Anda di halaman 1dari 19

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan kumpulan pengetahuan tersusun secara sistematis yang didasarkan pada penyelidikan dan interpretasi terhadap peristiwa-peristiwa atau gejala alam melalui metode dan sikap ilmiah. Ilmu ini terus berkembang, bertambah luas, dan mendalam sesuai dengan hasilhasil penemuan dan penyelidikan baru, menyebabkan timbulnya cabang-cabang ilmu yang dikenal sebagai: Fisika, Kimia, Biologi, dan Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA). Dalam perkembangannya, ternyata banyak proses yang penjelasannya memerlukan bantuan dari dua atau lebih cabang ilmu yang merupakan kombinasi dari cabang-cabang yang telah ada, seperti Kimia Fisika, Biokimia, Biofisika, dan Geofisika. Pembagian IPA dalam berbagai cabang tersebut sebenarnya untuk lebih mempermudah mempelajari alam seisinya dari sudut pandang tertentu. Namun di luar dari pada itu, satu hal yang pasti, yakni sasaran yang diselidiki, diuraikan, dan dibahas adalah satu, yaitu alam semesta yang meliputi: asal mula alam semesta dengan segala isinya, termasuk proses, mekanisme, sifat benda maupun peristiwa yang terjadi (Ahmad, 2012).
1.2 Rumusan Masalah

a) Apa pengertian dari IPA ? b) Bagaimana Sejarah Perkembangan IPA ? c) Apa Dampak Perkembangan IPA ?
1.3 Tujuan penulisan makalah

Manusia sebagai makhluk berpikir dibekali hasrat ingin tahu tentang benda dan peristiwa yang terjadi disekitarnya termasuk juga ingin tahu tentang dirinya sendiri. Hal ini mendorong manusia untuk memahami dan menjelaskan gejala gejala alam, baik alam besar (makrokosmos) maupun alam kecil (mikrokosmos) serta memecahkan masalah yang dihadapi (Ahmad,2012).

Dengan adanya makalah ini diharapkan berguna bagi mahasiswa dan masyarakat dalam perkembangan ilmu pengetahuan, sebagaimana yang berkaitan materi yang dikaji dalam Ilmu Kealaman Dasar, diantaranya : 1. 2. 3. 4. 5. Mengetahui perkembangan IPA dari zaman kuno hingga zaman modern. Memupuk rasa keingintahuan kita sebagai manusia. Mengenal lebih lanjut proses perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan dari zaman kuno hingga zaman modern. Sebagai sarana dalam menambah rasa keingintahuan kita. Memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar.

BAB II PEMBAHASAN
Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) IPA mempelajari fenomena alam yang faktual, baik berupa kenyataan (fakta) atau kejadian (event) dan hubungan sebab akibatnya. Ilmu pengetahuan alam sepadan dengan kata sains (science), sains sendiri artinya pengetahuan. Sains kemudian diartikan sebagai natural sains, yang diterjemahkan menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). IPA atau sains (dalam arti sempit) sebagai disiplin ilmu yang terdiri atas physical sciences dan life sciences. Termasuk physical sciences adalah ilmu astronomi, kimia, geologi dan fisika sedangkan life sciences meliputi biologi, zoology dan fisiologi (Pater J.I.GM. Drost.SJ,1998:32). Lahirnya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Awal dari IPA dimulai pada saat manusia memperhatikan gejala-gejala alam, mencatatnya kemudian mempelajarinya. Pengetahuan yang diperoleh mulamula terbatas pada hasil pengamatan terhadap gejala alam yang ada. Kemudian makin bertambah dengan pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemikirannya. Selanjutnya dari peningkatan kemampuan daya pikirnya manusia mampu melakukan eksperimen untuk membuktikan dan mencari kebenaran dari suatu pengetahuan. Dari hasil eksperimen ini kemudian diperoleh pengetahuan yang baru. Setelah manusia mempu memadukan kemampuan penalaran dengan eksperimen ini lahirlah IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) sebagai suatu ilmu yang mantap (Febri,2009). Pada mulanya ilmu pengetahuan timbul di Asia,meluas ke Yunani. Kembali ke Asia di Timur Tengah, baru kemudian di Eropa (Febri,2009). Perkembangan IPA itu sendiri mulai berkembang sangat lambat antara abad 1516. Namum perkembangan IPA lebih pesat setelah adanya konsep Copernicus yang kemudian diperkuat Galileo (konsep geosentris, konsep heliosentris), dikenal sebagai permulaan abad ilmu pengetahuan modern (kebenaran berdasarkan induksi). Di awal abad 20 perkembangan ipa khususnya bidang fisika makin berkembang pesat setelah konsep fisika kuantum dan relativitas dan bermunculan

beberapa fisikawan yang terkenal seperti newton. Hal tersebut perlu di rebisi dan penyesuaian dengan konsep ilmu pengetahuan ke Era pemikiran yang modern. Perkembangan ipa tidak jauh dari kaitan Landasan Ilmu Pengetahuan itu sendiri antara lain : 1. Hipotesis Merupakan strata ilmu yang paling rendah, berupa dugaan atau prediksi yang diambil berdasarkan pengetahuan atau teori yang sudah ada untuk menjawab penelitian yang sedang dilakukan. 2. Teori Merupakan strata ilmu yang lebih tinggi dari hipotesis, berupa landasan ilmu yang telah teruji kebenarannya, namun teori masih mungkin untuk dikoreksi dengan teori baru yang lebih tepat. 3. Hukum dan dalil Merupakan strata ilmu yang paling tinggi, berupa teori yang telah diuji terus-menerus dan diketahui tidak ditemukan adanya kesalahan. (Ahmad, 2012). Berikut ini adalah diagram perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam di urutkan melalui abad Abad 15 -PseudoScience -Mitos -Logika 16 -Awal IPA sekarang -Heliosentris -Liberalisme -Penemuan alat bantu 19 -Revolosi industry -Penemuan mesin modern: mesin uap kertas, cetak, dll -Penemuan alat lebih baik 20 -IPA Modern -Alat riset canggih -Telaah mikroskopik -Penemuan anomali teori sebelumnya -Konsep baru
(modern) Tabel. 1.1 Periode Pengembangan IPA

Pengetahuan menjadi displin ilmu seperti yang dapat kita lihat sebagai berikut:

Sains Fisik Fisika Kimia Astronomi Geologi Mineralogi Geografi Geofisika Meteorologi Oseanologi Dll

Ilmu Pengetahuan Alam Sains Hayati (Biologi) Botani Zoologi Mikrobiologi Kesehatan Palaentologi Fisiologi Taksonomi Dll

Ilmu Sosial dan Budaya Bahasa Sosiologi Pendidikan Sejarah Antropologi Etnologi Seni dan Budaya Psikologi Ekonomi

Dll Didukung oleh Matematika/Statistika dan Informatika


Tabel 1.2 Perkembangan IP Menjadi Berbagai Disiplin Ilmu

Ilmu pengetahuan akan terus berkembang sejalan dengan sifat manusia yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah dipunyai atau diketahuinya. Berdasarkan hal tersebut, maka ilmu pengetahuan merupakan siklus ilmu dengan penelitian sebagai intinya yang tidak pernah terputus. Bahkan ia akan semakin membesar dan meluas (Ahmad, 2012). Penggolongan IPA menjadi klasik dan modern sama sekali bukan berkaitan dengan waktu maupun klasifikasi bidang ilmu. Penggolongan ini lebih mengacu kepada konsepsi, yaitu cara berpikir, cara memandang, dan cara menganalisis suatu fenomena alam (Ahmad, 2012). IPA klasik yang telaahannya mengikuti kaidah ilmu tradisional berdasarkan pengalaman, kebiasaan, dan bersifat makroskopik. Sedangkan IPA modern yang bersifat mikroskopik, muncul berdasarkan penelitian maupun pengujian dan telah diadakan pembaharuan yang dikaitkan dengan berbagai disiplin ilmu yang ada (Ahmad, 2012).

Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam a) Zaman Kuno Pengetahuan yang dikumpulkan pada zaman kuno berasal dari kemampuan mengamati dan membeda-bedakan, serta dari hasil percobaan yang sifatnya spekulatif atau trial and error. Semua pengetahuan yang diperoleh diterima sebagaimana adanya, belum ada usaha untuk mencari asal-usul dan sebab akibat dari segala sesuatu (Ahmad, 2012). Pada saat manusia mulai memiliki kemampuan menulis membaca dan berhitung maka pengetahuan yang terkumpul dicatat secara tertib dan berlangsung terus menerus. Misalnya dari pengamatan dan pencatatan peredaran matahari, ahli astronomi Babilonia menetapkan pembagian waktu, tahun dibagi dalam 12 bulan, minggu dibagi dalam 7 hari dan hari dalam 24 jam. Selanjutnya jam dibagi dalam 60 menit dan menit dalam 60 detik. Kemudian satuan enam puluh ini juga digunakan untuk pengukuran sudut, 60 detik sama dengan 1 menit, 60 menit sama dengan 1 derajad dan satu lingkaran penuh sama dengan 360o (Ahmad, 2012). Demikian pula ahli Babilonia dapat meramalkan terjadinya gerhana matahari, tiap 18 tahun tambah 10 atau 11 hari. Ini terjadi kira-kira 3000 SM (Ahmad, 2012). Pada tahun 2980-2950 SM telah dapat dibangun piramid di Mesir untuk menghormati dewa agar tidak terjadi bahaya banjir di sungai Nil. Pembangunan piramid itu menunjukkan bahwa pengetahuan teknik bangunan dan matematika khususnya geometri dan aritmatika telah maju. Kurang lebih tahun 1.600 SM orang mesir telah menghitung keliling lingkaran sama dengan tiga kali garis tengahnya sedang luas lingkaran sama dengan seperdua belas kuadrat kelilingnya (Ahmad, 2012). b) Zaman Yunani Kuno Perkembangan ilmu pengetahuan berkembang pesat sekali pada zaman Yunani, disebabkan oleh kemampuan berpikir rasional dari bangsa Yunani. Pada tahap ini manusia tidak hanya menerima pengetahuan sebagaimana adanya tetapi secara spekulatif mencoba mencari jawab

tentang asal-usul dan sebab-akibat dari segala sesuatu. Berikut merupakan beberapa ahli filsafat dari zaman yunani kuno (Ahmad, 2012). 1) Thales (624-548 SM) Ahli filsafat dan matematika, pelopor dari segala cabang ilmu. Ia dianggap orang pertama yang mempertanyakan dasar dari alam dan segala isinya. Thales berpendapat bahwa pangkal segala sesuatu adalah air: dari air asal segala sesuatu, kepada air pula ia akan kembali. Disamping itu dia juga menyatakan bahwa bintang mengeluarkan cahaya sendiri, sedangkan bulan menerima cahaya dari matahari (Ahmad, 2012). 2) Anaximenes (588-526 SM) Berpendapat bahwa zat dasar adalah udara. Segala zat terjadi dari udara yang merapat dan merenggang. Pendapat ini mungkin dihubungkan dengan kenyataan bahwa manusia itu tergantung kepada pernafasan (Ahmad, 2012). 3) Anaximander (610-546 SM) Berpendapat langit dengan segala isinya itu mengelilingi bumi dan sebenarnya langit yang nampak itu hanya separohnya (Ahmad, 2012). 4) Heraklitos (535-475 SM) Menyatakan bahwa api adalah asal segala sesuatu, sebab api ini yang menggerakkan sesuatu, menghidupkan alam semesta, yang berubah-ubah sifatnya didalam proses yang kekal. Yang kekal hanyalah perubahan, segala sesuatu adalah mengalir (Ahmad, 2012). 5) Pythagoras (580-499 SM) Mengemukakan 4 unsur dasar yaitu bumi, air, udara, dan api. Dalam bidang matematika menemukan dalil yang terkenal yaitu bahwa kuadrat panjang sisi miring sebuah segi tiga siku-siku sama

dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi siku-sikunya (Ahmad, 2012).

6) Empedokles (495-435 SM) Menerima 4 unsur dasar menurut Pythagoras dan menyatakan bahwa sifat segala benda terjadi dari pencampuran keempat unsur itu dalam perbandingan yang berbeda. Keempat unsur itu adalah sifat panas, dingin, basah dan kering. Kering dan dingin membentuk bumi, panas dan kering unsur pembentuk api. Air dari basah dan dingin, udara dari basah dan panas. Selain itu juga dinyatakan bahwa segala benda yang sejenis akan tarik menarik, sedang yang berlawanan akan tolak menolak (Ahmad, 2012). 7) Leukippos dan Demokritos (460-370 SM) Dalam mencari unsur dasar dari segala sesuatu Leukippos & Demokritos mengemukakan teori atom sebagai berikut : Zat memiliki bangun butir. Segala zat terdiri atas atom, yang tidak dapat dibagi, tak dapat dimusnahkan tak dapat diubah. Atom-atom dapat berbeda dalam jumlah dan susunan atom. Semua perubahan akibat dari penggabungan dan penguraian atom menurut hukum sebab akibat. Tidak ada masalah kebetulan dan ciptaan. Yang ada hanyalah atom dan kehampaan (Ahmad, 2012). 8) Plato (427-345 SM) Menyangkal teori atom, yang menganggap bahwa kebaikan dan keindahan itu timbul dari sebab-akibat mekanik. Plato menyatakan bahwa pengetahuan yang benar adalah yang sejak semula telah ada dalam alam pikiran atau alam ide. Apa yang nampak oleh pancaindera hanyalah bayangan belaka. Pengalaman yang kekal dan benar adalah yang telah dibawa oleh roh dari alam yang gaib (Ahmad, 2012). 9) Aristoteles (384-322 SM) Menerima 4 unsur dasar: tanah, udara, air dan api dan menambahkan unsur yang kelima yaitu eter atau "quint essentia". Ia

menganggap unsur yang satu dapat berubah menjadi unsure yang lain, kecuali eter yang tak dapat berubah. Dari air dan tanah yang menjadi masak terjadi garam, biji dan logam. Emas adalah logam yang tidak mengandung tanah. Logam perak, tembaga, timah putih dan besi, pada dasarnya banyak mengandung tanah. Semua logam akan mengalami proses memasak menjadi logam mulia, yaitu emas. Pendapat bahwa unsur berubah menjadi unsur lain inilah yang menjadi dasar dari alkimia untuk mengubah logam biasa menjadi emas. Pendapat Aristoteles yang lain adalah bahwa untuk mencari pengetahuan yang benar adalah dengan jalan pikiran secara deduktif. Berbeda dengan Plato, Aristoteles menyangkal bahwa pengetahuan yang benar itu berasal dari dunia yang gaib. Melainkan menghargai pengetahuan yang diperoleh dan dibuktikan dengan pancaindera (Ahmad, 2012). 10) Ptolomeus (127-151) Berpendapat bahwa bumi sebagai pusat jagat raya, bintang dan matahari mengelilingi bumi (geosentrisme). Planet beredar melalui orbitnya sendiri dan terletak antara bumi dan bintang. Karya Ptolomeus ditulis sekitar tahun 150 dan diberi nama Syntaxis, yang kemudian oleh bangsa Arab dinamakan Almagest yang menjadi ensiklopedia dalam ilmu perbintangan. Pendapat dan pandangan dari Aristoteles serta Ptolomeus berpengaruh sangat lama sampai dengan menjelang zaman modern, yaitu sampai zaman Galileo, Geosentrisme diganti dengan heliosentris (matahari sebagai pusat jagat raya) (Ahmad, 2012). c) Zaman Pertengahan Zaman Alkimia (abad 1-2) Ahli alkimia menerima pendapat empat buah unsur dan bahkan menambahkan tiga lagi, yaitu: air raksa, belerang dan garam. Disini pengertian usur lebih dimaksudkan sebagai sifatnya daripada unsur itu sendiri (Ahmad, 2012). Air raksa = logam yang mudah menjadi uap.

Belerang = mudah terbakar dan memberi warna. Garam = tak dapat terbakar dan bersifat tanah (Ahmad, 2012).

Zaman Latrokimia (latros = Tabib) Beberapa cendekiawan Islam diantaranya : 1. Al Khowarisni (825) Menyusun buku Aljabar dan Artimatika yang kemudian mendorong penggunaan sistim desimal. Menurut catatan sejarah karya Al Khowarisni merupakan pengembangan dari karya bangsa Hindu yang bernama Aryabhata (476) dan Brahmagupta (628). Kemudian Omar Khayam (1043-1132) ahli matematika dan astronomi; Abu Ibnusina (atau Avicenna, 980- 1137) menulis buku tentang kedokteran (Ahmad, 2012). Secara garis besar sumbangan bangsa bangsa Arab dalam Yunani, pengembangan pengetahuan alam adalah: Menerjemahkan peninggalan mengembangkannya dan kemudian menyebarkan ke Eropa dan selanjutnya dikembangkan di Eropa. Mengembangkan metode eksperimen sehingga memperluas pengamatan dalam lapangan kedokteran, obat-obatan, astronomi, kimia dan biologi. Memantapkan penggunaan sistim penulisan bilangan dengan dasar sepuluh dan ditulis dengan posisi letak, artinya nilai suatu angka terletak pada letaknya (Ahmad, 2012). Contoh : Bilangan 2132 = paling depan berarti dua ribuan, berturut-turut kebelakang, satu ratusan, tiga puluhan dan dua satuan. Cabang matematika elementer yaitu aljabar diawali dan dikembangkan bangsa Arab (Ahmad, 2012).

d) Zaman Renaissance Pengetahuan yang terkumpul sejak zaman Yunani sampai abad pertengahan sudah banyak tetapi belum sistimatis dan belum dianalisis menurut jalan pikiran tertentu. Biasanya pemikiran diwarnai cara berpikir filsafat, agama atau bahkan mistik. Setelah alat sempurna dikembangkan metode eksperimen. Berikut merupakan ahli pada zaman modern, yaitu: 1. Roger Bacon (1214-1294) Menyatakan bahwa pada hakekatnya ilmu pengetahuan alam adalah ilmu yang berdasarkan kepada kenyataan yang disusun dan dibentuk dari pengalamnan, penyelidikan dan percobaan. Matematika merupakan dasar untuk berpikir dan merupakan kunci untuk mencari kebenaran dalam ilmu pengetahuan (Ahmad, 2012). 2. Leonardo da Vinci (1452-1519) Pernah menyatakan bahwa: Percobaan tidak mungkin sesat, yang tersesat adalah pandangan dan pertimbangan kita (Ahmad, 2012). 3. Francis Bacon (1561-1626) Berpendapat bahwa cara berfikir induktif merupakan satusatunya jalan untuk mencapai kebenaran. Hanya percobaan dan penyelidikan yang menumbuhkan pengertian terhadap keadaan alam. Mulai saat itu kegiatan eksperimen ditingkatkansehingga cara memperoleh pengetahuan dilakukan dengan langkah-langkah: 1) Observasi dan pengumpulan data. 2) Menyusun model atau ramalan generalisasi. 3) Melakukan eksperimen untuk menguji ramalan atau generalisasi. sehingga diperoleh kesimpulan atau hukum yang lebih mantap (Ahmad, 2012). 4. Nicolas Copernicus (1473-1543) Ahli astronomi, matematika dan pengobatan. Karyanya adalah:

1). Matahari adalah pusat dari sitim tatasurya (heliosentrisme) 2). Bumi mengelilingi matahari sedangkan bulan mengelilingi bumi (Ahmad, 2012). 5. Johannes Keppler (1571-1630) Mengatakan bahwa: 1) Orbit dari semua planet berbentuk elips. 2) Dalam waktu yang sama, maka garis penghubung antara planet dan matahari selalu melintas bidang yang luasnya sama. 3) Pangkat dua dari waktu yang dibutuhkan sebuah planet untuk mengelilingi matahari adalah sebanding dengan pangkat tiga dari jarak rata-rata planet itu dengan matahari (Ahmad, 2012). 6. Galileo Galilei (1546-1642) Antara lain menemukan 4 hukum gerak, penemuan tata bulan planet Jupiter, mendukung heliosentrisme dari Copernicus dan hukum Keppler. Ia juga menyatakan bahwa bulan tidak datar, penuh dengan gunung, planet Mercurius dan Venus tidak memancarkan cahaya sendiri dan juga menemukan 4 buah bulan pada planet Jupiter. Penemuannya ini didasarkan atas pengamatan dengan alat teropong bintangnya (Ahmad, 2012). Perkembangan IPA sangat pesat setelah dikenalkannya konsep fisika kuantum dan relativitas pada abad 20. Konsep yang modern ini mempengaruhi konsep IPA secara keseluruhan dan menyebabkan adanya revisi serta penyesuaian-penyesuaian konsep ke arah yang modern. Dengan demikian, terdapat dua konsep IPA yang berkembang, yakni IPA Klasik dan IPA Modern (Ahmad, 2012). e) Zaman modern Zaman ini sudah dimulai sejak abad 14 M. zaman ini juga dikenal sebagai masa rasionalisme yang tumbuh di zaman modern karena

munculnya berbagai penemuan ilmu pengetahuan. Tokoh yang menjadi pioner pada masa ini adalah Rene Decrates, Isaac Newton, Charles Darwin, dan JJ. Thompson. Keterangan lebih lengkap sebagai berikut : 1. Isaac Newton ( 1643 M 1727 ), adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan theolog. Dia di katakana sebagai Bapak ilmu fisika klasik. Karyanya yang berjudulPhilosophiae Naturalis Principia Mathematica menjabarkan tentang hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai alam semesta selama tiga abad ini. 2. Rene Descartes ( 1596 M 1650 M ), ia di kenal sebagai Renatus Cartesius, adalah seorang filsuf dan matematikawan Perancis. Descartes kadang di panggil Penemu filsafat Modern dan Bapak matematika modern. Pemikirannya yang menggunakan revolusi adalah semuanya tida ada yang pasti , kecuali kenyataan bahwa seseorang berfikir. 3. Charles Robert Darwin ( 1809 M 1882 M ) adalah seorang naturalis yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common Descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Teorinya yang paling menggemparkan adalah Nenenk Moyang Manusia Adalah Kera. 4. Joseph John Thompson ( 1856 M 1940 M ) adalah seorang ilmuan dengan penelitiannya yang membuahkan penemuan Elektron. Thompson mengungkapkan bahwa gas mampu mengantarkan listrik. Ia menjadi seorang perintis ilmu fisika nuklir. Dia juga menemukan sebuah metode untuk memisahkan jenis atom dan sinar molekul yang berbeda dengan menggunakan sinar positif. (Jamaludin, 2011). f) Zaman Kontemporer

Zaman ini bermula dari abad 20 M dan sebagian besar aplikasi ilmu dan teknologi di abad 21 merupakan hasil penemuan mutakhir di zaman ini. Bidang fisika menjadi tiitk perkembangan ilmu pada masa ini. Hal ini di sebabakan karena fisika di pandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya mengandung unsurunsur fundamental yang membentuk alam semesta (Jamaludin, 2011). Tokoh yang terkenal pada masa ini adalah Albert Enstein (1879 M 1955 M), dia adalah ilmuan Fisika. Dia mengemukakan teori relativitas. Semenjak tahun 1905 M sampai 1917 M, saat ia menerbitkan tulisan revolusionernya tentang teori Relativitas, pandangan umat manusia tentang dunia dan alam semesta pun berubah selamanya, tahap terakhir dari zaman modern telah lahir, dan cakrawala pun bergeser. Masih ada lagi ilmuwan yang mempunyai ide besar lainnya, antara lain seperti Linus Pauling, James D. Watson, Miller Urey, Werner Heinsenberg dan Erwin Schrodinger, Edwin Hubble, Alfred Wegener (Jamaludin, 2011).
2.4 Dampak Positif dan Negatif Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam

Dampak Terhadap Pencapaian Kemakmuran dan Kemudahan Hidup Masyarakat Dampak positif: Perkembangan ilmu pengetahuan akan membawa manusia ke arah pencapaian kemakmuran dan kemudahan di segala bidang. Misalkan perkembangan pada teknik kimia yang mempengaruhi proses produksi dan bahan mentah. Bahkan bahan buangan yang tidak terpakai pun diolah menjadi bahan lain yang nilainya lebuh tinggi. Kemajuan teknologi juga demikian. Misalkan perkembangan teknologi di bidang pengairan, pembangunan dagang jalan, antar pelistrikan masyarakat yang desa akan dengan memudahkan hubungan

masyarakat kota (Aris, 2013). Dampak negatif: a. Banyaknya pabrik sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan yang disadari atau tidak.

b. Kemajuan bidang nuklir banyak dimanfaatkan untuk membuat senjata nuklir. c. Kemajuan tersebut akan menimbulkan banyak penyakit akibat pola makan yang salah (Aris, 2013). 1. Dampak Terhadap Pendayagunaan SDA Hayati dan Non Hayati Dampak positif: Dengan adanya sumber daya alam hayati dan non hayati akan memudahkan manusia, ditambahdengan kemajuan teknologi saat ini. Semua sumber daya alam dapat dimanfaatkan manusia. Sumber daya alam hayati misalnya tumbuh tumbuhan dan hewan hewan baik darat maupun laut. Sumber daya alam non hayati misalnya batu bara, minyak bumi, air, bahkan radioaktif. (Aris, 2013) Dampak negatif: a. Limbah limbah pabrik industry akan mencemari lingkungan baik yang padat, cair maupun gas. b. Zat zat yang terkandung dalam makanan dapat juga menimbulkan penyakit. c. Penggunaan pestisida yang tidak beraturan akan meninggalkan residu pada hasil tanaman yang dipanen. (Ahmad, 2012). 2. Dampak Terhadap Transportasi dan Komunikasi Dampak positif: Kemajuan IPA dan teknologi sangat besar kaitannya dengan transportasi dan komunikasi. Dengan adanya kemajuan itu akan memudahkan manusia untuk melakukan perjalanan, baik melalui darat, laut maupun udara. Begitu juga dengan komunikasi, dengan adanya kemajuan IPA dan teknologi yang menciptakan alat alat komunikasi yang mempermudah manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain tanpa harus bertatap muka langsung (Ahmad, 2012). Dampak negatif: a. Banyaknya kendaraan yang berbahan bakar karbon akan menyebabkan peningkatan kadar karbondioksida pada konsentrasi yang membahayakan.

b. Adanya pesawat berkecepatan tinggi yang menimbulkan kebisingan suara yang mengganggu pendengaran manusia. c. Kebocoran tangki minyak di lautan akan menganggu kehidupan makhluk laut. d. Kemudahan melihat televisi akan mempengaruhi pergaulan remaja. (Ahmad, 2012). 3. Peralatan Paling Canggih Untuk Bidang Industri Dampak positif: Pekerjaan yang dulunya dengan tangan sekarang diganti dengan mesin. Administrasi pabrik pun telah dijalankan melalui media teknologi informasi. Banyak peralatan canggih yang diciptakan negara negara maju (Ahmad, 2012). Dampak negatif: Berkurangnya tenaga kerja dari manusia. Sehingga banyak yang tidak memiliki pekerjaan. 4. Dampak Pembangunan Terhadap Lingkungan Masalah lingkungan hidup ada yang berdampak langsung mempengaruhi kesejahteraan masyarakat (polusi, keracunan) dan ada yang tidak langsung mempengaruhi kesejahteraan masyarakat (kerusakan ekosistem alam, akselerasi proses erosi akibat eksploitasi) (Ahmad, 2012) a) Lingkungan Lingkungan 2013) b) Dampak Pembangunan Sasaran pembangunan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dampak positifnya adalah manfaat dari pembangunan itu. Sedangkan dampak negatifnya adalah akan menurunkan kualitas lingkungan apabila faktor pelestarian lingkungan diabaikan. (Aris, 2013) c) Penurunan Kualitas Lingkungan hidup atau lingkungan akan mempengaruhi kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk lainnya. (Aris,

Dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mengakibatkan eksploitasi sumber daya yang berlebihan yang akan mengarah pada pemborosan. Dampak kegiatan manusia terhadap lingkungan hidup telah menimbulkan berbagai masalah, antara lain :
1) Mutasi Gen

Hal ini akan berdampak menurunkan daya tahan tubuh generasi muda yang diperolehnya secara alami. (Aris, 2013)
2) Dampak Rumah Kaca

Kenaikan gas rumah kaca dapat juga disebabkan oleh pembalakan hutan. Akibatnyaadalah kenaikan suhu atmosfer bumi dan perubahan iklim pada umumnya. (Aris, 2013)
3) Hujan Asam

Penggunaan bahan bakar fosil dan membuang limbah gas, melepaskan SO2, No dan CO2 yang dengan uap air akan bereaksi membentuk asam asam yang kemudian turun bersama sama dengan air hujan, sehingga air hujan mengandung asam berturut turut asam sulfat, asam nitrat dan asam karbonat, hal itulah yang disebut hujan asam. Hujan asam akan mempengaruhi kehidupan hewan hewan laut dan kesehatan manusia. (Aris, 2013)
4) Lubang Lapisan Ozon

Lubang ozon ini terdapat di atas Antariksa dan Kutub Utara. Melalui lubang lubang lapisan ozon ini sinar ultra violet akan menembus sampai ke bumi. Apabila terjadi penyerapan sinar ultra violet oleh kulit akan terjadi kanker kulit, kerusakan mata (katarak), serta akan terjadi gangguan pada rantai makanan baik darat maupun laut. (Aris, 2013)
5) Pencemaran Air

Pembangunan

yang

tanpa

memperhatikan

aspek

lingkungan akan menimbulkan permasalahan lingkungan. Pencemaran air ditandai warna air yang menjadi coklat atau hitam dan sering bau busuk. Hal ini disebabkan berbagai air

limbah industry saat ini belum diolah secara baik dan dibuang langsung ke sungai yang pada gilirannya akan mencemari air tanah juga. (Aris, 2013)

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan

IPA mempelajari fenomena alam yang faktual, baik berupa kenyataan (fakta) atau kejadian (event) dan hubungan sebab akibatnya. Ilmu pengetahuan alam sepadan dengan kata sains (science), sains sendiri artinya pengetahuan. Awal dari IPA dimulai pada saat manusia memperhatikan gejala-gejala alam, mencatatnya kemudian mempelajarinya. Ilmu pengetahuan muncul di Asia,meluas ke Yunani. Kembali ke Asia di Timur Tengah, baru kemudian di Eropa. Perkembangan IPA terbagi 6 zaman yaitu dari zaman Kuno, zaman Yunani Kuno, zaman Pertengahan, zaman Renaissance, zaman Modern, hingga zaman Kontemporer. Setiap perkembangan IPA mengalami kemajuan yang sangat pesat.
3.2 Saran

Seharusnya kita sebagai mahasiswa haruslah banyak mengetahui tentang sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, dan siapa saja penemu yang berperan penting dalam kehidupan ini.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Afandy, 2012. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam. http://amadsgtt.blogspot.com/2012/10/iad-perkembangan-danpengembangan-ilmu_17.html Diakses tanggal 09 Oktober 2013 Aris Hendra, 2013. Dampak negatif dan positif perkembangan IPA dan teknologi terhadap kehidupan manusia. http://inspiration-mantap.blogspot.com/2013/01/dampak-negatif-danpositif-perkembangan.html Diakses tanggal 09 Oktober 2013 Febri Irawan, 2009. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam. http://www.scribd.com/doc/36049528/Perkembangan-Ilmu-PengetahuanAlam-Ilmu-Kealaman-Dasar-Febri-Irawan-05091002006-Teknik-Pertanian Diakses tanggal 09 Oktober 2013 Jamaludin Adin, 2011. Makalah Sejarah Perkembangan Ilmu. http://jamaludinassalam.wordpress.com/2011/03/30/makalah-sejarahperkembangan-ilmu/ Diakses tanggal 09 Oktober 2013 Pater J.I.G.M Dorst.S.J. (1998).Pendidikan Sains yang Humanistis.Yogyakarta: Kanisius.