Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN WASPADA KERACUNAN PESTISIDA RUMAH TANGGA

Oleh : Hendra Bagus A NIM 0910720038

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

Pokok Bahasan : Waspada keracunan Pestisida rumah tangga Sasaran Tempat : Masyarakat kec. Dinoyo( Dewasa) : Kantor Kecamatan Dinoyo

Hari / Tanggal : 1 november 2011 Alokasi Waktu : 30 menit Metode Pertemuan Pengajar : Ceramah, Tanya Jawab dan Poster : 1 (pertama) : Hendra Bagus A.

A. Tujuan Intruksional 1. Umum Setelah dilakukan penjelasan tentang keracunan pestisida selama 30menit, diharapkan masyarakat dapat mengerti dan memahami gejala, akibat dan pencegahan keracunan pestisida. 2. Khusus Setelah mendapatkan penjelasan tentang bahaya pestisida diharapkan masyarakat mampu: Mengetahui macam-macam pestisida dalam rumah tangga Mengetahui akibat keracunan pestisida Mengetahui cara pencegahan keracunan pestisida Mengetahui penanganan keracunan pestisida B. Sub Pokok Bahasan 1. Macam-macam pestisida rumah tangga 2. akibat keracunan pestisida 3. pencegahan keracunan pestisida 4. penanganan keracunan pestisida C. Media Poster

D. Kegiatan Penyuluhan
NO Tahap Kegiatan Waktu Kegiatan Perawat Kegiatan Klien Media

Pembukaan

5 menit

Penyajian

20 menit

1. Salam Pembuka 2. Perkenalan 3. Kontrak waktu 4. Menjelaskan tujuan 1. Menjelaskan Materi tentang: - Menjelaskan macam-macam pestisida dalam rumah tangga - Menjelaskan akibat keracunan pestisida - Menjelaskan cara pencegahan keracunan pestisida - Menjelaskan cara penanganan keracunan pestisida 2. Memberikan kesempatan warga untuk bertanya apabila belum jelas 1. evaluasi hasil penyuluhan 2. Salam penutup

1. Menjawab salam

1. Mengikuti penjelasan materi 2. Bedrtanya apabila penjelasan kurang dimengerti

- Poster

Penutup

5 menit

1. Menjawab salam

E. Evaluasi 1. Evaluasi Proses: a. Peserta mengikuti kegiatan penyuluhan dengan baik b. Peserta terlibat aktif dalam pembelajaran c. peserta aktif bertanya 2. Evaluasi hasil: a. Pesrta mengetahui bahaya keracunan pestisida b. Peserta mengetahui pencegahan keracunan pestisida c. Peserta mampu menjawab pertanyaan penyaji F. Materi (terlampir) G. Daftar Pustaka 1. Bates N., et all, Paediatric Toxicology : Hanbbook of Poisoning in Children, Macmillan Refference LTD, London, 1997. 2 Direktorat Pupuk dan Pestisida, Pestisida Untuk Pertanian dan Kehutanan, Dit Pupuk dan Pestisida Ditjen Bina Sarana Pertanian Deptan RI, Jakarta, 2001. 3. Direktorat Pupuk dan Pestisida, Pestisida Higiene Lingkungan, Dit Pupuk dan Pestisida Ditjen Bina Sarana Pertanian Deptan RI, Jakarta, 2001. 4. Olson K.R., Poisoning and Drug Overdosis 4th ed. Appleton & Lange, USA. 2004.

F. Materi (terlampir) 1. Macam-macam pestisida rumah tangga Racun pestisida tidak hanya dirasakan oleh organisme yang menjadi sasaran, misalnya nyamuk, kecoa, dan tikus. Racun pestisida bisa menghinggapi manusia maupun hewan peliharaan. Pestisida masuk ke dalam tubuh manusia dengan berbagai cara. Misalnya, terhirup, tertelan, terkena kulit, dan terkena mata. Berikut beberapa pestisida yang terdapat dalam rumah tangga. 1. Racun Serangga Pestisida yang sering digunakan dalam rumah tangga adalah jenis insektisida atau racun pembasmi serangga. Insektisida ini sering digunakan untuk membunuh nyamuk, kecoa, semut, dan lalat. Bentuk racun serangga pun bermacam-macam. Ada yang berupa semprotan, elektrik (menggunakan listrik), lotion, serta berupa kepingan melingkar yang dibakar. 2. Racun Ngengat Racun ngengat lebih akrab dikenal dengan sebutan kapur barus atau kamper. Racun ngengat dijual dalam berbagai bentuk dan pilihan warna. Warnanya yang menarik kadang membuat anak-anak tergiur dan menganggapnya sebagai permen. Oleh sebab itu, Anda harus berhati-hati meletakkan dan menggunakan racun ngengat ini. 3. Racun Tikus Racun tikus tersedia dalam berbagai bentuk, seperti butiran, serbuk, dan pellet. Racun tikus dalam bentuk umpan berwarna sering mengundang perhatian anak-anak karena disangka cemilan. Oleh sebab itu, kehati-hatian penggunaan racun ini menjadi sangat penting untuk menghindari keracunan. Rodentisida termasuk zat kimia yang sangat beracun. Racun tikus yang memiliki kandungan zat aktif zinc phosphide memiliki bau khas seperti ikan busuk sehingga rasanya tidak disenangi binatang lain. Meskipun demikian, bau busuk ini justru membuat tikus tertarik. 2. Akibat keracunan pestisida 1. Akibat keracunan insektisida. Jika mengenai kulit, zat ini dapat mengakibatkan kekeringan kulit. Jika terhirup, dapat mengakibatkan iritasi pada saluran pernapasan. Misalnya, radang kerongkongan dan rhinitis. Dapat merangsang alergi yang mengakibatkan batuk, bersin-bersin, napas menjadi pendek, dan terasa sakit pada bagian dada (khusus anak-anak yang memiliki penyakit asma serta alergi). Bila tertelan dalam dosis rendah, zat ini dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare.

Jika tertelan dalam dosis tinggi sekitar 200-500 mililiter, zat ini dapat merusak sistem saraf pusat, napas menjadi sesak, koma. Bahkan, yang lebih tragis adalah kematian.

2. Akibat keracunan racun ngengat. Jika racun ini masuk melalui mulut, akan berakibat pada iritasi saluran pencernaan, mual, muntah, dan diare. Bila terkena mata, racun ini dapat merusak kornea dan mengaburkan pelihatan. Jika terkena bagian kulit, racun ini akan mengakibatkan iritasi, alergi, dan gatal-gatal. 3. Akibat yang timbul dari keracunan rodentisida adalah sebagai berikut. Membuat paru-paru sesak. Mengakibatkan tekanan darah rendah. Kesulitan bernapas. Muntah-muntah. Denyut jantung tidak teratur. Kerusakan pada ginjal. Berkurangnya leukosit atau sel darah putih. Koma. Kematian.

3. Pencegahan keracunan pestisida Sebelum menggunakannya bacalah label yang ada dikemasan. Jaga label jangan sampai rusak karena didalamnya terdapat informasi mengenai cara menggunakannya, penyimpanan, bahayanya dan pertolongan pertama jika terjadi keracunan serta informasi lainnya. Pestisida hendaklah disimpan dengan aman ( di tempat yang tidak terjangkau oleh anak anak seperti dilemari yang terkunci atau tempat yang agak tinggi) sebelum dan setelah digunakan. Jangan menyimpan dekat dengan bahan-bahan makanan dan minuman. Simpan dalam wadah aslinya dan jangan di pindahkan ke dalam wadah lain terutama ke dalam wadah bekas makanan/minuman. Jangan sekali-kali menggunakan bekas wadah pestisida untuk tempat makanan atau minuman sekalipun untuk hewan peliharaan. Jangan menggunakan racun tikus dengan tangan kosong, gunakanlah alat seperti sendok plastik dan cuci tangan setelah menyediakan racun tersebut. Gunakan pestisida dalam bentuk semprotan kurang lebih 1 jam sebelum tidur. Sebelum menggunakannya pastikan anak-anak tidak berada disekitar ruangan yang akan disemprot dan semua alat mainan disimpan ke tempat lain.

Pastikan obat nyamuk bakar digunakan dengan aman dan jauhkan dari bahan yang mudah terbakar.

4. Penanganan keracunan pestisida Langkah-langkah penanganan keracunan: Tenang dan jangan panik Cari bekas wadah bahan beracun yang dicurigai Jangan beri makan atau minum sesuatu sebelum mendapatkan nasihat dari dokter Segera bawa ke perawatan medis terdekat. Penanganan keracunan karena tertelan: Pestisida: Jangan rangsang muntah, karena bahan pelarut pada umumnya golongan hidrokarbon dapat terjadi aspirasi (masuknya bahan ke paru-paru). Berikan arang aktif (dosis dewasa 25-100 gr dan anak-anak 25-50 gr) dan segera bawa ke perawatan medis terdekat untuk diobservasi dan mendapat pertolongan lebih lanjut. Bahan Korosif (pembersih keramik, pembersih saluran dll): segera bawa ke perawatan medis terdekat untuk diobservasi dan mendapat pertolongan lebih lanjut. Hidrokarbon (Minyak tanah, terpentin, oli dll): jangan rangsang muntah Obat: segera rangsang muntah (jika baru tertelan 1-2 jam) dan segera bawa ke perawatan medis terdekat untuk diobservasi dan mendapat pertolongan lebih lanjut. Jika korban tidak sadar, kejang-kejang jangan lakukan rangsang muntah dan jangan beri minum dan segera bawa ke perawatan medis terdekat untuk diobservasi dan mendapat pertolongan lebih lanjut. Penanganan keracunan yang terkena kulit: Bawa segera korban ke air mengalir atau kran air terdekat Hati-hati dalam melakukan pertolongan. Penolong harus menggunakan sarung tangan dan masker (bila tersedia) Lepaskan pakaian, arloji dan sepatu yang terkontaminasi zat beracun atau muntahannya dan simpan dalam wadah atau plastik tertutup. Segera cuci bagian kulit yang terkena dengan air mengalir dan sabun minimal 10 menit Keringkan dengan handuk yang kering dan lembut Jika tidak ada air, sekalah kulit dan rambut korban dengan kain atau kertas yang lembut. Jangan digosok. Keringkan dengan kain yang lembut.

Penanganan keracunan yang terkena mata: Posisi korban didudukkan atau berbaring Kepala tengadah dan miring ke sisi mata yang terpapar Secara perlahan buka kelopak mata dan bilas dengan air bersih selama 15-20 menit Hindari bekas air cucian mengenai wajah atau mata lainnya Jika masih belum yakin bersih, bilas kembali selama 10 menit. Jangan birkan korban menggosok matanya Tutuplah mata dengan kain kassa steril dan segera bawa ke dokter mata atau ke perawatan medis terdekat.