.B/TPK/2013/PN.JKT.PST tanggal 04

ah

ng

JKT.SL/12/2012

tanggal

Desember

2012

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 270

es

18. Bukti TI,TII 18 : Surat

Januari 2013 (Fotokopi sesuai dengan asli); ----Dakwaan Perkara: PDS-23/

ep

Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

lik

pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 01/

In do ne si

tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana

ep

ub lik

In do ne si a

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Penuntut terhadap

b
dengan Terdakwa Indar Atmanto (Fotokopi sesuai 19. Bukti TI,TII 19 : Pendapat

dengan asli); --------------------------------------------------

Umum

atas

gu

(Eksepsi) Tim Penasehat Hukum Terdakwa Indar Atmanto Surat Dakwaan No.

Perkara: PDS-23/JKT.SL/12/2012 (Fotokopi sesuai dengan asli); --------------------------------------------------

ah

Undang Tentang Peradilan Tata Usaha Negara Buku I Beberapa Pengertian Dasar Hukum Tata Usaha Negara, Indroharto, S.H., Pustaka Sinar Harapan, Jakarta 2000 (Fotokopi sesuai dengan asli); ------------------------------------------------------------21. Bukti TI,TII 21 : Halaman 37 s/d 40, 207, 211, 213 s/d 217 Buku Usaha

am

ah k

ep
Memahami

ub lik
Undang

20. Bukti TI,TII 20

: Halaman 222, Buku Usaha Memahami Undang

Peradilan Tata Usaha Negara Buku II Beracara di

Pengadilan Tata Usaha Negara, Indroharto, S.H.,

Pustaka Sinar Harapan, Jakarta 2005 (Fotokopi sesuai dengan asli); -----------------------------------------

22. Bukti TI,TII 22 : Berita Sinar Harapan Online tanggal 05 Februari 2013, dengan judul Kejagung: Menkominfo

Jangan Campuri Proses Hukum (Fotokopi sesuai

ah

23. Bukti TI,TII 23 : Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 3/PUUketentuan Pasal 34 ayat (2a) huruf b UU Nomor 6

ka

terhadap Pasal 23E ayat (1) UUD 1945, khususnya

ah

ng

Halaman 271 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 271

es

pemerintah (Fotokopi sesuai dengan asli);------------

sepanjang

ep

Tahun 1983 jo UU Nomor : 28 Tahun 2007 menyangkut frasa atau instansi

ub

VI/2008

mengenai

permohonan

lik

dengan asli); --------------------------------------------------

In do ne si
pengujian

Undang

A gu ng

In do ne si a
Keberatan Reg. Tentang

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
korupsi

b
24. Bukti TI,TII 24 : Halaman 125 s.d. 130 dan halaman 146 s.d. 148 25. Bukti TI,TII 25 : Tanda pidana

buku Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP Penyidikan dan Penuntutan Edisi Kedua,

M. Yahya Harahap, s.h., Sinar Grafika, Jakarta, 2004 (Fotokopi sesuai dengan asli); --------------------

Terima dokumen perkara dugaan tindak dalam penggunaan

frekwensi radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh

PT Indosat dan PT Indosat Mega Media (IM2) dari

ah

Maret2012 (Fotokopi sesuai dengan asli); -----------26. Bukti TI,TII 26 : Surat permintaan data-data yang masih diperlukan untuk melakukan penghitungan kerugian keuangan pada PT Indosat Mega Media (IM2)

am

ah k

ep
294 SH.,

Negara atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam

penyelenggara jaringan bergerak selular IMT-2000

A gu ng

pada pita frekwensi radio 2,1 GHz dari Tim Auditor BPKP kepada Tim Penyidik Kasus TPK Jaringan (Fotokopi sesuai dengan asli);---------------------------s.d. dan 307 buku

Bergerak 3G (IM2) tanggal 17 Oktober 2012

27. Bukti TI,TII 27

: Halaman

Pembahasan KUHAP

Permasalahan

Penerapan

ah

Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi,

Peninjauan Kembali Edisi Kedua, M. Yahya Harahap, Sinar Grafika, Jakarta, 2005 (Fotokopi sesuai dengan asli); ---------------------------

ka

28. Bukti TI,TII 28

: Risalah

Pembahasan

Bantuan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara atas Dugaan TPK dalam penggunaan Jaringan

ah

Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2)

ep

ub

Ringkasan Hasil Audit

lik

ng

(Fotokopi sesuai dengan asli);----------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 272

es

In do ne si

penggunaan alokasi pita frekwensi radio bagi

ub lik

Kejaksaan Agung kepada BPKP pada bulan

In do ne si a
jaringan

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Tugas

b
29. Bukti TI,TII 29 : Surat Nomor: ST-185/D601/3/2012;

(Fotokopi sesuai dengan asli); ---------------------------

gu

ah

31. Bukti TI,TII 31

ng

30. Bukti TI,TI 30

: Audit Program Perhitungan Kerugian Keuangan Negara Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi

Dalam Penggunaan Jaringan Frekwensi Radio 2,1 GHz/Generasi Tiga (3G) Oleh PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) (Fotokopi sesuai dengan asli); --------------------------------------------------

: Berita Acara Pemeriksaan Lapangan hari Kamis tanggal 07 Juni 2012 yang menyimpulkan bahwa secara umum pada setting 3G prefer diperoleh

am

identifikasi pendudukan spectrum 2,1 GHz milik Indosat pada penggunaan modem dengan SIM Cust

ah k

ep
ID

Card paket layanan IM2 broadband broom 100 081410146784 No. USIM :

asli); -------------------------------------------------------------

ah

A gu ng

32. Bukti TI,TII 32

: Berita Acara Pemeriksaan Lapangan hari Kamis tanggal 29 Maret 2012 yang menyimpulkan bahwa secara umum pada setting 3G only diperoleh

identifikasi pendudukan spectrum 2,1 GHz milik Indosat pada penggunaan modem dengan SIM Card IM2 broadband broom kalong Cust ID

081464046507 No. SIM : 89620190000021207724 (Fotokopi sesuai dengan asli); ----------------------------

mengajukan 2 (dua) orang saksi bernama Sukria dan Fajar Ajisuryawan, Penggugat II Intervensi 1 dan 2 mengajukan satu orang saksi bernama Eddy Thoyib KGS dan juga Penggugat serta Penggugat II Intervensi 1 dan 2 secara bersama-sama mengajukan 4 (empat) orang Ahli bernama Dani

ka

ah

Sudarsono, DR. RONNY, S.Kom.,M.Kom.,M.H., Prof.DR.Philipus Hadjon, S.H.M.H., dan Ir. Nonot Harsono dimana para saksi dan Ahli dalam

ep

ub

Menimbang, bahwa Penggugat disamping mengajukan bukti tertulis

lik

ng

Halaman 273 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 273

es

In do ne si

89620190000027209823 (Fotokopi sesuai dengan

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Karyawan

b
persidangan telah memberikan keterangannya dibawah sumpah sebagai berikut ; -----------------------------------------------------------------------------------------1. SUKRIA (Kewarganegaraan Indonesia, jenis kelamin laki-laki, tempat

gu

lahir Kuningan, tanggal lahir 05 Januari 1968, alamat : KKDR. Barat Pekerjaan Indosat, Agama Islam);

Anggrek-3 Blok D1 No. 3, Kelurahan Tirta Jaya, Kota Depok, Jawa

-----------------------------------

ah

Bahwa sekitar bulan September 2012 s/d Nopember 2012 tidak ada pemeriksaan yang dilakukan oleh BPKP ke perusahaan IM2, begitu juga pemeriksaan fisik maupun data-data di kantor; ---------------------

am

ah k

tamu; --------------------------------------------------------------------------

dan struktur organisasi bagian keuangan dibagi tiga, yaitu bagian

ah

A gu ng

akutansi yang mencatat pembukuan perusahaan, kedua bagian finansial planning analisys yaitu bertugas mengontrol anggaran serta membuat analisys atas keuangan perusahaan, ketiga adalah

bagian treasury dan collection yang tugasnya adalah mengelola uang masuk dan uang keluar perusahaan; ---------------------------------

Bahwa sepengetahuan saksi PT.IM2 sebagai penyelenggara jasa

adapun jumlah BHP jastel yang telah dibayarkan kepada Negara sejak tahun 2006 sampai dengan 2012; -----------------------------------Bahwa dari Kominfo ada melakukan pemeriksaan- pemeriksaan ketika PT.IM2 melakukan pembayaran-pembayaran kewajiban BHP dan USO; ---------------------------------------------------------------------------Bahwa selama dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan oleh Kominfo, tidak pernah ada pelanggaran-pelanggaran yang

ka

ah

ep

ub

lik

telekomunikasi telah melaksanakan kewajibannya pada Negara,

ng

dilakukan oleh PT. M2; ----------------------------------------------------------

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 274

es

In do ne si

Bahwa saksi bertugas mengelola bagian keuangan perusahaan,

ep

Bahwa setiap tamu yang datang ke perusahaan harus mengisi buku

ub lik

Bahwa saksi bekerja di IM2 sejak bulan Mei tahun 2005; --------------

ng

Keterangan saksi Penggugat :

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
kewajiban

b
Bahwa menurut saksi tidak pernah ada tuntutan dari Menkoinfo tentang pembayaran

PT.IM2

selama

Bahwa saksi tidak mengetahui data apa saja yang diambil tapi

sebagian besar tahu, yaitu laporan keuangan tahun 2006 s/d 2011,

2.

ah

gu

laporan pembayaran BHP dan USO dari tahun 2006 s/d 2011; ------

FAJAR AJISURYAWAN (Kewarganegaraan Indonesia, jenis kelamin laki-laki, tempat lahir Ambarawa, tanggal lahir 10 Desember 1976, alamat : Emerald View Blok EP, Kelurahan Parigi, Tangerang, Pekerjaan Karyawan Indosat, Agama Islam); ----------------------------------Bahwa saksi bekerja di Indosat sejak tahun 2001, masuk di unit Hubungan Bisnis Dalam Negeri yang menangani interkoneksi antar operator, kemudian tahun 2004 masuk di bagian Regulatory menangani hubungan antara Indosat dengan Pemerintah namanya Kominfo, BI termasuk BPKP, kemudian tahun 2007 saksi masih di

ng

pembayaran BHP dan USO; ---------------------------------------------------

am

ah k

sekarang; ----------------------------------------------------------------------------

Bahwa saksi sekitar tahun 2012 itu ada pekerjaan lain, jadi tidak

terkait dengan kasus ini, pernah datang BPKP yaitu untuk melakukan audit atas kelebihan bayar BHP Frekwensi, tapi kalau audit terkait dengan kasus PT.IM2 tidak pernah, jadi Indosat ada

kelebihan bayar BHP Frekwensi sebesar Rp. 65 M kepada Pemerintah dan itu Kominfo sudah mengakui, itu terkait dengan CDMA; -------------------------------------------------------------------------------

ah

Bahwa menurut saksi terkait dengan kasus PT. IM2, BPKP tidak

Bahwa saksi menerangkan, konteks hubungan dengan Pemerintah

ka

ke Kementerian sehingga seluruh perizinan sebagian besar berasal

ah

ng

Komunikasi. Juga aspek kepatuhan kemudian aspek pelaporan Halaman 275 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 275

es

dengan perizinan Indosat karena Indosat bergerak di bidang

dari Kominfo Keuangan, kalau ke Kominfo itu tentunya terkait

ep

tugas di group saksi itu banyak, ada yang ke Kominfo, ada BI ada

ub

pernah dating melakukan audit; -----------------------------------------------

lik

In do ne si

unit yang sama di group yang sama tapi beda divisi

ep

ub lik

A gu ng

In do ne si a
melakukan sampai

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
saksi

b
segala macam disampaikan ke Kominfo, itu adalah tugas dari unit saksi; --------------------------------------------------------------------------------2,1 GHz; -----------------------------------------------------------------------------

ah

gu

Bahwa sepengetahuan saksi tidak pernah ada masalah dengan Kominfo terhadap Indosat karena di Kominfo sendiri juga dilakukan semacam diaudit oleh BPKP setiap tahun dan Indosat juga sering

terlibat sebagai operator, sehingga kalau ada masalah atau tidak pasti diketahui oleh BPKP dan sampai sekarang tidak ada masalah;

ng

Bahwa saksi mengetahui Indosat sebagai pengguna pita Frekwensi

am

Bahwa

sepengetahuan

ub lik
Menkominfo melakukan

menyampaikan kepada Indosat bahwa telah terjadi penggunaan frekuensi secara bersama-sama dengan PT.IM2; -----------------------Bahwa kewajiban bayar sekitar Rp. 2 Trilyun ini adalah terkait kewajiban PT Indosat kepada Negara, dan sudah termasuk pada yang digunakan oleh PT. IM2, jadi pita Frekwensi itu hanya dibayar

ah k

ep
pernah

oleh 1 (satu) pihak, pita Frekwensi itu hanya bisa digunakan oleh 1

(satu) pihak, karena kalau ada pihak lain yang menggunakan pita

Frekwensi yang sama pasti akan terjadi interferensi, sehingga tidak mungkin ada 2 (dua) pengguna untuk satu pita Frekwensi yang sama; --------------------------------------------------------------------------------Bahwa BPKP tidak pemeriksaan

penggunaan frekuensi bersama di Indosat, tidak ada observasi

ah

BPKP, tidak ada pemeriksaan fisik secara langsung oleh BPKP wawancara dengan saksi maupun kepada karyawan Indosat oleh

ka

kepada Indosat oleh BPKP; ----------------------------------------------------

ah

ng

laki, tempat lahir Wonogiri, tanggal lahir 09 Juli 1955, alamat : Emerald

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 276

es

EDDY THOYIB KGS (Kewarganegaraan Indonesia, jenis kelamin laki-

Keterangan saksi dari Penggugat Intervensi I dan Penggugat II Intervensi II

ep

BPKP terkait kerjasama, tidak ada analisys yang disampaikan

ub

yang mengambil dokumen terkait perjanjian kerjasama, tidak ada

lik

secara langsung oleh BPKP, tidak ada konfirmasi langsung oleh

In do ne si
atas

A gu ng

In do ne si a
tidak pernah

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
View Blok EP, Kelurahan Parigi, Tangerang, Pekerjaan Direktur Eksekutif pada Organisasi Masyarakat Telematika Indonesia, Agama Bahwa saksi mengetahui tentang dengan adanya pernyataan bersama komunitas TIK Indonesia sehubungan adanya dugaan

ah

gu

tindak pidana korupsi akibat adanya penggunaan Frekwensi 3G milik PT Indosat, Tbk. Oleh PT Indosat Mega Media tertanggal 24 Januari 2012, karena saksi pada saat itu hadir; ---------------------------

Bahwa ketika kasus ini berkembang dimana PT.IM2 dituduh telah

ng

Islam); --------------------------------------------------------------------------------------

merugikan keuangan Negara sebesar 1,3 Trilyun, Masyarakat Telekomunikasi secara spontan membahas masalah perjanjian Indosat dengan PT.IM2 baik secara yuridis maupun praktis sebagai bisnis yang common dan dari pembahasan tersebut antara PT. IM2 dengan PT. Indosat adalah common practice yang memang telah diatur dalam undang-undang dan justru memang didorong

ah k

am

Bahwa pola kerjasama yang dilaksanakan oleh PT.Indosat dengan PT.IM2 itu juga digunakan oleh perusahaan-perusahaan lain; --------

Bahwa perusahaan-perusahaan yang melakukan kerjasama persis dengan PT.Indosat dengan PT.IM2, seperti Media Telkom itu bekerjasama dengan Telkom, antara Radnet dengan Biznet itu persis sama dengan yang dilakukan Indosat dengan IM2; -------------

Bahwa saksi mendengar langsung, bahwa seluruh anggota kami

ah

membahas di dalam Mastel; ---------------------------------------------------

pertama adalah Telkomsel, Indosat kemudian XL dan ada AXIS,

ka

diperoleh melalui lelang; --------------------------------------------------------Bahwa sebelum kasus ini digelar di PTUN sudah diproses di dalam sidang Pengadilan pidana Tipikor mengenai kerjasama PT.Indosat

ah

ep

mereka yang punya hak jaringan 3G, hanya 4 Operator, yang

ub

Bahwa penyedia jaringan yang memiliki hak terhadap 3G ini, yang

lik

seperti Telkomsel melakukan hal yang sama, jadi kami juga

ng

dengan PT.IM2; -------------------------------------------------------------------Halaman 277 dari 314 halaman perkara Nomor: 231/G/2012/PTUN-JKT

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 277

es

In do ne si

oleh pemerintah; -------------------------------------------------------------------

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep
pemeriksaan

b
Bahwa Sdr. Indar Atmanto telah ditetapkan sebagai tersangka sekitar bulan Oktober tapi tidak tahu pasti, tapi saksi telah di Kejaksaan Agung, makanya kami mengeluarkan Joint Statemen pada Pebruari 2012; --------------------------------------------------------------

ah

Keterangan Ahli Penggugat, Penggugat II Intervensi 1 dan Penggugat II Intervensi 2. ------------------------------------------------------------------------------------1.

gu

Bahwa Saksi tidak mengetahui bahwa Laporan itu adalah atas permintaan dari Penyidik atau inisiatif dari BPKP; ------------------------

ng

mengikuti kasus ini sejak Januari 2012 ketika dilakukan Penyidikan

DANI SUDARSONO, (Kewarganegaraan Indonesia, Jenis kelamin Lakilaki, Lahir di Bandung, tanggal 04 September 1938, alamat Jl.Bunga Matahari Utama D7 Jatiwarna Indah Pondok Gede, Bekasi, Pekerjaan Akuntan Publik, Agama Islam); -----------------------------------------------------Bahwa Ahli pernah bekerja di BPKP sebelum BPKP berdiri Tahun 1983 berdasarkan Kepres No. 31 Tahun 1983, saya bekerja di BPKP sejak BPKP bernama Jawatan Akuntan Negara, kemudian menjadi Direktorat Akuntan Negara, kemudian menjadi Direktorat

ah k

am

Jenderal Pengawasan Keuangan Negara, salah satu Direktorat

Jenderal pada Departemen Keuangan. Kemudian pada Tahun 1983 BPKP lahir berdasarkan Kepres No. 31 Tahun 1983; ------------

Bahwa berdasarkan Kepres No. 31 Tahun 1983 BPKP sangatsangat mempunyai kewenangan untuk melakukan : Pertama

Pengawasan terhadap seluruh keuangan Negara baik APBN,

ah

atas kasus-kasus tertentu tindak pidana korupsi, kemudian BPKP pernyataan pendapat terhadap laporan keuangan APBN, APBD

ka

waktu itu; ----------------------------------------------------------------------------

ah

ng

pada Tahun 2000 keluar Kepres 166 yang tadinya BPKP itu suatu

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 278

es

sekarang, sedangkan kewenangannya sekarang sangat terbatas,

Bahwa mengenai kewenangan BPKP itu adalah dulu bukan

ep

dan lain sebagainya, jadi kewenangan BPKP luas dan besar sekali

ub

bisa

melakukan

akuntan

lik
untuk

APBD, BUMN, BUMD, kemudian mela