Anda di halaman 1dari 1

Proses perancangan adalah satu tahap yang sangat penting dalam dunia arsitektur, mungkin ada anggapan anggapan

n seperti desain muncul oleh karena tiba-tiba memperoleh ilham (baca:ide), ataupun karena melihat, meniru, dan memperbaiki atau sedikit mengubah. Namun menurut saya pribadi, proses perancangan adalah sebuah tahap yang dimulai jauh sebelum memulai pengerjaan gagasan atau ide menjadi sebuah konsep, bentuk nyata suatu rancangan. Proses perancangan bukan sebuah tahap yang dimulai dan selesai seketika, namun dilakukan setiap hari, ketika kita melihat, merasakan, mengalami segala sesuatu yang ada disekitar kita. Melaui indra kita, informasi yang diperoleh dari pengalaman tersebut tersimpan dan teringat, terutama hal-hal yang menarik menurut pribadi. Pengalaman berupa informasi tersebut bisa saja dipakai, dijadikan referensi/rujukan, ataupun menjadi pembelajaran untuk perbaikan. Hal tersebutlah yang menjadi satu pokok yang terjadi di dalam benak saya pribadi ketika mungkin tiba-tiba memikirkan solusi melihat kepada solusi yang sudah ada. Dalam proses pembelajaran di dunia arsitektur secara akademis, proses perancangan dalam pemikiran saya semakin diperkuat dan diasah dengan mengenal adanya analisa satu hal yang sangat penting, mengajarkan saya tentang bagaimana ide tersebut muncul (menakjubkan bagi saya bahwa selama ini otak bekerja untuk mencari solusi dengan pengalaman, dan bagaimana analisa menjadi proses manual yang begitu terperinci untuk menjelaskan bagaimana hal/ide tersebut menjadi gagasan atau bahkan solusi). Proses perancangan juga tidak terlepas dari bagaimana otak mampu berpikir secara kreatif dan sangat memerlukan pengasahan, sehingga alternatif-alternatif (hasil akhir) juga bisa dipikirkan. Mempertanyakan (berupa analisa pula) segala sesuatu menjadi salah satu cara bagi saya untuk mengasah kreativitas dan juga secara bersamaan menjadi proses perancangan bagi saya. Sering kali ketika melihat karya arsitektural, saya mempertanyakan mengapa sang arsitek membentuk satu hal mungkin saja jawaban yang saya peroleh bisa berbeda dari arsitek namun bukankah itu menjadi alternatif dan penyelesaian masalah lain yang mungkin tidak dipikirkan olehnya? Di akhir refleksi, menurut saya untuk menyimpulkan maksud proses perancangan adalah: keseharian terus-menerus pengalaman analisa mempertanyakan.