Anda di halaman 1dari 24

Menghambat interaksi histamin dengan reseptor H2 menghambat sekresi asam lambung Digunakan untuk : lambung dan usus pengobatan

n tukak

Efek samping : Diare, nyeri otot, kegelisahan

Sekresi as. Lambung (histamin, gastrin, asetilkolin) secara langsung menghambat kerja Histamin (efikasi intrinsik) menghambat kerja potensiasi histamin (efikasi potensiasi)

Histamin efek efikasi dan potensiasi meningkatkan sekresi as.lambung Gastrin dan asetilkolin efek potensiasi meningkatkan sekresi as.lambung

Dari studi hubungan struktur dan aktivitas dalam usaha pengembangan obat antagonis H2 telah dilakukan modifikasi struktur histamin : 1. Modikfikasi pada cincin 2. Modifikasi pada rantai samping 3. Modifikasi pada gugus N

Modifikasi pada cincin Cincin imidazol mengandung rantai samping gugus bersifat penarik elektron

+ gugs metil pada C2

+ gugs metil pada C4


Senyawa selektif H2agonis dengan efek H1 agonis lemah Substituen 4-metil bersifat donor elektron

Merangsang reseptor H1

Membentuk tautomer N-H lebih stabil

Memperkuatkan efek tautomeri rantai samping penarik elektron

Modifikasi pada rantai samping Untuk aktivitas optimal cincin harus terpisah dari gugus N oleh 4 atom C atau ekivalennya Pemendekan rantai Akan menurunkan aktivitas antagonis H2

Pemanjangan rantai
Akan meningkatkan kekuatan H2 antagonis

1 gugus amino rantai metilen CH2 pada rantai samping dengan isosterik tioter (-S-) meningkatkan aktivitas antagonis

Penggantian amino rantai samping dg. ggs guanid (basa kuat) efek H2 antagonis lemah & parsial agonis. Penggantian g. guanid (+) gugus tiourea (tidak bermuatan, polar, ik. H) (eg. Burimamid) menghilangkan efek agonis & memberikan efek H2 antagonis 100x > kuat dari N-guanilhistamin.

Simetidin: G. Tiourea diganti g.Nsianoguanidin (tidak bermuatan, polar) g.siano bersifat eletronegatif kuat kebasaan / ionisasi g. Guanidin absorbsi di sal cerna besar. Etinidin adlh analog simetidin mengandung g. metiletinil pd ujung Nguanido aktivitas 2x > simetidine Modifikasi isosterik inti imidazole menghasilkan analog simetidin >berkhasiat & E.S lebih rendah.

Simetidin Ranitidin Famotidin Roksatidin

Tiotidin Lamtidin Nizatidin Etinidin

Antagonis kompetitif histamin pada reseptor H2 dari sel parietal dapat menghambat sekresi asam lambung Digunakan untuk pengobatan tukak lambung atau usus dan keadaan hiposekresi yang patologis

Efek samping: diare, pusing, kelelahan, dan rash Pemberian bersama-sama dengan makanan dapat menghambat absorbsi obat memperpanjang masa kerja obat t = 2 jam Contoh : Cimet, Corsamet, Nulcer, Tagamet, Ulcedine

Antagons kompetitif histamin yang khas pada reseptor H2 dapat menghambat sekresi asam lambung, menekan kadar asam dan volume sekresi lambung Efek samping: hepatitis, trombositopenia dan leukopenia yang terpulihkan, sakit kepala dan pusing

Setelah pemberian oral absorpsi 39-87% Masa kerja: dosis 150mg 8-12 jam Kadar plasma: tertinggi 2-3 jam setelah pemberian oral t eliminasi = 2-3 jam Contoh : Ranin, Rantin, Renatac, Zantac, Zantadin

Merupakan antagonis H2 yang kuat dan sangat selektif dengan masa kerja panjang Efek samping: trombositopenia, konstipasi, diare, atralgia, sakit kepala dan pusing Absorpsi dalam saluran cerna tidak sempurna ( 40-45%)

Pengikatan protein plasma: relatif rendah ( 15-22%) Kadar plasma: 1-3 jam setelah pemberian oral tertinggi t = 2,5-4 jam masa kerja obat = 12 jam

Contoh : Facid Famocid Gaster Regastin Restadin

Antagonis H2 yang kuat dengan masa kerja cukup panjang pengobatan tukak lambung dan usus Efek samping : trombositopenia, leukopenia, konstipasi, diare, sakit kepala dan pusing

Mirip

dengan Ranitidine (sifat dan kegunaan) Pemberian oral ketersediaan hayati > 90% t = pendek (1-2 jam)