Anda di halaman 1dari 79

Diskusi Topik: Cephalgia

Pembimbing : dr. Marwatal Hutajulu, Sp.S


Muhammad Atras Mafazi 108103000037
KEPANITERAAN KLINIK SMF SARAF RSUP FATMAWATI Periode 12 November 7 Desember 2012 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

IDENTITAS PASIEN
Nama Jenis kelamin Usia Alamat Status Suku Agama Pekerjaan MRS : Tn. HS : Laki-laki : 52 tahun : Jl. Abdul Wahab GG. Swadaya 1 : Menikah : Jawa : Islam : PNS : 20 November 2012

ANAMNESIS
Dilakukan autoanamnesis di Poli Saraf pada tanggal 20 November 2012 :

Keluhan Utama :
Nyeri kepala sejak 5 hari SMRS

Keluhan Tambahan :
Leher dan pundak kaku

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke Poli Saraf RSUP Fatmawati karena Nyeri kepala sejak 5 hari yang lalu. Nyeri kepala dirasakan seperti ditekan terutama pada bagian belakang kepala sampai ke leher. Nyeri kepala sebelah sisi disangkal. Nyeri kepala dirasakan tidak bertambah berat namun sering. Pasien mengaku lehernya terasa tegang dan kaku. jika sakit kepala timbul. Pasien mengatakan keluhan nyeri biasanya timbul jika sedang kecapekan. Nyeri kepala dirasakan terus menerus selama 5 hari ini, tidak hilang dengan minum obat warung.

Nyeri kepala dirasakan hilang timbul sejak 1 tahun yang lalu. saat keluhan timbul, keluhan menetap pada lokasi yang sama. Lamanya setiap serangan tidak menentu dari hitungan jam hingga hari. Pasien juga mengeluhkan nyeri-nyeri pada sendi dan mudah lelah. Keluhan demam, trauma, pusing berputar, pandangan ganda, mual disertai muntah, takut melihat cahaya ataupun takut mendengar suara, penurunan berat badan disangkal. Pasien mengaku tidak ada tanda-tanda khusus sebelum serangan nyeri datang. Keluhan susah tidur disangkal.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat Hipertensi (-) , Diabetes mellitus (-), riwayat kolesterol (-), riwayat stroke (-), penyakit jantung (-), riwayat trauma kepala (-), riwayat tumor atau keganasan (-), alergi (-).

Riwayat Penyakit Keluarga


Hipertensi (+) ayah pasien , Diabetes mellitus (-), riwayat stroke (-), penyakit jantung (-), riwayat tumor atau keganasan (-), alergi (-).

Riwayat Sosial & Kebiasaan


Pasien berolahraga rutin bersepeda 1 minggu sekali Pasien tidak merokok, tidak minum alkohol

PEMERIKSAAN FISIK
(dilakukan pada tanggal 20 Novermber 2012)

KEADAAN UMUM Kesadaran Sikap Kooperasi Keadaan Gizi Tekanan Darah Nadi Suhu Pernapasan GCS

: Baik : Compos Mentis : Berbaring dan duduk : Kooperatif : Baik : Kanan: 130/80 mmHg; Kiri: 130/80 mmHg : 81 x/menit : 36,5oC : 17 x/menit : E4M6V5 = 15

PEMERIKSAAN FISIK
(dilakukan pada tanggal 20 Novermber 2012)

KEADAAN LOKAL Traumata stigmata Pulsasi A. Karotis Perdarahan Perifer KGB Columna Vertebralis : Tidak ada : Reguler-Equal : Capillary refill time < 2 detik : Tidak teraba membesar : Lurus di tengah

PEMERIKSAAN FISIK
(dilakukan pada tanggal 20 Novermber 2012)

PEMERIKSAAN JANTUNG Inspeksi Palpasi Perkusi : : :


iktus cordis tidak tampak iktus cordis teraba di ICS V linea midklavikula sinistra

batas kanan jantung : ICS IV linea sternalis dextra batas kiri jantung : 1 jari medial ICS V linea midklavikula sinistra pinggang jantung : ICS II linea para sternalis sinistra

Auskultasi :
BJ I-II reguler, Murmur (-), Gallop (-)
9

PEMERIKSAAN FISIK
(dilakukan pada tanggal 20 Novermber 2012)

PEMERIKSAAN PARU Inspeksi Palpasi Perkusi : : :


Gerakan dada simetris dalam keadaan statis dan dinamis Vokal fremitus simetris kanan dan kiri

Sonor di kedua lapangan paru

Auskultasi :
Suara napas vesikular; Ronki -/- , Wheezing -/-.

10

PEMERIKSAAN FISIK
(dilakukan pada tanggal 20 Novermber 2012)

PEMERIKSAAN ABDOMEN Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Datar : Supel, hepatosplenomegali (-) : Timpani : BU (+) normal

PEMERIKSAAN FISIK EKSTREMITAS Akral hangat +/+, edema pitting -/-, sianosis -/-, clubbing fingers -/-.

11

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
(dilakukan pada tanggal 20 Novermber 2012)

RANGSANGAN MENINGEAL Kaku kuduk : (-) Laseque : >70o/>70o Kernig : >135o/>135o Brudzinski I : -/ Brudzinski II : -/PENINGKATAN TIK Penurunan kesadaran (-) Muntah (-) Nyeri kepala hebat (-)

12

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
(dilakukan pada tanggal 20 Novermber 2012)

SARAF SARAF KRANIAL


N.I Normosmia/normosmia N.II
Acies Visus Visus Campus Lihat warna Funduskopi : Baik D & S : Baik D & S : Baik D & S : tidak dilakukan

N. III,IV dan VI
Kedudukan bola mata Pergerakan bola mata Eksoftalmus Nistagmus : Ortoposisi/ortoposisi : Baik kesegala arah : -/: -/-

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
N. III,IV dan VI Pupil Isokor, bulat, 3mm/3mm RCL +/+ RCTL +/+ Akomodasi +/+ Konvergensi +/+ N. V - Cab. Motorik Baik D & S - Cab. Sensorik
o Opthalmicus o Maksilaris o Mandibularis : +/+ : +/+ : +/+

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
N. VII Motorik orbitofrontal : +/+ Motorik orbikularis : +/+ Pengecap lidah : +/+
N. IX, X Motorik : arkus faring simetris, uvula ditengah - Sensorik : Baik D & S N. XI - Mengangkat bahu - Menoleh N. XII - Pergerakan lidah :
Lidah kontraksi : tidak terdapat deviasi Lidah istirahat : tidak terdapat deviasi

N.VIII - Vestibular - Koklear

: Vertigo -/-, nistagmus -/: Weber tidak ada lateralisasi, Rinne +/+

: +/+ : +/+

- Atrofi -/-, fasikulasi -/-, tremor -/-

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
SISTEM MOTORIK
5555 5555 5555 5555

TROFIK
Eutrofik

TONUS
Normotonus

Ekstremitas atas dan bawah dari proksimal-distal

GERAKAN INVOLUNTER Tremor -/-, chorea -/-, atetose -/-, mioklonik -/-, tics -/-

SISTEM SENSORIK
Propioseptif : baik Ekstroseptif : baik

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
FUNGSI SEREBELAR
Ataxia Tes Rhomberg Disdiadokinesia Jari-Jari Jari-Hidung Tumit-Lutut Hipotoni : (-) : (-) : (-) : baik : baik : baik : (-)

FUNGSI LUHUR
Astereognosia Apraksia Afasia FUNGSI OTONOM Miksi : Baik Defekasi : Baik Sekresi : Baik keringat : (-) : (-) : (-)

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
REFLEKS FISIOLOGIS Kornea Faring Biceps Triceps Radius Dinding perut Otot perut Lutut Cremaster Sfingter ani : +/+ :+ : +2/+2 : +2/+2 : +2/+2 : +/+ : +/+ : +2/+2 : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan REFLEKS PATOLOGIS Hoffman tromer Babinski Chaddok Gordon Schaeffer Klonus otot Klonus tumit KEADAAN PSIKIS Intelegensia Tanda regresi Demensia : -/: -/: -/: -/: -/: -/: -/-

: Baik : (-) : (-)

Resume
Pasien laki laki, usia 55 tahun, datang dengan keluhan nyeri kepala sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan Leher dan pundak kaku. Nyeri kepala dirasakan seperti ditekan terutama pada bagian belakang kepala sampai ke leher. Nyeri kepala dirasakan tidak bertambah berat namun sering. Pasien mengaku lehernya terasa tegang dan kaku. jika sakit kepala timbul. Pasien mengatakan keluhan nyeri biasanya timbul jika sedang kecapekan. Nyeri kepala dirasakan terus menerus selama 5 hari ini, tidak hilang dengan minum obat warung. Nyeri kepala dirasakan hilang timbul sejak 1 tahun yang lalu. saat keluhan timbul, keluhan menetap pada lokasi yang sama. Lamanya setiap serangan tidak menentu dari hitungan jam hingga hari. Pasien juga mengeluhkan nyeri-nyeri pada sendi dan mudah lelah. Terdapat Riwayat hipertensi dikeluarga yang diderita oleh ayah pasien. Pasien berolahraga bersepeda rutin 1 minggu sekali.

Pemeriksaan fisik:
Kesadaran Tanda vital
Tekanan Darah Nadi Suhu Pernafasan

: Compos Mentis, GCS: E4M6V5 = 15


: Kanan: 130/80; kiri: 130/80 mmHg : 81 x/mnt : 36,5 0C : 17 x/mnt

Status neurologis: Tanda rangsang meningeal: N. Cranialis: Motorik:


Ekstremitas atas proksimal distal Ekstremitas bawah proksimal distal : 5555/5555 : 5555/5555

Reflek fisiologis Reflek patologis Sensorik Autonom

: ++ / ++ : -/: baik : baik

DIAGNOSIS KERJA
Diagnosis klinis: Cephalgia Diagnosis etiologi: Tension Type Headache Diagnosis topis:
(-)

Tabel Kriteria klinis migren tanpa aura dan tension headache(2)

Migren tanpa aura

Tension headache

1. Hemikrania 2. Serangan 1-3 bulan 3. Berdenyut 4. Bekerja: tambah sakit 5. Gejala pengiring : Mual/muntah ( +) Fotofobia (+) Fonofobia (+) Reaksi neurotik tidak selalu ada Pegal otot perikranial tidak selalu ada 6. Kesan keseluruhan : organik organik

Tidak selalu hemikrania Serangan 10-15 sebulan Kencang, tegang, pegal Bekerja: tak tambah sakit Gejala pengiring : Mual/muntah (-) Fotofobia (-) Fonofobia (-) - reaksi neurotik biasanya ada - Pegal otot perikranial ada Kesan keseluruhan : psiko-

PENATALAKSANAAN
Farmakologi
Non-Farmakologi

Meprobamate 100 mg Chlordiazepoxide 1 mg Diazepam 0,75 mg Chlorpromazin 2 mg Trifluoperazine 0,2 mg Amitrypiline 3 mg Caffein 40 mg Paracetamole 150 mg

Kontrol diet Terapi fisik Hindari pemakaian obat yang bersifat terus menerus Behaviour treatment Penanganan psikologis
Anjuran Pemeriksaan Cek Profil Lipid CeK GDS, GDP, GD2PP EMG

M.f.cap.d.td no. XV S.3dd.1cap.PRN

PROGNOSIS
Ad Vitam Ad Fungsionam Ad Sanationam : ad bonam : ad bonam : Dubia ad bonam

TINJAUAN PUSTAKA

Pendahuluan
Cephalgia atau nyeri kepala termasuk keluhan yang umum dan dapat terjadi akibat banyak sebab pemeriksaan harus dilakukan dengan lengkap Sakit kepala bisa merupakan keluhan primer atau sekunder Nyeri kepala primer merupakan diagnosis utama, bukan disebabkan karena adanya penyakit organik lain. Nyeri kepala sekunder merupakan gejala ikutan karena adanya penyakit lain, seperti trauma, infeksi, gangguan metabolik, radang sinus, dan lain-lain.

Pendahuluan
Tension-type headache nyeri kepala tegang karena kontraksi terus menerus otot-otot kepala dan tengkuk. manifestasi dari reaksi tubuh terhadap stres, kecemasan, depresi, konflik emosional, kelelahan atau holistik yang tertekan. Nyeri kepala ini sering memberi respons pengobatan dengan analgesik biasa

Pendahuluan
Di negara maju seperti Eropa dan Amerika tension type headache salah satu penyakit yang paling mahal karena akibat dari sakit kepala ini bisa menurunkan produktivitas seseorang. Dilaporkan pada suatu studi tahun 2000, 74% pasien adalah pekerja yang tidak masuk kerja beberapa hari oleh karena penyakit ini.

Cephalgia
nyeri atau sakit sekitar kepala, termasuk nyeri di belakang mata serta perbatasan antara leher dan kepala bagian belakang (Oleson & Bonica, 1990).

Klasifikasi sakit kepala menurut International Headache Society


A. Sakit kepala primer
Migrain Tension-type headache Cluster headache Miscelllaneous headache not associated with structural lession
HAW substances or their withdrawal HAW nonchepalic infection HAW metabolic disorder HAW disorder of the cranium, neck, eyes, ears, nose, sinuses, teeth, mouth, or other facial or cranial structure Cranial neuralgia, nerve trunk pain, and deafferentation pain Headache not classifiable

B. Sakit kepala sekunder


Headache associated with (HAW) head trauma HAW vascular disorder HAW nonvascular intracranial disorder

Sakit Kepala Primer


Sakit kepala tegang otot (tension-type headache) Sakit kepala migrain Sakit kepala kelompok (cluster headache)

Migrain
Migren berasal dari kata Yunani yang berarti sakit kepala sesisi. Suatu kondisi kronis yang dikarakterisir oleh sakit kepala episodik dengan intensitas sedang berat yang berakhir dalam waktu 4 72 jam (International Headache Society). Nyeri kepala yang paling sering ditemukan. Biasanya terasa berdenyut di satu sisi kepala (unilateral) dengan frekuensi, lama serta hebatnya rasa nyeri yang beraneka ragam dan bertambah dengan aktivitas. Dapat disertai mual dan atau muntah atau fonofobia dan fotofobia

MIGRAIN

Epidemiologi Migrain
Nyeri kepala merupakan keluhan yang sering dikeluhkan oleh pasien. 30-40 % penduduk USA pernah mengalami nyeri kepala hebat pada masa hidupnya, dimana nyeri tegang otot dan migraine menduduki peringkat nomor satu

Epidemiologi Migrain
Di US terjadi pada 18% wanita, 6% pria, 4 % anak-anak Puncak prevalensi baik pada pria & wanita umur 25 55 th Faktor hormonal mungkin berperan mengapa wanita lebih banyak menderita migrain Anak laki-laki menderita migrain pada onset yang lebih awal dibandingkan anak perempuan Penderita migrain sebagian besar memiliki riwayat keluarga migrain, dan sebagian besar juga sering mengalami sakit kepala tegang otot

Klasifikasi International Headache Society (IHS)


1.Migrain tanpa aura (common migraine) 2.Migrain dengan aura (classic migraine) 3.Migraine with prolonged aura 4.Basilar migraine (menggantikan basilar artery migraine) 5.Migraine aura without headache (menggantikan migraine equivalent atau achepalic migraine) 6.Benign paroxysmal vertigo of childhood 7.Migrainous infraction (menggantikan complicated migraine)

Etiologi
Diketahui ada beberapa faktor pencetus timbulnya serangan migraine yaitu: Menstruasi biasa pada hari pertama menstruasi atau sebelumnya/ perubahan hormonal. Stress dan kecemasan. Terlambat makan Makanan misalnya akohol, coklat, susu, keju dan buah-buahan. Cahaya kilat atau berkelip. Cuaca terutama pada cuaca tekanan rendah Psikis baik pada peristiwa duka ataupun pada peristiwa bahagia Banyak tidur atau kurang tidur Penyakit kronik misal penyakit ginjal kronik Faktor herediter Faktor kepribadian

Gejala Migrain
Ada lima gejala yang dapat diidentifikasi : Prodrome: suatu rangkaian peringatan sebelum terjadi serangan meliputi perubahan mood, perubahan perasaan /sensasi (bau atau rasa), atau lelah dan ketegangan otot Aura: melihat kilatan lampu blits (photopsia) atau melihat garis zig zag disekitar mata dan hilangnya sebagian penglihatan pada satu atau kedua mata (scintillating scotoma), dan wajah yang pucat. gangguan visual yang mendahului serangan sakit kepala Sakit kepala: umumnya satu sisi, berdenyut-denyut, disertai mual dan muntah, sensitif terhadap cahaya dan suara. Terjadi antara 4 72 jam. Berhentinya sakit kepala: meskipun tidak diobati, nyeri biasanya akan menghilang dengan tidur Postdrome: tanda-tanda lain migrain seperti tidak bisa makan, tidak konsentrasi, kelelahan

AURA
Aura visual : - fenomena positive dan negative (scotoma) - fortification spectra scotoma) - fotopsia Aura sensorik - parestesia hemisensorik - kebas - rasa panas

Aura motorik - hemiparesis - disfagia - sulit bicara

Table 1. Phases of the Migraine


Phase
Prodrome

Time Course
Hours to days prior to headache

Symptoms
Anxiety, irritability, euphoria, or drowsiness Sensitive to sound, light, or smell Visual aura most common Zigzag lines and scintillating images Paresthesias and visual field defects Unilateral pain often in temple Nausea, vomiting, sensitive to light, smell, and sound Worsens with physical activity

Aura

Precedes headache Develops over 5-20 minutes Can last up to 60 minutes

Headache

4-72 hours > 72 hours = status migrainosus

Postdrome

Follows severe attack

Exhaustion and scalp tenderness

Phases of the Migraine

Migraine headaches more commonly occur in the early morning hours of the day

Patofisiologi Migrain

Patofisiologi

Menurut teori/hipotesis vaskuler : aura disebabkan oleh vasokonstriksi intraserebral diikuti dengan vasodilatasi ekstrakranial Aura mungkin merupakan manifestasi penyebaran depresi, suatu peristiwa neuronal yang dikarakterisir oleh gelombang penghambatan yang menyebabkan turunnya aliran darah otak sampai 25-35 % Nyeri disebabkan karena aktivitas sistem trigemino-vaskular yang menyebabkan pelepasan subtansi P, neurokinin A, CGRP vasodilatasi dan nyeri Aktivitas di dalam sistem trigeminal diregulasi oleh saraf noradrenergik dan serotonergik Reseptor 5-HT, terutama 5-HT1 dan 5-HT2 terlibat dalam patofisiologi migrain

Peningkatan kadar 5-HT vasokonstriksi menurunkan aliran darah kranial iskemia aura Iskemi selanjutnya akan berkurang dan diikuti oleh periode vasodilatasi serebral, neurogenic inflammation, dan nyeri.

Pencetus Rangsangan serotoninergik & adrenergik dibatang otak Dilatasi atau konstriksi pembuluh darah serebri dan kulit kepala Talamus Merangsang N. V Mual

Korteks

CTZ

Muntah

Nyeri

Hipotalamus

Fotofobia

Faktor Pemicu Migrain


Faktor psikologis
Stress, depresi

Obat-obatan
Simetidin Kokain Fluoksetin Indometasin Nikotin Nifedipin, dll.

Faktor lingkungan
Rokok Bau menyengat Perubahan cuaca Cahaya atau suara

Faktor makanan
Yg mengandung tiramin Food additive (MSG,aspartam) Coklat,kopi Jeruk

Faktor hormonal
Mens Hamil, menopause

Gaya hidup
Kurang atau kebanyakan tidur Terlambat makan, dll.

Diagnosis Migrain
berdasarkan gejala klinis dan riwayat pasien pasien diharapkan punya migrain diary (mencatat waktu, intensitas, pemicu dan durasi sakit kepala) Migrain tanpa aura:
Sedikitnya 5 serangan dengan karakteristik tertentu Terjadi antara 4 72 jam Karakteristik : unilateral, berdenyut-denyut, intensitas sedang sampai berat, bisa bertambah dengan aktivitas fisik (mis. Naik tangga) Pasien mengalami mual dan/atau muntah, atau photophobia atau phonophobia

Diagnosis
Migrain dengan aura : Pasien mengalami migrain dengan sedikitnya 3 dari 4 karakteristik : Pasien mengalami gajala aura yang reversibel (meliputi: gangguan visual, sensasi abnormal pada kulit, sulit bicara, dan kelemahan otot) pasien mengalami aura yang berkembang secara bertahap lebih dari 4 menit atau 2 gejala aura berturut-turut gejala aura berakhir tidak lebih dari 60 menit aura terjadi tidak lebih dari 60 menit sebelum tejadinya sakit kepala Selain itu, perlu ada pemeriksaan terhadap riwayat pengobatan, kondisi fisik, dan uji neurologis (CT Scan)

Tujuan terapi
Menghilangkan gejala/nyeri pada saat serangan (terapi abortif) atau mencegah serangan (terapi profilaksis)

Tujuan Terapi jangka panjang


Mengurangi frekuensi dan keparahan serangan Mengurangi patient disability selama serangan, Memperbaiki kualitas hidup pasien Mencegah serangan berikutnya Menghindarkan penggunaan obat yang makin bertambah Memberikan edukasi pasien utk dapat menatalaksana penyakitnya

Strategi terapi
Menghindari atau menghilangkan pemicu Terapi abortif dimulai pada saat terjadinya serangan akut dengan analgesia. Terapi profilaksis diperlukan jika serangan terjadi lebih dari 2-3 kali sebulan, serangan berat dan menyebabkan gangguan fungsi, terapi simptomatik gagal atau menyebabkan efek samping yang serius

Tatalaksana Terapi
Terapi Profilaksis
menghindari pemicu menggunakan obat profilaksis secara teratur

Profilaksis: Episodik Jangka pendek Jangka panjang Terapi abortif menggunakan obat-obat penghilang nyeri dan/atau vasokonstriktor

SAKIT KEPALA KELOMPOK (CLUSTER)

Cluster headache
Salah satu nyeri kepala kronik yang sering mengganggu kehidupan seseorang dan pasien terbangun karena nyeri kepala. sering menyebabkan perubahan emosional seseorang

Cluster Headache

Epidemiologi

Lebih jarang terjadi dibandingkan migrain dan sakit kepala tegang otot Prevalensi lebih tinggi pd pria (0,5% laki-laki dan 0,1% dari populasi wanita). Tidak ada riwayat keluarga Dapat terjadi pd segala usia, paling sering terjadi pada usia akhir 20an Pengobatan mungkin akan mengubah dari sakit kepala kronis ke episodik, tetapi tidak bisa menyembuhkan

Cluster Headache
Nyeri sangat berat berlangsung sekitar 30-45 menit, berlokasi dibelakang atau disekitar salah satu mata dan dapat menyebar ke sekitar temporal, rahang, hidung, dagu dan gigi. terjadi dilatasi pembuluh darah yang berlebihan disekitar salah satu mata Gejalanya : wajah kemerahan secara unilateral (sebelah sisi), keluar air mata (lakrimasi), hidung berair (rinorrhea) Ptosis, perubahan pupil, berkeringat yang unilateral atau bilateral dan fasial flushing. Berbeda dg migren tidak ada gejala mual muntah,gangguan visual atau sensitivitas terhadap cahaya, suara, dll. tidak bersifat herediter

Patofisiologi Cluster Headache


Fokus patofisiologi terletak di arteri karotis intrakavernosus yang merangsang pleksus perikarotis. Pleksus ini mendapat rangsangan dari cabang 1 dan 2 nervus trigeminus, ganglia servikalis superior/SCG (simpatetik) dan ganglia sfenopalatinum/SPG (parasimpatetik). Diperkirakan focus iritatif di sekitar pleksus membawa impuls-impuls ke batang otak rasa nyeri di daerah periorbital, retroorbital dan dahi. Hubungan polisinaptik dalam batang otak merangsang neuron-neuron dalam kolumna intermediolateral sumsum tulang belakang (simpatetik) dan nucleus salivatorius superior (parasimpatetik). Serat-serat preganglioner dari nucleus-nukleus ini membawa impulsimpuls
Merangsang SCG (simpatetik) sekresi keringat di dahi Merangsang SPG (parasimpatetik) sekresi air mata (lakrimasi) dan air hidung (rinorrhea).

Terapi Cluster headache


Sasaran terapi : menghilangkan nyeri (terapi abortif), mencegah serangan (profilaksis) Strategi terapi : menggunakan obat NSAID, vasokonstriktor cerebral Obat-obat terapi abortif: Oksigen Ergotamin o Dosis sama dengan dosis untuk migrain Sumatriptan

Obat-obat untuk terapi profilaksis:


Verapamil Litium Ergotamin Metisergid Kortikosteroid Topiramat

Tension-Type Headache
Serangan nyeri kepala berulang yang berlangsung dalam hitungan menit sampai hari, dengan sifat nyeri yang biasanya berupa rasa tertekan atau diikat, dari ringan sampai berat, bilateral, gejala penyerta tidak menonjol.

Definisi
Tension-type headache timbul karena kontraksi terus menerus otot-otot kepala dan tengkuk (m.Splenius kapitis, m.Temporalis, m.Maseter, m.Sternokleidomastoideus, m.Trapezius, m.Servikalis posterior, dan m.Levator skapule). Sakit kepala tipe ini banyak terdapat pada wanita masa menopause dan premenstrual.

Epidemiologi
Sakit kepala paling umum terjadi prevalensi 69% pd pria dan 88% wanita Dapat dimulai pada segala usia, onset terutama pada usia remaja dan dewasa muda 40% memiliki riwayat keluarga sakit kepala tegang otot Umumnya sakit kepala berkurang dengan meningkatnya usia 25% pasien juga mengidap migrain

SAKIT KEPALA TEGANG OTOT (tension-type)


Merupakan jenis yang paling banyak dijumpai, disebabkan karena kontraksi otot di kepala Rasa nyeri tumpul yang konstan, atau perasaan menekan yang tidak enak pada leher, pelipis, dahi, atau di sekitar kepala, leher terasa kaku Umumnya terjadi secara bilateral (terjadi pada kedua belah sisi pada waktu yang sama) Jarang terjadi pada anak-anak, umumnya terjadi antara umur 20 sampai 40 tahun

Tension-type headache
Episodik jika seseorang menderita sedikitnya 10 kali sakit kepala yang lamanya berkisar 30 menit 7 hari, dan terjadi kurang dari 180 kali setahun. Sakit kepalanya memiliki sedikitnya 2 dari tanda-tanda di bawah ini :
Rasa menekan/berat yang berlokasi di kedua belah sisi kepala Sakit dengan intensitas ringan sampai sedang Tidak bertambah saat naik tangga atau aktivitas fisik yg serupa Tidak mual atau muntah Mungkin sensitif terhadap cahaya atau suara, tapi tidak keduanya

Kronik jika seseorang menderita sakit kepala dengan frekuensi rata-rata 15 hari dalam sebulan (atau 180 hari dalam setahun) selama 6 bulan, dan memiliki tanda-tanda seperti episodic tension-type headache. Selain itu, pasien tidak menderita gangguan penyakit lain seperti diperlihatkan dengan uji fisik maupun neurologis

Gejala Klinis
Pada yang episodik sebagian besar sembuh dengan obatobat analgetik bebas yang beredar dipasaran. Pada yang kronis biasanya merupakan manifestasi konflik psikologis yang mendasarinya seperti kecemasan dan depresi. Gejala lain gangguan tidur (sering terbangun atau bangun dini hari), nafas pendek, konstipasi, berat badan menurun, palpitasi dan gangguan haid. Keluhan emosi antara lain perasaan bersalah, putus asa, tidak berharga, takut sakit atau mati. Keluhan psikis yaitu konsentrasi buruk, minat menurun, ambisi menurun atau hilang, daya ingat buruk dan mau bunuh diri.

Lokasi + Pencetus
Tension-type headache dapat terjadi secara: Bilateral. Predominasi oksipital-nukhal. Temporal. Frontal. Kadang menyebar difus di puncak kepala.

Faktor Pencetus
Stres Kecemasan Depresi Konflik emosional Kelelahan

stres fisik atau emosi hiperventilasi CO2 turun alkalosis

Patofisiolgi
Nyeri kepala yang timbul

kalsium masuk kedalam sel


kontraksi otot

otot kaku dan tegang


nyeri kepala

adalah manifestasi dari reaksi tubuh terhadap stres, kecemasan, depresi, konflik emosional atau kelelahan. Respon fisiologis yang terjadi meliputi refleks vasodilatasi pembuluh darah ekstrakranial serta kontraksi menetap otototot skelet kulit kepala (scalp), wajah, leher dan bahu secara terus menerus.

Penatalaksaan
Pembinaan hubungan empati awal yang hangat antara dokter dan pasien meyakinkan pasien bahwa tidak ditemukan kelainan fisik dalam rongga kepala atau otaknya dapat menghilangkan rasa takut akan adanya tumor otak atau penyakit intrakranial lainnya.

Terapi farmakologik
Menggunakan analgesik atau analgesik plus ajuvan sesuai tingkat nyeri Contoh : aspirin, acetaminophen, ibuprofen atau naproxen sodium. Produk kombinasi dengan kafein dapat meningkatkan efek analgesik Untuk sakit kepala kronis, perlu assesment yang lebih teliti mengenai penyebabnya, misalnya karena anxietas atau depresi Antidepresan amitriptilin atau antidepresan lainnya. Hindari penggunaan analgesik secara kronis memicu rebound headache

Terapi farmakologik
Penenang/ansiolitik : Klordiazepoksid 5mg tablet dengan dosis 15-30mg/hari. Klobazam 10mg tablet dengan dosis 20- 30mg/hari. Lorazepam 1-2mg tablet dengan dosis 3- 6mg/hari.

Tatalaksana
Psikoterapi bermanfaat pada kasus dengan ansietas atau depresi yang berat. Fisioterapi terdiri dari diatermi, masase, kompres hangat, TENS (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation). Tindakan lain injeksi trigger point dengan 0,25 0,50 ml lidokain 1% dicampur deksametason/triamsolon dalam volume yang sama dapat membantu mempercepat penyembuhan nyeri kepala tegang pada kasus-kasus tertentu.

Tata Laksana Terapi


Terapi Non-farmakologi
melakukan latihan peregangan leher atau otot bahu sedikitnya 20 - 30 menit perubahan posisi tidur pernafasan dengan diafragma atau metode relaksasi otot yang lain Penyesuaian lingkungan kerja maupun rumah :
Pencahayaan yang tepat untuk membaca, bekerja, menggunakan komputer, atau saat menonton televisi Hindari eksposur terus-menerus pada suara keras dan bising Hindari suhu rendah pada saat tidur pada malam hari

Diagnosis Headache
Anamnesis Usia timbulnya Lamanya & frekwensi nyeri kepala Sisi mana yang sakit Kualitas nyeri kepala Saat timbulnya nyeri kepala Fenomena lain yang menyertainya seperti photofobia,phonofobia, gangguan penglihatan, kelemahan otot, febris Hal yang memperburuk nyeri kepala batuk.

Pemeriksaan fisik.
Keadaan umum pasien & mentalnya. Tanda tanda rangsangan meningeal Adakah kelainan saraf cranial Adakah kelainan pada kekuatan otot, refleks dan koordinasinya

Pemeriksaan penunjang Laboratorium darah ,LED Lumbal punksi Elektroensefalografi CT Scan kepala, MRI

Daftar Pustaka
Alamsyah, Ristum. Spasmofili Sebagai Faktor Resiko Nyeri Kepala Tipe Tegang. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang . 1999 Sidharta, Priguna. Neurologi Klinis Dalam Praktek Umum. Dian Rakyat. 2012. Jakarta Sidharta, Priguna. Tension Headache dalam Kumpulan naskah Headache. FKUI. Jakarta. Konsensus Nasional III. Diagnostik dan Penatalaksanaan Nyeri Kepala. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2010. Jakarta. http://bestpractice.bmj.com/bestpractice/monograph/12/basics/epidemiol ogy.html "Muscle Contraction Tension Headache: eMedicine Neurology". Emedicine.com. 2008-09-18. Retrieved 2010-03-22. http://www.emedicinehealth.com/tension_headache/article_em.htm http://scc.uchicago.edu/pdf/library/Headache.pdf