Anda di halaman 1dari 3

Tren Material Bahan Bangunan Ramah Lingkungan Rabu, 04 April 2012 15:00 Ian

Teknologi digital printing akan semakin diminati karena menghasilkan tampilan motif yang lebih personal dan unik. (Foto: Dok. Bintang Home)

Sebelumnya 1 of 3 Selanjutnya

Seiring teknologi yang berkembang, kebutuhan bahan bangunan pun terus berinovasi. Tren material bahan bangunan akan mengarah pada konsep green dalam perspektif bahan bangunan. Misal memanfaatkan limbah batok kelapa, inovasi cat tembok, penutup lantai dan inovasi perekat keramik. Berikut kami pilihkan 4 produk yang akan menjadi tren di 2012 ini. Pelapis batok kelapa Di tangan PT Cocomosaic Indonesia, batok kelapa diolah secara khusus, lalu dibuat dalam bentuk potongan kecil (chips), kemudian dirangkai menjadi bentuk persegi dengan ukuran tertentu. Material ini dapat digunakan sebagai penutup plafon, dinding dan lantai. Cocomosaic menjadi salah satu produk bahan bangunan eco green, karena memanfaatkan cangkang batok kelapa yang banyak dijumpai hampir di setiap provinsi Indonesia. Pelapis batok kelapa menghadirkan permukaan dan motif yang natural. Pesonanya menghasilkan desain ruang yang hangat, natural, elegan, styles dan eksotik. Secara fisik pelapis batok kelapa berupa lembaran berukuran keramik dengan dimensi 42 x 42 cm (16,5 x 16,5 inch). Material ini pun sudah diterima di berbagai negara seperti Cina, Malaysia, Singapura, Belgia, Polandia, Amerika Serikat, India dan lainnya. Cat tembok Tren cat tembok mengarah pada cat ramah lingkungan dengan indikator bebas kandungan material logam berat dan berbahaya. Produk ramah lingkungan tidak hanya rendah VOC. Tapi juga harus APEO free dan bebas logam berat. Umumnya standar low VOC untuk cat tembok water base adalah < 2,5% = < 25.000 ppm kadar VOC-nya di dalam cat tembok. Keistimewaan cat saat ini water repellent dan anti noda, sehingga kotoran cair tidak mudah menempel, mudah dibersihkan, tidak berbau, tidak polusi, daya sebar luas dan daya rekat

yang baik. Teknologi yang terus dikembangkan tidak hanya dari pewarnaan, melainkan juga dari kandungan bahan baku yang ramah lingkungan. Penutup lantai Era baru industri keramik beralih pada teknologi yang kian modern dan canggih. Teknologi digital dimanfaatkan industri keramik untuk menghasilkan motif unik dengan tekstur bervariasi. Sesuatu yang mustahil terwujud dengan teknologi konvensional. Teknologi digital printing menghasilkan desain keramik yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Misalnya desain pemandangan, wajah manusia, flower, dan sebagainya yang bisa diwujudkan dengan ukuran yang fantastis pula. Salah satu satu produsen keramik, Roman Ceramics memanfaatkan teknologi digital printing untuk diaplikasi pada produknya yang diberi nama Digital Tecnica. Teknologi ini menciptakan produk dengan kesempurnaan random dan mencetak warna hingga ujung keramik secara penuh (borderless printing). Proses produksi dilakukan secara computerized, sehingga mampu menghasilkan tampilan keramik bertekstur lebih sempurna. Perekat keramik Inovasi pada perekat keramik tidak kalah hebatnya. Jika dahulu renovasi lantai harus membongkar keramik lama, dengan hadirnya perekat keramik AM 30 hal tersebut tidak perlu dilakukan lagi. Penutup lantai bisa langsung diaplikasikan dengan memanfaatkan produk ini. Material mengandung Synthetic Latex Styrene Butadiene Rubber, sehingga menghasilkan perekat keramik berkualitas tinggi, tahan getaran, benturan dan tidak mudah terkikis bila terendam air. Tren pada 2012 akan mengutamakan produk instan dengan kualitas tinggi. Kemudahan aplikasi dan efisiensi waktu akan menjadi proritas. Ada juga produk AM sejenis yang juga memiliki kemampuan tinggi seperti AM 32, perekat yang bisa dimanfaatkan untuk merekatkan keramik di atas permukaan kayu dan besi. AM menyediakan beragam kebutuhan perekat keramik sesuai kebutuhan aplikasi. Baca selengkapnya di Tren Material Bahan Bangunan Ramah Lingkungan bintanghome.com oleh www.homelivingindonesia.com http://www.bintanghome.com/rubrik-utama/tematik/987-tren-material-bahan-bangunanramah-lingkungan.html