Anda di halaman 1dari 9

Metabolisme Lemak Pada Saat Olahraga

Dwi Aristian Haefa Fahmi Sugiarto Moch. Guruh Ftrianto

Pengertian Lemak
Lemak adalah sekumpulan senyawa di dalam

tubuh yang memiliki ciri-ciri serupa dengan minyak. Lemak bersifat hidrofobik, golongan senyawa ini dapat dipakai tubuh sebagai sarana yang bermanfaat untuk berbagai keperluan, misalnya trigliserida berfungsi sebagai bahan bakar. Lemak merupakan unsur makanan yang penting, tidak hanya karena nilai energinya yang tinggi, tetapi juga karena vitamin yang larut dalam lemak dan asam lemak essensial yang didukung dalam lemak makanan alam.

Klasifikasi Lemak
Menurut struktur kimianya lemak terdiri atas

gliserol dan asam lemak, asam lemak merupakan bagian terbesar dari lipida. Lemak dalam tubuh manusia, dijumpai dalam bentuk lemak netral (trigliserida), fosolipid, dan kolesterol (Guyton, 1995: 21).

Jenis dan Sumber Lemak dalam makanan


Lemak yang diperoleh tubuh dari bahan makanan terdiri dari tiga macam lemak yaitu :
1. 2. 3.

Lemak Jenuh (Saturated Fat) Lemak Tak Jenuh (Unsaturated Fat) Asam Lemak Trans (Trans - Fatty Acid)

Metabolisme Lemak dalam Tubuh saat Latihan


Pembakaran asam lemak menjadi CO2 dan H2O

terjadi di dalam mitokondria. Pemindahan elektron dari asam lemak ke oksigen pada mitokondria menghasilkan ATP
tahap pertama asam lemak dioksidasi secara

berturut-turut sehingga seluruh atom karbonnya berubah menjadi asetil KoA


Pada tahap kedua terbentuknya ATP dengan cara

fosforilasi oksidatif

Pada Fase Aerobik


Untuk ketahanan aerobik selain diperlukan

kemampuan jantung dan paru untuk mengangkut oksigen yang banyak, kemampuan sel menggunakan oksigen juga lebih tinggi. Apabila kita berlari 20 Km, energi yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi hanya dengan pembakaan karbohidrat, tetapi juga dengan simpanan lemak. Jadi persediaan lemak di otot dapat ditingkatkan dengan latihan aerobik, yaitu dengan beban ringan untuk jangka waktu yang lama.

Fase Anaerobik
Maksud latihan ini adalah untuk meningkatkan

persediaan ATP-PC dalam otot, peningkatan kadar glikogen maupun meningkatkan nilai ambang anaerobic dengan cara pembentukan asam laktat yang lebih sedikit pada beban yang sama maupun ketahanan terhadap keasaman yang disebabkam asam laktat.

Perubahan Lemak akibat Latihan


Di dalam tubuh, simpanan lemak terutama ada

dalam bentuk trigliserida dan akan berada di jaringan otot serta jaringan adipose. Ketika sedang berolahraga, simpanan trigliserida akan dipecah menjadi gliserol dan asam lemak bebas untuk kemudian dimetabolisir sehingga menghasilkan energi.

Kebutuhan Lemak Atlet


Kebutuhan gizi harian atlet berubah-ubah,

tergantung pada intensitas latihannya. Menu makanan harus mengandung karbohidrat sebanyak 60 70%, lemak 20 25% dan protein sebanyak 10 15% dari total kebutuhan energi seorang atlet. Dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbang harus dilakukan penghitungan secara tepat antara latihan yang dilakukan dengan asupan gizi yang diberikan. Penentuan jumlah asupan yang akan diberikan kepada atletdapat mempengaruhi prestasi optimal pada atlet.