Anda di halaman 1dari 31

Sesak Napas

Muhammad Atras Mafazi

Pengertian dispnea
Suatu istilah yang menggambarkan suatu persepsi subjektif mengenai ketidaknyamanan bernapas yang terdiri dari berbagai sensasi yang berbeda intensitinya
Merupakan hasil interaksi berbagai faktor fisiologi, psikologi, sosial dan lingkungan dan dapat menginduksi respons fisiologi dan perilaku sekunder Comroe (1996)
bukan takipnea, bukan hiperkapnea dan bukan hiperventilasi tapi pernapasan yang sulit, sejenis pernapasan yang tidak menyenangkan maupun menyakitkan

Mekanisme Sesak Napas pada Pemicu


Mikroorganisme proliferasi di dalam Alveolar

Respon Inflamasi
Produksi Sitokin
Demam

Celullar Influx

Permeabilita s kapiler naik


Compliance Paru turun

BERBAGAI BENTUK SESAK NAPAS


1. DYSPNEA DEFFORT
2. PAROXYSMAL (NOCTURNAL) DYSPNEA

3. ORTHOPNEA
4. PLATYPNEA

5. TREPOPNEA

Pembagian dispnea
Dispnea akut
Sesak napas yang berlangsung kurang dari 1 bulan

Dispnea kronik
Sesak napas yang berlangsung lebih dari 1 bulan

Ventilatory Control
Neurogenic Factors

Voluntary Control
anxiety / hysteria

Chemical Stimuli

cortex

Pulmonary receptors
sensitive to stretch and Chest wall bronchial irritation (stimulated receptors
in asthma, pulmonary embolism and pneumonia)

Respiratory Center
stimulated by increase PaCO2 and H+

Juxta capillary (J) receptors


stimulated by pulmonary congestion (heart failure)

Carotid and Aortic Bodies


stimulated by increase PaO2 < 8kPa

Muscle and joint receptors stimulated


by exercise

MEKANISME SESAK NAPAS


TERJADI KETIKA KEBUTUHAN (DEMAND) JAUH MELEBIHI KAPASITINYA KESULITAN BERNAPAS, TIDAK NYAMAN PALING TIDAK ADA 3 MEKANISME
1. PENINGKATAN KERJA BERNAPAS
2. PENURUNAN KAPASITI BERNAPAS 3. BERNAPAS YANG TIDAK SEMESTINYA

MEKANISME SESAK NAPAS


DAHULU : FOKUS CADANGAN BERNAPAS

PERBEDAAN ANTARA KAPASITI BERNAPAS


& VENTILASI SEMENIT

MEKANIK

- KERJA NAPAS - KEBUTUHAN OKSIGEN

KONSEP : LENGTH-TENSION
INAPPROPRIATENESS

AFFERENT MISMATCH

MEKANISME SESAK NAPAS


Sense of respiratory effort Kemoreseptor ~ Hiperkapnia ~ Hipoksia Mekanoresptor ~ Reseptor saluran napas atas ~ Reseptor paru ~ Reseptor dinding dada

MEKANISME SESAK NAPAS


Pe Sense of effort - peningkatan kerja otot2 pernapasan adalah kesadaran aktivasi voluntari otot2 rangka Sense of effort kontribusi sesak napas jika terdapat kelemahan/ kelelahan otot/ beban pada otot pernapasan bertambah

Mekanisme sesak napas


Reseptor kimia(Chemoreseptor) -Hiperkapnia :
. Rangsang resp kimia dispnu .Aktiviti otot pernap dispnu .perubahan pH pd level tertentu rsg resp kimia dispnu -Hipoksia : . Rsg resp kimia langsung .Meningkatkan kerja ventilasi dispnu

Mekanisme sesak napas


Reseptor Mekanik - reseptor Upper airway dan facial . Aliran udara , melalui efek mekanik atau perubahan suhu -Reseptor di paru . Dynamic airway compression . N. vagus -Reseptor Dinding dada

Mekanisme sesak napas


Mismatch Aferen Ketidakselarasan antara signal motor ke otot pernapasan dengan informasi yang datang dari aferen/ paru Dispnu timbul dari gangguan yang berkaitan antara kekuatan/ tegangan yang ditimbulkan otot pernapasan yang menghasilkan perubahan panjang otot dan volume paru.

Penilaian terhadap sesak napas (dispnea)


Kuesioner skala dispnea

Borg Scale American Thoracic Society Scale St George Respiratory Questionaire (SGRQ) Visual Analogue Scale for dyspnea

Modified Borg Scale


1 2 3 Very slight Slight Moderate

4
5 6 7 8 9 10

Somewhat severe
Severe Very severe Very, very severe Maximal

Skala sesak napas American Thoracic Society (ATS)


Deskripsi
Tak terganggu oleh sesak saat bergegas waktu jalan atau sedikit mendaki Terganggu oleh sesak saat bergegas waktu berjalan atau sedikit mendaki Jalan lebih lambat dibanding orang seumur krn sesak atau harus berhenti utk bernapas saat jalan biasa

Nilai
0 1 2

Derajat
Ringan Sedang

Berhenti untuk bernapas setelah berjalan 100 yard / setelah berjalan beberapa menit pada ketinggian tetap
Teralmpau sesak untuk keluar rumah / sesak saat berpakaian atau melepas pakaian

Berat

Sangat berat

Pemeriksaan Fisik
Tanda vital. Pasien sesak napas dengan perubahan nyata tanda vital menderita gangguan akut yang memerlukan evaluasi dan pengobatan segera: Temperatur: <35C atau diatas 41C atau sistolik dibawah 90 mmHg GAWAT DARURAT Pulsus Paradoksus: pada fase inspirasi terjadi peningkatan tekanan arteri >10mmHg kemungkinan udara terperangkap (air trapping) pada asma,PPOK eksaserbasi akut. Ketika obstruksi membaikpulsus menurun. Frekuensi Napas: < 5kali/menit hipoventilasi; kemungkinan respiratory arrest. Jika frekuensi napas 35 kali/menit gangguan parah.

Palpasi
Tertinggalnya hemitoraks pada lateral bawah rib cage parugangguan perkembangan hemitoraks tersebut. Dapat diakibatkan: obstruski bronkus utama, pneumothorax, atau efusi pleura. Fremitus traktil. Menurunnya fremitus traktil dengan meminta pasien menyebut tujuh puuh tujuh berulang-ulang palpasi pada area atelektasis bronkus tersumbat atau efusi pleura. Meningktanya femitus disebabkan konsolidasi parenkim pada area yang inflamasi

Perkusi
Hipersonor pada hiperinflasi pada serangan asma akut, emfisema,pneumotoraks. Redup(dullness)konsolidasi paru atau efusi pleura.

Auskultasi
Berkurangnya intensitas napasobstruksi saluran napas efusi pleura atau pneumotoraks. Memanjangnya fase ekspirasiRonki kasar dan nyaring (coarse rales dan wheezing)obstruski parsial atau penyempitan saluran napas. Ronki basah dan halus (fine, moist rales)parenkim paru berisi cairan. Ronki bilateral (bilateral rales) disertai irama gallop gagal jantung kongestif Sesak napas dengan sakit dada kemungkinan friction rub bila 2 komponen merupakan ciri pleuritis dan suara 3 komponen seperti perikarditis. Pada pemeriksaan jantung difokuskan pada pemeriksaan tekanan jantung kanan (peninggian JVP, edema), disfungsi ventrikel kiri (gallop S3 dan S4), dan penyakit katup (murmur)

LABORATORIUM
Pemeriksaan Dahak. sputum gram (gram-stained smear)radang saluran napas bawah Analisis gas darah arterial: Tekanan darah sistolik <90mmHg frekuensi napas > 35x/menit, < 10x/menit/sianosis. penggunaan suplemen oksigen/ventilasi mekanis. Spirometri/Peak Flow Meterinformasi adanya obstruksi pada asma atau PPOK; harus diulangi tiap 30menit. Nilai normal ditentukan jenis kelamin, usia, tinggi badan. Nila < 50% obstruski parah

Radiologi
Foto Toraks volume paru perlu diperiksa (hiperinflasi mengindikasikan adanya penyakit paru obstruktif, volume paru rendah menunjukkan edema interstitial atau fibrosis, disfungsi diafragma atau kerusakan pergerakan dinding dada). CT evaluasi dari parenkim paru (penyakit paru interstitial) dan kemungkinan embolisme paru

Beberapa Pertanyaan kunci :


Berhub dgn Jantung
Ada/tidak nyeri dada, orthopnea, paroxysmal nocturnal dyspnea (PND), edema, pertambahan berat badan, pasien sdh dpt tertapi jantung atau ada diagnosis menderita sakit jantung.

Berhub dgn Paru/saluran napas


Terdengar wheezing, chest tightness, batuk, produksi sputum, nyeri pleural, gangguan napas saat tidur (apneas) dan merokok.

Hal Lain
Riwayat sirosis, renal insufficiency, anemia, atau kelainan endokrin, kesemuanya dapat di cari atau ditanyakan.

Perbedaan Dyspnea pada Sistem Kardiovaskular dan Respirasi


Respirasi 1. Jika pada latihan berat, pasien menerima ventilasi maksimal, menunjukkan peningkatan pada dead space atau hipoksemia (saturasi <90%) 2. Bronkospasme Kardiovaskular
1. HR > 85% maksimum yang diperkirakan 2. anaerobic threshold terjadi pada awal 3. Tekanan darah meningkat atau turun berlebihan selama latihan 4. Jika tekanan O2 turun atau jika terdapat perubahan iskemi pada EKG 5. Terdapat abnormalitas sistem KV