Anda di halaman 1dari 1

Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 7, No 2, Juli 2012 Analisis Yuridis Perjanjian...

(John Terson) 154-164

ANALISIS YURIDIS PERJANJIAN JUAL BELI MOBIL MELALUI LEMBAGA


PEMBIAYAAN KONSUMEN (CONSUMEN FINANCE).

John Terson
Dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya

Abstrak : Dalam kehidupan sehari-hari sudah sering terjadi kalau pihak Lembaga
Pembiayaan atau finance bekerjasama dengan pihak ketiga (Debt Colletor) untuk
mengeksekusi atau menyita mobil dari Debitur yang menunggak membayar cicilan secara
berturut-turut di atas 3 bulan, Tanpa mempertimbangkan Keadaan, Lokasi maupun
Waktu, Jika dalam batas waktu toleransi yg di berikan kepada Debitur untuk menembus
objek sitaan tersebut sudah habis, Maka pihak Finance tidak akan segan-segan menjual &
melelang objek sitaan tersebut ke pasaran. Dalam hal ini kategori mobil merupakan
sesuatu hal yg sangat tragis bagi seorang Debitur, Karena bunga pokok utang dalam
segmen ini masih tergolong tinggi, Sehingga konsumen tidak mendapat kembalian dana
sama sekali alias nol, Kadang kala yg lebih tragis lagi adalah konsumen tersebut di
beritahukan harus menombok lagi dari perhitungan nilai pokok utang dengan selisih nilai
objek yg telah di lelangkan pihak Finance , Walaupun masa pembayaran cicilanya sudah
di atas 1 tahun + DP semuanya di anggap hangus dari perhitungan mereka.

PENDAHULUAN. Undang-Undang atau hukum yang bersifat


sektoral, sedangkan hukum yang bersifat
Era reformasi merupakan era dasar (basic law) kurang mendapat
perubahan dalam kehidupan berbangsa dan perhatian. Hal ini tampak dari kurangnya
bernegara. Era reformasi telah dimulai pembahasan dari berbagai hukum dasar,
sejak tahun 1998 yang lalu. Latar belakang seperti hukum perdata, hukum dagang,
lahirnya era reformasi adalah tidak hukum pidana, hukum tata negara, hukum
berfungsinya roda pemerintahan dalam kontrak, dan lainnya. Hukum kontrak kita
kehidupan berbangsa dan bernegara, masih menggunakan peraturan Pemerintah
terutama di bidang politik, ekonomi, dan Kolonial Belanda yang terdapat dalam
hukum. Maka dengan adanya reformasi, buku III KUH Perdata. Yang mana dalam
penyelenggara negara berkeinginan untuk ketentuan tersebut diperkenankan untuk
melakukan perubahan secara radikal membuat perjanjian baik yang telah
(mendasar) dalam ketiga bidang tersebut. dikenal dalam KUH Perdata maupun di
Dalam bidang hukum, diarahkan kepada luar KUH Perdata. Bentuk-bentuk
pembentukan peraturan perundang- perjanjian yang telah diatur dalam KUH
undangan yang baru dan penegakan hukum Perdata, seperti jual beli, tukar menukar,
(law of enforcement). Undang-Undang sewa menyewa, persekutuan perdata,
yang dibentuk dan dibuat dalam era hibah, penitipan barang, pinjam pakai,
reformasi ini, yang paling dominan adalah pinjam meminjam, pemberian kuasa,

ISSN : 2085-4757 154