Anda di halaman 1dari 3

Metode Penelitian Case-Control Metode case-control merupakan kebalikan dari metode Kohort.

Metode penelitian casecontrol adalah suatu penelitian analitik yang menyangkut bagaimana factor resiko dipelajari dengan menggunakan pandekatan retrospective. Dengan kata lain, efek (penyakit atau status kesehatan) diidentifikasi pada saat ini, kemudian factor resiko diidentifikasi adanya atau terjadinya pada waktu yang lalu. Misalnya hubungan antara kanker serviks dengan perilaku seksual. Tahap-tahap penelitian Case control 1. Identifikasi variable-variabel penelitian ( factor resiko dan efek ) 2. Menetapkan objek penelitian ( populasi dan sampel ) 3. Identifikasi kasus 4. Pemilihan subjek sebagai control 5. Melakukan pengukuran retrospektif ( melihat ke belakang ) untuk melihat faktor resiko 6. Melakukan analisis dengan membandingkan proporsi antara variabel-variabel objek penelitian dengan variabel-variabel control

Skema Rancangan Penelitian Case Control Study

Contoh Sederhana : Penelitian ingin membuktikan hubungan antara malnutrisi/ kekurangan gizi pada anak balita dengnan perilaku pemberian makanan oleh ibu. Tahap pertama : Mengidentifikasi variabel dependen ( efek ) dan variabel- variabel independen (faktor resiko ). Variabel dependen Variabel independen Variabel independen yang lain jumlah anak, dan sebagainya. Tahap kedua : Menetapkan objek penelitian, yaitu populasi dan sampel penelitian. Objek penelitian disini adalah pasangan ibu dan anak balitanya. Namun demikian perlu dibatasi pasangan ibu dan balita daerah mana yang dianggap menjadi populasi dan sampel penelitian ini. Tahap ketiga : Mengidentifikasi kasus, yaitu anak balita yang menderita malnutrisi (anak balita yang memenuhi kebutuhan malnitrisi yang telah ditetapkan, misalnya berat per umur dari 75 % standar Harvard. Kasus diambil dari populasi yang telah ditetapkan . Tahap keempat : Pemilihan subjek sebagai kontrol, yaitu pasangan ibu-ibu dengan anak balita mereka. Pemilihan kontrol hendaknya didasarkan kepada kesamaan karakteristik subjek pada kasus. Misalnya ciri-ciri masyarakatnya, sosial ekonominya dan sebagainya. Tahap kelima : Melakukan pengukuran secara retrospektif, yaitu dari kasusu (anak balita malnutrisiI itu diukur atau ditanyakan kepada ibu dengan menggunakan metose recall mengenai perilaku memberikan jenis makanan , jumlah yang diberikan kepada anak balita selama 24 jam. Tahap keenam : Melakukan pengolahan dan analisis data. Analisa data dilakukan dengan membandingkan proporsi perilaku ibu yang baik dan yang kurang baik dalam hal memberikan makanan kepada anaknya pada kelompok kasus, dengan proporsi perilaku ibu yang sama pada kelompok kontrol. Dari sini akan diperoleh bukti ada tidaknya hubungan perilaku pemberian makanan dengan malnutrisi pada anak balita. : malnutrisi : perilaku ibu dalam memberikan makanan. : pendidikan ibu, pendapatan keluarga,

Kelebihan Rancangan Penelitian Case Control Adanya kesamaan ukuran waktu antara kelompok kasus dengan kelompok control

Adanya pembatasan atau pengendalian faktor resiko sehingga hasil penelitian lebih tajam dibanding hasil rancangan cross sectional Tidak menghadapi kendala etik seperti pada penelitian eksperimen (kohort) Tidak memerlukan waktu lama ( lebih ekonomis )

Kekurangan Rancangan Penelitian Case Control Pengukuran variabel yang retrospective, objektivitas, dan reabilitasnya kurang karena subjek penelitian harus mengingatkan kembali faktor-faktor resikonya. Tidak dapat diketahui efek variabel luar karena secara teknis tidakdapat dikendalikan. Kadang-kadang sulit memilih kontrol yang benar-benar sesui dengan kelompok kasus karena banyaknya faktor resiko yang harus dikendalikan.

Referensi: Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: pedoman skripsi, tesis, dan instrument penelitian keperawatan. Jakarta: Salemba Medika Budiharto. (2006). Metodologi Penelitian Kesehatan: dengan contoh bidang ilmu kesehatan gigi. Jakarta: Penerbit Kedokteran EGC