Anda di halaman 1dari 17

REFERAD GANGGUAN PANIK

OLEH :
SAFTIANI (G1A107027) APRI SYLVIANI (G1A107027) PEMBIMBING dr. Victor Eliezer SpKJ

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR BAGIAN ILMU KESEHATAN JIWA RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI JAMBI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JAMBI 2013

Gangguan panik ditandai dengan terjadinya serangan panik yang spontan dan tidak diperkirakan. Serangan panik adalah periode kecemasan atau ketakutan yang kuat dan relative singkat (biasanya kurang dari satu tahun), yang disertai oleh gejala somatik tertentu seperti palpitasi dan takipnea

BAB 1 PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Gangguan panik ditandai serangan panik yang tak diduga dan spontan yang terdiri dari atas periode rasa takut intens yang hati-hati dan bervariasi dari sejumlah serangan sepanjang hari sampai hanya sedikit serangan selama satu tahun. Gangguan panik sering disertai agoraphobia, yaitu rasa takut di tempat umum

Epidemiologi

Studi epidemiologi melaporkan prevalensi seumur hidup 1,5 - 5% gangguan panik 3 sampai 5,6% serangan panik. Perempuan lebih mudah terkena 2-3 kali daripada laki-laki. Faktor sosial yang berperan riwayat perpisahan atau perceraian yang baru terjadi. Gangguan panik paling lazim timbul pada dewasa muda (usia rerata gangguan sekitar 25 tahun). 91% pasien dengan gangguan panik memiliki sedikitnya satu gangguan psikiatri lain.

Etiologi
Faktor Biologis Faktor Genetik Faktor Psikososial

Manifestasi klinis
Serangan panik yang pertama sering benarbenar spontan, walaupun serangan panik kadang-kadang mengikuti kegairahan, kerja fisik, aktifitas seksual atau trauma emosi sedang. Serangan dimulai dengan periode meningkatnya gejala dengan cepat selama 10 menit. Gejala mental utama rasa takut yang ekstrim dan rasa kematian serta ajal yang mengancam. Biasanya tidak mampu menyebutkan sumber rasa takutnya, mereka menjadi bingung dan memiliki masalah berkonsentrasi.

Tanda fisik Takikardi, palpitasi, dispnea, dan berkeringat. Serangan biasanya bertahan 20-30 menit dan jarang lebih dari satu jam Gejala dapat hilang segera atau bertahap.

Diagnosis serangan panik menurut DSM-IV-TR

Serangan panik suatu periode diskret rasa taku atau ketidaknyamanan intens, dengan tiba-tiba timbul 4 atau lebih gejala berikut dan mencapai puncaknya dalam 10 menit :
Palpitasi Berkeringat Gemetar Rasa napas pendek atau tercekik Rasa tersedak Nyeri atau tidak nyaman didada Mual atau gangguan abdomen Rasa pusing, tidak stabil, kepala tersa ringan, atau pingsan Derealisasi atau depersonalisasi Rasa takut kehilangan kendali atau menjadi gila Rasa takut mati Parestesi Menggigil atau rona merah d wajah

Diagnostik gangguan panik berdasarkan DSM-IV-TR

Menurut DSM-IV-TR kriteria diagnostik gangguan panik dibagi menjadi 2, yaitu gangguan panik dengan agaorafobia dan tanpa agoraphobia, tetapi keduanya memerlukan adanya serangan panik. Gangguan panik tanpa agoraphobia
A. Mengalami (1) dan (2) :
Serangan panik berulang yang tidak di duga. Sedikitnya satu serangan telah diikuti selama satu bulan atau lebih oleh salah satu atau lebih hal berikut :

B. Tidak ada agoraphobia/ ada agorafobia

Kekhawatiran menetap akan mengalami serangan tambahan Kekhawatiran akak akibat atau konsekuensi serangan, contoh ; hilang kendali, serangan jantung, menjadi gila.

C. Serangan panik tidak disebabkan efek fisiologis langsung zat (contoh ; penyalahgunaan obat, pengobatan) atau keadaan medis umum (contoh hipertiroidisme) D. Serangan panik tidak dimasukkan kedalam gangguan jiwa lain, seperti fobia sosial, fobia spesifik, gangguan obsesif kompulsif, gangguan stress pasca trauma, atau gangguan ansietas perpisahan

Diagnostik Gangguan Panik Berdasarkan PPDGJ-III


Gangguan panic baru ditegakkan sebagai diagnosis utama bila tidak ditemukan adanya gangguan ansietas fobik (F40.-) Untuk diagnosis pasti, harus ditemukan adanya beberapa kaliserangan ansietas berat dalam masa kira-kira satu bulan Pada keadaan-keadaan dimana sebenarnya secara objektif tidak ada bahaya Tidak terbatas pada situasi yang telah diketahui atau yang dapat diduga sebelumnya (unpredictable situation) Dengan keadaan yang relative bebas dari gejala-gejala ansietas pada periode diantara serangan-serangan panic (meskipun demikian, umumnya dapat terjadi juga ansietas antisipatorik, yaitu anxietas yang terjadi setelah membayangkan sesuatu yang mengkhawatirkan akan terjadi).

Prognosis
Pasien mungkin relatif tidak khawatir mengenai keadaan mereka, meskipun demikian dengan berulangnya serangan, gejala tersebut dapat menjadi perhatian utama. Frekuensi dan keparahan serangan dapat berfluktuasi. Serangan panik dapat terjadi beberapa kali dalam sehari. Asupan nikotin dan kafein dapat memperberat gejala. Interaksi keluarga dan kinerja disekolah serta ditempat kerja biasanya terganggu. Pasien dengan fungsi pramorbid baik dan durasi gejala singkat cenderung memiliki prognosis baik.

Terapi
Antidepresan Tricylic Selective serotonin reuptake inhibitor Benzodiazepin Terapi Perilaku Kognitif

Gangguan panik adalah gangguan yang ditandai dengan serangan panik yang spontan dan tidak diperkirakan, atau periode kecemasan atau ketakutan yang kuat dan relative singkat ( biasanya kurang dari 1 tahun). yang disertai dengan gejala somatik. 2. Gangguan panik sering disertai agoraphobia, yaitu rasa takut di tempat umum (seperti supermarket), terutama tempat yang sulit untuk keluar dengan cepat saat terjadi serangan panik. 3. Wanita 2-3 kali lebih sering terkena daripada laki-laki, gangguan paling sering berkembang pada dewasa muda.
1.

BAB III KESIMPULAN

Faktor yang berperan dalam etiologi dan patofisiologi terjadinya gangguan panik, diantaranya faktor biologi, faktor genetik dan faktor psikososial. 5. Prognosis Pasien dengan fungsi pramorbid baik dan durasi gejala singkat cenderung memiliki prognosis baik. 6. Beberapa golongan obat yang efektif untuk gangguan panic adalah obat trisiklik dan tetrasiklik, Mono Amine Oksidase Inhibitor (MAOIs), Serotonin Spesific Inhibitors (RSSI) dan Benzodeazepine.
4.

Terimakasih