Anda di halaman 1dari 10

1

Pertemuan 12
Filter Digital IIR
Matakuliah : H0312 / Pengolahan Sinyal Digital
Tahun : 2006
Versi : 1.0 / 5
2
Learning Outcomes
Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa
akan mampu :

Menjelaskan filter digital IIR dan metode konversi
dari filter analog (pendekatan turunan dan BZT)
untuk menghitung koefisien filter digital IIR.

Menghitung koefisien filter digital IIR dengan
metode konversi filter analog (pendekatan turunan
dan BZT).

Membandingkan metode pendekatan turunan dan
BZT dalam mencari koefisien filter digital IIR.

Mendesain filter digital IIR.
3
Outline Materi
Sifat-sifat filter digital IIR.

Metode metode mendesain filter digital IIR :
- Penempatan pole dan zero
- Konversi dari filter analog : Pendekatan turunan
dan BZT

Perbandingan filter digital IIR dan FIR.
4
SIFAT-SIFAT FILTER DIGITAL IIR
Membutuhkan lebih sedikit koefisien untuk mempertajam
kemiringan filter pada frekuensi potong sehingga
memerlukan waktu proses yang lebih cepat dan memori
yang lebih sedikit.
Dapat dibuat dengan transformasi dari filter analog dengan
karakteristik yang sama.
filter. koefisien - koefisien adalah dan
0 1 0
k k
N
k
M
k
k k
k
b a
k) y(n b k) x(n a k) h(k)x(n y(n)

= =

=
= =
) z b (
z a
H(z)
M
k
k
k
N
k
k
k

+
=
1
0
1
5
DESAIN FILTER DIGITAL IIR
Diskrit Time
Spesifikasi Filter Digital
e
p
f
p
e
s
f
s
A
p
o
p
c
p
A
s
o
s
c
s
Continous Time
Spesifikasi Filter Analog
O
p
F
p
O
s
F
s
A
p
o
p
c
p
A
s
o
s
c
s
Warping
O=k.tan(eT/2)
Digital Filter H(z)
atau
pole dan zero dalam z
Direct Design
Method
Placement zero
and pole
Analog Filter H(s)
atau
pole dan zero dalam s
Classic Analog
Filter Design
Butterworth
Chebyshev
Elyptic
Bessel
s to z transform
BZT, Pendekatan turunan
Indirect
design
method
Persamaan
Difference
y(n)
Dapatkan
koefisien
Struktur
Filter
Coding Testing Finish
Design IIR Method
6
DESAIN FILTER DIGITAL FIR
Metode menghitung koefisien filter digital IIR

A. Penempatan Pole dan Zero

- Menempatkan pole dan zero ke dalam bidang Z
sesuai dengan spesifikasi filter yang diinginkan.

- Terbatas hanya untuk filter tertentu (BPF dan BSF).
( )
pole. jari - Jari
2
/ 1
0
=
|
|
.
|

\
|
=
=
r
F
F
F Bandwidth r
sampling
resonan
sampling
t e
t
7
DESAIN FILTER DIGITAL FIR
B. Konversi dari filter analog

1. Pendekatan turunan

- Terbatas hanya untuk filter tertentu (LPF dan
beberapa BPF).




2. Bilinear Z Transform (BZT)
k
sampling
k
T
z
s
z H s H
|
|
.
|

\
|

=

1
1
) ( ) (
) 1 (
) 1 ( 2
) ( ) (
1
1

z
z
T
s
z H s H
sampling
|
|
.
|

\
|
=
2
tan
2
: Warping
sampling
S
.T
T

8
DESAIN FILTER DIGITAL FIR
LPF Butterworth
Frekuensi (Hz)
Daerah
Transisi
Stopband
Passband
linier
dB
1
2
1
1
p
c +
2
1
1
s
c +
2
1
o
p
o
s
0
-A
p
-3 dB
-A
s
F
p
F
C
F
S
Filter Parameter
) 1 log( 10 ) 1 log( 10
1
1
1
1
1
1
2 2
2 2
s s p p
s
s
p
p
A A c c
c
o
c
o
+ = + =
+
=
+
=
9
DESAIN FILTER DIGITAL FIR
Filter Butterworth
10 2 s
1
H(s) 2 Orde
1 s
1
H(s) 1 Orde
LPF alih Fungsi
2
i normalisas
i normalisas
+ +
=
+
=
s
2
2
2
2
Cut
s
Ws
s
BSF ke LPF
s
s
BPF ke LPF

s
s
HPF ke LPF
s
s
LPF ke LPF
Konversi Rumus
o
o
Cut
Ws
e
e
+
=
-
+
=
-
O
=
-
O
=
-
|
.
|

\
|
= O
O O =
O O =
2
.
tan
2
dan
Ws
dimana
1 2
2 1
2
o
c
Ts
Ts
e
e
10
PERBANDINGAN FILTER DIGITAL IIR DAN FIR
Keuntungan Filter Digital IIR Dibandingkan FIR
1. Membutuhkan lebih sedikit koefisien untuk mempertajam
kemiringan filter pada frekuensi potong sehingga
memerlukan waktu proses yang lebih cepat dan memori
yang lebih sedikit.
2. Dapat dibuat dengan transformasi dari filter analog
dengan karakteristik yang sama.

Kerugian Filter Digital IIR Dibandingkan FIR
1. Memiliki respon fase yang tidak linier sehingga timbul-nya
distorsi fase.
2. Bisa tidak stabil sebab adanya proses rekursif dan durasi
impulse response yang tak terhingga.
3. Round-off noise dan error kuantisasi koefisiennya lebih
besar karena adanya umpan balik.