Anda di halaman 1dari 8

contoh soal UAS Psikologi Perkembangan semester 3

Mata Kuliah : Psikologi Perkembangan Prodi : PAI Hari/Tanggal : Kamis/12 Januari 2012 Sistem Ujian : Take Home Examination Dosen : Titin Nurhidayati, S.Ag., M.Pd. Nama : Noor Muhammad NIM : 201044011266

Soal:
1. Jelaskan perbedaan antara Human Development dan Developmental Psychology! 2. Sebut dan jelaskan tahapan perkembangan individu mulai masa konsepsi (pra-lahir) sampai dengan masa tua! 3. Jelaskan dengan singkat tugas kelompok yang saudara presentasikan!

Jawaban:
1. Developmental Psychology (Psikologi perkembangan) adalah suatu ilmu yang merupakan bagian dari
psikologi. Dalam ruang lingkup psikologi, ilmu ini termasuk psikologi khusus, yaitu psikologi yang mempelajari kekhususan dari tingkah laku individu. Ilmu ini merupakan suatu cabang dari psikologi yang ditujukan untuk memahami semua perubahan yang terkait dengan pertambahan usia yang dialami oleh manusia sepanjang rentang kehidupannya, yaitu pada perubahan di dalam kepribadian, moral, dan proses berpikir. Sedangkan Human Development (Perkembangan Manusia) adalah: a. Sebuah studi ilmiah yang mempelajari proses bagaimana individu mengalamai perubahan sekaligus melihat bagaimana individu tidak berubah. b. Sebuah bidang studi yang bersifat interdisipliner yang ditujukan untuk memahami semua perubahan yang dialami oleh manusia selama rentang masa kehidupannya. c. Sebuah studi ilmiah yang terkait dengan perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pertambahan usia, yang mana perubahan tersebut terjadi pada aspek perilaku, pola pikir, emosi, dan kepribadian. Jadi, Human Development adalah sebuah studi ilmiah yang melibatkan berbagai disiplin keilmuan yang mengungkap bagaimana proses perubahan yang terjadi pada manusia, yang disebabkan oleh perubahan atau pertambahan usia yang terjadi sepanjang rentang kehidupannya, di mana perubahan tersebut mencakup aspek perilaku, pola pikir, emosi, dan kepribadian. Perbedaan antara Human Development dan Developmental Psychology adalah terletak pada jangkauan pembahasan dan sudut pandang dalam mempelajari perkembangan manusia. Human Development mempelajari perkembangan manusia secara keseluruhan, dari beragam sudut pandang dan dengan jangkauan pembahasan yang sangat luas, karena melibatkan beragam ilmu yang interdisipliner. Sedangkan Developmental Psychology mempelajari perkembangan manusia dengan jangkauan yang lebih kecil, karena membicarakan perkembangan tersebut dari sudut pandang psikologi.

2. Tahapan perkembangan individu mulai masa konsepsi (pra-lahir) sampai dengan masa tua.
1) Pra Lahir Selama berada dalam rahim, calon bayi dapat belajar, merasa, dan mengetahui perbedaan antara gelap dan terang. Kemampuan calon bayi dalam kandungan untuk merasakan stimulus telah berkembang dengan cukup baik sehingga proses pendidikan dan belajar dapat dimulai atau dilakukan. Calon bayi yang diberi stimulasi pralahir cepat mahir bicara, menirukan suara, menyebutkan kata pertama, tersenyum secara spontan, mampu menoleh ke arah suara orang tuanya, lebih tanggap terhadap musik, dan juga mengembangkan pola sosial lebih baik saat ia dewasa. Stimulasi pralahir dapat membantu mengembangkan orientasi dan keefektifan calon bayi dalam mengatasi dunia luar setelah ia dilahirkan. Para orang tua yang telah berpartisipasi dalam program pendidikan pralahir menggambarkan anak mereka lebih tenang, waspada, dan bahagia. 2) Neonatus (lahir 28 hari) Pada tahap ini, perkembangan neonatus sangat memungkinkan untuk dikembangkan sesuai keinginan. Orang tua harus mengidentifikasi dan menemukan kebutuhan yang tidak ditemukan oleh bayi. 3) Bayi (1 bulan 1 tahun) Bayi usia 1-3 bulan : mengangkat kepala mengikuti obyek dengan mata melihat dengan tersenyum bereaksi terhadap suara atau bunyi mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak menahan barang yang dipegangnya mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh Bayi usia 3-6 bulan : mengangkat kepala sampai 90 mengangkat dada dengan bertopang tangan belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau diluar jangkauannya menaruh benda-benda di mulutnya, berusaha memperluas lapang pandang tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang Bayi 6-9 bulan : duduk tanpa dibantu tengkurap dan berbalik sendiri merangkak meraih benda atau mendekati seseorang memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk

bergembira dengan melempar benda-benda mengeluarkan kata-kata tanpa arti mengenal muka anggota keluarga dan takut pada orang lain mulai berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan Bayi 9-12 bulan :

berdiri sendiri tanpa dibantu berjalan dengan dituntun menirukan suara mengulang bunyi yang didengarnya belajar menyatakan satu atau dua kata mengerti perintah sederhana atau larangan minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya berpartisipasi dalam permainan Dalam usia ini lingkungan sekitar bayi harus dikontrol sehingga kebutuhan perkembangan fisik dan psikologis bayi dapat terpenuhi.

4) Todler (1-3 tahun) Peningkatan kemampuan psikososial dan perkembangan motorik. Anak usia 12-18 bulan : mulai mampu berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah menyusun 2 atau 3 kotak dapat mengatakan 5-10 kata memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing Anak usia 18-24 bulan : mampu naik turun tangga menyusun 6 kotak menunjuk mata dan hidungnya menyusun dua kata belajar makan sendiri menggambar garis di kertas atau pasir mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang yang lebih besar memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka Anak usia 2-3 tahun :

anak belajar meloncat, memanjat, melompat dengan satu kaki membuat jembatan dengan 3 kotak mampu menyusun kalimat

mempergunakan kata-kata saya bertanya mengerti kata-kata yang ditujukan kepadanya menggambar lingkaran bermain dengan anak lain menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya Dalam usia ini keamanan sangat penting. Strategi untuk mencegah risiko keselamatan harus dilakukan secara seimbang agar perkembangan anak tetap optimal.

5) Pre sekolah (3-6 tahun) Dunia pre sekolah berkembang. Selama bermain, anak mencoba pengalaman baru dan peran sosial. Pertumbuhan fisik lebih lambat. Anak usia 3-4 tahun: berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga berjalan pada jari kaki belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri menggambar garis silang menggambar orang (hanya kepala dan badan) mengenal 2 atau 3 warna bicara dengan baik bertanya bagaimana anak dilahirkan mendengarkan cerita-cerita bermain dengan anak lain menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana. Anak usia 4-5 tahun : mampu melompat dan menari menggambar orang terdiri dari kepala, lengan dan badan dapat menghitung jari-jarinya mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita minat kepada kata baru dan artinya memprotes bila dilarang apa yang diinginkannya membedakan besar dan kecil menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa Anak usia 6 tahun:

ketangkasan meningkat melompat tali bermain sepeda

menguraikan objek-objek dengan gambar mengetahui kanan dan kiri memperlihatkan tempertantrum mungkin menentang dan tidak sopan Dalam usia ini anak harus diberi kesempatan untuk bermain dan berinteraksi social.

6) Usia sekolah (6-12 tahun) Kelompok teman sebaya mempengaruhi perilaku anak. Perkembangan fisik, kognitif dan sosial meningkat. Anak meningkatkan kemampuan komunikasi. Anak usia 6-7 tahun :

membaca seperti mesin mengulangi tiga angka mengurut ke belakang membaca waktu untuk seperempat jam anak wanita bermain dengan wanita anak laki-laki bermain dengan laki-laki cemas terhadap kegagalan kadang malu atau sedih peningkatan minat pada bidang spiritual Anak usia 8-9 tahun:

kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat menggunakan alat-alat seperti palu peralatan rumah tangga ketrampilan lebih individual ingin terlibat dalam segala sesuatu menyukai kelompok dan mode mencari teman secara aktif Anak usia 10-12 tahun:

pertambahan tinggi badan lambat pertambahan berat badan cepat perubahan tubuh yang berhubungan dengan pubertas mungkin tampak mampu melakukan aktivitas seperti mencuci dan menjemur pakaian sendiri memasak, menggergaji, mengecat menggambar, senang menulis surat atau catatan tertentu membaca untuk kesenangan atau tujuan tertentu teman sebaya dan orang tua penting mulai tertarik dengan lawan jenis sangat tertarik pada bacaan, ilmu pengetahuan

Dalam tahap usia seperti ini Orang tua harus memberikan waktu dan energi agar anak dapat mengejar hobi dan aktivitas sekolah. Di samping itu juga mengakui dan mendukung prestasi anak. 7) Remaja (12-18/20 tahun)

konsep diri berubah sesuai dengan perkembangan biologi mencoba nilai-nilai yang berlaku pertambahan maksimum pada tinggi,berat badan stres meningkat terutama saat terjadi konflik anak wanita mulai mendapat haid, tampak lebih gemuk berbicara lama di telepon, suasana hati berubah-ubah (emosi labil), kesukaan seksual mulai terlihat menyesuaikan diri dengan standar kelompok anak laki-laki lebih menyukai olahraga, anak wanita suka bicara tentang pakaian, make-up hubungan anak-orang tua mencapai titik terendah, mulai melepaskan diri dari orang tua takut ditolak oleh teman sebaya Pada akhir masa remaja : mencapai maturitas fisik, mengejar karir, identitas seksual terbentuk, lebih nyaman dengan diri sendiri, kelompok sebaya kurang begitu penting, emosi lebih terkontrol, membentuk hubungan yang menetap. Dalam tahap usia seperti ini Orang tua harus membantu remaja untuk mengembangkan kemampuan koping atau strategi mengatasi konflik.

8) Dewasa muda (20-40 tahun)


gaya hidup personal berkembang membina hubungan dengan orang lain ada komitmen dan kompetensi membuat keputusan tentang karir, pernikahan dan peran sebagai orang tua Individu berusaha mencapai dan menguasai dunia, kebiasaan berpikir rasional meningkat pengalaman pendidikan, pengalaman hidup dan kesempatan dalam pekerjaan meningkat. Implikasi keperawatan: menerima gaya hidup yang mereka pilih, membantu dalam penyesuaian diri, menerima komitmen dan kompetensi mereka, serta mendukung perubahan yang penting untuk kesehatan.

9) Dewasa menengah (40-65 tahun)


gaya hidup mulai berubah karena perubahan-perubahan yang lain, seperti anak meninggalkan rumah anak-anaknya telah tumbuh dewasa dan mulai meninggalkan rumah dapat terjadi perubahan fisik seperti muncul rambut uban, garis lipatan pada muka, dan lain-lain waktu untuk bersama lebih banyak istri menopause, pria ingin merasakan kehidupan seks dengan cara menikah lagi (dangerous age).

Implikasi keperawatan: bantu individu membuat perencanaan sebagai antisipasi terhadap perubahan hidup, untuk menerima faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kesehatan, dan fokuskan perhatian individu pada kekuatan, bukan pada kelemahan. 10) Dewasa tua a. Young-old (tua-muda), 65-74 tahun : beradaptasi dengan masa pensiun (penurunan penghasilan), beradaptasi dengan perubahan fisik, dapat berkembang penyakit kronik. Implikasi keperawatan: bantu individu untuk menjaga aktivitas fisik dan sosialnya, mempertahankan interaksi dengan kelompok sebayanya. b. Middle-old (tua-menengah), 75-84 tahun : diperlukan adaptasi terhadap penurunan kecepatan dalam pergerakan, kemampuan sensori dan peningkatan ketergantungan terhadap orang lain. Implikasi keperawatan: bantu individu untuk menghadapi kehilangan (pendengaran, penglihatan, kematian orang tercinta). c. Old-old (tua-tua), 85 tahun keatas : terjadi peningkatan gangguan kesehatan fisik. Implikasi keperawatan: bantu individu dalam perawatan diri dan mempertahankan kemampuan mandirinya jika memungkinkan.

3. Perkembangan Masa Remaja


Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik. Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak dan masa dewasa, berlangsung antara usia 12 sampai 22 tahun. Masa remaja terdiri dari masa remaja awal (1214 tahun), masa remaja pertengahan (1417 tahun), dan masa remaja akhir (1722 tahun). Bagi wanita, masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun, dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Berikut ini adalah perkembangan-perkembangan yang terjadi pada remaja: a) Perkembangan Fisik, merupakan gejala primer dalam pertumbuhan masa remaja, yang berdampak terhadap perubahan-perubahan psikologis. Masa remaja diawali dengan masa pubertas, yaitu masa terjadinya perubahanperubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). b) Perkembangan Kognitif, pada masa remaja terjadi reorganisasi lingkaran saraf prontal lobe (belahan otak bagian depan sampai pada belahan atau celah sentral). Prontal lobe ini berfungsi dalam aktifitas kognitif tingkat tinggi, seperti kemampuan merumuskan perencanaan strategis atau kemampuan mengambil keputusan. Perkembangan prontal lobe tersebut sangat berpengaruh terhadap kemampuan kognitif remaja, sehingga mereka mengembangkan kemampuan penalaran yang memberinya suatu tingkat pertimbangan moral dan kesadaran sosial yang baru. Remaja juga mulai membayangkan apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya. Ketika kemampuan kognitif mereka mencapai kematangan, kebanyakan anak remaja mulai memikirkan tentang apa yang diharapkan dan melakukan kritik terhadap masyarakat mereka, orang tua mereka, dan bahkan terhadap kekurangan diri mereka sendiri. c) Perkembangan Psikososial, Perubahan-perubahan secara fisik dan kognitif juga berpengaruh terhadap perubahan dalam perkembangan psikososial remaja. Berikut adalah beberapa aspek perkembangan psikososial yang penting selama masa remaja:

1. Perkembangan Individuasi dan Identitas, dalam konteks psikologi perkembangan, pembentukan identitas merupakan tugas utama dalam perkembangan kepribadian yang diharapkan tercapai pada akhir masa remaja. 2. Perkembangan Hubungan dengan Orang Tua, perubahan-perubahan fisik, kognitif, dan sosial yang terjadi dalam perkembangan remaja mempunyai pengaruh yang besar terhadap relasi orang tua-remaja. 3. Perkembangan Hubungan dengan Teman Sebaya, Perkembangan kehidupan sosial remaja juga ditandai dengan gejala meningkatnya pengaruh teman sebaya dalam kehidupan mereka. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bergaul dengan teman-teman sebaya mereka. 4. Perkembangan Seksualitas, peningkatan minat dan motivasi terhadap seksualitas adalah salah satu fenomena kehidupan remaja yang sangat menonjol. Terjadinya peningkatan perhatian remaja terhadap kehidupan seksual ini sangat dipengaruhi oleh faktor perubahan-perubahan fisik selama periode pubertas. Terutama kematangan organ-organ seksual dan perubahan-perubahan hormonal, mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual dalam diri remaja. Dorongan seksual remaja ini sangat tinggi, dan bahkan lebih tinggi dari dorongan seksual orang dewasa. 5. Perkembangan Proaktivitas, adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Stephen R. Covey mengenai manusia sebagai makhluk yang bertangung jawab atas hidupnya sendiri, atau kemampuan untuk memiliki kebebasan dalam memilih respons, kemampuan mengambil inisiatif, dan kemampuan untuk bertanggung jawab. 6. Perkembangan Resiliensi, merupakan kemampuan atau kapasitas insani yang dimiliki sesorang, kelompok atau masyarakat yang memungkinkannya untuk menghadapi, mencegah, meminimalkan dan bahkan menghilangkan dampak-dampak yang merugikan dari kondisikondisi yang tidak menyenangkan, atau bahkan mengubah kondisi kehidupan yang menyengsarakan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi. Diposkan oleh Noor Muhammad di 17.06 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook