Anda di halaman 1dari 5

ESTIMASI BIAYA:

ESTIMASI BIAYA

Jojok Widodo S Program Strata 1 Jurusan Teknik Sipil-Fakultas Teknik Universitas Jember

Volume Pekerjaan Harga Satuan Bahan dan Harga Satuan Upah Analisa Harga Satuan (AHS) Rencana Anggaran Biaya (RAB) Bobot Pekerjaan Time Schedule (Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan) Kurva S Laporan Harian Laporan Mingguan

PERSIAPAN ESTIMASI BIAYA:


Dokumen Kontrak: Gambar Pelelangan (For Information Drawing) BQ (Bill of Quantity) Dokumen Pengadaan Rencana Kerja dan Syarat-Syarat: 1. Umum 2. Khusus 3. Spesifikasi Teknis
SPK (Surat Perjanjian Kerja)/Kontrak

MACAM-MACAM GAMBAR:
JENIS GAMBAR: Gambar Pelelangan (For Information Drawing) Gambar Konstruksi (For Construction Drawing) Gambar Kerja (Shop Drawing) Gambar Terbangun (As-Build Drawing) MACAM-MACAM GAMBAR KONSTRUKSI: Gambar Struktur Gambar Arsitektur Gambar Mekanikal Gambar Elektrikal

Berita Acara (Aanwijzing, Addendum, Uitzet, dll)

Pengantar
ESTIMASI BIAYA
Dalam pelaksanaan proyek selalu melibatkan banyak personil dengan berbagai tugas yang saling berkaitan salah satunya adalah estimator. Untung dan ruginya perusahaan awalnya ditentukan oleh estomator. Oleh karena itu perlu diberikan bekal kepada mahasiswa yang akan menekuni bidang konstruksi pengetahuan yang cukup untuk melakukan pekerjaan estimasi biaya

Perhitungan Volume Pekerjaan

Pengantar
1. 2. 3. 4. 5. 6. Sistem perhitungan yang benar adalah meliputi sebagai berikut: kemudahan perhitungan Ketelitian perhitungan Terhindar dari kemungkinan terjadinya kelupaan hitung Kemudahan pemeriksaan kembali (checking) Kecepatan menghitung Kemudahan untuk dilanjutkan oleh orang lain tanpa harus mengulangi perhitungan

Kode-kode dan standard


1. Kode gambar kode yang dijumpai dalam gambar yang membedakan gambar arsitektur, struktur, mekanikal/elektrikal, gambar detail, dll. Tujuan untuk membedakan berbagai jenis gambar dan memudahkan pengelompokan dan pencarian bila diperlukan. misalnya:
4 As -4

Kode-kode dan standard


1. Kode gambar
a 20 Pelat tipe a tebal 20 cm dengan level atas + 3.25 m
+3.25

Kode-kode dan standard


2. Kode Lokasi Kode ini mnejelaskan letak yang tepat dari suatu lokasi seperti as, peil lantai, dinding, plafon, sta, dll. Tujuannya untuk memperjelas perbedaan dari masing-masing jenis pekerjaan terhadap masing-masing lokasi supaya tidak terjadi kekeliruan.
+ 3.00 El. +3.00 Tinggi peil lantai = +3.00 Tinggi peil lantai = +3.00 (biasanya dijumpai paa gambar potongan)

P2 A50

Type pintu/jendela P2 dapat dilihat pada gambar A50

Kode-kode dan standard


3. Kode Jenis Pekerjaan Kode ini memperjelas masing-masing jenis pekerjaan yang mempergunakan bahan atau mutu yang sama, kadang-kadang kode tersebut tidak dijumpai langsung dalam gambar tetapi terdapat pada daftar penjelasan yang berada disamping kanan atas dari gambar (kolom catatan), sehingga selain menghitung berdasarkan yang tergambar perlu juga meneliti catatan yang ada pada gambar tersebut.

Kode dan strandard


Lubang/vide/void Permukaan tanah Urugan tanah Urugan pasir

Kode-kode dan standard


4. Standard ukuran untuk menekankan pada ukuran apa yang dipakai sebagai standard. Misalnya dalam meter, centimeter, dll Standard skala perlu diperhatikan skala apa yang dipergunakan pada masing-masing lembar gambar dan masing-masing gambar yang terdapat dalam satu gambar sehingga tidak terjadi kesalahan penskalaan waktu ingin mengkonversikan ke ukuran sebenarnya. Misal 1:100, 1:1000, 1:10, dll.

Sarana dan prasarana


Sebelum memulai suatu pekerjaan perlu kita persiapkan sarana/prasarana peralatan yang diperlukan, misalnya: Pensil warna Pensil biasa Penggaris biasa Penggaris berskala Penggaris besar Penggaris kecil Penggaris busur Penghapus Alat hitung Jangka Kaca pembesar Tabel-tabel Planimeter Kertas/formulir

5.

Hal-hal yang harus diperhatikan


Hal-hal yang perlu diperhatikan: Volume harus dihitung menurut kenyataan yang terdapat dalam gambar dan ukuran yang tertera Tidak diperbolehkan menambah faktor atau koefisien dalam perhitungan voilume Tidak dibenarkan mennghitung dengan skala kecuali tidak ada ukuran yang lengkap dalam gambar Menulis angka harus jelas dan tegas Pada bagian yang telah dihitung didalam gambar dan untuk membedakan pekerjaan yang sejenis diberikan tanda/warna Bila dalam perhitungan dijumpai pengurangan, angka pengurangan ditulis dengan warna merah Urutan perhitungan mengikutio normalisasi, yaitu dari ptongan melintang (arah X) kemudian arah Y selanjutnya arah melintang

VOLUME PEKERJAAN
Volume pekerjaan adalah menguraikan secara rinci besarnya volume atau kubikasi suatu pekerjaan. Menguraikan besarnya volume berarti menghitung besar volume masing-masing pekerjaan sesuai dengan gambar bestek dan gambar detail. Satuan volume pekerjaan tergantung bentuk bagian pekerjaan dan disesuaikan dengan satuan yang ada pada analisa harga satuan. Volume pekerjaan disusun secara sistematis dengan tabel-tabel dengan pengelompokan berdasarkan pekerjaan sejenis. Umumnya disusun dalam tabel yang dimulai dari tahap awal sampai dengan akhir pelaksanaan pekerjaan. Contoh perhitungan volume pekerjaan kayu gording 8/15 dengan panjang gording 10 m, maka untuk menghitung volume kayu = panjang x lebar x tinggi (V = P x L x T). V = 0,08 x 0,15 x 10 = 0,12 m3.

PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN


Proyek Lokasi Pekerjaan No. Gambar : : : : .. .. Terlampir

No
I 1

Sketsa Gambar
PEKERJAAN PERSIPAN Pembersihan lapangan (A) 28,5 14 20

Analisa Perhitungan
p l t

Volume
570,00 m2

28,50 x

20,00 x

1,00 =

570,00

22,5 2 Pembuatan Direksi Keet 8,00 x 4 8 3 Pembuatan Los Kerja 10,00 x 4 10 4 Pasang Bowplank (keliling) (A) l+3 ( p l p+3 28,50 + 20,00 ) x 2,00 = 97,00 97,00 m1 4,00 x 1,00 = 40,00 40,00 m2 4,00 x 1,00 = 32,00 32,00 m2