Anda di halaman 1dari 2

Diane Kusumastuti 09/286935/TK/35917 Tugas Mata Kuliah Elemen Mesin TKI 2360 A

Cara pembuatan roda gigi


Ada banyak cara membuat roda gigi. Di antaranya dengan cara sand casting, shell molding, investment casting, permanent mold casting, die casting, dan centrifugal casting. Gigi dapat dibentuk dengan powder metallurgy proccess atau dengan menggunakan extrusion, sebuah batang aluminium dibentuk dan kemudian dipotongkan ke roda gigi. Roda gigi biasanya dipotong dengan menggunakan form cutter atau generating cutter. Apabila menggunakan form cutter, bentuk ruang antar gigi akan persis sama dengan bentuk alat potong tersebut. Sedangkan apabila menggunakan generating cutter, alat potong yang bentuknya berbeda dengan profil gigi digerakkan secara relatif terhadap benda kerja yang masih kosong untuk mendapatkan bentuk gigi yang sesuai. Metode pembentukan gigi yang lain ialah dengan metode cold forming dan cold rolling, di mana pencetak dirolkan terhadap benda kerja baja yang kosong untuk membentuk gigi. Dengan metode ini didapatkan profil gigi bermutu tinggi karena sifat mekanik logam menigkat drastis akibat dari proses pengerolan tersebut. Pembentukan gigi roda gigi dapat dengan cara milling, shaping, atau hobbing. Pengerjaan akhir dapat dilakukan dengan proses shaving, burnishing, grinding, atau lapping.

Milling
Roda gigi dibentuk dengan alat pemotong berbentuk sesuai dengan jumlah gigi pada roda gigi yang diinginkan.

Shaping
Gigi dibentuk dengan alat potong pinion atau alat potong rak. Alat ini bergerak bolak-balik sepanjang sumbu vertikal dan secara bertahap masuk ke dalam benda kerja sampai kedalaman yang diinginkan. Sisi dari rak gigi involut adalah lurus. Karena itu, suatu alat pembentuk gigi berbentuk rak memerlukan ketelitian. Alat potong dimasukkan ke dalam benda kerja secara bertahap sampai menyinggung lingkaran puncak. Kemudian alat potong bergerak bolak-balik. Setelah langkah pemotongan, benda kerja dan alat pemotong digelindingkan sedikit pada lingkaran puncaknya. Bila benda kerja dan alat pemotong kembali ke titik awal. Terus seperti itu hingga semua gigi selesai dipotong.

Hobbing
Hob adalah alat potong berbentuk cacing, giginya mempunyai sisi yang lurus seperti pada rak. Tetapi dalam prosesnya, sumbu hob harus diputar sejauh sudut tertentu. Oleh sebab itu, hasil bentuk gigi akan berbeda dengan bentuk gigi yang dibuat dengan menggunakan rak. Hob dan benda kerja harus berputar pada perbandingan kecepatan sudut yang tepat. Hob kemudian dimasukkan secara bertahap pada permukaan benda kerja sampai semua gigi selesai dibentuk.

Untuk pengerjaan akhir setelah pemotongan, dapat dilakukan baik dengan shaving atau burnishing. Beberapa mesin shaping yang ada dapat memotong dengan ketelitian 250 in. Pada burnishing, gigi yang diperkeras yang sedikit lebih besar dipasangkan saling melibas dengan roda gigi tersebut hingga permukaanya licin. Setelah gigi diperkeras melalui perlakuan panas, pada gigi dilakukan proses grinding dan lapping.

Mekanisme terjadinya noise dan vibration pada gear


Penyebab paling utama noise pada gear ialah adalah kesalahan desain. Namun, roda gigi yang dibentuk dengan desain yang tepat pun akan menimbulkan noise apabila tidak dibuat dengan cara yang tepat. Beberapa penyebab timbulnya noise yang sering terjadi ialah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Involute error Tooth spacing error Runout Inadequate backlash Gear blank resonance Shaft torsional and longitudinal resonance Housing resonance High horsepower drives

Noise yang ditimbulkan oleh penyebab nomor 1 sampai 4 akan menjadi lebih besar apabila nomor 5 sampai nomor 8 terjadi. Sedangkan untuk nomor 9, pada dasarnya untuk horsepower drives berkecepatan tinggi akan menimbulkan noise yang lebih besar dibanding dengan roda gigi yang sama namun horsepower rendah. Kata resonance yang digunakan pada nomor 5 hingga 8 menggambarkan suatu keadaan dimana benda elastis bergetar pada frekuensi natural. Ketika frekuensi gigi roda gigi sama, atau berdekatan, frekuensi natural dari masing-masing gigi akan merespon satu sama lain, menyebabkan semakin besarnya suara yang ditimbulkan akibat tooth contact. Hal ini bisa dihindari apabila roda gigi akurat dan kondisi nomor 1 sampai 4 minimal.