Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MAKALAH SWAMEDIKASI DEMAM

Disusun Oleh :

1. Latifah Risdiana 2. Nurjanah Siti Alfiah 3. Retno Palupi

123039 123043 123047

PROGRAM STUDI DIII FARMASI STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN 2013/2014

DEMAM
A. Pengertian Demam Demam adalah suatu kondisi menyeluruh dimana suhu tubuh lebih tinggi dari normal (37,50C suhu oral atau 380 C suhu rektal) dan merupakan gejala dari suatu penyakit. Demam ini terjadi untuk memaksimalkan pertahanan tubuh. Ketika kondisi demam maka pertahanan tubuh paling aktif. Kondisi ini akan memacu pertambahan leukosit (sel darah putih) sebagai fungsi immune, serta memacu produksi interferon untuk melawan mikroorganisme yang menyerang tubuh. Oleh karena itu perlu diketahui bahwa demam menunjukkan kerja aktif tubuh sebagai mekanisme pertahanan. Jika terjadi demam berarti tubuh melakukan fungsi pertahanan. Suhu tubuh normal bervariasi sepanjang hari antara rata-rata 36,5 dan 37 0C. Biasanya suhu malam adalah lebih tinggi sedikit daripada suhu pagi, karena tubuh memproduksi kalor akibat aktivitas siang hari. Selama tidur kalor ekstra ini tidak dibentuk dan suhu berangsur-angsur turun lagi. Jika terjadi demam di atas 41,20C atau lebih bisa menyebabkan kerusakan jaringan dan yang terparah adalah kerusakan saraf pusat yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Namun hal ini jarang terjadi. Tidak ada bukti penelitian yang menunjukkan terjadinya kerusakan neorologis bila demam dibawah 410C. B. Penyebab Demam dapat disebabkan karena infeksi dan non-infeksi. 1. Penyebab infeksi antara lain : a. Virus misalnya flu, salesma. b. Bakteri misalnya radang telinga, radang tenggorok, tifus. c. Parasit misalnya malaria. Infeksi dengan parasit selalu diiringi dengan demam tinggi. 2. Penyebab non-infeksi antara lain : dehidrasi pada anak dan orang tua, alergi, kanker, stress, trauma, luka-luka besar, luka-luka bakar.

Pada demam karena infeksi kemungkinan dapat disertai menggigil. Namun menggigil itu sendiri bukan merupakan suatu gejala infeksi karena menggigil dapat juga terjadi karena demam yang disebabkan alergi atau keganasan. Keringat yang berlebihan umumnya terjadi pada saat temperatur tubuh turun secara tiba-tiba dan sering terjadi pada dini hari. C. Gejala 1. Menggigil 2. Nyeri otot dan sendi 3. Berkeringat( ketika suhu menurun) 4. Denyut jantung meningkat 5. Mengantuk dan lemah 6. Nafsu makan berkurang 7. Sakit kepala 8. Saat kencing terasa panas

D. Terapi Non Farmakologi a. Banyak minum. b. Kompres dingin sering kali memberikan rasa nyaman dan dapat menurunkan suhu tubuh yang meningkat. c. Memakai pakaian yang tipis selagi tidur. Pakaian yang tebal dapat membuat panas tubuh menjadi tertahan (tidak turun) dan menyebabkan tubuh semakin tidak nyaman.

E. Obat-obat Tersendiri : 1. Parasetamol

a. Nama Dagang : Alphamol, Betamol, Bodrexin dema, Ifitamol, Fasidol, Mirasic, Nufadol,Paradyn. Panadol, Tempra atau Tempra Forte. b. Cara Kerja Obat: Dengan cara menekan prostaglandin, semacam zat yang dikluarkan oleh tubuh yang sedang mengalami peradangan. Prostaglandin ini merupakan penyebab timbulnya panas. c. Aturan pakai obat a) Dewasa b) Anak-anak : 325 mg atau 500-600 mg setiap 4 sampai 6 jam : 0-1 tahun: 60-120 mg setiap 4 jam atau 6 jam 1-5 tahun: 120-150 mg setiap 4 jam atau 6 jam 6-12 tahun : 250-500 mg setiap 4 jam atau 6 jam d. Hal yang perlu diperhatikan : a) Dosis harus tepat, tidak berlebihan karena dapat menimbulkangangguan fungsi hati dan ginjal b) Hindari penggunaan campuran obat demam karena dapat menimbulkan over dosis c) Hindari penggunaan bersama dengan alcohol karena meningkatkan resiko gangguan hati d) Minta petunjuk dokter untuk penderita penyakit ginjal e. Kegunaan obat a) Megurangi rasa sakit, misalnya: sakit gigi, sakit kepala, nyeri haid b) Menurunkan demam,misalnya : demam setelah imunisasi

2.

Asetosal ( aspirin ) a. Nama dagang : Aspilet, Aspirin, Bodrexin, Cefenol, Farmasal. b. Cara Kerja Obat: Dengan cara menekan prostaglandin, semacam zat yang dikluarkan oleh tubuh yang sedang mengalami peradangan. Prostaglandin ini merupakan penyebab timbulnya panas. Aturan pakai obat: a) Dewasa b) Anak-anak : 500-650 mg setiap 4jam (maksimal 4hari) : 2-3 tahun : 80-160 mg setiap 4jam 4-5 tahun : 160-240 mg setiap 4jam 6-8 tahun : 250-240 mg setiap 4jam 9-10 tahun : 320-400 mg setiap 4 jam > 11 tahun : 400-480 mg setiap 4 jam c. Hal yang perlu diperhatikan a) Aturan pemakain harus tepat, diminum setelah makan bersama makanan untuk mencegah nyeri dan pendarahan lambung. b) Hati-hati atau minta nasihat dokter bagi penderita gangguan ginjal atau hati, kehamilan, ibu menyusui, dan dehidrasi. c) Jangan diminum bersama dengan alcohol karena dapat meningkatkan resiko pendarahan lambung. d) Hati-hati atau minta nasehat dokter bagi penderita yang menggunakan obat hipoglisemik, metotreksat, urikosurik, heparin, kumarin, anti kougulan, kortikosteroid, fluprofen, penisilin dan vitamin C.

d. Kegunaan Obat: a) Mengurangi rasa sakit, misalnya: sakit kepala, nyeri otot, nyeri tulang, nyeri haid. b) Menurunkan demam, misalnya: demam setelah imunisasi c) Anti radang, misalnya: radang sendi dan tulang e. Efek yang tidak diinginkan: a) Nyeri lambung, mual, muntah b) Pemakaian jangka lama dapat menimbulkan tukak lambung, perdarahan lambung.

3.

Ibuprofen a. Nama Dagang : Proris, Rhelafan, Bufect. b. Cara Kerja Obat: Ibuprofen adalah golongan obat anti radang nonsteroid yang pada dosis 200mg hanya mempunyai efek pereda nyeri dan penurun demam. c. Aturan Pakai : a) Dewasa : 200mg 3-4 kali sehari

b) Anak-anak : 5-10mg/ kg BB 3-4 kali sehari d. Hal-hal yang perlu diperhatikan a) Hindari pemakaian bersama aspirin untuk mencegah stroke atau serangan jantung. b) Hindari alcohol karena dapat meningkatkan resiko pendarahan lambung. c) Gunakan sesuai petunjuk atau yang diresepkan dokter, overdosis dapat membehayakan lambung dan usus.

d) Hati-hati pada penggunaan obat-obat antikoagulan, diuretik, kortikosteroid, AINS, anti hipertensi.

e. Kegunaan obat a) Meredakan nyeri, misalnya sakit kepala, sakit gigi, nyeri punggung, nyeri haid, luka kecil. b) Demam c) Inflamasi f. Efek yang tidak di Inginkan a) Rasa tidak nyaman di lambung : mual, dispepsia, pendarahan, diare, sembelit. b) Sakit kepala, gugup c) Gatal atau ruam d) Retensi garam dan cairan, dan hipertensi e) Pandangan kabur f) Telinga berdengung

DAFTAR PUSTAKA Sutanto., Hariwijaya,M. 2006. Pengetahuan Praktis Tentang Penyakit dan Obat-obatan. Yogyakarta : Bandaliko Press Yogyakarta. Drs. H. T. Tan dan Drs. Kirana rahardja. Swamedikasi Cara Mengobati Gangguan sehari-hari dengan obat-obat Bebas Sederhana. Jakarta : Departemen Kesehatan RI. Anonim. 2007. Kompendia Obat Bebas. Jakarta : Departemen Kesehatan RI.