Anda di halaman 1dari 3

pemberian nutrisi bayi berat lahir rendah (BBLR) tidak sama dengan pemberian pada bayi cukup bulan,

hal ini karena kematangan fungsi aluran cerna, enzim serta kemampuan pengosongan lambung yang berbeda dengan bayi cukup bulan. Kebutuhan nutrisi BBLR merupakan kebutuhan yang paling besar dibanding kebutuhan masa manapun dalam kehidupan. Kebutuhan ini mutlak untuk kelangsungan hidup serta tumbuh yang optimal. Belum ada standar kebutuhan nutrien yang disusun secara tepat untuk BBLR sebanding dengan air susu ibu (ASI). Rekomendasi yang ada bertujuan agar kebutuhan nutrien dipenuhi mendekati kecepatan tumbuh dan komposisi tubuh janin normal sesuai masa gestasi serta mempertahankan kadar normal nutrien dalam darah dan jarIngan tubuh. Pemilihan jenis nutrisi sangat penting dan ASI tetap merupakan pilihan utama karena pelbagi keunggulannya. Formua prematur terus disempurnakan agar menyerupai komposisi nutrien ASI dengan menambah glutamat dan nukleotida. Cara pemberian nutrisi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain keadaan klinis, masa gestasi, juga keterampilan dan pengalaman petugas di tempat perawatan bayi. Masalah nutrisi merupakan salah satu dari beberapa masalah serius pada bayi berat lahir rendah (BBLR). Hal ini sangat erat berkaitan dengan pelbagai kondisi ataupun komplikasi pada berbagai sistem atau organ tubuh seperti saluran nafas, susunan saraf pusat, saluran cerna, hati, ginjal dan lainnya. Di satu pihak nutrisi merupakan kebutuhan mutlak untuk kelangsungan hidup serta tumbuh kembang yang optimal ataupun pencegahan komplikasi,namun di pihak lain nutrisi dapat mengakibatkan timbulnya komplikasi. Selain itu, terdapat kondisi yang bervariasi pada BBLR berdasarkan masa gestasi maupun berat lahir, sehingga tatalaksana medis maupun nutrisi pada BBLR lebih bersifat individual. Permasalah nutrisi khusus pada BBLR adalah rendahnya cadangan nutrisi, imaturitas fungsi organ, potensial untuk pertumbuhan cepat, serta beresiko tinggi untuk terjadinya morbiditas. Tujuan utama dukungan nutrisi pada BBLR adalah tercapainya tumbuh kembang yang optimal. Fisiologi saluran cerna pada BBLR Kematangan fungsi organ khususnya saluran cerna, sangat mentukan jenis dan cara pemberian nutrisi pada bayi BBLR. Kondisi klinis sering kali menjadi faktor penentu, apakah nutrisi enteral atau parentral yang akan diberikan. Saluran cerna merupakan organ petama yang berhubungan dengan proses digesti dan absorpsi makanan. Ketersedian enzim pencernaan baik untuk karbohidrat, protein maupon lemak sangat berkaitan dengan masa gestasi. Umumnya pada neonatus cukup bulan (NCB) enzim pencernaan sudah mencukupi kecuali laktase dan diperkirakan sekitar 25% NCB sampai usia satu minggu menunjukkan intoleransi laktosa. Aktivitas enzim sukrase dan laktase lebih rendah pada BBLR, dan sukrase lebih cepat meningkat berbanding laktase.

Pemberian ASI pada BKB Bagi bayi BKB, ASI dalah makanan terbaik. Komposisi ASI yang dihasilkan oleh ibu yang melahirkan prematur (ASI prematur) berbeda dengan komposisi ASI ibu yang melahirkan cukup bulan (ASI matur). Sayangnya komposisi ASI prematur ini hanya berlangsung bebeapa minggu dan akan berubah menjadi seperti ASI matur. Untuk bayi dengan masa gestasi lebih dari 34 minggu dapat disusukan langsung kepda ibunya karena refleks menghisap dan menelannya sudah cukup baik. Komposisi ASI yang prematur akan berubah menjadi ASI matur dalam waktu 3-4 minggu, namun pada saat itu masa gestasi bayi juga sudah cukup bulan sehingga komposisi ASI sesuai dengan kebutuhannya. Untuk bayi yang pada usia kronilogis sudah 4 minggu dengan masa gestasi kurang dari 37 minggu selain ASI perlu ditambahkan dengan Huan Milk Fortifier atau susu formula untuk BKB. Untuk bayi dengan masa gestasi >32-34 minggu refles menelan sudah cukup baik tetapi refleks menghisapnya belum. ASI perlu diperah dan diberikan dengan sendok/cangkir/pipet.untuk bayi dengan masa gestasi kurang dari dari 32 minggu ASI perah diberikan dengan sonde lambung kerana refleks menghisap dan refleks menelan belum baik.

Feeding Deciding the initial method Bayi sakit atau tidak dan individual feeding ability sangat menentukan cara pemberian nutrisi dan cairan pada bayi. Tujuan utama dari feeding adalah untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dan cairan pada bayi. Adalah penting untuk membagi BBLR kepada dua kelompok yaitu kelompok hemodinamik stabil dan kelompok hemodinamik tidak stabil sebelum menentukan metode apa yang akan dipakai dalam pemberian nutrisi dan cairan pada bayi. Status hemodinamik Neonatus yang mempunyai salah satu dari simptom atau tanda di bawah diklasifikasikan sebagai bayi dengan hemodinamik tidak stabil : Pernapasan yang cepat ( RR > 60/min ) Retraksi yang dalam Apnea Memerlukan oksigen Konvulsi ( kejang ) Demam (>37.5oC) atau hipotermi ( <35.5 oC) Status kessadaran yang abnormal ( abnormal state of conciousness ) Distensi abdomen

Neonatus dengan status hemodinamik yang tidak stabil sering mendapat nutrisi dan cairan melalui jalur intravena. Enteral feeding harus segera dimulai setelah kestabilan hemodinamik dicapai. Metode pemberian enteral feeding tergantung dari usia gestasi dan kondisi klinik. Feeding abililiy