Anda di halaman 1dari 2

Pengertian Hukum Tata Negara Hukum tata negara merupakan hukum yang mengatur organisasi negara atau organisasi

kekuasaan suatu negara beserta segala aspek yang berkaitan dengan negara. Hukum tata negara di belamda dikenal dengan istilah staatsrech. Di perancis hukum tata negara disebut dengan Droit Constitutionnel. Di Jerman disebut dengan Verfassungrecht dan di Inggris disebut dengan istilah Constitutionnal law. Terdapat beberapa pengertian yang diberikan oleh para pakar hukum mengenai hukum tata negara, sebagai berikut: hukum tata negara menurut Logemann, adalah: Hukum yang mengatur organisasi negara, susunan dari jabatan-jabatan. Penunjanagan mengenai jabatan Tugas dan wewenang yang melekat pada jabatan itu.

hukum tata negara menurut Van Volenhoven, adalah: Hukum yang mengatur seluruh masyarakat hukum atasan dan masyarakat hukum bawahan menurut tingkatannya dan menentukan wilayah lingkungan masyarakatnya serta menentukan badan dan fungsinya masingmasing serta susunan dan wewenang badan tersebut. hukum tata negara menurut Scholten, adalah: Hukum yang mengatur organisasi negara. Dalam organisasi negara yang dimaksud telah mencakup kedudukan organ-organ dalam negara, hubungan-hubungannya, hak dan kewajiban serta tugasnya masing-masing. hukum tata negara menurut Utrecht, adalah: Hukum yang mempelajari soal kewawjiban sosial dan kekuasaan pejabat negara Ruang Lingkup Hukum Tata Negara Ruang lingkup pengaturan hukum tata negara antara lain meliputi, bentuk negara, bentuk pemerintahan, sistem pemerintahan, corak pemerintahan, sistem pendelegasian kekuasaan negara, garis-garis besar tentang organisasi pelaksana, wilayah negara, hubungan antara rakyat dengan negara, cara-cara rakyat menjalankan hak-hak ketatanegaraan, dasar negara dan ciri-ciri lahir kepribadian negara termasuk lagu kebangsaan, bahasa nasional, lambang bendera dan lain sebagainya. Ruang lingkup hukum tata negara yang berkaitan dengan badan ketatanegaraan yang mempunyai kedudukan sebagai organisasi negara, yaitu MPR, DPR, DPD, Presiden, BPK, MK, MA, meliputi, cara pembentukannya, susunan masing-masing badan, tugas dan wewenang masing-masing badan, cara kerja masing-masing badan, perhubungan kekuasaan antara badan, masa jabatan dan lain sebagainya.

Sumber-sumber Hukum Tata Negara Sumber hukum adalah segala sesuatu yang berupa tulisan, naskah yang dipergunakan oleh suatu bangsa sebagai pedoman hidupnya pada masa tertentu. Menurut mekto sudikno mertokusumo : 1. Sumber hukum materil Merupakan faktor yang membantu pembentukan hukum. Misalnya hubungan sosial. Hubungan kekuatan politik, situasi sosial ekonomi, tradisi, hasil penelitian ilmiah. 2. Sumber hukum formil. Merupakan sumber dari mana suatu peraturan memperoleh kekuatan hukum. Yang di akui sumber hukum yaitu UU, perjanjian antarnegara, yurisprodensi dan kebiasaan. Sumber-sumber Hukum Tata Negara Indonesia, - Undang-Undang Dasar 1945 UUD 1945 sebagai sumber hukum, yang merupakan hukum dasar tertulis yang mengatur masalah kenegaraan dan merupakan dasar ketentuan-ketentuan lainnya. -Ketetapan MPR Dalam Pasal 3 UUD 1945 ditentukan bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat menetapkan Undang-Undang Dasar dan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Dengan istilah menetapkan tersebut maka orang berkesimpulan, bahwa produk hukum yang dibentuk oleh MPR disebut Ketetapan MPR. - Undang-undang/peraturan pemerintah pengganti undang-undang Undang-undang mengandung dua pengertian, yaitu : a. undang-undang dalam arti materiel : peraturan yang berlaku umum dan dibuat oleh penguasa, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. b. undang-undang dalam arti formal : keputusan tertulis yang dibentuk dalam arti formal sebagai sumber hukum dapat dilihat pada Pasal 5 ayat (1) dan pasal 20 ayat (1) UUD 1945. Hubungan HTN dan Ilmu Politik Perumpamaan, HTN sebagai kerangka manusia, sedangkan ilmu politik sebagai daging yang melekat disekitarnya.