Anda di halaman 1dari 2

ULKUS DEKUBITUS Secara umum, ulcus decubitus (ulkus kulit, bedsores) adalah kerusakan kulit yang terjadi akibat

kekurangan aliran darah dan iritasi pada kulit yang menutupi tulang yang menonjol, dimana kulit tersebut mendapatkan tekanan. Kulit kaya akan pembuluh darah yang mengangkut oksigen ke seluruh lapisannya. Jika aliran darah terputus lebih dari 2-3 jam, maka kulit akan mati, yang dimulai pada lapisan kulit paling atas (epidermis). Penyebab dari berkurangnya aliran darah ke kulit adalah tekanan. Jika tekanan menyebabkan terputusnya aliran darah, maka kulit yang mengalami kekurangan oksigen pada mulanya akan tampak merah dan meradang lalu membentuk luka terbuka (ulkus). Ulkus dalam rongga mulut dapat diklasifikasikan menurut etiologinya menjadi ulkus rekuren, ulkus akibat infeksi, ulkus neoplastik, ulkus akibat gangguan hematologik, ulkus dermatologik, ulkus akibat gangguan granulomatosa, ulkus iatrogenik, dan ulkus akibat trauma atau ulkus traumatik. Definisi: 1. ulserasi akibat oklusi arteri atau tekanan yang lama. 2. Terminologi untuk ulkus traumatik dari mukosa oral. Etiologi 1. Trauma mekanik, dapat disebabkan oleh benda asing, malposisi gigi, supraposisi gigi, sisa akar yang tajam, ataupun perforasi radiks gigi sulung. 2. Trauma kimia, dan 3. Trauma termal Lokalisasi Lokasi ulkus dekubitus dapat dimana saja dalam mulut namun paling sering ditemukan pada tepi lateral lidah, mukosa buccal, bibir, dan fossa labioalveolar dan buccalveolar. Insidensi 1. Anak, akibat pergantian gigi sulung oleh gigi tetap terutama incisivus atas, bila gigi 4 dan 5 bawah terjadi ulkus pada mukosa bibir 2. Dewasa, pada tepi corona gigi tajam akibat trauma, gigi yang tumbuh terlalu ke buccal, sisa akar, pinggir cavitas yang dalam akibat karies 3. Orang tua, biasanya trauma disebabkan oleh protesa rahang atas/bawah Dasar Diagnosis Anamnesis Pasien mengeluh nyeri dari ringan sampai berat, bergantung pada kedalaman dan lokasi ulkus di dalam mulut. Pasien mempunyai riwayat trauma : Tergigit sendiri saat tidur, berbicara, atau makan Trauma mekanik baik sebab dari ekstra oral (benturan dengan benda lain), maupun dari intra oral (malposisi gigi) Trauma kimia, suhu. Gambaran mikroskopis dapat berupa area yang dilingkupi oleh membran fibrinopurulen, terdiri dari sel radang akut dan fibrin. Epitel squamous kompleks dapat mengalami hiperplasi dan daerah atipik. Dasar ulkus disusun oleh jaringan granulasi yang berproliferasi dengan area edema dan sebukan sel radang akut dan kronis. Terapi Penatalaksanaan terhadap ulkus bergantung pada penyebab ulkus, ukuran, tingkat keparahan dan lokasinya. Terapi ulkus yang disebabkan oleh trauma secara umum adalah menghilangkan faktor penyebab. Pada ulkus yang disebabkan trauma mekanik atau trauma suhu, biasanya akan sembuh sendiri dalam 10-14 hari. Lesi traumatik pada mukosa oral dapat diatasi dengan menghilangkan faktor penyebab. Trauma kimia dan suhu menyebabkan nyeri yang hebat pada mukosa oral, sehingga memerlukan analgesik selama penyembuhan. Terapi suportif seperti memperbaiki oral

higiene dan penggunaan obat kumur sangat disarankan. Modalitas terapi untuk ulkus traumatik adalah : Hindari faktor penyebab Gunakan pelindung mulut. Konsumsi diet lunak Kumur dengan NaCl hangat Aplikasi anestesi topikal atau pemberian obat kumur anestetik dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pada lesi. dalam. Rasa nyeri pada lesi dapat dikurangi dengan pemberian obat kumur anestetik. Pemberian antiseptik kumur seperti clorhexidine terbukti dapat mengurangi nyeri walaupun tidak begitu nyata. Antibiotik broad spectrum seperti penisilin dapat digunakan untuk mencegah infeksi sekunder oleh bakteri terutama jika lesi ulkus parah dan dalam. Bila penyebab ulkus dekubitus adalah gigi maloklusi atau supraposisi, dapat dilakukan ekstraksi gigi penyebab sesuai prosedur tetap sebagai berikut: a. Anestesi lokal b. Pencabutan c. pemberian tampon, digigit selama 1/2 jam d. antibiotika, analgetika (bila diperlukan) Paper by Ivan Selig BAGIAN ILMU PENYAKIT GIGI DAN MULUT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG 2013