Anda di halaman 1dari 2

MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA (MP3EI): HARAPAN YANG MENJANJIKAN Oleh : Indra Maipita Hampir

setahun sudah MP3EI diluncurkan, namun gaungnya bukan semakin menguat, justeru malah semakin nyaris tak terdengar. Tepatnya pada tanggal 20 Mei 2011, Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (lebih dikenal dengan MP3EI) diluncurkan oleh Presiden RI dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden RI Nomor 32 Tahun 2011 tentang MP3EI 2011-2025. Secara konsep terlepas dari hal-hal yang mempengaruhinya MP3EI cukup menjanjikan. Ditopang oleh tiga strategi utama yaitu: pertama, peningkatan potensi ekonomi wilayah melalui pengambangan pusat-pusat petumbuhan di dalam koridor ekonomi (koridor ekonomi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggaran dan koridor ekonomi Papua-kepulauan Maluku); kedua penguatan konektivitas nasional; ketiga penguatan kemampuan SDM dan iptek nasional. Pengembangan MP3EI fokus pada delapan program utama ( pertanian, pertambangan, energi, industri, kelautan, pariwisata, dan telematika, serta pengembangan kawas an strategis ) dengan 22 kegiatan ekonomi utama. Dalam penyusunan program, digunakan strategi berbasis pada konsep pemerataan dan keadilan yang disebut triple track + 1 strategy, yaitu perluasan pertumbuhan ekonomi (pro growth), perluasan kesempatan kerja (pro job), dan penurunan tingkat kemiskinan (pro poor) plus tetap menjaga kelestarian lingkungan (green economy). Strategi ini diyakini akan dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur sesuai dengan visi Indonesia 2025. Melalui percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi, Indonesia akan menempatkan diri sebagai negara maju pada tahun 2025 dengan tingkat pendapatan per kapita berkisar antara USD 14.250 hingga USD 15.500. Tulisan singkat ini hanya mencoba untuk menyegarkan ingatan kita kembali akan rencana besar pemerintah yang sepatutnya didukung oleh segenap lapisan masyarakat. Koridor Sumatera yang mengusung tema pembangunan sebagai Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional menjadikan Sumatera Utara (Sumut) dalam posisi yang sangat strategis. Sumut yang kaya dengan hasil pertanian/perkebunan, sumberdaya tambang dan energi akan dapat terekplorasi dengan baik. Selain itu, ditempatkannya pelabuhan Kuala Tanjung sebagai hub internasional memberikan keuntungan tersendiri bagi Sumut. Artinya pelabuhan Kuala Tanjung akan dijadikan sebagai pintu gerbang Indonesia dari sisi barat, yang berfungsi sebagai pelabuhan utama bagi pelayaran internasional di pantai timur Sumatera. Tentu semua rencana yang telah disusun dalam MP3EI akan dapat terwujud dengan baik bila terjadi sinergi antar komponen, antar institusi dan antar sektor di Sumut. Pemerintah khususnya pemerintah provinsi sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat yang ditugasi mengkoordinir pelaksanaannya harus lebih terbuka dan proaktif. Tim yang telah disusun perlu melakukan sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, pihak swasta dan masyarakat. Hal ini sesuai dengan prinsip dasar keberhasilan pembangunan, yaitu: Pertama,
Perubahan harus terjadi untuk seluruh komponen bangsa. Kedua, Perubahan pola pikir (mindset) dimulai dari Pemeri ntah dengan birokrasinya. Perubahan ini harus dimulai dari pemahaman, dan perubahan itu

harus dimulai dari pemimpin dan jajarannya sebagai motor penggerak dari perubahan itu sendiri. Karena itu, sangat diperlukan pemahaman yang sama akan pentingnya MP3EI serta semangat untuk mensukseskannya perlu ditanamkan terlebih dahulu pada seluruh jajaran pemerintahan dan birokrasinya termasuk di pemda dan pemko.
Ketiga, Perubahan membutuhkan semangat kerja keras dan keinginan untuk membangun kerjasama dalam kompetisi yang sehat. Mengigat target-target dalam MP3EI yang cukup fantaastis, seperti pendapatan perkapita Indonesia mencapai USD 5.500 (sekitar Rp 50 j uta) pada tahun 2015 (saat ini berkisar Rp 31-33 juta), padahal tahun 2015 tinggal 3 tahun lagi. Demikian juga target-target pambangunan infrastruktur, jalan dan

jembatan. Tanpa kerja keras dan kerjasama yang tangguh di seluruh lini, target-target tersebut mustahil untuk dicapai. Keempat, Produktivitas, inovasi, dan kreativitas didorong oleh iptek menjadi salah satu pilar perubahan. Kelima, Peningkatan jiwa kewirausahaan menjadi faktor utama pendorong perubahan. Jiwa kewirausahaan bukan hanya bermanfaat dalam sisi ekonomi, tetapi juga dapat mempertaj am naluri dan daya pikir seseorang. Beberapa tahun belakangan ini, pemerintah sedikit jor-joran menggenjot peningkatan jiwa kewirausahaan ini. Berbagai program bantuan dikucurkan oleh pemerintah, LSM dan perbankan. Tak terkecuali di dunia pendidikan, para siswa dbekali dengan matapelajaran kewirausahaan bahkan mahasiswa yang ingin memperoleh beasiswapun dipersyaratkan untuk menyusun propos al pendirian usaha. Beberapa dosen dari setiap perguruan tinggi diberi ToT kewirausahaan dan dana sejenis hibah bersaingpun dikucurkan untuk mahasiswa. Namun kelihatannya program ini kurang berhasil karena sedikit tidak mengakar. Sebahagian besar orang melihatnya sebagai sebuah proyek jangka pendek tanpa melihat manfaat jangka panjangnya. Hal ini terbukti dari masi h membludaknya para lulusan PT dan mas yarakat berusaha untuk menjadi pegawai dengan cara apapun. Keenam, Duni a usaha berperan penting dalam pembangunan ekonomi. Duni a usaha, baik formal , informal merupakan motor penggerak perekonomian. Ketjuh, Kampanye un tuk melaksanakan pembangunan dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Kedelapan, Kampanye untuk perubahan pola pikir untuk memperbaiki kesejahteraan dilakukan secara luas oleh seluruh komponen bangsa. Kampanye yang dilakukan secara terus menerus, sistematis dan terencana sangat diperlukan untuk mensukseskan program MP3EI. Dengan demikian diharapkan persepsi, semangat dan tindakan segenap lapisan masyarakat akan konvergen menuju k e satu titik, yaitu mensukseskan MP3EI. MP3EI merupakan suatu harapan yang menjanjikan, oleh karena itu tim pelaksana MP3EI Sumut akan lebih baik bila mampu membuat program MP3EI melekat di hati semua lapisan masyarakat, termasuk dunia industri, perbankan dan pendidikan. Perlu dipikirkan bagaimana membuat isu MP3EI sehangat isu kenikan BBM sehingga menjadi perbi ncangan hangat di semua kalangan dan lapisan termasuk di kedai kopi . Bila itu terjadi, diyakini program MP3EI akan dapat berjalan lebih mulus untuk mencapai sasarannya. Beri kut adalah daftar rencana proyek MP3EI di Sumut, baik yang dilakukan oleh pemeri ntah (no. 1-12), BUMN (no.13-19) dan campuran (no.20-21), kita berharap semoga MP3EI s ukses mengangkat perekonomian masyarakat, citra Sumut dan Indonesia. Tebel. Daftar Rencana Proyek MP3EI di Sumatera Utara (Sumber: La mpiran Dokumen MP3EI, 2011-2025)
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Jenis Proyek Pembangunan Jalan Tol Medan - Kualanamu Tebing Tinggi (60 km) Pembangunan Rel KA Stasiun Araskabu Kualanamu Airport 9 km Pembangunan Jalan Tol Medan-Kuala Na mo-Tebing Tinggi (60km)-ruas Medan-Kuala Namu-Lubuk Pakam Perluasan Pelabuhan Belawan Pembangunan Rel KA Ruas : Banda r Tinggi-Kuala Tanjung (18,5 km). Peningkatan Jalan Tb. Tinggi - Kisa ran - Rantau Prapat - Ba tas Prov Riau (326,71 km) Pengembangan jalan akses Kualanamu Tahap II (14 km) dan Fl y Over Tahap I dan II (dua jembatan 1 km) Peningkatan Jalan Li ma Puluh - Pema tang Sianta r - Kisaran (64,15 km) Perbaikan/Pelapisan Jalan Ra ya , Ruas: Lima Puluh - Si mpang Inalum (22 km) Pembangunan Rel KA dari kawasan Sei Mangke ke kota Li ma Puluh Pembangunan Jalan Akses Belawan 15 km Pelebaran jalan dari KISM - Limapuluh (10 km) PLTP Sa rulla-1 Kap. 110 MW (BUMN) PLTA Asahan, Ka p. 2x87 MW (174MW) Pembangunan trans misi listrik di Provinsi Sumatera Uta ra (17 titi k) Percepata n pengembangan hidro s kala besar (2x87 MW), Porsea Sumatera Uta ra (Asahan 3) - 30 Ha Pengembangan Sector Private di Bandara Kualanamu Project Siba ya k 3 Pembangkit Listri k Tenaga Biomassa Sawit (PLTBS) dan Bahan Baku Tebu. Pembangunan Jalan Tol Medan-Kuala Na mo-Tebing Tinggi (60km)-ruas Lubuk Pakam-Tb Tinggi) (Ca mpuran) Pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai (15,8 km) Nilai Investasi (Rp Milyar) 6.700 2.150 1.306 830 400 365 355 225 154 150 150 140 6.000 2.880 2.612 2.610 1.600 554 150 3500 1.204 Periode Mulai Selesai 2010 2016 2013 2010 2016 2012 2012 2011 2011 2012 2012 2011 2011 2012 2012 2011 2001 2011 2007 2012 2011 2010 2013 2014 2013 2013 2014 2015 2013 2013 2012 2012 2015 2014 2015 2013 2012 2015 2012 2016 2016

(telah dimuat di kolo m opini harian waspada, 24 April 2012)