Anda di halaman 1dari 2

Sejarah api pertama kali ditemukan

Dalam sejarah banyak sekali penemuan-penemuan yang sangat membantu bagi kehidupan kita, dan hampir setiap penemuan dalam sejarah bisa merubah kehidupan umat manusia hingga dunia. Salah satunya adalah api, sedikit aneh memang kalau kita membicarakan tentang api, namun api yang kita pergunakan memang merubah bagi kehidupan, dan kita juga harus tahu sejarah pertama kali api itu ditemukan di dunia ini. Api sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup manusia walau kadang api ini menimbulkan masalah. Tergantung seperti apa api itu kita gunakan, ada pepatah mengatakan "kecil jadi kawan dan besar jadi lawan". Manfaat api memang sudah bisa kita rasakan dalam kehidupan seperti untuk penerangan, memasak, menghangatkan tubuh dan lain sebagainya.

Dan terkadang kita bertanya-tanya bagaimana api mula-mula ditemukan dan siapa penemunya?, Api atau energi panas yang pada awalnya bisa kita dapatkan dengan membenturkan dua buah batu atau dengan mmenggesekan dua buah kayu, sehingga akan menimbulkan percikan api yang kemudian bisa kita gunakan pada ranting kering atau daun kering yang kemudian bisa menjadi sebuah api. Pertama kali api dikenal adalah pada zaman purba yang secara tidak sengaja mereka melihat petir yaitu cahaya panas dilangit yang menyambar pohon-pohon disekitarnya, sehingga api itu pun muncul membakar pohon-pohon itu. Mulai dari situ lah peradaban mulai berubah, para manusia purba itu pun baru mengenal api untuk memasak, penerangan dan yang lainnya

Sejarah Penemuan dan Penggunaan Api Oleh Manusia

Penemuan api atau lebih tepatnya penggunaan api yang sudah dapat dikendalikan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan merupakan salah satu yang paling tua dalam sejarah penemuan manusia. Tujuan dari pengendalian api beberapa di antaranya adalah untuk penerangan, untuk memasak, untuk membersihkan hutan guna membuka ladang atau sawah, untuk membuat alat batu, untuk membuat keramik dengan membakar tanah liat Penemuan Api Pengendalian api ditemukan saat zaman Lower Paleolitik . Bukti awal untuk penggunaan api yang sudah terkendali di situs bersejarah Lower Paleolitik dari Gesher Benot Yaaqov di Israel. Di sana ditemukan ada kayu dan biji yang hangus sekitar 790.000 tahun yang lalu. Situs tertua berikutnya adalah pada Zhoukoudian , sebuah situs Lower Paleolitik di China sekitar 400.000 tahun yang lalu, dan di gua Qesem (Israel) sekitar 200,000-400,000 tahun yang lalu. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Nature Mar 2011, peneliti bernama Roebroeks dan Villa melaporkan berdasarkan penelitian mereka dari data yang tersedia di berbagai situs Eropa. Mereka menyimpulkan bahwa penggunaan api itu bukan bagian dari manusia melainkan peristiwa kebakaran hutan. Pembuatan Perapian Berbeda dengan api, perapian adalah sebuah tempat yang sengaja dibangun untuk menyalakan api. Perapian awalnya dibuat dengan mengumpulkan batu yang mengandung api, atau hanya dengan menggunakan kembali lokasi yang sama lagi dan lagi sehingga memungkinkan abu untuk bertindak sebagai jantung pembangunan perapian. Mereka ditemukan di Periode Paleolitik Tengah (200,000-40,000 tahun yang lalu pada situs-situs bersejarah seperti Klasies Gua Sungai di Afrika Selatan sekitar 125.000 tahun lalu) dan Gua Tabun (di Gunung Karmel. , Israel) Bahan Untuk Pembakaran Meskipun kayu ranting mungkin telah menjadi bahan bakar yang asli, namun bahan bakar lain menjadi penting di berbagai tempat yang memiliki pasokan kayu terbatas. Di tempat-tempat dengan sumber daya kayu langka, ada alternatif lain seperti gambut, rumput , kotoran hewan, tulang hewan, rumput laut, dan jerami. Teknik untuk membedakan bahan untuk membuat pembakaran tersebut berasal dari sisa-sisa abu-abu dijelaskan dalam Gereja et al.