Anda di halaman 1dari 21

Definisi : Gangguan fungsi intelektual

dan memori didapat yang disebabkan oleh penyakit otak, yang tidak berhubungan dengan tingkat kesadaran

Epidemiologi
>> 65 thn
Meningkat 2x lipat stiap pertambahan 5 thn Penyebab terbanyak yaitu Alzheimer (USA & Eropa),

demensia vaskular (Asia) Perempuan lebih banyak daripada laki-laki.

Patogenesis
Penyakit Alzheimer
Demensia vaskular

Penyakit Alzheimer
Komponen utama patologi penyakit

Alzheimer :
Plak senilis

Neuritik
Neurofibrillary tangles Hilangnya neuron/sinaps Degenerasi granulokauolar Hirano bodies

Pembentukan amyloid

Oksidasi

Excitoxicity

Agregasi amyloid

Inflamasi

Hiperfosforilasi protein tau

Kematian sel neuron

Plak senilis dengan aktivasi mikroglial

Neurofibrillary tangles

Defisit neurotransmiter

Abnormalitas kognitif dan perilaku (penyakit Alzheimer)

Demensia vaskular
Infark multiple dan abnormalitas substansia alba
Stroke infark jaringan otak demensia Tergantung luas dan lokasi Umumnya stroke yang mengenai beberapa bagian

otak (multi-infarct dementia) atau hemisfer kiri

Diagnosis
Diagnosis demensia :

Diagnosis and Statistical Manual of Mental Disorder, edisi ke-4 (DSM-IV) Diagnosis Alzheimer : The National Institute of Neurological and Communicative Disorder and Stroke (NINCDS) dan The Alzheimers Disease and Related Disorders Association (ADRDA)

Kriteria diagnosis demensia (DSM IV)


A. Munculnya defisit kognitif multipel yang bermanifestasi

pada kedua keadaan berikut


1. 2.

Gangguan memori Satu /lebih gangguan kognitif berikut :


a) b) c) d)

Afasia Apraksia Agnosia Gangguan fungsi eksekutif

B. Defisit kognitif yg terdapat pd kriteria A1 dan

A2menyebabkan gangguan bermakna pd fungsi sosial dan okupasi serta menunjukkan penurunan fungsi yang bermakana dari fungsi sebelumnya. Defisit yang terjadi bukan terjadi khusus saat timbulnya delirium.

Kriteria diagnosis klinis penyakit Alzheimer (1)


1.

Kriteria diagnosis klinis untuk probable penyakit Alzheimer mencakup :


a)

b) c)

d)
e)

Demensia yg ditegakkan o/ pmeriksaan klinis dan tercatat dgn pmeriksaan mini-mental test, Blessed Dementia scale, atau pmeriksaan sejenis, dan dikonfirmasi o/ tes neuropsikologis Defisit pd 2 atau lebih area kognitif Tdk ada gangguan kesadaran Awitan antara umur 40 dan 90, umumnya setelah 65 thn Tdk ada kelainan sistemik atau penyakit otak lain yg dpt mnyebabkan dfisit progresif pd memori dan kognitif

Kriteria diagnosis klinis penyakit Alzheimer (2)


2. Diagnosis probable penyakit Alzheimer didukung

oleh:
Pnurunan progresif fngsi kgnitif sperti afasia, apraksia, agnosia b) Gngguan aktivitas hidup sehari-hari dan prubahan pola prilaku c) Riwayat keluarga dgn gangguan yg sama d) Hasil laboratorium yg menunjukkan :
a)

Pungsi lumbal normal Pola normal / prubahan yg spesifik pd EEG Atrofi otak pd CT-scan

Kriteria diagnosis klinis penyakit Alzheimer (3)


3. Gambaran klinis lain yg konsisten dgn diagnosis

probable penyakit Alzheimer, setelah mengeksklusi peneyabab dmensia selain penyakit Alzheimer :
Perjalanan pnykit yg progresi namun lambat b. Gejala2 yg brhbungan c. Abnormalitas neurologis d. Kejang pd pnyakit lanjut e. Pmriksaan CT normal untuk seusianya
a.

Kriteria diagnosis klinis penyakit Alzheimer (4)


4) Gambaran yg membuat diagnosis probable penyakit

Alzheimer mnjadi tdk cocok :


Onset mendadak dan apolectic b) Terdapat defisit neurologis fokal seperti hemiparesis, gangguan sensorik, defisit lapang pandang, dan inkoordinasi pd awal pnyakit; dan kejang atau gangguan melangkah pada saat awitan atau tahap awal perjalanan penyakit
a)

Kriteria diagnosis klinis penyakit Alzheimer (5)


5. Diagnosis possibel Alzheimer :
Dibuat berdasarkan adanya sindrom demensia, tanpa adanya gangguan neurologis, psikiatrik, atau sistemik lain ygg dapat menyebabkan demensia, dan adanya variasi pd awitan, gejala klinis, atau perjalanan penyakit. b) Dibuat berdasarkan adanya gangguan otak atau sistemik sekunder yg cukup untuk menyebabkan demensia, namun penyebab primernya bukan merupakan penyebab demensia
a)

Kriteria diagnosis klinis penyakit Alzheimer (6)


6. Kriteria untuk diagnosis definite Alzheimer :
Kriteria klinis untuk probable penyakit Alzheimer b) Bukti histopatologi yg didapat dr biopsi atau autopsi
a)

Kriteria diagnosis klinis penyakit Alzheimer (7)


7. Klasifikasi penyakit Alzheimer untuk tujuan penelitian dilakukan bila terdapat gambaran khusus yg mungkin merupakan subtipe penyakit Alzheimer, seperti :
Banyak anggota keluarga yg mengalami yg sama b) Awitan sebelum usia 65 thn c) Adanya trisomi-21 d) Terjadi bersamaan dgn kondisi lain yg relevan seperti penyakit Parkinson
a)

PF
Gangguan saraf dan penyakit sistemik yg mnyebabkan

gangguan kognitif Pemeriksaan kognitif dan neuropsikiatri MMSE

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan fungsi tiroid, kadar vitamin B12, darah

lengkap, elektrolit, VRDL Pungsi lumbal, fungsi hati, fungsi ginjal, pemeriksaan toksin di urin/darah, Apolipoprotein E CT-scan kepala MRI kepala

Penatalaksanaan
Mengobati penyebab demensia yg dpt dikoreksi dan

menyediakan situasi yg nyaman dan mendukung bagi pasien dan pramuwerdhanya (caregivers)

Mempertahankan fungsi kognitif : Kolinesterase inhibitor : tacrine, donepezil, rivastigmin, galantamin Antioksidan : alfa tokoferol (vitamin E) Memantin