Anda di halaman 1dari 3

Tugas Mata Kuliah Dasar-dasar Logika IRFANDINATA E13112253 Ilmu Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin Definisi Logika Logika

a berasal dari kata Yunani kuno (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. (Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Logika, akses 3 September 2012). Logika adalah pengetahuan tentang kaidah berpikir; jalan pikiran yg masuk akal. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php, akses 3 September 2012). Secara leksikal, Oxford Dictionary mendefinisikan logika sebagai science of reasoning, proof, thinking, or inference; particular scheme of or treatise on this; chain of reasoning, correct or incorrect use of argument, ability in argument, arguments. Sumber: http://kuliahfilsafat.wordpress.com/2009/11/22/pengertian-sejarah-danmacam-macam-logika/, akses 4 September 2012 Meriam Websters Desk Dictionary menjelaskan bahwa logika adalah a science that deals with the rules and tests of sound thinking and proof by reasoning. Sumber: http://kuliahfilsafat.wordpress.com/2009/11/22/pengertian-sejarah-danmacam-macam-logika/, akses 4 September 2012. Menurut Aristoteles (seperti dikutip Moh Syafiruddin, http://www.syafir.com/2011/11/29/pengertian-kegunaan-dan-macam-macam-logika, akses 3 September 2012) logika merupakan alat bagi seluruh ilmu pengetahuan. Menurut Irving Marmer Copi (1917-2002),pengarang buku Introduction to Logic dan Informal Logic, logika adalah ilmu yang mempelajari metode dan hukumhukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah. Sumber: http://bahauddin-amyasi.blogspot.com/2008/12/logika-pengertian-sejarahdan.html, akses 3 September 2012. Menurut Jan Hendrik Rapar (1996 : 5) (seperti dikutip Alqonews, http://alqonews.wordpress.com/2010/08/20/pengertian-logika/, akses 3 September 2012) Logika adalah suatau pertimbangan akal atau pikiran yang diatur lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Menurut W. Poespoprodjo, Ek. T. Gilarso (2006: 13) (seperti dikutip Alqonews, http://alqonews.wordpress.com/2010/08/20/pengertian-logika/, akses 3 September 2012) Logika adalah ilmu dan kecakapan menalar, berpikir dengan tepat. Menurut Soekadijo (1983-1994: 3) (seperti dikutip Alqonews, http://alqonews.wordpress.com/2010/08/20/pengertian-logika/, akses 3 September 2012) Logika adalah suatu metode atau teknik yang diciptakan untuk meneliti ketepatan nalar.

Menurut Joesoef Sou`yb (seperti dikutip Kang Asep, http://logika.16mb.com/sejarahlogika/aristoteles-dan-kesempurnaan-logika/, akses 3 September 2012) Logika itu adalah sebuah ilmu tentang hukum-hukum berpikir guna memelihara jalan pikiran dari setiap kekeliruan. Logika itu membimbing dan menuntut seseorang supaya berpikir teliti. Ilmu itu mula-mula disusun oleh Aristoteles (384-322 SM), ahli pikir Grik terbesar itu yang memperoleh gelar Guru Pertama di dunia ini sampai kepada masa kini. Logika adalah sarana untuk berpikir sistematis, valid dan dapat dipertanggungjawabkan. (Dunia baca,http://duniabaca.com/peranan-logika-dalamfilsafat.html, akses 3 September 2012). Kata Logika adalah berasal dari bahasa latin, yakni logos yang berarti adalah perkataan,ucapan atau sabda. Istilah lain dari logika adalah terdapat dalam bahasa arab yang digunakan sebagai gantinya adalah mantiq, yang diambil dari kata kerja nataqa, yang berarti berkata atau berucap. Sedangkan logika secara luas dapat di definisikan sebagai pengkajian berpikir secara shahih (William S. Sahakian dan Mabel Lewis Sahakian, Realism of Philosophy). Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2140522-pengertianlogika/, akses 3 September 2012. Secara etimologi (bahasa) logika berasal dari bahasa Yunani data kata logika, kata sifat dari logos yang berarti kata atau pikiran yang benar, jadi kalau ditinjau dari segi bahasa semata ilmu logika adalah pengetahuan tentang berkata benar. Oleh karena itu dalam bahasa arab ilmu logika ini dinamakan ilmu mantiq yang berarti ilmu tentang bertutur kata yang benar. Sedangkan menurut terminologi (istilah) ilmu logika adalah pengetahuan yang istematis sekaligus mempelajari tentang aturan-aturan dan hukumhukum berpikir yang dapat mengantarkan manusia pada kebenaran berpikir. Sumber: http://www.syafir.com/2011/11/29/pengertian-kegunaan-dan-macammacam-logika, akses 3 September 2012. Menurut The Liang Gie dalam bukunya Dictionary of Logic (Kamus Logika) (seperti dikutip IMTAQ, http://imtaq.com/definisi-dan-pengertian-ilmu-logikakalam/#more-438, akses 4 September 2012) menyebutkan: Logika adalah bidang pengetahuan dalam lingkungan filsafat yang mempelajari secara teratur asas-asas dan aturan-aturan penalaran yang betul (correct reasoning). Menurut Mundiri dalam bukunya Logika (seperti dikutip IMTAQ, http://imtaq.com/definisi-dan-pengertian-ilmu-logika-kalam/#more-438, akses 4 September 2012) logika didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah. Menurut Friedrich Ludwig Gottlob Frege (seperti dikutip Agipras, http://agipras.wordpress.com/2011/08/19/behind-the-scene-logika-aristoteles--ep-02/ , , akses 4 September 2012) logika adalah ilmu dari hukum paling umum tentang kebenaran. Ibn Sina mendefiniskan logika sebagai alat pembeda antara benar dan salah Sumber: http://agipras.wordpress.com/2011/08/19/behind-the-scene-logikaaristoteles---ep-02/ , akses 4 September 2012

Menurut George F.Kneller (seperti dikutip Amri Khan, http://amrikhan.wordpress.com/2012/07/30/logika-yunani-dalam-ushul-fiqih/, akses 4 September 2012) logika adalah penyelidikan tentang dasar-dasar dan metode-metode berpikir benar. M. Taib Thahir Abd. Muin (seperti dikutip Syekhuddin, http://jaringskripsi.wordpress.com/2009/09/22/logika-inferensial/, akses 4 September 2012) mengemukakan bahwa ilmu manthiq (logika) menurut bahasa ialah bertutur benar. Adapun definisinya bermacam-macam, namun kesimpulannya sama, antara lain; [1] ilmu tentang undang-undang berfikir, [2] ilmu untuk mencari dalil, [3] ilmu untuk menggerakkan fikiran kepada jalan yang lurus dalam memperoleh suatu kebenaran, [4] ilmu yang membahas tentang undang-undang yang umum untuk fikiran, [5] alat yang merupakan undang-undang berfikir dan bila undang ini dipelihara dan diperhatikan, maka hati nurani manusia pasti dapat terhindar dari fikiran-fikiran yang salah.

Dari 19 poin tersebut Irfandinata dapat menyimpulkan bahwa logika adalah hasil pertimbangan pemikiran yang lurus dan tepat dengan menyelidiki, merumuskan serta menerapkan hukum-hukum yang harus ditepati. Dalam logika berpikir dipandang dari sudut kelurusan dan ketepatan karena berpikir lurus dan tepat merupakan objek formal logika.