Anda di halaman 1dari 1

Presiden dan Misteri Bunda Putri Oleh Muhammad yusuf el-Badri Pengakuan mantan Presiden PKS, LHI dipersidangan

tentang kedekatan Bunda Putri dengan presiden membuat presiden SBY marah. Dalam keterangan persnya di Pangkalan TNI Angkatan Udara di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/10/2013) malam, SBY mengatakan bahwa Luthfi telah berbohong 1000 persen. Pernyataan ini tentu saja bukan pernyataan mainmain dari SBY. Presiden pun bahkan langsung memerintahkan Mensesneg, Sudi Silalahi untuk mencari tahu tentang siapa Bunda Putri sebenarnya. Nama Bunda Putri disebut LHI sebagai orang yang berpengaruh dalam penentuan kuota impor sapi di Kementerian Pertanian. Pernyataan LHI dalam persidangan memang sangat berbelit-belit dan tidak logis sebagaimana dikatakan oleh Ketua Majelis Hakim, Nawawi Pomolango. Namun yang menjadi pertnyaan kita adalah, kalau apa yang disampaikan itu memang tidak logis, lantas kenapa Presiden menanggapinya dengan serius? Apakah ini bahagian dari pencitraan diri SBY (yang juga berimbas ke Demokrat) yang melalui kursi kepresidenan? atau hanya manuver politik PKS untuk member sinyal perlawanan kepada Demokrat dalam menghadapi kasus besar? Jika persoalan Bunda Putri dmanfaatkan oleh Presiden untuk mencitrakan diri maka hal ini menunjukkan betapa pemimpin kita adalah pemimpin kecengan. Sekalipun Presiden mengatakan bahwa ia bukan pejabat kecengan. Ini menunjukkan bahwa orang penting sekalipun akan dengan mudah membahas hal-hal yang tidak penting sebagamana eksmut. Disisi lain, secara politik orang akan menilai, bahwa ternyata SBY sebagai presiden adalah orang yang lemah di depan LHI dan tidak sanggup melawan intrik politik PKS. Kelemahan dan ketakutan kepala Negara akan hal-hal yang tidak jelas hitam-puithnya memperlihatkan bahwa Indonesia adalah Negara yang lemah dan mudah dikendalikan oleh satu orang saja.