Anda di halaman 1dari 24

No. Rekam Medis Tanggal Kunjungan I.

: 663550 : 21 Mei 2013

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin Pekerjaan Suku Agama Pendidikan Terakhir Status Pernikahan Alamat : Tn. A : 28 tahun : Laki-laki : Montir : Jawa : Islam : D3 : Belum menikah : Samban Utara RT 2 RW VI No. 469 Magelang Utara Kota Magelang, Jawa Tengah

II.

RIWAYAT PSIKIATRI Alloanamnesis diperoleh dari: Nama Umur Jenis Kelamin Pekerjaan Alamat Status Pernikahan Hubungan : Ny. N : 25 tahun : Perempuan : Ibu Rumah Tangga : Samban Utara RT 2 RW VI No. 469 Magelang Utara Kota Magelang, Jawa Tengah : Menikah : Adik kandung pasien

Autoanamnesis pada tanggal 21 Mei 2013 dan 22 Mei 2013 Alloanamnesis pada tanggal 21 Mei 2013

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

A. B.

Keluhan Utama Nyeri dada kiri Riwayat Penyakit Sekarang Autoanamnesis Pasien datang ke Poli Jiwa RSJS Magelang dengan keluhan nyeri dada kiri sejak dua tahun yang lalu. Keluhan tersebut dirasakan sepanjang hari dan tidak pernah berkurang walaupun sedang istirahat ataupun beraktifitas. Nyeri dada tersebut seperti diremas jantungnya. Keluhan ini disertai jantung berdebar namun tidak ada sesak nafas dan badan terasa panas. Keluhan tersebut mengganggu aktifitas dan pekerjaan sehari-hari. Awalnya keluhan tersebut muncul pertama kali secara mendadak saat pasien bangun tidur sewaktu pasien bekerja di Tangerang. Pasien merasa dirinya menderita penyakit jantung sehingga pasien berobat ke rumah sakit. Pasien sudah berobat ke Dokter Umum, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter Spesialis Jantung. Namun menurut hasil pemeriksaan dokter dan laboratorium tidak ditemukan adanya kelainan. Pasien marasa sangat khawatir bahwa dirinya menderita penyakit jantung dan dapat tiba-tiba meninggal dunia seperti kakaknya dahulu. Pasien merasa lebih tenang bila berada di dekat Rumah Sakit atau dekat tempat pelayanan kesehatan lainnya. Alloanamnesis Menurut adik kandung pasien, pasien mulai merasa sakit sejak bekerja di Tangerang. Kemudian, pasien memutuskan kembali ke Magelang untuk berobat. Menurut adik pasien, pasien tampak gelisah sejak kembali dari Tangerang. Sejak di Magelang, pasien bekerja sebagai montir di bengkel keluarga sehingga pasien jarang pulang ke rumah. Pasien lebih sering tinggal di bengkel tersebut karena lokasi bengkel tersebut lebih dekat dengan rumah sakit. Pasien pernah mengajak keponakannya untuk berobat ke rumah sakit. Namun saat tiba di rumah sakit pasien hanya duduk-duduk di masjid rumah sakit tanpa berobat. Dengan begitu pasien merasa lebih tenang dan setelah itu pasien pulang.

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

C.

Riwayat Penyakit Dahulu 1. 2. Riwayat Gangguan Psikiatri Pasien belum pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya. Riwayat Gangguan Medis Umum Pasien belum pernah dirawat di Rumah Sakit. Riwayat trauma kepala, kejang, gondok, penyakit jantung, darah tinggi, asma, alergi, dan kencing manis disangkal. 3. Riwayat Penggunaan NAPZA Pasien tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol dan tidak memakai zat adiktif lainnya.

D.

Riwayat Kehidupan Pribadi 1. Riwayat Prenatal dan Perinatal Pasien adalah anak ke empat dari lima bersaudara. Kondisi ibu saat hamil sehat dan tidak ada kelainan. Pasien lahir dengan usia kehamilan cukup bulan dan lahir normal. 2. Riwayat Masa Kanak Awal (0-3tahun) Psikomotor Tidak ada data yang valid pada pertumbuhan pasien dan pengembangan seperti: pertama kalinya mengangkat kepala, berguling, duduk, merangkak, berdiri, berjalan-berlari, memegang benda-benda di tangannya, meletakkan segala sesuatu di mulutnya, memegang benda-benda di tangannya. Psikososial Tidak ada data yang valid mengenai pasien di usia berapa mulai tersenyum saat melihat wajah lain, dikejutkan oleh suara, ketika tertawa pertama pasien atau menggeliat ketika diminta untuk bermain, atau bermain bertepuk tangan dengan orang lain. Komunikasi Tidak ada data yang valid pada saat pasien mulai mengucapkan kata-kata seperti 'ibu' atau 'ayah', atau berbicara. Emosi 20

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

Tidak ada data yang valid reaksi pasien ketika bermain, takut dengan orang asing, ketika mulai menunjukkan kecemburuan atau daya saing terhadap lainnya dan pelatihan menggunakan toilet. Kognitif Tidak ada data yang valid yang usia pasien dapat mengikuti obyek, mengakui ibunya, mengenali anggota keluarganya. Tidak ada data yang valid pada saat pasien pertama kali meniru suara yang terdengar, atau memahami perintah sederhana. 3. Riwayat Masa Kanak Pertengahan (3-11tahun) Psikomotor Tidak ada data yang valid pada saat pertama kali pasien mengendarai sepeda roda tiga atau sepeda, jika pasien pernah terlibat dalam setiap jenis olahraga. Psikososial Tidak ada data tentang identifikasi jenis kelamin pasien, interaksi dengan lingkungannya. Tidak ada data yang pada saat pasien pertama masuk sekolah dasar, seberapa baik pasien menangani pemisahan dari orang tua, seberapa baik pasien bermain dengan teman-teman baru dihari pertama sekolah. Komunikasi Pasien memiliki teman yang cukup banyak saat sekolah dan mudah bergaul dengan teman-teman sebayanya. Emosional Tidak ada data yang valid tentang adaptasi pasien di bawah tekanan, setiap insiden mengompol tidak diketahui. Kognitif Tidak ada data yang valid pada pencapaian pasien di sekolah, seberapa baik pasien dalam kemampuan membaca dan nilai. 4. Riwayat Masa Kanak Akhir (Pubertas) dan Remaja (11-18 tahun) Pasien mengalami mimpi basah pada usia 12 tahun disertai dengan pertumbuhan rambut pada daerah ketiak dan rambut pubis. 5. Riwayat Masa Dewasa

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

Riwayat Pendidikan Pasien menempuh pendidikan TK, SD, SMP, SMA, dan D3 dengan baik.

Riwayat Pekerjaan Pasien pernah bekerja sebagai pegawai di perusahaan swasta di Tagerang.

Riwayat Pelanggaran Hukum Pasien tidak pernah berurusan dengan penegak hukum karena melakukan pelanggaran hukum.

Riwayat Aktivitas Sosial Sebelum timbul gangguan keluhan pasien dikenal pendiam dan tidak banyak bersosialisasi dengan tetangga.

Riwayat Kehidupan Beragama Pasien beragama islam. Pasien rajin beribadah. Riwayat Psikoseksual Pasien menyadari dirinya seorang laki-laki dan selama ini berpenampilan dan berperilaku sebagaimana seorang laki-laki dan memiliki ketertarikan terhadap perempuan.

Riwayat Situasi Hidup Saat ini pasien tinggal di dua rumah. Rumah pertama bersama ibu kandung, adik kandung, dan keponakan. Rumah kedua bersama ayah kandung, ibu tiri, kakak tiri, dan keponakan.

E.

Riwayat Keluarga Pasien merupakan anak ke empat dari lima bersaudara. Ayah pasien mempunyai dua istri, pasien adalah anak dari istri kedua. Dari istri pertama ayah pasien memiliki tiga orang anak dan dari istri kedua ayah pasien memiliki lima orang anak. Semua saudara pasien sudah berkeluarga kecuali pasien. Dikeluarga tidak ada yang mengalami riwayat keluhan seperti ini.

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

? ?

Keterangan = Pasien = Laki-Laki = Perempuan =Meninggal = Satu Rumah


?

= Tidak diketahui Riwayat Sosial Ekonomi Sekarang Saat ini pasien bekerja sebagai montir di bengkel keluarga. Peghasilannya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membantu sedikit ekonomi keluarga.

F.

G.

Taraf Kepercayaan Autoanamnesis Alloanamnesis : dapat dipercaya : dapat dipercaya

H.

Progresi Penyakit

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

Grafik Perjalanan Penyakit Symptom

2011

Mei 2013

Role Function

III. STATUS MENTAL

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

A.

Deskripsi Umum 1. Penampilan Tampak seorang laki-laki, wajah sesuai usia, rawat diri baik, cara berpakaian rapi, kebersihan diri baik. 2. Kesadaran psikiatri Sikap terhadap pemeriksa 3. Pembicaraan Kuantitas Kualitas 4. Tingkah laku Hiperaktif Normoaktif Hipoaktif Ekopraksi Katatonia Negativisme aktif Katapleksi Stereotipik Manerisme Otomatime Mutisme Akatisia Agresif Tik Sonambulisme Agitasi Ataksia Mimikri Kompulsif ::+ :::::::::::::::::: Cukup : Cukup : Jernih : Kooperatif, kontak mata (+)

Perilaku dan aktivitas psikomotor : Normoaktif

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

Impulsif Abulia 5. Sikap Kooperatif Non-kooperatif Indifferent Apatis Tegang Dependen Aktif Pasif Infantile Curiga Bermusuhan Labil Rigid Negativisme pasif Stereotipik Katalepsi Fleksibilitas cerea 6. B. Kontak psikis

::-

:+ ::::::::::::::::: Mudah ditarik, mudah dicantum

Alam Perasaan 1. Mood Disforik Eutimik Hipertimik Hipotimik Euforia Ekspansif Irritable ::+ :::::-

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

Elevated 2. Afek Serasi Tidak serasi Sempit Tumpul Datar Labil C. Gangguan Persepsi 1. Ilusi Visual Auditorik Olfaktorik Gustatorik Taktil 2. Halusinasi Visual Auditorik Olfaktorik Gustatorik Taktil Kinestetik 3. Depersonalisasi 4. Derealisasi

:+ :::::-

:::::-

::::::::-

D.

Proses Pikir 20

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

1.

Isi pikir Idea of reference Preokupasi Obsesi Fobia Waham Kebesaran Berdosa Kejar Curiga Cemburu Somatik Magikmistik Kacau (Bizzare) Thought echo Thoughtinsertion or withdrawal Thoughtbroadcasting Delusion of control Delusion of influence Delusion of passivity Delusional perception ::::::::::::::::::: thanatofobia

2.

Arus pikir a. Kuantitas Logorrhea Remming Blocking Mutisme :+ :::-

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

b.

Kualitas Koheren Inkoherensi Konfabulasi Asosiasi longgar Sirkumtansial Asosiasi bunyi Word salad Jawaban irelevan Flight of idea Neologisme Tangensialitas Perseverasi Verbigerasi Ekolalia :+ :::::::::::::-

3.

Bentuk pikir Realistik Non-realistik Dereistik Autistik ::+ ::-

E.

Sensorium dan Kognitif 1. 2. Tingkat kesadaran Orientasi Waktu Tempat Personal Situasional 3. 4. 5. Daya ingat jangka panjang Daya ingat jangka pendek Daya ingat segera : Jernih : Baik : Baik : Baik : Baik : Baik :Baik : Baik

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

6. 7. 8. 9. F.

Konsentrasi Perhatian Kemampuan baca tulis Pikiran abstrak

: Baik : Baik : Baik : Baik

Tilikan True insight Intellectual insight Impaired insight

IV.

PEMERIKSAAN FISIK A. Status Internus 1. Kesadaran 2. Kesadaran 3. Tanda vital Tekanan darah Nadi Respirasi Suhu 4. Kepala (Mata dan THT) Kepala Mata
-

:Tampak sakit ringan :Compos mentis :130/100 mmHg :100 kali/menit :23 kali/menit :36.5 C

:Normocephali : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik Normotia/normotia, sekret -/Sianosis (-) Faring hiperemis (-) Pembesaran kelenjar getah bening (-) Cavum nasi lapang/lapang, sekret -/-

/: : : : :

Telinga Mulut Tenggorokan Leher Hidung 5. Thorax a. Jantung Inspeksi

:Ictus cordis tidak terlihat

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

Palpasi Perkusi

:Ictus cordis terada di ICS V 2 cm medial linea midclavicula sinistra :Batas jantung normal

Auskultasi :Suara jantung I/II reguler, murmur (-), gallop (-) b. Paru-paru Inspeksi Palpasi Perkusi :Pergerakan dada simetris :Vokal fremitus kanan = kiri :Sonor kanan=kiri

Auskultasi :Bunyi napas dasar vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/6. Abdomen Inspeksi Auskultasi Palpasi Perkusi 7. Urogenital 8. Ekstremitas Oedem Sianosis Akral dingin Cappilary refill test Deformitas B. Pemeriksaan Neurologis 1. Kaku kuduk 2. Saraf kranialis 3. Motorik Motorik Superior Gerakan N/N Kekuatan 5/5 Tonus N/N Trofi E/E 4. Sensorik : Sensibilitas dalam batas normal 5. Refleks fisiologis : +/+ 6. Refleks patologis : -/Inferior N/N 5/5 N/N E/E : Tidak ditemukan : Dalam batas normal : Perut tampak datar

:Bising usus (+) 6 kali/ menit : : : Superior ///< 2 detik /Inferior ///< 2 detik /Supel, nyeri tekan (-) Timpani

:Dalam batas normal

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

V.

RESUME Pasien datang dengan keluhan nyeri dada kiri sejak dua tahun yang lalu. Keluhan tersebut dirasakan sepanjang hari dan tidak pernah berkurang walaupun sedang istirahat ataupun beraktifitas. Nyeri dada tersebut seperti diremas jantungnya. Keluhan ini disertai jantung berdebar namun tidak ada sesak nafas dan badan terasa panas. Keluhan tersebut mengganggu aktifitas dan pekerjaan sehari-hari. Awalnya keluhan tersebut muncul pertama kali secara mendadak saat pasien bangun tidur sewaktu pasien bekerja di Tangerang. Pasien merasa dirinya menderita penyakit jantung dan dapat meninggal tiba-tiba, sehingga pasien berobat ke rumah sakit. Pasien sudah berobat ke Dokter Umum, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter Spesialis Jantung. Namun menurut hasil pemeriksaan dokter dan laboratorium tidak ditemukan adanya kelainan. Pasien merasa lebih tenang bila berada di dekat Rumah Sakit atau dekat tempat pelayanan kesehatan lainnya. Tidak ada riwayat penyakit psikiatri sebelumnya, tidak ada riwayat medis dan tidak ada riwayat penggunaan NAPZA dan alcohol. Pada pemeriksaan mental didapatkan: Tampak seorang laki-laki sesuai usia, rawat diri baik, berpakaian rapi, kebersihan diri baik. Kesadaran psikiatri Perilaku dan aktivitas psikomotor Sikap terhadap pemeriksa Pembicaraan Kuantitas Kualitas Tingkah laku Sikap Kontak psikis Alam Perasaan Mood Afek :Eutimik :Serasi : Cukup : Cukup : Normoaktif : Kooperatif : Mudah ditarik, mudah dicantum : Jernih : Normoaktif : Kooperatif, kontak mata (+)

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

Gangguan Persepsi Ilusi Halusinasi Depersonalisasi Derealisasi Proses Pikir Isi pikir Fobia Waham: Arus pikir Kuantitas Kualitas Bentuk pikir Sensorium dan Kognitif Tingkat kesadaran Orientasi Waktu Orientasi Tempat Orientasi Personal Orientasi Situasional Daya ingat jangka panjang Daya ingat jangka pendek Daya ingat segera Konsentrasi Perhatian Kemampuan baca tulis Pikiran abstrak Tilikan : Jernih : Baik : Baik : Baik : Baik : Baik : Baik : Baik : Baik : Baik : Baik : Baik : True insight : Logorrhea: + : Koheren: + : Non-realistik : Thanatofobia ::::-

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

VI.

FORMULA DIAGNOSIS Pada pasien ini didapatkan adanya: Sindrom cemas : kekhawatiran yang berlebihan, jantung berdebar-debar dan kewaspadaan yang berlebihan, thanatofobia.

VII. DIAGNOSIS BANDING F41.0 Gangguan Panik (Anxietas Paroksismal Episodik) Pedoman diagnosis menurut PPDGJ III Gangguan panik baru ditegakkan Kondisi pada pasien sebagai

diagnosis utama bila tidak ditemukan adanya Terpenuhi gangguan anxietas fobik (F.40.-) Untuk diagnosis pasti, harus ditemukan adanya beberapa kali serangan anxietas berat dalam masa kira-kira 1 bulan: A) Pada keadaan-keadaan dimana sebenarnya secara objektif tidak ada bahaya, B) Tidak terbatas pada situasi yang telah diketahui sebelumnya C) Dengan keadaan yang relatif bebas dari gejala-gejala anxietas pada priode diantara serangan-serangan demikian, umumnya panik(meskipun dapat terjadi atau yang dapat diduga Terpenuhi

jugaanxietas anti sipatorik yaitu anxiets yang terjadi setelah membayangan sesuatu yang mekhawatirkan akan terjadi. F41.1 Gangguan Cemas Menyeluruh Pedoman diagnosis menurut PPDGJ III Kondisi pada pasien Penderita harus menunjukan anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hampir setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa bulan, Tidak Terpenuhi yang tidak terbatas atau hanya menonjol pada keadaan situasi khusus tertentu saja.

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsurunsur berikut : A) Kecemasan (khawatir akan nasib buruk,merasa seperti diujung tanduk,sulit konsentrasi,dsb)., B) Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala, Terpenuhi gemetaran, tidak dapat santai), dan C) Over aktivitas otonomik (kepala terasa ringan, berkeringat, jantung berdebardebar, sesak napas, keluhan lambung, pusing kepala, mulut kering dsb. Pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan untuk ditenangkan serta keluhan-keluhan somatik Tidak Terpenuhi berulang menonjol Adanya depresi, gejala-gejala lain yang sifatnya

sementara (untuk beberapa hari), khususnya tidak membatalkan diagnosis utama Tidak Terpenuhi Gangguan Anxietas Menyeluruh, selama hal tersebut tidak memenuhi kriteria lengkap dari episode depresif (F32.-), ganguan anxietas fobik (F40,-), gangguan panik (F41.0) atau gangguan obsesif-komplusif (F42,-) VIII. DIAGNOSIS MULTIAKSIAL AXIS I AXIS II AXIS III AXIS IV AKSIS V IX. : F41.0 Gangguan Panik : R46.8 Diagnosis Axis II tertunda : Tidak ada diagnosis : Tidak diketahui : GAF 70-61

PENATALAKSANAAN A. Non Farmakologis 1. Psikoterapi 20

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Suatu treatment psikologis yang memperhatikan interaksi-interaksi antara bagaimana seseorang berpikir, merasakan dan berperilaku. CBT adalah proses mengajarkan, melatih dan menguatkan perilaku-perilaku positif serta membantu seseorang untuk mengidentifikasi pola-pola kognitif atau pikiran dan emosi yang dihubungkan dengan perilaku. Kognisi manusia terdiri atas pikiran-pikiran yang terdiri atas keyakinan, asumsi, ekspektasi, atribusi dan sikap-sikap. Fokus CBT adalah proses berpikir seseorang yang diwujudkan dalam bentuk percakapan batin (inner speech). CBT berusaha membantu seseorang untuk menyadari inner speech yang maladaptif sebelum, selama dan sesudah suatu perilaku dan mengubah kognisi yang maladaptif itu menjadi kognisi yang adaptif. 2. Terapi Suportif Terapi suportif diberikan oleh terapis dengan tujuan agar pasien mempunyai kepercayaan diri dan mau meningkatkan kemampuan untuk menjalani kehidupannya, mendapat dukungan untuk sembuh, dan bersemangat dalam menghadapi tantangan kehidupan di waktu-waktu yang akan datang. Kepada pasien juga disarankan untuk melakukan kegiatan yang menenangkan atau membuat santai misalnya mengembangkan hobi. Diperlukan adanya motivasi dari pasien untuk sembuh, minimal sembuh sosial dan adanya kemampuan pasien untuk dapat bekerja sama secara aktif dengan dokter sehingga tercapai tujuan terapeutik. Terapi berorientasi terhadap masalah sekarang dan pemecahannya. Ditekankan pengertian pada pasien bahwa terapi ini juga digunakan bersama-sama dengan obat. 3. Edukasi Keluarga Memberikan penjelasan kepada keluarga pasien tentang keadaan pasien dan rencana terapi yang akan diberikan kepada pasien.

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

Meminta keluarga untuk memberikan dukungan dan perhatian kepada pasien dalam menghadapi masalah. Menerangkan tentang gejala penyakit pasien yang timbul akibat cara berpikir yang salah, mengatasi perasaan dan sikapnya terhadap masalah yang dihadapi

Memberikan penjelasan mengenai obat yang akan diminum, waktu pemberian dan efek samping, agar pemberian obat dapat secara teratur oleh keluarga serta memotivasi pasien agar minum obat dengan teratur dan mau kontrol secara teratur sesuai dengan anjuran dokter.

Meminta keluarga untuk tidak mengucilkan pasien, melainkan harus terus mendukungnya, dan memberikan pekerjaan-pekerjaan yang ringan agar dapat dikerjakannya.

B.

Farmakoterapi R/ Alprazolam 0,5 mg 1 dd tab I R/ Fluoxetine 10 mg 2 dd tab I 1. Alprazolam Mekanisme Alprazolam merupakan derivate triazolobenzodiasepin dengan efek cepat dan sifat umum yang mirip dengan diazepam, alprazolam merupakan antianxietas dan antipanik yang efektif. Mekanisme kerja yang pasti belum diketahui, efek tersebut diduga disebabkan oleh ikatan alprazolam dengan reseptor-reseptor spesifik yang terdapat dalam susunan saraf pusat. Dosis anjuran Sediaan Indikasi : 3x 0,25 -0,5 mg/hari : 0,25, 0,5 dan 1 mg (tablet dan kapsul) No. XV No. XV

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

1. anxietas termasuk neurosis anxietas dan anxietas yang menyertai depresi 2. gangguan panic termasuk serangan panic pada agorafobia Kontraindikasi Pasien yang hipersensitifitas terhadap golongan benzodiazepine, glaucoma akut sudut sempit, miastenia gravis, insufisensi pulmoner akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik Interaksi obat: benzodiazepine + CNS depresan contohnya fenobarbital, alcohol, obat antipsikosis potensiasi efek sedasi dan penekanan pusat nafas sehingga menyebabkan respiratory failure benzodiazepine + CNS stimulants contohnya amfetamin, kafein menyebabkan antagonism efek anti anxietas (efek benzodiazepine menurun) benzodiazepine + neuroleptik risiko efek samping neuroleptik berkurang Efek samping: sedasi, relaksasi otot 2. Obat antidepresan: Fluoxetine Mekanisme: Sindroma depresi disebabkan oleh defisiensi relatif salah satu atau beberapa aminergic neurotransmiter pada celah sinaps neuron di SSP (khususnya pada sistem limbik) sehingga aktivitas reseptor serotonin menurun. Dosis anjuran Sediaan Indikasi: Depresi Gangguan anxietas: panik, anxietas umum dan fobia sosial Gangguan obesesif kompulsif Kontra Indikasi: Gagal ginjal kronis (laju filtrasi glomerulus < 10 mL/ menit) Penderita epilepsi, laktasi : Awal 20 mg/ hari, maksimal 80 mg/ hari : Kapsul 10 mg dan 20 mg

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

Penggunaan bersama penghambat Monoamin Oksidase (MAO) Interaksi obat: Penghambat MAO, obat yang bekerja pada susunan saraf pusat (termasuk Lithium), alkohol, diazepam, dan triptofan. Efek samping: Jika digunakan bersama penghambat MAO dapat menyebabkan sindrom serotonin, yang kadang kala berakibat fatal terdiri atas hipertermia, rigiditas otot, mioklonus, dan perubahan status mental dan tanda-tanda vital yang cepat. X. PROGNOSIS Premorbid Riwayat gangguan jiwa dalam keluarga: (-) Dukungan keluarga dan lingkungan: Status sosial ekonomi: menengah Stresor: (-) Riwayat Kepribadian premorbid: Onset usia > 25 tahun Perjalanan penyakit: kronik Jenis penyakit: Penyakit organik: (-) Regresi: (-) Respon terapi (obat-obatan) Kepatuhan minum obat: patuh Resume dari prognosis Ad Vitam : Ad Bonam Ad Fungsionam : Ad Bonam Ad Sanasionam : Dubia ad Bonam DAFTAR PUSTAKA Baik Baik Baik Baik Baik Buruk Baik Baik Baik Baik

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

1. 2. 3.

Kaplan dan Sadocks. Sinopsis Psikiatri Jilid 2, Ilmu Pengetahuan Perilaku dan Psikiatri Klinis. Edisi Ketujuh.Jakarta: Binarupa Aksara.2010. Maslim R. Panduan Praktis,Penggunaan Klinis Obat Psikotropik,Cetakan III. PT.Nuh Jaya. Jakarta. 2007. h: 23-30. Maslim R. Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas PPDGJ-III. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK UNIKA Atma Jaya. Jakarta.2003.

HOME VISIT

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20

Case Based Discussion Non Psychotic Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

20