P. 1
Reformasi Birokrasi Sebagai Bentuk Pengembangan Organisasi Pada Pemerintah Kota Medan Provinsi Sumatera Utara Dalam Upaya Otonomi Daerah

Reformasi Birokrasi Sebagai Bentuk Pengembangan Organisasi Pada Pemerintah Kota Medan Provinsi Sumatera Utara Dalam Upaya Otonomi Daerah

4.67

|Views: 6,975|Likes:
Dipublikasikan oleh Arif
Laporan
Laporan

More info:

Published by: Arif on Jul 23, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

REFORMASI BIROKRASI SEBAGAI BENTUK PENGEMBANGAN ORGANISASI PADA PEMERINTAH KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA DALAM UPAYA

OTONOMI DAERAH

Diajukan untuk memenuhi tugas laporan penelitian pada mata kuliah Pengembangan Organisasi

Disusun oleh:

Arif Beldwin Jansen S

(G1A02088)

JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2006

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rakhmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan analisis berupa makalah pada mata kuliah Pengembangan Organisasi yang berjudul ”REFORMASI BIROKRASI SEBAGAI BENTUK PENGEMBANGAN ORGANISASI PADA PEMERINTAH KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA DALAM UPAYA OTONOMI DAERAH” Tugas makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengembangan Organisasi. Semoga dengan dibuatnya makalah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap peningkatan kualitas kuliah Pengembangan Organisasi, dan pemahaman tentang bagaimana pengembangan organisasi publik berupa Pemerintah Kota Medan dalam peningkatan kinerjanya melayani publik pada masyarakat kota Medan. Tidak berlebihan kiranya bila makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Demikian harapan-harapan penulis bahwa laporan ini dapat memperkaya wawasan berpikir mahasiswa. Selain itu kami menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna karenanya saya menunggu saran dan kritik membangun untuk menyempurnakannya di masa yang akan datang.

Bandung, 27 Juli 2006

Arif Beldwin J. Sihombing (G1A02088)

i

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………………. DAFTAR ISI ………………………………………………………….... BAB I PENDAHULUAN…………………………………………….. I.1 Latar belakang masalah ………………………………….. . I.2 Otonomi Daerah Dalam Perspektif Politik………………... I.3 Konsep Desentralisasi ……...……………………………... I.4 Pemerintah Sebagai Organisasi Publik ………………….... I.5 Kota Medan Sebagai Daerah Otonom…………………….. I.6 Identifikasi Masalah………………………………………. BAB II ISI…………………………………………………………….. . II.1 Deskripsi Kota dan Masyarakat Kota Medan…………….. II.2 Struktur Organisasi Serta Visi dan Misi Pemerintah Kota Medan Masa Otonomi Daerah ………………………….... II.3 Tugas Pokok dan Fungsi (Tata Kerja) Lembaga Teknis Daerah dan Unit Kerja Pemerintah Kota Medan…………………… BAB III PEMBAHASAN……………………………………………….. III.1 Transformasi Kebijakan Pemerintah Kota Medan Terhadap Pembangunan Kota Medan……………………………….. III.2 Potensi Daerah Kota Medan………………………………. III.3 Indikator Makro Pembangunan Kota ……………..………. III.4 Program Pemerintah Kota Medan ……………….………... III.5 Analisa Kebijakan Otonomi Daerah Terhadap Restrukturisasi Pemerintah Daerah Kota Medan…………………………… BAB IV PENUTUP……………………………………………………..... IV.1 Kesimpulan ……………………………………………….... IV.2 Saran ……………………………………………………….. BAB V DAFTAR PUSTAKA……………………………………………..... 61 63 63 63 65 48 51 56 59 23 48 18 i ii 1 1 1 2 3 7 9 10 10

ii

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Otonomi daerah menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan perundang-undangan. Dengan otonomi daerah berarti telah memindahkan sebagian besar kewenangan yang tadinya berada di pemerintah pusat diserahkan kepada daerah otonom, sehingga pemerintah daerah otonom dapat lebih cepat dalam merespon tuntutan masyarakat daerah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Karena kewenangan membuat kebijakan (perda) sepenuhnya menjadi wewenang daerah otonom, maka dengan otonomi daerah pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pembangunan akan dapat berjalan lebih cepat dan lebih berkualitas. Keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah sangat tergantung pada kemampuan keuangan daerah (PAD), sumber daya manusia yang dimiliki daerah, serta kemampuan daerah untuk mengembangkan segenap potensi yang ada di daerah otonom. Terpusatnya SDM berkualitas di kota-kota besar dapat didistribusikan ke daerah seiring dengan pelaksanaan otonomi daerah, karena kegiatan pembangunan akan bergeser dari pusat ke daerah. Menguatnya isu Putra Daerahisme dalam pengisian jabatan akan menghambat pelaksanaan otonomi daerah, disamping itu juga akan merusak rasa persatuan dan kesatuan yang telah kita bangun bersama sejak jauh hari sebelum Indonesia merdeka. Oleh karena itu, bagaimana pemerintah daerah mampu membangun kelembagaan daerah yang kondusif, sehingga dapat mendesain standard Pelayanan Publik yang mudah, murah dan cepat. Untuk menciptakan kelembagaan pemerintah daerah otonom yang mumpuni perlu diisi oleh SDM yang kemampuannya tidak diragukan, sehingga merit system perlu dipraktikkan dalam pembinaan SDM di daerah. I.2. Otonomi Daerah Dalam Perspektif Politik Paradigma baru otonomi daerah, bila dicermati secara saksama satu `pesan` mendasar yang disampaikan adalah pentingnya memahami eksistensi kebijaksanaan otonomi daerah sebagai bagian dari agenda demokratisasi kehidupan bangsa. Dengan kata lain, mencoba kita untuk mengingatkan bahwa keberadaan

1

kebijaksanaan otonomi daerah harus tidak diartikulasi sebagai a final destination (tujuan akhir). Tetapi lebih sebagai mechanism (mekanisme) dalam menciptakan demokratisasi penyelenggaraan pemerintahan. Pada tataran teoritis, preposisi yang dikemukakan sebenarnya, bukan merupakan sesuatu yang `baru`. Karena hal tersebut telah menjadi argumen utama dari political decentralisation perspective (perspektif desentralisasi politik). Mawhood, 1987, misalnya secara tegas mendefinisikan desentralisasi sebagai devolusi kekuasaan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah, the devolution of power from central to local government. Oleh karenanya dapat dimengerti, bila Mawhood kemudian merumuskan tujuan utama dari kebijaksanaan desentralisasi sebagai upaya untuk mewujudkan political equality, local accountability, dan local responsiveness. Di antara prasyarat yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan tersebut adalah pemerintah daerah harus memiliki teritorial kekuasaan yang jelas (legal territorial of power); memiliki pendapatan daerah sendiri (local own income); memiliki badan perwakilan (local representative body) yang mampu mengontrol eksekutif daerah; dan adanya kepala daerah yang dipilih sendiri oleh masyarakat daerah melalui pemilu. Dengan rumusan definisi dan tujuan desentralissai seperti dikemukakan di atas, para pendukung political decentralisasi perspektif percaya bahwa keberadaan kebijaksanaan desentralisasi akan mampu menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis, atau apa yang disebut oleh Vincent Ostrom sebagai the features of a system of governance that would be appropriate to circumstance where people govern rather than presuming that government govern(1991:6). Argumen dasarnya adalah, dengan konsep tersebut diasumsikan society akan memiliki akses yang lebih besar dalam mengontrol penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Sementara, pada sisi lain, pemerintah daerah sendiri, akan lebih responsif terhadap berbagai tuntutan yang datang dari komunitasnya. I.3. Konsep Desentralisasi Bagi Indonesia, konsep desentralisasi politik di atas relatif sesuatu yang baru, dan pada konteks inilah bila ditelusuri latar belakang sejarah perkembangannya, akan diketahui bahwa semenjak dari awal, konsep desentraliasi di Indonesia tidak pernah merujuk pada perspektif desentralisasi politik. Tetapi lebih pada perspektif desentralisasi administrasi, administrative decentralisation perspective (John Legge, 1963; dan Maryanov, 1965). Kendati pada tingkat pernyataan, sering dikemukakan bahwa kebijaksanaan desentralisasi di Indonesia bertujuan untuk mempercepat proses demokratisasi di

2

tingkat lokal. Namun pada tingkat kenyataan, wewenang yang diserahkan kepada daerah sangat dibatasi dan kontrol pemerintah pusat atas daerah juga terlihat sangat ketat. (Maryanov 1965) telah melabeli fenomena ini sebagai Ideological vs Technical Orientation. Sementara, (Devay 1989) lebih memilih istilah ambivalesi antara keinginan desentralissai dan sentralisasi, untuk menjelaskan fenomena tersebut. Administrative decentralisation , mendefinisikan desentralisasi sebagai penyerahan wewenang (bukan kekuasaan) dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, the transfer of authority from central to local government (Diana, Conyer, 1984). Sedangkan tujuan utama dari kebijaksanaan desentralisasi itu sendiri lebih dititikberatkan pada upaya menciptakan efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah. Dengan dasar pemahaman seperti ini, kiranya dapat dimengerti bila aplikasi kebijaksanaan desentralisasi di Indonesia selama ini telah terpisah dari agenda demokratisasi, karena tekanan utamanya lebih pada upaya menciptakan efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah. I.4. Pemerintah Sebagai Organisasi Publik Organisasi publik memang berbeda dengan organisasi bisnis karena organisasi publik memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Organisasi publik tidak sepenuhnya otonomi tetapi dikuasai faktor-faktor eksternal. Organisasi publik secara resmi diadakan untuk pelayanan masyarakat. Organisasi publik tidak dimaksudkan untuk berkembang menjadi besar sehingga merugikan organisasi publik lain Kesehatan organisasi publik diukur melalui : a) b) 5. Kontribusinya terhadap tujuan politik. Kemampuan mencapai hasil maksimum dengan sumber daya yang tersedia. Kualitas pelayanan masyarakat yang buruk akan memberi pengaruh politik yang negatif / merugikan. (Azhar Kasim, 1993 : 20) Meskipun organisasi publik memiliki cirri-ciri yang berbeda dengan organisasi bisnis akan tetapi paradigma beru Administrasi Publik yang dipelopori oleh Ted Gabler dan David Osborne dengan karyanya "REINVENTING GOVERNMENT" telah memberikan inspirasi bahwa administrasi publik harus dapat beroperasi layaknya organisasi bisnis, efisien, efektif dan menempatkan masyarakat sebagai stake holder yang harus dilayani dengan sebaik-baiknya.

3

Beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan otonomi daerah antara lain pelayanan publik, formasi jabatan, pengawasan keuangan daerah dan pengawasan independen. A. Pelayanan Publik Pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah daerah akan mempengaruhi minat para investor dalam menanamkan modalnya di suatu daerah. Excelent Service harus menjadi acuan dalam mendesain struktur organisasi di pemerintah daerah. Dunia usaha menginginkan pelayanan yang cepat, tepat, mudah dan murah serta tarif yang jelas dan pasti. Pemerintah perlu menyusun standar pelayanan bagi setiap institusi (Dinas) di daerah yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat, utamanya dinas yang mengeluarkan perizinan bagi pelaku bisnis. Perizinan berbagai sector usaha harus didesain sedemikian rupa agar pengusaha tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk mengurus izin usaha, sehingga tidak mengorbankan waktu dan biaya besar hanya untuk mengurus perizinan. Deregulasi dan Debirokratisasi mutlak harus terus menerus dilakukan oleh Pemda, serta perlu dilakukan evaluasi secara berkala agar pelayanan publik senantiasa memuaskan masyarakat. Ada hasil penelitian tentang kualitas pelayanan yang perlu dijadikan pedoman oleh aparat pemda dalam melayani masyarakat di daerah Studi International menyatakan bahwa tiga 3-6 dari 10 pelanggan akan bicara secara terbuka kepada umum mengenai perlakuan buruk yang mereka terima. Pada akhirnya 6 dari 10 pelanggan akan mengkonsumsi barang atau jasa alternatif (Pantius D, Soeling, 1997,11). Hasil studi The Tehnical Assistens Research Program Institute menunjukkan: 95 % dari pelanggan yang dikecewakan tidak pernah mengeluh kepada perusahaan. Rata-rata pelanggan yang komplain akan memberitahukan kepada 9 atau 10, orang lain mengenai pelayanan buruk yang mereka terima. 70 % pelanggan yang komplain akan berbisnis kembali dengan perusahaan kalau keluhannya ditangani dengan cepat. (Pantius D. Soeling, 1997 : 11). Dengan demikian pelayanan memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga loyalitas konsumen, demikian pula halnya pelayanan yang diberikan oleh pemda kepada para pelaku bisnis. Bila merasa tidak mendapat

4

pelayanan yang memuaskan maka mereka akan dengan segera mencari daerah lain yang lebih kompetitif untuk memindahkan usahanya. Penilaian Kualitas Pelayanan menurut Konsumen menurut Zeitmeml Para suraman Berry yang dikutip oleh Amy YS. Rahayu penilaian kualitas pelayanan oleh konsumen adalah sebagai berikut : Indikator kualitas pelayanan menurut konsumen ada 5 dimensi berikut (Amy Y.S. Rahayu, 1997:11): i. ii. iii. iv. v. Tangibles: kualitas pelayanan berupa sarana fisik kantor, komputerisasi Administrasi, Ruang Tunggu, tempat informasi dan sebagainya. Realibility: kemampuan dan keandalan dalam menyediakan pelayanan yang terpercaya. Responsivness: kesanggupan untuk membantu dan menyediakan pelayanan secara cepat dan tepat serta tanggap terhadap keinginan konsumen. Assurance: kemampuan dan keramahan dan sopan santun dalam meyakinkan kepercayaan konsumen. Emphaty: sikap tegas tetapi ramah dalam memberikan payanan kepada konsumen. Pengisian Formasi Jabatan Formasi jabatan di pemerintah daerah Tk. I maupun Tk. II ada yang bertambah akan tetapi ada juga yang berkurang, karena harus disesuaikan dengan kemampuan daerah untuk membiayai perangkat daerah (dinas) sesuai dengan besarnya pendapatan asli daerah yang dimiliki. Pengisian formasi jabatan baik untuk jabatan politik maupun untuk jabatan karir di Instansi daerah sering diwarnai dengan menguatnya isu putra daerah. Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah menyatakan otonomi daerah sering menimbulkan berbagai gejolak biasanya terkait dengan proses pemilihan kepala daerah dan pertanggung jawaban kepala daerah. (Republika, 10 Januari 2001). Demokrasi menuntut adanya sikap dewasa dan rasional serta sanggup untuk menerima adanya perbedaan pendapat termasuk kekalahan dari calon atau partai yang didukungnya. Sepanjang proses pemilihan Kepala Daerah telah dilakukan secara demokratis dengan mengikuti aturan main yang telah ditetapkan maka semua pihak harus siap menerima apapun hasilnya. Dalam demokrasi ada idiom yang menyatakan bahwa tidak mungkin suatu pilihan memuaskan semua orang. Sepanjang pemilihan itu telah memuaskan dan diterima oleh sebagian besar masyarakat maka hasilnya harus diterima dan disahkan sebagai keputusan yang legal. Teror, ancam-mengancam secara fisik dan psikis merupakan manifestasi dari sikap yang belum dewasa dalam berdemokrasi,

B.

5

sehingga hal ini harus dihindarkan dalam praktek-praktek politik di era reformasi saat ini. Untuk pengisian formasi jabatan karir pemda hendaknya mengedepankan profesionalisme sehingga tidak terjebak pada fanatisme sempit berupa kesukuan, sebab bila hal ini yang ditonjolkan oleh pemda maka selain merugikan pemda sendiri, juga akan mengusik rasa persatuan dan kesatuan bangsa yang telah sejak lama dibangun dan diperjuangkan bahkan jauh sebelum kemerdekaan RI. Strategi pengisian formasi jabatan yang paling valid, adil dan layak di daerah adalah dengan mengadakan Fit and Proper Test secara obyektif kepada setiap calon, tanpa melihat dari mana suku dan daerahnya yang penting masih warga negara Indonesia. Hal ini akan mampu menekan isi kesukuan yang sudah tidak relevan lagi untuk dipertahankan di era GLOBALISASI karena keaslian dan kesukuan tidak akan menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas. Selaiknya dengan profesionalisme akan dapat memberikan kinerja yang unggul karena pendekatan yang bersifat primordial adalah masa lalu yang harus segera ditinggalkan. Pembinaan pegawai di pemerintah daerah harus sudah menerapkan merit system agar kinerja pemda dapat menjadi clean government di tingkat lokal sebagai sumbangan untuk menciptakan clean government secara Nasional. C. Pengawasan Keuangan di Daerah Pelaksanaan otonomi daerah telah mengakibatkan terjadinya pergeseran peran dari Departemen yang berada di Pusat ke Dinas-dinas di daerah. Demikian juga pelaksanaan proyek-proyek pembangunan yang dahulu dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dengan Pemimpin Proyek yang diangkat dan ditunjuk oleh Menteri., kini telah diserahkan kewenangan untuk mengangkat dan menunjuk Pimpro kepada pemerintah daerah. Diserahkannya kewenangan pelaksanaan proyek ke daerah berarti diserahkan pula kewenangan pengelolaan keuangan negara yang cukup besar kepada daerah. Sementara tugas pelaksanaan kegiatan dari Departemen secara berangsur-angsur akan menciut dan tinggal pembinaan dengan pembuatan standar-standar baku. Meningkatnya jumlah anggaran yang dikelola di daerah perlu dibarengi dengan peningkatan kemampuan pengawasan keuangan di daerah . Sebab membengkaknya anggaran di pemda bila tidak diikuti dengan pengawasan keuangan yang memadai tidak tertutup kemungkinan akan

6

menyuburkan praktek KKN di daerah. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan pengawasan keuangan di daerah diperlukan pendistribusian aparat pengawasan (Itjen dan BPKP) ke daerah tingkat I maupun TK II. Pengawasan keuangan di daerah tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada DPRD sebab DPRD bersifat politis dan tidak semua anggota DPRD memiliki staf ahli yang mampu dan menguasai seluk beluk pelaksanaan keuangan daerah. D. Lembaga Pengawasan Independen Untuk mengawasi kinerja DPRD yang kini berfungsi sebagai independen yang bertugas memantau kinerja DPRD. Kewenangan yang cukup besar yang dimiliki oleh DPRD ini dapat saja disalahgunakan untuk kepentingan para anggota DPRD sendiri, sementara kepentingan rakyat tetap saja terabaikan. Tugas dari lembaga ini adalah untuk menekan praktekpraktek politik yang kolusif yang dilakukan oleh DPRD dan Kepala Daerah. Pada saat penyusunan RAPBD dan penyampaian Laporan Pertangungjawaban Kepala Daerah kepada DPRD, adalah saat yang kritis dan perlu mendapat perhatian serius dari segenap lapisan masyarakat agar tidak terjadi persekongkolan politik yang merugikan kepentingan masyarakat.

I.5.

Kota Medan Sebagai Daerah Otonom Secara konstitusional Negara Indonesia dibagi dalam daerah provinsi dan

daerah yang lebih kecil (Kota/Kabupaten). Masing-masing daerah pada dasarnya memiliki sifat otonom dan administratif. Adanya daerah, menjadikan adanya pemerintahan daerah. Pertimbangan situasional, historis, politis, psikologis dan teknis pemerintahan merupakan latar belakang pemikiran strategis perlunya pemerintahan daerah di Indonesia. Suasana kejiwaan dan kebatinan inilah yang pada dasarnya menjadi semangat penyusunan dan diberlakukannya UU Nomor 22 Tahun 1999 dan UU Nomor 25 Tahun 1999, yang saat ini berlaku sebagai dasar-dasar penyelenggaraan pemerintahan di daerah, dengan prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, pemerataan, keadilan dan memperhatikan potensi dan keanekaragaman daerah. Adanya pemerintahan daerah berkonsekuensi adanya Pemerintah Daerah. Pemerintah Daerah Kota Medan adalah Walikota Medan beserta perangkat daerah

7

otonom yang lain sebagai Badan Eksekutif Kota Medan. Secara garis besar struktur organisasi Pemerintah Kota Medan, dapat digambarkan sebagai berikut : Fungsi Pemerintah Kota Medan pada dasarnya dapat dibagi ke dalam 5 (lima) sifat, yaitu : 1) Pemberian Pelayanan, 2) Fungsi Pengaturan (Penetapan Perda), 3) Fungsi Pembangunan, 4) Fungsi Perwakilan (dalam berinteraksi dengan pemerintah Propinsi/Pusat), 5) Fungsi Koordinasi dan Perencanaan Pembangunan Kota. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan desentralisasi dan otonomi daerah, Pemerintah Kota Medan menyelenggarakan 2 (dua) bidang urusan, yaitu : 1) Urusan pemerintahan teknis yang pelaksanaannya diselenggarakan oleh dinas-dinas daerah, (Dinas Kesehatan. Pekerjaaan Umum, dll) dan 2) Urusan pemerintahan umum, yang terdiri dari: Kewenangan mengatur yang diselenggarakan bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan sebagai Badan Legislatif Kota. Kewenangan yang tidak bersifat mengatur (segala sesuatu yang dicakup dalam kekuasaan melaksanakan kesejahteraan umum), yang diselenggarakan oleh walikota sebagai pimpinan tertinggi dalam Badan Eksekutif Kota.

Berdasarkan fungsi dan kewenangan tersebut, Walikota Medan membawahi (pimpinan eksekutif tertinggi) seluruh instansi pelaksana Eksekutif Kota. I.6. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan tersebut, maka dapat teridentifikasikan wacana berupa:

8

1. Upaya apakah yang ditempuh Pemerintah Daerah Kota Medan dalam meningkatkan kinerjanya sebagai organisasi publik dalam upaya otonomi daerah? 2. Bagaimanakah pengejawantahan restrukturisasi organisasi Pemerintah Daerah Kota Medan dalam pengembangan organisasi?

BAB II ISI II.1. Deskripsi Kota dan Masyarakat Kota Medan

9

A.

Sejarah Kota Medan Pada awal perkembangannya merupakan sebuah kampung kecil

bernama "Medan Putri". Perkembangan Kampung "Medan Putri" tidak terlepas dari posisinya yang strategis karena terletak di pertemuan sungai Deli dan sungai Babura, tidak jauh dari jalan Putri Hijau sekarang. Kedua sungai tersebut pada zaman dahulu merupakan jalur lalu lintas perdagangan yang cukup ramai, sehingga dengan demikian Kampung "Medan Putri" yang merupakan cikal bakal Kota Medan, cepat berkembang menjadi pelabuhan transit yang sangat penting. Semakin lama semakin banyak orang berdatangan ke kampung ini dan isteri Guru Patimpus yang mendirikan kampung Medan melahirkan anaknya yang pertama seorang laki-laki dan dinamai si Kolok. Mata pencarian orang di Kampung Medan yang mereka namai dengan si Sepuluh dua Kuta adalah bertani menanam lada.Tidak lama kemudian lahirlah anak kedua Guru Patimpus dan anak inipun laki-laki dinamai si Kecik. Pada zamannya Guru Patimpus merupakan tergolong orang yang berfikiran maju. Hal ini terbukti dengan menyuruh anaknya berguru (menuntut ilmu) membaca Alqur’an kepada Datuk Kota Bangun dan kemudian memperdalam tentang agama Islam ke Aceh. Keterangan yang menguatkan bahwa adanya Kampung Medan ini adalah keterangan H. Muhammad Said yang mengutip melalui buku Deli In Woord en Beeld ditulis oleh N.Ten Cate. Keterangan tersebut mengatakan bahwa dahulu kala Kampung Medan ini merupakan Benteng dan sisanya masih ada terdiri dari dinding dua lapis berbentuk bundaran yang terdapat dipertemuan antara dua sungai yakni Sungai Deli dan sungai Babura. Rumah Administrateur terletak diseberang sungai dari kampung Medan. Kalau kita lihat bahwa letak dari Kampung Medan ini adalah di Wisma Benteng sekarang dan rumah Administrateur tersebut adalah kantor PTP IX Tembakau Deli yang sekarang ini. Sekitar tahun 1612 setelah dua dasa warsa berdiri Kampung Medan, Sultan Iskandar Muda yang berkuasa di Aceh mengirim Panglimanya bernama Gocah Pahlawan yang bergelar Laksamana Kuda Bintan untuk menjadi pemimpin yang mewakili kerajaan Aceh di Tanah Deli. Gocah Pahlawan membuka negeri baru di Sungai Lalang, Percut. Selaku Wali dan Wakil Sultan Aceh serta dengan memanfaatkan kebesaran imperium Aceh, Gocah Pahlawan berhasil memperluas wilayah kekuasaannya, sehingga meliputi Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kecamatan Medan Deli sekarang. Dia juga mendirikan kampung-kampung Gunung

10

Klarus, Sampali, Kota Bangun, Pulau Brayan, Kota Jawa, Kota Rengas Percut dan Sigara-gara. Dengan tampilnya Gocah pahlawan mulailah berkembang Kerajaan Deli dan tahun 1632 Gocah Pahlawan kawin dengan putri Datuk Sunggal. Setelah terjadi perkawinan ini raja-raja di Kampung Medan menyerah pada Gocah Pahlawan. Gocah Pahlawan wafat pada tahun 1653 dan digantikan oleh puteranya Tuangku Panglima Perunggit, yang kemudian memproklamirkan kemerdekaan Kesultanan Deli dari Kesultanan Aceh pada tahun 1669, dengan ibukotanya di Labuhan, kira-kira 20 km dari Medan. Jhon Anderson seorang Inggris melakukan kunjungan ke Kampung Medan tahun 1823 dan mencatat dalam bukunya Mission to the East Coast of Sumatera bahwa penduduk Kampung Medan pada waktu itu masih berjumlah 200 orang tapi dia hanya melihat penduduk yang berdiam dipertemuan antara dua sungai tersebut. Anderson menyebutkan dalam bukunya “Mission to the East Coast of Sumatera“ (terbitan Edinburg 1826) bahwa sepanjang sungai Deli hingga ke dinding tembok mesjid Kampung Medan di bangun dengan batu-batu granit berbentuk bujur sangkar. Batubatu ini diambil dari sebuah Candi Hindu Kuno di Jawa. Pesatnya perkembangan Kampung "Medan Putri", juga tidak terlepas dari perkebunan tembakau yang sangat terkenal dengan tembakau Delinya, yang merupakan tembakau terbaik untuk pembungkus cerutu. Pada tahun 1863, Sultan Deli memberikan kepada Nienhuys Van der Falk dan Elliot dari Firma Van Keeuwen en Mainz & Co, tanah seluas 4.000 bahu (1 bahu = 0,74 ha) secara erfpacht 20 tahun di Tanjung Sepassi, dekat Labuhan. Contoh tembakau deli. Maret 1864, contoh hasil panen dikirim ke Rotterdam di Belanda, untuk diuji kualitasnya. Ternyata daun tembakau tersebut sangat baik dan berkualitas tinggi untuk pembungkus cerutu. Kemudian di tahun 1866, Jannsen, P.W. Clemen, Cremer dan Nienhuys mendirikan de Deli Maatscapij di Labuhan. Kemudian melakukan ekspansi perkebunan baru di daerah Martubung, Sunggal (1869), Sungai Beras dan Klumpang (1875), sehingga jumlahnya mencapai 22 perusahaan perkebunan pada tahun 1874. Mengingat kegiatan perdagangan tembakau yang sudah sangat luas dan berkembang, Nienhuys memindahkan kantor perusahaannya dari Labuhan ke Kampung "Medan Putri". Dengan demikian "Kampung Medan Putri" menjadi semakin ramai dan selanjutnya berkembang dengan nama yang lebih dikenal sebagai "Kota Medan".

11

B.

Demografi dan Komposisi Penduduk Garis-garis Besar Haluan Negara menyatakan bahwa jumlah

penduduk yang besar dan berkualitas akan menjadi modal dasar yang efektif bagi pembangunan nasional. Namun dengan pertumbuhan yang pesat sulit untuk meningkatkan mutu kehidupan dan kesejahteraan secara layak dan merata. Hal ini berarti bahwa penduduk yang besar dengan kualitas yang tinggi tidak akan mudah untuk dicapai. Program kependudukan di kota Medan seperti halnya di daerah Indonesia lainnya meliputi: pengendalian kelahiran, penurunan tingkat kematian bayi dan anak, perpanjangan usia harapan hidup, penyebaran penduduk yang seimbang serta pengembangan potensi penduduk sebagai modal pembangunan yang terus ditingkatkan. Komponen kependudukan umumnya menggambarkan berbagai dinamika sosial yang terjadi di masyarakat, baik secara sosial maupun kultural. Menurunnya tingkat kelahiran (fertilitas) dan tingkat kematian (mortalitas), meningkatnya arus perpindahan antar daerah (migrasi) dan proses urbanisasi, termasuk arus ulang alik, akan mempengaruhi kebijakan kependudukan yang diterapkan.
JUMLAH, LAJU PERTUMBUHAN DAN KEPADATAN PENDUDUK DI KOTA MEDAN TAHUN 2001 – 2005

Jumlah Tahu Laju Pertumbuhan Pendudu Penduduk n k [1] [2] [3] 2001 1.926.052 1,17 2002 1.963.086 1,94 2003 1.993.060 1,51 2004 2.006.014 0,63 2005 2.036.018 1,50
Sumber BPS Kota Medan

Luas Wilayah (KM²) [4] 265,10 265,10 265,10 265,10 265,10

Kepadatan Penduduk (Jiwa/KM²) [5] 7.267 7.408 7.520 7.567 7.681

Berdasarkan data tabel di atas diketahui bahwa selama tahun 2001 s/d tahun 2005 jumlah penduduk Kota Medan cenderung mengalami peningkatan yaitu dari 1,92 juta jiwa pada tahun 2001 menjadi 2,03 juta jiwa pada tahun 2005. Demikian juga kepadatan penduduk Kota Medan, meningkat dari 7.267 jiwa/Km 2 pada tahun 2001 menjadi 7.681 jiwa/Km 2 tahun 2005. Peningkatan laju pertumbuhan penduduk ini dipengaruhi oleh meningkatnya derajat kehidupan sosial masyarakat khususnya di bidang pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

12

Faktor lain yang juga secara berarti mempengaruhi peningkatan laju pertumbuhan penduduk adalah meningkatnya arus urbanisasi dan commuters serta kaum pencari kerja ke Kota Medan. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, faktor utama yang menyebabkan komutasi ke Kota Medan adalah adanya pandangan bahwa : (1) bekerja di kota lebih bergengsi (2) di kota lebih gampang mencari pekerjaan, (3) Tidak ada lagi yang dapat diolah (dikerjakan) di daerah asalnya, dan (4) upaya mencari nafkah yang lebih baik. Walaupun selama periode tahun 2001 s/d tahun 2005, pertumbuhan penduduk Kota Medan cenderung meningkat, tetapi pertambahannya relatif sedikit yaitu rata-rata 1,35% per tahun. Pertambahan penduduk yang relatif kecil, tidak terlepas dari upaya dan kebijakan pengendalian kelahiran, melalui program Keluarga Berencana (KB) sehingga cenderung menjadikan angka kelahiran menurun. Ciri lain kependudukan Kota Medan adalah besarnya arus commuters di Kota Medan. Jumlah penduduk Kota Medan pada siang hari diperkirakan mencapai 2,5 juta jiwa, sedang pada malam hari diperkirakan 2.036.180 jiwa. Hal ini berpengaruh terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan pelayanan umum yang harus disediakan secara keseluruhan. Bila arus commuters cenderung mendorong terjadinya peningkatan jumlah penduduk, maka peningkatan derajat pendidikan masyarakat secara umum menyebabkan angka pertumbuhan penduduk selama periode 2001 2005 berada pada persentase yang relatif kecil. Peningkatan derajat pendidikan masyarakat secara langsung meningkatkan rata-rata pendidikan “calon orang tua” yang akan memasuki kehidupan rumah tangga. Melalui tingkat pendidikan yang semakin memadai, apresiasi, dan pandangan masyarakat terkait dengan upaya peningkatan kesejahteraan keluarga juga semakin meningkat. Pandangan bahwa jumlah anggota keluarga yang tidak terlalu besar akan memudahkan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, karena beban ekonomi yang harus dipikul menjadi lebih ringan, telah mendorong Pasangan Usia Subur (PUS) cenderung mengikuti konsep untuk menjadi Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS). Sebahagian PUS baru, bahkan memilih untuk menunda kelahiran dengan berbagai alasan ekonomi (bekerja) ataupun alasan sosial dan physikologis lainnya. Kebijakan pembangunan kota selama periode tahun 2001 s/d tahun 2005 juga dipengaruhi komposisi penduduk Kota Medan, baik sebagai obyek

13

maupun subjek pembangunan. Keterkaitan komposisi penduduk dengan upaya-upaya pembangunan kota yang dilaksanakan, didasarkan kepada kebutuhan pelayanan yang harus disediakan kepada masing-masing kelompok penduduk, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan bahkan pelayanan kesejahteraan sosial lainnya.
PERSENTASE JUMLAH PENDUDUK KOTA MEDAN MENURUT KELOMPOK UMUR TAHUN 2001 – 2005

Kelompok Umur [1] 0 - 19 20 - 39 40 - 59 60 + Jumlah
Sumber BPS Kota Medan

TAHUN 2001 2002 2003 *) 2004 *) 2005 **) [2] [3] [4] [5] 38,00 37,31 17,89 6,80 100 [6] 41,00 37,80 16,25 4,95 100

41,00 40,74 40,48 37,79 35,40 35,40 16,25 17,89 17,89 4,95 5,97 100 100 5,97 100

Keterangan :*)Angka Perbaikan **) Angka Sementara

Berdasarkan data tabel di atas, diketahui komposisi kelompok umur anak (0 – 19 tahun) pada tahun 2005 diperkirakan sebanyak 41,00%, proporsi penduduk usia 20 – 39 tahun sebesar 37,80%, untuk kelompok dewasa sebesar 16,25%, dan penduduk lansia sebesar 4,95%. Proporsi anak-anak dalam kelompok penduduk Kota Medan cenderung mengalami peningkatan, yaitu 41,00% dari total jumlah penduduk. Besarnya proporsi dan jumlah penduduk anak-anak ini berimplikasi meningkatnya kebutuhan prasarana dan sarana pendidikan yang harus disediakan, baik kualitas maupun kuantitasnya. Di samping memenuhi kebutuhan pendidikan anak dan remaja, maka kebijakan yang ditempuh selama periode 2001 - 2005 juga diarahkan untuk dapat meningkatkan status gizi anak, pengendalian tingkat kenakalan anak dan remaja, dan lain-lain. Upaya ini diharapkan dapat terus mempersiapkan masa depan anak dan remaja, dengan kualitas sumber daya manusia yang semakin tinggi. Ciri penting lainnya dari penduduk Kota Medan adalah kemajemukan agama, adat istiadat, seni budaya dan suku yang sangat heterogen. Oleh karenanya, salah satu ciri utama masyarakat Kota Medan adalah “terbuka”. Pluralisme kependudukan ini juga yang menjadikan sebahagian mereka yang berkunjung ke Kota Medan

14

mendapat kesan Miniatur Indonesia di Kota Medan, ditambah dengan “Melting

Potnya Kebudayaan Bangsa”.
B. Informasi Umum Dapat dipastikan fungsi dan peranan strategis suatu daerah akan banyak dipengaruhi geografis daerah, baik peran politisnya maupun ekonomisnya. Untuk itulah kedudukan Kota Medan dilihat secara fisiografi, iklim maupun keberadaan sungai-sungainya. 1. Geografis Dengan luas 26.510 hektar (265,10 km²) atau 3,65% dari luas keseluruhan Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah penduduk 2.036.018 jiwa (data BPS 2005), Kota Medan berada pada letak 3º 30' - 3º 43' lintang utara dan 98º 35' - 98º 44' bujur timur. Untuk itu topografinya Kota Medan cenderung miring ke Utara dan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Disamping itu secara administratif Kota Medan berbatasan dengan: Kabupaten Deli Serdang di sebelah Barat, Timur dan Selatan Selat Malaka di sebelah Utara Secara Relatif Deli Serdang memiliki daya dukung Sumber Daya Alam yang relatif besar. Karenanya Kota Medan perlu mengembangkan kerja sama dan kemitraan yang sejajar, saling menguntungkan, saling memperkuat dengan daerah sekitarnya. Disamping itu adanya Selat Malaka tentunya menjadikan Kota Medan memiliki potensi perikanan dan kelautan yang dapat dikembangkan lebih baik. Kota Medan berkembang pesat terutama di pusat kota sebagai Pusat Perdagangan, Pelayanan, Perbankan dan Perkantoran Kota Medan secara fisik mengalami perkembangan secara cepat ke arah Barat, Selatan dan Timur. Meliputi area sekitar 3.375 Ha. Kebijakan Tata Ruang yang ditetapkan dalam kebijakan jangka panjang adalah merupakan arahan dalam garis besar Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Sumatera Utara. Dari luas wilayah Kota Medan dapat dipersentasekan sebagai berikut: Pemukiman 36,3 % Perkebunan 3,1 % Lahan Jasa 1,9 % Sawah 6,1 % Perusahaan 4,2 % Kebun Campuran 45,4 % Industri 1,5 % Hutan Rawa 1,8 %

15

Secara administratif Kota Medan di sebelah Barat, Timur dan Selatan berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang, disebelah Utara berbatasan langsung dengan Selat Malaka, yang diketahui merupakan salah satu lintas laut paling sibuk (padat) di dunia. Secara relatif Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu daerah yang kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA), khususnya di bidang perkebunan dan kehutanan. Karenanya secara geografisnya Kota Medan didukung oleh daerah-daerah yang kaya sumber alam seperti Deli Serdang, Labuhan Batu, Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Karo, Binjai dan lain-lain. Kondisi ini menjadikan Kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar, saling menguntungkan dan saling memperkuat dengan daerah-daerah sekitarnya. Disamping itu sebagai daerah yang berada pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, maka Kota Medan memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri (ekspor-impor). Posisi geografis Kota Medan ini telah mendorong perkembangan kota dalam 2 (dua) kutub pertumbuhan secara fisik, yaitu daerah terbangun Belawan dan pusat Kota Medan saat ini. 2. Iklim Kota Medan mempunyai iklim tropis dengan suhu minimum menurut Stasiun Polonia pada tahun 2004 berkisar antara 22,7º C - 24,1º C dan suhu maksimum berkisar antara 31,0º C - 33,7º C serta menurut Stasiun Sampali suhu minimumnya berkisar antara 23,3º C - 24,4º C dan suhu maksimum berkisar antara 30,9º C - 33,6º C. Berdasarkan pengukuran stasiun klimatologi Polonia, curah hujan di Kota Medan tahun 2004 menurut Stasiun Polonia mencapai rata-rata 2.507 mm dengan hari hujan sebanyak 228 hari serta menurut Stasiun Sampali mencapai rata-rata 2.055 mm dengan hari hujan sebanyak 189 hari. Selanjutnya mengenai kelembaban udara di wilayah Kota Medan rata-rata berkisar antara 78 - 80%. Dan kecepatan angin rata-rata sebesar 0,40 m/sec sedangkan rata-rata total laju penguapan tiap bulannya 104,5 mm. Hari hujan di Kota Medan pada tahun 2004 rata-rata per bulan 19 hari dengan rata-rata curah hujan menurut Stasiun Sampali per bulannya 171,2 mm dan pada Stasiun Polonia per bulannya 208,9 mm. 3. Sungai-Sungai

16

Secara geografis Kota Medan juga merupakan jalur sungai. Paling tidak ada 8 (delapan) sungai yang melintasinya, yaitu : Sungai Belawan Sungai Badra Sungai Sikambing Sungai Pulih Sungai Babura Sungai Deli Sungai Sulang-Saling / Sei Kera

Kemanfaatan terbeser dari sungai-sungai ini adalah sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. 4. Sarana Transportasi Sarana Transportasi merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan ekonomi. Itulah sebabnya secara terus-menerus dilakukan perbaikan dan pengembangan berbagai sarana transportasi. Saat ini Kota Medan memiliki sarana transportasi yang lengkap; darat, laut dan udara. Tahun 1999 Kota Medan memiliki 2.622,85 Km panjang jalan. Telah dibangun pula jalan Tol Belmera yang menghubungkan Belawan dan Medan serta Tanjung Morawa, sementara Tol Berikutnya yang akan menghubungkan Medan-Binjai sudah dalam perencanaan. Fasilitas Transportasi Kerata Api memperoleh perhatian dengan direhabilitasinya berbagai sarana seperti penggantian Bantalan Beton, penggantian Jembatan, Pintu Perlintasan dll. Pelabuhan laut belawan hanya berjarak sekitar 26 km dari pusat kota, sehingga arus lalu lintas penumpang dan barang relatif cepat. Bandar Udara Polonia yang saat ini tepat di tengah kota, direncanakan untuk dipindahkan ke Bandara yang akan dibangun di Kwala Namu Kabupaten Deli Serdang, sekitar 30 km sebelah tenggara kota Medan. Sebagai Bandara Internasional, Banadara Polonia memiliki jadwal penerbangan tetap keluar negeri seperti Malaysia, Taiwan, Singapora dan kota-kota besar lainnya. II.2. Struktur Organisasi Serta Visi dan Misi Pemerintah Kota Medan Masa Otonomi Daerah Adanya pemerintahan daerah berkonsekuensi, Pemerintah Daerah Kota Medan adalah Walikota Medan beserta perangkat daerah otonom yang lain sebagai

17

Badan Eksekutif Kota Medan. Secara garis besar struktur organisasi Pemerintah Kota Medan, dapat digambarkan sebagai berikut :

Lembaga Teknis Daerah Badan; Pengawas Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pemberdayaan Masyarakat Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kepegawaian Daerah Keluarga Berencana Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum dr. Pirngadi Kantor; Arsip Daerah Perpustakaan Umum Polisi Pamong Praja Penanaman Modal Daerah Sosial

Unit Kerja Dinas Daerah; Pekerjaan Umum Kesehatan Pendidikan Pertanian Perhubungan Perindustrian dan Perdagangan Tenaga Kerja Perikanan dan Kelautan Kebudayaan dan Pariwisata Kependudukan Pencegah Pemadam Kebakaran Tata Kota dan Tata Bangunan Kebersihan Pertamanan Pendapatan Perumahan dan Permukiman Pertanahan Koperasi Informasi Komunikasi dan Pengolahan Data Elektronik Pemuda dan Olahraga Pengelolaan Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral

18

Kecamatan di Pemerintah Kota Medan 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) Medan Tuntungan Medan Johor Medan Amplas Medan Denai Medan Area Medan Kota Medan Maimun Medan Polonia Medan Baru Medan Selayang 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) 21) Medan Sunggal Medan Helvetia Medan Petisah Medan Barat Medan Timur Medan Perjuangan Medan Tembung Medan Deli Medan Labuhan Medan Marelan Medan Belawan

Landasan Hukum Nasional dan Daerah Dalam Penyusunan Program Organisasi Pemerintah Kota Medan
I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. XI. XII. Tap MPR.RI/XI.MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme; Tap MPR.RI/IV.MPR/1999 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara 1999-2004; Undang-Undang No.28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme; Undang-Undang No.22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah; Undang-Undang No.25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah; Undang-Undang No.25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) 2000-2004; Peraturan Pemerintah No.104 tentang Dana Perimbangan; Peraturan Pemerintah 105 tentang Pertanggungjawaban Keuangan Daerah; Peraturan Pemerintah No.107 tentang Pinjaman Daerah; Peraturan Pemerintah No.108 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala Daerah; Peraturan Daerah Kota Medan No 2 Tahun 2000 tentang Pembentukan Lembaga Teknis dan Unit Kerja Daerah Kota Medan; Peraturan Daerah Kota Medan No 15 Tahun 2001 tentang Program Pembangunan Daerah Kota Medan 2001-2005; Peraturan Daerah Kota Medan No 4 tahun 2002 tentang Rencana Strategis Daerah Kota Medan 2001-2005.

XIII.

A.

Visi Pemerintah Kota Medan

19

MEDAN KOTA METROPOLITAN YANG MODERN, MADANI DAN RELIGIUS
MODERN
KOTA MODERN YANG AKAN DIWUJUDKAN ADALAH KOTA JASA, PERDAGANGAN, KEUANGAN, DAN PENDIDIKAN YANG SIAP BERSAING SECARA REGIONAL DAN GLOBAL DENGAN SISTEM LALU LINTAS KEUANGAN YANG EFISIEN SERTA KOMPETITIF DENGAN DUKUNGAN INFRA-STRUKTUR SOSIAL EKONOMI YANG LENGKAP, PONDASI PER-EKONOMIAN YANG KUAT, STABILITAS KEAMANAN, SOSIALPOLITIK YANG KONDUSIF DAN TATA PEMERINTAHAN YANG PROFESIONAL SERTA PEMBANGUNAN YANG BERFOKUS PADA PENINGKATAN KESE-JAHTERAAN MASYARAKAT, KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA (SDM), ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK), SERTA IMAN DAN TAQWA (IMTAQ).

MADANI
KOTA MADANI YANG AKAN DIWUJUDKAN ADALAH KOTA YANG BERADAB DAN AGAMIS SEBAGAIMANA TERCERMIN DALAM CARA BERFIKIR, SIKAP DAN PERILAKU YANG BERBUDAYA, MANDIRI, MENGHARGAI ILMU PENGETAHUAN, KEMAJEMUKAN, ADIL, TERBUKA, SERTA DEMOKRATIS.

RELIGIUS
KOTA RELIGIUS YANG AKAN DIWUJUDKAN ADALAH KOTA DENGAN MASYARAKAT YANG DINAMIS, MENJUNJUNG TINGGI NILAI, AJARAN AGAMA SEHINGGA MENJADIKAN AGAMA SEBAGAI LANDASAN ETIKA DAN MORAL. DI SAMPING ITU MAKNA POKOK DARI VISI RELIGIUS ADALAH TERWUJUDNYA SIKAP TOLERANSI DAN KERUKUNAN HIDUP BER-AGAMA, ANTAR UMAT BERAGAMA DAN ANTAR ETNIK SERTA ANTARA UMAT BERAGAMA, ETNIK DENGAN PEMERINTAH YANG TERCERMIN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI.

TEKAD & JANJI WALIKOTA MEDAN & WAKIL WALIKOTA MEDAN

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Kota Medan Membuka Lapangan Kerja Bagi Masyarakat Kota Medan Membangun Seluruh Kawasan Pinggiran Kota Medan Membebaskan Biaya Kesehatan Di Semua Pusat Kesehatan Masyarakat Meningkatkan Dan Menambah Bea Siswa Terarah Dimulai Dari Sekolah Dasar (SD) Sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Membantu Modal Kerja Usaha Kecil, Menengah Dan Koperasi Membantu Memasarkan Barang – Barang Hasil Usaha Kecil Mengembangkan Dan Memajukan Pasar – Pasar Tradisional Di Seluruh Penjuru Kota Medan Sebagai Sektor Ekonomi Rakyat Melindungi Dan Membina Pedagang Kaki Lima Memberikan Kemudahan Pelayanan Kepada Masyarakat Di Segala Bidang Mengikut Sertakan Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Akademisi, Praktisi, Swasta Dan Elemen Masyarakat Lainnya Dalam Proses Dan Pelaksanaan Pembangunan Kota Memelihara Dan Meningkatkan Hubungan Umat Beragama, Kerukunan Antar Umat Beragama Dan Kerukunan Antar Suku / Etnis Memelihara Dan Meningkatkan Rasa Aman, Nyaman Dan Harmonis Bagi Seluruh Rakyat Kota Medan Meningkatkan Kesejahteraan Aparatur Pemerintah Kota Medan Meningkatkan Kesejahteraan Guru Meningkatkan Syi’ar Keagamaan Sebagai Landasan Etika Dan Moral Memelihara Dan Menjaga Bangunan Bersejarah Di Kota Medan Mengadakan Dan Menambah Sarana Serta Tempat Olah Raga Untuk Masyarakat Kota Medan Membina Dan Membantu Atlet – Atlet Semua Cabang Olahraga Di Kota Medan Yang Berpotensi Dan Berprestasi

Membantu Kesejahteraan Petugas Penjaga Fasilitas Umum Dan Tempat – Tempat Ibadah

B.

Misi Pemerintah Kota Medan (Tugas Pokok dan Fungsi Umum Walikota, Wakil Walikota, dan Sekretaris Daerah Kota Medan)
1. MEWUJUDKAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH PINGGIRAN, DENGAN

MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI

MELALUI PENGEMBANGAN USAHA KECIL,

20

MENENGAH DAN KOPERASI UNTUK KEMAJUAN DAN KEMAKMURAN YANG BERKEADILAN BAGI SELURUH MASYARAKAT KOTA. PROGRAM KERJA MENDORONG PERTUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT DI PINGGIRAN KOTA BERDASARKAN POTENSI MASING-MASING WILAYAH UNTUK MEWUJUDKAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN YANG BERKEADILAN. MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH UNTUK MENDORONG KESEIMBANGAN PERTUMBUHAN ANTAR WILAYAH DAN MEMPERSEMPIT KESENJANGAN ANTARA KAWASAN INTI KOTA DAN PINGGIRAN MELALUIPENDEKATAN WILAYAH PERTUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN EKONOMI SERTA MANAJEMEN PERKOTAAN PARTISIPATIF. MENDORONG BERKEMBANGNYA SENTRA-SENTRA EKONOMI DAN INDUSTRI PADAT KARYA DI WILAYAH PINGGIRAN UNTUK MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA BARU, NILAI TAMBAH, DAN DISTRIBUSI PEMBANGUNAN KOTA YANG BERKEADILAN. MENINGKATKAN EFEKTIFITAS, EFISIENSI, NILAI TAMBAH DAN MODERNISASI KEGIATAN EKONOMI SEHINGGA MAMPU BERSAING DI PASAR REGIONAL DAN GLOBAL UNTUK MEMPERKUAT BASIS EKONOMI DAERAH. MENIGKATKAN IKLIM USAHA YANG KONDUSIF SEHINGGA DAPAT MENDORONG PERTUMBUHAN DAN PENIGKATAN INVESTASI SERTA PENGEMBANGAN EKONOMI DAERAH. MEMPERKUAT EKONOMI MASYARAKAT, MELALUI KEMUDAHAN MEMPEROLEH BANTUAN PINJAMAN PERMODALAN DENGAN BIAYA MURAH, MEMPERLUAS PEMASARAN HASIL PRODUKSI, PENIGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA(SDM), PEYEDIAAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA BAGI USAHA KECIL MENENGAH DAN KOPERASI(UMMK). MEMPERKUAT PONDASI EKONOMI MAKRO DAERAH MELALUI PENYEDERHANAAN DAN PEMBERIAN BERBAGAI FASILITAS SERTA KEMUDAHAN BERINVESTASI DI BERBAGAI SEKTOR EKONOMI, KHUSUSNYA BAGI USAHA KECIL MENENGAH DAN KOPERASI (UKMK). MENDORONG TERCIPTANYA LAPANGAN KERJA YANG LUAS DI SEKTOR FORMAL SERTA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PEKERJA DI SEKTOR INFORMAL. MEMBENTUK DAN MENGEFEKTIFKAN BADAN KONSULTASI DAN KOORDINASI PEMBANGUNAN KOTA YANG MELIBATKAN PARTISIPAS MASYARAKAT SECARA LUAS: ULAMA, TOKOH AGAMA, TOKOH MASYARAKAT, PERGURUAN TINGGI, PAKAR, PRAKTISI, PROFESIONAL, PENGUSAHA, LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT DAN PELAKU PEMBANGUNAN KOTA LAINYA. MENGEMBANGKAN KAPASITAS PEMERINTAH KOTA KHUSUSNYA DI BIDANG KEUANGAN DAERAH UNTUK MENDUKUNG KEBUTUHAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN KOTA. MERANGSANG PENINGKATAN PRODUKTIFITAS KEGIATAN EKOBNOMI, PENDAPATAN PERKAPITA, DAYA BELI MASYARAKAT UNTUK MENIGKATKAN PENDAPATAN DAN MEWUJUDKAN PEMERATAAN YANG LEBIH BAIK GUNA MENCIPTAKAN KEADILAN EKONOMI. MENGEMBANGKAN PUSAT JASA, PERDAGANGAN DAN KEUANGAN UNTUK MENDUKUNG DAN MEMPERKUAT STRUKTUR PEREKONOMIAN KOTA. MEMPERKUAT STRUKTUR INDUSTRI PENGOLAHAN YANG POTENSIAL DAN STRATEGIS, KETERKAITAN ANTAR INDUSTRI DAN ANTAR WILAYAH YANG TERINTEGRASI GUNA MEMBANGUN DAYA SAING REGIONAL DAN GLOBAL. MENIGKATKAN PTROGRAM KEMITRAAN ANTARA PEMERINTAH, MASYARAKAT DAN DUNIA USAHA UNTUK MENDORONG PERTUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN KEGIATAN EKONOMI DI PUSAT PERTUMBUHAN DAN WILAYAH PINGGIRAN KOTA. MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN MODEL PARTISIPASI, KETERBUKAAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN KOTA SEBAGAI IMPLEMENTASI TATA PEMERINTAHAN YANG BAIK. MENGEMBANGKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM UPAYA MENGATASI PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL. 2. MEWUJUDKAN TATA PEMERINTAHAN YANG BAIK MELALUI BIROKRASI YANG LEBIH EFISIEN, EFEKTIF, KREATIF, INOVATIF DAN RESPONSIF. PROGRAM KERJA MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA APARATUR MELALUI PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SERTA BERBAGAI PROGRAM CAPACITY BUILDING YANG RELEVAN. MENINGKATKAN POLA PEMBINAAN KARIER BERDASARKAN MERIT SYSTEM, KOMPETISI DAN PRESTASI KERJA. MENINGKATKAN DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL SEBAGAI ABDI NEGARA (PELAYAN MASYARAKAT) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KITA UNTUK PELAYANAN YANG BAIK (PRIMA). MEMBANGUN BUDAYA BIROKRASI YANG LEBIH KREATIF, INOVATIF, MELAYANI DAN AKUNTABEL MELALUI PENINGKATAN EFEKTIFITAS MANAJEMEN PEMEHRINTAHAN KOTA. MENGEMBANGKAN MANAJEMEN TATA PEMERINTAH KOTA YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE)YANG BERORIENTASI KEPADA TUJUAN SEHINGGA MAMPU MEWUJUDKAN PELAYANAN YANG SEDERHANA, CEPAT, MERATA, TERUKUR DAM REPONSIF. MENGEMBANGKAN SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN KITA YANG BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI (E-GOVERNMENT). MENYEDERHANAKAN DAN MELAKSANAKAN SISTEM, MEKANISME DAN PROSEDUR PELAYANAN PERIZINAN TERPUSAT. MENINGKATKAN KOORNIDNASI DAN KETERPADUAN PEMBANGUNAN LINTAS ANTAR WILAYAH

21

3.

PENATAAN KOTA YANG RAMAH LINGKUNGAN BERDASARKAN PRINSIP KEADILAN SOSIAL EKONOMI, MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN, KESEHATAN, SERTA BUDAYA DAERAH. PROGRAM KERJA MENDORONG TERSUSUNNYA RENCANA UMUM TATA RUANG (RUTR) MEMBIDANG METROPOLITAN AREA (MMA) SERTA MERUB AH TATA RUANG KOTA MEDAN MENJADI TERINTEGRASI DAN MAMPU MENGIKUTI KEMAJUAN DAN KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KOTA PADA MASA YANG AKAN DATANG. MEYUSUN RUTR BARU KOTA MEDAN YANG TERINTEGRASI DENGAN RUTR MEMBIDANG. MENDORONG PENYEDIAN KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR KOTA SEPERTI PEMBANGUNAN MONO RAIL, PEMINDAHAN BANDARA POLONIA KE KUALA NAMU DAN PEREMAJAAN ANGKUTAN UMUM YANG LAYAK SERTA MANUSIAWI BAGI WARGA KOTA. MENDORONG PEMBANGUNAN JALAN TOL (HIGHWAY), JALAN LAYANG (FLY OVER), JALAN LINGKAR LUAR (OUTHER RING ROAD) KOTA SERTA INFRASTRUKTUR PENDUKUNG LAINNYA SECARA BERTAHAP DAN BERKELANJUTAN. MENGEMNANGKAN SISTEM DAN MANAJEMEN LALU LINTAS SERTA JARINGAN JALAN UNTUK MENINGKATKAN EFESIENSI DAN EFEKTIFITAS KEGIATAN KOTA. MENDORONG PENGEMBANGAN PELABUHAN LAUT BALAWAN MENJADI PELABUHAN LAUT INTERNASIONAL UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PERDANGAN REGIONAL DAN INTERNASIONAL (EKSPOR DAN IMPOR) SERTA PERDAGANGAN ANTAR PROPINSI (INTERINSULAR). MEMBANGUN, MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN MANAJEMEN JARINGAN DRAINASE UNTUK MENANGGULAGI POTENSI BANJIR PERMANEN DAN TEMPORER. MEMBANGUN CIRI (LANDMARK) YANG SESUAI DENGAN BUDAYA, HISTORIS DAN KARAKTERISTIK KOTA SEBAGAI CITRA DAN LAMBANG KOTA SERTA UNTUK MERANGSANG PENGEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA DAN KEGIATAN EKONOMI LAINNYA. MENINGKATKAN PEMELIHARAAN, REHABILITASI DAN REVITASI KAWASAN BERSEJARAH (HERITAGE TRUST) SEHINGGA TERINTEGRASI DENGAN TATA KOTA MODERN. MENINGKATKAN PENATAAN KAWASAN DAN PEMUKIMAN KUMUH SERTA MENGEMBANGKAN SISTEM PENANGANAN LIMBAH DAN JARINGAN SANITASI KOTA TERPADU. MENGEMBANGKAN FASILITAS UMUM DAN SOSIAL UNTUK MENCIPTAKAN KOTA YANG ASRI, INDAH DAN NYAMAN MELALUHI PEMELIHARAAN TAMAN-TAMAN, LAMPU JALAN, HUTAN KOTA SERTA RUANG TERBUKA HIJAU YANG AKAN BERFUNGSI SEBAGAI TEMPAT REKREASI DAN PARU-PARU KOTA. MENDORONG PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN PUSAT JAJANAN DAN REKREASI DENGAN FASILITAS MODERN. MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP YANG DIDASARKAN PADA PRINSIP-PRINSIP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI SELURUH BIDANG PEMBANGUNAN KOTA. MENGEMBANGKAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PEMUKIMAN MELALUHI SISTEM PEMBIAYAAN JANGKA PANJANG YANG MURAH DAN TERJANGKAU (MARKET FRIENDLY). KHUSUSNYA BAGI KELOMPOK MASYARAKAT MENEGAH KE BAWAH SEBAGAI IMPLEMENTASI PROGRAM RUMAH UNTUK RAKYAT (GERAKAN SEJUTA RUMAH). MENINGKATKAN PERLUASAN DAN PEMERATAAN PELAYANAN PENDIDIKAN FORMAL DAN NON FORMAL BAIK UMUM MAUPUN KEJURUAN UNTUK MENJAMIN ADANYA KESEMPATAN BAGI MASYARAKAT MENENGAH KE BAWAH DAN PINGGIRAN. MENINGKATKAN JANGKUAN, MUTU DAN MANAJEMEN PELAYANAN PENDIDIKAN KHUSUSNYA DI TINGKAT DASAR MENEGAH, BAGI MASYARAKAT MENEGAH KE BAWAH DAN PINGGIRAN. MENIGKATKAN TARAF PENDIDIKAN MASYARAKAT MELALUI KESINAMBUNGAN PROGRAM WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR SEMBILAN TAHUN, DAN PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT YANG MENGIKUTI PENDIDIKAN DASAR, MENEGAH DAN TINGGI. MENDORONG KUALITAS PENDIDIKAN MASYARAKAT KHUSUSNYA DI TINGKAT MENEGAH KE BAWAH DAN PINGGIRAN MELALUHI PENYUSUNAN KEBIJAKAN, PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN, TERMASUK PENGAWASAN DAN EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN. MENATA SISTEM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DENGAN PRINSIP ADIL, EFESIEN, EFEKTIF, TRANSPARAN DAN AKUNTABEL TERMASUK PENINGKATAN ANGGARAN PENDIDIKAN SECARA BERTAHAP DAN BERKELANJUTAN UNTUK MENYEDIAKAN LAYANAN PENDIDIKAN YANG SEMAKIN BERKUALITAS. MENYEMPURNAKAN MANAJEMEN PENDIDIKAN DENGA MENINGKATKAN PENGELOLAHAN PENDIDIKAN PADA SEMUA LEMBAGA PENDIDIKAN KHUSUSNYA PADA USIA DINI SAMPAI MENEGAH ATAU BERDASARKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL SERTA RELEVANSI PEMBELAJARAN DAN LINGKUNGAN DENGA MENGEFEKTIFKAN PELAKSANAAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH. MENINGKATKAN PERLUASAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM RANGKA MEMBINA, MENUMBUHKAN DAN MENGEMBANGKAN SELURUH POTENSI ANAK USIA DINI SECARA OPTIMAL. MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN NON FORMAL YANG BERMUTU UNTUK MEMBERIKAN PELAYANAAN PENDIDIKAN KEPADA WARGA MASYARAKAT YANG TIDAK TERPENUHI KEBUTUHAN PENDIDIKANNYA MELALUHI JALUR FORMAL. MENGEMBANGKAN BUDAYA BACA, BAHASA, SASTRA INDONESIA DAN DAERAH DALAM MASYARAKAT GUNA MEMBANGUN MASYARAKAT BERPENGATAHUAN, BERBUDAYA, MAJU, MANDIRI, DAN BERBUDI LUHUR. MENINGKATKAN JUMLAH, PEMERATAAN DAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN MELALUHI RUMAH SAKIT UMUM, PESKESMAS DAN JARINGANNYA SEPERTI PUSKESMAS KELILING. MENINGKATKAN JANGKAUAN, MUTU DAN MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN KHUSUSNYA BAGI MASYARAKAT MENEGAH KE BAWAH. MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN MASYARAKAT AGAR MAMPU MENUMBUHKAN PERILAKU HIDUP SEHAT. MENINGKATKAN MUTU LINGKUNGAN HIDUP SEHAT MELALUHI PENGEMBANGAN SISTEM KESEHATAN KEWILAYAHAN UNTUK MENGGERAKKAN PEMBANGUNAN LINTAS SEKTOR BERWAWASAN KESEHATAN. MENURURNKAN ANGKA KESAKITAN, KEMATIAN DAN KECACATAN AKIBAT PENYAKIT MENULAR DAN TIDAK MENULAR SEPERTI MALARIA, DEMAM BERDARAH, POLIO, DIARE, HIV/AIDS MELALUHI IMMUNISASI, PENANGGULANGAN WABAH, DAN PENINGKATAN KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI PENCEGAHAN SERT PEMBERANTASAN PENYAKIT.

22

MENIGKATKAN KESADARAN GIZI KELUARGA MELALUI SOSIALISASI GIZI, PENANGGULANGAN GIZI LEBIH, PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MEWUJUDKAN KELUARGA SADAR GIZI TERUTAM PADA IBU HAMIL, BAYI, DAN ANAK BALITA. MENINGKATKAN KETERSEDIAN, PEMERATAAN, MUTU, KETERJANGKUAN OBAT DAN PEMBEKALAN KESEHATAN BAGI SELURUH MASYARAKAT, KHUSUSNYA MASYARAKAT MENEGAH KEBAWAH. MENGEMBANGKAN KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN PEMBANGUNAN KESEHATAN GUNA MENDUKUNG PENYELENGGARAAN SISTEM KESEHATAN DAERAH, DAN INDONESIA SEHAT 2010. 4. MENINGKATKAN SUASANA RELIGIUS YANG HARMONIS DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA SERTA BERMASYARAKAT PROGRAM KERJA MENINGKATKAN FUNGSI DAN PERANAN FORUM KOMUNIKASI UMAT BERAGAMA, DAN LEMBAGA SOSIAL KEAGAMAAN LAINNYA UNTUK MENGEMBANGKAN KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG RELIGIUS, HUMANIS DAN HARMONIS. MENINGKATKAN PROGRAM DAN KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN ETNIS SEBAGAI WUJUD PEMUPUKAN SEMAGAT KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, ANTAR UMAT BERAGAMA DAN ETNIS, SERTA ANTARA UMAT BERAGAMA DENGAN PEMEHRINTAHAN. MENDORONG KEGIATAN PERAYAAN HARI-HARI BESAR KEAGAMAAN (RITUAL) SEHINGGA MENJADI CIRI KHAS MASYARAKAT KOTA MEDAN YANG RELIGIUS SEKALIGUS YANG DAPAT DI DORONG MENJADI POTENSI PARAWISATA DAN KEGIATAN EKONOMI LAINNYA. MENINGKATKAN PERAN ULAMA DAN AGAMAWAN DALAM PEMBANGUNAN KOTA DENGAN MELIBATKANNYA DALAM PERNCANAAN PEMBANGUNAN KOTA YANG RELIGIUS DAN MODERN. MENDORONG PENINGKATAN PENGALAMAN AGAMA DI KALANGAN UMAT BERAGAMA, SEHINGGA KEBERAGAMAAN MENJADI FAKTOR PENDORONG YANG SIGNIFIKASI BAGI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DAN KOHESI SOSIAL. MENINGKATKAN INTERKASI SOSIAL DI ANTARA ORGANISASI KEMASYARAKAT PEMUDA YANG POSITIF DAN KONSTRUKTIF SEHINGGA MENJADI BAGIAN PENTING DALAM PARTISIPASI PEMBANGUNAN KOTA. MENDORONG PEMBANGUNAN, PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SARAN DAN PRASARANA PERIBADATAN UMAT BERGAMA DENGAN BASIS PARTISIPASI MASYARAKAT. MENDORONG PEMBERDAYAAN DAN OPTIMALISASI WADAH KEGIATAN PEMUKA AGAMA, ORGANISASI MASYARAKAT DAN KEPEMUDAAN YANG BERSINERGI DENGAN PROGRAMPROGRAM PEMERINTAH KOTA. MENDORONG PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA KEGIATAN KEPEMUDAAN, SENI BUDAYA DAN OLAH RAGA SEBAGAI UPAYA PEMBIANAAN GENERASI MUDA, PENINGKATAN PRESTASI OLAH RAGA DAN KELESTARIAN SENI BUDAYA. MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP DAN PERNAN PEREMPUAN, KESEJAHTERAAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (TRAFFICKING) DI BERBAGAI BIDANG PEMBANGUNAN, PENURURUN TINDAK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN ANAK SERTA PENGUATAN KELEMBANGAAN DAN JARINGAN PENGARUSUTAMAAN GENDER.

II.3. Tugas Pokok dan Fungsi (Tata Kerja) Lembaga Teknis Daerah dan Unit Kerja Pemerintah Kota Medan A. Lembaga Teknis Daerah 1.
1. 2.

Badan Pengawas
Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor : Badan Pengawas Kota Medan : Kantor Walikota Medan Lantai III Jl.Kapten Maulana Lubis No. 2 Medan Telp. 4512412, 45111690 Psw. 254 : Melaksanakan pengawasan umum terhadap penyelenggaraan Kota, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan masyarakat di lingkungan Pemerintah Kota Medan dan perangkat lainnya berdasarkan kebijaksanaan Walikota Medan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3.

Tugas Pokok

4.

Fungsi

:

i. Melaksanakan pemeriksaan terhadap penyelenggaraan kewenangan pemerintahan Kota Medan meliputi bidang pemerintahan, bidang keuangan, bidang aparatur, bidang kesejahteraan sosial. ii. Melakukan pengujian dan penilaian atas hasil laporan setiap unsur dan atau instansi di lingkungan Pemerintah Kota.

23

iii. Melakukan pengusutan mengenai kebenaran laporan atas pengaduan terhadap penyimpangan. iv. Melakukan pelayanan teknis administrasi dan fungsional. v. Tugas-tugas lain yang diberikan oleh Walikota.

5.

Visi

:

"Mendorong terwujudnya pemerintahan yang efektif, efisien, bersih, bertanggung jawab melalui aparat pengawasan yang profesional" i. Menumbuh kembangkan budaya malu untuk melakukan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) ii. Memantapkan internal control di dalam instansi Pemerintah Daerah iii. Mendorong adanya transparansi, akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah Daerah

6.

Misi

:

2.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA)
: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Medan

1. Nama Unit Kerja

2. Alamat/Telp. Kantor

:

Jl. Kapten Maulana Lubis No. 2 Medan Kantor Walikota Medan Lantai III Telp. 4512412, 4511690 Psw. 268

3. Tugas Pokok

:

i. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Medan selanjutnya disingkat BAPPEDA merupakan unsur penunjang pemerintah daerah yang dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas membantu Kepala Daerah dalam menentukan kebijakan dibidang perencanaan pembangunan daerah serta penilaian atas pelaksanaannya. i. ii. iii. Merumuskan kebijakan teknis dalam lingkup perencanaan pembangunan daerah; Menyusun pola dasar pembangunan daerah yang terdiri dari pola umum pembangunan daerah jangka panjang dan pola pembangunan lima tahun; Menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) bersama-sama tim penyusun anggaran Pemerintah Kota Medan dan berkoordinasi dengan unit organisasi terkait; Mengikuti perkembangan dan mempersiapkan rencana pembangunan untuk penyempurnaan perencanaan lebih lanjut; Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

4. Fungsi

:

iv. v.

vi.

3. 4.
1.

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Tidak ada data (N/A) Badan Pemberdayaan Masyarakat
Nama Unit Kerja : Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan

24

2.

Alamat/Telp. Kantor

:

Jl. Kapten Maulana Lubis No. 2 Medan Kantor Walikota Medan Lantai Dasar (Base) Telp. 4512412, 4511690 Psw Merumuskan dan menyusun bahan kebijakan pemberdayaan masyarakat yang meliputi pengembangan sarana dan prasarana pengembangan institusi dan pemberdayaan masyarakat. i. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang pemberdayaan masyarakat. ii. Melaksanakan program peningkatan ketahanan masyarakat, sosial budaya dan usaha perekonomian masyarakat. iii. Membimbing dan memotivasi masyarakat dalam bidang peningkatan ketahanan masyarakat, sosial budaya dan usaha perekonomian masyarakat. iv. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai bidang tugas. v. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah. "Terwujudnya kemandirian masyarakat yang berwawasan lingkungan". i. Pemberdayaan masyarakat dalam proses pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian. ii. Peningkatan pemanfaatan potensi Kelurahan dan pemenuhan kebutuhan dasar/aspirasi masyarakat dalam menciptakan masyarakat yang mandiri. iii. Peningkatan kwalitas SDM melalui Pendidikan dan Pelatihan, orientasi serta ketrampilan masyarakat. iv. Penguatan kelembagaan Kelurahan dan kelembagaan masyarakat untuk kelancaran pelayanan kepada masyarakat. v. Peningkatan kegiatan usaha produktif dalam rangka menunjang kesejahteraan keluarga dan masyarakat. vi. Peningkatan pembinaan pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK). vii. Peningkatan pendayagunaan dan pemasyarakatan Teknologi Tepat Guna (TTG). iii. Peningkatan penataan tata ruang Kelurahan menuju tata lingkungan yang sehat. ix. Pemberdayaan Kelurahan dalam rangka mengefektifkan Data Dasar Profil Kelurahan untuk dijadikan sebagai pusat informasi (Bank Data).

3.

Tugas Pokok

:

4.

Fungsi

:

5.

Visi

:

6.

Misi

:

5.

Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Tidak ada data (N/A)

6.
1. 2.

Badan Kepegawaian Daerah
Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor : Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan : Kantor Walikota Medan Lantai I Jl.Kapten Maulana Lubis No. 2 Medan Telp. 4512412, 4511690 Psw. 233 : i. Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan dipimpin oleh seorang kepala, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Membantu Kepala Daerah dalam melaksanakan manajemen Pegawai Negeri Sipil.

3.

Tugas Pokok

25

4.

Fungsi

:

i. Menyusun pedoman dan petunjuk teknis pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. ii. Mengkoordinasikan dan merumuskan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah dibidang kelembagaan dan ketatalaksanaan. iii. Menelaah dan mengevaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan dan menyiapkan bahan rancangan Peraturan Daerah dibidang kelembagaan dan ketatalaksanaan. iv. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyiapkan bahan pembinaan dan penataan kelembagaan serta melaksanakan analisa kelembagaan. v. Mengumpulkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan ketatalaksanaan serta melaksanakan kegiatan bidang ketatalaksanaan. vi. Mengumpulkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan serta melaksanakan kegiatan analisa formasi jabatan yang meliputi analisis jabatan, tata kerja, metode kerja, prosedur kerja dan beban kerja. vii. Mengumpulkan bahan penyusunan pedoman petunjuk teknis pembinaan PAN, pembinaan perpustakaan dan mengelola perpustakaan khusus. viii. Menyiapkan penyusunan peraturan perundangundangan daerah dibidang kepegawaian sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang ditetapkan pemerintah. ix. Merencanakan pengembangan kepegawaian daerah. x. Menyiapkan kebijakan teknis pengembangan kepegawaian daerah. xi. Menyiapkan dan melaksanakan pengangkatan, kenaikan pangkat, pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan. xii. Melaksanakan pelayanan administrasi kepegawaian dalam pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural atau fungsional sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan. xiii. Menyiapkan dan menetapkan pensiun Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan. xiv. Menyiapkan penetapan gaji, tunjangan dan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil Daerah sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan. xv. Menyelanggarakan administrasi Pegawai Sipil Negeri Daerah. xvi. Mengelola sistem informasi kepegawaian daerah. xvii. Menyiapkan informasi kepegawaian daerah kepada Badan Kepegawaian Negara. xviii. Merumuskan dan menyusun perencanaan kebutuhan pendidikan dan latihan pegaawai. xix. Melaksanakan pendidikan dan latihan pegawai sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. xx. Melaksanakan seluruh kewenangan yang sesuai dengan bidang tugasnya. xxi. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

7.
1. 2.

Badan Keluarga Berencana
Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor : Badan Keluarga Berencana Kota Medan :

26

3.

Tugas Pokok

:

i. Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Melaksanakan sebagaian urusan rumah tangga daerah dalam bidang keluarga berencana serta melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya.

4.

Fungsi

:

i. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang keluarga berencana. ii. Merumuskan kebijakan bidang ketahanan keluarga melalui bina keluarga balita, bina keluarga remaja dan bina keluarga lansia. iii. Melaksanakan pendataan dan pemetaan keluarga untuk data basis keluarga berencana dan tahapan keluarga berencana. iv. Mengembangkan dan membina keberadaan dan peran serta institusi masyarakat dalam mendukung pembangunan keluarga sejahtera. v. Melaksanakan bimbingan dan motivasi kepada masyarakat dalam bidang keluarga berencana. vi. Melaksanakan pembinaan dan pengendalian terhadap kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga. vii. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya. viii. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

8.
1.

Badan Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum dr. Pirngadi
Nama Unit Kerja : Badan Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit dr. Pirngadi Kota Medan : Jl. Prof. H. M.Yamin, SH : i. Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan dipimpin oleh seorang kepala selanjutnya disebut dengan direktur yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. 2. Melaksanakan upaya kesehatan secara berdayaguna dan berhasilguna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan serta pencegahan dan melaksanakan upaya rujukan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan berlaku. : i. Menyelenggarakan pelayanan medis. ii. Menyelenggarakan pelayanan penunjang medis dan non medis. iii. Menyelenggarakan pelayanan dan asuhan keperawatan. iv. Menyelenggarakan pelayanan rujukan. v. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan. vi. Menyelanggarakan penelitian dan pengembangan. vii. Mengelola administrasi dan keuangan. viii. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya. ix. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

2. 3.

Alamat/Telp. Kantor Tugas Pokok

4.

Fungsi

9.
1. 2.

Kantor Arsip Daerah
Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor : Kantor Arsip Daerah Kota Medan : Jl. Pinang Baris No. 114-E Medan Telp. 8472321

27

3.

Tugas Pokok

:

4.

Fungsi

:

5.

Visi

:

6.

Misi

i. Kantor Arsip Daerah Kota Medan adalah unsur penunjang Pemerintah Kota Medan yang dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Kantor Arsip Daerah Kota Medan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dibidang kearsipan dan melaksanakan tugas pembantuan di bidang pengelolaan dan pelayanan kearsipan. i. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis sesuai lingkup kearsipan daerah; ii. Menyelenggarakan pembinaan dan penataan inventarisasi arsip; iii. Menyelenggarakan pengolahan dan pengelolaan arsip; iv. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; v. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Kepala Daerah. "Terwujudnya penataan kearsipan diseluruh jajaran Pemerintah Kota Medan yang fleksibel dan dinamis sehingga pengendalian arsip baik fisik maupn informasi dapat dilakukan secara optimal". i. Meningkatkan kerjasama dan koordinasi antar Dinas dan antar Instansi dalam hal penataan kearsipan dan mendukung Pelaksanaan Akuisisi Nasional Arsip Orde Baru dan Kabinet Reformasi Pembangunan secara efektif. ii. Meningkatkan profesionalisme Arsiparis melalui bimbingan dan pelatihan tenaga kearsipan. iii. Mendapatkan kemudahan dalam memperoleh informasi dan fisik arsip untuk kepentingan layanan temu balik (retrieval). iv. Meningkatkan pemahaman aspek teknis kearsipan khususnya menyangkut pendataan, penataan, penilaian, dan penyusunan arsip. v. Meningkatkan pemahaman tentang prosedur penyerahan Arsip Inaktif ke Arsip Nasional Republik Indonesia secara efektif, efisien.

7.

Bagan Organisasi

:

10.
1. 2.

Kantor Perpustakaan Umum
Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor : Kantor Perpustakaan Kota Medan : Jl. St. Iskandar Muda No. 270 Medan Telp. 4527921

28

3.

Tugas Pokok

:

i.

ii.

Kantor Perpustakaan umum Kota Medan adalah unsur penunjang Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. Kantor Perpustakaan Umum Kota Medan mempunyai tugas melaksanakan sebagian Urusan Rumah Tangga Daerah dibidang Perpustakaan. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang perpustakaan; Melaksanakan pengumpulan, pengelolaan, penyimpanan, perawatan dan penyajian bahan perpustakaan serta karya rekam ; Melaksanakan penyusunan bibliografi abstrak dan literatur skunder serta penyelenggaraan pelayanaan kepustakaan ; Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

4.

Fungsi

:

i. ii. iii. iv. v.

5. 6. 7.

Visi Misi Bagan Organisasi

: : :

11.
1. 2.

Kantor Polisi Pamong Praja
Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor : Kantor Polisi Pamong Praja Kota Medan : Jl. Pinang Baris No. 114-A Medan Telp. 8453192 : i. Kantor Polisi Pamong Praja Kota Medan adalah unsur penunjang Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. Kantor Polisi Pamong Praja Kota Medan mempunyai tugas membantu Kepala Daerah dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan termasuk penertiban terhadap pelanggaran Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya.

3.

Tugas Pokok

ii.

29

4.

Fungsi

:

5.

Visi

:

Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang ketentraman dan ketertiban; ii. Melaksanakan usaha-usaha pencegahan terhadap pelanggaraan Peraturan Perundang-undangan, Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah (bersifat preventif) ; iii. Mengadakan kegiatan dan tindakan operasional guna penegakan terhadap Peraturan Perundangundangan, Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah; iv. Melaksanakan proses peradilan sesuai dengan prosedur ; v. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; vi. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah. "Mencegah pelanggaran Perda dan Ketentuan yang berlaku (Preventif) serta bila dipandang perlu mengadakan tindakan Operasional (Refressif)" Mengutamakan pembinaan, pengarahan dan himbauan kepada setiap lapisan masyarakat yang melakukan pelanggaran-pelanggaran.

i.

6.

Misi

:

12.
1. 2.

Kantor Penanaman Modal Daerah
Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor : Kantor Penanaman Modal Daerah Kota Medan : Jl. Raden Saleh No. Medan Telp. : i. Kantor Penanaman Modal Daerah Kota Medan selanjutnya disebut KPMD yang dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. Kantor Penanaman Modal Daerah Kota Medan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga daerah dalam bidang penanaman modal daerah dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang penanaman modal; Menyusun rencana dibidang penanaman modal serta mengidentifikasi sumber-sumber potensi daerah untuk kepentingan perencanaan penanaman modal daerah, pemberian pelayanan konsultasi investasi yang berkaitan dengan kegiatan pelayanan perizinan, kemudahan infrastruktur dan kerjasama investasi; Merumuskan dan menyelenggarakan kegiatankegiatan di bidang pengembangan investasi; Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

3.

Tugas Pokok

ii.

4.

Fungsi

:

i. ii.

iii. iv. v.

5. 6. 7.

Visi Misi Bagan Organisasi

: : :

13.
1.

Kantor Sosial
Nama Unit Kerja : Kantor Sosial Kota Medan

30

2.

Alamat/Telp. Kantor

: Jl. Raden Saleh No. Medan Telp. : i. Kantor Sosial Kota Medan adalah sebagai unsur penunjang Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. Kantor Sosial Kota Medan mempunyai tugas membantu Kepala Daerah dalam melaksanakan urusan rumah tangga daerah bidang sosial. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang sosial; Melaksanakan kegiatan-kegiatan dibidang sosial; Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

3.

Tugas Pokok

ii.

4.

Fungsi

:

i. ii. iii. iv.

5. 6. 7.

Visi Misi Bagan Organisasi

: : :

B. Unit Kerja / Dinas Daerah 1.
1. 2.

Pekerjaan Umum
Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor : Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan : Jl. Pinang Baris No. 114 Medan Telp. (061) 8451766 : i. Dinas Pekerjaan Umum adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang pekerjaan umum yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Pekerjaan Umum mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang pekerjaan umum yang meliputi jalan, jembatan dan pengairan / saluran termasuk perawatan, pengawasan dan pengamanan bangunan fisik untuk menunjang tercapainya usaha kesejahteraan masyarakat dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang pekerjaan umum; ii. Menyusun program pelaksanaan pembangunan fisik meliputi jalan, jembatan dan pengairan / saluran; iii. Mengendalikan pelaksanaan pembangunan fisik jalan-jalan, jembatan dan pengairan / saluran serta

3.

Tugas Pokok

4.

Fungsi

:

31

sarana-sarana milik pemerintah; iv. Melaksanakan pengawasan pembuatan jalan, jembatan dan saluran air yang dilaksanakan oleh pihak ketiga; v. Memberikan izin dalam membantu, mengawasi pelaksanaan pemasangan atau pembongkaran / penggalian saluran bawah tanah dan izin pembuatan jalan, jembatan dan saluran pembuangan air; vi. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

2.
1. 2. 3.

Kesehatan
Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor Tugas Pokok : Dinas Kesehatan Kota Medan : Jl. Rotan - Petisah Medan Telp. 4520331 : i. Dinas Kesehatan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang kesehatan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan sebagaian urusan rumah tangga daerah dalam bidang kesehatan untuk menunjang tercapainya usaha kesejahteraan masyarakat di bidang Kesehatan dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang kesehatan; ii. merencanakan dan melaksanakan kegiatan, pemberantasan, pengawasan penyakit menular dan penelitian kemungkinan terjadinya wabah penyakit; iii. melaksanakan pelayanan umum bidang kesehatan; iv. melaksanakan pemberian perizinan bidang kesehatan; v. melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; vi. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

4.

Fungsi

:

5.

Visi

: "Kesehatan Mantap 2010 (Mandiri, Tanggap dan Profesional)" : i. Mendorong kemandirian masyarakat dalam pembangunan kesehatan. ii. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau. iii. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat agar hidup produktif secara optimal. iv. Mendukung pembangunan Kota Medan yang berwawasan kesehatan. v. Menggalang potensi dan kepedulian masyarakat dalam pembangunan kesehatan. vi. Menyediakan sistem informasi kesehatan yang baik.

6.

Misi

3.
1. 2.

Pendidikan
Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor : Dinas Pendidikan Kota Medan : Jl. Ibus Raya No. 129 B Petisah Medan Telp. 4523275

32

3.

Tugas Pokok

:

i. Dinas Pendidikan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang pendidikan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang pendidikan dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang pendidikan; ii. Melaksanakan pemberian perizinan di bidang pendidikan; iii. Menyelenggarakan pengawasan pendidikan TK, SD, SLTP dan SLTA; iv. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; v. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

4.

Fungsi

:

4.

Pertanian
: Dinas Pertanian Kota Medan : Jl. Budi Pembangunan No. 4 P. Brayan Medan Telp. (061) 6614224 : i. Dinas Pertanian adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang pertanian dan peternakan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Pertanian mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang pertanian dan peternakan serta melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang pertanian dan peternakan; ii. melaksanakan pemberian bimbingan, pembinaan, penyuluhan di bidang pertanian dan peternakan; iii. membina unit pelaksana teknis dinas di bidang pertanian dan peternakan; iv. melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; v. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah

1. Nama Unit Kerja 2. Alamat/Telp. Kantor

3.

Tugas Pokok

4.

Fungsi

:

5.

Visi

:

"Menciptakan pertanian di Kota Medan berbasis agribisnis dan berwawasan lingkungan" i. Mengupayakan ketersediaan pangan hasil pertanian yang terjangkau layak dan aman. ii. Menumbuhkembangkan agribisnis. iii. Mengembangkan teknologi pertanian berwawasan lingkungan. iv. Menumbuhkembangkan kesempatan-kesempatan kerja dan peluang berusaha di bidang pertanian. v. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang usaha pertanian. vi. Meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. vii. Meningkatkan kualitas SDM Pertanian.

6.

Misi

:

5.
1.

Perhubungan
Nama Unit Kerja : Dinas Perhubungan Kota Medan

33

2.

Alamat/Telp. Kantor

: Jl. Kol. Laut Yos Sudarso No. 13 Medan Telp. 6618313 : i. Dinas Perhubungan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang perhubungan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah ii. Dinas Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang perhubungan dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang perhubungan; ii. mengumpulkan dan mengolah data, menyusun rencana dan program bidang perhubungan; iii. melaksanakan koordinasi, pengendalian dan pengawasan serta mengevaluasi pelaksanaan tugas dibidang perhubungan darat, laut dan udara serta pos dan telekomunikasi; iv. melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; v. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah. "Untuk menciptakan sistem gerakan / aktifitas perhubungan yang handal dan berkemampuan tinggi yang berperan sebagai urat nadi kehidupan ekonomi, politik, sosial budaya serta mampu berperan sebagai penunjang, penggerak dan pendorong pembangunan Kota Medan". i. Peningkatan kualitas pengelolaan dan pelayanan sebagai pilar pembentuk citra dalam pengelolaan perhubungan di Kota Medan. ii. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (pemerintah, masyarakat dan swasta) sebagai pilar pelaku utama pembentuk kesuksesan penyelenggaraan perhubungan di Kota Medan. iii. Peningkatan kualitas sistem gerakan/aktifitas perhubungan sebagai pilar pembentuk daya tarik, daya kesan, daya saing, daya fikir dan daya layan yang handal yang menjadikan Kota Medan aman, tertib dan lancar.

3.

Tugas Pokok

4.

Fungsi

:

5.

Visi

:

6.

Misi

:

6.
1. 2. 3.

Perindustrian dan Perdagangan
Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor Tugas Pokok : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan : Jl. Mangkubumi No. 4 Medan Telp. 545584 : i. Dinas Perindustrian dan Perdagangan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang perindustrian dan perdagangan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Perindustrian dan Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang perindustrian dan perdagangan dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya.

34

4.

Fungsi

:

i. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang perindustrian dan perdagangan; ii. Melaksanakan pemberian bimbingan, pembinaan dalam pelaksanaan kegiatan industri dan perdagangan; iii. Menyelenggarakan perlindungan konsumen; iv. Menetapkan tera dan tera isi ulang alat UTTP (ukuran, takaran, timbangan dan perdagangan); v. Menyelenggarakan pemberian perizinan bidang perindustrian dan perdagangan; vi. Menyelenggarakan kerja sama dibidang industri dan perdagangan; vii. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; viii. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

7.
1. 2.

Tenaga Kerja
: Dinas Tenaga Kerja Kota Medan : Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 14 Medan Telp. 4514424 : i. Dinas Tenaga Kerja adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang ketenagakerjaan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang ketenagakerjaan dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang ketenagakerjaan; ii. menyelenggarakan dan mengawasi kegiatan dibidang hubungan industrial, perlindungan pekerja dan jaminan sosial pekerja; iii. menyelenggarakan dan mengawasi bidang keselamatan kerja, kesehatan kerja, higiene perusahaan dan lingkungan kerja; iv. memberikan rekomendasi tenaga kerja asing bagi keperluan imigrasi dan pemberian perizinan dibidang ketenagakerjaan; v. melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya. vi. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah. "Memperluas kesempatan kerja sektoral dan regional dengan memperhatikan pendapatan yang layak, mengembangkan ketenaga kerjaan secara menyeluruh dan terpadu yang diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kemandirian tenaga kerja, menjamin kesejahteraan, perlindungan kebebasan berserikat, upaya perluasan kesempatan kerja selain dilaksanakan melalui pertumbuhan ekonomi juga dilaksanakan dengan meningkatkan kualitas penempatan tenaga kerja ke luar negeri dengan memperhatikan kompetensi perlindungan dan mencegah timbulnya eksploitasi" i. Pembangunan sistem informasi dan perencanaan tenaga kerja. ii. Pembinaan kompetensi tenaga kerja melalui pembinaan pelatihan dan pengembangan produktifitas tenaga kerja. iii. Pembinaan penempatan tenaga kerja untuk perluasan kesempatan kerja sektoral, regional di dalam dan luar negeri dengan memperhatikan pendapatan yang layak. iv. Pembinaan hubungan industrial dan perlindungan,

Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor

3.

Tugas Pokok

4.

Fungsi

:

5.

Visi

:

6.

Misi

:

35

pengawasan serta meningkatkan kesejahteraan pekerja. v. Pengembangan kualitas sumber daya dan pembinaan pegawai.

8.
1. 2. 3.

Perikanan dan Kelautan
Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor Tugas Pokok : Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Medan : Jl. Raden Saleh No. 7 Medan Telp. 4518380 : i. Dinas Perikanan dan Kelautan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang perikanan dan kelautan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. Dinas Perikanan dan Kelautan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang perikanan dan kelautan serta melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang perikanan dan kelautan; melaksanakan pemberian bimbingan dan pembinaan dibidang perikanan dan eksplorasi laut; menetapkan kebijaksanaan dan pengelolaan plasma nuftah spesifik serta suaka perikanan di wilayah laut sesuai dengan batas kewenangan kota; memberikan izin dan pengawasan usaha perikanan dan eksplorasi laut dan pemanfaatan pesisir pantai; memberi izin dan mengawasi pemasangan rumpon di wilayah perairan sesuai batas kewenangan kota ; membina unit pelaksana teknis dinas dan cabang dinas dibidang perikanan dan kelautan; melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

ii.

4.

Fungsi

:

i. ii. iii. iv. v. vi. vii. viii.

5.

Visi

:

"Perikanan dan Kelautan sebagai sektor terdepan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pantai menuju Kota Medan sebagai pusat kegiatan Ekonomi Perikanan yang maju tertib dan ramah lingkungan" i. Meningkatkan kualitas dan kesejahteraan Sumber Daya Manusia (SDM), masyarakat nelayan/petani ikan guna mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan perikanan dan kelautan secara berdaya guna dan berhasil guna. ii. Meningkatkan produksi dan produktifitas hasil perikanan secara kualitas dan kuantitas dalam rangka peningkatan ekspor hasil perikanan. iii. Meningkatkan pemanfaatan dan pengendalian sumber daya hayati perairan untuk kegiatan budidaya dengan tetap mempertahankan kelestarian sumber daya hayati perikanan. iv. Meningkatkan pemanfaatan dan pengendalian sumber daya hayati kelautan untuk kegiatan tangkap dengan tetap mempertahankan kelestarian sumber daya hayati perikanan. v. Menumbuh kembangkan iklim yang kondusif untuk terwujudnya pelayanan prima bagi pengembangan usaha perikanan. vi. Mengefektifkan peraturan-peraturan daerah dalam rangka menggali seluruh potensi sumber perikanan dan kelautan.

6.

Misi

:

9.

Kebudayaan dan Pariwisata

36

1. 2.

Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor

: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan : Jl. Prof. H . M. Yamin, S .H No. 40 Medan Telp. (061) 4525248 : i. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang budaya dan pariwisata yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang kebudayaan dan kepariwisataan serta melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya i. merumuskan dan melaksankan kebijakan teknis dibidang kebudayaan dan kepariwisataan; ii. menyelenggarakan pemberian perizinan dibidang kebudayaan dan kepariwisataan; iii. melaksanakan pengawasan teknis terhadap pelaksanaan seluruh peraturan perundangundangan di bidang kebudayaan dan kepariwisataan; iv. melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; v. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah. "Memberikan Pelayanan Prima di sektor Kebudayaan dan Kepariwisataan yang beretika dan profesional dalam meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Medan Bestari guna menuju sebagai daerah tujuan wisata". i. Meningkatkan kerjasama dan koordinasi antar dinas dan antar instansi terkait, pihak usaha Pariwisata, Pers, Masyarakat dalam mendukung operasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan guna meningkatkan kualitas budaya dan sadar wisata di segenap lapisan masyarakat. ii. Menyediakan sarana promosi yang up to date, baik berupa brosur, booklet, leaflet, work shop kerajinan sebagai konsumsi informasi masyarakat dan wisatawan. iii. Memberikan pelayanan prima, baik kepada satuan organisasi di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan maupun kepada masyarakat. iv. Meningkatkan aktifitas SDM Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan guna memberikan pelayanan prima, baik kepada satuan organisasi di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan maupun kepada masyarakat. v. Mengikuti dan menyelenggarakan event pariwisata yang bertaraf Nasional dan Internasional.

3.

Tugas Pokok

4.

Fungsi

:

5.

Visi

:

6.

Misi

:

10. Kependudukan
1. Nama Unit Kerja : Dinas Kependudukan Kota Medan

37

2.

Alamat/Telp. Kantor

: Jl. Iskandar Muda No. 270 Medan Telp. (061) 544412 : i. Dinas Kependudukan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang kependudukan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Kependudukan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang kependudukan dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang kependudukan dan pencatatan penduduk; ii. menyelenggarakan pelayanan umum dibidang kependudukan; iii. melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; iv. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah. "Mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat dalam bidang administrasi kependudukan dan akta-akta catatan sipil". Meningkatkan penyelenggaraan kegiatan Pendaftaran Penduduk Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) serta penyelenggaraan pencatatan dan penerbitan akta-akta catatan sipil, memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang cepat, tepat dan mudah.

3.

Tugas Pokok

4.

Fungsi

:

5.

Visi

:

6.

Misi

:

11. Pencegah Pemadam Kebakaran
1. Nama Unit Kerja : Dinas Pencegah/Pemadam Kebakaran Kota Medan : Jl. Candi Borobudur No. 2 Medan Telp. (061) 4557067 : i. Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang pencegah pemadam kebakaran yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang pencegah pemadam kebakaran dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang pencegah pemadam kebakaran; ii. Melaksanakan kegiatan pencegahan terhadap bahaya kebakaran atau bencana alam; iii. Melaksanakan kegiatan operasional penanggulangan/pemadaman kebakaran atau bencana alam; iv. Menyelenggarakan pengawasan atau pengendalian terhadap pengolahan, penyimpanan, peredaran, kegiatan bongkar muat, pengangkutan barang dan bahan (material) yang mudah terbakar sesuai dengan ketentuan yang berlaku; v. Mengkoordinir kegiatan unit pemadam kebakaran pada instansi pemerintah dan swasta, perusahaan, perhotelan, perbankan, tempat-tempat vital/non vital, pusat perbelanjaan pasar dan lain-lain; vi. Melaksanakan kegiatan retribusi racun api;

2. Alamat/Telp. Kantor

3.

Tugas Pokok

4.

Fungsi

:

38

vii. Melakukan pengawasan dan pemeriksaan pada semua bangunan, gedung pertunjukan / pameran, tempat usaha, tempat hiburan dan tempat keramaian yang ramai dikunjungi orang yang rawan terhadap bahaya kebakaran; viii. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; ix. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah. 5. Visi : "Meningkatkan pelaksanaan Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran dengan Pemberdayaan Kelurahan dan Kecamatan". Agar masyarakat di Kecamatan / Kelurahan menyadari dan memahami betapa pentingnya peran serta untuk membantu Dinas Pencegah/Pemadam Kebakaran Kota Medan dalam hal pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran.

6. Misi

:

12. Tata Kota dan Tata Bangunan
1. 2. Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor : Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan Kota Medan : Jl. Karya Jasa No. 17 Pangk. Mashur Medan Telp. (061) 7864147 : i. Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang penataan kota yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang tata kota dan tata bangunan, antara lain menyusun, mengembangkan dan mengendalikan rencana tata ruang kota, pengurusan perizinan dan pembinaan terhadap pembangunan fisik kota yang sehat dan terarah sesuai dengan rencana tata ruang kota dan pola kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota serta melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. ii. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang tata kota dan tata bangunan; Mengadakan kegiatan-kegiatan penelitian dalam rangka perumusan, pengembangan dan penerapan rencana tata ruang kota dan kebijakasanaan penataan ruang kota dan penataan bangunan; Mengevaluasi dan merevisi rencana tata ruang kota dan kebijaksanaan penataan ruang kota dan penataan bangunan yang telah ditetapkan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku serta norma-norma penataan kota dan bangunan yang berlaku; Menghimpun data dan informasi, mengadakan pengukuran dan pemetaan dalam rangka penyusunan dan evaluasi rencana tata ruang kota dan kebijaksanaan penatan ruang kota dan penataan bangunan; Merumuskan kebijaksanaan teknis, pemberian bimbingan, penyuluhan dan pembinaan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan Kepala Daerah dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku; Melaksanakan pola dan pengembangan rencana tata ruang kota dan dan kebijaksanaan panataan ruang dan penataan bangunan yang telah ditetapkan; Memberikan pelayanan terhadap permohonan Keterangan Rencana Peruntukan (KRP), Keterangan Situasi Bangunan (KSB) dan Izin

3.

Tugas Pokok

4.

Fungsi

:

iii.

iv.

v.

vi. vii.

39

viii.

ix. x. xi. xii.

Mendirikan Bangunan (IMB) serta memungut retribusi atas pemberian KRP, KSB dan IMB tersebut sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku; Mengadakan pengawasan dan penindakan penertiban terhadap pelestarian dan kebijaksanaan penataan ruang kota dan penataan bangunan serta teknis konstruksi yang telah ditetapkan, bekerjasama dengan instansi terkait; Merumuskan kebijaksanaan dan pengawasan terhadap pelestarian dan konservasi bangunan; Mengarahkan partisifasi masyarakat dalam pembangunan kota; Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

5.

Visi

:

"Mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat dalam bidang administrasi kependudukan dan akta-akta catatan sipil". Meningkatkan penyelenggaraan kegiatan Pendaftaran Penduduk Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) serta penyelenggaraan pencatatan dan penerbitan akta-akta catatan sipil, memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang cepat, tepat dan mudah.

6.

Misi

:

13. Kebersihan
1. 2. Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor : Dinas Kebersihan Kota Medan : Jl. Pinang Baris No. 114 Medan Telp. (061) 8452022 : i. Dinas Kebersihan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang pengelolaan kebersihan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Kebersihan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang kebersihan dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang pengelolaan kebersihan dan memberikan bimbingan teknis pengelolaan kebersihan; ii. Melakukan pengelolaan limbah / sampah sesuai dengan perkembangan yang ada agar tidak terjadi pencemaran; iii. Menyelenggarakan penelitian dan menyusun program pengembangan sistem pengelolaan kebersihan secara efisien dan efektif; iv. Memberikan bimbingan dan pengarahan terhadap instansi pemerintah, swasta serta masyarakat dalam usaha meningkatkan bersih, tertib, rapi dan indah; v. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; vi. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

3.

Tugas Pokok

4.

Fungsi

:

5.

Visi

: "Menciptakan Medan Kota Metropolitan yang Bersih, Sehat, Tertib, Aman, Rapi dan Indah (BESTARI) dengan masyarakat yang maju, mandiri dan berwawasan lingkungan".

40

6.

Misi

:

i. Meningkatkan SDM aparatur Dinas Kebersihan dan masyarakat tentang kebersihan. ii. Meningkatkan sarana dan prasarana dalam upaya mewujudkan pelayanan yang prima. iii. Meningkatkan koordinasi antar instansi terkait. iv. Meningkatkan pendapatan retribusi kebersihan.

14. Pertamanan
1. 2. Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor : Dinas Pertamanan Kota Medan : Jl. Pinang Baris No. 114 B Medan Telp. (061) 8453026 : i. Dinas Pertamanan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang pertamanan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Pertamanan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga daerah dalam bidang pertamanan dan keindahan kota serta melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang pertamanan dan keindahan kota; ii. Memberikan bimbingan dan pengarahan terhadap instansi pemerintah, swasta serta masyarakat bidang pertamanan dalam rangka usaha meningkatkan kebersihan, ketertiban, kerapian dan keindahan; iii. Menyediakan tanah perkuburan umum, menyelenggarakan pengangkutan jenazah, melayani penguburan serta serta merawat kuburan-kuburan umum milik pemerintah daerah; iv. Menyelenggarakan pembangunan, perawatan taman-taman kota, pohon-pohon pelindung, tempattempat rekreasi umum, lampu-lampu penerangan jalan / taman, jalur hijau, lapangan olah raga berikut bangunannya; v. Mengelola izin reklame, mengatur letak, bentuk dan penempatan reklame untuk sarana dan dekorasi kota ditinjau dari teknis kebersihan, ketertiban, kerapian dan keindahan; vi. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; vii. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

3.

Tugas Pokok

4.

Fungsi

:

15. Pendapatan
1. 2. Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor : Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan : Jl. Raden Saleh No. 2 Medan Telp. 4517556 : i. Dinas Pendapatan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang pungutan pajak, retribusi dan pendapatan daerah lainnya yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Pendapatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang pendapatan daerah dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. merumuskan dan melaksankan kebijakan teknis dibidang pendapatan daerah; ii. melakukan pembukuan dan pelaporan atas pekerjaan penagihan pajak daerah, retribusi daerah dan

3.

Tugas Pokok

4.

Fungsi

:

41

iii. iv. v. vi.

penerimaan asli daerah lainnya, serta penagihan Pajak Bumi dan Bangunan; melaksanakan koordinasi dibidang pendapatan daerah dengan unit dan instansi terkait dalam rangka penetapan besarnya pajak dan retribusi; melakukan penyuluhan pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan daerah lainnya serta PBB; melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

5.

Visi

:

"Mewujudkan Masyarakat Kota Medan Taat Pajak dan Retribusi" i. Meningkatkan pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Medan. ii. Memberdayakan SDM Pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan diluar Dinas aktif meningkatkan kebersihan Kota Medan. iii. Meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat/Wajib Pajak Daerah dan Wajib Retribusi Daerah. iv. Mengintensifkan Pungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. v. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan unit kerja pengelola PAD lainnya. vi. Mencari terobosan dalam menggali sumber-sumber PAD yang baru di luar PAD yang sudah ada.

6.

Misi

:

16. Perumahan dan Permukiman
1. 2. Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor : Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Medan : Jl. Karya Jasa No. 17 Pangk. Mashur Medan Telp. (061) 7863883 : i. Dinas Perumahan dan Permukiman adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang bangunan dan perumahan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Perumahan dan Permukiman mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang perumahan dan permukiman, antara lain menyangkut bina lingkungan, pembangunan, pemeliharaan dan pengelola bangunan pemerintah dan rumah dinas, bina teknik dan pemberdayaan masyarakat serta melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya.

3.

Tugas Pokok

42

4.

Fungsi

: 1. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang perumahan dan permukiman; 2. Menyiapkan kebijakan dan strategi pembangunan perumahan dan permukiman; 3. pembinaan dan pengaturan perumahan dan permukiman; 4. Mengendalikan pembangunan perumahan dan permukiman; 5. Mengadakan kegiatan-kegiatan penelitian dalam rangka penyiapan kebijaksanaan strategis pembangunan perumahan dan permukiman serta pembangunan gedunggedung pemerintah; 6. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan kebijaksanaan dan strategis pembangunan perumahan dan permukiman serta pembangunan gedung-gedung pemerintah yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku; 7. Melaksanakan pemberian bimbingan, penyuluhan dan pembinaan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan Kepala Daerah dan peraturan perundang-undangn yang berlaku; 8. Merencanakan pembangunan, pemeliharaan, pengelolaan prasarana dasar, sarana lingkungan dan bangunan pemerintah / rumah dinas; 9. Merumuskan pola dan kebijaksanaan pengembangan pembiayaan pembangunan perumahan dan permukiman; 10. Merumuskan dan menggalangkan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan perumahan dan permukiman; 11. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; 12. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

17. Pertanahan
1. 2. Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor : Dinas Pertanahan Kota Medan : Jl. Karya Jasa No. 17 Pangk. Mashur Medan Telp. (061) 7862919 : i. Dinas Pertanahan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang Pertanahan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Pertanahan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang pertanahan dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang pertanahan; ii. Menyelenggarakan pelayanan umum dan memberikan pembinaan dan bimbingan teknis dibidang pertanahan; iii. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian dibidang pertanahan; iv. Melaksanakan pemberian izin dan pelayanan pemberian hak tata guna tanah, pendaftaran, pengesahan atas tanah dan landerform berdasarkan peraturan perundang-undangan; v. Melaksanakan penyelesaian permasalahan sangketa pertanahan; vi. Melakukan pengendalian pengawasan dan pembinaan terhadap mitra kerja serta meningkatkan peran serta masyarakat dibidang pertanahan; vii. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; viii. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

3.

Tugas Pokok

4.

Fungsi

:

18. Koperasi

43

1. 2. 3.

Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor Tugas Pokok

: Dinas Koperasi Kota Medan : Jl. Jend. Gatot Subroto Km 7,7 Medan Telp. (061) 8451648 : i. Dinas Koperasi adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang Pertanahan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Koperasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang perkoperasian pengusaha kecil dan menengah serta melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis perkoperasian, usaha kecil dan menengah; ii. Menyelenggarakan pelayanan di bidang perkoperasian dan pengesahan akta pendirian koperasi, perubahan anggaran dasar koperasi penggabungan serta pembubaran koperasi; iii. Melaksanakan program pengembangan jaringan sistim informasi koperasi dan usaha kecil dan menengah; iv. Mengkoordinasikan program keterpaduan pemberdayaan koperasi, usaha kecil dan menengah; v. Mengendalikan atas pelaksanaan penyertaan modal pada koperasi dan mengendalikan atas pelaksanaan sistem distribusi bagi koperasi, usaha kecil dan menengah; vi. Melaksanakan bimbingan pedoman akuntasni koperasi, usaha kecil dan menengah; vii. Melaksanakan program teknis terhadap pelaksanaan bidang koperasi, usaha kecil dan menengah sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku viii. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; ix. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

4.

Fungsi

:

19. Informasi Komunikasi dan Pengolahan Data Elektronik
1. Nama Unit Kerja : Dinas Informasi Komunikasi Dan Pengolahan Data Elektronik Kota Medan Jl. Sidorukun No. 35 Medan Telp. 6610114 i. Dinas Informasi Komunikasi dan Pengolahan Data Elektronik Kota Medan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang informasi dan komunikasi yang dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Informasi Komunikasi dan Pengolahan Data Elektronik Kota Medan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang informasi komunikasi dan pengolahan data elektronik serta melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis dalam bidang informasi komunikasi dan pengolahan data elektronik; ii. Melaksanakan pelayanan informasi dan komunikasi kepada masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa;

2.

Alamat/Telp. Kantor

:

3.

Tugas Pokok

:

4.

Fungsi

:

44

iii. Melaksanakan pemantauan, registrasi, fasilitasi, apresiasi terhadap lembaga pemerintah dan masyarakat di bidang pelayanan informasi dan komunikasi; iv. Melaksanakan kegiatan pelayanan pemberian izin sesuai dengan bidang tugasnya; v. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan peredaran film dan rekaman video komersil; vi. Melaksanakan kegiatan pelayanan pembinaan dan pengawasan media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku; vii. Menyelenggarakan perjanjian daan persetujuan atas nama daerah di bidang informasi dan komunikasi; viii. Menyelenggarakan kerjasama pengembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan pihak lain dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan sistem informasi dan komunikasi; ix. Menyelenggarakan pelayanan sistem informasi dan komunikasi pemerintaah dan masyarakat; x. Menyelenggarakan peningkatan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi; xi. Memberikan bimbingan teknis di bidang pembangunan dan pengembangan sistem informasi dan komunikasi; xii. Mengendalikan dan memberdayakan sistem informasi dan komunikasi; xiii. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; xiv. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah. 5. Visi : "Informasi Komunikasi dan Data yang aktual, akurat mendukung Kota Medan yang moderen, madani dan religius". i. Menyediakan pelayanan informasi komunikasi dan data elektronik yang aktual dan akurat ii. Menyediakan infrastruktur sarana informasi komunikasi dan data elektronik yang tangguh dan handal iii. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia dalam penguasaan dan pemanfaatan bidang teknologi informasi dan komunikasi.. iv. Meningkatkan pelayanan masyarakat melalui sarana komunikasi sosial, media informasi komunikasi dan media massa.

6.

Misi

:

20. Pemuda dan Olahraga
1. 2. 3. Nama Unit Kerja Alamat/Telp. Kantor Tugas Pokok : Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan : Jl. Ibus Raya No 129-B Medan : i. Dinas Pemuda dan Olahraga adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang Pertanahan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Pemuda dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang pemuda dan olahraga serta melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya.

45

4.

Fungsi

:

i. Merumuskan kebijakan teknis di bidang pemuda dan olahraga; ii. Melaksanakan kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan yang meliputi penyelenggaraan pemasalan, pembibitan, peningkatan prestasi dan koordinasi kegiatan keolahragaan; iii. Melaksanakan kegiatan-kegiatan olahraga daerah, nasional dan internasional; iv. Melaksanakan kebijakan pembinaan dan pengembangan kepemudaan yang meliputi koordinasi, kelembagaan, produktifitas dan program pengembangan anak, remaja dan pemuda serta perencanaan, pengendalian dan evaluasi; v. Merumuskan kebijakan perencanaan, pemanfaatan prasarana dan sarana kepemudaan dan keolahragaan; vi. Penghubung antara pemerintah dan gerakan pemuda; vii. Menyelenggarakan perjanjian atau persetujuan internasional bidang pemudan dan olahraga atas nama daerah; viii. Menyelenggarakan dan mengawasi pendidikan dan latihan; ix. Mengawasi teknis terhadap pelaksanaan seluruh peraturan perundang-undangan; x. Menyelenggarakan dan mengawasi kerjasama di bidang kepemudaan dan olahraga; xi. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; xii. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

21. Pengelolaan Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral
1. Nama Unit Kerja : Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Medan : : i. Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang Pertanahan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. ii. Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup, energi dan sumber daya mineral serta melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya. i. Merumuskan kebijakan teknis pengelolaan lingkungan hidup, energi dan sumber daya mineral; ii. Melaksanakan kebijakan teknis dalam bidang pengendalian dampak lingkungan; iii. Melaksanakan kebijakan teknis dalam bidang energi; iv. Melaksanakan kebijakan teknis dalam bidang sumber daya mineral; v. Menerapkan dan mengembangkan sistem informasi lingkungan dan pengembangan teknologi bersih lingkungan; vi. Mengadakan analisis mengenai dampak lingkungan; vii. Memelihara dan meningkatkan kualitas sumber daya alam dan lingkungan; viii. Menyelenggarakan pelayanan di bidang sumber daya mineral dan energi; ix. Meneyelenggarakan pengelolaan Air Bawah Tanah; x. Menyelenggarakan inventarisasi energi dan sumber daya mineral; xi. Melaksanakan kegiatan survey dasar geologi dan

2. 3.

Alamat/Telp. Kantor Tugas Pokok

4.

Fungsi

:

46

penanggulangan Bencana Alam Geologi; xii. Melaksanakan kegiatan pengelolaan perizinan di bidang sumber daya mineral dan energi; xiii. Melaksanakan kegiatan di bidang minyak dan gas bumi (migas) sesuai kewenangan; xiv. Melaksanakan kegiatan di bidang listrik dan pemanfaatan energi sesuai dengan kewenangan; xv. Melaksanakan pengawasan, pemantauan, audit, pentaatan atau dan penegakan hukum bidang pengelolaan lingkungan hidup, energi dan sumber daya mineral sesuai kewenangan; xvi. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya; xvii. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.

BAB III PEMBAHASAN III.1. Transformasi Kebijakan Pemerintah Kota Medan Terhadap

Pembangunan Kota Medan

47

Pada masa lalu, peranan Pemerintah dalam pembangunan kota sangat dominan. Fungsi pelayanan Pemerintah Pusat tidak terbatas hanya pada aspekaspek yang tidak dapat ditangani sendiri oleh Pemerintah Kota, tetapi hampir mencakup semua dimensi pembangunan kota secara keseluruhan. Demikian juga proses pembangunan yang diselenggarakan, keseluruhan aspek yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan hingga pelaksanaannya, khususnya untuk lingkup pekerjaan yang besar ditangani oleh Pemerintah Pusat. Kesimpulannya, negara dikelola secara top down dengan konsentrasi dan sentralisasi kekuasaan dengan menempatkan birokrasi pusat secara terpusat dan unipolar mengatur kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Daerah hanya ruang hampa, tanpa adanya demokrasi dan pengawasan politik yang efektif, seluruhnya dianggap seragam, uniform, pembangunan berjalan secara sentralistik. Dengan berpandangan baik dan optimistik bahwa substansi dari UU Nomor 22 dan UU Nomor 25 Tahun 1999 akan dijalankan secara konsekuen dan konsisten, maka dapat dipastikan telah terjadi transformasi kebijakan pembangunan dalam pembangunan kota yang sebelumnya sangat sentralisme ke arah desentralisme. Adanya otonomi daerah telah mendorong terjadinya perubahan fundamental dalam pembangunan kota. Pemerintah kota tidak lagi sekedar operator pembangunan kota, tetapi juga inisiator, motovator, planner, controller, supervisor, sekaligus sebagai fund raising untuk mendorong percepatan pembangunan kota. Secara kelembagaan, tugas penyelenggaraan pembangunan kota ada di tangan Pemerintah Kota, DPRD dan segenap komponen masyarakat kota, karenanya harus memiliki bargaining position dan power yang tinggi sehingga menciptakan keseimbangan dan saling mengawasi. Logikanya, Pemko Medan bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat akan semakin otonom dan independent untuk menentukan kebijakan pembangunan kota yang mendukung kebutuhan dan kepentingan masyarakat kota. Sebagai pedoman bagi program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam pembangunan kota, maka pilihan kebijakan yang ditetapkan, dirumuskan dengan mempertimbangkan berbagai sasaran dan tujuan pembangunan kota. Dengan demikian kebijakan publik yang dirumuskan selalu memperhatikan berbagai isu politik yang muncul. Hal ini dilakukan sekaligus memberikan akses masyarakat terhadap pilihan kebijakan publik yang ditetapkan selain peran serta DPRD Kota Medan. Berdasarkan sasaran dan tujuan pembangunan kota yang ingin diwujudkan berbagai kebijakan publik yang ditetapkan adalah: 1. Kebijakan di Bid. Pemberdayaan Kelurahan dan Masyarakat Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi kelurahan/masyarakat berkembang. Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki kelurahan/masyarakat. Memberikan perhatian khusus kepada upaya peningkatan ekonomi masyarakat di masing-masing kelurahan.

48

2. Kebijakan di Bidang Pelayanan Umum Penyerahan urusan (kewenangan) lebih banyak dari Pemerintah Kota kepada Kecamatan dan Kelurahan di bidang pelayanan umum. Penetapan retribusi pelayanan umum berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan, kebutuhan pengembangan infrastruktur pelayanan dan kemampuan masyarakat yang dilayani. Membuka kontrol publik terhadap pelaksanaan, monitoring dan evaluasi jasa pelayanan yang diberikan instansi Pemerintah Kota. Penghapusan hambatan-hambatan perdagangan dan berinvestasi yang berada daalam kewenangan Pemerintah Kota. Pengembangan profesionalisme pelayanan yang berkaitan dengan ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan. 3. Kebijakan di Bidang Manajemen Pemerintah Kota Pengembangan manajemen sumber daya kepegawaian. Pengembangan konsep pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Pengembangan organisasi Pemerintah Kota yang selaras dengan pelaksanaan otonomi daerah. Peningkatan koordinasi pengawasan dan evaluasi kinerja instansi Pemerintah Kota. Memberikan kesempatan luas kepada masyarakat dan dunia usaha untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kota. 4. Kebijakan di Bidang Keuangan Daerah Membangun komitmen dan kepentingan bersama usaha-usaha peningkatan kemampuan keuangan daerah antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Melakukan restrukturisasi anggaran daerah sehingga tepat sasaran, waktu, berdayaguna, menciptakan nilai tambah dan dapat dikontrol publik. Meninjau ulang berbagai Peraturan Daerah yang berdampak kepada keuangan daerah yang tidak kondusif. Pengembangan potensi penerimaan daerah guna mendukung kemandirian pembiayaan pembangunan kota. Sosialisasi, penyuluhan perpajakan dan retribusi daerah. 5. Kebijakan di Bidang Pembangunan Sosial Kemasyarakatan Peningkatan kesimbangan antara pembangunan mental spiritual dengan pembangunan fisik.

49

Membangun interaksi sosial yang harmonis. Mengutamakan tindakan pencegahan munculnya gangguan ketertiban dalam kehidupan sosial. Membangun partisipasi luas masyarakat dalam pembangunan sosial masyarakat. 6. Kebijakan di Bidang Ketahanan Pangan Melaksanakan tindakan perdagangan sebagi bentuk intervensi pasar guna mengendalikan haarga kebutuhan dasar masyarakat. Menjamin kelancaran distribusi kebuituhan dasar masyarakat. Melaksanakan pengendalian harga kebutuhan dasar masyarakat. 7. Kebijakan di Bidang Pengembangan Ekonomi Daerah Menghapus hambatan-hambatan perdagangan dan intervensi baik tarif maupun yang bersifat non tarif, yang berada dalam kewenangan Pemerintah Kota. Pengembangan kerja sama perdagangan dan investasi dengan daerah hinterland baik dalam skala regional/internasional. Pengembangan perdagangan. 8. Kebijakan di Bidang Pengembangan Investasi Daerah Peningkatan efisiensi berusaha. Pengembangan usaha kecil menengah. Pengembangan sumber daya aparatur yang memiliki sifat wira usaha. Peengembangan pusat-pusat pemasaran produk terpadu. Pengembang sistem informasi investasi yang akurat dan terpadu (computerized). 9. Kebijakan di Bidang Ketenagakerjaan Mendorong terciptanya kesempatan kerja baru sehingga dapat mengimbangi laju pertumbuhan angakatan kerja yang ada. Memfasilitasi penetapan tingkat upah yang layak untuk memenuhi kebutuhan dasar pekerja. Mendorong peningkatan produktivitas pekerja sehingga dapat menghasilkan produk yang kompetitif. III.2. Potensi Daerah Kota Medan Sebagai aktivitas yang diorientasikan untuk memperoleh keuntungan secara ekonomis, kegiatan bisnis merupakan bidang yang sangat luas dan terkait dengan kawasan-kawasan investasi, industri dan

50

bidang-bidang lainnya. Perubahan kondisi atau kebijakan dalam bidang lain akan selalu mempengaruhi kondisi bisnis yang ada. Kegiatan bisnis, terlebih yang berskala besar, akan sangat dipengaruhi lingkungan nasional, budaya, hukum, politik, teknologi, hankam, dan lain-lain khususnya lingkungan makro ekonomi. Kondisi saling ketergantungan tersebut merupakan alasan kuat bagi Pemerintah Kota Medan bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat, untuk selalu berusaha menciptakan iklim atau lingkungan yang kondusif bagi kegiatan bisnis di kota ini, baik bagi bisnis lokal, domestik, maupun asing. Kenyataan menunjukkan bahwa faktor yang menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif sangat kompleks, saling ketergantungan, pengaruh mempengaruhi antar berbagai faktor sehingga sangat multi dimensi. Untuk itulah Pemko Medan secara intens dan terus menerus selalu melakukan dialog, berinteraksi dengan seluruh kalangan dan lapisan masyarakat untuk membangun dan menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif bagi semua pelaku bisnis tanpa diskriminatif. A. Kemitraan Antara Pemerintah Kota, Swasta, dan Masyarakat Dalam pembangunan Kota Medan paling tidak ada lima pelaku yang paling menonjol; Pemerintah, Swasta (dunia usaha), Masyarakat, Profesional, dan Intelektual. Demikian juga dalam kegiatan ekonomi, selain dikenal sektor publik yang diperankan oleh Pemerintah juga tidak kalah pentingnya sektor Swasta dan Masyarakat. Bahkan dilihat dari kontribusi masingmasing sektor, sektor Swasta memberikan sumbangan jauh lebih besar, bahkan mencapai 80% dari total investasi yang ada. Dengan demikian sektor Pemerintah hanya memberikan sumbangan 20%. Oleh karena itu salah satu kebijakan penting yang ditempuh Pemko Medan adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi sektor Swasta dan Masyarakat untuk terlibat tidak saja dalam aktivitas-aktivitas yang diorientasikan mencari laba, tetapi juga kegiatan pembangunan kota secara keseluruhan. Untuk mendorong partisipasi luas Swasta dan Mmasyarakat dalam pembangunan kota maka salah satu cara (taktik) yang ditempuh adalah membangun kemitraan antara Pemko, Swasta dan Masyarakat dengan dukungan kaum profesional dan Intelektual. Berbagai kemitraan dan kerjasama tersebut terus dibangun dan dikembangkan dengan dasar saling memperkuat, saling membutuhkan dan saling menguntungkan satu sama lain. Adalah komitmen Pemko Medan untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi sektor Swasta dan Masyarakat untuk terlibat dalam proyek pembangunan kota (sektor publik), dengan berbagai bentuk perjanjian yang mungkin dilaksanakan seperti sistem kontrak sewa dan lain-lain. Dengan demikian tanggung jawab pembangunan kota, dipandang merupakan tanggung jawab bersama dari seluruh lapisan masyarakat.

51

B.

Peran Institusional Bisnis (Kadin) Sebagai wilayah ekonomi yang sangat mengandalkan sektor kegiatan

ekonomi sekunder dan tertier maka peran Kamar dagang dan Industri (Kadin) Cabang Medan dirasakan demikian penting dan strategis. Karenanya adalah wajar jika hampir seluruh pelaku bisnis yang ada di Medan, khususnya yang bergerak di bidang perdagangan (lokal/luar negeri) dan produksi (barang/jasa) merupakan anggota aktif asosiasi bisnis tersebut. Sebagai wadah bagi para pelaku bisnis, Kadin telah memberikan berbagai sumbangan besar untuk menumbuh kembangkan kegiatan bisnis yang ada. Berbagai peran yang dijalankan Kadin Cabang Medan, antara lain memberikan informasi yang dibutuhkan oleh kaum industrian dan usahawan seperti: peluang pasar,komodditif unggulan, kondisi persaingan pasar, calon mitra usaha, lokasi bisnis, dan lain-lain. Di samping itu asosiasi ini juga sangat berperan dalam pengembangan jiwa wirausaha baik bagi calon pengusaha maupun yang sudah meniti karir sebagai pengusaha melalui berbagai diklat pengembangan SDM yang dilakukan. Bahkan pegembangan SDM merupakan salah satu aspek penting yang terus menerus dijalankan dengan berbagai metode yang mempergunakan alat bantu satelit sebagai sarana diklat. Sebagai wadah yang menghimpun seluruh kepentingan industriawan dan usahawan, Kadin Cabang Medan juga aktif memberikan rekomendasi kepadda Pemerintah Kota sebagai bahan pertimbangan penyusunan kebijakan oleh Pemko Medan, khususnya yang terkait dengan berbagai insentif berusaha untuk dapat menarik investor agar bersedia menanamkan modalnya dan memilih lokasi berivestasi di Kota Medan.

C.

Kebijakan Terhadap Investasi Asing Berbagai terobosan dilakukan Pemerintah Kota untuk dapat menarik

minat investor asing, mulai dari penyempurnaan pelayanan perizinan investasi sampai kepada pemberian insentif baik yang bersifat langsung maupaun tidak langsung. Berbagai langkah debirokasi daan deregulasi terus dilanjutkan untuk menciptakan efisiensi berusaha dasn berivestasi termasuk konsistensi aturan dan kepastian hukum untuk meminimalisir ketidakpastian berusaha bagi investasi asing. Dalam operasionalisasinya, berbagai langkah yang sedang, telah dan akan dilakukan Pemko Medan adalah: Membentuk institusi Kantor Penanaman Modal Daerah Kota Medan sebagai institusi yang menyelenggarakan kewenangan

52

perizinan investasi baik yang bersifat PMDN, maupun sebahagian PMA, yang sebelumnya ada pada pemerintah pusat/propinsi, dalam layanan sistem satu atap, (one stop service). Membentuk Medan Bisnis Forum (MBF) sebagai wadah kemitraan antara Pemko, Masyarakat dan Dunia Usaha (swasta) yang berfungsi sebagai forum komunikasi, fasilitator, mediator, kegiatan bisnis dan investasi usaha swasta dan asing. Mempersiapkan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Satu Atap, sebagai bentuk pengintegrasian pelayanan perizinan bagi insvestor dalam negeri dan asing sehingga diharapkan dapat lebih sederhana, cepat, mudah, murah, terbuka, baku, efisien dan ekonomis (terjangkau). Mengusahakan insentif dan kemudahan melalui Pemerintah Pusat dengan pemberian: o Keringanan bea masuk, impor barang-barang modal (mesin, bahan baku, dan lain-lain) sesuai dengann SK Mentri Keuangan No. 135/KM 05/2000. o Pembebasan Ppn atas impor dan atau penyerahan barang kena pajak tertentu yang bersifat strategis, sesuai dengan SK menteri keuangan RI No.155/KMK 03/2001. o Memberikan visa izin tinggal sementara dan atau izin tinggal terbatas bagi perusahaan yang ingin memperkerjakan tenaga kerja asing, melalui Ditjen Imigrasi/ kantor Imigrasi setempat. o Menggalang kerjasama perdagangan dan investasi dalam waadah-wadah regional seperti IMT-GT, Sisterr City dan lain-lain. o Peningkatan pelayanan padaa pintu-pintu masuk khususnya bandara dan pelabuhan, sehingga menciptakan budaya yang maju. o Melakukan koordinasi secara terus menerus dengan kepolisian dan TNI untuk memberikan rasa aman dan tenteram bagi seluruh pelaku bisnis baik domestik maupun asing yang ada di Kota Medan. Berbagai langkah yang telah, sedang dan akan dilanjutkan tersebut diharapkan juga menghapus perbedaaan perlakuan antara invetor asing dan lokal, sehingga investor asing dapat memiliki akses yang sama termasuk dari lembaga perbankan domestik/lokal (menyamakan perlakuan terhadap investor). Di samping itu diharapkan regulasi lebih berpihak kepada pasar serta transparan dengan mengusahakan mengurangi jumlah larangan yang terdapat pada negative investment list.

53

Tabel Penggolongan Jenis dan Tarif Paling Tinggi dari Pajak Daerah

Jenis Pajak Daerah Kota/Kab Pajak hotel dan restauran Pajak hiburan Pajak reklame Pajak penerangan jalan Pajak pemanfaatan air bawah tanah dan air permukaan, (P2ABTAP) Pajak pengambilan dan pengolahan bahan galian golongan C, (P3BG2C)

Tarif Paling Tinggi 10 % 35 % 25 % 10 % 20 %

20 %

D.

Dukungan Lembaga Keuangan Sebagai salah satu kegiatan ekonomi, keberadaan lembaga keuangan,

khususnya perbankan di Kota Medan dirasakan sangat strategis khususnya untuk mendukung ketersediaan modal, baik yang bersifat modal investasi, modal kerja, maupun konsumsi. Rusaknya sistem perbankan sebagai akibat krisis ekonomi ternyata tidak sampai menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan. Salah satu indikasinya adalah terus meningkatnya simpanan dana masyarakat pada perbankan, baik yang berbentuk giro, tabungan, deposito, maupun dana pihak ketiga. Saat ini paling tidak ada 40 bank yang beroperasi di Kota Medan, baik jenis bank umum devisa, bukan devisa, termasuk bank perkreditan rakyat (BPR). Walaupun fungsi intermidiasi perbankan sejak krisis ekonomi belum pulih sepenuhnya, namun data hingga posisi bulan Maret 2001 menunjukkan meningkatnya penggunaan fasilitas kredit perbankan secara nominal maupun pertumbuhan kreditnya oleh para pengusaha (debitur). Total kredit yang tersalur di Kota Medan per 31 Maret 2001 telah mencapai Rp 8,1 trilyun (Sumatera Utara Rp 9,5 trilyun). Kredit yang paling banyak digunakan adalah kredit modal kerja, diikuti kredit investasi dan konsumsi. Dengan adanya investasi dan dorongan kredit perbankan tersebut kontribusi PDRB Medan terhadap Propinsi Sumatera utara mencapai rata-rata 21%. Sedangkann dilihat dari segi pertumbuhan ekonominya menunjukkan tingkat elastisitas yang tinggi terhadap pertumbuhan propinsinya, artinya jika pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara positif, maka pertumbuhan ekonomi Kota Medan menunjukkan angka positif yang lebih besar dari pertumbuhan ekonomi propinsinya. Ini menunjukkan Kota Medan masih merupakan mesin pembangunan bagi daerah kota dan kabupaten lainnya di Sumatera Utara. Namun demikian untuk memacu pertumbuhan ekonomi ke

54

tingkat minimal sama dengan masa sebelum krisis (6 s/d 7%), Kota Medan masih membutuhkan dana investasi paling tidak mencapai 12 trilyun rupiah, untuk 5 (lima) tahun ke depan. Disamping kesiapan perbankan di Kota Medan untuk berpatisipasi dalam pembiayaan investasi, dan modal kerja, Lembaga keuangan (BI Cabang Medan) juga concern terhadap informasi bisnis. Oleh karenanya BI juga menyediakan Sistem Informasi Baseline (SIB) dan Sistem Informasi Agrobisnis berorientasi ekspor (SIABE). Adanya SIB tersebut atelah memberikan informasi bagi wirausahawan dalam berbagai bentuk identifikasi peluang usaha yang ada, sedang adanya SIABE juga telah memberikan informasi lengkap tentang produk-produk agro industri yang telah diekspor ke berbagai negara tujuan, termasuk asal komoditi, teknologi pengolahan, daftar eksportir, pasar ekspor dan standar mutu produk. Bantuan teknis BI juga meliputi bantuan teknis pengembangan Usaha Kecil dan Mikro (PUKM) dengan sasaran sektor perbankan dalam bentuk penelitian dan pelatihan. Untuk pemberian informasi yang mencakup perkembangan asset, dana, kredit, kliring, jumlah perbankan, inflasi, kurs perdagangan internasional, investasi dan lain-lain, BI juga menerbitkan secara rutin (bulanan, triwulan, semesteran) Buku Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah, sehingga memberikan gambaran perkembangan ekonomi regional. Dengan demikian lembaga keuangan yang ada, kenyataannya telah memberikan peranan penting bagi mendorong iklim investasi di Kota Medan.

III.3. Indikator Makro Pembangunan Kota Indikator kinerja makro yang digunakan untuk mengukur capaian pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan kota selama tahun 2005 di bagi dalam dua bidang yaitu: 1) Indikator Kinerja Makro untuk bidang ekonomi. 2) Indikator Kinerja Makro untuk bidang kesejahteraan rakyat. Salah satu indikator kinerja makro untuk bidang ekonomi yang sering digunakan secara luas adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB Kota Medan merupakan jumlah nilai tambah barang dan jasa akhir yang dihasilkan (nilai barang dan jasa akhir dikurangi biaya untuk menghasilkannya) oleh berbagai unit produksi di wilayah Kota Medan, dalam jangka waktu satu tahun. Unit-unit produksi tersebut dikelompokkan ke dalam sembilan lapangan usaha yaitu: i. ii. iii. iv. Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan; Pertambangan dan penggalian; Industri pengolahan; Listrik, gas dan air bersih;

55

v. vi. vii. viii. ix.

Konstruksi; Perdagangan, hotel dan restoran; Transportasi dan komunikasi; Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan; Jasa-jasa termasuk jasa pelayanan pemerintah. Nilai PDRB dapat dihitung berdasarkan harga kini (current price) maupun

berdasarkan harga konstan (constant price). PDRB Kota Medan yang dihitung menurut harga kini (current price) menunjukkan kontribusi atau pangsa masingmasing sektor dalam struktur perekonomian kota, berdasarkan harga yang berlaku dalam tahun yang bersangkutan, yang di dalamnya tercakup unsur tingkat inflasi makro. Oleh karena itu, tinggi rendahnya persentase pertumbuhan ekonomi yang dihitung, akan dipengaruhi tinggi rendahnya tingkat inflasi dalam periode yang bersangkutan. Dengan demikian, harus diakui PDRB-harga kini belum secara riil menggambarkan pertumbuhan ekonomi Kota Medan. Untuk menjelaskan pertumbuhan PDRB secara riil, digunakan PDRB harga konstan. PDRB harga konstan menggambarkan pertumbuhan ekonomi Kota Medan tanpa dipengaruhi oleh masalah perubahan harga atau inflasi yang terjadi atas barang dan jasa yang diproduksi, karena menggunakan harga yang konstan, yakni harga dasar tahun tertentu yang dipilih, (1993). Indikator kinerja lain yang terkait dengan besaran Produk Domestik Regional Bruto adalah PDRB per kapita dan tingkat pertumbuhan ekonomi, struktur ekonomi, inflasi, ekspor dan impor serta investasi. PDRB per kapita dihitung dengan cara membagi jumlah PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Angka PDRB per kapita memperlihatkan rata-rata pendapatan yang diterima oleh masing-masing penduduk, yang dapat menggambarkan tingkat kemakmuran penduduk Kota Medan. Sementara itu, tingkat pertumbuhan ekonomi merupakan persentase kenaikan atau penurunan PDRB-harga konstan suatu tahun, dibandingkan harga tahun sebelumnya. Selaras dengan indikator kinerja PDRB, kedua indikator kinerja makro ini juga menggambarkan keberhasilan atau kinerja pembangunan kota, dalam mewujudkan kemajuan dan peningkatan kemakmuran masyarakat Kota Medan. Berbeda dengan indikator kinerja makro bidang ekonomi, maka indikator kinerja makro untuk bidang kesejahteraan rakyat mencakup indikator kinerja pembangunan Kota Medan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, ditinjau dari aspek kependudukan, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan distribusi pendapatan. Beberapa konsep indikator kinerja makro bidang kesejahteraan rakyat disajikan pada tabel di bawah ini : Tabel Indikator Kinerja
Bidang Indikator Kinerja Nama Indikator Penduduk Keterangan Indikator Menunjukkan tingkat pertumbuhan penduduk dibandingkan dengan tahun lalu (sebelumnya). Perhitungannya biasanya

Kependudukan Pertumbuhan

56

dilakukan berdasarkan angka rata-rata selama periode tertentu. Kesehatan Tingkat Kelahiran Menunjukkan tingkat bayi lahir hidup pada setiap 1.000 kelahiran. Tingkat Partisipasi KB Bayi Ibu Angka Harapan Hidup Pendidikan Pendidikan Kasar (APK) Sekolah Murni (APM) Angka Melek Huruf Ketenagakerjaa Rasio Gini n Dan lain-lain Tingkat Kemiskinan Proporsi peserta KB Aktif terhadap Pasangan Usia Subur yang ada di suatu daerah. tahun per 1.000 kelahiran hidup. 100.000 kelahiran hidup. Menunjukkan perkiraan rata-rata lama hidup yang dapat dicapai penduduk. masih bersekolah. dengan penduduk usia sekolah kali 100%. masih bersekolah. sekolah dengan 100 penduduk usia sekolah. Menunjukkan besarnya persentase penduduk usia 10 Tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis. Menunjukkan tingkat pemerataan pendapatan secara global. Jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan.

Tingkat Kematian Menunjukkan banyak kematian bayi berumur di bawah satu Angka Kematian Menunjukkan tingkat kematian ibu melahirkan pada setiap

Angka Partisipasi Tingkat partisipasi sekolah pada kelompok usia tertentu yang Angka Partisipasi Menunjukkan perbandingan antara jumlah siswa usia sekolah Angka Partisipasi Menunjukkan jumlah penduduk usia tertentu/usia sekolah yang Angka Partisipasi Angka yang menunjukkan jumlah siswa usia sekolah di suatu

Ekonomi adalah aktivitas produksi, distribusi dan konsumsi. Oleh karenanya, ekonomi sangat terkait dengan kemampuan setiap orang atau siapapun memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraannya, baik kemampuan untuk berproduksi atau mengkonsumsi berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan. Mengingat keterkaitan yang begitu tinggi antara kemajuan, dan kemakmuran, bahkan kesejahteraan dengan aspek ekonomi, maka aspek ekonomi secara umum dijadikan salah satu ukuran penting untuk menilai tingkat kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan aspek ekonomi sebagai bagian dari ukuran kinerja dalam pembangunan juga menjadi semakin penting sebab secara teknis operasional, konsep ekonomi menyediakan berbagai alat ukur kuantitatif yang relevan, untuk mengevaluasi proses pembangunan secara ekonomi. Oleh karena itu, untuk melihat keluaran, hasil dan manfaat serta dampak pembangunan yang telah dilaksanakan, sekaligus untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaannya, sangat lazim digunakan indikator makro perekonomian. Berdasarkan hal tersebut, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Medan, khususnya di bidang ekonomi selama tahun 2005 dan periode 2001 – 2005 secara makro akan mengungkapkan hasil-hasil pembangunan kota yang telah dicapai melalui penyajian beberapa variabel

57

ekonomi seperti : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), PDRB Perkapita, pertumbuhan ekonomi, inflasi, investasi, ekspor dan import serta lain-lain. Sebagai ukuran makro yang sangat luas dimanfaatkan dalam analisis ekonomi pembangunan, adanya evaluasi dengan menggunakan indikator ekonomi ini sekaligus sangat membantu untuk mengamati apakah kebijakan-kebijakan pembangunan kota dalam bidang ekonomi yang selama ini diterapkan telah sesuai atau belum, efektif atau tidak, dengan rencana-rencana ekonomi yang telah ditetapkan, sehingga menggambarkan kemajuan dan peningkatan kemakmuran masyarakat sebagaimana yang diharapkan. Selama periode 2001 – 2005, perkembangan perekonomian Kota Medan ditandai oleh peningkatan PDRB atas dasar harga berlaku dari 17,14 trilyun rupiah pada tahun 2001 menjadi 34,30 trilyun rupiah pada tahun 2005, atau mengalami peningkatan rata-rata 20,02%/tahun.
TABEL PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KOTA MEDAN ATAS DASAR HARGA BERLAKU TAHUN 2001 - 2005 (Milyar Rupiah) Sumber BPS Kota Medan; Keterangan : *) Angka Perbaikan **) Angka Sementara
Sektor /Lapangan Usaha [1] 1. PERTANIAN 2. PENGGALIAN 3. INDUSTRI 4. LISTRIK,GAS DAN AIR 5. BANGUNAN 6. PERDAGANGAN 7. PENGANGKUTAN 8. KEUANGAN 9. JASA-JASA 10.PDRB [2] 721,78 3,41 3.635,10 571,82 898,58 6.059,15 2.433,41 1.560,23 1.262,19 17.145,66 2001 [3] 810,01 4,09 3.957,94 674,55 1.014,14 6.788,65 2.916,26 1.830,30 1.664,60 19.660,54 2002 [4] 888,27 6,35 4.265,97 884,20 1.132,44 7.841,08 3.419,28 2.163,20 1.941,24 22.542,02 2003*) [5] 998,21 7,63 4.858,05 1.034,91 1.382,19 9.343,86 3.968,00 2.508,01 2.278,54 26.379,40 2004*) [6] 1.311,57 10,17 6.165,84 940,34 1.802,68 12.083,43 5.773,00 3.266,09 2.950,33 34.303,45 2005**)

Berdasarkan data tabel di atas, diketahui bahwa penataan kembali perekonomian kota agar menjadi lebih baik setelah semenjak pertengahan tahun 1997 sempat mengalami penurunan yang tajam akibat terjadinya resesi ekonomi secara nasional, dapat dikatakan cukup berhasil. Hal tersebut ditandai oleh pertumbuhan positif di berbagai sektor/subsektor lapangan usaha ekonomi yang berjalan. Lapangan usaha yang memberikan konstribusi cukup besar terhadap pembentukan PDRB Kota Medan selama periode 2001 – 2005 adalah sektor perdagangan, sektor industri, sektor angkutan, sektor keuangan, dan sektor jasajasa. Hal ini mengindikasikan bahwa perekonomian Kota Medan digerakkan sektorsektor tersier dan sekunder secara dominan.
TABEL PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KOTA MEDAN ATAS DASAR HARGA KONSTAN TAHUN 2001 - 2005 (Milyar Rupiah)

Sektor /Lapangan Usaha [1] 1. PERTANIAN 2. PENGGALIAN 3. INDUSTRI 4. LISTRIK,GAS DAN AIR

2 001 [2] 335,09 0,64 829,04 273,75

2002 [3] 358,16 0,70 833,17 292,00

2003*) [4] 374,25 0,71 867,18 315,31

2004*) [5] 381,66 0,78 913,21 335,85

2005**) [6] 379,85 0,78 944,26 329,40

58

5. BANGUNAN 6. PERDAGANGAN 7. PENGANGKUTAN 8. KEUANGAN 9. JASA-JASA PDRB

260,54 1.590,05 1.062,19 763,27 434,87 5.549,45

271,10 1.651,99 1.126,50 818,57 447,04 5.799,22

286,42 1.711,60 1.208,06 862,10 466,78 6.092,41

323,53 1.808,35 1.276,05 895,56 490,05 6.425,04

375,96 1.952,90 1.373,52 937,40 503,62 6.797,69

Sumber BPS Kota Medan; Keterangan : *) Angka Perbaikan **) Angka Sementara

Sejalan dengan perkembangan PDRB atas dasar harga berlaku, maka PDRB atas dasar harga konstan 1993, selama periode 2001 – 2005 juga mengidentifikasi peningkatan cukup berarti, yang menggambarkan tumbuhnya sektor dan sub sektor produksi serta perdagangan barang dan jasa secara riil. Peningkatan tersebut ratarata sebesar 5,21%/tahun atau dari Rp 5,5 trilyun tahun 2001, menjadi Rp 6,8 trilyun tahun 2005. Berdasarkan data tabel tersebut di atas, juga diketahui bahwa peningkatan PDRB secara riil terjadi hampir di seluruh lapangan usaha sektoral. Sesuai dengan karakteristik perekonomian Kota Medan, nilai riil PDRB Kota Medan menurut harga konstan 1993 ini, pembentukannya disumbangkan oleh sektor tersier rata-rata sebesar 68,02%, sektor sekunder 27,98%, dan sektor primer 4,00%. III.4. Program Pemerintah Kota Medan Untuk mendorong kinerja industri dan perdagangan yang lebih baik, Kota Medan membutuhkan akses untuk memasuki pasar regional/internasional yang lebih luas. Oleh karena itu, berbagai kerjasama regional/internasional terus dikembangkan, khususnya dengan berbagai kota di Asia. Adanya kerjasama ini diharapkan mampu memperkuat hubungan ekonomi dan bisnis serta meningkatkan perdagangan dan investasi antar kota, disamping diharapkan dapat mendorong kerjasama di berbagai bidang lainnya seperti sosial dan kebudayaan. A. Asosiasi Kota Bersaudara Adanya antusiasme dan kepentingan yang sama di antara beberapa kota di asia, telah mendorong terbentuknya Asosiasi Kota Bersaudara antara Kota Medan dengan Kota Penang Malaysia (1984), dengan Kota Ichikawa Jepang (1989) dan Kota Kwangju Korea Selatan (1997). Forum ini telah menjadi ajang saling tukar menukar informasi dan konsultasi untuk membicarakan berbagai masalah ekonomi dan perkotaan di antara masingmasing kota. Berbagai kerangka kerjasama antar kota bersaudara, kenyataannya terus berkembang dalam bidang-bidang yang semakin luas, baik sosial maupun pendidikan. Di bidang sosial, Kota Ichikawa misalnya,

59

memanfaatkan forum ini untuk membantu pengadaan alat bantu dengar untuk melengkapi fasilitas kesehatan warga Kota Medan. Di bidang pengembangan SDM, Kota Ichikawa juga memberikan bantuan pelatihan bagi aparatur Pemko Medan dalam bentuk magang, termasuk mengadakan program pertukaran pelajar diantara kedua kota. Hal yang sama juga berlangsung antara Kota Medan dengan Kota Bersaudara lainnya, baik Kwangju maupun Kota Penang. Di bidang ekonomi perdagangan, forum ini telah mengorganisir terselenggaranya Sister City

Trade Fair yang bertaraf internasional, sehingga mampu mendorong
pertemuan-pertemuan bisnis diantara pengusaha masing-masing kota. (dibangunnya Tugu Sister City, sebagai simbol Kota Kembar Medan, MedanIchikawa, Medan-Gwangju, Medan-Penang)Hal ini kenyataannya mampu mendorong peningkatan perdagangan dan investasi di masing-masing kota di samping memberikan kepastian dan perluasan atas pasar produk yang dihasilkan. Efektivitas forum ini juga telah memunculkan minat kota-kota lainnya di Asia seperti Chenay (Madras) India, Chendy China untuk menjajaki kemungkinan kerjasama hubungan kota bersaudara dengan kota Medan. B. Kesiapan Kota Medan Mengikuti Perdagangan Bebas Walaupun kondisi perekonomian Indonesia secara keseluruhan belum begitu menggembirakan, namun kinerja ekonomi Kota Medan selama 2 tahun terakhir relatif lebihbaik. Pertumbuhan ekonomi 3,40% Tahun 1999, dan 4,89% Tahun 2000, menunjukkan Kota Medan akan lebih siap untuk masuk dalam era AFTA (Asean Free Trade Area). Bahwa ekonomi Kota Medan tergolong semi industrialized local, juga akan memberikan optimisme, Kota Medan mampu bersaing di pasar bebas. Kebijakan perdagangan yang sering dianggap masih restriktif diusahakan terus dibenahi dengan mengedepankan efisiensi dibandingkan proteksi, fasilitas, ataupun perlindungan pemerintah, sehingga lebih menyerahkan kepada mekanisme pasar. Deregulasi dan debirokratisasi terus dipercepat dengan orientasi kebijakan yang semakin transparan. Bagi Kota Medan nuansa perdagangan bebas lebih diletakkan sebagai harapan untuk mendapatkan pasar yang lebih luas maupun investasi asing yang lebih banyak. Optimisme ini juga didukung oleh usaha kecil dan menengah (UKM) yang sudah terbiasa dengan persaingan bebas dan berkembang dengan kekuatan sendiri. Bahkan usaha industri kecil menengah ini tidak saja dapat menguasai pasra lokal, melainkan juga telah mampu bersaing di pasra dunia. Hal ini telah ditunjukkan oleh industri kerajinan sandal, sepatu, yang

60

menggambarkan UKM cukup potensial dan mempunyai masa depan yang lebih prospektif. Kesiapan Kota Medan memasuki perdagangan bebas juga ditunjukkan oleh ekspor yang terus cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Selama kurun waktu 1995-2000, volume ekspor komoditi nonmigas meningkat rata-rata 6,61% per tahun. Adanya persaingan yang semakin berat pada masa yang akan datang, telah memaksa pelaku ekonomi yang ada terus mencari bentuk-bentuk pola produksi yang semakin efisien, alokasi sumber daya dilakukan dengan jauh lebih baik untuk menghasilkan barang dan jasa yang berdaya saing. III.5. Analisa Kebijakan Otonomi Daerah Terhadap Restrukturisasi

Pemerintah Daerah Kota Medan Keputusan politik pemerintah pusat menetapkan kebijakan desentralisasi melalui Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah daerah dan direvisi kembali menjadi Undang – Undang 32 tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah, berimplikasi bukan saja bagi kota Medan serta daerah-daerah yang lain, akan tetapi juga bagi pemerintahan pusat sendiri. Besaran perubahan yang dikehendaki dapat disimak dari pergesaran sejumlah model dan paradigma pemerintah daerah yang terjadi, model efisiensi struktural yang menekankankan efisiensi dan keseragaman ditinggalkan dan mulai menekankan nilai demokrasi dan kemajemukan dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Seiring dari pergeseran model tersebut, terjadi pula pergeseran dari pengutamaan dekonsentrasi ke pengutamaan desentralisasi. Kemudian dilakukan pula pemangkasan dan pelangsingan struktur organisasi dalam rangka menggeser model organisasi hirarkis ke model organisasi yang horizontal. Hubungan antara kabupaten atau kota dan propinsi tidak lagi ‘ dependent ‘( bergantung ) dan ‘subordinate ‘( ada atasan dan bawahan ) tetapi ‘ independent’ ( tidak bergantung ) dan’ coordinate’( ada koordinasi atau sederajat ). Penyerahaan pemerintah kepada daerah otonom yang semula dianut ‘ ultra – vires doctrine’( bersifat teoritis dan sangat tidak praktis ) dengan memerinci kompetensi daerah otonom diganti dengan’general competence’( kewenangan yang bersifat umum ) yang merinci kompetensi pemerintah dan propinsi, pengawasan pemerintah terhadap daerah otonom yang cenderung kohersif bergeser ke persuasif dengan tujuan supaya prakarsa daerah otonom lebih tersalurkan.

61

BAB IV PENUTUP IV.1. Kesimpulan Sejak berlakunya UU No. 22 Tahun 1999, telah membawa implikasi baik secara filosofis maupun administratif tidak hanya dari sentralistis menjadi desentarlisasi akan tetapi berkembangnya peran masyarakat cenderung demokratif partisipatif. Secara umum perubahan dengan perencanaan strategis pada kota Medan oleh pemerintah kota dalam pembangunan kota tersebut membawa implikasi bahwa: Persoalan diselesaikan ditingkat lokal. Semua daerah harus berkembang dengan prakarsa daerah masingmasing. Merubah pandangan kesatuan, yang semula harus sama menjadi pengakuan adanya keanekaragaman sebagai potensi bangsa. Adanya pergeseran dominasi eksekutif menjadi keseimbangan dengan legislatif.

62

Perlunya partisipasi masyarakat yang dinamis dalam pengelolaan pemerintah dengan pembangunan kota. Secara administratif, otonomi daerah juga dimaknai adanya pergeseran kewenangan dari yang semula didominasi pusat kepada daerah, dan dari daerah ke masyarakat. Sebelum Otonomi Pembangunan Daerah Sentralisasi Dari Atas ke Bawah Keseragaman Petunjuk Instruksi Ketergantungan Hierarkhi Kesenjangan IV.2. Saran Pelaksanaan otonomi daerah memungkinkan pelaksanaan tugas umum Pemerintahan dan tugas Pembangunan berjalan lebih efektif dan efisien serta dapat menjadi sarana perekat integrasi bangsa. UU No. 22 1999 jauh lebih desentralistik dibandingkan dengan UU No. 5 1974 namun karena pelaksanaan nya berbarengan dengan pelaksanaan Reformasi yang mengakibatkan efuria-efuria di kalangan masyarakat maka pelaksanaan otonomi daerah dapat juga diwarnai efuria baik dari Kepala daerah maupun dari para anggota DPRD. Untuk menjamin agar pelaksanaan pemerintahan daerah benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Medan, maka segenap lapisan masyarakat baik mahasiswa, LSM, Pers maupun para pengamat harus secara terus menerus memantau kinerja Pemda dengan mitranya DPRD agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan mereka sendiri, transparansi, demokratisasi dan akuntabilitas harus menjadi kunci penyelenggaraan pemerintahan yang baik Good Government dan Clean Government. Bila semua daerah otonom dapat menyelenggarakan pemerintahan secara bersih dan demokratis, maka pemerintah kita secara nasional pada suatu saat nanti entah kapan mungkin juga akan dapat menjadi birokrasi yang bersih dan professional sehingga mampu menjadi negara besar yang diakui dunia. Sesudah Otonomi Daerah Membangun Desentralisasi Simultan Keberagaman Prakarsa Pilihan Kemandirian Keterkaitan Keserasian

63

BAB V DAFTAR PUSTAKA http:\\www.pemprovsu.go.id http:\\www.pemkomedan.go.id UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 5 1974 Gibson, Ivancevich, and Donnelly..Organisasi; Perilaku, Struktur, dan Proses, Edisi VIII.Binarupa Aksara. Jakarta. 2002 Amy Y.S. Rahayu, 1977, Fenomena Sektor Publik dan Era Service Quality, dalam Bisnis dan Birokrasi No. 1/Vol. III/April/1997. Pantius D Soeling 1997, Pem berdayaan SDM untuk peningkatan pelayanan, dalam Bisnis Birokrasi No. 2/Vol III/Agustus/1997. Azhar Kasim 1993, Pengukuran Efektifitas dalam Organisasi, Lembaga Penerbit FEUI bekerjasama dengan Pusat antar universitas Ilmu-ilmu Sosial UI. Harian Umum Republika edisi 22 November 2000, 10 Januari 2001, 9 Maret 2001 dan 20 Maret 2001. Martani Huseini, 1994 Penyusunan Strategi Pelayanan Prima dalam suatu perspektif Reengineering, dalam Bisnis dan Birokrasi. No. 3/Vol IV/September 1994.

64

Penghargaan Abdi Satyabakti dalam manajemen pembangunan, Info Pan 1995 No. 13/IV / Oktober/1995 Oleh: Drs. Soenarto, MSi. Buletin Pengawasan No. 30 & 31 Th. 2001

65

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->