Anda di halaman 1dari 5

BIOGENESIS

A Science Checklist 1. Focuses on the natural world Fransisco Redi seorang ilmuan yang berasal dari Italia, mempelajari tentang asal-usul makhluk hidup. Makhluk hidup merupakan bagian penting yang menyusun alam semesta. Karena merupakan unsur fundamental penyusun alam semesta, maka harus diketahui darimana makhluk hidup itu berasal. Untuk itulah asal-usul makhluk hidup dapat dipelajari dengan alatalat ilmu pengetahuan karena makhluk hidup merupakan bagian dari alam semesta.

2. Science Aims to Explain and Understand the Nature World Percobaan yang dilakukan Fransisco Redi bertujuan untuk memahami asal-usul makhluk hidup sebagai bagian dari alam semesta. Dia melakukan percobaan dengan menggunakan dua potong daging yang dimasukkan ke dalam dua buah labu. Percobaan ini dilakukan untuk tetap mempertahankan pendapatnya mengenai makhluk hidup berasal dari makhluk hidup bukan dari benda mati.

3. Science Work With Testable Ideas Fransisco Redi dan beberapa ilmuan lainnya memiliki pendapat mengenai asal-usul makhluk hidup yang berasal dari makhluk hidup dan bukan dari benda mati. Untuk mengetahui kebenaran dari pendapat tersebut, harus dilakukan pengujian. Semua ide dan pendapat yang dikemukakan harus dilakukan pengujian untuk membuktikan kebenarannya. Untuk itulah Fransisco Redi melakukan pengujian dengan menggunakan dua potong daging yang dimasukkan ke dalam dua buah labu. Labu pertama diisi dengan sepotong daging dan ditutup rapat-rapat. Sedangkan, labu kedua diisi dengan sepotong daging dan dibiarkan terbuka. Setelah beberapa hari, keadaan daging pada kedua labu tersebut diamati. Hasilnya, pada labu pertama daging tidak busuk dan pada daging ini tidak ditemukan larva atau belatung lalat. Sedangkan pada labu kedua daging tampak membusuk dan di dalamnya ditemukan banyak larva atau belatung lalat. Jika ide mengenai asal-usul makhluk hidup yang berasal dari makhluk hidup itu benar, maka adanya larva atau belatung lalat pada daging di labu kedua juga berasal dari makhluk hidup.

4. Relies on Evidence Fransisco Redi menguji pendapatnya mengenai asal-usul makhluk hidup yang juga berasal dari makhluk hidup dengan menggunakan dua potong daging yang dimasukkan ke dalam dua labu. Labu pertama diisi dengan sepotong daging dan ditutup rapat-rapat. Sedangkan, labu kedua diisi dengan sepotong daging dan dibiarkan terbuka. Setelah beberapa hari, keadaan daging pada kedua labu tersebut diamati. Hasilnya, pada labu pertama daging tidak busuk dan pada daging ini tidak ditemukan larva atau belatung lalat. Sedangkan pada labu kedua daging tampak membusuk dan di dalamnya ditemukan banyak larva atau belatung lalat. Berdasarkan hasil percobaan tersebut Fransisco Redi menyimpulkan bahwa larva bukan berasal dari daging yang membusuk, tetapi berasal dari lalat yang masuk kemudian bertelur pada daging dan telur tersebut menetas menjadi larva. Ini merupakan bukti bahwa makhluk hidup juga berasal dari makhluk hidup. Namun, hasil percobaan ini mendapat sanggahan dari para ilmuwan pengikut teori abiogenesis. Sanggahan tersebut adalah kehidupan pada toples I tidak dapat terjadi karena toples tersebut tertutup sehingga tidak ada kontak dengan udara. Akibatnya, tidak ada daya hidup di dalamnya. Untuk menjawab sanggahan tersebut, Redi melakukan percobaan kedua, yaitu meletakkan daging pada labu dengan tertutup oleh kain kasa sehingga masih terjadi hubungan dengan udara, tetapi lalat tidak dapat masuk. Hasil percobaan menunjukkan bahwa daging juga membusuk, pada daging ini ditemukan sedikit larva, dan pada kain kasa penutupnya ditemukan lebih banyak larva. Redi berkesimpulan larva bukan berasal dari daging yang membusuk, tetapi berasal dari lalat yang hinggap di kain kasa dan beberapa telur jatuh pada daging.

5. Involves Scientific Community Pendapat mengenai asal-usul makhluk hidup yang berasal dari makhluk hidup tidak hanya dikemukakan oleh Fransisco Redi. Pendapat ini juga melibatkan ilmuan-ilmuan lain baik penganut paham Biogenesis ataupun penganut paham Abiogenesis. Selain Redi, ilmuan lainnya yang juga mengemukakan bahwa makhluk hidup juga berasal dari makhluk hidup adalah Lazzaro Spallanzani. Percobaan Spallanzani pada prinsipnya sama dengan percobaan Redi, tetapi bahan yang digunakan adalah air kaldu. Pada labu I diisi dengan 70 cc air kaldu, kemudian dipanaskan 15 C dan dibiarkan terbuka. Sedangkan pada labu II diisi dengan 70 cc air kaldu, kemudian ditutup rapat dengan sumbat gabus, lalu dipanaskan dan pada daerah pertemuan gabus dengan mulut labu dapat diolesi lilin agar lebih rapat. Kedua labu itu ditempatkan di tempat terbuka dan didinginkan. Setelah beberapa hari kemudian, hasil percobaan menunjukkan bahwa :

Labu I : terjadi perubahan, air kaldu menjadi keruh dan berbau tidak enak, serta banyak mengandung mikroba. Labu II : tidak ada perubahan sama sekali, air tetap jernih dan tanpa mikroba. Tetapi, bila dibiarkan terbuka lebih lama terdapat banyak mikroba.

Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Lazzaro Spallanzani menyimpulkan bahwa mikroba yang ada di dalam kaldu tersebut bukan berasal dari air kaldu (benda mati), tetapi berasal dari kehidupan di udara. Jadi, adanya pembusukan karena telah terjadi kontaminasi mikroba dari udara ke dalam air kaldu tersebut. Ini membuktikan bahwa kehidupan bukan berasal dari air kaldu. Hasil percobaan Spallanzani disanggah oleh penganut teori Abiogenesis. Sanggahannya adalah kehidupan pada percobaan Spallanzani tidak terjadi karena daya hidup tidak dapat masuk ke dalam labu. Menurut mereka, untuk terbentuknya mikroorganisme dalam air kaldu dibutuhkan udara. Selain Lazzaro Spallanzani, ilmuan yang dapat mematahkan teori abiogenesis dengan percobaan yang lebih baik daripada Fransisco Redi dan Lazzaro Spallanzani adalah Louis Pasteur. Pasteur melakukan percobaan penyempurnaan dari percobaan yang dilakukan Spallanzani. Pada percobaannya, Pasteur menggunakan air kaldu dan tabung berleher angsa. Percobaannya adalah sebagai berikut.

1) Air kaldu dimasukkan ke labu berleher angsa. Labu ini digunakan dengan tujuan untuk menjaga adanya hubungan antara labu dengan udara luar. Selanjutnya, labu dipanaskan untuk mensterilkan air kaldu dari mikroorganisme. 2) Setelah dingin, labu ditempatkan pada tempat yang aman. Karena bentuk pipa seperti angsa, udara dari luar dapat masuk ke dalam labu dan menempel di dasar lehernya. Sehingga udara yang masuk ke dalam labu adalah udara yang steril. Jadi, dalam percobaan ini masih ada daya hidup seperti yang dipersoalkan penganut paham Abiogenesis. Setelah dibiarkan beberapa hari, air kaldu tetap jernih dan tidak mengandung mikroorganisme. 3) Labu yang berisi air kaldu jernih, kemudian dipecahkan lehernya sehingga air kaldu bersentuhan dengan udara luar secara langsung. Setelah beberapa hari dibiarkan, air kaldu menjadi busuk dan banyak mengandung mikroorganisme. Kesimpulan percobaan Pasteur adalah mikroorganisme yang ada pada air kaldu bukan berasal dari cairan (benda tak hidup), melainkan dari mikroorganisme yang terdapat di udara.

Mikroorganisme yang ada di udara masuk ke dalam labu bersama-sama dengan debu. Berdasarkan hasil percobaan tersebut, tumbanglah Teori Abiogenesis dan muncul Teori Biogenesis yang menyatakan bahwa:

a) Omne vivum ex ovo, artinya setiap makhluk hidup berasal dari telur.

b) Omne ovum ex vivo, artinya setiap telur berasal dari makhluk hidup.

c) Omne vivum ex vivo, artinya setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga.

6. Leads to Ongoing Research Ide mengenai makhluk hidup yang juga berasal dari makhluk hidup dibuktikan dengan menggunakan percobaan secara berulang-ulang. Percobaan yang berulang-ulang ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna. Dimulai dari Fransisco Redi yang melakukan percobaan dengan menggunakan dua potong daging yang masing-masing dimasukkan ke dalam labu. Hasil percobaan yang dilakukan Fransisco Redi masih mendapat sanggahan dari penganut paham Abiogenesis. Selanjutnya untuk menyempurnakan percobaan yang dilakukan Redi, Lazzaro Spallanzani melakukan percobaan dengan prinsip yang hamper sama dengan Fransisco Redi. Namun, percobaan ini juga masih mendapat sanggahan dari penganut paham Abiogenesis. Sehingga Louis Pasteur menyempurnakan kembali percobaan kedua ilmuan sebelumnya mengenai asal-usul makhluk hidup yang juga berasal dari makhluk hidup. Percobaan yang dilakukan Louis Pasteur yang pada akhirnya menumbangkan Teori Abiogenesis. Untuk itulah dalam melakukan pengujian terhadap suatu ide yang berkaitan dengan alam semesta, harus dilakukan percobaan yang terus menerus sehingga hasil yang didapatkan juga lebih baik dari pada sebelumnya.

7. Benefits From Scientific Behavior Berdasarkan percobaan yang dilakukan para ilmuan penganut Teori Biogenesis, akhirnya mereka dapat membuktikan bahwa ide mereka mengenai asal-usul makhluk hidup yang berasal dari makhluk hidup adalah benar adanya. Keuntungan dari berprilaku ilmiah salah satunya

adalah secara terbuka dapat memaparkan ide-ide yang dimiliki yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengujian untuk membuktikan kebenaran ide-ide tersebut. Hal inilah yang dilakukan para ilmuan penganut Teori Biogenesis yang secara terbuka dan tegas menyangkal bahwa asal-usul kehidupan bukan berasal dari benda mati melainkan berasal dari makhluk hidup. Untuk mempertahankan pendapatnya tersebut mereka melakukan percobaan dan pada akhirnya terbukti bahwa pendapat mereka mengenai asal-usul makhluk hidup yang berasal dari makhluk hidup benar adanya.