Anda di halaman 1dari 7

A. PENDAHULUAN 1.

Latar Belakang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang, keluarga, atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan. PHBS rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga, agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat (http://www.promkes.depkes.go.id). Indikator PHBS tatanan rumah tangga adalah suatu alat ukur atau merupakan suatu petunjuk yang membatasi fokus perhatian untuk menilai keadaan atau permasalahan kesehatan di rumah tangga (http://dinkes.tegalserver.net). 2. Tujuan Setelah menonton film PHBS, diharapkan mahasiswa dapat menguraikan media promosi kesehatan yang tepat.

B. PEMBAHASAN 1. Isi film PHBS a. Awas Nyamuk Jahat Di dalam film pertama yang berjudul Awas nyamuk jahat, digambarkan bahwa nyamuk Asides Agepty yang hidup di tumpukan sampah dan genangan-genangan air. Dimusim hujan, nyamuk tersebut berkembang biak dengan cepat, dan siap untuk menyerang manusia. Mereka melakukan latihan-latihan untuk menyerang manusia, dan mereka sangat senang jika membuat manusia merasa kesakitan. Suatu ketika, setelah nyamuk-nyamuk itu melakukan latihan rutin yang mereka sebut dengan wajib militer, mereka menyerang seorang anak laki-laki bernama bisma yang tinggal dilingkungan kumuh, penuh dengan tumpukan sampah dan genangan air yang merupakan tempat tinggal nyamuk-nyamuk tersebut. Serangan yang dilakukan nyamuk tersebut pun berhasil, bisma yang mereka serang kini menjadi sakit dan dibawa ke puskesmas oleh orang tuanya. Dokter langsung memeriksa keadaan bisma, dokter menemukan tanda-tanda demam berdarah yaitu : Suhu badan tinggi, kondisi badan lesu dan lemah, dan terdapat bintik merah pada tubuh. Dokter mengatakan pada orang tua bisma, anak ibu terkena demam berdarah (DBD), tapi untung cepat dibawa ke puskesmas sehingga cepat untuk ditolong, apabila terlambat bisa jadi tidak tertolong dan meninggal.

Disekolah bisma sedang dipelajari mengenai program 3M+ yang bertujuan untuk mencegah terjangkitnya demam berdarah, yaitu : Menguras, Menutup, Mengubur, dan Menghindari gigitan nyamuk. Sepulang sekolah, ibu guru dan teman-teman bisma menjenguk keadaan bisma, mereka kaget ketika melihat lingkungan rumah bisma yang kotor. Merekapun berinisiatif untuk memebersihkan lingkungan rumah bisma. Sebelum membersihkan lingkungan rumah bisma, anakanak meminta kepada ibu guru agar lingkungan rumah bisma disemprot dengan asap agar lebih cepat hilang nyamuknya, tetapi ibu guru menjawab bahwa pengasapan hanya ampuh untuk nyamuk dewasa pembawa virus Dengue, dan pengasapan bisa dilakukan setelah ada minimal tiga orang korban. Mendengar penjelasan ibu guru tersebut, anak-anak pun langsung bersiap-siap dan pergi membersihkan lingkungan rumah bisma, nyamuk-nyamuk beterbangan meninggalkan sarangnya, ibu guru pun menaburkan bubuk abate untuk membunuh jentik-jentik nyamuk yang ada di genangan-genangan air. b. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Keluarga Manfaat Hidup Bersih dan Sehat bagi rumah tangga antaralain : 1) Setiap anggota keluarga meningkat kesehatannya dan tidah mudah sakit 2) Anak tumbuh sehat dan cerdas 3) Kemampuan bekerja setiap anggota keluarga meningkat 4) Pengeluaran biaya rumah tangga dapat dipergunakan untuk pemenuhan gizi keluarga, pendidikan, dan modal usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Manfaat Hidup Bersih dan Sehat bagi masyarakat : 1) Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan bersih dan sehat 2) Masyarakat mampu mencegah, dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan 3) Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada 4) Masyarakat mampu mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti : posyandu, jaminana pemeliharaan kesehatan, pondok bersalin desa (polindes), arisan jamban, kelompok pemakai air, dll. Apa yang harus dilakukan keluarga untuk mewujudkan rumah tangga sehat : 1) Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 2) Bayi diberi ASI eksklusif 3) Mempunyai jaminan pemeliharaan kesehatan 4) Tidak merokok didalam rumah 5) Melakukan aktivitas fisik setiap hari

6) Makan sayur dan buah setiap hari 7) Ketersediaan air bersih 8) Ketersediaan jamban sehat 9) Kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni 10) Lantai rumah bukan dari tanah. 2. Tatanan PHBS Menurut dinas kesehatan kota malang, tatanan PHBS antara lain : PHBS di rumah tangga, di sekolah, tempat-tempat umum (TTU), tempat kerja, dan PHBS di Institusi Kesehatan. Berikut dijelaskan tatanan PHBS beserta manfaat dan indikatornya. a. PHBS di Rumah Tangga, adalah upaya pemberdayaan anggota rumah tangga agar mau mempraktekkan PHBS dan berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Manfaat PHBS rumah tangga antaralain : 1) Anggota keluarga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit. 2) Anak tumbuh sehat dan cerdas. 3) Produktivitas anggota keluarga meningkat. Indikator rumah tangga sehat : 1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 2) Memberi bayi ASI eksklusif 3) Menimbang bayi dan balita setiap bulan 4) Mencuci tangan dengan air bersih dan memakai sabun 5) Menggunakan air bersih 6) Menggunakan jamban sehat 7) Memberantas jentik di rumah 8) Makan sayur dan buah setiap hari 9) Melakukan aktifitas fisik setiap hari 10) Tidak merokok di dalam rumah b. PHBS Di Sekolah, adalah pemberdayaan siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar mau mempraktekkan PHBS dan aktif mewujudkan sekolah sehat. Manfaat : 1) Terciptanya sekolah yang bersih dan sehat, sehingga siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah terlindung dari berbagai ancaman dan gangguan penyakit.

2) Meningkatnya semangat proses belajar mengajar yang berdampak pada prestasi belajar siswa. 3) Citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga mampu menarik minat orang tua. 4) Meningkatnya citra pemerintah daerah di bidang pendidikan. 5) Menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain. Indikator PHBS di sekolah 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Mencuci tangan dengan air mengalir dan memakai sabun Mengkonsumsi jajanan sehat di sekolah Menggunakan jamban yang bersih dan sehat Olahraga yang teratur dan terukur Memberantas jentik nyamuk Tidak merokok di sekolah Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan Membuang sampah pada tempatnya.

c. PHBS Di Tempat-tempat umum (TTU), Adalah pemberdayaan pengunjung dan pengelola TTU agar mau mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan TTU sehat. Manfaat : 1) Masyarakat menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit 2) Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat, mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapi 3) Lingkungan di sekitar TTU menjadi lebih bersih, indah dan sehat sehingga meningkatkan citra tempat umum 4) Meningkatkan pendapatan TTU akibat meningkatnya kunjungan pengguna TTU Indikator PHBS di TTU : 1) PHBS Di Pasar L a) Menggunakan air bersih b) Menggunakan jamban c) Membuang sampah pada tempatnya d) Tidak merokok di pasar e) Tidak meludah sembarangan f) Memberantas jentik nyamuk 2) PHBS Di Tempat Ibadah a) Menggunakan air bersih b) Menggunakan jamban

c) Membuang sampah pada tempatnya d) Tidak merokok di tempat ibadah e) Tidak meludah sembarangan f) Memberantas jentik nyamuk 3) PHBS di Rumah makan a) Menggunakan air bersih b) Menggunakan jamban c) Membuang sampah pada tempatnya d) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun e) Tidak merokok di rumah makan f) Menutup makanan dan minuman g) Tidak meludah sembarangan h) Memberantas jentik nyamuk 4) PHBS Di Angkutan Umum (Bus, Angkot, Kereta, Pesawat, Kapal Laut, dll) a) Menggunakan air bersih b) Menggunakan jamban c) Membuang sampah pada tempatnya d) Tidak merokok di angkutan umum e) Tidak meludah sembarangan d. PHBS Di Tempat Kerja, adalah pemberdayaan para pekerja agar mau mempraktekkan PHBS serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat kerja sehat. Manfaat : 1) Setiap pekerja meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit 2) Produktifitas pekerja meningkat yang berdampak pada peningkatan penghasilan 3) Pengeluaran biaya rumah tangga hanya untuk meningkatkan taraf hidup bukan untuk biaya berobat 4) Meningkatnya citra tempat kerja yang positif Indikator PHBS di tempat kerja 1) 2) 3) 4) Tidak merokok di tempat kerja Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja Melakukan olahraga secara teratur/ aktifitas fisik Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar dan buang air kecil 5) Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja 6) Menggunakan air bersih

7) Menggunakan jamban saat buang air kecil dan besar 8) Membuang sampah pada tempatnya 9) Menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai jenis pekerjaan. e. PHBS Di Institusi Kesehatan, adalah upaya memberdayakan pasien, pengunjung dan petugas agar mau dan mampu mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan institusi kesehatan sehat. Manfaat : 1) Pasien memperoleh pelayanan kesehatan di institusi kesehatan yang sehat 2) Pasien terhindar dari penularan penyakit 3) Mempercepat proses penyembuhan penyakit bagi pasien 4) Meningkatkan citra sebagai institusi kesehatan yang baik Indikator PHBS di institusi kesehatan 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Menggunakan air bersih Menggunakan jamban Membuang sampah pada tempatnya Tidak merokok di institusi kesehatan Tidak meludah sembarangan Memberantas jentik nyamuk Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun (http://dinkes.malangkota.go.id/)

3. Kesenjangan antara konsep PHBS dengan kenyataan

C. KESIMPULAN

Daftar Pustaka Dinas Kesehatan Kota Malang, PHBS diberbagai tatanan, Diakses dari : http://dinkes.malangkota.go.id/index.php/kiat-sehat/127-phbs-di-berbagaitatanan pada hari Rabu 9 Oktober 2013 Pukul 05.00 WIB

Dinas

Kesehatan Kabupaten Tegal, PHBS, Diakses dari : http://dinkes.tegalserver.net/readingarticle.html?9f9b9b76442f1c3108872c4beae385df5e9dc291b9ff3d16debd 340937859de253bcd495b408b71f134501592afe7429 pada hari Rabu 9 Oktober 2013 Pukul 05.00 WIB

Pusat Promosi Kesehatan, Terapkan 10 indikator PHBS dalam lingkungan keluarga, Diakses dari : http://www.promkes.depkes.go.id/index.php/topik-kesehatan/106terapkan-10-indikator-phbs-dalam-lingkungan-keluarga pada hari Rabu 9 Oktober 2013 Pukul 05.00 WIB